by M Arif Rahmat | Mar 21, 2022 | Articles
Customer Relationship Management (CRM) barangkali menjadi suatu istilah yang asing bagi orang awam. Namun jika Anda berada dalam sebuah manajemen perusahaan atau memiliki tugas yang berkaitan dengan pelanggan, maka istilah ini penting untuk dipahami. Secara sederhana, CRM merupakan pengelolaan pelanggan oleh perusahaan. Jika berbicara pelanggan, maka sudah tentu memiliki andil penting bagi perusahaan. Agar dapat memahami lebih lanjut tentang CRM ini mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Tugas Customer Relationship Management dan Manfaatnya Bagi Perusahaan
Sebagaimana telah dikatakan tadi bahwa CRM ini merupakan pengelolaan atau manajemen pelanggan yang dilakukan oleh perusahaan. Tentunya setiap perusahaan akan memperhatikan betul pelayanan yang diberikan kepada pelanggan mereka. Sebab hal itu akan mempengaruhi kelangsungan dan perkembangan mereka sendiri.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melayani konsumen atau pelanggan adalah dengan menerapkan CRM atau customer relationship management. CRM ini memiliki fokus dalam mengelola pelanggan mereka. Tugas pokoknya adalah mengetahui pola perilaku pelanggan, sehingga perusahaan memiliki data yang valid untuk mengambil tindakan. Tentu saja pada akhirnya ini akan berkaitan dengan strategi marketing yang diterapkan.

Berikut ini akan dibagikan beberapa tugas penting yang harus dilakukan oleh CRM dalam kesehariannya.
1. Mengumpulkan Informasi Seputar Pelanggan
Tugas pertama yang dimiliki oleh customer relationship management adalah mengumpulkan informasi seputar pelanggan. Informasi yang dikumpulkan sangat variatif dan ini bisa dilakukan melalui sistem telah tersendiri. Jadi tidak perlu membuat sistem baru, namun cukup memanfaatkan sistem manajemen pelanggan yang telah tersedia pada perusahaan tersebut.
2. Menganalisa Informasi yang didapat
Tugas kedua adalah menganalisis informasi yang didapat. Setelah berhasil mendapatkan informasi yang dibutuhkan, maka bukan berarti tugas CRM telah berakhir. Data atau informasi yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu. Sehingga nantinya ada kesimpulan yang didapat sebagai landasan untuk pengambilan keputusan.
3. Menerapkan Sistem Layanan yang Tepat
Tugas ketiga dari seorang staf yang berada di bagian customer relationship management adalah menerapkan sistem layanan yang tepat. Bagaimana kita tahu bahwa pelayanan itu tepat untuk diterapkan? Tentu saja didasarkan pada hasil analisa data yang telah dilakukan. Oleh karena itu, penting bahwa setiap tugas dari CRM dilakukan dengan benar. Sehingga harapannya nantinya layanan yang diberikan benar-benar mampu menjawab kebutuhan konsumen atau pelanggan.
4. Menanggapi Respon dari Pelanggan
Tugas keempat adalah menanggapi respon dari pelanggan. Respon yang perlu dihadapi tidak hanya sekedar saran, namun juga berupa kritikan atau keluhan atas produk maupun pelayanan yang diberikan. Tentu kita semua cukup sering melihat hal seperti itu bukan? Jika respon dari pelanggan ini tidak ditanggapi, maka terkesan bahwa perusahaan tidak memiliki pelayanan yang baik. Alhasil itu juga berimbas pada aspek kepuasan pelanggan. Oleh sebab itu, customer relationship management harus memperhatikan hal ini untuk menjaga kepuasan pelanggannya.
Barangkali setelah menyimak dengan seksama tugas dari customer relationship management (CRM) tadi, maka Anda sudah mendapatkan gambaran perihal CRM ini. Hal ini tentunya juga dapat menjadi dasar pengetahuan bagi Anda yang memang berkeinginan untuk berkarir pada bidang customer relationship management. Lantas apakah CRM hanya melayani pelanggan yang telah ada saja?
Ternyata tugas dan fungsi dari CRM tidak hanya memperhatikan pelanggan yang telah ada saja. Namun CRM juga memiliki fungsi untuk dapat menambah daftar pelanggan baru. Tentunya hal ini merupakan tingkatan lanjutan dalam customer relationship management. Berdasarkan data tentang pola perilaku konsumen yang didapat, maka CRM melalui keahlian bisa merekrut pelanggan baru.
Lalu adakah manfaat pengaplikasian customer relationship management bagi perusahaan? Tentu saja CRM memiliki manfaat yang besar bagi perusahaan. Setidaknya ada 3 manfaat utama yang dapat dirasakan perusahaan dari penerapan CRM ini.

1. Meningkatkan pendapatan penjualan produk
Manfaat pertama dan paling besar dirasakan adalah meningkatkan pendapatan penjualan produk. Mengapa ini bisa terjadi? Sebab ketika hubungan dengan pelanggan tetap dikelola dan terjaga dengan baik, maka sudah tentu perusahaan akan memiliki pelanggan tetap. Mereka yang merasa puas dengan layanan diberikan sudah tentu tidak akan mudah beralih ke produk dari perusahaan lainnya.
Jika konsumen telah merasa puas, bukankah akan menimbulkan potensi pembelian atau pemakaian produk secara berulang? Hal inilah yang sangat menjanjikan dari penerapan customer relationship management bari perusahaan. Bahkan bukan tidak mungkin CRM ini akan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi pendapatan penjualan perusahaan.
2. Membuat konsumen menjadi lebih loyal
Manfaat selanjutnya dari customer relationship management adalah membuat konsumen menjadi lebih loyal pada produk. Sebagai pemilik produk atau owner tentu kita sangat ingin konsumen tersebut merasa puas dan loyal untuk terus menggunakan produk yang ditawarkan. Nah, hal ini bisa diraih apabila customer relationship management (CRM) berjalan dengan baik.
Bahkan bukan tidak mungkin dengan penerapan CRM yang baik akan memberikan kesempatan baru bagi perusahaan dalam menjalin kemitraan. Sebab banyak terjadi yang awalnya hanya sebagai konsumen atau pelanggan, justru berkembang menjadi hubungan kerja yang saling menguntungkan satu sama lain. Menarik bukan?
3. Efisiensi biaya operasional perusahaan
Manfaat ketiga yang juga penting untuk diketahui adalah CRM dapat membantu manajemen untuk mengefisienkan biaya operasional perusahaan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebagaimana telah dikatakan di awal tadi bahwa customer relationship management (CRM) ini bekerja berdasarkan data-data yang diperoleh.
Data tersebut akan menjadi landasan bagi perusahan untuk mengambil tindakan. Jika demikian sudah tentu perusahaan akan menjadi lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh konsumen atau pelanggannya. Sehingga operasional mereka dapat diarahkan langsung ke sana dan ini akan membantu mengefisienkan biaya yang ditimbulkan atas kegiatan operasional tersebut.
Bila memperhatikan manfaat yang ditimbulkan atas customer relationship management (CRM), maka sudah semestinya perusahaan lebih memperhatikan aspek ini. Sebab kegiatan CRM memang berkaitan langsung dengan pelanggan yang menjadi modal besar bagi perusahaan dalam perkembangannya. Sebaiknya tempatkanlah tenaga atau staff yang memang memiliki kemampuan yang baik untuk menjalankan tugas customer relationship management (CRM) tersebut.
Sekarang, bagi Anda yang masih bingung untuk berkarier di dalam bidang customer relationship management (CRM) ini, Anda dapat mencoba menghubungi langsung nextup.id. Perlu diketahui bahwa nextup.id merupakan jasa konsultasi yang berpengalaman di bidangnya. Mereka telah sukses membantu kliennya untuk mendapatkan karir pekerjaan yang baik.
Tidak hanya tentang karir pekerjaan saja, nextup.id juga bisa Anda manfaatkan untuk berkonsultasi tentang permasalahan hidup yang dihadapi. Kadang kala dengan kita membuka diri dan berkomunikasi bersama orang lain, maka inspirasi dan solusi akan lebih mudah untuk datang. Oleh karena itu, cobalah untuk meluangkan waktu yang Anda miliki untuk berkonsultasi bersama nextup.id. demikianlah, semoga informasi yang diberikan kali dapat menambah wawasan semuanya.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Mar 16, 2022 | Articles
Memulai usaha secara mandiri tentu menjadi pilihan bijak untuk mulai mengambil langkah berani demi memenuhi kebutuhan hidup. Usaha sendiri kini begitu variatif dan telah banyak dibagikan tutorialnya. Sebagai langkah awal, Anda dapat memulainya dalam bentuk usaha gerobakan yang tentu saja cukup lumrah ditemukan. Namun jangan malu, walau hanya gerobakan namun usaha tersebut bisa menghasilkan cuan yang besar, hingga milyaran. Bagaimana caranya? Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.
8 Tips Memulai Usaha Gerobakan yang Berpotensi Cuan Milyaran
Berbicara tentang dunia usaha maupun bisnis tentu sangat menyenangkan. Apalagi bagi kaula mudah yang memang saat ini sedang menjadi tren untuk memulai usaha sendiri. Sebagaimana telah dikatakan di awal tadi bahwa kini telah banyak jenis usaha yang dapat dimulai, termasuk usaha gerobakan. Bahkan tidak jarang pula dari awal yang gerobakan itu akan mendatang hasil yang sangat besar.
Ketika mendengar usaha gerobakan, mungkin sebagian orang akan berpikir sepele terhadap usaha tersebut. Namun yakinlah kebanyakan dari mereka yang juga sukses dengan usahanya saat ini berawal dari usaha gerobakan yang pelan-pelan dirintis. Lalu apa yang harus dilakukan untuk memulai usaha gerobakan yang berpotensi cuan besar itu?
1. Cari Tahu Peluang Usaha yang Menjanjikan di Tempat Anda
Tips pertama yang dapat dilakukan adalah mencari tahu terlebih dahulu peluang usaha yang menjanjikan di tempat Anda. Peluang usaha ini meliputi jenis produk yang ingin ditawarkan dan juga lokasi yang dianggap baik untuk memulai usaha tersebut. Anda dapat pula bertanya atau berdiskusi bersama rekan untuk mendapatkan informasi yang lebih baik terkait peluang usaha ini.
2. Riset Harga Terbaik yang Bisa Dijangkau Konsumen
Menentukan harga jual produk merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sebuah usaha. Idealnya harga yang diberikan tidak terlalu mahal dan juga tidak membuat hancur kantong modal. Sebaiknya Anda pertimbangkan dengan matang besar modal dan keuntungan yang akan didapat untuk menemukan harga yang cocok. Jangan lupa untuk mempertimbangkan pula apakah harga yang demikian itu mampu dijangkau oleh target konsumen Anda.

3. Utamakan Kualitas dari Produk
Tips ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah mengutamakan kualitas produk. Banyak dari pelaku usaha yang gagal disebabkan mereka terlalu mengejar untung besar dan mengabaikan kualitas produknya. Oleh sebab itu, walaupun nantinya usaha sudah mulai menunjukan perkembangan yang baik, maka jangan coba-coba untuk menurunkan kualitas. Sebab nanti hal itu akan memberikan dampak yang buruk bagi Anda.
4. Jadilah Pedagang yang Jujur
Di antara kiat-kiat sukses dalam membangun usaha gerobakan dengan hasil milyaran adalah menjadi pengusaha yang jujur. Barangkali Anda sepakat bahwa jujur adalah kata yang sederhana, namun cukup sulit diamalkan. Anda dapat menyaksikan sendiri betapa jujur ini memiliki peranan penting. Mereka yang sukses pun telah mengatakan bahwa jujur menjadi modal besar untuk mendulang kesuksesan dalam usaha yang dilakoni.
5. Jangan Ragu untuk Memberikan Promo
Tips kelima untuk memulai usaha gerobakan yang menghasilkan cuan besar adalah jangan ragu untuk memberikan promo. Salah satu cara yang efektif untuk memasarkan produk usaha adalah dengan memberikan promosi kepada konsumen. Hal ini pun dapat Anda lihat sendiri pada usaha-usaha yang baru saja dimulai. Promo ini diberikan dengan harapan dapat menarik konsumen dan memperkenalkan produk kepada mereka.
6. Evaluasi Perkembangan Usaha
Keenam, dalam pengelolaan usaha, sebaiknya jangan lupa untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan usaha Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan pengeluaran dan pendapatan. Berdasarkan data yang diperoleh nantinya Anda akan memiliki dasar untuk mengetahui sejauh mana usaha telah berkembang. Jika memang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut, maka coba saja melakukannya dengan tetap mempertahankan kualitas dan ciri khas dari produk Anda.
7. Rekrut Mitra atau Investor
Selanjutnya, Anda sebagai pemilik usaha gerobakan itu juga dapat merekrut mitra maupun investor untuk mengembangkan usaha tersebut. Tentunya hal ini dilakukan dengan perhitungan yang matang dan berdasarkan data real yang ada pada usaha Anda. Ada beragam pilihan cara untuk merekrut kemitraan, misalnya dengan memberikan peluang franchise. Selain itu, Anda juga dapat mengajak orang-orang terdekat untuk melakukan penanaman modal dengan perhitungan penghasilan yang tepat.
8. Memanfaatkan Perkembangan Teknologi
Tips kedelapan yang juga kini banyak dilakukan oleh para pelaku usaha adalah memanfaatkan perkembangan teknologi. Saat ini telah cukup banyak teknologi yang bisa digunakan untuk mendukung usaha, misalnya media sosial. Bukankah Anda menyaksikan sendiri bahwa media sosial memiliki power yang luar biasa bagi perkembangan usaha. Bahkan ada yang harus membuat antrian pesanan akibat dari viralnya usaha tersebut. Tentunya jika demikian, maka hasil milyaran akan semakin dekat bukan?

9. Tidak Malu dan Pantang Menyerah
Terakhir, sebaiknya Anda memiliki sikap untuk tidak merasa malu atas usaha yang dimiliki. Sebab jika hanya mengedepankan malu saja, maka akan sulit untuk berkembang dan sukses pada usaha yang dijalani. Selain itu, tanamkanlah pada diri sikap pantang menyerah. Sebab nantinya Anda akan pasti menemukan berbagai halangan dan rintangan. Yakinkan diri untuk tidak menyerah atas hal itu dan terus berusaha bangun dan kembali mengelola usaha Anda.
Barangkali itulah tadi beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk memulai usaha secara mandiri. Mungkin saat ini Anda hanya dapat memulainya dalam skala gerobakan saja, namun sebaiknya itu tidak menjadikan Anda berkecil hati. Sebaiknya belajarlah dari pelaku usaha yang telah sukses saat ini dan mereka dulu memulainya sama seperti Anda.
Penting untuk disadari bahwa tidak mudah bagi kita untuk sampai pada anak tangga tertinggi, semua harus dimulai dari anak tangga terendah dan perlahan melangkah. Setiap jenis usaha tentu akan ada tantangan yang dihadapi dengan lapang dada. Jangan jadikan tantangan sebagai hambatan dalam memulai usaha, namun justru menjadikannya sebagai motivasi untuk perkembangan usaha yang lebih baik.
Jika memang membutuhkan partner untuk bertukar pikiran, maka Anda dapat mencoba berkonsultasi bersama nextup.id. Melalui cara ini Anda akan lebih memiliki persiapan yang matang untuk memulai usaha yang diinginkan. Perlu diketahui bahwa nextup.id memiliki pengalaman yang cukup baik dalam memberikan solusi dari berbagai persoalan kliennya.
Tidak hanya tentang usaha saja, nextup.id juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk menemukan solusi atas persoalan hidup yang dihadapi. Sebab terkadang ketika berusaha mencari solusi secara mandiri, kita menemukan titik buntu. Sehingga ini membuat kita ingin berputus asa. Oleh sebab itu, cobalah luangkan waktu Anda untuk berkonsultasi bersama nextup.id. Demikianlah, semoga informasi kali ini dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi Anda untuk memulai usaha secara mandiri. Walaupun hanya dimulai dari gerobakan, namun yakinlah itu akan memberikan hasil yang besar.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Mar 9, 2022 | Articles
Funnel Marketing mungkin menjadi sesuatu yang awam bagi kita. Namun sebenarnya tanpa disadari kita telah pernah terlibat di dalam marketing tersebut atau berupaya melakukannya. Lantas apa sebenarnya funnel marketing itu? Secara sederhana, funnel marketing merupakan sebuah sistem yang dibangun dari beberapa tahapan yang pada akhirnya membuat konsumen membeli produk yang ditawarkan. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak informasi selengkapnya tentang funnel marketing di bawah ini.
5 Menit Memahami Makna Funnel Marketing
Pada bagian awal tadi telah dijelaskan bahwa funnel marketing memiliki sejumlah tahapan. Sistem ini memang dibangun dari awal kehadiran sebuah produk yang tujuannya memperkenalkan, hingga produk tersebut terjual. Bahkan dalam tingkatannya, funnel marketing ini bisa membuat seseorang menjadi bagian dari pelanggan produk tersebut. Lantas apa saja tahapan yang dimaksud?
Barangkali Anda pernah mengetahui produk baru di pasaran yang sebelumnya belum ada. Pada tahap ini Anda baru saja masuk dalam sistem funnel marketing dengan mengenali terlebih dahulu produk tersebut. Selanjutnya, Anda akan berusaha mencari informasi produk dan menilainya, apakah layak dibeli atau tidak. Akhirnya, Anda memutuskan untuk membeli dan kemudian merasa puas sehingga memberikan tanggapan tentang produk tersebut. Inilah yang disebut dengan Funnel marketing. Menarik bukan?

5 Tahapan yang Ada Dalam Funnel Marketing
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa dalam funnel marketing adalah sejumlah tahapan yang muaranya memang pada pembelian produk. Tahapan ini penting untuk diketahui sebagai upaya bagi pemilik atau pelaku usaha dalam memasarkan produknya. Apa saja tahapannya?
1. Kesadaran Terhadap Produk
Tahapan pertama adalah kesadaran terhadap produk. Maksudnya pada tahap ini konsumen menyadari bahwa dia sedang membutuhkan produk untuk keperluan hidupnya. Tentunya produk yang dibutuhkan sangatlah variatif, sehingga sebagai pemilik produk memang perlu melakukan upaya yang komprehensif dalam memperkenalkan produknya.
2. Mempertimbangkan Produk
Masuk ke tahap dua, konsumen sudah mulai mempertimbangkan produknya. Ketika berhasil menemukan produk yang dibutuhkan, maka konsumen mulai mencari tahun tentang produk tersebut. Mulai dari ulasannya, harga, hingga varian yang dimiliki produk. Tidak jarang pula pada tahap ini akan dilakukan perbandingan antara produk serupa namun berbeda seller.
3. Membeli Produk
Tahapan funnel marketing yang ketiga adalah membeli produk. Setelah merasa yakin dengan produk yang ditemukannya, maka konsumen akan memutuskan untuk membeli produk tersebut. Tentunya hal ini menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi seller, sebab produk yang ditawarkan berhasil terjual dan akan memberikan peluang untuk terjualnya kembali produk tersebut.
4. Kembali Membeli Produk
Tahap selanjutnya dari funnel marketing adalah kembali membeli produk. Mengapa produk kembali dibeli oleh konsumen? Tentu jawaban logikanya adalah konsumen merasa puas dengan produk tersebut. Oleh karena itu, disinilah letak pentingnya untuk menjaga kualitas produk dan menjadi seller yang amanah. Sebab bila hal itu dijaga, maka akan mendatangkan keuntungan bagi seller itu sendiri.
5. Memberikan Tanggapan (Testimoni)
Terakhir, funnel marketing juga memiliki tahapan testimoni. Konsumen yang merasa puas terhadap produk yang didapatkannya dan telah melakukan pembelian untuk kedua kalinya, maka akan memberikan testimoni. Tanggapan atau testimoni sudah tentu sangat penting dan bermanfaat bagi perkembangan pasar produk tersebut. Sebab dengan adanya tanggap kepuasan dari konsumen ini, maka akan membuka kran baru bagi terjual produk di pasaran.
Jadi, dalam funnel marketing ada 5 tahapan yang akan dilalui, yaitu kesadaran terhadap produk, menimbang, keputusan membeli, membeli kedua kalinya, dan memberikan tanggapan. Tentunya kelima tahapan ini memiliki kesinambungan dan saling terhubung. Jika satu saja tidak terjadi, maka kemungkinan besar funnel marketing tidak akan berhasil. Lantas adakah manfaat sistem marketing ini bagi pelaku usaha atau seller?

Manfaat Funnel Marketing Bagi Seller (Penjual)
Setelah melihat penjelasan tentang tahapan dalam funnel marketing, mungkin Anda akan berpendapat bahwa sistem itu hanya terjadi pada konsumen saja. Tentunya hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Funnel marketing terjadi antara konsumen dan penjual (produsen). Bagi penjual, sistem marketing yang demikian ini akan memberikan beberapa manfaat, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui Bagaimana Cara Konsumen Menemukan Produk
Pertama, melalui sistem marketing ini, pelaku usaha maupun penjual dapat mengetahui bagaimana cara konsumen menemukan produk yang dibutuhkannya. Biasanya setiap seller akan mengkampanyekan produknya dengan berbagai cara, bisa melalui media sosial, jasa iklan, dan cara lainnya. Tentunya masing-masing cara itu memiliki hasil yang berbeda, sehingga nantinya kita akan mengetahui mana cara yang lebih mudah untuk menjangkau konsumen.
2. Memutuskan Strategi Marketing yang Tepat
Funnel marketing juga akan membantu seller dalam memutuskan strategi yang tepat dari upaya pemasarannya. Setelah mengetahui bahwa konsumen lebih condong mendapatkan informasi produk dari media sosial (misalnya), maka seller dapat memaksimalkan cara promosinya melalui media sosial. Tentunya hal ini akan sangat membantu dalam mengembangkan pasar produk.
3. Melakukan Evaluasi Biaya Marketing
Selanjutnya, marketing dengan sistem yang demikian ini juga dapat membantu melakukan evaluasi biaya yang diperlukan dalam pemasaran. Setiap upaya pemasaran sudah tentu memerlukan biaya tersendiri dan ini perlu dievaluasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui biaya yang efisien untuk strategi marketing yang diterapkan.
4. Melakukan Evaluasi Pelayanan Terhadap Konsumen
Manfaat keempat yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan evaluasi layanan yang diberikan terhadap konsumen. Mengapa demikian? Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk memberikan kepuasan pada konsumen, maka perlu memperhatikan layanan yang diberikan. Oleh sebab itu, penting bagi setiap seller untuk menyadari kualitas layanan mereka di samping mempertahankan kualitas produknya.
Berdasarkan penjelasan tadi, maka kita dapat memahami bahwa funnel marketing tidak hanya soal konsumen saja, namun juga memberikan manfaat yang besar bagi pelaku usaha atau seller. Mulai dari cara konsumen menemukan produk, evaluasi strategi marketing dan biayanya, hingga tentang kualitas layanan yang juga harus menjadi sorotan. Tentunya manfaat ini akan dirasakan jika funnel marketing dilakukan secara baik dan konsisten. Lantas bagaimana cara melakukannya?
Nah bagi Anda yang tertarik untuk mencoba funnel marketing ini, Anda dapat berkonsultasi bersama nextup.id. Kita secara bersama akan memberikan jalan yang terbaik bagi Anda untuk memasarkan produk dan juga memanfaatkan peluang dalam sistem funnel marketing ini. Tidak hanya soal pemasaran saja, kami juga memiliki layanan konsultasi untuk permasalahan hidup lainnya.
Mungkin selama ini Anda belum menemukan wadah yang tepat untuk menceritakan keluh-kesah yang dirasakan. Oleh sebab itu, cobalah untuk membuka diri dan meluangkan waktu bersama nextup.id untuk menemukan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi. Harapan kami semoga Anda akan segera menemukan jalan yang baik untuk hidup yang lebih baik pula ke depannya. Jadi tunggu apalagi, segera bergabung bersama nextup.id dan kita akan memulai sesi konsultasi untuk Anda.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Mar 9, 2022 | Articles
Siapa yang tidak kenal dengan Bukalapak? Bukalapak merupakan marketplace yang sejak tahun 2017 lalu masuk ke kategori startup unicorn. Sehingga menjadi salah satu startup kebanggaan Indonesia. Sampai saat ini ada lebih dari 90 juta pengguna aktif di marketplace ini. Sehingga menjadikannya sebagai tempat potensial untuk jualan online. Namun, bagaimana agar jualan bisa laris manis di Bukalapak?
Sekilas Tentang Bukalapak
Sebelum mempelajari berbagai cara jualan di Bukalapak agar banjir orderan, maka wajib dulu mengenal marketplace buatan anak negeri satu ini. Bukalapak dijelaskan di berbagai sumber berdiri sejak 10 Januari 2010. Pendirinya waktu itu berstatus sebagai mahasiswa di ITB (Institut Teknologi Bandung).
Yakni Achmad Zaky, Nugroho Heru Cahyono, dan Fajrin Rasyid yang oleh ketiganya Bukalapak dibentuk sebagai toko online yang menjaring pelaku UMKM untuk jualan di dalamnya. Sampai saat ini, Bukalapak fokus mendorong UMKM untuk merambah dunia penjualan digital yang memiliki masa depan menjanjikan melalui program Mitra Bukalapak.

Alasan Jualan di Bukalapak
Bukalapak perlu diakui bukan satu-satunya marketplace di tanah air, ada banyak marketplace saingan yang juga punya nama besar di kalangan pelaku usaha niaga online. Namun, Bukalapak tentu menjadi pilihan yang tepat untuk mendukung usaha jualan yang dijalankan. Alasan kenapa harus jualan di Bukalapak antara lain:
1. Gratis
Alasan pertama kenapa perlu menggelar lapak jualan di Bukalapak adalah karena gratis. Setiap pelaku UMKM tidak dipungut biaya apapun untuk membuat toko di dalam marketplace ini. Sehingga bisa fokus ke produk jualan dan optimasi toko.
2. Menggunakan Rekening Bersama
Bukalapak menyediakan sistem jualan yang dijamin aman, sebab menyediakan rekening bersama atas nama Bukalapak. Sehingga pembeli yang melakukan order, pembayaran ditransfer ke rekening bersama. Baru kemudian ditransfer ke rekening pelapak.
3. Leluasa Memberikan Promo
Menjalankan usaha jualan online tentu sesekali mengadakan promo, seperti promo diskon atau yang lainnya agar mendorong penjualan. Bukalapak memberi keleluasaan bagi pelapak untuk menyediakan promo diskon lewat fitur-fitur khusus di dalamnya.
4. Punya Banyak Pengguna
Data di tahun 2017 menyebutkan bahwa jumlah pengguna aktif di Bukalapak lebih dari 90 juta pengguna. Sehingga bisa dikatakan sebagai marketplace dengan jumlah pengguna yang banyak. Semua pengguna berpotensi menjadi pembeli produk Anda, sehingga kesempatan panen orderan cukup tinggi.
5. Beroperasi Lebih dari Satu Dekade
Sebagai pelaku usaha jualan, tentu berharap bisa jualan di tempat strategis. Jika ingin jualan online maka bisa membuat lapak di marketplace yang sudah beroperasi sejak lama. Sebab mereka memiliki banyak pengguna dan sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Bukalapak menjadi pilihan ideal karena sudah beroperasi lebih dari satu dekade sejak tahun 2010. Sehingga berjualan disini dijamin memberi kemudahan seperti jualan di lokasi yang super strategis.
6. Pilihan Kurir yang Beragam
Alasan berikutnya kenapa perlu jualan di Bukalapak adalah karena pilihan kurirnya beragam. Sehingga pelapak atau penjual bisa memilih kurir yang sudah dipercaya, dinilai profesional, dan memiliki cabang di kota atau daerah tempat berjualan.

Cara Jualan Laris di Bukalapak
Setelah mengetahui siapa itu Bukalapak dan berbagai alasan kenapa perlu berjualan di dalamnya. Maka hal penting berikutnya yang perlu dipahami adalah cara jualan di Bukalapak. Kenapa? Sebab sekedar membuka toko saja di Bukalapak ternyata tidak langsung sukses mendatangkan banyak orderan.
Supaya orderan di Bukalapak memuaskan, dimana per harinya selalu ada orderan masuk. Maka beberapa cara pintar berikut ini bisa diterapkan:
1. Riset Produk Jualan Sejak Awal
Cara yang pertama adalah melakukan riset produk terlebih dahulu untuk mengetahui produk-produk potensial. Produk yang banyak diminati di internet dan aman dikirimkan ke alamat pembeli di seluruh Indonesia menjadi pilihan utama. Jika produknya bagus dan dicari banyak orang maka tidak sulit mendapatkan pembeli.
2. Batasi Produk yang Dijual
Menjadi toko Palugada (Apa Lu Mau Gua Ada) memang membantu menggaet banyak pembeli dengan kebutuhan yang beragam. Hanya saja, untuk mendapatkan pembeli potensial dianjurkan membatasi produk yang dijual. Khusus satu jenis atau satu merek saja, sehingga mendapatkan pembeli yang fokus melakukan order bukan hanya melihat-lihat saja.
3. Promosikan ke Orang Sekitar
Merintis usaha apapun tentu membutuhkan dukungan orang sekitar, terutama teman dekat dan keluarga. Merintis toko online di Bukalapak juga membutuhkan langkah tersebut. Jadi, perkenalkan toko ke keluarga dan teman-teman yang dimiliki sehingga mereka membantu promosi dan bahkan menjadi pelanggan setia.
4. Promosi di Bukalapak
Cara keempat untuk meningkatkan omset penjualan di Bukalapak adalah melakukan promosi, yakni promosi berbayar. Bukalapak menyediakan fitur iklan dengan kata kunci. Silahkan dimanfaatkan agar produk dagangan dipromosikan dan ditempatkan di lokasi strategis.
5. Promosikan Toko di Media Sosial
Jualan di Bukalapak bisa terus mendapatkan orderan jika gencar melakukan promosi, terutama promosi online alias digital marketing. Cara paling mudah adalah mempromosikan toko di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan lain-lain.
Promosikan toko dengan membuat aku khusus jualan, kemudian rajin komen di status pengguna media sosial, dan rajin memperkenalkan produk lewat fitur pesan pribadi. Cara-cara ini akan membuat banyak orang mengetahui toko Anda di Bukalapak dan perlahan mereka akan melakukan pembelian.
6. Aktif Mengikuti Event
Produk yang dijual dan toko online yang dimiliki perlu diperkenalkan ke khalayak luas. Selain melakukan digital marketing, penting juga untuk melakukan promosi offline. Salah satunya dengan aktif mengikuti event, seperti bazaar, pameran, dan lain-lain.
Lewat acara tersebut bisa mendirikan booth dan menawarkan produk kepada para pengunjung. Jangan lupa sediakan brosur, kartu nama, dan juga banner agar tampil profesional. Brosur dan kartu nama bisa diberikan kepada pengunjung acara, sehingga mereka bisa tahu dan mengingat toko sekaligus produk yang dijual.
7. Sampaikan Alasan Kenapa Orang Harus Membeli Produk yang Dijual
Jika jualan di Bukalapak maka lengkapi deskripsi produk dengan informasi detail. Termasuk sampaikan kelebihan produk yang menjadi alasan kenapa orang perlu membeli produk tersebut. Jualan di Bukalapak tentu butuh nilai lebih di mata pembeli agar produk dianggap menarik oleh mereka.
8. Optimalkan Tampilan Toko dan Produk
Selanjutnya beralih ke profil akun jualan di Bukalapak yang perlu ditata agar terlihat profesional. Gunakan foto profil dan sampul yang menunjukan logo dari toko online yang dimiliki. Lengkapi deskripsi toko dengan informasi singkat dan menjual. Kemudian selalu gunakan foto produk yang berkualitas agar terlihat jelas.
Jika semua ini dilakukan maka toko akan tampil lebih profesional dan terpercaya. Selain itu, produk juga dijelaskan secara mendetail sehingga calon pembeli bisa mengetahui detail kondisi dan fisik produk. Kemudian merasa yakin produk tersebut sesuai kebutuhan mereka.
Cara-cara yang dijelaskan di atas bisa membantu meningkatkan jumlah orang yang mengetahui toko Anda. Sekaligus bisa mendorong angka penjualan, sehingga bisa mengoptimalkan keuntungan. Jangan lupa untuk gencar melakukan promosi online, silahkan konsultasi dengan Nextup.id yang menyediakan banyak training dan coaching digital marketing untuk UMKM.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Mar 7, 2022 | Articles
Setiap orang yang mendirikan usaha jualan tentu ingin agar produk jualannya laris manis di pasaran sehingga bisa panen keuntungan yang besar. Rupanya untuk menjadikan suatu produk menarik dan laku di pasaran tidak bisa hanya menawarkannya di berbagai media. Teknik pemasarannya harus tepat dan mengena.
Dewasa ini, teknik jualan terus berkembang apalagi sejak internet menjadi ramah untuk kegiatan jualan. Salah satu teknik jualan online yang dianggap sebagai jurus jitu melariskan dagangan adalah covert selling. Bagi beberapa orang covert selling sudah tidak asing lagi. Namun, bagaimana dengan Anda? Jika kurang familiar, rangkuman berikut bisa dibaca.
Apa Itu Covert Selling?
Covert selling bisa dikatakan sebagai teknik jualan terselubung. Secara umum, covert selling adalah teknik jualan terselubung yang tujuannya membuat orang mendengarkan dan membaca konten promosi yang disajikan tanpa perlu mengajak dan menyuruh mereka untuk membeli produk di dalam konten promosi tersebut.
Teknik ini tidak melakukan promosi secara langsung, nyaris mirip dengan teknik soft selling namun benar-benar lebih soft lagi. Jika soft selling mengandung unsur promosi di bagian akhir, maka covert selling tidak mengandung unsur promosi sama sekali. Unsur promosi disini adalah anjuran, permintaan, atau perintah untuk membeli produk yang dipromosikan.
Teknik ini sifatnya halus dan cocok untuk menargetkan konsumen yang tidak suka diberi konten promosi produk dalam bentuk apapun. Meskipun tidak menyuruh mereka dan menyarankan mereka membeli. Covert selling kemudian sukses membuat mereka atau calon pembeli tertarik dan kemudian memutuskan untuk membeli produk.

Strategi Memikat Pembeli dengan Covert Selling
Teknik covert selling menuntut seorang pelaku usaha untuk menyajikan suatu cerita. Cerita ini secara tidak langsung memperkenalkan produk dan jasa yang disediakan. Langsung ke keunggulan produk yang dijual dan tidak meminta pendengar (calon pembeli) untuk order produk tersebut.
Dalam menerapkannya, pelaku usaha bisa mencoba beberapa strategi khas yang banyak diterapkan pelaku teknik covert selling. Beberapa diantaranya adalah:
1. Menyebutkan Masalah yang Bisa Diatasi Produk
Produk yang menarik di mata konsumen adalah produk yang solutif dan sesuai kebutuhan mereka. Covert selling bisa menyampaikan suatu masalah dan kemudian bisa diselesaikan oleh produk yang sedang dipromosikan.
2. Meningkatkan Kredibilitas Produk dan Usaha
Strategi yang kedua adalah membangun kredibilitas produk dan usaha yang dijalankan. Misalnya dijelaskan produknya hasil riset bertahun-tahun, sudah diteliti, sudah mengantongi izin edar, bahan dijamin halal, dan lain-lain.
3. Memadukan Cerita dengan Gambar
Covert selling lebih menarik jika memadukan cerita dalam bentuk teks dengan gambar. Misalnya menjual produk diet, berupa minuman bernutrisi. Maka selain menampilkan foto produk dan penjelasannya dalam bentuk teks. Lengkapi juga dengan testimoni before dan after, misalnya angka timbangan yang terus turun.
4. Menyampaikan Sebuah Studi Kasus
Studi kasus adalah strategi berikutnya dalam covert selling, dimana menjelaskan mengenai ada suatu studi kasus yang dilakukan oleh ahlinya. Bisa menyadur jurnal dan menjelaskan sumber jurnal di konten promosi covert selling. Sehingga lebih meyakinkan dan punya penjelasan logis sekaligus punya dasar yang kuat.
5. Menyusun Copywriting yang Tepat
Covert selling membutuhkan copywriting yang mengarah pada kemampuan story telling. Maka perlu menyampaikan cerita secara menarik dan ada muatan promosi secara halus di dalamnya. Tanpa perlu mencantumkan kontak atau direct selling.

Tips Menjalankan Covert Selling
Lewat covert selling, seorang pelaku usaha melakukan promosi secara halus sehingga calon konsumen tidak merasa sedang ditawari produk yang mereka jual. Teknik halus seperti ini ternyata efektif mendapatkan ketertarikan emosional calon konsumen. Sehingga bisa menggaet banyak pembeli, bahkan dalam waktu relatif lebih singkat.
Strategi covert selling sangat beragam sesuai penjelasan sebelumnya, silahkan memilih salah satu atau mengkombinasikan beberapa strategi tersebut. Kemudian, terapkan tips berikut pada saat melakukan teknik covert selling agar resiko gagal bisa ditekan:
1. Memiliki Pengetahuan yang Luas
Tips pertama agar teknik covert selling bisa diterapkan dengan benar dan berhasil adalah memiliki pengetahuan yang luas. Tidak hanya tentang produk namun segala aspek yang relevan dengan produk tersebut. Sehingga ada banyak hal bisa diceritakan dalam covert selling tersebut.
2. Selalu Bersikap Tenang
Covert selling bisa dilakukan secara offline dengan tatap muka langsung ke konsumen. Sehingga tampak melakukan presentasi produk namun secara halus tanpa direct selling. Supaya sukses maka perlu bersikap tenang dan yakin sudah paham produk sekaligus punya pengetahuan yang luas.
3. Jadikan Konsumen sebagai Teman
Konsumen covert selling perlu dijadikan sebagai teman, jadi jangan menganggap mereka konsumen. Buatlah cerita dengan bahasa yang santai dan tetap enak didengar seperti saat bercerita ke teman atau saudara sendiri.
4. Mulai Percakapan Biasa dan Ajukan Pertanyaan
Covert selling secara langsung (offline) tentu melibatkan proses percakapan, jadilah yang aktif membuka percakapan. Misalnya menyapa dulu lalu mengajukan pertanyaan yang kemudian mencari celah agar bisa membahas ke pengalaman yang serupa dan merekomendasikan produk yang dijual tanpa direct selling.
5. Memberikan Alasan
Covert selling tidak sekedar menyampaikan masalah lalu terselesaikan oleh suatu produk yang ingin dipromosikan ke konsumen. Namun, juga disertai dengan penyampaian sejumlah alasan kenapa produk tersebut menarik untuk digunakan oleh konsumen yang mendengarkan cerita Anda dari awal.
6. Memberikan Saran
Promosi dengan teknik covert selling akan lebih maksimal efeknya jika dikemas dengan cara yang terkesan memberikan saran ke calon konsumen. Misalnya konsumen menceritakan masalah yang dihadapi, lalu jelaskan pengalaman Anda yang juga pernah mengalami masalah serupa.
Sampai disini, konsumen akan merasa menemukan orang yang senasib dan sepenanggungan. Kemudian semakin tertarik untuk mendengarkan cerita sampai tuntas. Lalu, bisa menyarankan konsumen untuk ikut menggunakan produk yang membantu menyelesaikan masalah tadi.
Contoh Covert Selling
Supaya lebih paham apa itu covert selling dan bagaimana menggunakannya saat menjual produk yang dimiliki. Maka berikut contohnya.
“Saya termasuk penyuka teh, dan selalu kesulitan untuk membawa teh dalam perjalanan. Misalnya saat mudik ke kampung halaman. Biasanya terkendala oleh kemasan dan kondisi teh yang berubah semakin pekat dan pahit sepanjang perjalanan. Lalu, suatu ketika saya menonton Video di Youtube melalui channel favorit saya.
Ada iklan di awal video tentang teh merek Tekita. Kemasannya OK, karena ringkas dan terbuat dari kertas yang ramah lingkungan. Dijelaskan juga Tekita didesain ramah untuk pecinta traveling. Saya coba dong ya beli produknya. Eh, beneran saya suka. Perjalanan yang saya lakukan kini tidak lagi menyusahkan saya untuk menikmati teh favorit. Terima kasih Tekita!”.
Teknik covert selling bisa bekerja efektif mendatangkan pembeli. Oleh sebab itu bisa dipertimbangkan untuk diterapkan. Silahkan menerapkan strategi dan tips yang sudah dijelaskan. Jika masih kesulitan dan butuh solusi praktis, bisa mengikuti training dan coaching dari Nextup.id yang membantu pelaku UMKM naik kelas di era digital!
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Mar 4, 2022 | Articles
Dalam dunia bisnis, tinggi rendah penjualan menjadi salah satu indikasi keberhasilan. Beragam pelatihan bagi pemilik usaha kecil diberikan, salah satunya yaitu untuk membantu meningkatkan penjualan.
Ini berlaku pada semua skala usaha, bukan hanya yang besar saja bahkan sekelas UMKM juga.
Mulai dari sistem pemasaran konvensional, hingga pelatihan digital marketing untuk UMKM kini bisa dengan mudah didapatkan.
Ini tentu menjadi hal yang menggembirakan bagi banyak orang terutama yang berencana merintis usaha.
Pelatihan UMKM sudah tidak lagi membosankan seperti dulu. Berbekal kemajuan teknologi kini hadir juga pelatihan UMKM digital.
Semua orang bisa dengan mudah mendapat informasi dan pengetahuan. Ada yang dilakukan secara offline dan menjadi layanan gratis pelatihan untuk UMKM, ada juga yang berbayar.
Kembali lagi pada pemasaran, dalam setiap pelatihan atau training wirausaha, materi ini hampir tidak pernah terlewatkan.
Alasannya, karena pemasaran memegang peranan atas keberhasilan penjualan. Artinya berhubungan juga dengan keberhasilan atau pencapaian usaha.
Untuk itu diperlukan adanya strategi pemasaran yang tepat pada pelanggan. Selain mensukseskan penjualan juga menjaring pelanggan loyal.
Dalam sebuah strategi pemasaran, terdapat tiga poin penting yang harus Anda penuhi. Tiga poin tersebut diantaranya yaitu, segmenting, targeting dan positioning.
Apa maksud dari ketiganya? Berikut kami hadirkan rangkuman yang akan menjelaskan maksud atau arti dari ketiga poin tersebut.
Rangkaian Strategi Marketing dalam Memasarkan Produk
Dalam rangka memasarkan produk pada konsumen atau pelanggan, Anda harus memiliki strategi supaya lebih mudah berpromosi guna menjaring pembeli.
Adapun strategi pemasaran atau marketing itu sendiri, memiliki tiga komponen utama yang wajib terpenuhi semuanya supaya bisa mensukseskan aktivitas pemasaran Anda.
Tujuannya, agar pemasaran dapat dilakukan dengan lebih terarah, efektif dan mudah juga cepat mencapai tujuan atau apa yang ditargetkan.
Dengan tiga komponen utama strategi marketing yang bisa dipenuhi, maka Anda akan memperoleh kemudahan dalam proses pemasaran juga membangun citra produk.
Ini berlaku bagi produk barang maupun jasa, baik yang dipasarkan secara online maupun offline.
Pemahaman mengenai tiga komponen dari strategi pemasaran ini akan Anda peroleh ketika mengikuti training bisnis atau kursus bisnis digital maupun tatap muka.
Apa saja komponen utama yang dimaksud? Inilah komponen-komponen utama dari strategi marketing tersebut.

1. Komponen Segmenting
Komponen pertama yakni segmenting. Sebagai tahap awal perumusan dari strategi pemasaran, segmenting berfungi untuk memisahkan.
Apa yang dipisahkan? Para konsumen yang potensial untuk dijadikan target market atas produk yang akan dipasarkan.
Setelah digolongkan atau diklasifikasikan, target market tersebut masih dibagi lagi berdasarkan pola beli, kebutuhan karakteristik dan lain sebagainya.
Dengan adanya proses segmentasi ini, sumber daya milik perusahaan atau produk yang dihasilkan dapat disalurkan dengan lebih efektif juga efisien dalam memuaskan pelanggan.
Segmentasi ini juga memungkinkan Anda sebagai pelaku usaha, untuk bisa menciptakan program pemasaran pada banyak segmen berbeda sesuai dengan hasil produksi yang ada berdasar analisa pasar.
Adapun beberapa komponen yang terdapat dalam segmentasi antara lain adalah:
- Segmentasi psikografis, yaitu pengelompokan berdasarkan gaya hidup, karakter dan juga status sosial konsumen
- Segmentasi demografis. Pembagian kelompok berdasarkan jenis kelamin, pendapatan, usia, ras , pendidikan dan lain sebagainya
- Segmentasi perilaku, pengklasifikasian berdasarkan cara komsumen mendapatkan dan menggunakan suatu produk, loyalitasnya pada sebuah brand, tingkah laku dan masih banyak lagi
Untuk bisa memberi manfaat atau berfungsi secara optimal, segmentasi harus memiliki karakteristik seperti substansial, dapat diakses, measureable, mudah untuk ditinfaklanjuti dan juga dipisahkan.
2. Komponen Targeting
Selanjutnya, komponen kedua dari strategi marketing yang harus terpenuhi ialah targeting.
Setelah melakukan segmentasi, maka untuk bisa melakukan pemasaran, maka Anda harus menentukan target pasar yang akan dijadikan pelanggan.
Terdapat empat strategi penentuan target pasar yang bisa dilakukan oleh perusahaan, yaitu:
- Penargetan berbeda, caranya dengan meluncurkan beberapa varian produk untuk memenuhi permintaan beberapa target pasar yang berbeda
- Penargetan tidak terdiferensiasi, yaitu menjadikan target pasar dengan kebutuhan dan permintaan yang berbeda, sebagai satu pasar besar dengan satu kebutuhan serupa.
Artinya, perusahaan menjadikan produknya pemenuhan kebutuhan satu-satunya dari banyaknya permintaan yang berbeda.
- Penargetan custom, menentukan target dengan pendekatan individual.
- Penargetan pasar yang terkonsentrasi, yaitu ketika perusahaan fokus pada satu segmen yang diaanggap potensial guna menawarkan beragam varian produknya.

3. Komponen Positioning
Terakhir, yaitu positioning. Tujuannya adalah untuk menentukan posisi pasar, sehingga Anda bisa dengan mudah menunjukkan perbedaan signifikan antara produk Anda dengan kompetitor lainnya.
Adapun cara membedakan positioning yaitu:
- Berdasarkan perbedaan antar produk. Ini lebih kepada menunjukkan keunggulan manfaat atau kandungan dibandingkan kompetitor
- Berdasarkan atribut, cara ini fokus pada ciri khas yang mempermudah pengenalan produk oleh konsumen
- Berdasarkan waktu pemakaian atau konsumsi produk
- Berdasarkan perbandingan dengan kompetitor di kelasnya
- Berdasarkan kategori yang spesifik sehingga fokus pada pemberian solusi bagi konsumen
- Berdasarkan keluhan atau masalah yang dihadapi pelanggan. Jadi Anda bisa memposisikan produk sebagai pemecah masalah atau solusi paling tepat
Agar Anda bisa mengembangkan aspek positioning ini maka sebagai pelaku usaha harus bisa menentukan di mana posisi produk Anda.
Dengan begitu Anda sudah unggul secara komparatif dengan para kompetitor, karena memahami letak keunggulan produk dibandingkan para pesaing.
Namun Anda juga harus tahu, kelemahan apa yang dimiliki pesaing dan juga keunggulan produk Anda atas produk mereka.
Akan lebih baik jika Anda juga bisa meyakinkan pelanggan bahwa produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan mereka secara efektif dan memuaskan.
Nah, bagaimana apakah sudah paham mengenai tiga komponen penting dari strategi marketing?
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ketiga komponen tersebut merupakan serangkaian proses yang tidak boleh terlewat salah satunya agar bisa menjalankan kegiatan pemasaran.
Ketiga komponen tersebut, menjadi langkah persiapan yang bisa memuluskan rencana atau strategi pemasaran Anda. Sementara pemasaran yang akan mensukseskan penjual produk Anda.
Oleh karenanya, setiap usaha harus memiliki perencanaan yang matang dalam setiap kegiatan operasionalnya.
Alasannya, setiap kegiatan tersebut akan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya.
Secara keseluruhan, aktivutas-aktivitas tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis agar bisa bertahan dalam persaingan dan bisa berkembang lebih besar.
Dari sini harus kita akui, bahwa dalam mendirikan atau menjalankan usaha harus dibekali pengetahuan perencanaan juga pengelolaan.
Baca Juga:
Pahami Ini, Sebelum Memulai Jualan
Tujuh Cara Sukses Jualan di Media Sosial
Delapan Tips Jualan Dengan Teknik Story Telling
Bagi Anda yang berencana memulai usaha, bisa mengikuti pelatihan UMKM 2022 melalui webinar online yang diselenggarakan oleh nextup.id.
Platform terkemuka dan terpercaya yang bekerjasama dengan lembaga keuangan syariah, dalam mendampingi dan juga memberikan pelatihan bagi pebisnis pemula.
Anda akan diberikan materi dengan contoh nyata, yang akan memudahka dalam menerapkan ilmu yang sudah Anda terima.
Ingin maju dan berkembang menjadi pebisnis andal? Saatnya Anda mendaftar dan bergabung di nextup.id!
Ikuti pelatihan UMKM digital bersertifikat dengan banyak materi bermanfaat.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Sumber Artikel
Mengenal Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) Marketing
https://www.xendit.co/id/blog/pahami-segmenting-targeting-positioning-dalam-strategi-pemasaran/
http://kompetensi.info/kompetensi-kerja/segmentasi-targeting-dan-positioning-dalam-strategi-pemasaran.html