by M Arif Rahmat | Dec 31, 2021 | Articles
Zaman sekarang pemasaran lebih dominan dilakukan secara online, maka perlu mencoba mengikuti pelatihan digital marketing untuk UMKM. Lewat pelatihan semacam ini nantinya akan dibantu belajar pemasaran secara digital yang dikenal dengan istilah digital marketing. Seperti pelatihan digital marketing dari nextup.id.
Dalam dunia digital marketing ada banyak media online bisa dipilih dan dipelajari sampai matang. Mulai dari mesin pencari, website, marketplace, media sosial seperti Facebook dan Instagram, kemudian aplikasi pesan instan khususnya Whatsapp. WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan yang banyak digunakan, dan cocok digunakan sebagai media digital marketing.

Apa Itu WhatsApp Marketing?
WhatsApp merupakan sebuah aplikasi perpesanan online yang digunakan untuk berkomunikasi dan saling mengirimkan file dalam bentuk video maupun gambar. Aplikasi WhatsApp kini menjadi bagian atau milik dari Facebook, menyatu juga dengan Instagram. Jauh sebelumnya, jumlah pengguna WhatsApp sudah tinggi dan sekarang semakin tinggi lagi.
Sebagai aplikasi perpesanan online yang digunakan banyak orang dan ditunjang dengan sejumlah fitur menarik. Sekaligus sudah tersedia versi WhatsApp Business maka muncul istilah WhatsApp Marketing. WhatsApp Marketing adalah kegiatan promosi online menggunakan aplikasi WhatsApp dan memberdayakan berbagai fitur di dalamnya.
Jika mengikuti pelatihan digital marketing untuk UMKM nextup.id dijamin akan ada materi khusus yang membahas WhatsApp Marketing. Sebab teknik ini sudah digunakan sejak beberapa tahun belakangan dan terbukti efektif. Jadi, inilah alasan kenapa beberapa kontak di WhatsApp yang dimiliki sering jualan lewat fitur tertentu di dalamnya.
Di bawah ini merupakan fitur-fitur whatsapp yang bisa kita maksimalkan untuk penjualan:
WhatsApp Group
Fitur pertama yang sering digunakan untuk kebutuhan promosi lewa WhatsApp adalah WhatsApp Group. Lewat fitur ini pelaku bisnis atau penjual bisa membangun grup yang terdiri atas beberapa kontak. Lewat grup ini kegiatan marketing dilakukan mulai dari share informasi produk, info promo, konten edukasi yang relevan, dan lain-lain.
WhatsApp Broadcast
Fitur kedua yang umum digunakan dalam WhatsApp Marketing adalah WhatsApp Broadcast. Yakni fitur dari WhatsApp yang memungkinkan pengguna mengirimkan pesan yang sama atau satu pesan kepada banyak kontak. Lewat fitur ini, pelaku bisnis bisa membagikan informasi produk, promo, dan lain sebagainya dengan praktis dan cepat.
WhatsApp Story
Fitur ketiga yang juga umum atau sering digunakan untuk promosi adalah WhatsApp Story. Fitur ini pertama kali diperkenalkan oleh Facebook, kemudian merambah ke Instagram, dan diterapkan pula di WhatsApp. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengupdate kegiatannya atau produk jualannya dalam kurun waktu 24 jam.
Semua orang yang kontaknya disimpan di perangkat bisa melihat update status story tersebut. Bagi pengguna dengan tujuan bisnis, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk menawarkan produk yang dijual baik itu barang maupun jasa. Siapa saja yang melihat dan tertarik atau merasa butuh, maka bisa langsung order dengan membalas story tersebut.

Keunggulannya Dibanding Media Promosi Lain
Dalam kegiatan pelatihan digital marketing untuk UMKM dan saat membahas WhatsApp Marketing. Selain dijelaskan bagaimana melakukan promosi dengan aplikasi ini, juga dijelaskan keunggulannya. Keunggulan ini yang menjadi alasan kenapa WhatsApp perlu digunakan untuk kegiatan promosi online. Keunggulan tersebut adalah:
1. Jumlah Pengguna Banyak dan Dikenal Luas
WhatsApp adalah aplikasi perpesanan online yang sudah dikenal luas dan digunakan banyak orang. Menggunakannya untuk promosi memudahkan proses menemukan konsumen atau pelanggan.
2. Fitur Beragam
WhatsApp cocok digunakan untuk kebutuhan promosi karena fiturnya beragam seperti yang dijelaskan sebelumnya. Fitur ini memungkinkan pelaku bisnis untuk melakukan promosi secara kreatif dan variatif. Sehingga bisa terkesan profesional dan fokus pada bisnis yang dijalankan.
3. Mudah untuk Digunakan
Fitur dan segala sistem pengaturan di dalam WhatsApp sangat user friendly. Hal ini membuat WhatsApp mudah untuk dipelajari dan digunakan selayaknya sudah memakainya bertahun-tahun. Sehingga bisa melakukan promosi dengan efektif dan intens untuk menjaring lebih banyak konsumen.
4. Membuat ShortLink
WhatsApp dijelaskan dalam berbagai pelatihan digital marketing untuk UMKM memiliki fitur shortlink. Sehingga ada link khusus yang bisa diarahkan ke kontak dan disetting agar punya pesan instan yang personal.
Setiap orang yang mengklik shortlink secara otomatis bisa punya teks dalam pesan dan tinggal dikirim. Kemudian shortlink ini membuat WhatsApp bisa dihubungkan ke media sosial yang membantu menjaring lebih banyak konsumen.
5. Memasang Tombol Call To Action
WhatsApp juga menghadirkan fitur tombol call to action yang bisa di instal ke website seperti Wordpres. Kemudian ditampilkan di seluruh halaman dan membuat pengunjung bisa langsung terhubung ke kontak bisnis di WhatsApp. Hal ini mendorong terjadinya order dengan cepat.

Cara Melakukan WhatsApp Marketing
Jika sudah paham apa itu WhatsApp Marketing dan keunggulannya, maka selanjutnya adalah melakukan promosi dengan WhatsApp. Berikut tata cara menjalankannya:
1. Mengumpulkan Kontak
Langkah pertama adalah mengumpulkan kontak karena WhatsApp Marketing sifatnya hanya bisa dilakukan pada kontak yang saling menyimpan. Disimpan oleh pelaku bisnis dan para pelanggan. Kontak ini bisa didapatkan dari media sosial dan dari keikutsertaan di ajang pameran. Sehingga bisa berbagi kartu nama berisi kontak WhatsApp dan akun media sosial.
2. Meminta Saling Menyimpan Kontak
Supaya jumlah kontak semakin banyak, pastikan sudah meminta kesediaan mereka untuk menyimpan kontak Anda. Sehingga seluruh konten marketing nantinya bisa dibagikan kepada mereka yang bisa menjadi konsumen potensial.
3. Tawarkan Konten yang Relevan
WhatsApp punya interaksi lebih intens dibanding Instagram dan Facebook, sebab chat yang dikirimkan bisa langsung mendapat respon. Entah sekedar dilihat dan dibaca saja atau langsung mengirimkan balasan. Supaya efektif dan tidak dianggap spam kirimkan konten relevan dengan produk. Pengirimannya jangan setiap hari, melainkan 2 kali saja dalam seminggu.
4. Update Produk di WhatsApp Story
Manfaatkan WhatsApp Story untuk menjaring konsumen dan interaksi. Tawarkan produk yang dijual setiap hari, usahakan story jangan terlalu panjang. Posting konten yang menarik baik dari segi desain visual, penggunaan kata-kata, dan lain-lain.

5. Membuat Grup Jualan
Selanjutnya adalah membuat grup jualan, jika ikut pelatihan digital marketing untuk UMKM akan dijelaskan lebih detail. Jadi, grup ini berisi seluruh kontak konsumen potensial digunakan untuk promosi.
6. Pasang ShortLink ke Media Lain
WhatsApp ShortLink sebaiknya dipasang di media lain, khususnya di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Letakan di bio untuk memudahkan konsumen menghubungi kontak dan melakukan konsultasi atau langsung order.
7. Membalas Chat dengan Cepat
Jika ada chat masuk baik dari website, media sosial, atau media lain dimana shortlink ditanam. Usahakan memberikan balasan secepatnya untuk menunjukan profesionalitas. Jika dalam jam sibuk, silahkan aktifkan pesan otomatis untuk membalas setiap chat yang masuk secara instan.
Melalui penjelasan tersebut, tentunya bisa diketahui bahwa melakukan WhatsApp Marketing tidaklah sulit. Supaya profesional gunakan WhatsApp Business yang fiturnya lebih kompleks. Selain itu, selalu ikuti pelatihan digital marketing untuk UMKM dari Nextup ID supaya bisa belajar digital marketing dari ahlinya. Belajar secara otodidak memang bisa, namun lebih maksimal jika lewat kelas-kelas profesional.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.
by M Arif Rahmat | Dec 30, 2021 | Articles
Media sosial kini umum digunakan untuk jualan, jika ingin mengikuti langkah ini bisa ikut dulu pelatihan UMKM digital. Lewat pelatihan ini, para pelaku UMKM atau usaha kecil menengah bisa belajar digital marketing secara mendalam dan didampingi oleh ahlinya. Saat ini semakin banyak lembaga pelatihan yang menawarkan materi digital marketing.
Para pelaku usaha bisa memilih salah satu yang dirasa kelasnya paling menarik dan biayanya juga sesuai jangkauan. Sehingga bisa belajar digital marketing dengan benar lewat mentor yang sudah ahli dan berpengalaman. Lewat pelatihan ini pula, para pelaku bisnis bisa mengenal kegiatan jualan di media sosial.

Jualan di Media Sosial
Media sosial adalah media online yang dibuat khusus untuk menunjang kegiatan bersosialisasi secara online. Media sosial seiring berjalannya waktu semakin banyak jenisnya. Jika dulu masyarakat hanya mengenal Facebook. maka kini ada Instagram, Twitter, TikTok, Google Plus, dan lain sebagainya.
Beberapa media sosial sangat populer dengan jumlah pengguna yang tinggi dan sering menjadi media yang menyuguhkan konten viral. Media-media sosial seperti inilah yang sering dibahas di dalam pelatihan UMKM digital. Sebab sangat potensial untuk digunakan dalam jualan dan melakukan promosi dengan tujuan branding.
Banyaknya pengguna dan tersedianya sejumlah fitur di media sosial membuatnya ideal untuk kebutuhan promosi. Konten yang diposting di akun tidak hanya bisa kegiatan pribadi yang dianggap menarik dan layak di-share. Bagi akun jualan, konten terkait produk dan konten lain yang relevan dengan produk bisa diposting.
Sehingga pengguna media sosial bisa mengetahui produk yang dijual tersebut, dan jika konten cukup menarik maka mereka bisa menjadi followers. Siapa saja yang merasa tertarik dan membutuhkan produk dalam postingan akan menghubungi kontak yang dicantumkan. Penjualan produk pun terjadi. Jika dikalikan per hari, maka omsetnya bisa lumayan.
Jualan di media sosial ternyata sama efektifnya jualan di marketplace atau media jualan online lainnya. Sehingga media ini sering dimaksimalkan untuk kebutuhan jualan maupun untuk branding produk. Hal ini tidak terlepas dari keunggulan media sosial untuk jualan, seperti:
Jualan di media sosial dalam pelatihan UMKM digital dianjurkan untuk dijadikan pilihan utama. Sebab jualan di media ini sifatnya gratis, bahkan untuk jualan di akun bisnis seperti Instagram Bisnis. Sehingga pelaku UMKM dengan modal minim bisa tampil profesional di media sosial dengan modal hanya kuota dan kreativitas.
- Dikenal dan Digunakan Masyarakat Luas
Media sosial adalah media online yang paling banyak digunakan dan paling utama dikunjungi meskipun saat baru bangun tidur. Hal ini membuat media sosial efektif mendorong penjualan produk. Sebab apa yang diposting akan mudah dilihat target pasar dan kemudian terbentuk order.
Media sosial jenis apapun biasanya didesain ramah untuk pengguna, termasuk pengguna pemula. Semua fiturnya mudah dilihat dan disediakan banyak pilihan bahasa. Sehingga untuk jualan di media sosial dijamin mudah dipelajari dan mudah untuk dipraktekan.
- Membangun Interaksi dengan Konsumen
Media sosial adalah media untuk bersosialisasi, ada banyak fitur disediakan untuk mendukung kegiatan ini. Mulai dari fitur like, share, komentar, pesan pribadi, dan sebagainya. Sehingga jualan di media sosial membantu menjalin kedekatan dengan konsumen dan membuat mereka menjadi pelanggan setia.
- Jangkauan Pasar yang Luas
Media sosial digunakan banyak orang, dalam satu negara jumlah penggunanya bisa puluhan sampai ratusan juta orang. Semua pengguna kemudian menjadi konsumen potensial. Sehingga jualan di media sosial membantu mendapatkan pasar yang luas.

Cara Jualan di Media Sosial
Media sosial dengan potensinya yang tinggi dalam mendongkrak omset penjualan, membuatnya menjadi materi menarik dalam berbagai pelatihan UMKM digital. Usai mengikuti pelatihan, para pelaku bisnis akan langsung melancarkan strategi digital marketing di media sosial tertentu yang dianggap potensial.
Supaya sukses dan bisa meraih omset tinggi sekaligus punya pelanggan tetap atau pelanggan setia. Maka lakukan kegiatan jualan di media sosial dengan cara-cara berikut ini:
1. Pilih Media Sosial yang Sesuai
Cara pertama adalah memilih media sosial yang tepat. Pada awal merintis bisnis jualan di media sosial tentunya tidak mungkin bisa mengelola banyak media sekaligus. Sehingga perlu dipilih yang sekiranya paling sesuai dengan produk dan mudah untuk dikelola.
Biasanya perlu melihat target pasar, misalnya saja target pasarnya adalah anak muda. Maka bisa memaksimalkan jualan di Instagram dan TikTok, sementara jika pelanggannya ibu rumah tangga misalnya bisa mengutamakan Facebook dan instagram. Bisa juga hanya memilih satu media sosial saja, supaya bisa konsisten dan mengelolanya dengan profesional.
2. Posting Konten Variatif dan Relevan
Postingan adalah kekuatan utama di dalam media sosial sebab semakin menarik semakin membuat produk terlihat berkualitas. Hal ini akan mendorong lebih banyak orang tertarik untuk membelinya. Jadi, usahakan posting konten yang menarik, variatif, dan relevan.
Disebut relevan, karena postingan di akun jualan tentu tidak bisa hanya produk saja. Perlu diselingi dengan konten lain, baik itu hiburan, edukasi, maupun permainan. Berikan konten variatif agar terkesan akun dikelola pelaku bisnis profesional. Dalam pelatihan UMKM digital hal seperti ini tentunya dibahas sampai tuntas.
3. Lengkapi dengan Kalimat Menarik
Postingan di media sosial tentunya tidak cukup hanya gambar atau ide. Lengkapi juga dengan kalimat yang menarik dan mengundang siapa saja untuk melakukan aksi. Yakni menghubungi kontak, baik untuk tanya-tanya maupun untuk langsung melakukan pembelian produk.

4. Desain Visual Perlu Dimaksimalkan
Masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai konten visual, maka desain perlu dibuat menarik dan berkualitas. Yakni punya resolusi tinggi dan dibuat dengan konsep unik dan menarik. Desain yang luar biasa bisa mendatangkan banyak followers dan kemudian menjadi pelanggan setia.
5. Membangun Interaksi
Media sosial dalam digital marketing menjadi media yang membantu membangun interaksi. Baik komunikasi intens maupun hubungan baik dengan semua konsumen. Maka lakukan interaksi, misalnya saling membalas komentar, kemudian juga secepatnya membalas pesan yang masuk.
6. Mudahkan Konsumen Menghubungi dan Melakukan Order
Jualan di media sosial, dalam pembelajaran di sebuah pelatihan UMKM digital juga akan dianjurkan untuk memberi kemudahan pada konsumen. Yakni kemudahan untuk menghubungi kontak dan melakukan order.
Jadi cantumkan kontak di setiap postingan, bio, profil, dan sebagainya. Tanamkan link yang terhubung ke kontak WhatsApp untuk memudahkan siapa saja yang tertarik pada produk untuk langsung menghubungi admin atau CS.

7. Naikan Iklan
Media sosial tertentu menyediakan fasilitas iklan berbayar atau ads, sifatnya yang berbayar mendukung jangkauan pasar yang lebih luas. Jika ada dana atau modal bisa memanfaatkannya. Menaikan iklan di media sosial bisa memperluas pasar, menambah followers, dan meningkatkan omset penjualan.
Cara jualan di media sosial memang bergantung pada konten, semakin menarik semakin baik. Posting perlu diatur jangan terlalu sering, maksimal sehari 3 kali atau kurang yang terpenting konsisten sekaligus bervariasi. Supaya bisa optimal jualan di media sosial usahakan ikut pelatihan UMKM digital nextup.id untuk bisa belajar lebih mendalam.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.
by M Arif Rahmat | Dec 28, 2021 | Articles
Jika aktif mengikuti pelatihan UMKM digital maka akan mengetahui betul pentingnya kegiatan promosi untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan. Dulunya, promosi dan segala bentuk pengembangan usaha mengandalkan hal-hal yang bersifat teknis. Misalnya mengandalkan harga produk, kualitas layanan, strategi pemasaran, dan sebagainya.
Namun seiring berjalannya waktu ketika revolusi industri 4.0 mulai berkembang. Hal-hal yang sifatnya teknis ini kemudian menjadi kurang maksimal dalam mendukung kegiatan promosi dan pengembangan usaha. Hal ini kemudian membuat pelaku usaha memilih teknik customer centric, dimana memusatkan perhatian pada pelanggan. Salah satunya dengan teknik story telling.

Pengertian Story Telling
UMKM di masa dulu lebih banyak berjualan di tepi jalan yang kemudian akrab disebut sebagai pelaku usaha kaki lima. Namun di era digital seperti sekarang pelaku UMKM kemudian kebanyakan berfokus pada usaha berbasis online. Banyak yang menjual produknya secara online baik itu melalui media sosial, marketplace, website, dan lain-lain.
Supaya pelaku UMKM ini bisa dekat atau membangun kedekatan dengan pelanggan dan mendapatkan kepercayaan mereka untuk menjadi pelanggan loyal. Banyak yang kemudian menerapkan teknik story telling. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan teknik story telling tersebut?
Story telling dalam usaha adalah metode untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan lebih menarik untuk mengubah perasaan audiens. Audiens dalam kegiatan usaha ini adalah para konsumen. Teknik story telling dalam berbagai pelatihan UMKM digital dari Nextup.id misalnya, juga dijelaskan sebagai teknik pemasaran secara psikologi.
Lewat teknik ini, pelaku usaha bisa melakukan pendekatan secara psikologis kepada pelanggan. Yakni fokus kepada perasaan mereka untuk lebih menyukai dan lebih memilih produk yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Sehingga dalam teknik ini, seorang content creator maupun content writing perlu menyampaikan informasi yang menyentuh pelanggan.
Kisah inspiratif, kisah perjuangan, dan sebagainya yang relevan dengan produk kemudian menjadi bentuk-bentuk dari story telling. Meskipun ada istilah story atau cerita, namun dalam story telling tidak lantas menyusun cerita yang panjang seperti cerpen maupun novel. Biasanya dibuang ringkas, padat, jelas, dan punya efek menyentuh perasaan pelanggan.

Tips Sukses Jualan dengan Story Telling
Meskipun terdengar mudah, pembuatan story telling ternyata tidak bisa dikatakan mudah. Sebab prinsip dasarnya mirip dengan membuat cerpen atau novel dalam versi dibuat sangat singkat sekaligus menyentuh. Bagi pelaku UMKM, teknik ini sangat direkomendasikan untuk bisa mendapatkan perhatian publik dan mendapatkan hati mereka.
Supaya sukses dengan teknik story telling, pastikan ikut pelatihan UMKM digital seperti yang diselenggarakan Nextup.id. Kemudian lakukan juga beberapa tips berikut ini:
1. Gunakan Nama atau Judul Story Telling yang Tepat
Tips jualan yang pertama menggunakan teknik story telling adalah menentukan judul dari cerita tersebut, bisa disebut nama. Judul ini berisi nama usaha yang dijalankan maupun brand produk yang diusung atau dirilis ke pasaran.
Sebaiknya menggunakan nama atau judul yang tepat, yakni yang singkat, menarik, dan mudah diingat. Misalnya saja seseorang ingin menjual sepatu dan awalnya ingin memakai judul “Sepatu Bagus dari Yorim”.
Nama ini terlalu panjang, bisa dipersingkat menjadi “Sepatu Yorim”. Efeknya lebih menyentuh, mudah diingat, dan memiliki makna yang terkesan lebih dalam. Jadi usahakan tidak memakai nama atau judul yang kelewat panjang dan justru menjadi kurang fokus.
2. Menggunakan Gaya Cerita yang Menarik
Gaya bercerita menjadi fokus berikutnya yang perlu ditentukan dalam membuat story telling yang menarik. Mulailah dulu menentukan tema yang dekat dengan keseharian atau masalah dari pelanggan. Kemudian buat solusi dari produk yang disediakan.
Ceritakan kondisi yang menyentuh perasaan pelanggan dan berhubungan dengan keseharian mereka. Sehingga terasa sangat relevan dan lebih ampuh menyentuh perasaan pelanggan. Gunakan video lalu isi dengan suara sebagai pembaca alur cerita, hal ini akan membuat video lebih menyentuh dan mudah dipahami.
3. Berusaha Mendapatkan Kepuasan Pelanggan
Story telling melalui sejumlah pelatihan UMKM digital juga dijelaskan akan lebih efektif jika pelaku UMKM fokus kepada kepuasan pelanggan. Pelaku UMKM bisa bercerita pengalaman sendiri menangani konsumen dengan segala karakternya yang khas.
Entah itu pemarah, jutek, susah dihubungi, dan lain-lain. Kemudian ada di suatu titik, pelaku usaha bisa meyakinkan pelanggan tersebut. Ceritakan hal ini dan bisa menjadi story telling dengan kekuatan hebat mendatangkan lebih banyak pelanggan baik.

4. Sesuaikan dengan Karakter Pelanggan
Kembali ke gaya bercerita, kali ini akan membahas kepada tema dan gaya bahasa yang digunakan. Usahakan memilih tema dan gaya bahasa yang sesuai karakter pelanggan. Jika remaja pilih tema khas kehidupan remaja dan memakai bahasa khas dalam keseharian mereka. Hal ini akan lebih mudah menyentuh perasaan pelanggan.
5. Buat Tim Marketing Bahagia
Banyak pelaku UMKM mencoba untuk fokus membahagiakan tim marketing atau karyawan yang dimiliki. Hal ini ternyata cukup penting dalam membangun story telling. Sebab, konon saat karyawan bahagia maka mereka lebih kreatif dan punya ide-ide menarik termasuk ide cerita story telling yang efektif.
6. Hindari Klaim Palsu dan Berlebihan
Di berbagai pelatihan UMKM digital juga dijelaskan bahwa story telling yang baik dan menarik adalah tetap mengedepankan kejujuran. Yakni berkaitan dengan manfaat produk dan kelebihan yang dimiliki. Memang normalnya pelaku UMKM manapun akan berusaha tampil lebih unggul dari kompetitor.
Hanya saja memilih melakukan klaim palsu akan menjadi boomerang. Story telling yang baik adalah menyampaikan keunggulan produk dan perusahaan secara jujur. Sehingga bisa dibuktikan langsung oleh para pelanggan, dan kemudian memberi efek positif dalam jangka panjang.
7. Membuat Iklan Sekuel
Story telling dalam kegiatan usaha juga bisa lebih menarik dan efektif jika dibuat sekuel. Jadi, misalnya saja membuat iklan yang memainkan perasaan pelanggan dan dibuat ada 3 episode atau lebih. Satu iklan ditayangkan dulu, kemudian selang beberapa minggu atau bulan baru episode kedua dan seterusnya.
Teknik ini akan lebih mudah mendapatkan perhatian pelanggan sekaligus memenangkan hati mereka. Jadi, bisa diterapkan dan cocok untuk story telling yang cukup panjang.
8. Memanfaatkan Website dan Media Sosial
Story telling tentunya butuh media untuk dipublikasikan dan menyentuh hati lebih banyak pelanggan. Pelaku UMKM bisa memanfaatkan media sosial untuk memposting video maupun gambar berisi story telling yang sudah dipersiapkan.
Kemudian imbangi juga dengan mempublikasikannya di website resmi. Sehingga ada lebih banyak orang mengetahui story telling tersebut, tersentuh, dan kemudian menjadi pelanggan loyal.

Contoh Story Telling
Salah satu contoh story telling adalah yang disampaikan brand Zappos di akun media sosialnya. Pada postingan tersebut, brand sepatu ini menceritakan kisah ada pelanggannya yang komplain pada sepatu yang diterimanya.
Tim Zappos kemudian merespon dengan cepat dengan mengirimkan sepatu baru sebagai gantinya. Pelanggan pun merasa puas dan mengucapkan terima kasih, pengalaman ini kemudian dipublikasikan Zappos dan kemudian bisa memenangkan hati lebih banyak pelanggan sampai sekarang.
Contoh tersebut menjelaskan bahwa membuat story telling tidak harus dari cerita imajinasi, melainkan dari pengalaman pribadi perusahaan. Supaya lebih mudah lagi menemukan ide-ide story telling ada baiknya ikut pelatihan UMKM digital Nextup.id.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.
by adminnextup | Dec 26, 2021 | News
Nextup yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia sukses menggelar program mentoring dan coaching UMKM Sinergi 2021. Gelaran program tersebut mendapatkan antusias cukup besar dari para pelaku UMKM. Ada lebih dari 600 UMKM yang mendaftar secara gratis dalam program pembinaan dan pendampingan tersebut. Dan akhirnya terpilih 150 peserta yang lolos seleksi. UMKM yang lolos seleksi tersebut berkesempatan untuk mengikuti sejumlah rangkaian program UMKM Sinergi.
Program UMKM Sinergi 2021 yang diselenggarakan selama dua bulan yaitu pada bulan Agustus hingga September 2021 tersebut memiliki serangkaian kegiatan webinar yang diikuti oleh para peserta. Salah satu materi webinar yang dibekalkan kepada para peserta dalam program tersebut adalah Coaching for Business Owner. Webinar coaching bisnis bertajuk “Collaboration for Success” tersebut diselenggarakan pada hari Selasa, 28 September 2021 pada pukul 13.00-15.00 WIB. Webinar diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Webinar coaching bisnis ini melibatkan beberapa coach profesional yang berpengalaman di bidangnya seperti Coach Widi, Coach James, Coach Florence, Coach Joe, Coach Rini, serta Coach Lusi. Masing-masing coach akan menangani beberapa pelaku UMKM secara face to face melalui private room sehingga interaksi yang terjadi bisa lebih mendalam. Dalam sesi coaching tersebut, para coach bisa menggali berbagai permasalahan usaha dan menemukan goal dari pelaku UMKM tersebut.
Pada pembukaan kegiatan webinar coaching bisnis, Coach Widi menjelaskan bahwa ada beberapa upaya yang bisa dilakukan dalam pemeberdayaan UMKM supaya naik kelas. Salah satunya adalah melalui coaching atau pendampingan. Coaching ini bisa diberikan bagi pelaku UMKM yang sudah memiliki pemahaman terhadap dunia usaha namun masih memerlukan bantuan dan tataran praktis yang diharpkan bisa menjadikan UMKM memiliki kualitas yang lebih baik.
Tentunya sebelum menyampaikan beberapa poin penting terkait coaching bisnis tentang “Collaboration for Success” atau kolaborasi untuk kesuksesan, peserta juga diberikan penjelasan terlebih dahulu tentang apa itu coaching, apa yang menjadi parameter coaching, dan mengapa coaching ini diperlukan bagi para pengusaha termasuk pelaku UMKM.
Perbedaan Coaching, Mentoring dan Conseling
Selama ini, masih banyak orang menganggap bahwa coaching, mentoring, dan conseling merupakan kegiatan yang sama. Padahal ketiganya memiliki pengertian dan tujuan yang berbeda. Inilah mengapa penting untuk dipahami terlebih dahulu apa sebenarnya coaching itu sendiri. Mengutip dari International Coach Federation, coaching merupakan hubungan kemitraan antara coach dan individu yang dijalin melalui proses kreatif untuk memaksimalkan potensi personal dan profesional dirinya.
Ada beberapa alasan pentingnya coaching bagi business owner atau pemilik bisnis, antara lain:
- Bisa membantu pemilik usaha untuk mengembangkan bisnisnya lebih cepat
- Memudahkan dalam proses peningkatan profit atau keuntungan bisnis
- Membantu dalam pengembangan tim
- Membantu mengembangkan kemampuan kepemimpinan
- Membantu pemilik bisnis dalam menemukan passion yang sesuai
Selain itu juga dijelaskan beberapa parameter coaching bisnis, yaitu:
- Tujuan yang ingin dicapai oleh pemilik usaha
- Jangka waktu pelaksaan coaching
- Tolak ukur sebagai bagian dari capaian
- Area-area pengembangan
- Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pencapaian

Kolaborasi untuk Kesuksesan
Kaitannya dengan tema coaching bisnis dalam program mentoring dan coaching UMKM Sinergi 2021 yaitu Collaboration for Success, Coach Widi juga menyampaikan bahwa memasuki era industri 4.0 ini para pelaku UMKM harus mulai menyadari pentingnya menjalin kolaborasi. Dengan kolaborasi tersebut maka bisa menghasilkan sesuatu yang lebih impectfull dalam kegiatan sehari-hari.
Melalui kolaborasi yang terbangun, maka akan ada banyak kemungkinan untuk bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan lebih besar. Nantinya, dengan kolaborasi, UMKM bisa tumbuh naik kelas bahkan berkesempatan untuk go internasional. Tentunya, coaching sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha yang ingin berkolaborasi supaya memberikan hasil yang sesuai dengan goal atau tujuan.
Kolaborasi merupakan cara yang sangat efektif untuk semua pelaku bisnis, terutama pelaku UMKM terlepas industri dan jenis bisnis apa yang dimiliki. Adanya koneksi dengan pihak lain, ini akan lebih memungkinkan untuk pengemabngan bisnis ke level berikutnya. Sebagian pemilik usaha terutama yang baru merintis seringkali beranggapan bahwa pihak lain sebagai pesaing sehingga apapun yang diciptakan oleh kompetitor ini akan memnimbulkan kecemasan tersendiri. Hal ini tentu bisa menyulitkan pengembangan usaha. Padahal dalam menjalankan usaha atau bisnis, meminta saran ataupun bantuan kepada pihak lain menjadi hal yang sangat wajar dilakukan. Inilah mengapa perlu membangun kolaborasi bisnis.

Ada beberapa alasan mengapa pelaku usaha perlu mempertimbangkan untuk melakukan kolaborasi bisnis:
- Bisa mendapatkan inspirasi baru
Melalui kolaborasi, pelaku usaha bisa mendapatkan berbagai wawasan baru dari pihak yang berkolaborasi dengannya. Ini akan membantu meningkatkan cara berpikir sehingga menghasilkan kreativitas, mendapatkan cara pandang yang baru, dan akhirnya bisa membantu menyelesaikan masalah dengan lebih efektif.
- Membantu memperluas jaringan
Menjadi sukses dalam bisnis dibutuhkan konsistensi dalam membangun koneksi dengan banyak pebisnis lainnya terutama dengan siapapun yang berpotensi untuk berkolaborasi. Dengan kolaborasi yang dibangun, ini akan memperluas jaringan dengan pihak lain yang mungkin belum dikenal sebelumnya berkat adanya rekan kolaborasi.
- Kolaborasi menjadi proses pembelajaran
Kolaborasi bisnis membuka peluang besar untuk belajar berbagai hal baru. Setiap interaksi dengan orang-orang baru akan mejadi pembelajaran baru. Misalnya, kolaborasi yang melibatkan dua orang profesional maka ini akan membawa dua perspektif, keahlian, dan keunggulan yang berbeda. Proses ini akan memberikan kesempatan untuk mempelajari sesuatu.
- Menyelesaikan masalah lebih efektif
Dalam menjalankan bisnis pastinya akan muncul berbagai masalah. Ketika masalah tersebut terasa sulit untuk diselesaikan oleh satu orang maka dengan menjalin kolaborasi hal ini memperbesar peluang untuk bisa menyelesaikan permasalahan bisnis lebih efektif. Bahkan bisa memunculkan solusi-solusi baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Meskipun kolaborasi bisnis memberikan banyak manfaat dalam merain keberhasilan, tentu tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Inilah mengapa pelaku usaha memerlukan proses coaching. Melalui coaching tersebut maka akan bisa digali potensi yang ada pada pelaku usaha serta kolaborasi seperti apa yang diinginkannya. Program coaching of business owner diharapkan bisa memberikan pengembangan aspek usaha UMKM dari sisi pelaku UMKM itu sendiri. Bagaimanapun setiap usaha membutuhkan pelaku yang penuh komitmen konsisten dan penuh semangat dalam memajukan usahanya ke level yang lebih baik. Setiap pelaku UMKM membutuhkan target, tujuan, serta coach untuk membuat usahanya naik kelas.
Antusiasme para peserta yang ikut dalam kegiatan coaching cukup besar karena ini bisa menjadi kesempatan untuk bertanya dan berinteraksi lebih mendalam dengan para coach profesional yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Diharapkan melalui kegiatan coaching tersebut bisa membantu para UMKM untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Selain mentoring dan coaching, Nextup juga menyelenggarakan berbagai sesi webinar training bisnis dan kewirausahaan bagi pelaku UMKM ataupun lainnya untuk membawa bisnis naik kelas ke level berikutnya.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.
by M Arif Rahmat | Dec 24, 2021 | News
Nextup bersama 4W Office sukses menggelar Workshop Digital Marketing pada hari Senin, 22 November 2021. Kegiatan workshop yang bertajuk “Optimalisasi Facebook dan Instagram untuk Bisnis UMKM” ini diikuti oleh 10 peserta. Workshop yang berlangsung selama 3 jam yaitu mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB tersebut diselenggarakan di 4W Office, Jalan Bubulak no A-4, Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Investasi yang perlu dikeluarkan untuk mendapatkan sejumlah materi workshop pun terbilang cukup terjangkau. Hanya dengan Rp 150.000 saja, peserta bisa mendapatkan materi-materi berkualitas untuk meningkatkan pengetahuan dna ketrampilan dalam digital marketing terutama melalui media Facebook dan Instagram. Sedangkan bagi peserta yang mengajak tim maka hanya perlu membayar Rp 250.000 yang berlaku untuk dua orang peserta.

Dengan diselenggarakannya workshop digital marketing yang lebih fokus pada pengoptimalan dan pemanfaatan Facebook dan Instagram, diharapkan para peserta bisa meningkatkan bisnis UMKM naik kelas, banjir orderan, dan berkesmepatan untuk mendominasi pasar. Mengikuti workshop tersebut bisa menjadi salah satu investasi terbaik yang akan menjadikan bisnis UMKM memiliki masa depan lebih baik.
Kegiatan workshop digital tersebut dipandu oleh dua narasumber keren yaitu M Arif Rahmat yang merupakan Digital Merketing Expert dan Inna Dinovita selaku Founder 4W Office. Pada awal pembukaan workshop, M Arif menjelaskan pentingnya digital marketing di era saat ini di era industri 4.0 yang mana hampir segala sesuatu dalam bisnis sudah berhubungan dengan dunia digital. Bagaimanapun kegiatan pemasaran atau marketing berperan sangat penting untuk keberhasilan sebuah bisnis terutama dalam bisnis UMKM. Melalui digital marketing diharapkan bisa menarik lebih banyak calon pelanggan dan target pasar yang bisa dijangkau pun lebih luas. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada peningkatan omset bisnis yang bersangkutan.
Pentingnya Digital Marketing
Dalam sejumlah pelatihan UMKM pun tak jarang disinggung pembahasan tentang pentingnya digital marketing saat ini. Ada beberapa alasan mengapa pelaku bisnis khususnya UMKM perlu memanfaatkan digital marketing untuk bisnisnya:
- Lebih mudah mendatangkan pelanggan
Sebagian besar calon pelanggan memanfaatkan media digital baik media sosial, website, ataupun lainnya untuk menemukan informasi yang berkaitan dengan usaha yang dibutuhkan tanpa batasan waktu, ruang, dan jarak. Hal ini tenti sangat berpengaruh terhadap peluang mendatangkan pelanggan bagi bisnis yang dikelola.
- Bisa meningkatkan omset penjualan
Selain memperbesar peluang mendatangkan pelanggan, memanfaatkan digital marketing juga bisa memperbesar peningkatan omset penjualan suatu produk. Media digital bisa menjangkau pelanggan lebih luas bahkan ke semua kalangan.
- Lebih hemat biaya iklan dan promosi
Pemasaran menjadi salah satu pos yang sangat penting untuk diperhatikan karena keberhasilan bisnis sangat berpengaruh terhadap bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan. Dan, biaya promosi atau biaya pemasaran pun merupakan pos yang cukup besar dalam menjalankan sebuah bisnis. Biaya tersebut bisa lebih ditekan ketika memanfaatkan media digital sebagai media pemasaran karena tidak perlu ad abiaya pencetakan poster, pemasangan baliho, dan lainnya. Bahkan banyak pemasaran digital yang bisa dilakukan secara gratis.
Kanal digital yang bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk memasarkan produknya pun banyak dan bervariasi. Media sosial menjadi salah satu kanal pemasaran yang sangat ampuh karena pelaku bisnsi bisa menyampaikan informasi produknya serta promosi bisnis sesuai dengan target pasar yang diinginkan dan bahkan langsung kepada orangnya. Pastinya cara ini jauh lebih efektif dibandingkan melakukan beberapa strategi pemasaran lain seperti memasang baliho, menempel poster, ataupun membuat spanduk yang tak jarang cukup melelahkan dan menghabiskan biaya yang tak sedikit namun hasilnya belum optimal. Hal inilah yang membuat para narasumber pun mengajak para peserta untuk aktif menggunakan media sosialnya sebagai salah satu kanal pemasaran sehingga mampu meningkatkan omset bisnisnya.
Ada beberapa pilihan media sosial yang bisa dijadikan sebagai media pemasaran bisnis. Facebook dan Instagram bisa jadi pilihan yang sangat potensial. Keduanya memiliki pengguna yang sangat besar di Indonesia. Pengguna Facebook Indonesia saat ini sudah lebih dari 140 juta dan Instagram hampir menyentuh angka 100 juta pengguna. Dengan jumlah pengguna yang terbilang sangat fantastis, tentu akan sangat menguntungkan ketika bisa memanfaatkannya untuk pemasaran bisnis UMKM.
Optimasi Media Sosial
Selain tingginya jumlah pengguna media sosial terutama Facebook dan Instagram, ada beberapa alasan lain mengapa pelaku bisnis perlu melakukan optimalisi terhadap media sosial untuk bisnisnya:
- Bisa lebih mudah berinteraksi dengan konsumen
Media sosial menawarkan cara yang menarik dan menyenangkan untuk bisa berinteraksi dengan konsumen. Pemilik bisnis bahkan bisa melakukan tanya jawab tentang produknya kepada para konsumen melalui media sosialnya.
- Memungkinkan untuk meningkatkan visibilitas merek
Media sosial juga memungkinkan untuk peningkatan visibilitas merek terutama kepada orang-orang yang belum mengenal merek tersebut sebelumnya. Dengan unggahan konten yang menarik ini bisa menambah nilai merek di mata konsumen yang tertarget.
- Sebagai media word of mouth terluas
Word of mouth atau mulut ke mulut menjadi salah satu media pemasaran yang cukup ampuh dalam berbisnis terutama di kalangan UMKM. Melalui media sosial, konsumen bisa dengan mudah meninggalkan review ataupun merekomendasikan produk kepada orang lain.
- Membantu dalam targeting konsumen
Bisnis yang dijalankan tanpa adanya targeting akan membuat sumber daya secara tidak efektif. Media sosial bisa membantu dalam targeting tersebut. Media sosial bisa menyesuaikan konten promosi dengan target konsumen.
Sebagai pemilik bisnis pemula ataupun pelaku UMKM dengan modal terbatas, biaya pemasaran tentu menjadi hal yang perlu diperhatikan. Untungnya, media sosial memfasilitasi penggunanya untuk beriklan dengan biaya yang relatif terjangkau bahkan ada yang gratis.
- Meningkatkan penjualan atau omset bisnis
Inetraksi dengan konsumen potensial bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk menjadikan mereka sebagai pelanggan. Pastinya ini berpengaruh pada peningkatan angka penjualan produk dan kenaikan omset bisnis.

Tentunya dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengoptimalisasi Facebook dan Instagram untuk pemasaran bisnis. Ada sejumlah materi yang diberikan kepada para peserta untuk pembekalan dalam workshop digital marketing tersebut, antara lain:
- Menentukan target market
- Memahami algoritma sosial media’menentukan jenis sosial media
- Membuat konten marketing
- Beriklan di Facebook dan Instagram
Selain mendapatkan beberapa materi penting untuk mengoptimalisasi Facebook dan Instagram sebagai media digital marketing bagi pelaku UMKM, para peserta juga berhak mendapatkan bonus yaitu template desain siap pakai dan bonus materi Canva yang mana keduanya juga bisa dimanfaatkan untuk lebih mengoptimalkan media sosialnya untuk kemajuan bisnisnya.
Setelah pembahasan semua materi disampaikan oleh para narasumber, pada kegiatan workshop tersebut juga dibuka sesi tanya jawab. Para peserta tampak aktif bertanya kepada para narasumber untuk menggali informasi lebih banyak tentang optimalisai Facebook dan Instagram untuk bisnis mereka. Para narasumber juga sangat antusias dan tertarik untuk menjawab satu per satu pertanyaan dari para peserta dengan pembahasan yang mudah dipahami. Pastinya ini sangat membantu para peserta untuk lebih memahami materi workshop tersebut.
Workshop digital marketing bertajuk “Optimalisasi Facebook dan Instagram untuk Bisnis UMKM” mendapatkan antusiasme yang sangat besar. Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa memberikan banyak manfaat bagi kelancaran bisnis UMKM sehingga bisa naik ke level berikutnya. Tentu saja, masih banyak agenda workshop ataupun training bisnis yang akan digelar Nextup ke depannya untuk membawa bisnis naik kelas.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat.