pelatihan umkm | Nextup ID - Page 7
Pengelolaan Keuangan Usaha Kunci Sukses Sebuah Bisnis

Pengelolaan Keuangan Usaha Kunci Sukses Sebuah Bisnis

Nextup.id membuka program pelatihan untuk UMKM dalam format digital, yang digelar secara daring. Program yang disediakan bertepatan dengan pandemi Covid-19 di Indonesia sehingga pelatihan dibuat online menggunakan aplikasi Zoom. Tersedia webinar yang terbagi menjadi beberapa kelas untuk membahas sejumlah materi pelatihan.

Salah satunya adalah Webinar Series: Financial Literacy Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI. Sesuai dengan namanya, webinar ini merupakan hasil kolaborasi antara Nextup.id dengan BSI atau Bank Syariah Indonesia. Membahas mengenai literasi keuangan untuk memberi dampingan kepada pelaku UMKM.

Webinar Financial Literacy

Webinar Financial Literacy merupakan bagian dari Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM yang digagas oleh Nextup. Program ini seperti yang disampaikan di muka merupakan program pelatihan untuk UMKM yang terbagi menjadi beberapa sesi. Setiap sesi dibagi lagi menjadi beberapa kelas, untuk menampung seluruh peserta webinar.

Webinar Financial Literacy diadakan pada hari Rabu, 1 September 2021 secara online menggunakan aplikasi Zoom. Pada webinar ini menghadirkan narasumber Ibu Abidah Syauqina, SE. M.Sc. yang merupakan CEO dan CoFounder dari Teman Bisnis App. Lewat pengalamannya mendirikan dan mengelola usaha, tentunya memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan usaha yang bisa dibagikan kepada peserta webinar.

Ibu Abidah membuka webinar dengan menjelaskan bahwa setiap usaha, apapun bentuknya, Baik usaha profit maupun nonprofit seperti yayasan amal dan sejenisnya. Pada dasarnya akan membutuhkan keterampilan untuk melakukan pengelolaan. Semua pengelolaan ini kemudian bermuara pada pengelolaan keuangan usaha.

Sehingga pelaku UMKM sangat penting untuk mengetahui bagaimana mengelola keuangan dari usaha yang sedang dijalankan. Pengelolaan keuangan yang baik membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi usahanya seperti apa. Sekaligus bisa lebih mudah menentukan arah kedepan untuk mendapatkan lebih banyak pencapaian.

Pada webinar kali ini yang termasuk ke dalam bentuk pelatihan untuk UMKM agar bisa Go Digital, akan membahas mengenai materi pengelolaan keuangan. Disampaikan bahwa materi disampaikan dengan menggunakan 3 outline. Mencakup konsep dasar manajemen keuangan untuk bisnis, manajemen kas maupun modal kerja, dan juga membuat laporan keuangan.

Pengelolaan Keuangan Usaha

Pengelolaan keuangan usaha atau manajemen keuangan usaha dijelaskan oleh Ibu Abidah merupakan seluruh uang yang dimiliki atau terdapat di sebuah usaha. Dana ini bisa dalam bentuk dana tunai yang terdapat di tempat usaha maupun yang ditempatkan di bank. Seperti modal usaha, piutang, beban hutang, tagihan-tagihan, persediaan, dan lain-lain.

Komponen dalam keuangan usaha mencakup banyak hal, tidak selalu dalam bentuk uang tunai saja. Sebab persediaan barang maupun bahan baku juga bisa diuangkan dan masuk ke dalam laporan keuangan. Pelaku UMKM perlu memahami bagaimana menyusun laporan keuangan, tentunya yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Secara sederhana, pengelolaan keuangan usaha adalah tata cara untuk mengatur keuangan usaha. Mulai dari perencanaan sampai kepada penggunaan dana di usaha untuk berbagai keperluan yang menunjang operasional usaha tersebut. Fungsinya tentu beragam mencakup perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan dana.

Berbekal catatan keuangan yang disusun maka peserta pelatihan untuk UMKM bisa mengetahui sudahkah usaha yang dimiliki mencapai target? Atau, apakah perlu mengontrol pengeluaran karena diketahui sudah berlebihan? Selain itu, bisa membantu pelaku UMKM untuk mengetahui berapa dana yang mengendap, berapa yang bisa digunakan, dan berapa yang bisa disimpan.

Manfaat Pengelolaan Keuangan Usaha yang Baik bagi UMKM

Mengikuti webinar mengenai Financial Literacy dari nextup.id memberi ilmu yang berharga untuk bisa melek tata kelola keuangan usaha. Ilmu atau pemahaman tentang hal ini memberi manfaat sangat besar, diantaranya adalah:

1. Paham Tata Kelola Modal Usaha

Setiap kegiatan usaha baru bisa dilakukan dengan adanya modal, besaran modal di setiap usaha berbeda-beda. Maka perlu dikelola dengan baik agar modal yang tersedia cukup untuk memenuhi kegiatan operasional usaha. Pengelolaan modal menjadi lebih mudah pada saat pelaku UMKM paham bagaimana caranya.

Lewat webinar ini Bu Abidah menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari pemahaman tentang Financial Literacy adalah untuk mengelola modal usaha dengan benar. Sehingga dari modal sekian bisa menghasilkan sekian yang mencegah pelaku usaha mengalami kerugian.

2. Mengerti Bagaimana Menyusun Catatan Arus Kas

Dalam kegiatan usaha dijamin akan terjadi arus keluar masuk uang dan dalam dunia literasi keuangan disebut arus kas. Arus kas harus seimbang, diusahakan antara pemasukan dan pengeluaran dalam kondisi sama. Atau diusahakan pemasukan lebih besar yang menunjukkan usaha dalam kondisi profit.

Supaya bisa mengetahui kondisi ini secara pasti maka pelaku usaha perlu mengikuti pelatihan untuk UMKM yang menjelaskan tentang tata cara menyusun arus kas. Sehingga setiap harinya bisa mengecek sudah keluar uang berapa dan sudah mendapatkan uang berapa saja.

3. Bisa Menyusun Laporan Keuangan

Lewat pengetahuan tentang literasi keuangan, pelaku UMKM juga bisa menyusun laporan keuangan. Meskipun usaha masih berskala kecil namun laporan keuangan harus dicoba untuk disusun sesuai aturan yang ada. Meskipun sederhana. Tujuannya agar memiliki gambaran mengenai kondisi keuangan dari tahun ke tahun.

4. Meningkatkan Efisiensi Biaya

Mampu mengelola keuangan usaha dengan baik juga membantu pelaku UMKM maupun usaha dengan skala lebih besar meningkatkan efisiensi. Efisiensi dari segi biaya, sebab setiap hari mengetahui sudah keluar dana berapa. Sekaligus tahu kapan harus menghemat pengeluaran usaha dan kapan bisa memenuhi kebutuhan usaha yang tertunda.

5. Memahami Betul Kondisi Terkini dari Usaha yang Dijalankan

Tidak adanya laporan keuangan dan catatan keuangan membuat pelaku usaha mudah sekali keliru menafsirkan kondisi usaha yang dijalankan. Bisa jadi usaha selalu ramai dan jumlah uang yang masuk tinggi. Namun, keuntungannya nihil.

Bisa disebabkan karena biaya pengeluarannya juga tinggi dan pemasukan tidak memenuhi. Jika terjadi dalam jangka panjang maka usaha bisa gulung tikar, maka webinar tentang literasi keuangan usaha ini bermanfaat. Sebab membantu peserta yang merupakan pengusaha untuk mengetahui betul kondisi keuangan usahanya.

6. Kemudahan untuk Melakukan Perencanaan

Pelatihan untuk UMKM dari Nextup.id satu ini juga membantu para pelaku UMKM untuk melakukan perencanaan. Yakni menyusun rencana untuk mempersiapkan jalannya usaha seperti apa. Sebab pelaku usaha ini sudah tahu, apakah usaha tersebut siap untuk berinovasi dengan produk baru? Siap untuk berekspansi?

Semua bisa ditentukan dan direncanakan setelah mengetahui kondisi keuangan usaha tersebut. Sehingga keputusan apapun yang disusun pemilik usaha dijamin tepat. Minim resiko usaha menjadi rugi besar dan bangkrut di bagian akhir. Sebab kondisi keuangan mendukung setiap rencana baru yang telah disusun.

Semua materi sudah disampaikan oleh Ibu Abidah, dan kemudian berlanjut ke sesi penyampaian materi promosi produk dari BSI. Pada sesi ini dijelaskan mengenai produk-produk BSI yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha yang dimiliki. Sesi terakhir pelatihan untuk UMKM ini adalah tanya jawab, baik mengenai topik Financial Literacy maupun produk dari BSI.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm

 

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Memahami Business Model Canvas

Memahami Business Model Canvas

Nextup.id yang merupakan penyedia layanan pelatihan UMKM digital memberikan pelatihan secara konsisten. Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM merupakan salah satu dari beberapa program pelatihan yang diselenggarakan. Program ini sendiri diadakan bertepatan dengan pandemi Covid-19 sehingga pelatihan dilakukan secara daring.

Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM terbagi menjadi beberapa kelas yang menyampaikan beberapa materi. Salah satu materi penting di pelatihan ini adalah Business Model Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI. Sesuai dengan namanya, materi ini fokus membahas tentang Business Model dan merupakan kerjasama antara Nextup.id dengan BSI (Bank Syariah Indonesia).

Webinar Business Model Pendampingan UMKM

Webinar dengan tajuk Business Model Pendampingan UMKM merupakan bagian dari Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM. Webinar ini diadakan pada Senin 30 Agustus 2021 yang terbagi menjadi tiga kelas. menghadirkan narasumber Muhamad Muhaimin, S.IP, MA yang meruupakan master G-Coach

Webinar dibuka oleh moderator, yakni Sella Septi Ekasari yang merupakan 1st Puteri Pendidikan Provinsi Banten. Dalam pembukaannya, Sella menjelaskan mengenai pentingnya pemahaman Business Model bagi pelaku UMKM dan termasuk materi penting yang jangan sampai dilewatkan dalam rangkaian kelas pelatihan UMKM digital.

Apa Itu Business Model?

Usai pembukaan oleh moderator, kelas pun dimulai dengan penyampaian materi dari narasumber. Pertama, beliau mengucapkan terima kasih atas kesediaan para peserta webinar yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti kelas dengan materi Business Model.

Kemudian, Business Model menjadi materi penting dalam menjalankan kegiatan usaha. Berfungsi sebagai dashboard yang menjelaskan bisnis atau usaha yang dijalankan oleh pelakunya. Fungsi ini membuatnya menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan dengan baik karena merupakan “wajah” dari usaha yang dimiliki.

Bapak Muhaimin kemudian juga menjelaskan mengenai The Business Model Canvas yang merupakan strategi dalam manajemen sebuah bisnis yang terdiri dari 9 elemen. Sembilan elemen yang dimaksudkan dalam pelatihan UMKM digital ini adalah:

1. Segmentasi Konsumen

Yakni proses menentukan konsumen yang disasar atau dituju, katakanlah sebagai penentuan target pasar. Yakni dengan memperhatikan beberapa kebiasaan dari konsumen secara umum. Misalnya dari segi hobi, kisaran penghasilan bulanannya berapa, kebiasaan belanjanya apakah online, retail, atau grosir, dan lain sebagainya.

2. Hubungan Konsumen (Customer Relationship)

Adalah proses untuk mendapatkan hubungan atau komunikasi dengan konsumen. Ada banyak cara bisa dilakukan untuk membangun komunikasi ini. Misalnya melalui pembuatan website, media sosial dengan mengadakan program giveaway, menjadi sponsor suatu event seperti bazar maupun pameran, dan lain-lain.

3. Saluran (Channel)

Channel merupakan cara pelaku UMKM menjangkau konsumen dan tidak terbatas pada distribusi  namun juga hal lain yang membuat pelaku usaha bisa terhubung dengan konsumen. Contoh dari saluran atau channel ini misalnya channel digital seperti email, blog pribadi, dan lain sebagainya.

Sehingga para peserta pelatihan UMKM digital bisa memilih channel yang sekarang paling sesuai. Disesuaikan dengan karakter konsumen yang sudah ditentukan di komponen paling awal tadi. Sebab tidak semua konsumen cocok didekati dengan media online.

4. Sumber Pendapatan (Revenue Streams)

Merupakan proses untuk mendorong terjadinya penjualan produk dari usaha yang dijalankan. Misalnya saja menyediakan produk yang dijual di lokasi strategis dengan konsumen, menyediakan metode pembayaran transaksi yang beragam, dan bisa menyesuaikan dengan lokasi usaha atau jualan.

5. Sumber Daya (Key Resource)

Adalah proses menentukan siapa yang berperan untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Bisa dari warehouse, pelayan, penjaga meja kasir, dan sebagainya. Tidak hanya dari SDM atau tenaga kerja, key resource juga bisa dari semua aset perusahaan seperti hak paten, merek, dan lain-lain.

6. Hubungan Konsumen (Customer Relationship)

Merupakan proses dimana pelaku usaha perlu membangun komunikasi dan hubungan dengan konsumen. Bisa dengan menghadapi atau melayani konsumen secara langsung. Bisa juga dengan merekrut karyawan khusus yang di training untuk melayani konsumen tersebut.

7. Aktivitas yang Dijalankan Key Activities)

Merupakan aktivitas operasional yang dijalankan sebuah perusahaan untuk bisa mendapatkan konsumen dan pendapatan. Aktivitas ini bisa dengan berjualan di marketplace, berjualan di media sosial, membagikan info promosi di website dan media sosial, dan lain sebagainya.

8. Kerjasama (Key Partnership)

Adalah proses menentukan siapa yang akan diajak bekerjasama. Misalnya mencari vendor untuk menjadi partner menyediakan bahan baku usaha. Pemilihannya tentu saja mempertimbangkan banyak aspek. Mulai dari kualitas bahan baku, kisaran harganya, dan lain sebagainya yang harus disesuaikan kondisi dan kebutuhan.

9. Struktur Biaya

Struktur biaya adalah segala bentuk biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha dimana jenisnya sangat beragam. Misalnya biaya sewa, biaya gaji karyawan, biaya untuk marketing atau pemasaran, dan lain sebagainya. Biaya ini dijelaskan oleh narasumber aka berbeda-beda antara satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya.

Oleh Bapak Muhaimin, kemudian menghimbau seluruh peserta untuk menggunakan buku catatan. Sebab akan dibuat proses pembuatan Business Model Canvas sesuai yang ditampilkan contohnya pada layar. Sehingga para peserta bisa mengisi setiap komponen sesuai dengan karakter usaha yang dijalankan.

Baca Juga: 9 Langkah Jitu Memulai Bisnis

Satu per satu komponen di dalam Business Model Canvas dijelaskan secara mendetail. Salah satunya mengenai Core Business yang mengacu pada fokus utama dari usaha yang dijalankan. Misalnya menentukan apakah mendirikan atau merintis usaha retail, grosir, atau bentuk lainnya. Idealnya pelaku usaha perlu memilih salah satu jangan sampai dicampur-aduk karena bisa kehilangan fokus dan hasilnya kurang maksimal.

Keuntungan Paham Tentang Business Model Canvas

Mengikuti pelatihan UMKM digital dengan tema Business Model Canvas membantu memahami betul apa itu Business Model dengan teknik atau teori Canvas tersebut. Dimana ketika diterapkan oleh para pelaku usaha, seperti pelaku UMKM maka ada banyak keuntungan bisa didapatkan. Misalnya:

  • Lebih mudah mengenal konsumen karena dimulai dengan mengenal konsumen secara umum dan menentukan konsumen mana yang akan dijadikan target utama.
  • Bisa menjalin hubungan baik dan berkomunikasi secara intens dengan konsumen sehingga memperbesar peluang untuk bisa memiliki banyak pelanggan loyal.
  • Fokus dalam menggunakan media promosi yang tepat karena sesuai dengan karakter konsumen yang menjadi target pasar.
  • Memberi efektivitas untuk menjangkau pasar yang luas memakai sejumlah media promosi secara optimal.

Webinar Business Model Canvas kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung selama 30 menit. Pertanyaan demi pertanyaan mulai diajukan para peserta kelas dan dijelaskan secara mendalam oleh narasumber. Bagi peserta yang kebetulan belum sempat mengikuti pelatihan UMKM digital ini secara langsung maka bisa memutar video rekamannya di channel Youtube Nextup.id.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Tips Sukses Membangun Tim Bisnis

Tips Sukses Membangun Tim Bisnis

Nextup.id menjalankan program pelatihan bagi pemilik usaha kecil yang diberi tajuk Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM. Pelatihan ini sendiri bertepatan dengan pandemi Covid-19 sehingga digelar secara online. Penyelenggaraannya dalam bentuk webinar dan menggunakan aplikasi Zoom.

Salah satu webinar dalam program tersebut adalah Webinar Tim Sukses Membangun Tim yang merupakan kelas atau materi tambahan dari webinar series. Pada webinar ini akan fokus pada pemahaman mengenai tata cara mengelola karyawan di usaha. Mulai dari pengaturan penempatan agar sesuai karakter karyawan tersebut.

Webinar Tips Membangun Tim

Webinar dengan materi Tips Membangun Tim digelar secara online lewat aplikasi Zoom, yakni pada Rabu, 15 September 2021. Menghadirkan narasumber M Arif Rahmat yang akrab disapa dengan sebutan Coach Rahmat. Coach Rahmat sendiri merupakan Certified Life Coach yang sudah berkecimpung di dunia coaching di tanah air dan sudah bersertifikasi.

Webinar dibuka oleh moderator, yakni Inna Dinovita,S.Tp yang diketahui merupakan founder dari 4woffice.com. Moderator membuka webinar dengan menyampaikan sekilas mengenai materi pelatihan bagi pemilik usaha kecil yang akan dibahas dan dipimpin oleh Coach Rahmat.

Sesi webinar tambahan ini tentu menjadi angin segar bagi peserta pelatihan. Sebab setiap peserta bisa mendapatkan ilmu tambahan selain dari materi-materi yang sudah dibahas. Mulai dari Product Validation, islamic Business Ethic, dan lain sebagainya. Adapun materi bonus ini merupakan hasil dari permintaan sejumlah peserta.

Coach Rahmat menjelaskan bahwa banyak peserta yang menanyakan mengenai bagaimana tata kelola karyawan. Sebab banyak diantara para peserta yang pusing kenapa karyawannya keluar masuk. Ditambahkan juga oleh Coach Rahmat bahwa belajar tentang teori membangun tim hanya sebentar, tidak sampai satu jam.

Hanya saja yang lama dan memakan waktu adalah prakteknya dan juga kesabaran untuk mencapai tujuan. Yakni merekrut partner dan membangun tim yang solid sekaligus berada di dalam satu frekuensi. Sehingga para pelaku UMKM diharapkan bersabar sampai bisa mendapatkan partner yang benar-benar cocok saat membangun tim.

Bisnis Seperti Apa yang Butuh Tim?

Coach Rahmat menjelaskan bahwa bentuk bisnis atau usaha sangat beragam. Ada usaha yang memang membutuhkan tim ada juga yang bisa dilakukan sendirian. Misalnya pada saat memperhatikan tukang bakso keliling di depan rumah. Terlihat pedagang bakso mendorong sendiri gerobaknya untuk berjualan tanpa memiliki tim dan hal ini berlangsung bertahun-tahun.

Melalui webinar pelatihan bagi pemilik usaha kecil ini diterangkan bahwa niat pelaku UMKM sebenarnya apa dulu? Jika berniat menjadi pedagang maka sah saja tidak membangun tim atau merekrut karyawan. Namun, jika niatnya menjadi pengusaha atau entrepreneur yang menjaring banyak SDM (karyawan) berkualitas.

Maka pelaku UMKM perlu ilmu dalam membangun tim usaha yang sukses. Saat merekrut karyawan, seorang pelaku usaha yang sebenarnya memiliki dua tangan. Kemudian bisa sekejap memiliki enam tangan, karena pekerjaan yang beragam bisa diserahkan kepada karyawan yang sudah direkrut. Hal ini memberi efisiensi baik dari segi waktu, biaya, dan tenaga.

Pelaku usaha yang merekrut tim juga memiliki lebih dari satu kepala. Artinya, pelaku usaha memiliki banyak orang yang bisa menyampaikan ide-ide brilian dalam menjalankan usahanya. Lewat proses membangun tim pelaku usaha mendapatkan banyak sekali manfaat.

Alasan Pengusaha Perlu Membangun Tim

Coach Rahmat melalui pelatihan bagi pemilik usaha kecil juga menjelaskan sejumlah manfaat yang didapatkan oleh pengusaha jika membangun tim. Diantaranya adalah:

1. Memiliki Lebih Banyak Waktu

Pelaku usaha yang sudah memiliki tim yang kuat akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan banyak hal. Baik digunakan untuk mengurus usaha yang bersangkutan maupun untuk mengurus urusan pribadi. Misalnya memutuskan untuk  bersantai di rumah, pergi berlibur, ikut training, dan lain-lain.

2. Memiliki Lebih Banyak Ide

Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, tim yang direkrut adalah “kepala tambahan” dalam usaha yang dijalankan. Sehingga usaha ini kemudian memiliki banyak ide-ide baru yang jika diterapkan akan sesuai dengan kebutuhan usaha. Baik agar bisa bertahan maupun terus berkembang.

3. Menciptakan Profit Lebih Besar

Merekrut tim dalam usaha adalah membangun sebuah sistem berbentuk siklus. Punya tim yang handal akan memberi produk berkualitas bagi konsumen. Sehingga jumlah konsumen terus bertambah dan kemudian memberikan profit lebih besar. Profit ini kemudian bisa terus berkembang seiring berjalannya waktu.

4. Bisnis Tetap Berjalan Tanpa Turun Langsung ke Lapangan

Punya tim yang kuat dan satu frekuensi sebagai hasil dari keikutsertaan dalam pelatihan bagi pemilik usaha kecil. Akan membantu pelaku usaha untuk bisa memiliki orang kepercayaan. Sehingga usaha tetap berjalan tanpa harus membuat pimpinan turun tangan langsung ke lapangan.

Kiat-Kiat Membangun Tim Usaha

Kapan pelaku UMKM perlu memulai membangun tim? Ada banyak faktor yang menunjukkannya mulai dari tugas pemilik usaha yang semakin banyak dan sukar untuk ditangani sendiri. Kemudian juga ketika profit usaha yang dijalankan sudah besar dan cukup untuk menggaji karyawan. Sekaligus muncul keinginan untuk mengembangkan usaha.

Jika berada di salah satu atau semua kondisi tersebut, maka sudah saatnya pelaku usaha perlu membangun tim. Bagaimana caranya? Berikut cara-cara yang disampaikan oleh Coach Rahmat:

1. Merekrut Karyawan yang Tepat

Langkah pertama dalam membangun tim usaha yang tepat adalah merekrut karyawan yang tepat juga. Pelaku usaha perlu mencari tahu kebutuhan usahanya butuh karyawan dengan keahlian apa, jumlahnya berapa, dan sebagainya. Setiap usaha memerlukan tim dengan karakter  berbeda maka perlu mengecek kebutuhan usaha sendiri.

2. Melakukan Training kepada Karyawan

Sukses membangun tim yang mendorong kemajuan usaha perlu membangun karyawan yang terlatih dan punya skill khusus dan terus dikembangkan. Maka tugas pelaku usaha adalah melakukan training atau pelatihan. Supaya karyawan memiliki ilmu dan keterampilan yang sesuai kebutuhan usaha.

3. Membangun Organisasi

Tips membangun tim kuat berikutnya di dalam pelatihan bagi pemilik usaha kecil adalah membangun organisasi. Yakni membagi seluruh tim yang direkrut untuk menduduki jabatan tertentu. Sehingga setiap anggota tim memiliki anggota sub tim yang dipimpin oleh karyawan yang memang pantas dan punya karakter kuat.

4. Memiliki Leadership yang Kuat

Membangun tim yang kuat tentu membutuhkan pemimpin yang tepat, dalam hal ini adalah pelaku atau pemilik usaha. Maka pemilik usaha perlu membangun karakter leadership. Bisa dengan terus mengembangkan diri baik secara formal maupun non formal lewat kursus, pelatihan, seminar-seminar, dan lain-lain.

Membangun tim yang kuat akan membantu usaha yang dimiliki bisa terus berkembang. Sebab tim yang kuat ini ibarat sebuah siklus, dimana pelaku usaha merekrut kemudian mentraining, tim kemudian melayani konsumen dengan baik, dan selanjutnya memberi profit bagi usaha itu sendiri.

Sesi terakhir usai Coach Rahmat menyampaikan materi adalah sesi tanya jawab. Moderator menyampaikan pertanyaan yang diajukan oleh peserta webinar dan dijawab langsung oleh narasumber. Jawaban-jawaban ini tentu saja termasuk materi bonus di dalam webinar pelatihan bagi pemilik usaha kecil dalam Tips Membangun Tim.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan leadership, training leadership, kursus kepemimpinan, pelatihan kepemimpinan, program pengembangan leadership, pelatihan leadership untuk manajer, pelatihan kepemimpinan untuk supervisor, leadership training Indonesia

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Tips Agar Produk Kita Diterima oleh Market

Tips Agar Produk Kita Diterima oleh Market

Nextup.id merupakan salah satu penyedia layanan pelatihan UMKM 2021 yang kemudian mencetuskan program pelatihan berbasis daring. Salah satunya adalah dengan menggelar webinar series yang terdiri dari beberapa kelas dan menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di dunia bisnis.

Memasuki kuartal terakhir di tahun 2021, Nextup menjalin kerjasama dengan BSI (Bank Syariah Indonesia). Kerjasama atau kolaborasi ini menghadirkan webinar series yang masuk ke dalam Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM 2021. Salah satu seriesnya adalah mengambil tema Product Validation.

Webinar Product Validation sendiri terbagi menjadi tiga sesi kelas, yakni Kelas A, Kelas B, dan juga Kelas C. Kelas A sendiri digelar secara daring melalui aplikasi Zoom pada 26 Agustus 2021. Menghadirkan narasumber Lukman Setiawan yang merupakan Coach Business Systemized.

Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM 2021

Nextup.id merupakan perusahaan training, coaching, and consulting yang fokus utamanya adalah mendorong UMKM di tanah air naik kelas dengan mengadakan pelatihan UMKM 2021. Diharapkan UMKM bisa Go Digital dan bisa terus tumbuh. Pada tahun 2021, Nextup.id menghadirkan Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM 2021.

Para peserta yang mengikuti program ini nantinya akan berhak mendapatkan sertifikat, dampingan selama 1 bulan penuh, sekaligus bantuan pendanaan dari BSI. Program ini kemudian terbagi menjadi beberapa tahap, dan salah satunya adalah tahap penyampaian materi Product Validation yang kemudian diadakan secara online.

Pada webinar ini akan dijelaskan mengenai apa itu Product Validation, seberapa penting hal ini dipahami oleh pelaku UMKM, dan bagaimana menerapkannya. Materi ini menjadi salah satu materi penting yang membantu pelaku UMKM untuk fokus pada kualitas produk. Tidak ada menghadirkan produk tanpa memiliki nilai ekstra.

Apa Itu Product Validation?

Moderator webinar Product Validation membuka acara dengan memberi beberapa kata sambutan. Kemudian menjelaskan secara singkat mengenai pengertian dari Product Validation. Jadi, Product Validation merupakan memeriksa apakah produk yang dikembangkan sudah benar, sudah sesuai spesifikasi, atau sudah mencapai tujuan tertentu?

Pengetahuan tentang materi Product Validation sangatlah penting, karena kebanyakan pelaku UMKM dalam membahas produk hanya fokus pada hal teknis. Padahal ada banyak hal perlu dipertimbangkan agar bisa sukses merilis produk ke pasaran. Maka penting untuk merilis bisnis dengan memperhatikan semua aspek yang sudah disebutkan.

Pelaku UMKM dalam pelatihan UMKM 2021 dari Nextup terbantu untuk memahami  betul apa itu Product Validation dan bagaimana penerapan atau implementasinya. Pemahaman ini membantu pelaku UMKM menghadirkan produk yang tidak hanya menarik melainkan juga bermanfaat sekaligus mendukung pencapaian tujuan usaha.

Product Validation Adalah Hal Penting

Oleh narasumber, yakni Lukman Setiawan membuka penyampaian materi dengan menjelaskan bahwa materi Product Validation adalah hal penting. Materi sepenting ini menurut beliau perlu didapatkan dengan sebaik mungkin. Maka diharapkan semua peserta bisa menikmati penyajian materi secara Sersan. Yakni serius tapi santai.

Product Validation merupakan proses untuk menentukan produk dengan tepat dan menyiapkannya dengan baik. Sehingga bisa membantu pelaku UMKM untuk mendapatkan pasar dengan teknik yang tepat. Yakni fokus pada produk yang unggul sehingga produk ini sendiri bisa mempromosikan usaha secara maksimal.

Bapak Lukman menjelaskan bahwa kebanyakan pelaku UMKM memiliki teknik menjalankan usaha seperti pedagang. Yakni hanya fokus untuk menjual produk dan mendapati produk tersebut laku di pasaran. Padahal dalam dunia usaha yang sebenarnya, manajemen produksi sangatlah penting.

Mencakup empat tahapan yang membantu menentukan produk yang berkualitas dan bernilai tinggi. Tahapan tersebut dimulai dari proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pengarahan, dan proses pengendalian. Jika dilakukan dengan baik maka peserta pelatihan UMKM 2021 bisa menghadirkan produk yang mampu menyelesaikan masalah dan sesuai dengan standar.

Produk yang Sesuai untuk Pasar

Pengetahuan tentang Product Validation akan membantu pelaku UMKM menghadirkan produk yang tepat. Suatu produk dikatakan tepat, apabila:

1. Sesuai dengan Permintaan Pasar

Syarat yang pertama dari produk usaha yang tepat dan siap untuk diluncurkan ke pasar adalah sesuai permintaan pasar itu sendiri. Artinya, pelaku UMKM perlu melakukan survei, mengumpulkan data, dan menganalisis kebutuhan pasar. Kira-kira masyarakat saat ini sedang membutuhkan apa?

Produk yang banyak dibutuhkan adalah produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Sehingga pelaku UMKM bisa menghadirkan produk yang mampu mengikuti kebutuhan atau permintaan pasar saat ini. Lebih baik lagi jika mampu menghadirkan produk yang dicari oleh seluruh lapisan masyarakat.

2. Produk Mampu Memuaskan Kebutuhan Pasar

Produk yang baik tidak hanya bisa mengikuti permintaan pasar melainkan juga memuaskan kebutuhan pasar. Misalnya saat pandemi, kebutuhan masker dan hand sanitizer meningkat. Dalam berbagai pelatihan UMKM 2021 banyak dianjurkan untuk menyediakan produk jenis ini.

Namun, untuk bisa bertahan pelaku UMKM juga perlu memberi  keunggulan pada produk supaya bisa memuaskan kebutuhan pasar tersebut. Misalnya menyediakan masker yang bersih, berkualitas, dan sesuai dengan standar WHO. Sehingga tidak asal menyediakan produk melainkan juga menyediakan produk yang memuaskan konsumen.

3. Konsumen Memahami Value Produk dengan Baik

Jika sukses menyediakan produk sesuai permintaan dan mampu memuaskan kebutuhan pasar. Maka konsumen seketika akan menyadari value atau nilai lebih dari produk yang disediakan. Meskipun dibandingkan dengan produk serupa dari kompetitor.

Manfaat Product Validation bagi UMKM

Pemahaman dan penerapan ilmu tentang Product Validation disampaikan juga memberikan banyak sekali manfaat bagi pelaku UMKM. Manfaat tersebut antara lain:

1. Menyediakan Produk yang Unggul

Pemahaman Product Validation akan membantu pelaku UMKM tidak hanya menyediakan produk dan mendapatkan profit. Melainkan mampu menyediakan produk yang unggul, mampu menyelesaikan masalah konsumen, dan selalu dicari. Sehingga bisa memenangkan persaingan lewat kualitas produk yang nyata.

2. Mendapatkan Konsumen Loyal

Jika produk yang dimiliki memiliki keunggulan dan dengan mudah disadari oleh konsumen. Maka akan sukses menggaet lebih banyak konsumen sekaligus memiliki konsumen loyal yang selalu membeli produk yang disediakan. Konsumen loyal adalah aset p

3. Menghemat Biaya Promosi

Biaya promosi bisa ditekan dengan menerapkan Product Validation. Sebab jika kualitas produk sudah terbukti unggul. Maka akan tercipta promosi dari mulut ke mulut, yakni dari satu konsumen ke konsumen lainnya. Sehingga pelaku UMKM tidak perlu boros untuk melakukan promosi lagi.

4. Mampu Menyuplai Produk Secara Kontinyu

Pengetahuan tentang Product Validation membantu UMKM memiliki banyak konsumen setia yang selalu membeli produk. Sehingga bisa terus menyuplai produk kepada masyarakat dan dalam jangka panjang. Sebab kualitas produk sudah terjamin dan punya pasar yang setia.

Product Validation adalah ilmu yang penting untuk dipahami dan diterapkan oleh pelaku UMKM di tanah air. Sehingga meskipun memiliki usaha skala kecil sanggup menyediakan produk unggulan dan dicari oleh pasar. Peserta webinar diharapkan bisa memetik manfaat dari materi pelatihan UMKM 2021 satu ini.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Webinar Islamic Business Ethic bagi Pelaku UMKM

Webinar Islamic Business Ethic bagi Pelaku UMKM

Nextup.id menjalin kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia atau BSI menggelar Program Mentoring and Coaching Sinergi untuk UMKM 2021 yang juga merupakan training wirausaha. Melalui program ini Nextup bersama BSI menggelar sejumlah webinar series yang terdiri dari enam pokok materi utama.

Salah satu materinya adalah tentang Islamic Business Ethic atau Etika Bisnis dalam Islam. Islam merupakan agama atau keyakinan yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Agama Islam kemudian memiliki penjelasan dan panduan yang jelas dan mendasar mengenai berbagai persoalan, salah satunya persoalan bisnis.

Harapannya dengan webinar satu ini para pelaku UMKM mampu menerapkan etika berbisnis yang sesuai dengan ketentuan dalam agama Islam. Sehingga bisa mendirikan usaha yang berkah dan dijamin tidak melenceng dari ketentuan yang diatur di dalam agama atau syariat agama Islam. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Islamic Business Ethic ini?

Program Mentoring dan Coaching Tahun 2021

Sebelum membahas mengenai training wirausaha dengan materi Islamic Business Ethic, maka bisa berkenalan dulu dengan Nextup.id. Nextup.id dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan jasa training, coaching, dan juga consulting. Sehingga membantu pelaku usaha mengikuti dan mengadakan training.

Sekaligus mendapatkan pendampingan dari ahlinya dan juga mendapatkan layanan konsultasi terkait usaha atau bisnis. Nextup.id memiliki tujuan utama membantu para pelaku UMKM untuk bisa Go Digital yang efektif memperluas pasar dan meningkatkan profit usaha. Mencapai tujuan tersebut, di tahun 2021 Nextup menjalin kerjasama dengan BSI.

Melalui jaminan kerjasama ini terbentuk acara-acara webinar yang mengusung materi penting untuk memperkuat posisi UMKM dan membantu mereka tumbuh semakin besar. Program ini sendiri berlangsung di tengah pandemi dan ketika kebijakan PPKM dilaksanakan, maka kelasnya diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Apa Itu Islamic Business Ethic?

Materi penting di dalam Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM 2021 salah satunya adalah Islamic Business Ethic. Webinar ini terbagi menjadi tiga sesi kelas, yakni Kelas A, B, dan juga Kelas C. Diadakan pada Senin, 16 Agustus 2021 memakai aplikasi Zoom. Adapun narasumbernya adalah Nashr Akbar, M.Ec yang merupakan Dosen Institut Tazkia.

Webinar dimulai dengan pembukaan dari moderator, dimana pada Kelas B dipimpin oleh Reni Armaidah, S.E yang merupakan pemilik atau owner dari Jajan’s. Ibu Reni menjelaskan bahwa dalam melaksanakan kegiatan usaha setiap pengusaha bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Namun dalam prakteknya, proses mendapatkan keuntungan ini harus ada etikanya. Sehingga para pelaku UMKM perlu mengikuti training wirausaha tentang Islamic Business Ethic. Supaya bisa mengetahui apa saja etika yang perlu dipahami dan ditaati dalam mengelola kegiatan usaha agar tidak menyalahi etika dalam agama Islam.

Penyampaian materi kemudian dimulai oleh bapak Nashr Akbar, yang menjelaskan bahwa penyampaian materi tentang Etika Bisnis dalam Islam akan berlangsung kurang lebih 1 jam. Dijelaskan bahwa Etika Bisnis dalam Islam merupakan proses menjalankan bisnis yang disesuaikan atau mengikuti panduan syariah Islam.

Etika dalam menjalankan bisnis agar sesuai dalam Islam didasarkan pada hadis yang berbunyi

“Janganlah seseorang yang berjualan di pasar kami ini, kecuali ia telah mendalami ilmu agama.” Atsar (Hr. At Tirmidzi).

Sehingga dalam Islam diketahui ada aturan untuk seseorang bisa menjalankan suatu usaha, yakni paham tentang ilmu agamanya. Sehingga bisa tahu apa saja yang halal dan apa saja yang haram dalam menjalankan kegiatan usaha. Setiap umat muslim tentu wajib memahami tentang ketentuan ini agar usaha yang dijalankan lebih berkah.

Dalam Islam kegiatan usaha diatur dengan jelas karena memang akan berhubungan langsung dengan amal ibadah pelakunya. Segala hal yang dilakukan seorang muslim di dunia maka akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Maka dalam menjalankan usaha harus mengikuti panduan syariah agar bisa lolos proses hisab nanti ketika di akhirat.

Bisnis syariah, disampaikan juga oleh Bapak Nashr memiliki sejumlah karakteristik yang khas. Yaitu:

Berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga semua kegiatan usaha nantinya disesuaikan dengan ketentuan dalam agama Islam.

  • Aspek material dan spiritual, sehingga dalam menggeluti usaha tidak hanya membahas perkara dunia saja melainkan juga perkara spiritual. Yakni termasuk bentuk ibadah di dalamnya.
  • Mengutamakan keberkahan, kebermanfaatan, dan juga kemaslahatan.
  • Terdapat tanggung jawab sosial.

Tujuan Bisnis dengan Mengikuti Etika Islam

Oleh Bapak Nashr juga disampaikan bahwa dengan menerapkan Islamic Business Ethic maka pelaku UMKM yang sudah aktif mengikuti training wirausaha bisa memahami tujuan usahanya. Sebab dalam agama Islam sendiri kegiatan usaha atau bisnis diatur sedemikian rupa untuk mencapai beberapa tujuan berikut ini:

1. Mendapat Keuntungan Tanpa Membebani Orang Lain

Dalam Islam, setiap pelaku usaha diperbolehkan untuk mendapatkan keuntungan. Namun dengan catatan tidak membebani orang lain, misalnya memberikan harga yang terlalu tinggi. Hal ini tidak diperbolehkan di dalam Islam, sehingga persentase keuntungan penjualan harus diperhitungkan sebaik mungkin agar harga ini tidak menjadi beban.

2. Memperoleh Harta untuk Berjuang di Jalan Allah

Tujuan kedua dalam penerapan Islamic Business Ethic dalam training wirausaha dari Nextup.id adalah untuk memperoleh harga yang bisa digunakan berjuang di jalan Allah.

Harta dari keuntungan usaha ini dijamin halal dan bisa digunakan untuk menunaikan sejumlah kebaikan. Misalnya sedekah, membayar zakat, menolong fakir miskin dan anak yatim, dan lain sebagainya.

3. Membumikan Nilai-Nilai Islam

Bagi pelaku UMKM yang mengikuti webinar kemudian bisa paham pentingnya menerapkan etika bisnis sesuai syariah. Tujuannya adalah untuk membumikan nilai-nilai Islam agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Sekaligus membuat nilai-nilai ini diterapkan oleh seluruh pelaku usaha, sehingga nilai-nilai Islam semakin familiar. Hal ini membantu pelaku UMKM berbagi kebaikan dan mendapatkan berkah, sebab mampu menjadikan nila-nilai Islam diterapkan oleh seluruh umat.

4. Berbisnis di Kategori Fi Sabilillah

Usaha yang dijalankan jika mengikuti etika bisnis dalam Islam adalah bisnis atau usaha di kategori Fi Sabilillah. Yakni usaha yang diperbolehkan oleh Allah dan menjadi jalan untuk berjuang. Menolong lebih banyak umat untuk hidup layak karena mampu memenuhi kebutuhannya tanpa merasa terbebani.

5. Memberikan Peluang Pekerjaan

Kegiatan usaha penting dan dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Bahkan disebutkan bahwa dengan berdagang maka seorang muslim mendapatkan 7 dari 9 pintu rezeki. Lewat usaha ini, pelaku UMKM juga bisa membuka peluang atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Usaha yang dijalankan mengikuti etika Islam akan lebih mudah berkembang karena tidak hanya fokus pada keuntungan pribadi namun juga memberi manfaat pada umat atau masyarakat luas. Semakin besar usahanya maka semakin mudah membangun lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Melalui webinar series dengan tema islamic Business Ethic, diharapkan pelaku UMKM yang menjadi peserta training wirausaha mampu menerapkan etika dalam agama Islam. Sehingga mampu mendapatkan keuntungan yang berkah karena tidak membebani orang lain sekaligus menciptakan kondisi pasar yang sehat.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm

 

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat