by M Arif Rahmat | Mar 2, 2022 | Articles
Berbisnis di era digital tentu harus memahami apa itu digital marketing. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan digital marketing untuk UMKM yang bisa ditemukan secara mudah. Kenali digital marketing-pengertian dan cara memulainya!
Apa Itu Digital Marketing?
Pertama-tama, Anda harus memahami pengertian digital marketing. Istilah ini digunakan untuk sebuah aktifitas promosi suatu produk dengan memanfaatkan media digital dan juga internet. Aktifitas yang satu ini banyak dimanfaatkan para pebisnis baik pemula hingga yang sudah expert.
Tujuannya tidak lain untuk mengenalkan produk sehingga bisa diketahui masyarakat luas. Selanjutnya, diharapkan mendapatkan konsumen yang tertarik dengan produk yang ditawarkan. Kini, strategi promosi yang satu ini bukan hal asing lagi di kalangan pebisnis.
Hal ini bisa Anda lihat dengan banyaknya konten menarik yang disuguhkan. Para pebisnis beradu konten menarik guna menarik perhatian pembaca yang potensial. Langkah ini menjadi salah satu cara untuk bisa meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis yang dilakukan.

Website – https://nextup.id
Jenis-Jenis Digital Marketing
Untuk bisa memahami digital marketing, Anda juga bisa mengikuti kursus bisnis digital. Di dalamnya tentu akan dijelaskan terkait jenis digital marketing. Secara umum, jenis-jenisnya terdiri dari:
- Email Marketing– Anda bisa meng-update informasi terkait produk yang ditawarkan melalui email secara langsung.
- Online Advertising- salah satu jenis promosi yang bisa dilakukan dengan cara berbayar dalam kurun waktu tertentu.
- Search Engine Marketing– salah satu mesin pencarian yang akan membuat perusahaan Anda lebih mudah ditemukan, SEM bisa dinikmati secara maksimal dengan berbayar.
- Social Media Marketing– memanfaatkan berbagai media sosial yang beragam guna mempromosikan produk/jasa suatu perusahaan.
- Video Marketing– jenis digital marketing yang mengedepankan testimony dari pelanggan melalui suguhan video.
- Website– banyak digunakan guna bisnis yang dilakukan mendapatkan jangkauan yang lebih puas dan melakukan promosi dengan lebih hemat.
Kelebihan Digital Marketing
Dengan mengikuti training bisnis, Anda akan menemukan berbagai kelebihan digital marketing. Strategi promosi yang satu ini senantiasa dimanfaatkan berbagai perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Adapun kelebihan yang bisa Anda temukan antara lain:
- Proses penyebaran yang bisa dilakukan dalam waktu lebih cepat dengan ukuran relatime yang tepat dan akurat.
- Memudahkan perusahaan untuk melakukan evaluasi terkait pemasaran yang dilakukan.
- Memungkinkan perusahaan untuk memiliki jangkauan yang lebih luas, sehingga akan terlalu sulit untuk dikembangkan.
- Digital marketing merupakan strategi promosi yang murah dan bisa menghemat pengeluaran perusahaan.
- Eksistensi dalam dunia maya bisa membuat brand Anda lebih mudah dibangun dan masih banyak lagi kelebihan lainnya.

Cara untuk Memulai Digital Marketing
Untuk bisa memulai digital marketing dengan baik, Anda bisa mengikuti pelatihan UMKM digital yang umumnya akan menyajikan beragam tips untuk menerapkan digital marketing secara tepat.
Pelatihan untuk UMKM banyak ditemukan, baik via online ataupun offline. Anda bisa menyesuaikan dengan waktu luang yang dimiliki. Secara umum, digital marketing bisa dimulai dengan langkah berikut:
1. Mempersiapkan Alat yang Dibutuhkan
Pertama-tama, Anda tentu akan membutuhkan sebuah alat untuk melakukan digital marketing. Dalam hal ini yang harus dipersiapkan alat berupa website, media sosial, konten, dan semacamnya. Satu hal lagi yang sangat penting adalah koneksi internet yang bagus dan stabil.
Dengan persiapan yang matang, maka Anda pun bisa mengawali digital marketing untuk bisnis Anda secara lebih mudah dan lancar. Pastikan semua alat dipersiapkan dengan sebaik mungkin.
2. Menyajikan Konten yang Menarik
Selanjutnya, jika alat yang akan digunakan sudah tersedia, Anda harus menghiasinya dengan konten menarik. Sajikan konten yang mampu menjawab apa yang dibutuhkan para pembaca.
Konten yang disuguhkan bisa disematkan foto ataupun video agar lebih menarik. Namun, pastikan konten tidak melenceng dari tema yang diusung suatu perusahaan. Senantiasa menyajikan konten yang selaras dengan produk yang akan ditawarkan.
3. Membangun Berbagai Aset Media Sosial
Jangan lupa untuk memanfaatkan berbagai media sosial yang ada sebagai asset untuk marketing perusahaan. Hingga kini, jumlah media sosial semakin banyak dan rata-rata bisa diaplikasikan dengan mudah.
Cobalah untuk mengunggah konten yang berkaitan dengan produk secara berkala. Banyak media sosial yang bisa digunakan, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Saat ini, apapun bisa dilakukan dengan mudah, selanjutnya bergantung pada tekad Anda untuk melakukannya.
4. Menyuguhkan Konten Marketing Secara Berkala
Selain konten yang berisi informasi umum, website yang Anda bangun bisa diisi dengan konten marketing. Tidak hanya itu, content marketing bisa disuguhkan di berbagai media sosial yang Anda miliki.
Lakukan promosi secara berkala dengan kesungguhan yang penuh kesabaran. Senantiasa mengetahui kata yang khusus digunakan untuk marketing, sehingga bisa lebih maksimal untuk menarik pembaca yang potensial.
5. Menggunakan SEO
Pastikan untuk bisa menerapkan SEO, sehingga perusahaan Anda lebih mudah dikenal banyak orang. Hal ini bisa Anda dapatkan dengan kursus ataupun mengikuti training wirausaha. SEO tentunya akan dikenalkan meskipun hanya sekilas. Pada dasarnya, alat yang satu ini sangat penting guna mengembangkan website yang Anda bangun.

6. Menggunakan Google Adsense
Tidak hanya itu, lengkapi dengan Google Adsense yang bisa digunakan secara berbayar. Anda bisa mencobanya terlebih dahulu. Jika memang memberikan dampak yang baik untuk bisnis Anda, bisa digunakan dengan jangka yang lebih panjang.
Selain Google Adsense, Anda juga bisa menggunakan Facebook Adsense yang akan sangat bermanfaat untuk bisnis Anda. Namun, keduanya bisa Anda gunakan dengan berbayar. Jadi, pastikan untuk bisa memanfaatkan sebaik mungkin, sehingga uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.
7. Membangun Aset Video
Selain itu, untuk bisa menerapkan digital marketing, Anda bisa membangun sebuah asset berupa video. Banyak platform yang bisa Anda manfaatkan, misalnya menyajikan video di kanal YouTube, memanfaatkan TikTok untuk menyajikan video promosi Anda, dan sebagainya.
Alternatifnya, Anda bisa mengikuti berbagai pelatihan UMKM 2022 yang bisa ditemukan secara mudah. Dalam pelatihan tersebut tentu akan dikenalkan terkait digital marketing yang sangat bagus untuk mengembangkan bisnis Anda.
Salah satu pelatihan UMKM yang bisa Anda temukan yakni di https://nextup.id/. Laman tersebut akan menyajikan informasi yang lengkap guna memberikan layanan terkait pelatihan bagi pemilik usaha kecil.
Sebuah program yang akan memberikan layanan berupa pembinaan dan juga pendampingan untuk UMKM yang membutuhkan guna meningkatkan perekonomian di Indonesia. Hal ini dikenal dengan istilah mentoring dan coaching.
Layanan menarik ini sangat disayangkan jika harus dilewatkan begitu saja. Anda pun bisa bergabung mengikuti pelatihan dan raih manfaat yang bagus untuk bisnis yang dijajaki. Raih manfaatnya dan terapkan sebijak mungkin pada bisnis Anda.
Demikianlah ulasan terkait digital marketing-pengertian hingga langkah-langkah untuk memulainya. Pastikan Anda bisa melakukannya dengan penuh teliti dan kesungguhan. Pada dasarnya, ketekunan akan membuahkan hasil yang manis.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Referensi:
https://www.jurnal.id/id/blog/mengenal-digital-marketing-konsep-dan-penerapannya/
https://sasanadigital.com/apa-yang-dimaksud-dengan-digital-marketing/
https://www.bola.com/ragam/read/4525595/pengertian-digital-marketing-tujuan-jenis-manfaat-langkah-memulai-dan-strategi-yang-perlu-dikuasai
https://www.niagahoster.co.id/blog/belajar-digital-marketing/?amp
https://www.akseleran.co.id/blog/digital-marketing/
https://glints.com/id/lowongan/digital-marketing-untuk-bisnis-kecil/
by M Arif Rahmat | Mar 1, 2022 | Articles
Bagi seorang pengusaha, tentu berharap usahanya dapat berkembang lebih dari sebelumnya. Pengembangan atau scale up usaha ini hanya bisa dicapai, ketika Anda sudah bisa fokus dan komit pada keuntungan jangka panjang.
Mengapa demikian? Hal itu karena, masih banyak pelaku usaha yang menjadikan angka keuntungan sebagai orientasi utama pencapaian usaha. Artinya, ketika usaha yang dijalankan sudah mencapai pendapatan yang diharapkan, maka sudah cukup berpuas diri tanpa ada keinginan untuk lebih maju dan berkembang lagi.
Umumnya, hal ini dilakukan oleh para pelaku UKM. Padahal, justru di skala bisnis tersebut, pengembangan atau scale up bisnis amat diperlukan. Itulah sebabnya, saat ini banyak kita jumpai berbagai pelatihan UMKM baik secara online maupun offline. Selain untuk membimbing para pelaku usaha agar bisa meningkatkan keuntungan yang dihasilkan, juga mengubah mindset mereka tentang tujuan usaha.
Pelatihan untuk UMKM kebanyakan memang memberikan sebatas teori saja, hal itu juga yang kemudian membuat masyarakat enggan mengikutinya.
Namun kini dengan makin majunya teknologi, hadir pelatihan UMKM digital yang beragam macamnya. Bukan hanya teori saja yang diberikan, tetapi juga pelatihan bagi pemilik usaha kecil beserta praktek nyata. Dengan begitu para peserta pelatihan dapat lebih mudah dalam menerapkan ilmu yang sudan didapatkan. Lalu, apa sih scale up itu? Bagaimana caranya agar bisnis atau usaha Anda bisa scale up? Untuk mengetahui jawabannya, maka Anda harus lanjut ke penjelasan berikutnya!

Definisi Scale Up Usaha
Secara garis besar, scale up bisa diartikan sebagai proses menjadikan sebuah usaha yang tadinya berskala kecil menjadi lebih besar. Tentu saja dengan tingkat kemapanan yang juga menjadi lebih baik dan bisa menghasilkan keuntungan atau laba usaha yang lebih besar.
Bagaimanapun juga, para pelaku UMKM khususnya tidak perlu minder atau ragu untuk berupaya mengembangkan usahanya. Sebab usaha yang besar, akan selalu dimulai dari yang kecil. Berbagai training bisnis atau training wirausaha bisa menjadi salah satu jalan menuju proses pengembangan usaha Anda.
Menambah pengetahuan dalam bidang usaha, termasuk cara bertahan dalam persaingan yang ada, akan menjadi bekal utama sebelum bisa mengembangkan usaha yang Anda jalankan. Pelatihan-pelatihan tersebut sudah bisa diakses secara online. Jadi tidak ada alasan karena Anda tinggal di daerah lantas tidak bisa mengembangkan usaha karena minimnya pengetahuan.
Anda bisa mengikuti kursus bisnis digital dari platform atau lembaga yang memang sudah terbukti profesional juga terpercaya. Dengan begitu Anda bisa memperoleh manfaat yang optimal bagi kelangsungan dan pengembangan usaha.
3 Cara Scale Up Usaha dengan Tepat
Jika Anda masih ragu untuk mengikuti pelatihan baik online maupun offline, maka sebagai gantinya bisa mencoba mengikuti tips yang kami berikan.
Ini adalah tips mudah scale up usaha dengan cara yang tepat sehingga, usaha Anda bisa berkembang dan bukan hanya jalan di tempat.
1. Temukan Peluang
Sebagai pelaku usaha, Anda dituntut untuk bisa peka dengan peluang yang ada. Baik dari hasil analisa pasar atas permintaan ataupun keluhan pelanggan.
Bisa juga dari analisa kelebihan juga kekurangan kompetitor dari produk Anda. Tidak ada salahnya juga jika Anda mulai menganalisa pasar dengan segmen berbeda.
Namun dengan catatan, target market utama Anda sudah benar-benar dikuasai dan memiliki brand awareness yang baik atas produk yang Anda miliki.
Semakin cepat Anda menemukan peluang baru, maka makin cepat pula peluang usaha Anda untuk berkembang dan maju.
2. Jalin Kerjasama yang Menguntungkan
Sudah biasa ketika dalam bisnis kita menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk bisa mencapai keuntungan yang lebih besar. Bukan hanya keuntungan secara materi, tetapi juga keuntungan dalam menciptakan sinergi yang sempurna antara kedua usaha dan membuat masyarakat mudah menerima juga mengingatnya.
Hal ini memang bukan perkara mudah. Namun juga tidak mustahil untuk dilakukan. Anda hanya perlu memperbaiki struktural usaha agar lebih baik dan rapi. Dengan begitu pihak yang akan diajak bermitra, bisa menemukan poin plus dari usaha Anda yang bisa saling menyempurnakan.
Ketika kerjasama berjalan lancar dan saling melengkapi juga menguntungkan. Maka scale up usaha lebih mudah diwujudkan.
3. Bangun Customer Relationship Management
Seringkali para pelaku usah lebih fokus pada pemasaran yang dianggap menjadi kunci utama penjualan. Padahal, hal yang lebih penting adalah adanya manajemen yang baik terkait hubungan dengan pelanggan.
Bahkan ini juga sering dijadikan salah satu materi dalam pelatihan digital marketing untuk UMKM. Alasannya ialah, dengan senantiasa membina hubungan baik dengan pelanggan dan membuat manajemen khusus untuk itu, kita lebih mudah melakukan pemantauan.
Dimana pemantauan dilakukan untuk memperoleh analisa pasar terkait minat konsumen, pola beli dan juga tingkat brand awareness mereka akan produk Anda.
Anda bisa melihat produk mana yang lebih laris, apa yang membuat pelanggan lebih tertarik dan juga bisa menjawab keluhan mereka.
Dengan adanya respon atas keluhan yang diberikan, ini sudah menjadi poin plus kita di mata pelanggan. Anda hanya tinggal mengarahkan agar mereka bisa menjadi komsumen loyal.
Ketika manajemen ini sudah berhasil, maka akan lebih mudah untuk mengembangkan usaha. Hal itu dikarenakan pelanggan sudah menaruh kepercayaan kepada brand Anda. Apakah ada diantara Anda yang masih sulit menerima atau memahami tips yang kami berikan di atas?
Jika, ya, Anda bisa mencoba mendaftar dan bergabung di platform nextup.id. Di sini Anda bisa mendapatkan pelatihan UMKM 2022 yang dijamin bermanfaat bagi pengembangan usaha Anda kedepannya.
Nextup.id merupakan platform yang memang difungsikan untuk mendampingi dan juga melatih para pelaku UMKM.
Setelah lolos seleksi, Anda akan dimasukkan ke dalam kelompok untuk kemudian menjadi peserta webinar pelatihan.
Selama satu bulan, Anda akan diberikan berbagai materi penting dan bermanfaat terkait pola pikir pengusaha, strategi dalam berbisnis, cara meningkatkan keuntungan, juga melakukan pengembangan. Bukan hanya teori yang diberikan, tetapi juga motivasi serta coaching dalam penerapannya.
Nextup.id memberikan paket pelatihan lengkap dan bermanfaat khususnya bagi Anda yang merupakan pebisnis pemula.
Anda akan diajarkan cara bertahan dalam persaingan bisnis dan memperoleh peluang bahkan menciptakan peluang untuk dapat berkembang lebih baik juga lebih besar.
Tim building, digital marketing, perluasan jaringan, serta berbagai amunisi penting dalam berwirausaha diberikan secara rinci, dengan contoh nyata dari mentor yang ada. Ketika Anda berhasil menyelesaikan pelatihan dalam waktu sebulan, maka akan menerima sertifikat pelatihan. Bukan itu saja, Anda juga akan diberikan penilaian atas pemahaman juga praktik dari setiap materi yang sudah diberikan.
Selain optimasi digital marketing dan juga tim building, di nextup.id Anda juga akan diberikan materi mengenai pengelolaan keuangan serta pemahaman potensi diri juga pengoptimalannya melalui jenis usaha Anda.
Tunggu apa lagi? Segera daftar dan bergabung di nextup.id! Makin cepat ikut pelatihan, makin mudah dan cepat juga scale up usaha untuk bisa diwujudkan.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Feb 28, 2022 | Articles
Pernahkah mendengar istilah Value Proposition Canvas? Bagi Anda yang dulunya kuliah di bidang bisnis seperti manajemen bisnis dan jurusan sejawatnya. Istilah ini dijamin cukup akrab di telinga karena menjadi materi yang pasti dipelajari. Namun, untuk memahaminya tidak harus kuliah dulu di bidang bisnis.
Pelaku bisnis seperti pelaku UMKM, meskipun tidak kuliah di bidang bisnis bisa mempelajarinya. Kemudian menguasai dan menerapkannya untuk mendukung perkembangan bisnis yang dimiliki. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Value Proposition Canvas? Kemudian, bagaimana cara menerapkannya?
Mengenal Value Proposition Canvas
Hal pertama yang perlu dipahami adalah definisi atau pengertian dari Value Proposition Canvas. Secara umum, Value Proposition Canvas merupakan sebuah tool atau alat bantu yang bisa digunakan pelaku bisnis untuk mengenal produk yang dimiliki dengan baik. Sehingga bisa tahu kelebihannya dan kekurangannya agar tidak salah strategi saat memasarkannya.
Bentuk sederhana dari Value Proposition Canvas adalah berupa diagram yang terdiri dari beberapa komponen. Setiap komponen kemudian diisi sendiri oleh pelaku bisnis, dan tentunya setiap pebisnis satu dengan yang lainnya akan punya isian yang berbeda. Sebab setiap pebisnis punya produk dengan ciri khas dan kelebihan yang berbeda juga.
Dengan mengenal kelebihan dan kekurangan produk, maka pelaku bisnis bisa lebih mudah mengatur strategi promosi. Sehingga bisa mengemas kekurangan produk menjadi ciri khas dan menjadikannya sebagai nilai tambah. Bukan dengan cara ditutupi, melainkan dijelaskan dengan cara yang kreatif agar mudah dipahami dan diterima oleh konsumen.
Sedangkan untuk kelebihan produk, maka pelaku bisnis bisa mengemasnya dengan lebih menarik lagi. Sehingga bisa tampak lebih unik, menarik, dan kemudian tim marketingnya juga bisa dikenal konsumen punya kreativitas yang tinggi. Hal ini tentu saja memberi nilai tambah pada produk dan citra perusahaan dimata konsumen.

Komponen yang Ada di Dalamnya
Dalam membuat atau menerapkan Value Proposition Canvas maka ada beberapa komponen yang menyusunnya. Tentunya komponen ini perlu dikenal dan dipahami agar dalam proses pembuatanya lebih mudah. Secara garis besar, Value Proposition Canvas memiliki dua komponen. Yaitu:
1. Customer Segment
Komponen yang pertama adalah customer segmen atau segmentasi pelanggan. Komponen ini membantu pelaku bisnis membagi konsumen menjadi beberapa kategori sesuai karakteristik khas mereka. Kemudian akan dijumpai beberapa jenis segmentasi. Diantaranya adalah:
- Customer pain, merupakan hal-hal yang berhubungan dengan pengalaman buruk konsumen dalam menggunakan produk. Sehingga bisa mengetahui kelemahan produk dan kemudian berusaha memperbaikinya.
- Customer gain, merupakan kebalikan dari customer pain yang merupakan semua hal yang berhubungan dengan kepuasan yang dirasakan konsumen. Sehingga bisa mengetahui kelebihan produk dan berusaha menjaga kelebihan ini atau meningkatkannya.
- Customer job, merupakan segala hal yang berhubungan dengan usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sehingga pelaku bisnis bisa tahu bagaimana mendapatkan kepuasan konsumen agar mereka loyal.
2. Value Map
Value map adalah komponen selanjutnya yang menunjukan respon tindakan dari setiap karakter konsumen yang dijelaskan di poin sebelumnya. Yakni pada customer segment di atas. Komponen ini sendiri kemudian terbagi lagi menjadi tiga komponen turunan, yaitu:
- Pain relievers, merupakan suatu alternatif yang ditawarkan oleh produk untuk mengatasi customer pain atau pengalaman buruk konsumen dalam menggunakan atau memanfaatkan produk.
- Product and service, merupakan aspek yang diusahakan untuk memaksimalkan customer gain dan meminimalkan customer pain. Sehingga menjadi dasar untuk meningkatkan nilai produk di mata konsumen.
- Gain creators, merupakan tindakan untuk fokus pada peningkatan nilai suatu produk untuk menciptakan customer gain secara maksimal. Salah satu bentuk dari gain creators ini adalah melakukan inovasi produk agar lebih baik lagi.

value business
Cara untuk Membuat Value Proposition Canvas
Setelah memahami apa itu Value Proposition Canvas dan semua komponen yang menyertainya. Maka tahap selanjutnya adalah mengetahui cara-cara untuk membuat Value Proposition Canvas tersebut. Sehingga bisa menjadikan produk punya nilai lebih di mata konsumen. Adapun cara-cara yang bisa dilakukan antara lain:
1. Pahami Konsumen dengan Baik
Cara yang pertama dan juga yang utama dalam membangun Value Proposition Canvas adalah memahami konsumen dengan baik. Mulailah memahami customer pain atau kesulitan konsumen dalam melakukan aktivitas mereka. Baik itu pekerjaan, hobi, dan sebagainya. Sehingga bisa menemukan customer gain.
Proses ini membantu mengenal kebutuhan dan keinginan konsumen, agar bisa menciptakan produk yang menambal hal-hal tersebut. Saat konsumen merasa memenuhi kebutuhan beras terasa sulit karena harga yang melambung. Perusahaan bisa berinovasi menyediakan alternatif beras, seperti beras shirataki yang berasal dari umbi konjak.
2. Menawarkan Produk dengan Keunggulan yang Mumpuni
Cara kedua adalah menawarkan produk yang punya value, yakni yang memiliki keunggulan mumpuni. Produk yang disediakan bisa meminimalkan customer pain dan meningkatkan customer gain. Sehingga perlu paham apa saja yang harus dilakukan agar produk punya keunggulan tersebut.
Misalnya saat menyediakan beras shirataki, saat ada kompetitor maka produk harus punya keunggulan. Misalnya hadir dalam bentuk basah sehingga lebih mudah diolah tanpa perlu dimasak terlalu lama.
3. Pahami Sektor Biaya
Cara berikutnya adala memahami sektor biaya, dalam artian bisa melakukan perhitungan dengan cermat. Sebab saat berusaha menciptakan produk dengan value yang maksimal maka perlu biaya. Bisa dalam jumlah besar, karena perlu riset dan uji coba.
Oleh sebab itu, hitung kebutuhan biaya tersebut dan pastikan keuntungan yang akan didapatkan bisa menutup biayanya. Atau minimal bisa meminimalkan kerugian. Namun, setiap pelaku bisnis tentu menghendaki produknya sukses saat dipasarkan. Maka jangan buru-buru dalam merilis produk sebelum bisa memastikan produknya memang bagus dan mumpuni.
4. Memperhatikan Kondisi Persaingan
Cara keempat adalah memperhatikan kondisi persaingan yang lebih fokus kepada mengikuti apa yang dilakukan kompetitor. Sehingga bisa tahu keunggulan dan kelemahan produk mereka. Kemudian mencoba berinovasi untuk menambal kekurangan tersebut, supaya bisa merebut pasar.
5. Pembahasan Tidak Bertele-Tele
Saat melakukan Value Proposition Canvas maka akan memperkenalkan produk disertai penjelasan tentang kelebihannya. Penyampaian informasi produk sebaiknya langsung ke inti, tidak perlu bertele-tela. Tidak harus dijelaskan dengan kalimat panjang sampai membentuk banyak paragraf.
Tidak sedikit brand terkemuka yang dalam mempromosikan produk menggunakan kalimat minimalis. Meskipun jumlah kata terbatas namun mampu mempresentasikan keunggulan produk dengan baik. Sehingga, tidak harus dijelaskan panjang lebar karena belum tentu konsumen punya waktu untuk membaca semuanya.
Sebagai pelaku bisnis, tentu berharap bisa menyediakan produk yang memang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen. Maka melakukan Value Proposition Canvas menjadi penting untuk dilakukan sebagaimana yang dijelaskan di atas. Penerapannya pun tidak mudah, karena dari penjelasan tersebut setiap pelaku bisnis bisa menerapkannya.
Penerapan Value Proposition Canvas bisa menjadi lebih mudah jika didampingi oleh ahlinya. Bisa mempertimbangkan dampingan dari Nextup.id yang merupakan perusahaan training dan coaching yang mendorong UMKM naik kelas. Bersama dampingannya, proses Value Proposition Canvas maupun teknik lain bisa lebih mudah dan bekerja efektif.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by adminnextup | Feb 25, 2022 | Articles
Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, maka pada sisi birokrasi juga ikut terjadi perkembangan. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan menyongsong transformasi birokrasi di era baru. Di antara inovasi pada sisi birokrasi adalah munculnya istilah OSS atau One Single Submission. Lantas apa sebenarnya OSS ini? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Definisi, Peruntukan, Manfaat dan Syarat dari OSS
Secara harfiah definisi One Single Submission (OSS) merupakan sebuah sistem yang dibangun secara terintegrasi untuk urusan perizinan para pelaku usaha. Sistem ini dikelola sebuah lembaga yang disebut OSS dan mengatasnamakan Menteri, Gubernur, Walikota/ Bupati, hingga pimpinan lembaga lainnya. Sederhananya perizinan ini dilakukan secara online dan dapat diakses siapa saja (pelaku usaha) yang membutuhkan.
Tentunya bentuk dari sistem perizinan seperti ini dibuat dengan tujuan untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Pengajuan perizinan dengan sistem terpadu dan berbasis online diharapkan mampu memberikan kemudahan. Selain itu, hal ini juga dapat menjadi solusi untuk meminimalisir tindakan yang melanggar aturan.

1. Untuk siapa OSS ini?
Barangkali pertanyaan ini sempat terpikirkan oleh Anda. Sebagaimana telah disinggung pada poin definisi tadi, maka One Single Submission diperuntukan bagi para pelaku usaha. Apakah hanya untuk pelaku usaha dalam skala besar saja atau bagi mereka yang ingin menjalankan bisnis industri?
One Single Submission ini dibangun dan dikembangkan untuk melayani semua unsur pelaku usaha. Mereka yang ingin memanfaatkan sistem ini dalam rangka memperoleh perizinan yang dibutuhkan harus memenuhi beberapa kriteria. Berikut ini beberapa pelaku usaha yang dapat memanfaatkan OSS, yaitu sebagai berikut.
- Pelaku usaha yang berbentuk perorangan atau badan usaha
- Pelaku usaha dari kategori mikro, hingga kelas menengah atas
- Pelaku usaha yang memiliki modal dari dalam negeri maupun luar negeri
Jadi sudah jelas, bahwa OSS tidaklah hanya bisa dimanfaatkan oleh pebisnis besar saja, namun juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, hingga menengah. Selain itu, pelaku usaha yang ingin mencoba memanfaatkan sistem One Single Submission ini harus berada dalam sektor-sektor yang telah ditentukan.
Di antara sektor yang dimaksud adalah pertanian, pendidikan tinggi, ketenagakerjaan, kesehatan, kelautan, obat-obat dan makanan, perindustrian, perhubungan, UMKM, komunikasi, pariwisata, dan masih banyak lagi. Bila Anda memiliki usaha yang bergerak di salah satu sektor tadi, maka cobalah untuk memanfaatkan sistem OSS ini guna memperoleh perizinan, sehingga usaha menjadi legal dan bisa berkembang lebih baik.
2. Manfaat dari OSS
Sebagai sebuah sistem yang dilakukan secara terintegrasi, maka sudah tentu One Single Submission ini memberikan sejumlah manfaat. Secara tersurat pada bagian sebelumnya disebutkan bahwa, OSS dibangun dengan harapan dapat memberikan kemudahan dalam hal memperoleh perizinan usaha. Namun tidak hanya itu saja, berikut ini beberapa manfaat dari OSS yang dapat diperoleh.
- Memberikan kemudahan bagi setiap pelaku usaha untuk mendapatkan perizinan yang dibutuhkan
- Menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha agar memperoleh layanan yang cepat dan tepat
- Tidak hanya memperoleh izin, pelaku usaha juga dapat menggunakan OSS untuk memberikan laporan seputar perizinan mereka
- OSS juga bisa dimanfaatkan sebagai media untuk menyimpan data dari perizinan usaha yang telah dimiliki
Jadi tidak hanya tentang mendapatkan perizinan dengan mudah, namun One Single Submission diharapkan juga memberikan pelayanan secara cepat dan tepat. Sehingga hal itu mampu menghemat resource yang dimiliki, baik staf pelayanan maupun pelaku usaha. Selanjutnya, One Single Submission ini juga dapat digunakan untuk melaporkan permasalahan terkait perizinan. Jika memang pelaku usaha memiliki kendala tertentu terkait izin usahanya, maka coba manfaatkan OSS ini untuk menemukan solusi terbaiknya. Anda pun juga dapat sewaktu-waktu untuk mengecek data perizinan yang tersimpan pada sistem OSS.

3. Syarat untuk dapat menggunakan One Single Submission (OSS)
Layak tata cara melakukan pengajuan perizinan pada umumnya, maka OSS juga memiliki persyaratan yang harus dipahami dan dipenuhi. Persyaratan ini tidaklah bermaksud untuk menyulitkan, akan tetapi sebagai sarana edukasi bahwa setiap usaha yang didirikan harus patuh terhadap ketentuan yang berlaku.
Syarat yang dibutuhkan untuk mencoba memanfaatkan One Single Submission ini tidaklah susah. Setidaknya bagi Anda (pemilik usaha) yang ingin mencoba OSS sebaiknya memperhatikan beberapa persyaratan berikut.
- Membuat sebuah akun OSS dengan data utama adalah NIK (Nomor Induk Kependudukan).
- Usaha yang dimiliki harus berbentuk badan usaha (PT), CV, Yayasan, Persekutuan Perdata, maupun Firma.
- Usaha yang dimiliki telah selesai pengurusan AHU pada Kementerian Hukum dan HAM(yang dapat dilakukan secara online).
- Pelaku usaha memiliki perum, perumda, atau bentuk dari badan hukum lainnya yang berlaku sesuai ketentuan. Bila memiliki pengetahuan terbatas terkait hal ini, Anda bisa berkonsultasi kepada ahli hukum atau melalui nextup.id.
Jadi, untuk dapat menggunakan layanan dari One Single Submission ini pelaku usaha harus memenuhi sejumlah persyaratan tadi. Selain itu, mereka juga harus membuat akun atau ID OSS terlebih dahulu. Membuat akunnya di mana? Tenang saja, tidak perlu gusar. Pembuatan akun One Single Submission ini dapat dilakukan melalui website resminya. Bahkan di sana juga telah ada panduan yang disediakan.
Perlu diingat bahwa dasar utama untuk membuat akun OSS adalah data NIK. Jadi pastikan Anda memiliki data yang valid. Selain itu, Anda juga membutuhkan email aktif yang difungsikan sebagai alat untuk melakukan konfirmasi dan aktivasi akun. Layaknya pembuatan akun pada umumnya, pelaku usaha akan dimintai beberapa informasi dan harus diisi dengan benar. Jika berhasil, maka pelaku usaha akan menerima User ID OSS dan juga password untuk mengaksesnya. Sebaiknya user ID dan password ini tetap dijaga kerahasiaannya agar akun OSS Anda tidak disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Bila memperhatikan penjelasan tadi, maka sebetulnya One Single Submission merupakan bentuk upaya kemudahan yang disediakan bagi pelaku usaha oleh pemerintah. Tujuan memberikan kemudahan bukan berarti bisa dimanfaatkan semena-mena, melainkan tetap memperhatikan aturan yang berlaku. Selain itu, OSS pun memiliki sistem yang selektif untuk menilai kelayakan sebuah usaha, sehingga tidak sembarang usaha yang akan diberikan izin oleh OSS.
Bagi Anda yang memang memiliki atau sedang mengelola sebuah usaha dan membutuhkan perizinan, maka cobalah untuk memanfaatkan One Single Submission ini. Informasi lainnya seputar perizinan juga dapat diperoleh dengan cara menghubungi nextup.id. Kami juga menyediakan layanan konsultasi bagi Anda yang memiliki keluh-kesah perihal persoalan usaha, rejeki, dan permasalahan hidup lainnya. Kita akan berupaya seoptimal mungkin untuk memberikan jalan keluar atau solusi atas permasalahan yang dihadapi. Jadi, jika Anda ada masalah, mari bicara bersama nextup.id. demikianlah, semoga informasi kali ini dapat berguna bagi semuanya.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Inna Dinovita, adalah seorang womenpreneur yang tersertifikasi sebagai pendamping UMKM dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi, saat ini banyak memberikan edukasi tentang pentingnya perizinan usaha dan legalitas produk
by adminnextup | Feb 24, 2022 | Articles
Mungkin di beberapa kesempatan istilah PIRT pernah terlihat di sejumlah produk, biasanya berupa makanan. Selain itu, label halal dan BPOM juga cukup sering tertera pada kemasan produk yang ada di pasaran. Bahkan kedua label ini tidak jarang menjadi bagian dari indikator untuk mengukur kualitas dari produk tersebut. Lantas apa sebenarnya PIRT, Halal, dan BPOM itu? Mari sama-sama kita pelajari ulasan selengkapnya berikut ini.
Perbedaan PIRT, Halal dan BPOM yang Perlu Diketahui
Sebagaimana telah disampaikan di awal tadi bahwa istilah PIRT, Halal, dan BPOM merupakan istilah-istilah yang cukup sering dilihat pada kemasan produk. Namun tidak banyak diantara kita yang dapat memahaminya dan bahkan cenderung bingung untuk membedakan ketiga istilah tersebut. Nah, kali ini akan dibagikan informasi yang membedakan antara PIRT, Halal dan juga BPOM.
1. Definisi Istilah
Perbedaan pertama dapat dilihat dari sisi definisi istilah antara PIRT, Halal dan BPOM. Berikut perbedaannya:
- PIRT merupakan singkatan dari Pangan Industri Rumah Tangga.
Maksudnya produk pangan yang dihasilkan dibuat dalam skala industri rumah tangga. Setiap pelaku usaha industri ini harus mendapatkan izin PIRT dari Bupati/ Walikota melalui Dinas Kesehatan tingkat Kabupaten. Biasanya nantinya izin ini didapat dengan bukti nomor registrasi yang diberikan oleh dinas kesehatan. Nomor registrasi tersebut mesti ada atau tercantum dalam kemasan produk industri rumah tangga tersebut. Hal ini sebagai bukti bahwa produk yang dipasarkan telah mendapatkan izin resmi.
- Halal merupakan label yang diberikan kepada sebuah produk yang telah lolos uji standarisasi.
Barangkali istilah halal akan cukup akrab bagi umat islam. Sebab dalam ajaran islam, setiap muslim diharuskan untuk mengkonsumsi produk yang halal agar mendapatkan manfaat dari produk tersebut. Terkait dengan halal sebagai label, maka sebuah produk yang ingin mendapatkan label halal dikategorikan halal harus melalui pengujian terlebih dahulu. Proses pengujian dan pemberian label ini dilakukan oleh BPJPH atau Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.
- BPOM adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Jika dikaitkan dengan kegiatan perizinan produk, maka label BPOM diberikan kepada produk yang diproduksi dalam skala besar. Apakah hanya pada produk makanan saja? Tentu saja tidak. Sesuai dengan namanya, maka BPOM diberikan kepada produk obat-obatan, makanan dan produk lain yang membutuhkan izinnya. Sama seperti label sebelumnya, izin dari BPOM juga didapat melalui pengujian terlebih dahulu.

2. Tempat Pengurusan Izin PIRT, Halal dan BPOM
Perbedaan berikutnya juga dapat kita lihat dari sisi tempat atau lembaga yang memberikan izin, baik PIRT, Halal, maupun BPOM.
- Perizinan PIRT biasanya dapat dilakukan melalui dinas kesehatan tingkat kabupaten.
- Sementara perizinan atau sertifikat halal bisa diperoleh melalui BPJPH (sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya)
- Izin BOPM sendiri sesuai dengan namanya harus diperoleh melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan yang ada di Kota tempat produksi produk dilakukan.
- Syarat Mendapatkan PIRT, Halal dan BPOM
Selanjutnya kita juga bisa melihat sejumlah perbedaan dari sisi persyaratan untuk mendapatkan masing-masing perizinan. Layaknya pengajuan izin pada umumnya, baik PIRT, halal maupun BPOM memiliki persyaratannya masing-masing yang harus dipenuhi. Berikut ini beberapa perbedaan persyaratan dari ketiga bentuk perizinan tersebut.
- Izin PIRT didapat dengan ketentuan pelaku usaha telah memiliki sertifikat keamanan pangan, mengikuti dan lolos pada uji pangan, dan juga memenuhi ketentuan perundang-undangan.
- Jika ingin mendapatkan label halal, maka sebaiknya produk memiliki bahan baku yang sesuai dengan standarisasi halal. Selain itu, harus ada tim penjaminan mutu halal, melakukan edukasi halal, serta menjamin bahwa produksi dilakukan secara halal.
- Izin BPOM diperoleh dengan beberapa syarat, diantaranya nama produk, adanya daftar bahan, berat produk, nomor izin edar, masa berlaku, hingga alamat produksi.
Jadi berdasarkan penjelasan tadi, maka kita dapat memahami bahwa antara PIRT, Halal dan BPOM memiliki perbedaan. Masing-masing istilah itu memiliki peranan tersendiri dan dibutuhkan dalam kegiatan produksi sebuah produk. Lalu adakah manfaat yang didapat bila memiliki surat izin dari ketiga istilah tersebut?
Manfaat Memiliki Izin PIRT, Halal dan BPOM
Setiap produk yang sengaja diproduksi baik dalam skala kecil maupun besar, sudah semestinya . memiliki izin. Sebab hal itu akan berkaitan dengan aspek legalitas dari produk itu sendiri. Bila dikaitkan dengan manfaat dari izin PIRT, Halal dan BPOM, maka sudah tentu ada beberapa hal yang akan didapat. Mari perhatikan penjelasannya berikut.
1. Memenuhi Aspek Legalitas
Manfaat pertama yang akan didapat adalah kepemilikan izin (baik PIRT, Halal dan BPOM), membuat produk tersebut telah memenuhi aspek legalitas. Tentunya kita semua memahami bahwa betapa pentingnya untuk memperhatikan legalitas dari sebuah produk. Sebab produk yang legal dan telah memiliki izin sudah tentu tergolong produk yang aman untuk digunakan.
2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Terhadap Produk
Idealnya, konsumen akan memilih produk yang mereka percaya aman untuk digunakan atau dikonsumsi. Hal ini dapat diperoleh bila produk memiliki izin, baik berupa PIRT, Halal dan BPOM. Jika produk tergolong dalam skala besar, maka halal dan bpom menjadi indikator yang selalu diperhatikan oleh konsumen. Oleh sebab itu, kepemilikan izin dari produk akan membantu meningkat kepercayaan konsumen terhadap produk itu sendiri. Hal ini pun pada akhirnya mempengaruhi tingkat penjualan produk di pasaran.

3. Menjadi Indikator Kualitas Produk
Manfaat ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah kepemilikan izin tadi akan menjadi bagian dari indikator kualitas produk. Mengapa demikian? Karena untuk mendapatkan izin baik halal maupun BPOM, sudah tentu produk tersebut harus diproduksi dalam prosedur yang jelas dan memenuhi standar. Sehingga secara tidak langsung hal ini memberikan indikasi bahwa produk telah memenuhi standarisasi dan berkualitas.
Bagaimana menarik bukan? Jadi adanya PIRT, label halal maupun BPOM buka semata-mata hanya sebagai angka atau label pada kemasan saja. Namun ada peran atau manfaatkan yang akan didapat oleh produk itu sendiri. Apakah produk Anda telah memiliki izin? Jika memang belum, maka sebaiknya segera ajukan proses untuk mendapatkan izin tersebut. Sebab hal ini akan sangat membantu dalam memasarkan dan mengembangkan produk yang Anda miliki.
Demikianlah, informasi seputar PIRT, Halal dan BPOM. Setidaknya informasi yang telah disampaikan di atas dapat memberikan gambaran prihal perbedaan maupun manfaat dari ketiga perizinan tadi. Selanjutnya, bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut mengenai ketiga istilah itu Anda dapat menghubungi nextup.id. Selain itu, kami juga menyediakan konsultasi yang dapat membantu Anda untuk keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi, mulai dari permasalahan rejeki maupun bentuk permasalahan emosional yang barangkali selama ini belum mendapatkan solusi yang baik. Sehingga harapannya nanti setelah melakukan konsultasi, Anda dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
izin bpom, cara daftar bpom, cara mendaftar bpom, jasa pengurusan bpom, cara mengurus bpom, ijin bpom, izin bpom makanan, cara mengurus bpom makanan, cara pendaftaran bpom, cara mendapatkan izin bpom, daftar sertifikasi halal, daftar produk halal mui 2021, daftar halal mui online, daftar halal, cara daftar sertifikat halal, daftar sertifikat halal mui, pendaftaran halal mui, daftar sertifikat halal, pendaftaran sertifikasi halal, cara daftar sertifikasi halal gratis
Inna Dinovita, adalah seorang womenpreneur yang tersertifikasi sebagai pendamping UMKM dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi, saat ini banyak memberikan edukasi tentang pentingnya perizinan usaha dan legalitas produk
by M Arif Rahmat | Feb 22, 2022 | Articles
Untuk kalangan pebisnis, istilah inbound marketing tentu tidak asing di telinga. Menjajaki era digital, istilah tersebut pun semakin populer dalam dunia bisnis berbasis digital. Hal ini juga bisa Anda temui di berbagai training bisnis. Lalu, apa itu inbound marketing? Ini penjelasannya!
Pengertian Inbound Marketing
Salah satu teknik dalam bidang pemasaran guna menciptakan pengalaman yang mengesankan dan bernilai untuk para konsumen. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak positif untuk bisnis yang dilakukan.
Dalam kursus bisnis digital, Anda tentu akan menemukan teknik yang satu ini. Inbound marketing akan membantu produk ditemukan konsumen dengan lebih mudah dan cepat. Selanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan penjualan produk yang ditawarkan.
Keberadaan teknik pemasaran yang satu ini tidak lepas dari manfaat yang diberikan. Manfaatnya bisa dirasakan perusahaan Anda ketika diterapkan dengan cara yang tepat. Maka dari itu, penting untuk memahami metode yang digunakan dalam inbound marketing.

Metode Inbound Marketing
Dalam mengaplikasikannya, inbound marketing memiliki beberapa metode yang diterapkan. Umumnya, hal ini juga akan dikenalkan dalam berbagai pelatihan digital marketing untuk UMKM. Pasalnya, teknik pemasaran ini sangat berkaita erat dengan digital. Adapun metodenya sebagai berikut:
1. Menarik Perhatian (Attract)
Pertama-tama, Anda bisa melakukan attract yakni menarik perhatian calon konsumen. Cara ini banyak diterapkan para pebisnis guna merangkul banyak konsumen. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menyajikan konten kreatif yang unik dan menarik.
Ketika, website perusahaan banyak yang mengunjungi, maka traffic-nya pun akan meningkat. Dengan demikian, traffic yang meningkat bisa berpeluang mendapatkan konsumen. Selanjutnya, dengan traffic yang tinggi, Anda bisa menerapkan langkah selanjutnya.
2. Melakukan Convert
Ketika traffic suatu website meningkat, maka lakukan convert. Metode ini diterapkan guna menjadikan pengunjung sebagai buyer. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya mendapatkan kontak secara detail.
Lalu, bagaimana cara mendapatkan kontak? Caranya, Anda bisa menerapkan landing page, from opt-in, hingga call to action. Metode ini biasa Anda siasati dengan perencanaan yang baik dan matang.
3. Penawaran (Close)
Selanjutnya, lakukan penawaran atau dikenal pula dengan istilah close. Ketika kontak calon konsumen suda di tangan Anda, maka lakukan penawaran yang menarik. Anda bisa menawarkan berbagai produk berupa barang/ jasa terkait.
Jangan lupa untuk melakukan follow up secara berkala, sehingga produk yang ditawarkan akan mudah diingat. Dengan demikian hal ini bisa meningkatkan peluang mendapatkan konsumen yang potensial.
4. Menerapkan Delight
Dalam berbagai training wirausaha, Anda akan menemukan istilah delight. Hal ini sangat penting dilakukan guna mempertahankan konsumen yang telah menikmati produk Anda. Maintenance yang baik bisa memberikan kesan yang berbeda untuk para konsumen terkait.
Untuk melakukannya, Anda bisa menyajikan informasi berupa penawaran produk baru, dikson hingga membership. Dengan metode ini, diharapkan konsumen tetap terhubung dengan Anda.

Cara Mengaplikasikan Inbound Marketing
Selanjutnya, bagaimana cara mengaplikasikan inbound marketing? Anda bisa melakukannya dengan beberapa langkah. Pastikan untuk menerapkannya secara tepat, sehingga mendapatka hasil yang memuaskan. Berikut ini cara yang bisa dicoba:
1. Melakukan Riset
Pahami calon konsumen Anda dengan melakukan riset yang mendalam. Riset yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan memperhatikan berbagai aspek. Hal ini mencakup jenis kelamin, usia hingga minat para calon konsumen.
Untuk memudahkannya, Anda bisa mengklasifikasikannya menjadi beberapa kelompok. Cara ini akan membantu dalam melakukan perencanaan selanjutnya. Anda bisa membagi kelompok untuk pemula yakni mereka yang belum mengenal produk Anda.
Selain itu, buat kelompok untuk pengguna produk Anda baik yang baru ataupun sudah lama dan berlangganan. Selain itu, riset tidak hanya dilakukan terhadap calon konsumen, melainkan pada merekan yang merupakan kompetitor perusahaan Anda.
Amati setiap langkah dan startegi dalam pemasarannya, sehingga Anda bisa menemukan langkah tepat untuk mendapatkan strategi yang lebih baik. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan berabagai lembaga riset terpercaya dan berpengalaman. Dengan demikian, hasilnya pun akan lebih akurat.
2. Merencanakan Konten yang Sesuai
Selanjutnya, Anda harus merencanakan konten yang sesuai. Untuk mendalami aspek ini, Anda bisa mengikuti berbagai pelatihan UMKM digital, umumnya akan diselipkan beberapa informasi terkait.
Konten yang disajikan harus terarah yakni mengarah pada target pasar yang telah Anda tentukan. Selain itu, formatnya pun harus sesuai dengan kelompok yang telah Anda klasifikasikan sebelumnya.
Ketika konten sudah Anda siapkan sematang mungkin, jangan lupa memilih saluran yang tepat. Kini, banyak media yang bisa Anda gunakan untuk mewadahi konten yang Anda buat. Pastikan disajikan secara tepat, sehingga hasilnya pun lebih memuaskan.
Untuk bisa mengoptimalkan konten yang Anda buat, terapkan SEO secara tepat. Hal ini sebagai salah satu langkah untuk memudahkan konten Anda muncul di mesin pencarian. Jangan lupa untuk menyertakan call to action, sehingga Anda bisa mendapatkan target yang potensial.
Baca Juga: Pahami Strategi ini, Sebelum Memulai Jualan!
3. Meningkatkan Kualitas Tim
Dalam penerapan inbound marketing, meningkatkan kualitas tim sangatlah penting dilakukan. Pada dasarnya, dalam penerapannya akan melibatkan berbagai pihak. Maka dari itu, bangunlah interkasi yang baik guna menciptakan tim yang berkualitas dan solid.
Kualitas tim serta layanan suatu perusahaan bisa memberikan kesan yang mendalam untuk konsumen. Selain itu, senantiasa sigap dalam menyajikan value dari produk yang ditawarkan, sehingga tidak akan mudah dilupakan para konsumen.
Berikan sikap yang terbuka, sehingga konsumen bisa memberikan feedback yang jujur. Feedback yang diberikan akan menjadi salah satu masukkan yang sangat bermanfaat guna kemajuan perusahaan ke arah yang lebih baik.
Ketika konsumen yang mendapatkan pengalaman baik, maka akan terlibat secara katif dalam menjalin hubungan berjangka panjang. Hal ini tentunya akan menjadi peluang untuk bisa menawarkan produk Anda secara berkala.
Untuk bisa menerapkan teknik inbound marketing dengan baik, Anda bisa mengikuti pelatihan untuk UMKM. Banyak jenis pelatihan bagi pemilik usaha kecil yang menyajikan layanan menguntungkan.
Agar Anda bisa mendapatkan informasi lengkap terkait pelatihan UMKM 2022 bisa menghubungi Nextup untuk berkonsultasi lebih lanjut. Salah satu alternatif yang bisa dicoba untuk mendapatkan layanan berupa bimbingan dalam pelatihan digital marketing dan semacamnya.
Pelatihan UMKM ini tidak lain bertujuan untuk memudahkan para pebisnis mengembangkan perusahaan di era digital. Selain itu, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian yang ada di Indonesia.
Banyak keuntungan yang bisa Anda raih dengan mengikuti berbagai program yang disuguhkan. Anda pun bisa memilih program sesuai kebutuhan secara bebas. Selanjutnya, komunikasikan dengan pihak terkait untuk memulai pelatihan Anda.
Demikianlah ulasan terkait inbound marketing yang bisa Anda terapkan pada bisnis yang dijajaki. Anda bisa mengulik informasi lebih mendalam dari mereka yang lebih ahli dan berpengalaman dalam bidang terkait. Selamat mencoba!
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.