by M Arif Rahmat | Mar 9, 2022 | Articles
Funnel Marketing mungkin menjadi sesuatu yang awam bagi kita. Namun sebenarnya tanpa disadari kita telah pernah terlibat di dalam marketing tersebut atau berupaya melakukannya. Lantas apa sebenarnya funnel marketing itu? Secara sederhana, funnel marketing merupakan sebuah sistem yang dibangun dari beberapa tahapan yang pada akhirnya membuat konsumen membeli produk yang ditawarkan. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak informasi selengkapnya tentang funnel marketing di bawah ini.
5 Menit Memahami Makna Funnel Marketing
Pada bagian awal tadi telah dijelaskan bahwa funnel marketing memiliki sejumlah tahapan. Sistem ini memang dibangun dari awal kehadiran sebuah produk yang tujuannya memperkenalkan, hingga produk tersebut terjual. Bahkan dalam tingkatannya, funnel marketing ini bisa membuat seseorang menjadi bagian dari pelanggan produk tersebut. Lantas apa saja tahapan yang dimaksud?
Barangkali Anda pernah mengetahui produk baru di pasaran yang sebelumnya belum ada. Pada tahap ini Anda baru saja masuk dalam sistem funnel marketing dengan mengenali terlebih dahulu produk tersebut. Selanjutnya, Anda akan berusaha mencari informasi produk dan menilainya, apakah layak dibeli atau tidak. Akhirnya, Anda memutuskan untuk membeli dan kemudian merasa puas sehingga memberikan tanggapan tentang produk tersebut. Inilah yang disebut dengan Funnel marketing. Menarik bukan?

5 Tahapan yang Ada Dalam Funnel Marketing
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa dalam funnel marketing adalah sejumlah tahapan yang muaranya memang pada pembelian produk. Tahapan ini penting untuk diketahui sebagai upaya bagi pemilik atau pelaku usaha dalam memasarkan produknya. Apa saja tahapannya?
1. Kesadaran Terhadap Produk
Tahapan pertama adalah kesadaran terhadap produk. Maksudnya pada tahap ini konsumen menyadari bahwa dia sedang membutuhkan produk untuk keperluan hidupnya. Tentunya produk yang dibutuhkan sangatlah variatif, sehingga sebagai pemilik produk memang perlu melakukan upaya yang komprehensif dalam memperkenalkan produknya.
2. Mempertimbangkan Produk
Masuk ke tahap dua, konsumen sudah mulai mempertimbangkan produknya. Ketika berhasil menemukan produk yang dibutuhkan, maka konsumen mulai mencari tahun tentang produk tersebut. Mulai dari ulasannya, harga, hingga varian yang dimiliki produk. Tidak jarang pula pada tahap ini akan dilakukan perbandingan antara produk serupa namun berbeda seller.
3. Membeli Produk
Tahapan funnel marketing yang ketiga adalah membeli produk. Setelah merasa yakin dengan produk yang ditemukannya, maka konsumen akan memutuskan untuk membeli produk tersebut. Tentunya hal ini menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi seller, sebab produk yang ditawarkan berhasil terjual dan akan memberikan peluang untuk terjualnya kembali produk tersebut.
4. Kembali Membeli Produk
Tahap selanjutnya dari funnel marketing adalah kembali membeli produk. Mengapa produk kembali dibeli oleh konsumen? Tentu jawaban logikanya adalah konsumen merasa puas dengan produk tersebut. Oleh karena itu, disinilah letak pentingnya untuk menjaga kualitas produk dan menjadi seller yang amanah. Sebab bila hal itu dijaga, maka akan mendatangkan keuntungan bagi seller itu sendiri.
5. Memberikan Tanggapan (Testimoni)
Terakhir, funnel marketing juga memiliki tahapan testimoni. Konsumen yang merasa puas terhadap produk yang didapatkannya dan telah melakukan pembelian untuk kedua kalinya, maka akan memberikan testimoni. Tanggapan atau testimoni sudah tentu sangat penting dan bermanfaat bagi perkembangan pasar produk tersebut. Sebab dengan adanya tanggap kepuasan dari konsumen ini, maka akan membuka kran baru bagi terjual produk di pasaran.
Jadi, dalam funnel marketing ada 5 tahapan yang akan dilalui, yaitu kesadaran terhadap produk, menimbang, keputusan membeli, membeli kedua kalinya, dan memberikan tanggapan. Tentunya kelima tahapan ini memiliki kesinambungan dan saling terhubung. Jika satu saja tidak terjadi, maka kemungkinan besar funnel marketing tidak akan berhasil. Lantas adakah manfaat sistem marketing ini bagi pelaku usaha atau seller?

Manfaat Funnel Marketing Bagi Seller (Penjual)
Setelah melihat penjelasan tentang tahapan dalam funnel marketing, mungkin Anda akan berpendapat bahwa sistem itu hanya terjadi pada konsumen saja. Tentunya hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Funnel marketing terjadi antara konsumen dan penjual (produsen). Bagi penjual, sistem marketing yang demikian ini akan memberikan beberapa manfaat, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui Bagaimana Cara Konsumen Menemukan Produk
Pertama, melalui sistem marketing ini, pelaku usaha maupun penjual dapat mengetahui bagaimana cara konsumen menemukan produk yang dibutuhkannya. Biasanya setiap seller akan mengkampanyekan produknya dengan berbagai cara, bisa melalui media sosial, jasa iklan, dan cara lainnya. Tentunya masing-masing cara itu memiliki hasil yang berbeda, sehingga nantinya kita akan mengetahui mana cara yang lebih mudah untuk menjangkau konsumen.
2. Memutuskan Strategi Marketing yang Tepat
Funnel marketing juga akan membantu seller dalam memutuskan strategi yang tepat dari upaya pemasarannya. Setelah mengetahui bahwa konsumen lebih condong mendapatkan informasi produk dari media sosial (misalnya), maka seller dapat memaksimalkan cara promosinya melalui media sosial. Tentunya hal ini akan sangat membantu dalam mengembangkan pasar produk.
3. Melakukan Evaluasi Biaya Marketing
Selanjutnya, marketing dengan sistem yang demikian ini juga dapat membantu melakukan evaluasi biaya yang diperlukan dalam pemasaran. Setiap upaya pemasaran sudah tentu memerlukan biaya tersendiri dan ini perlu dievaluasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui biaya yang efisien untuk strategi marketing yang diterapkan.
4. Melakukan Evaluasi Pelayanan Terhadap Konsumen
Manfaat keempat yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan evaluasi layanan yang diberikan terhadap konsumen. Mengapa demikian? Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk memberikan kepuasan pada konsumen, maka perlu memperhatikan layanan yang diberikan. Oleh sebab itu, penting bagi setiap seller untuk menyadari kualitas layanan mereka di samping mempertahankan kualitas produknya.
Berdasarkan penjelasan tadi, maka kita dapat memahami bahwa funnel marketing tidak hanya soal konsumen saja, namun juga memberikan manfaat yang besar bagi pelaku usaha atau seller. Mulai dari cara konsumen menemukan produk, evaluasi strategi marketing dan biayanya, hingga tentang kualitas layanan yang juga harus menjadi sorotan. Tentunya manfaat ini akan dirasakan jika funnel marketing dilakukan secara baik dan konsisten. Lantas bagaimana cara melakukannya?
Nah bagi Anda yang tertarik untuk mencoba funnel marketing ini, Anda dapat berkonsultasi bersama nextup.id. Kita secara bersama akan memberikan jalan yang terbaik bagi Anda untuk memasarkan produk dan juga memanfaatkan peluang dalam sistem funnel marketing ini. Tidak hanya soal pemasaran saja, kami juga memiliki layanan konsultasi untuk permasalahan hidup lainnya.
Mungkin selama ini Anda belum menemukan wadah yang tepat untuk menceritakan keluh-kesah yang dirasakan. Oleh sebab itu, cobalah untuk membuka diri dan meluangkan waktu bersama nextup.id untuk menemukan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi. Harapan kami semoga Anda akan segera menemukan jalan yang baik untuk hidup yang lebih baik pula ke depannya. Jadi tunggu apalagi, segera bergabung bersama nextup.id dan kita akan memulai sesi konsultasi untuk Anda.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Mar 9, 2022 | Articles
Siapa yang tidak kenal dengan Bukalapak? Bukalapak merupakan marketplace yang sejak tahun 2017 lalu masuk ke kategori startup unicorn. Sehingga menjadi salah satu startup kebanggaan Indonesia. Sampai saat ini ada lebih dari 90 juta pengguna aktif di marketplace ini. Sehingga menjadikannya sebagai tempat potensial untuk jualan online. Namun, bagaimana agar jualan bisa laris manis di Bukalapak?
Sekilas Tentang Bukalapak
Sebelum mempelajari berbagai cara jualan di Bukalapak agar banjir orderan, maka wajib dulu mengenal marketplace buatan anak negeri satu ini. Bukalapak dijelaskan di berbagai sumber berdiri sejak 10 Januari 2010. Pendirinya waktu itu berstatus sebagai mahasiswa di ITB (Institut Teknologi Bandung).
Yakni Achmad Zaky, Nugroho Heru Cahyono, dan Fajrin Rasyid yang oleh ketiganya Bukalapak dibentuk sebagai toko online yang menjaring pelaku UMKM untuk jualan di dalamnya. Sampai saat ini, Bukalapak fokus mendorong UMKM untuk merambah dunia penjualan digital yang memiliki masa depan menjanjikan melalui program Mitra Bukalapak.

Alasan Jualan di Bukalapak
Bukalapak perlu diakui bukan satu-satunya marketplace di tanah air, ada banyak marketplace saingan yang juga punya nama besar di kalangan pelaku usaha niaga online. Namun, Bukalapak tentu menjadi pilihan yang tepat untuk mendukung usaha jualan yang dijalankan. Alasan kenapa harus jualan di Bukalapak antara lain:
1. Gratis
Alasan pertama kenapa perlu menggelar lapak jualan di Bukalapak adalah karena gratis. Setiap pelaku UMKM tidak dipungut biaya apapun untuk membuat toko di dalam marketplace ini. Sehingga bisa fokus ke produk jualan dan optimasi toko.
2. Menggunakan Rekening Bersama
Bukalapak menyediakan sistem jualan yang dijamin aman, sebab menyediakan rekening bersama atas nama Bukalapak. Sehingga pembeli yang melakukan order, pembayaran ditransfer ke rekening bersama. Baru kemudian ditransfer ke rekening pelapak.
3. Leluasa Memberikan Promo
Menjalankan usaha jualan online tentu sesekali mengadakan promo, seperti promo diskon atau yang lainnya agar mendorong penjualan. Bukalapak memberi keleluasaan bagi pelapak untuk menyediakan promo diskon lewat fitur-fitur khusus di dalamnya.
4. Punya Banyak Pengguna
Data di tahun 2017 menyebutkan bahwa jumlah pengguna aktif di Bukalapak lebih dari 90 juta pengguna. Sehingga bisa dikatakan sebagai marketplace dengan jumlah pengguna yang banyak. Semua pengguna berpotensi menjadi pembeli produk Anda, sehingga kesempatan panen orderan cukup tinggi.
5. Beroperasi Lebih dari Satu Dekade
Sebagai pelaku usaha jualan, tentu berharap bisa jualan di tempat strategis. Jika ingin jualan online maka bisa membuat lapak di marketplace yang sudah beroperasi sejak lama. Sebab mereka memiliki banyak pengguna dan sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Bukalapak menjadi pilihan ideal karena sudah beroperasi lebih dari satu dekade sejak tahun 2010. Sehingga berjualan disini dijamin memberi kemudahan seperti jualan di lokasi yang super strategis.
6. Pilihan Kurir yang Beragam
Alasan berikutnya kenapa perlu jualan di Bukalapak adalah karena pilihan kurirnya beragam. Sehingga pelapak atau penjual bisa memilih kurir yang sudah dipercaya, dinilai profesional, dan memiliki cabang di kota atau daerah tempat berjualan.

Cara Jualan Laris di Bukalapak
Setelah mengetahui siapa itu Bukalapak dan berbagai alasan kenapa perlu berjualan di dalamnya. Maka hal penting berikutnya yang perlu dipahami adalah cara jualan di Bukalapak. Kenapa? Sebab sekedar membuka toko saja di Bukalapak ternyata tidak langsung sukses mendatangkan banyak orderan.
Supaya orderan di Bukalapak memuaskan, dimana per harinya selalu ada orderan masuk. Maka beberapa cara pintar berikut ini bisa diterapkan:
1. Riset Produk Jualan Sejak Awal
Cara yang pertama adalah melakukan riset produk terlebih dahulu untuk mengetahui produk-produk potensial. Produk yang banyak diminati di internet dan aman dikirimkan ke alamat pembeli di seluruh Indonesia menjadi pilihan utama. Jika produknya bagus dan dicari banyak orang maka tidak sulit mendapatkan pembeli.
2. Batasi Produk yang Dijual
Menjadi toko Palugada (Apa Lu Mau Gua Ada) memang membantu menggaet banyak pembeli dengan kebutuhan yang beragam. Hanya saja, untuk mendapatkan pembeli potensial dianjurkan membatasi produk yang dijual. Khusus satu jenis atau satu merek saja, sehingga mendapatkan pembeli yang fokus melakukan order bukan hanya melihat-lihat saja.
3. Promosikan ke Orang Sekitar
Merintis usaha apapun tentu membutuhkan dukungan orang sekitar, terutama teman dekat dan keluarga. Merintis toko online di Bukalapak juga membutuhkan langkah tersebut. Jadi, perkenalkan toko ke keluarga dan teman-teman yang dimiliki sehingga mereka membantu promosi dan bahkan menjadi pelanggan setia.
4. Promosi di Bukalapak
Cara keempat untuk meningkatkan omset penjualan di Bukalapak adalah melakukan promosi, yakni promosi berbayar. Bukalapak menyediakan fitur iklan dengan kata kunci. Silahkan dimanfaatkan agar produk dagangan dipromosikan dan ditempatkan di lokasi strategis.
5. Promosikan Toko di Media Sosial
Jualan di Bukalapak bisa terus mendapatkan orderan jika gencar melakukan promosi, terutama promosi online alias digital marketing. Cara paling mudah adalah mempromosikan toko di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan lain-lain.
Promosikan toko dengan membuat aku khusus jualan, kemudian rajin komen di status pengguna media sosial, dan rajin memperkenalkan produk lewat fitur pesan pribadi. Cara-cara ini akan membuat banyak orang mengetahui toko Anda di Bukalapak dan perlahan mereka akan melakukan pembelian.
6. Aktif Mengikuti Event
Produk yang dijual dan toko online yang dimiliki perlu diperkenalkan ke khalayak luas. Selain melakukan digital marketing, penting juga untuk melakukan promosi offline. Salah satunya dengan aktif mengikuti event, seperti bazaar, pameran, dan lain-lain.
Lewat acara tersebut bisa mendirikan booth dan menawarkan produk kepada para pengunjung. Jangan lupa sediakan brosur, kartu nama, dan juga banner agar tampil profesional. Brosur dan kartu nama bisa diberikan kepada pengunjung acara, sehingga mereka bisa tahu dan mengingat toko sekaligus produk yang dijual.
7. Sampaikan Alasan Kenapa Orang Harus Membeli Produk yang Dijual
Jika jualan di Bukalapak maka lengkapi deskripsi produk dengan informasi detail. Termasuk sampaikan kelebihan produk yang menjadi alasan kenapa orang perlu membeli produk tersebut. Jualan di Bukalapak tentu butuh nilai lebih di mata pembeli agar produk dianggap menarik oleh mereka.
8. Optimalkan Tampilan Toko dan Produk
Selanjutnya beralih ke profil akun jualan di Bukalapak yang perlu ditata agar terlihat profesional. Gunakan foto profil dan sampul yang menunjukan logo dari toko online yang dimiliki. Lengkapi deskripsi toko dengan informasi singkat dan menjual. Kemudian selalu gunakan foto produk yang berkualitas agar terlihat jelas.
Jika semua ini dilakukan maka toko akan tampil lebih profesional dan terpercaya. Selain itu, produk juga dijelaskan secara mendetail sehingga calon pembeli bisa mengetahui detail kondisi dan fisik produk. Kemudian merasa yakin produk tersebut sesuai kebutuhan mereka.
Cara-cara yang dijelaskan di atas bisa membantu meningkatkan jumlah orang yang mengetahui toko Anda. Sekaligus bisa mendorong angka penjualan, sehingga bisa mengoptimalkan keuntungan. Jangan lupa untuk gencar melakukan promosi online, silahkan konsultasi dengan Nextup.id yang menyediakan banyak training dan coaching digital marketing untuk UMKM.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Mar 7, 2022 | Articles
Setiap orang yang mendirikan usaha jualan tentu ingin agar produk jualannya laris manis di pasaran sehingga bisa panen keuntungan yang besar. Rupanya untuk menjadikan suatu produk menarik dan laku di pasaran tidak bisa hanya menawarkannya di berbagai media. Teknik pemasarannya harus tepat dan mengena.
Dewasa ini, teknik jualan terus berkembang apalagi sejak internet menjadi ramah untuk kegiatan jualan. Salah satu teknik jualan online yang dianggap sebagai jurus jitu melariskan dagangan adalah covert selling. Bagi beberapa orang covert selling sudah tidak asing lagi. Namun, bagaimana dengan Anda? Jika kurang familiar, rangkuman berikut bisa dibaca.
Apa Itu Covert Selling?
Covert selling bisa dikatakan sebagai teknik jualan terselubung. Secara umum, covert selling adalah teknik jualan terselubung yang tujuannya membuat orang mendengarkan dan membaca konten promosi yang disajikan tanpa perlu mengajak dan menyuruh mereka untuk membeli produk di dalam konten promosi tersebut.
Teknik ini tidak melakukan promosi secara langsung, nyaris mirip dengan teknik soft selling namun benar-benar lebih soft lagi. Jika soft selling mengandung unsur promosi di bagian akhir, maka covert selling tidak mengandung unsur promosi sama sekali. Unsur promosi disini adalah anjuran, permintaan, atau perintah untuk membeli produk yang dipromosikan.
Teknik ini sifatnya halus dan cocok untuk menargetkan konsumen yang tidak suka diberi konten promosi produk dalam bentuk apapun. Meskipun tidak menyuruh mereka dan menyarankan mereka membeli. Covert selling kemudian sukses membuat mereka atau calon pembeli tertarik dan kemudian memutuskan untuk membeli produk.

Strategi Memikat Pembeli dengan Covert Selling
Teknik covert selling menuntut seorang pelaku usaha untuk menyajikan suatu cerita. Cerita ini secara tidak langsung memperkenalkan produk dan jasa yang disediakan. Langsung ke keunggulan produk yang dijual dan tidak meminta pendengar (calon pembeli) untuk order produk tersebut.
Dalam menerapkannya, pelaku usaha bisa mencoba beberapa strategi khas yang banyak diterapkan pelaku teknik covert selling. Beberapa diantaranya adalah:
1. Menyebutkan Masalah yang Bisa Diatasi Produk
Produk yang menarik di mata konsumen adalah produk yang solutif dan sesuai kebutuhan mereka. Covert selling bisa menyampaikan suatu masalah dan kemudian bisa diselesaikan oleh produk yang sedang dipromosikan.
2. Meningkatkan Kredibilitas Produk dan Usaha
Strategi yang kedua adalah membangun kredibilitas produk dan usaha yang dijalankan. Misalnya dijelaskan produknya hasil riset bertahun-tahun, sudah diteliti, sudah mengantongi izin edar, bahan dijamin halal, dan lain-lain.
3. Memadukan Cerita dengan Gambar
Covert selling lebih menarik jika memadukan cerita dalam bentuk teks dengan gambar. Misalnya menjual produk diet, berupa minuman bernutrisi. Maka selain menampilkan foto produk dan penjelasannya dalam bentuk teks. Lengkapi juga dengan testimoni before dan after, misalnya angka timbangan yang terus turun.
4. Menyampaikan Sebuah Studi Kasus
Studi kasus adalah strategi berikutnya dalam covert selling, dimana menjelaskan mengenai ada suatu studi kasus yang dilakukan oleh ahlinya. Bisa menyadur jurnal dan menjelaskan sumber jurnal di konten promosi covert selling. Sehingga lebih meyakinkan dan punya penjelasan logis sekaligus punya dasar yang kuat.
5. Menyusun Copywriting yang Tepat
Covert selling membutuhkan copywriting yang mengarah pada kemampuan story telling. Maka perlu menyampaikan cerita secara menarik dan ada muatan promosi secara halus di dalamnya. Tanpa perlu mencantumkan kontak atau direct selling.

Tips Menjalankan Covert Selling
Lewat covert selling, seorang pelaku usaha melakukan promosi secara halus sehingga calon konsumen tidak merasa sedang ditawari produk yang mereka jual. Teknik halus seperti ini ternyata efektif mendapatkan ketertarikan emosional calon konsumen. Sehingga bisa menggaet banyak pembeli, bahkan dalam waktu relatif lebih singkat.
Strategi covert selling sangat beragam sesuai penjelasan sebelumnya, silahkan memilih salah satu atau mengkombinasikan beberapa strategi tersebut. Kemudian, terapkan tips berikut pada saat melakukan teknik covert selling agar resiko gagal bisa ditekan:
1. Memiliki Pengetahuan yang Luas
Tips pertama agar teknik covert selling bisa diterapkan dengan benar dan berhasil adalah memiliki pengetahuan yang luas. Tidak hanya tentang produk namun segala aspek yang relevan dengan produk tersebut. Sehingga ada banyak hal bisa diceritakan dalam covert selling tersebut.
2. Selalu Bersikap Tenang
Covert selling bisa dilakukan secara offline dengan tatap muka langsung ke konsumen. Sehingga tampak melakukan presentasi produk namun secara halus tanpa direct selling. Supaya sukses maka perlu bersikap tenang dan yakin sudah paham produk sekaligus punya pengetahuan yang luas.
3. Jadikan Konsumen sebagai Teman
Konsumen covert selling perlu dijadikan sebagai teman, jadi jangan menganggap mereka konsumen. Buatlah cerita dengan bahasa yang santai dan tetap enak didengar seperti saat bercerita ke teman atau saudara sendiri.
4. Mulai Percakapan Biasa dan Ajukan Pertanyaan
Covert selling secara langsung (offline) tentu melibatkan proses percakapan, jadilah yang aktif membuka percakapan. Misalnya menyapa dulu lalu mengajukan pertanyaan yang kemudian mencari celah agar bisa membahas ke pengalaman yang serupa dan merekomendasikan produk yang dijual tanpa direct selling.
5. Memberikan Alasan
Covert selling tidak sekedar menyampaikan masalah lalu terselesaikan oleh suatu produk yang ingin dipromosikan ke konsumen. Namun, juga disertai dengan penyampaian sejumlah alasan kenapa produk tersebut menarik untuk digunakan oleh konsumen yang mendengarkan cerita Anda dari awal.
6. Memberikan Saran
Promosi dengan teknik covert selling akan lebih maksimal efeknya jika dikemas dengan cara yang terkesan memberikan saran ke calon konsumen. Misalnya konsumen menceritakan masalah yang dihadapi, lalu jelaskan pengalaman Anda yang juga pernah mengalami masalah serupa.
Sampai disini, konsumen akan merasa menemukan orang yang senasib dan sepenanggungan. Kemudian semakin tertarik untuk mendengarkan cerita sampai tuntas. Lalu, bisa menyarankan konsumen untuk ikut menggunakan produk yang membantu menyelesaikan masalah tadi.
Contoh Covert Selling
Supaya lebih paham apa itu covert selling dan bagaimana menggunakannya saat menjual produk yang dimiliki. Maka berikut contohnya.
“Saya termasuk penyuka teh, dan selalu kesulitan untuk membawa teh dalam perjalanan. Misalnya saat mudik ke kampung halaman. Biasanya terkendala oleh kemasan dan kondisi teh yang berubah semakin pekat dan pahit sepanjang perjalanan. Lalu, suatu ketika saya menonton Video di Youtube melalui channel favorit saya.
Ada iklan di awal video tentang teh merek Tekita. Kemasannya OK, karena ringkas dan terbuat dari kertas yang ramah lingkungan. Dijelaskan juga Tekita didesain ramah untuk pecinta traveling. Saya coba dong ya beli produknya. Eh, beneran saya suka. Perjalanan yang saya lakukan kini tidak lagi menyusahkan saya untuk menikmati teh favorit. Terima kasih Tekita!”.
Teknik covert selling bisa bekerja efektif mendatangkan pembeli. Oleh sebab itu bisa dipertimbangkan untuk diterapkan. Silahkan menerapkan strategi dan tips yang sudah dijelaskan. Jika masih kesulitan dan butuh solusi praktis, bisa mengikuti training dan coaching dari Nextup.id yang membantu pelaku UMKM naik kelas di era digital!
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Mar 4, 2022 | Articles
Dalam dunia bisnis, tinggi rendah penjualan menjadi salah satu indikasi keberhasilan. Beragam pelatihan bagi pemilik usaha kecil diberikan, salah satunya yaitu untuk membantu meningkatkan penjualan.
Ini berlaku pada semua skala usaha, bukan hanya yang besar saja bahkan sekelas UMKM juga.
Mulai dari sistem pemasaran konvensional, hingga pelatihan digital marketing untuk UMKM kini bisa dengan mudah didapatkan.
Ini tentu menjadi hal yang menggembirakan bagi banyak orang terutama yang berencana merintis usaha.
Pelatihan UMKM sudah tidak lagi membosankan seperti dulu. Berbekal kemajuan teknologi kini hadir juga pelatihan UMKM digital.
Semua orang bisa dengan mudah mendapat informasi dan pengetahuan. Ada yang dilakukan secara offline dan menjadi layanan gratis pelatihan untuk UMKM, ada juga yang berbayar.
Kembali lagi pada pemasaran, dalam setiap pelatihan atau training wirausaha, materi ini hampir tidak pernah terlewatkan.
Alasannya, karena pemasaran memegang peranan atas keberhasilan penjualan. Artinya berhubungan juga dengan keberhasilan atau pencapaian usaha.
Untuk itu diperlukan adanya strategi pemasaran yang tepat pada pelanggan. Selain mensukseskan penjualan juga menjaring pelanggan loyal.
Dalam sebuah strategi pemasaran, terdapat tiga poin penting yang harus Anda penuhi. Tiga poin tersebut diantaranya yaitu, segmenting, targeting dan positioning.
Apa maksud dari ketiganya? Berikut kami hadirkan rangkuman yang akan menjelaskan maksud atau arti dari ketiga poin tersebut.
Rangkaian Strategi Marketing dalam Memasarkan Produk
Dalam rangka memasarkan produk pada konsumen atau pelanggan, Anda harus memiliki strategi supaya lebih mudah berpromosi guna menjaring pembeli.
Adapun strategi pemasaran atau marketing itu sendiri, memiliki tiga komponen utama yang wajib terpenuhi semuanya supaya bisa mensukseskan aktivitas pemasaran Anda.
Tujuannya, agar pemasaran dapat dilakukan dengan lebih terarah, efektif dan mudah juga cepat mencapai tujuan atau apa yang ditargetkan.
Dengan tiga komponen utama strategi marketing yang bisa dipenuhi, maka Anda akan memperoleh kemudahan dalam proses pemasaran juga membangun citra produk.
Ini berlaku bagi produk barang maupun jasa, baik yang dipasarkan secara online maupun offline.
Pemahaman mengenai tiga komponen dari strategi pemasaran ini akan Anda peroleh ketika mengikuti training bisnis atau kursus bisnis digital maupun tatap muka.
Apa saja komponen utama yang dimaksud? Inilah komponen-komponen utama dari strategi marketing tersebut.

1. Komponen Segmenting
Komponen pertama yakni segmenting. Sebagai tahap awal perumusan dari strategi pemasaran, segmenting berfungi untuk memisahkan.
Apa yang dipisahkan? Para konsumen yang potensial untuk dijadikan target market atas produk yang akan dipasarkan.
Setelah digolongkan atau diklasifikasikan, target market tersebut masih dibagi lagi berdasarkan pola beli, kebutuhan karakteristik dan lain sebagainya.
Dengan adanya proses segmentasi ini, sumber daya milik perusahaan atau produk yang dihasilkan dapat disalurkan dengan lebih efektif juga efisien dalam memuaskan pelanggan.
Segmentasi ini juga memungkinkan Anda sebagai pelaku usaha, untuk bisa menciptakan program pemasaran pada banyak segmen berbeda sesuai dengan hasil produksi yang ada berdasar analisa pasar.
Adapun beberapa komponen yang terdapat dalam segmentasi antara lain adalah:
- Segmentasi psikografis, yaitu pengelompokan berdasarkan gaya hidup, karakter dan juga status sosial konsumen
- Segmentasi demografis. Pembagian kelompok berdasarkan jenis kelamin, pendapatan, usia, ras , pendidikan dan lain sebagainya
- Segmentasi perilaku, pengklasifikasian berdasarkan cara komsumen mendapatkan dan menggunakan suatu produk, loyalitasnya pada sebuah brand, tingkah laku dan masih banyak lagi
Untuk bisa memberi manfaat atau berfungsi secara optimal, segmentasi harus memiliki karakteristik seperti substansial, dapat diakses, measureable, mudah untuk ditinfaklanjuti dan juga dipisahkan.
2. Komponen Targeting
Selanjutnya, komponen kedua dari strategi marketing yang harus terpenuhi ialah targeting.
Setelah melakukan segmentasi, maka untuk bisa melakukan pemasaran, maka Anda harus menentukan target pasar yang akan dijadikan pelanggan.
Terdapat empat strategi penentuan target pasar yang bisa dilakukan oleh perusahaan, yaitu:
- Penargetan berbeda, caranya dengan meluncurkan beberapa varian produk untuk memenuhi permintaan beberapa target pasar yang berbeda
- Penargetan tidak terdiferensiasi, yaitu menjadikan target pasar dengan kebutuhan dan permintaan yang berbeda, sebagai satu pasar besar dengan satu kebutuhan serupa.
Artinya, perusahaan menjadikan produknya pemenuhan kebutuhan satu-satunya dari banyaknya permintaan yang berbeda.
- Penargetan custom, menentukan target dengan pendekatan individual.
- Penargetan pasar yang terkonsentrasi, yaitu ketika perusahaan fokus pada satu segmen yang diaanggap potensial guna menawarkan beragam varian produknya.

3. Komponen Positioning
Terakhir, yaitu positioning. Tujuannya adalah untuk menentukan posisi pasar, sehingga Anda bisa dengan mudah menunjukkan perbedaan signifikan antara produk Anda dengan kompetitor lainnya.
Adapun cara membedakan positioning yaitu:
- Berdasarkan perbedaan antar produk. Ini lebih kepada menunjukkan keunggulan manfaat atau kandungan dibandingkan kompetitor
- Berdasarkan atribut, cara ini fokus pada ciri khas yang mempermudah pengenalan produk oleh konsumen
- Berdasarkan waktu pemakaian atau konsumsi produk
- Berdasarkan perbandingan dengan kompetitor di kelasnya
- Berdasarkan kategori yang spesifik sehingga fokus pada pemberian solusi bagi konsumen
- Berdasarkan keluhan atau masalah yang dihadapi pelanggan. Jadi Anda bisa memposisikan produk sebagai pemecah masalah atau solusi paling tepat
Agar Anda bisa mengembangkan aspek positioning ini maka sebagai pelaku usaha harus bisa menentukan di mana posisi produk Anda.
Dengan begitu Anda sudah unggul secara komparatif dengan para kompetitor, karena memahami letak keunggulan produk dibandingkan para pesaing.
Namun Anda juga harus tahu, kelemahan apa yang dimiliki pesaing dan juga keunggulan produk Anda atas produk mereka.
Akan lebih baik jika Anda juga bisa meyakinkan pelanggan bahwa produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan mereka secara efektif dan memuaskan.
Nah, bagaimana apakah sudah paham mengenai tiga komponen penting dari strategi marketing?
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ketiga komponen tersebut merupakan serangkaian proses yang tidak boleh terlewat salah satunya agar bisa menjalankan kegiatan pemasaran.
Ketiga komponen tersebut, menjadi langkah persiapan yang bisa memuluskan rencana atau strategi pemasaran Anda. Sementara pemasaran yang akan mensukseskan penjual produk Anda.
Oleh karenanya, setiap usaha harus memiliki perencanaan yang matang dalam setiap kegiatan operasionalnya.
Alasannya, setiap kegiatan tersebut akan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya.
Secara keseluruhan, aktivutas-aktivitas tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis agar bisa bertahan dalam persaingan dan bisa berkembang lebih besar.
Dari sini harus kita akui, bahwa dalam mendirikan atau menjalankan usaha harus dibekali pengetahuan perencanaan juga pengelolaan.
Baca Juga:
Pahami Ini, Sebelum Memulai Jualan
Tujuh Cara Sukses Jualan di Media Sosial
Delapan Tips Jualan Dengan Teknik Story Telling
Bagi Anda yang berencana memulai usaha, bisa mengikuti pelatihan UMKM 2022 melalui webinar online yang diselenggarakan oleh nextup.id.
Platform terkemuka dan terpercaya yang bekerjasama dengan lembaga keuangan syariah, dalam mendampingi dan juga memberikan pelatihan bagi pebisnis pemula.
Anda akan diberikan materi dengan contoh nyata, yang akan memudahka dalam menerapkan ilmu yang sudah Anda terima.
Ingin maju dan berkembang menjadi pebisnis andal? Saatnya Anda mendaftar dan bergabung di nextup.id!
Ikuti pelatihan UMKM digital bersertifikat dengan banyak materi bermanfaat.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Sumber Artikel
Mengenal Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) Marketing
https://www.xendit.co/id/blog/pahami-segmenting-targeting-positioning-dalam-strategi-pemasaran/
http://kompetensi.info/kompetensi-kerja/segmentasi-targeting-dan-positioning-dalam-strategi-pemasaran.html
by M Arif Rahmat | Mar 2, 2022 | Articles
Berbisnis di era digital tentu harus memahami apa itu digital marketing. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan digital marketing untuk UMKM yang bisa ditemukan secara mudah. Kenali digital marketing-pengertian dan cara memulainya!
Apa Itu Digital Marketing?
Pertama-tama, Anda harus memahami pengertian digital marketing. Istilah ini digunakan untuk sebuah aktifitas promosi suatu produk dengan memanfaatkan media digital dan juga internet. Aktifitas yang satu ini banyak dimanfaatkan para pebisnis baik pemula hingga yang sudah expert.
Tujuannya tidak lain untuk mengenalkan produk sehingga bisa diketahui masyarakat luas. Selanjutnya, diharapkan mendapatkan konsumen yang tertarik dengan produk yang ditawarkan. Kini, strategi promosi yang satu ini bukan hal asing lagi di kalangan pebisnis.
Hal ini bisa Anda lihat dengan banyaknya konten menarik yang disuguhkan. Para pebisnis beradu konten menarik guna menarik perhatian pembaca yang potensial. Langkah ini menjadi salah satu cara untuk bisa meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis yang dilakukan.

Website – https://nextup.id
Jenis-Jenis Digital Marketing
Untuk bisa memahami digital marketing, Anda juga bisa mengikuti kursus bisnis digital. Di dalamnya tentu akan dijelaskan terkait jenis digital marketing. Secara umum, jenis-jenisnya terdiri dari:
- Email Marketing– Anda bisa meng-update informasi terkait produk yang ditawarkan melalui email secara langsung.
- Online Advertising- salah satu jenis promosi yang bisa dilakukan dengan cara berbayar dalam kurun waktu tertentu.
- Search Engine Marketing– salah satu mesin pencarian yang akan membuat perusahaan Anda lebih mudah ditemukan, SEM bisa dinikmati secara maksimal dengan berbayar.
- Social Media Marketing– memanfaatkan berbagai media sosial yang beragam guna mempromosikan produk/jasa suatu perusahaan.
- Video Marketing– jenis digital marketing yang mengedepankan testimony dari pelanggan melalui suguhan video.
- Website– banyak digunakan guna bisnis yang dilakukan mendapatkan jangkauan yang lebih puas dan melakukan promosi dengan lebih hemat.
Kelebihan Digital Marketing
Dengan mengikuti training bisnis, Anda akan menemukan berbagai kelebihan digital marketing. Strategi promosi yang satu ini senantiasa dimanfaatkan berbagai perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Adapun kelebihan yang bisa Anda temukan antara lain:
- Proses penyebaran yang bisa dilakukan dalam waktu lebih cepat dengan ukuran relatime yang tepat dan akurat.
- Memudahkan perusahaan untuk melakukan evaluasi terkait pemasaran yang dilakukan.
- Memungkinkan perusahaan untuk memiliki jangkauan yang lebih luas, sehingga akan terlalu sulit untuk dikembangkan.
- Digital marketing merupakan strategi promosi yang murah dan bisa menghemat pengeluaran perusahaan.
- Eksistensi dalam dunia maya bisa membuat brand Anda lebih mudah dibangun dan masih banyak lagi kelebihan lainnya.

Cara untuk Memulai Digital Marketing
Untuk bisa memulai digital marketing dengan baik, Anda bisa mengikuti pelatihan UMKM digital yang umumnya akan menyajikan beragam tips untuk menerapkan digital marketing secara tepat.
Pelatihan untuk UMKM banyak ditemukan, baik via online ataupun offline. Anda bisa menyesuaikan dengan waktu luang yang dimiliki. Secara umum, digital marketing bisa dimulai dengan langkah berikut:
1. Mempersiapkan Alat yang Dibutuhkan
Pertama-tama, Anda tentu akan membutuhkan sebuah alat untuk melakukan digital marketing. Dalam hal ini yang harus dipersiapkan alat berupa website, media sosial, konten, dan semacamnya. Satu hal lagi yang sangat penting adalah koneksi internet yang bagus dan stabil.
Dengan persiapan yang matang, maka Anda pun bisa mengawali digital marketing untuk bisnis Anda secara lebih mudah dan lancar. Pastikan semua alat dipersiapkan dengan sebaik mungkin.
2. Menyajikan Konten yang Menarik
Selanjutnya, jika alat yang akan digunakan sudah tersedia, Anda harus menghiasinya dengan konten menarik. Sajikan konten yang mampu menjawab apa yang dibutuhkan para pembaca.
Konten yang disuguhkan bisa disematkan foto ataupun video agar lebih menarik. Namun, pastikan konten tidak melenceng dari tema yang diusung suatu perusahaan. Senantiasa menyajikan konten yang selaras dengan produk yang akan ditawarkan.
3. Membangun Berbagai Aset Media Sosial
Jangan lupa untuk memanfaatkan berbagai media sosial yang ada sebagai asset untuk marketing perusahaan. Hingga kini, jumlah media sosial semakin banyak dan rata-rata bisa diaplikasikan dengan mudah.
Cobalah untuk mengunggah konten yang berkaitan dengan produk secara berkala. Banyak media sosial yang bisa digunakan, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Saat ini, apapun bisa dilakukan dengan mudah, selanjutnya bergantung pada tekad Anda untuk melakukannya.
4. Menyuguhkan Konten Marketing Secara Berkala
Selain konten yang berisi informasi umum, website yang Anda bangun bisa diisi dengan konten marketing. Tidak hanya itu, content marketing bisa disuguhkan di berbagai media sosial yang Anda miliki.
Lakukan promosi secara berkala dengan kesungguhan yang penuh kesabaran. Senantiasa mengetahui kata yang khusus digunakan untuk marketing, sehingga bisa lebih maksimal untuk menarik pembaca yang potensial.
5. Menggunakan SEO
Pastikan untuk bisa menerapkan SEO, sehingga perusahaan Anda lebih mudah dikenal banyak orang. Hal ini bisa Anda dapatkan dengan kursus ataupun mengikuti training wirausaha. SEO tentunya akan dikenalkan meskipun hanya sekilas. Pada dasarnya, alat yang satu ini sangat penting guna mengembangkan website yang Anda bangun.

6. Menggunakan Google Adsense
Tidak hanya itu, lengkapi dengan Google Adsense yang bisa digunakan secara berbayar. Anda bisa mencobanya terlebih dahulu. Jika memang memberikan dampak yang baik untuk bisnis Anda, bisa digunakan dengan jangka yang lebih panjang.
Selain Google Adsense, Anda juga bisa menggunakan Facebook Adsense yang akan sangat bermanfaat untuk bisnis Anda. Namun, keduanya bisa Anda gunakan dengan berbayar. Jadi, pastikan untuk bisa memanfaatkan sebaik mungkin, sehingga uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.
7. Membangun Aset Video
Selain itu, untuk bisa menerapkan digital marketing, Anda bisa membangun sebuah asset berupa video. Banyak platform yang bisa Anda manfaatkan, misalnya menyajikan video di kanal YouTube, memanfaatkan TikTok untuk menyajikan video promosi Anda, dan sebagainya.
Alternatifnya, Anda bisa mengikuti berbagai pelatihan UMKM 2022 yang bisa ditemukan secara mudah. Dalam pelatihan tersebut tentu akan dikenalkan terkait digital marketing yang sangat bagus untuk mengembangkan bisnis Anda.
Salah satu pelatihan UMKM yang bisa Anda temukan yakni di https://nextup.id/. Laman tersebut akan menyajikan informasi yang lengkap guna memberikan layanan terkait pelatihan bagi pemilik usaha kecil.
Sebuah program yang akan memberikan layanan berupa pembinaan dan juga pendampingan untuk UMKM yang membutuhkan guna meningkatkan perekonomian di Indonesia. Hal ini dikenal dengan istilah mentoring dan coaching.
Layanan menarik ini sangat disayangkan jika harus dilewatkan begitu saja. Anda pun bisa bergabung mengikuti pelatihan dan raih manfaat yang bagus untuk bisnis yang dijajaki. Raih manfaatnya dan terapkan sebijak mungkin pada bisnis Anda.
Demikianlah ulasan terkait digital marketing-pengertian hingga langkah-langkah untuk memulainya. Pastikan Anda bisa melakukannya dengan penuh teliti dan kesungguhan. Pada dasarnya, ketekunan akan membuahkan hasil yang manis.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Referensi:
https://www.jurnal.id/id/blog/mengenal-digital-marketing-konsep-dan-penerapannya/
https://sasanadigital.com/apa-yang-dimaksud-dengan-digital-marketing/
https://www.bola.com/ragam/read/4525595/pengertian-digital-marketing-tujuan-jenis-manfaat-langkah-memulai-dan-strategi-yang-perlu-dikuasai
https://www.niagahoster.co.id/blog/belajar-digital-marketing/?amp
https://www.akseleran.co.id/blog/digital-marketing/
https://glints.com/id/lowongan/digital-marketing-untuk-bisnis-kecil/
by M Arif Rahmat | Mar 1, 2022 | Articles
Bagi seorang pengusaha, tentu berharap usahanya dapat berkembang lebih dari sebelumnya. Pengembangan atau scale up usaha ini hanya bisa dicapai, ketika Anda sudah bisa fokus dan komit pada keuntungan jangka panjang.
Mengapa demikian? Hal itu karena, masih banyak pelaku usaha yang menjadikan angka keuntungan sebagai orientasi utama pencapaian usaha. Artinya, ketika usaha yang dijalankan sudah mencapai pendapatan yang diharapkan, maka sudah cukup berpuas diri tanpa ada keinginan untuk lebih maju dan berkembang lagi.
Umumnya, hal ini dilakukan oleh para pelaku UKM. Padahal, justru di skala bisnis tersebut, pengembangan atau scale up bisnis amat diperlukan. Itulah sebabnya, saat ini banyak kita jumpai berbagai pelatihan UMKM baik secara online maupun offline. Selain untuk membimbing para pelaku usaha agar bisa meningkatkan keuntungan yang dihasilkan, juga mengubah mindset mereka tentang tujuan usaha.
Pelatihan untuk UMKM kebanyakan memang memberikan sebatas teori saja, hal itu juga yang kemudian membuat masyarakat enggan mengikutinya.
Namun kini dengan makin majunya teknologi, hadir pelatihan UMKM digital yang beragam macamnya. Bukan hanya teori saja yang diberikan, tetapi juga pelatihan bagi pemilik usaha kecil beserta praktek nyata. Dengan begitu para peserta pelatihan dapat lebih mudah dalam menerapkan ilmu yang sudan didapatkan. Lalu, apa sih scale up itu? Bagaimana caranya agar bisnis atau usaha Anda bisa scale up? Untuk mengetahui jawabannya, maka Anda harus lanjut ke penjelasan berikutnya!

Definisi Scale Up Usaha
Secara garis besar, scale up bisa diartikan sebagai proses menjadikan sebuah usaha yang tadinya berskala kecil menjadi lebih besar. Tentu saja dengan tingkat kemapanan yang juga menjadi lebih baik dan bisa menghasilkan keuntungan atau laba usaha yang lebih besar.
Bagaimanapun juga, para pelaku UMKM khususnya tidak perlu minder atau ragu untuk berupaya mengembangkan usahanya. Sebab usaha yang besar, akan selalu dimulai dari yang kecil. Berbagai training bisnis atau training wirausaha bisa menjadi salah satu jalan menuju proses pengembangan usaha Anda.
Menambah pengetahuan dalam bidang usaha, termasuk cara bertahan dalam persaingan yang ada, akan menjadi bekal utama sebelum bisa mengembangkan usaha yang Anda jalankan. Pelatihan-pelatihan tersebut sudah bisa diakses secara online. Jadi tidak ada alasan karena Anda tinggal di daerah lantas tidak bisa mengembangkan usaha karena minimnya pengetahuan.
Anda bisa mengikuti kursus bisnis digital dari platform atau lembaga yang memang sudah terbukti profesional juga terpercaya. Dengan begitu Anda bisa memperoleh manfaat yang optimal bagi kelangsungan dan pengembangan usaha.
3 Cara Scale Up Usaha dengan Tepat
Jika Anda masih ragu untuk mengikuti pelatihan baik online maupun offline, maka sebagai gantinya bisa mencoba mengikuti tips yang kami berikan.
Ini adalah tips mudah scale up usaha dengan cara yang tepat sehingga, usaha Anda bisa berkembang dan bukan hanya jalan di tempat.
1. Temukan Peluang
Sebagai pelaku usaha, Anda dituntut untuk bisa peka dengan peluang yang ada. Baik dari hasil analisa pasar atas permintaan ataupun keluhan pelanggan.
Bisa juga dari analisa kelebihan juga kekurangan kompetitor dari produk Anda. Tidak ada salahnya juga jika Anda mulai menganalisa pasar dengan segmen berbeda.
Namun dengan catatan, target market utama Anda sudah benar-benar dikuasai dan memiliki brand awareness yang baik atas produk yang Anda miliki.
Semakin cepat Anda menemukan peluang baru, maka makin cepat pula peluang usaha Anda untuk berkembang dan maju.
2. Jalin Kerjasama yang Menguntungkan
Sudah biasa ketika dalam bisnis kita menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk bisa mencapai keuntungan yang lebih besar. Bukan hanya keuntungan secara materi, tetapi juga keuntungan dalam menciptakan sinergi yang sempurna antara kedua usaha dan membuat masyarakat mudah menerima juga mengingatnya.
Hal ini memang bukan perkara mudah. Namun juga tidak mustahil untuk dilakukan. Anda hanya perlu memperbaiki struktural usaha agar lebih baik dan rapi. Dengan begitu pihak yang akan diajak bermitra, bisa menemukan poin plus dari usaha Anda yang bisa saling menyempurnakan.
Ketika kerjasama berjalan lancar dan saling melengkapi juga menguntungkan. Maka scale up usaha lebih mudah diwujudkan.
3. Bangun Customer Relationship Management
Seringkali para pelaku usah lebih fokus pada pemasaran yang dianggap menjadi kunci utama penjualan. Padahal, hal yang lebih penting adalah adanya manajemen yang baik terkait hubungan dengan pelanggan.
Bahkan ini juga sering dijadikan salah satu materi dalam pelatihan digital marketing untuk UMKM. Alasannya ialah, dengan senantiasa membina hubungan baik dengan pelanggan dan membuat manajemen khusus untuk itu, kita lebih mudah melakukan pemantauan.
Dimana pemantauan dilakukan untuk memperoleh analisa pasar terkait minat konsumen, pola beli dan juga tingkat brand awareness mereka akan produk Anda.
Anda bisa melihat produk mana yang lebih laris, apa yang membuat pelanggan lebih tertarik dan juga bisa menjawab keluhan mereka.
Dengan adanya respon atas keluhan yang diberikan, ini sudah menjadi poin plus kita di mata pelanggan. Anda hanya tinggal mengarahkan agar mereka bisa menjadi komsumen loyal.
Ketika manajemen ini sudah berhasil, maka akan lebih mudah untuk mengembangkan usaha. Hal itu dikarenakan pelanggan sudah menaruh kepercayaan kepada brand Anda. Apakah ada diantara Anda yang masih sulit menerima atau memahami tips yang kami berikan di atas?
Jika, ya, Anda bisa mencoba mendaftar dan bergabung di platform nextup.id. Di sini Anda bisa mendapatkan pelatihan UMKM 2022 yang dijamin bermanfaat bagi pengembangan usaha Anda kedepannya.
Nextup.id merupakan platform yang memang difungsikan untuk mendampingi dan juga melatih para pelaku UMKM.
Setelah lolos seleksi, Anda akan dimasukkan ke dalam kelompok untuk kemudian menjadi peserta webinar pelatihan.
Selama satu bulan, Anda akan diberikan berbagai materi penting dan bermanfaat terkait pola pikir pengusaha, strategi dalam berbisnis, cara meningkatkan keuntungan, juga melakukan pengembangan. Bukan hanya teori yang diberikan, tetapi juga motivasi serta coaching dalam penerapannya.
Nextup.id memberikan paket pelatihan lengkap dan bermanfaat khususnya bagi Anda yang merupakan pebisnis pemula.
Anda akan diajarkan cara bertahan dalam persaingan bisnis dan memperoleh peluang bahkan menciptakan peluang untuk dapat berkembang lebih baik juga lebih besar.
Tim building, digital marketing, perluasan jaringan, serta berbagai amunisi penting dalam berwirausaha diberikan secara rinci, dengan contoh nyata dari mentor yang ada. Ketika Anda berhasil menyelesaikan pelatihan dalam waktu sebulan, maka akan menerima sertifikat pelatihan. Bukan itu saja, Anda juga akan diberikan penilaian atas pemahaman juga praktik dari setiap materi yang sudah diberikan.
Selain optimasi digital marketing dan juga tim building, di nextup.id Anda juga akan diberikan materi mengenai pengelolaan keuangan serta pemahaman potensi diri juga pengoptimalannya melalui jenis usaha Anda.
Tunggu apa lagi? Segera daftar dan bergabung di nextup.id! Makin cepat ikut pelatihan, makin mudah dan cepat juga scale up usaha untuk bisa diwujudkan.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.