by M Arif Rahmat | Jan 1, 2022 | Articles
Sukses mendirikan usaha di era digital seperti sekarang tentu butuh website, maka wajib ikut pelatihan bagi pemilik usaha kecil nextup.id. Pelatihan khusus usaha kecil biasanya didesain menyediakan materi yang berhubungan dengan digital marketing atau pemasaran online. Salah satu pokok materinya adalah website mencakup pemahaman apa itu website dan cara membuatnya.
Membahas mengenai website, maka selain membahas tentang platform juga akan membahas mengenai dua pondasi penting. Yaitu domain dan juga hosting, dimana keduanya perlu ditentukan di awal sebelum memilih platform. Lalu, apa sebenarnya domain dan hosting? Sekaligus, apa perbedaan keduanya? Berikut informasinya.

Pengertian Domain
Membangun website adalah hal penting bagi usaha di era sekarang, sebab membantu membangun kredibilitas dan menjaring lebih banyak pelanggan. Pembuatan website tentu bukan seperti membuat mie instan apalagi menggunakan sentuhan sihir. Ada proses dalam pembuatannya dan ada sejumlah istilah dalam proses tersebut.
Istilah yang paling jamak dipelajari di awal adalah hosting dan domain, dimana keduanya menjadi pondasi utama dan mendasar dari berdirinya sebuah website. Keduanya sekilas tampak sama karena selalu disandingkan. Padahal sejatinya berbeda dan perbedaan keduanya cukup jelas yang bisa dipahami lewat pelatihan bagi pemilik usaha kecil nextup.id.
Domain adalah alamat URL atau alamat website dalam bentuk link yang menunjukan alamat website. Domain biasanya berbentuk nama perusahaan dan disusul dengan ekstensi domain. MIsalnya ekstensi .com, .co.id, .wix.com, .go.id, dan lain sebagainya. Domain ini sifatnya berbayar dan biayanya disesuaikan dengan ekstensi yang digunakan.
Ekstensi yang populer atau umum digunakan karena lebih dikenal umumnya paling mahal. Misalnya ekstensi .com biasanya lebih mahal dibandingkan ekstensi .store maupun ekstensi jenis lainnya. Namun, memilih ekstensi populer bisa mendongkrak kredibilitas dan memudahkan website untuk diakses oleh banyak orang.

Pengertian Hosting
Hosting adalah ruang penyimpanan yang dipakai untuk menyimpan segala bentuk data dan file dari website. Jika dianalogikan, domain adalah alamat rumah sementara hosting merupakan lahan dimana alamat rumah tersebut berdiri. Domain dan hosting kemudian saling berhubungan satu sama lain.
Tanpa hosting, domain tidak akan bisa difungsikan atau dimanfaatkan. Begitu juga sebaliknya. Kepemilikan hosting memungkinkan pemilik website untuk menyimpan seluruh informasi terkait website. Misalnya data pelanggan, data gambar, data traffic, dan lain sebagainya. Dimana ruang penyimpanan pada hosting memiliki kapasitas tertentu.
Sama seperti luas lahan dimana sebuah rumah dibangun, luasnya terbatas tidak sampai seluruh permukaan bumi menjadi area dimana rumah didirikan. Hanya sepetak tanah, maka hosting nantinya perlu diatur dengan teliti agar kapasitasnya bisa sesuai kebutuhan. Lebih detail lagi tentang keduanya bisa mengikuti pelatihan bagi pemilik usaha kecil.
Perbedaan Antara Domain dan Hosting
Hosting dan domain kemudian sering disalah artikan sebagai satu hal yang sama, padahal sebenarnya berbeda. Domain bukanlah hosting dan hosting bukanlah domain. Supaya lebih mudah memahami pengertian dan perbedaan keduanya. Berikut adalah detail perbedaan antara domain dengan hosting pada website:
1. Fungsi
Jika membahas mengenai website akan menjurus pada hosting, domain, kemudian ke server. Ketiganya punya hubungan erat dan saling melengkapi satu sama lain, meskipun begitu ketiganya berbeda. Dilihat dari segi fungsi, domain, hosting, dan juga server punya perbedaan mencolok.
Hosting untuk website disebut web hosting yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan data. Yakni data dari seluruh aktivitas yang terjadi di dalam website yang dibangun. Seiring berjalannya waktu semua data ini tersimpan rapi dan memenuhi kapasitas ruang penyimpanan.
Jika sudah penuh, pemilik website perlu mengupgrade ruang penyimpanan atau web hosting tersebut. Apalagi dalam dunia digital marketing, data dalam skala besar atau big data yang tersimpan di web hosting adalah harta yang berharga. Maka bisa memilih kapasitas yang besar jika dirasa perusahaan sudah cukup kuat dan traffic di website terbilang tinggi.
Sedangkan fungsi dari domain, ketika dibahas di dalam suatu pelatihan bagi pemilik usaha kecil dijelaskan berfungsi sebagai alamat. Alamat inilah yang nantinya dibagikan kepada pihak eksternal untuk mampir. Melihat informasi usaha, produk, dan lain sebagainya.
2. Bentuk
Perbedaan kedua dari hosting dan juga domain adalah dari segi bentuk atau tampilan fisik. Domain punya tampilan fisik karena bisa dilihat oleh mata, sebenarnya bukan tampilan fisik melainkan dalam bentuk link menyerupai teks. Jadi misalnya di website cnnindonesia.com maka ini disebut domain yang bisa dilihat, diakses, dan ditanamkan ke berbagai media.
Berbeda dengan hosting, hosting meskipun merupakan ruang penyimpanan pada dasarnya tidak memiliki fisik dan tidak terlihat. Hosting dalam sebuah website tidak memiliki wujud dan kapasitas penyimpanannya sangat besar. Biasanya semakin besar kapasitasnya maka semakin besar biaya untuk membelinya.
Berbeda dengan hosting pada komputer, biasanya memiliki bentuk fisik. Misalnya seperti harddisk, RAM, prosesor, dan sebagainya. Semua memiliki fisik dan kemudian bisa dilihat oleh mata. Meskipun web hosting tidak memiliki fisik namun fungsinya ada dan menunjang domain.

3. Kegunaan dan Tugas
Web hosting dan domain juga memiliki perbedaan dari segi kegunaan dan tugas. Web hosting yang merupakan ruang penyimpanan memiliki fungsi untuk menyimpan seluruh data dari website. Baik ketika website pertama kali dibangun maupun setelah website dirilis ke publik dan menerima traffic.
Saat mengikuti pelatihan bagi pemilik usaha kecil maka akan diketahui juga bahwa web hosting berperan penting dalam menunjang tampilan website. Sebab memungkinkan website memiliki teks, gambar, video, termasuk juga dokumen yang bisa diunggah pengguna dan diunduh oleh pengunjung website.
Web hosting juga memastikan website bekerja dengan baik dan stabil, bisa diakses dengan seluruh fiturnya bisa digunakan sesuai kebutuhan pengunjung. Sementara domain berfungsi sebagai alamat website dimana domain berguna sebagai anak kunci untuk masuk ke web hosting. Web hosting tidak bisa diakses tanpa domain.

4. Pengembangan Server Hosting dan Domain
Dilihat dari segi pengembangan selama memiliki website atau mengelola website. Maka dijumpai juga perbedaan antara hosting dengan domain. Domain memiliki kinerja yang perlu didukung oleh server, dan server ini sekaligus mendukung hosting. Sementara hosting dan domain akan menentukan kinerja website.
Website yang memiliki domain bagus akan lebih sering diakses orang. Misalnya domain seperti .com atau mungkin .co.id untuk website di Indonesia. Semakin bagus domainnya maka semakin membutuhkan hosting dengan kapasitas besar. Supaya proses akses atau loading website lancar.
Melalui penjelasan di atas, maka tentunya bisa lebih mudah memahami apa itu hosting dan domain. Sekaligus bisa memahami apa saja yang membedakan keduanya. Meskipun berbeda namun keduanya tidak dapat dipisahkan, saling melengkapi.
Tanpa domain maka hosting tidak akan bisa diakses atau dikunjungi. Sebaliknya, domain tanpa hosting tidak akan memberikan tampilan website yang bisa dilihat dan diakses fitur-fiturnya. Supaya semakin paham tentang keduanya, silahkan mengikuti pelatihan bagi pemilik usaha kecil dari lembaga training terpercaya. Nextup ID salah satu lembaga training untuk pemilik usaha UMKM yang rutin menyelenggarakan pelatihan bisnis.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Dec 31, 2021 | Articles
Zaman sekarang pemasaran lebih dominan dilakukan secara online, maka perlu mencoba mengikuti pelatihan digital marketing untuk UMKM. Lewat pelatihan semacam ini nantinya akan dibantu belajar pemasaran secara digital yang dikenal dengan istilah digital marketing. Seperti pelatihan digital marketing dari nextup.id.
Dalam dunia digital marketing ada banyak media online bisa dipilih dan dipelajari sampai matang. Mulai dari mesin pencari, website, marketplace, media sosial seperti Facebook dan Instagram, kemudian aplikasi pesan instan khususnya Whatsapp. WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan yang banyak digunakan, dan cocok digunakan sebagai media digital marketing.

Apa Itu WhatsApp Marketing?
WhatsApp merupakan sebuah aplikasi perpesanan online yang digunakan untuk berkomunikasi dan saling mengirimkan file dalam bentuk video maupun gambar. Aplikasi WhatsApp kini menjadi bagian atau milik dari Facebook, menyatu juga dengan Instagram. Jauh sebelumnya, jumlah pengguna WhatsApp sudah tinggi dan sekarang semakin tinggi lagi.
Sebagai aplikasi perpesanan online yang digunakan banyak orang dan ditunjang dengan sejumlah fitur menarik. Sekaligus sudah tersedia versi WhatsApp Business maka muncul istilah WhatsApp Marketing. WhatsApp Marketing adalah kegiatan promosi online menggunakan aplikasi WhatsApp dan memberdayakan berbagai fitur di dalamnya.
Jika mengikuti pelatihan digital marketing untuk UMKM nextup.id dijamin akan ada materi khusus yang membahas WhatsApp Marketing. Sebab teknik ini sudah digunakan sejak beberapa tahun belakangan dan terbukti efektif. Jadi, inilah alasan kenapa beberapa kontak di WhatsApp yang dimiliki sering jualan lewat fitur tertentu di dalamnya.
Di bawah ini merupakan fitur-fitur whatsapp yang bisa kita maksimalkan untuk penjualan:
WhatsApp Group
Fitur pertama yang sering digunakan untuk kebutuhan promosi lewa WhatsApp adalah WhatsApp Group. Lewat fitur ini pelaku bisnis atau penjual bisa membangun grup yang terdiri atas beberapa kontak. Lewat grup ini kegiatan marketing dilakukan mulai dari share informasi produk, info promo, konten edukasi yang relevan, dan lain-lain.
WhatsApp Broadcast
Fitur kedua yang umum digunakan dalam WhatsApp Marketing adalah WhatsApp Broadcast. Yakni fitur dari WhatsApp yang memungkinkan pengguna mengirimkan pesan yang sama atau satu pesan kepada banyak kontak. Lewat fitur ini, pelaku bisnis bisa membagikan informasi produk, promo, dan lain sebagainya dengan praktis dan cepat.
WhatsApp Story
Fitur ketiga yang juga umum atau sering digunakan untuk promosi adalah WhatsApp Story. Fitur ini pertama kali diperkenalkan oleh Facebook, kemudian merambah ke Instagram, dan diterapkan pula di WhatsApp. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengupdate kegiatannya atau produk jualannya dalam kurun waktu 24 jam.
Semua orang yang kontaknya disimpan di perangkat bisa melihat update status story tersebut. Bagi pengguna dengan tujuan bisnis, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk menawarkan produk yang dijual baik itu barang maupun jasa. Siapa saja yang melihat dan tertarik atau merasa butuh, maka bisa langsung order dengan membalas story tersebut.

Keunggulannya Dibanding Media Promosi Lain
Dalam kegiatan pelatihan digital marketing untuk UMKM dan saat membahas WhatsApp Marketing. Selain dijelaskan bagaimana melakukan promosi dengan aplikasi ini, juga dijelaskan keunggulannya. Keunggulan ini yang menjadi alasan kenapa WhatsApp perlu digunakan untuk kegiatan promosi online. Keunggulan tersebut adalah:
1. Jumlah Pengguna Banyak dan Dikenal Luas
WhatsApp adalah aplikasi perpesanan online yang sudah dikenal luas dan digunakan banyak orang. Menggunakannya untuk promosi memudahkan proses menemukan konsumen atau pelanggan.
2. Fitur Beragam
WhatsApp cocok digunakan untuk kebutuhan promosi karena fiturnya beragam seperti yang dijelaskan sebelumnya. Fitur ini memungkinkan pelaku bisnis untuk melakukan promosi secara kreatif dan variatif. Sehingga bisa terkesan profesional dan fokus pada bisnis yang dijalankan.
3. Mudah untuk Digunakan
Fitur dan segala sistem pengaturan di dalam WhatsApp sangat user friendly. Hal ini membuat WhatsApp mudah untuk dipelajari dan digunakan selayaknya sudah memakainya bertahun-tahun. Sehingga bisa melakukan promosi dengan efektif dan intens untuk menjaring lebih banyak konsumen.
4. Membuat ShortLink
WhatsApp dijelaskan dalam berbagai pelatihan digital marketing untuk UMKM memiliki fitur shortlink. Sehingga ada link khusus yang bisa diarahkan ke kontak dan disetting agar punya pesan instan yang personal.
Setiap orang yang mengklik shortlink secara otomatis bisa punya teks dalam pesan dan tinggal dikirim. Kemudian shortlink ini membuat WhatsApp bisa dihubungkan ke media sosial yang membantu menjaring lebih banyak konsumen.
5. Memasang Tombol Call To Action
WhatsApp juga menghadirkan fitur tombol call to action yang bisa di instal ke website seperti Wordpres. Kemudian ditampilkan di seluruh halaman dan membuat pengunjung bisa langsung terhubung ke kontak bisnis di WhatsApp. Hal ini mendorong terjadinya order dengan cepat.

Cara Melakukan WhatsApp Marketing
Jika sudah paham apa itu WhatsApp Marketing dan keunggulannya, maka selanjutnya adalah melakukan promosi dengan WhatsApp. Berikut tata cara menjalankannya:
1. Mengumpulkan Kontak
Langkah pertama adalah mengumpulkan kontak karena WhatsApp Marketing sifatnya hanya bisa dilakukan pada kontak yang saling menyimpan. Disimpan oleh pelaku bisnis dan para pelanggan. Kontak ini bisa didapatkan dari media sosial dan dari keikutsertaan di ajang pameran. Sehingga bisa berbagi kartu nama berisi kontak WhatsApp dan akun media sosial.
2. Meminta Saling Menyimpan Kontak
Supaya jumlah kontak semakin banyak, pastikan sudah meminta kesediaan mereka untuk menyimpan kontak Anda. Sehingga seluruh konten marketing nantinya bisa dibagikan kepada mereka yang bisa menjadi konsumen potensial.
3. Tawarkan Konten yang Relevan
WhatsApp punya interaksi lebih intens dibanding Instagram dan Facebook, sebab chat yang dikirimkan bisa langsung mendapat respon. Entah sekedar dilihat dan dibaca saja atau langsung mengirimkan balasan. Supaya efektif dan tidak dianggap spam kirimkan konten relevan dengan produk. Pengirimannya jangan setiap hari, melainkan 2 kali saja dalam seminggu.
4. Update Produk di WhatsApp Story
Manfaatkan WhatsApp Story untuk menjaring konsumen dan interaksi. Tawarkan produk yang dijual setiap hari, usahakan story jangan terlalu panjang. Posting konten yang menarik baik dari segi desain visual, penggunaan kata-kata, dan lain-lain.

5. Membuat Grup Jualan
Selanjutnya adalah membuat grup jualan, jika ikut pelatihan digital marketing untuk UMKM akan dijelaskan lebih detail. Jadi, grup ini berisi seluruh kontak konsumen potensial digunakan untuk promosi.
6. Pasang ShortLink ke Media Lain
WhatsApp ShortLink sebaiknya dipasang di media lain, khususnya di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Letakan di bio untuk memudahkan konsumen menghubungi kontak dan melakukan konsultasi atau langsung order.
7. Membalas Chat dengan Cepat
Jika ada chat masuk baik dari website, media sosial, atau media lain dimana shortlink ditanam. Usahakan memberikan balasan secepatnya untuk menunjukan profesionalitas. Jika dalam jam sibuk, silahkan aktifkan pesan otomatis untuk membalas setiap chat yang masuk secara instan.
Melalui penjelasan tersebut, tentunya bisa diketahui bahwa melakukan WhatsApp Marketing tidaklah sulit. Supaya profesional gunakan WhatsApp Business yang fiturnya lebih kompleks. Selain itu, selalu ikuti pelatihan digital marketing untuk UMKM dari Nextup ID supaya bisa belajar digital marketing dari ahlinya. Belajar secara otodidak memang bisa, namun lebih maksimal jika lewat kelas-kelas profesional.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.
by M Arif Rahmat | Dec 30, 2021 | Articles
Media sosial kini umum digunakan untuk jualan, jika ingin mengikuti langkah ini bisa ikut dulu pelatihan UMKM digital. Lewat pelatihan ini, para pelaku UMKM atau usaha kecil menengah bisa belajar digital marketing secara mendalam dan didampingi oleh ahlinya. Saat ini semakin banyak lembaga pelatihan yang menawarkan materi digital marketing.
Para pelaku usaha bisa memilih salah satu yang dirasa kelasnya paling menarik dan biayanya juga sesuai jangkauan. Sehingga bisa belajar digital marketing dengan benar lewat mentor yang sudah ahli dan berpengalaman. Lewat pelatihan ini pula, para pelaku bisnis bisa mengenal kegiatan jualan di media sosial.

Jualan di Media Sosial
Media sosial adalah media online yang dibuat khusus untuk menunjang kegiatan bersosialisasi secara online. Media sosial seiring berjalannya waktu semakin banyak jenisnya. Jika dulu masyarakat hanya mengenal Facebook. maka kini ada Instagram, Twitter, TikTok, Google Plus, dan lain sebagainya.
Beberapa media sosial sangat populer dengan jumlah pengguna yang tinggi dan sering menjadi media yang menyuguhkan konten viral. Media-media sosial seperti inilah yang sering dibahas di dalam pelatihan UMKM digital. Sebab sangat potensial untuk digunakan dalam jualan dan melakukan promosi dengan tujuan branding.
Banyaknya pengguna dan tersedianya sejumlah fitur di media sosial membuatnya ideal untuk kebutuhan promosi. Konten yang diposting di akun tidak hanya bisa kegiatan pribadi yang dianggap menarik dan layak di-share. Bagi akun jualan, konten terkait produk dan konten lain yang relevan dengan produk bisa diposting.
Sehingga pengguna media sosial bisa mengetahui produk yang dijual tersebut, dan jika konten cukup menarik maka mereka bisa menjadi followers. Siapa saja yang merasa tertarik dan membutuhkan produk dalam postingan akan menghubungi kontak yang dicantumkan. Penjualan produk pun terjadi. Jika dikalikan per hari, maka omsetnya bisa lumayan.
Jualan di media sosial ternyata sama efektifnya jualan di marketplace atau media jualan online lainnya. Sehingga media ini sering dimaksimalkan untuk kebutuhan jualan maupun untuk branding produk. Hal ini tidak terlepas dari keunggulan media sosial untuk jualan, seperti:
Jualan di media sosial dalam pelatihan UMKM digital dianjurkan untuk dijadikan pilihan utama. Sebab jualan di media ini sifatnya gratis, bahkan untuk jualan di akun bisnis seperti Instagram Bisnis. Sehingga pelaku UMKM dengan modal minim bisa tampil profesional di media sosial dengan modal hanya kuota dan kreativitas.
- Dikenal dan Digunakan Masyarakat Luas
Media sosial adalah media online yang paling banyak digunakan dan paling utama dikunjungi meskipun saat baru bangun tidur. Hal ini membuat media sosial efektif mendorong penjualan produk. Sebab apa yang diposting akan mudah dilihat target pasar dan kemudian terbentuk order.
Media sosial jenis apapun biasanya didesain ramah untuk pengguna, termasuk pengguna pemula. Semua fiturnya mudah dilihat dan disediakan banyak pilihan bahasa. Sehingga untuk jualan di media sosial dijamin mudah dipelajari dan mudah untuk dipraktekan.
- Membangun Interaksi dengan Konsumen
Media sosial adalah media untuk bersosialisasi, ada banyak fitur disediakan untuk mendukung kegiatan ini. Mulai dari fitur like, share, komentar, pesan pribadi, dan sebagainya. Sehingga jualan di media sosial membantu menjalin kedekatan dengan konsumen dan membuat mereka menjadi pelanggan setia.
- Jangkauan Pasar yang Luas
Media sosial digunakan banyak orang, dalam satu negara jumlah penggunanya bisa puluhan sampai ratusan juta orang. Semua pengguna kemudian menjadi konsumen potensial. Sehingga jualan di media sosial membantu mendapatkan pasar yang luas.

Cara Jualan di Media Sosial
Media sosial dengan potensinya yang tinggi dalam mendongkrak omset penjualan, membuatnya menjadi materi menarik dalam berbagai pelatihan UMKM digital. Usai mengikuti pelatihan, para pelaku bisnis akan langsung melancarkan strategi digital marketing di media sosial tertentu yang dianggap potensial.
Supaya sukses dan bisa meraih omset tinggi sekaligus punya pelanggan tetap atau pelanggan setia. Maka lakukan kegiatan jualan di media sosial dengan cara-cara berikut ini:
1. Pilih Media Sosial yang Sesuai
Cara pertama adalah memilih media sosial yang tepat. Pada awal merintis bisnis jualan di media sosial tentunya tidak mungkin bisa mengelola banyak media sekaligus. Sehingga perlu dipilih yang sekiranya paling sesuai dengan produk dan mudah untuk dikelola.
Biasanya perlu melihat target pasar, misalnya saja target pasarnya adalah anak muda. Maka bisa memaksimalkan jualan di Instagram dan TikTok, sementara jika pelanggannya ibu rumah tangga misalnya bisa mengutamakan Facebook dan instagram. Bisa juga hanya memilih satu media sosial saja, supaya bisa konsisten dan mengelolanya dengan profesional.
2. Posting Konten Variatif dan Relevan
Postingan adalah kekuatan utama di dalam media sosial sebab semakin menarik semakin membuat produk terlihat berkualitas. Hal ini akan mendorong lebih banyak orang tertarik untuk membelinya. Jadi, usahakan posting konten yang menarik, variatif, dan relevan.
Disebut relevan, karena postingan di akun jualan tentu tidak bisa hanya produk saja. Perlu diselingi dengan konten lain, baik itu hiburan, edukasi, maupun permainan. Berikan konten variatif agar terkesan akun dikelola pelaku bisnis profesional. Dalam pelatihan UMKM digital hal seperti ini tentunya dibahas sampai tuntas.
3. Lengkapi dengan Kalimat Menarik
Postingan di media sosial tentunya tidak cukup hanya gambar atau ide. Lengkapi juga dengan kalimat yang menarik dan mengundang siapa saja untuk melakukan aksi. Yakni menghubungi kontak, baik untuk tanya-tanya maupun untuk langsung melakukan pembelian produk.

4. Desain Visual Perlu Dimaksimalkan
Masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai konten visual, maka desain perlu dibuat menarik dan berkualitas. Yakni punya resolusi tinggi dan dibuat dengan konsep unik dan menarik. Desain yang luar biasa bisa mendatangkan banyak followers dan kemudian menjadi pelanggan setia.
5. Membangun Interaksi
Media sosial dalam digital marketing menjadi media yang membantu membangun interaksi. Baik komunikasi intens maupun hubungan baik dengan semua konsumen. Maka lakukan interaksi, misalnya saling membalas komentar, kemudian juga secepatnya membalas pesan yang masuk.
6. Mudahkan Konsumen Menghubungi dan Melakukan Order
Jualan di media sosial, dalam pembelajaran di sebuah pelatihan UMKM digital juga akan dianjurkan untuk memberi kemudahan pada konsumen. Yakni kemudahan untuk menghubungi kontak dan melakukan order.
Jadi cantumkan kontak di setiap postingan, bio, profil, dan sebagainya. Tanamkan link yang terhubung ke kontak WhatsApp untuk memudahkan siapa saja yang tertarik pada produk untuk langsung menghubungi admin atau CS.

7. Naikan Iklan
Media sosial tertentu menyediakan fasilitas iklan berbayar atau ads, sifatnya yang berbayar mendukung jangkauan pasar yang lebih luas. Jika ada dana atau modal bisa memanfaatkannya. Menaikan iklan di media sosial bisa memperluas pasar, menambah followers, dan meningkatkan omset penjualan.
Cara jualan di media sosial memang bergantung pada konten, semakin menarik semakin baik. Posting perlu diatur jangan terlalu sering, maksimal sehari 3 kali atau kurang yang terpenting konsisten sekaligus bervariasi. Supaya bisa optimal jualan di media sosial usahakan ikut pelatihan UMKM digital nextup.id untuk bisa belajar lebih mendalam.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.
by M Arif Rahmat | Dec 28, 2021 | Articles
Jika aktif mengikuti pelatihan UMKM digital maka akan mengetahui betul pentingnya kegiatan promosi untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan. Dulunya, promosi dan segala bentuk pengembangan usaha mengandalkan hal-hal yang bersifat teknis. Misalnya mengandalkan harga produk, kualitas layanan, strategi pemasaran, dan sebagainya.
Namun seiring berjalannya waktu ketika revolusi industri 4.0 mulai berkembang. Hal-hal yang sifatnya teknis ini kemudian menjadi kurang maksimal dalam mendukung kegiatan promosi dan pengembangan usaha. Hal ini kemudian membuat pelaku usaha memilih teknik customer centric, dimana memusatkan perhatian pada pelanggan. Salah satunya dengan teknik story telling.

Pengertian Story Telling
UMKM di masa dulu lebih banyak berjualan di tepi jalan yang kemudian akrab disebut sebagai pelaku usaha kaki lima. Namun di era digital seperti sekarang pelaku UMKM kemudian kebanyakan berfokus pada usaha berbasis online. Banyak yang menjual produknya secara online baik itu melalui media sosial, marketplace, website, dan lain-lain.
Supaya pelaku UMKM ini bisa dekat atau membangun kedekatan dengan pelanggan dan mendapatkan kepercayaan mereka untuk menjadi pelanggan loyal. Banyak yang kemudian menerapkan teknik story telling. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan teknik story telling tersebut?
Story telling dalam usaha adalah metode untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan lebih menarik untuk mengubah perasaan audiens. Audiens dalam kegiatan usaha ini adalah para konsumen. Teknik story telling dalam berbagai pelatihan UMKM digital dari Nextup.id misalnya, juga dijelaskan sebagai teknik pemasaran secara psikologi.
Lewat teknik ini, pelaku usaha bisa melakukan pendekatan secara psikologis kepada pelanggan. Yakni fokus kepada perasaan mereka untuk lebih menyukai dan lebih memilih produk yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Sehingga dalam teknik ini, seorang content creator maupun content writing perlu menyampaikan informasi yang menyentuh pelanggan.
Kisah inspiratif, kisah perjuangan, dan sebagainya yang relevan dengan produk kemudian menjadi bentuk-bentuk dari story telling. Meskipun ada istilah story atau cerita, namun dalam story telling tidak lantas menyusun cerita yang panjang seperti cerpen maupun novel. Biasanya dibuang ringkas, padat, jelas, dan punya efek menyentuh perasaan pelanggan.

Tips Sukses Jualan dengan Story Telling
Meskipun terdengar mudah, pembuatan story telling ternyata tidak bisa dikatakan mudah. Sebab prinsip dasarnya mirip dengan membuat cerpen atau novel dalam versi dibuat sangat singkat sekaligus menyentuh. Bagi pelaku UMKM, teknik ini sangat direkomendasikan untuk bisa mendapatkan perhatian publik dan mendapatkan hati mereka.
Supaya sukses dengan teknik story telling, pastikan ikut pelatihan UMKM digital seperti yang diselenggarakan Nextup.id. Kemudian lakukan juga beberapa tips berikut ini:
1. Gunakan Nama atau Judul Story Telling yang Tepat
Tips jualan yang pertama menggunakan teknik story telling adalah menentukan judul dari cerita tersebut, bisa disebut nama. Judul ini berisi nama usaha yang dijalankan maupun brand produk yang diusung atau dirilis ke pasaran.
Sebaiknya menggunakan nama atau judul yang tepat, yakni yang singkat, menarik, dan mudah diingat. Misalnya saja seseorang ingin menjual sepatu dan awalnya ingin memakai judul “Sepatu Bagus dari Yorim”.
Nama ini terlalu panjang, bisa dipersingkat menjadi “Sepatu Yorim”. Efeknya lebih menyentuh, mudah diingat, dan memiliki makna yang terkesan lebih dalam. Jadi usahakan tidak memakai nama atau judul yang kelewat panjang dan justru menjadi kurang fokus.
2. Menggunakan Gaya Cerita yang Menarik
Gaya bercerita menjadi fokus berikutnya yang perlu ditentukan dalam membuat story telling yang menarik. Mulailah dulu menentukan tema yang dekat dengan keseharian atau masalah dari pelanggan. Kemudian buat solusi dari produk yang disediakan.
Ceritakan kondisi yang menyentuh perasaan pelanggan dan berhubungan dengan keseharian mereka. Sehingga terasa sangat relevan dan lebih ampuh menyentuh perasaan pelanggan. Gunakan video lalu isi dengan suara sebagai pembaca alur cerita, hal ini akan membuat video lebih menyentuh dan mudah dipahami.
3. Berusaha Mendapatkan Kepuasan Pelanggan
Story telling melalui sejumlah pelatihan UMKM digital juga dijelaskan akan lebih efektif jika pelaku UMKM fokus kepada kepuasan pelanggan. Pelaku UMKM bisa bercerita pengalaman sendiri menangani konsumen dengan segala karakternya yang khas.
Entah itu pemarah, jutek, susah dihubungi, dan lain-lain. Kemudian ada di suatu titik, pelaku usaha bisa meyakinkan pelanggan tersebut. Ceritakan hal ini dan bisa menjadi story telling dengan kekuatan hebat mendatangkan lebih banyak pelanggan baik.

4. Sesuaikan dengan Karakter Pelanggan
Kembali ke gaya bercerita, kali ini akan membahas kepada tema dan gaya bahasa yang digunakan. Usahakan memilih tema dan gaya bahasa yang sesuai karakter pelanggan. Jika remaja pilih tema khas kehidupan remaja dan memakai bahasa khas dalam keseharian mereka. Hal ini akan lebih mudah menyentuh perasaan pelanggan.
5. Buat Tim Marketing Bahagia
Banyak pelaku UMKM mencoba untuk fokus membahagiakan tim marketing atau karyawan yang dimiliki. Hal ini ternyata cukup penting dalam membangun story telling. Sebab, konon saat karyawan bahagia maka mereka lebih kreatif dan punya ide-ide menarik termasuk ide cerita story telling yang efektif.
6. Hindari Klaim Palsu dan Berlebihan
Di berbagai pelatihan UMKM digital juga dijelaskan bahwa story telling yang baik dan menarik adalah tetap mengedepankan kejujuran. Yakni berkaitan dengan manfaat produk dan kelebihan yang dimiliki. Memang normalnya pelaku UMKM manapun akan berusaha tampil lebih unggul dari kompetitor.
Hanya saja memilih melakukan klaim palsu akan menjadi boomerang. Story telling yang baik adalah menyampaikan keunggulan produk dan perusahaan secara jujur. Sehingga bisa dibuktikan langsung oleh para pelanggan, dan kemudian memberi efek positif dalam jangka panjang.
7. Membuat Iklan Sekuel
Story telling dalam kegiatan usaha juga bisa lebih menarik dan efektif jika dibuat sekuel. Jadi, misalnya saja membuat iklan yang memainkan perasaan pelanggan dan dibuat ada 3 episode atau lebih. Satu iklan ditayangkan dulu, kemudian selang beberapa minggu atau bulan baru episode kedua dan seterusnya.
Teknik ini akan lebih mudah mendapatkan perhatian pelanggan sekaligus memenangkan hati mereka. Jadi, bisa diterapkan dan cocok untuk story telling yang cukup panjang.
8. Memanfaatkan Website dan Media Sosial
Story telling tentunya butuh media untuk dipublikasikan dan menyentuh hati lebih banyak pelanggan. Pelaku UMKM bisa memanfaatkan media sosial untuk memposting video maupun gambar berisi story telling yang sudah dipersiapkan.
Kemudian imbangi juga dengan mempublikasikannya di website resmi. Sehingga ada lebih banyak orang mengetahui story telling tersebut, tersentuh, dan kemudian menjadi pelanggan loyal.

Contoh Story Telling
Salah satu contoh story telling adalah yang disampaikan brand Zappos di akun media sosialnya. Pada postingan tersebut, brand sepatu ini menceritakan kisah ada pelanggannya yang komplain pada sepatu yang diterimanya.
Tim Zappos kemudian merespon dengan cepat dengan mengirimkan sepatu baru sebagai gantinya. Pelanggan pun merasa puas dan mengucapkan terima kasih, pengalaman ini kemudian dipublikasikan Zappos dan kemudian bisa memenangkan hati lebih banyak pelanggan sampai sekarang.
Contoh tersebut menjelaskan bahwa membuat story telling tidak harus dari cerita imajinasi, melainkan dari pengalaman pribadi perusahaan. Supaya lebih mudah lagi menemukan ide-ide story telling ada baiknya ikut pelatihan UMKM digital Nextup.id.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.
by M Arif Rahmat | Dec 27, 2021 | Articles
Rasanya hampir semua orang sudah cukup familiar dengan Shopee. Sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, jumlah pengunjung Shopee bahkan sudah mencapai lebih dari 100 juta. Dengan besarnya animo masyarakat terhadap marketplace yang identik dengan warna oranye tersebut, tak mengherankan bila akhirnya semakin banyak orang tertarik untuk gabung dan membuka lapak di Shopee. Bahkan, saat ini sudah banyak beragam pelatihan atau training bisnis digital yang mengangkat topik tentang Shopee bagi para pelaku bisnis terutama pelaku UMKM.

Tentunya, untuk bisa meraih keberhasilan dalam berbisnis online, tidak cukup hanya gabung dan membuka lapak di Shopee saja. Ada berbagai strategi pemasaran perlu diaplikasikan sehingga toko menjadi semakin dikenal dan penjualan pun meningkat. Shopee pun sangat memahami kebutuhan para pelaku bisnis yang pastinya ingin produk ataupun bisnisnya bisa dipasarkan dengan baik. Inilah mengapa sejak tahun 2017, Shopee telah meluncurkan fitur iklan berbayar yang bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk jualan. Fitur Shopee Ads tersebut dikenal dengan Shopee MyAds atau yang lebih familiar dengan Shopee Iklanku.
Lantas bagaimana cara menggunakan Shopee Iklanku tersebut? Simak penjelasan lebih detailnya.
Fungsi Shopee Ads
Melalui Shopee Ads, penjual bisa meningkatkan eksposur untuk produk-produknya dengan menempatkan iklan pada aplikasi Shopee ataupun platform web. Akun Shopee Iklanku memberikan empat bidang fungsionalitas utama, antara lain:
Ini merupakan bagian yang memungkinkan Anda untuk mengajukan penawaran supaya salah satu produk Anda muncul di bawah Produk Mirip ataupun bagian atas hasil pencarian di Shopee.
Untuk bagian ini memungkinkan Anda melihat bagaimana kinerja iklan Anda. Dengan memanfaatkan alat pelaporan, nantinya Anda bisa lebih meningkatkan iklan Anda.
Fungsi ini akan meninjau catatan tagihan Anda di area akun Shopee MyAds. Anda hanya akan dikenai biaya untuk klik pada daftar yang dipromosikan.
Bila Anda memerlukan untuk penambahan kredit dalam menjalankan iklan maka bagian ini yang perlu Anda kunjungi, Pastikan bahwa Anda memiliki kredit iklan yang cukup supaya tidak terjadi masalah dengan kampanye iklan Anda.

Jenis dan Cara Menggunakan Shopee Ads
Fitur Shopee Iklanku atau Shopee MyAds sendiri memiliki tiga jenis iklan, yaitu iklan pencarian kata kunci, iklan pencarian toko, dan iklan produk serupa.
1. Iklan Pencarian Kata Kunci
Ini merupakan salah satu jenis Shopee Ads yang paling populer. Bila Anda memasang jenis iklan ini di Shopee maka produk Anda akan uncul di halaman utama hasil pencarian ketika ada calon konsumen yang mencari kata kunci yang sesuai dengan produk yang Anda iklankan.
Beberapa keuntungan menggunakan Iklan Pencarian Kata Kunci, yaitu:
- Dapat memposisikan produk di bagian teratas halaman pencarian sehingga produk jualan Anda bisa lebih mudah ditemukan.
- Seiring dengan naiknya traffic di toko online Anda maka ini memperbesar peluang peningkatan penjualan.
- Anda bisa mengatur sendiri biaya per klik iklan.
Setelah memahami apa keuntungan menggunakan iklan pencarian kata kunci, selanjutnya akan dibahas tentang bagaimana cara menggunakan iklan jenis ini:
- Masuk ke Seller Center dan pilih produk yang akan diiklankan
- Tentukan kata kunci. Anda bisa memilih kata kunci otomatis ataupun manual
- Pilih biaya per klik iklan
- Centang pada “Ubah Biaya Iklan Massal” bila Anda ingin melakukan perubahan pada pengaturan iklan massal
- Aktifkan iklan dan siap dikunjungi calon pelanggan
2. Iklan Pencarian Toko
Jenis iklan ini berbeda dengan iklan pencarian kata kunci yang bisa menampilkan produk secara langsung saat pengunjung memasukkan kata kunci yang sesuai. Iklan Pencarian Toko sebagai namanya akan menampilkan informasi singkat tentang toko Anda berupa nama dan foto profilnya.
Iklan yang terpasang akan muncul di bagian atas halaman pencarian bila pengunjung memasukkan kata kunci yang sesuai dengan apa yang Anda tawarkan di toko.
Ada sejumlah keuntungan ketika menggunakan Iklan Pencarian Toko di Shopee, antara lain:
- Bisa mengarahkan calon pembeli untuk langsung ke toko Anda. Pengunjung bisa mendapatkan akses halaman toko dan kategori produk yang ditawarkan.
- Dengan keberadaan toko yang ada di posisi atas di halaman pencarian Shopee maka ini akan semakin meningkatkan popularitas dan tarffic toko Anda.
- Ini akan sangat berpengaruh pada peningkatan penjualan.

Lalu bagaimana cara menggunakan jenis iklan ini?
- Pilih foto profil dan slogan iklan yang sesuai dengan produk yang ditawarkan
Ini akan memudahkan calon pembeli untuk menganalisis bahwa toko Anda memiliki produk yang dicarinya. Perlu diingat, arahkan calon pembeli untuk mengunjungi langsung halaman kategori toko Anda.
- Pilih sendiri kata kunci yang diinginkan.
Anda bisa memilih kata kunci otomatis bila belum sempat melakukan riset tentang kata kunci.
- Masukkan biaya per klik yang sesuai dengan budget Anda
- Iklan siap ditayangkan
Jangan lupa untuk memantau secara rutin terhadap traffic yang dihasilkan dari iklan yang dipasang. Bila ternyata performanya baik maka Anda bisa meningkatkan biaya per klik pada iklan tersebut.
3. Iklan Produk Serupa
Jenis iklan ini akan muncul ketika pengunjung meng-klik salah satu produk yang sama dengan produk yang Anda tawarkan. Selain itu, jenis iklan ini juga akan tampil pada halaman rekomendasi terhadap produk yang sama dalam jangka waktu 30 hari terakhir.
Ada sejumlah keuntungan bila Anda memasang iklan ini di Shopee, antara lain:
- Produk lebih mudah dilihat karena berada di halaman rekomendasi calon pembeli
- Bisa menjangkau pembeli lebih spesifik yang sesuai dengan ketertarikan ereka
- Bisa menentukan modal dan biaya per klik iklan sendiri
Sedangkan cara menggunakan iklan Produk Serupa di Shopee yaitu:
- Masuklah ke halaman Seller Center
- Pilih “Iklan Produk Serupa Baru”
- Tentukan setidaknya 50 produk yang akan dipromosikan
- Pilih pengaturan iklan yaitu Pengaturan Otomatis atau Pengaturan Manual
- Iklan siap tayang

Sebagaimana jenis Shopee Ads lainnya, pastikan untuk memantau terus iklan yang ditampilkan. Bila ada produk yang memiliki performa kurang baik maka Anda bisa segera menonaktifkan dan dialihkan ke produk lain dengan performa lebih baik.
Itulah ketiga jenis Shopee Ads lengkap dengan cara menggunakannya. Dengan memanfaatkan iklan Shopee tersebut diharapkan penjualan Anda di Shopee pun bisa lebih meningkat. Pastinya Anda pun harus memiliki strategi yang tepat dalam memasarkan produk termasuk dengan memilih jenis iklan mana yang paling efektif serta sesuai dengan budget Anda.
Bila Anda merasa masih kesulitan untuk mengaplikasikan iklan-iklan di Shopee ataupun menerapkan pemasaran digital yang tepat untuk mendongkrak penjualan produk Anda, bergabung dalam sejumlah pelatihan bisnis pastinya akan sangat penting. Tak perlu kahwatir karena kini ada banyak sekali pelatihan ataupun training bisnis yang bisa Anda ikuti. Salah satunya pelatihan dari nextup.id yaitu pelatihan digital marketing untuk UMKM yang diharapkan bisa membantu para UMKM untuk lebih berdaya saing.
jualan di shopee, cara jualan di shopee, cara berjualan di shopee, cara menjual barang di shopee, cara membuat toko di shopee, cara jual barang di shopee, cara jualan di shopee untuk pemula, cara daftar jualan di shopee, cara berjualan di shopee untuk pemula
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.