by M Arif Rahmat | Mar 29, 2022 | News
Kondisi pandemi harus diakui memberi pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan siapa saja di masyarakat. Pengaruh yang ditimbulkan mempengaruhi nyaris semua aspek dalam kehidupan. Mulai dari kesehatan fisik, mental, sampai pengaruhnya pada kondisi ekonomi yang mengalami penurunan sangat pesat.
Semasa pandemi tidak terhitung berapa orang yang kehilangan pekerjaan dan berapa jumlah perusahaan yang gulung tikar. Pandemi memberi pukulan berat di sektor perekonomian yang mempengaruhi hajat hidup nyaris semua orang. Pasca pandemi proses recovery atau pemulihan perlu dilakukan.
Webinar Recovery Pasca Pandemi
Pengaruh pandemi yang sangat besar dan juga luas memang menjadi perhatian semua pihak, baik yang terpengaruh maupun yang sebaliknya. Pandemi yang membuat perekonomian menjadi sangat sulit memang harus disikapi dengan baik. Sebab pandemi tentu akan berakhir, dan memasuki tahun 2022 titik cerah mulai terlihat.
Tahun 2022 kemudian menjadi masa terbaik untuk melakukan pemulihan kondisi usaha dan perekonomian secara luas. Hal ini yang mendorong Nextup.id untuk menggelar webinar bertajuk Recovery Pasca Pandemi. Tujuan webinar ini adalah untuk membentuk growth mindset, melewati tantangan, dan meraih peluang.
Webinar diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada 17 November 2021 pada pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB. Acara webinar ini sendiri dipandu oleh Inna Dinovita, S. TP selaku moderator. Kemudian menghadirkan Ir. Prayudy Widyanto, MM yang merupakan seorang Profesional Business Coach.

Menjalankan Kembali Usaha yang Tersendat
Kondisi pandemi Covid-19 memang membuat perekonomian terpuruk, banyak yang kehilangan pekerjaan dan banyak usaha yang harus ditutup. Hal ini bahkan terjadi dalam tempo yang sangat singkat, tidak sampai sebulan banyak pelaku usaha berguguran. Namun, dalam hidup tentu masalah akan terjadi.
Besar kecilnya masalah tentu perlu disikapi dan dihadapi dengan baik, karena badai pasti berlalu. Masa-masa sulit karena pandemi harus segera diperbaiki menjadi lebih baik lagi, semua orang membutuhkan semangat, motivasi, dan inspirasi untuk melakukannya. Maka Nextup.id menggelar webinar untuk mengupas hal ini.
Masa sulit yang sudah berhasil dilewati tentunya memberikan banyak pembelajaran. Pembelajaran ini mendorong siapa saja terutama pelaku usaha untuk menjadi lebih baik lagi. Mencoba untuk memulihkan diri dengan cepat dan mampu menjalankan usaha yang lebih baik dan lebih kuat lagi.
Mencoba memulihkan kembali usaha yang sempat goyah bahkan hancur di masa pandemi bukanlah hal yang tidak mungkin. Hal ini bahkan menjadi kebutuhan yang perlu segera dilakukan, karena roda perekonomian harus tetap berputar. Supaya bisa segera pulih maka usaha untuk pulih harus segera dimulai, yakni saat ini juga.
Kiat Membangkitkan Usaha Pasca Pandemi
Oleh narasumber kemudian dijelaskan mengenai beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk memulihkan atau membangkitkan usaha pasca pandemi. Kiat-kiat tersebut antara lain:
1. Mencoba Ide Baru
Kondisi pandemi memang membuat banyak usaha terpuruk, tidak sedikit yang kemudian gulung tikar. Namun, dengan kondisi yang sangat terdesak seperti ini ternyata memberi keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha. Kondisi yang mendesak membuat pelaku usaha semakin kreatif dan mampu memunculkan ide baru.
Jadi, sebagai upaya untuk bisa memulihkan usaha yang dijalankan para pelakunya perlu mencoba mengembangkan ide baru. Misalnya menghadirkan produk baru yang memang dibutuhkan oleh masyarakat di tengah kondisi seperti sekarang. Atau menyediakan produk yang sama namun diubah agar lebih relevan.
2. Manfaatkan Program Pemerintah
Di tengah kondisi pandemi, pemerintah ikut turun tangan untuk mengatasi permasalahan di sektor perekonomian. Berbagai kebijakan dan program dibuat untuk meringankan beban pelaku usaha dan masyarakat luas. Kebijakan dan program-program ini tentu perlu dimanfaatkan jika dirasa cocok dengan kondisi yang dialami.
3. Memperbaiki dan Menyempurnakan Produk
Membuat produk baru pasca mengalami kesulitan hebat karena pandemi tentu membutuhkan proses panjang dan modal yang tidak sedikit. Jika tidak memungkinkan untuk melakukan hal ini maka bisa memilih memperbaiki dan menyempurnakan produk yang sudah ada.
Tidak harus melakukan perubahan besar, bisa dengan perubahan skala kecil. Misalnya dari desain kemasan yang dibuat lebih aman dan diberi beberapa kata-kata motivasi berhubungan dengan pandemi. Kemudian lakukan promosi yang menyentuh sisi emosional konsumen karena sama-sama berjuang melawan pandemi.

4. Melakukan Efisiensi Biaya
Kiat berikutnya untuk bisa memulihkan usaha pasca pandemi adalah melakukan efisiensi biaya. Ketahui seluruh jenis biaya yang muncul untuk bisa menjalankan kembali usaha yang sempat tersendat. Selanjutnya, pangkas semua biaya-biaya yang memang tidak diperlukan atau tidak terlalu penting untuk dikeluarkan.
5. Memperhatikan Kebutuhan dan Keinginan Masyarakat
Kiat untuk bisa pulih setelah pandemi salah satunya adalah dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Sebab masyarakat ikut terdampak oleh pandemi dan membuat mereka berubah. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah pola konsumsi mereka.
Jika sebelumnya masyarakat tidak ambil pusing dengan biaya-biaya remeh seperti jajan kopi kekinian dan selalu belanja baju untuk mengikuti tren. Setelah pandemi tentu ada beberapa kebutuhan yang menjadi prioritas. Misalnya berhemat untuk bisa rutin menabung dan sejenisnya.
Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memahami apa yang dicari, dibutuhkan, dan diinginkan oleh masyarakat luas. Tujuannya agar bisa menyediakan produk baik dalam bentuk barang maupun jasa yang relevan. Jadi, pastikan menyesuaikan dengan perubahan konsumen.
Jika mereka menghendaki jaminan kesehatan, sediakan produk yang mampu memenuhinya. Misalnya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dalam proses produksi sampai proses penjualan langsung ke konsumen. Selebihnya bisa disesuaikan dengan target pasar masing-masing usaha.

6. Melakukan Digitalisasi
Kondisi pandemi membuat proses digitalisasi menjadi hal penting untuk dilakukan oleh nyaris semua usaha. Proses digitalisasi ini akan membantu mendapatkan lebih banyak konsumen dan segera memperbaiki kondisi keuangan usaha. Hal ini sepertinya sudah diterapkan oleh banyak pelaku usaha, terutama UMKM.
Misalnya seorang penjual makanan yang mendirikan warung makan, saat pandemi jumlah konsumen mendadak sepi. Penjualnya kemudian berinisiatif untuk menjual makanannya lewat aplikasi ojek online. Strategi ini ternyata cukup berhasil, karena kebanyakan orang selama pandemi tidak ingin keluar rumah. Kebutuhan konsumsi pun diusahakan dibeli secara online dan diterima tanpa kontak dengan driver.
7. Mencoba Peluang Baru
Kiat terakhir untuk bisa bangkit di tengah pandemi adalah mencoba peluang baru. Selama pandemi ternyata ada banyak kegiatan usaha yang potensial dan memiliki masa depan cerah. Bidang-bidang usaha potensial ini bisa dipertimbangkan untuk dijalankan sebagai upaya segera bangkit.
Misalnya yang dulunya menjalankan bisnis sewa mobil dan ternyata kondisi pandemi membuat orang enggan bepergian, apalagi sampai keluar kota. Maka usahanya menjadi tersendat dan bahkan bisa gulung tikar. Pertimbangkan untuk membuka usaha potensial baru, misalnya usaha di sektor pendidikan, jasa pemasangan internet di rumah-rumah, dan sejenisnya.
Menjalankan kiat dan strategi yang tepat akan membantu melakukan pemulihan pada usaha yang sempat terkendala karena pandemi. Webinar dari Nextup.id tentu memberi banyak strategi untuk bisa bangkit kembali sehingga bisa diterapkan langsung. Sebab usaha dengan kondisi seperti apapun memang perlu berkembang mengikuti perubahan zaman.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Feb 21, 2022 | News
Internet kini menjadi tempat bagi siapa saja untuk menjalankan banyak aktivitas dan kebutuhan. Selain untuk mencari informasi, internet juga digunakan untuk mencari rezeki, mencari teman baru, memenuhi aneka kebutuhan dengan belanja online, dan lain sebagainya.
Meskipun menjadi dunia baru yang super canggih, internet ternyata memberi resiko terjadi tindak kejahatan. Ada banyak kasus penipuan online, kemudian serangan hacker, lalu ada tindakan phising. Supaya aman berselancar di dunia maya, apapun tujuannya pastikan paham keamanan siber.
Berhubungan dengan semakin intensnya penggunaan internet, maka edukasi tentang keamanan siber. Keamanan siber ini perlu dipahami agar bisa mawas diri. Maka Nextup.id menggelar webinar bertajuk Memahami Keamanan Siber yang digelar secara daring pada Sabtu, 8 Januari 2022.

Memahami Apa Itu Keamanan Siber?
Webinar Memahami Keamanan Siber dari Nextup.id digelar secara daring melalui aplikasi Zoom. Dibawakan oleh Inna Dinovita, STP. selaku founder dari website 4Woffice.com dan menghadirkan narasumber Arie Maya Lestari yang merupakan Master Mentor SIGAP UMKM.
Webinar ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keamanan siber baik bagi pelaku UMKM maupun pengguna internet secara luas. Oleh narasumber, yakni Ibu Arie dijelaskan bahwa keamanan siber merupakan segala bentuk upaya yang dilakukan untuk melindungi sistem, jaringan, dan program dari serangan digital.
Pemahaman tentang keamanan siber disampaikan juga oleh Ibu Arie, tidak hanya melindungi sebuah sistem yang dimiliki perusahaan atau bisnis. Melainkan juga melindungi pengguna internet ketika memanfaatkan internet untuk tujuan apapun. Entah itu untuk mengakses informasi, belanja online di marketplace, berinteraksi di media sosial, dan lain-lain.
Ketika pemahaman ini sudah dimiliki maka pelaku bisnis dan pengguna internet bisa terlindungi dari tindak kejahatan online. Mulai dari penipuan online, kemudian serangan hacker di aplikasi yang digunakan atau yang dimiliki, melindungi data diri, dan tentunya bisa terhindar dari praktek phising yang jamak terjadi.

.
Tipe Serangan Siber
Serangan pada keamanan siber jenisnya sangat beragam, oleh Ibu Arie dijelaskan mengenai sejumlah tipe atau jenis dari serangan tersebut. Diantaranya adalah:
1. Malware
Tipe serangan keamanan siber yang pertama adalah malware yang merupakan perangkat lunak berbahaya yang pemilik atau penggunanya sengaja menginstal perangkat lunak ke perangkat Anda. Baik itu smartphone maupun komputer yang digunakan online.
Misalnya saat ada email masuk, ketika diklik maka otomatis malware terunduh dan kemudian melakukan kerusakan sistem di komputer yang digunakan membuka email tadi. Serangan malware bisa memicu kehilangan data sampai pengrusakan pada komputer atau perangkat yang digunakan online.
2. Phising
Serangan keamanan siber yang kedua adalah phising, yakni tindakan menipu korban dengan mengaku sebagai pihak yang terpercaya. Misalnya mengaku dari pihak bank yang sedang melakukan pembaharuan data atau keamanan. Mereka kemudian mengirimkan email atau SMS dan sejenisnya berisi tautan untuk diklik.
Usahakan tidak mengklik tautan asing dan mencurigakan karena bisa jadi akan diarahkan ke halaman yang menuntun Anda untuk mengirimkan data bank, diminta untuk transfer, dan lain-lain. Sebab saat bank memang perlu update informasi ke nasabah, dijamin akan diumumkan secara terbuka.
3. Hacker
Tipe yang ketiga adalah hacker, hacker sendiri merupakan seseorang yang memiliki keahlian pemrograman komputer dan memakai keahlian ini untuk menerobos sistem keamanan komputer. Sehingga dilakukan proses ambil alih dan meminta tebusan sejumlah uang untuk mengembalikan akun, sistem, dan aplikasi yang dicuri.
Contohnya, adalah seorang influencer yang memiliki followers sangat banyak dan aktif menerima endorse dari banyak brand. Kemudia hacker mengambil alih akunnya sehingga pemilik akun asli tidak dapat login. Supaya pemilik akun bisa kembali mengakses akunnya maka diminta menebusnya dengan sejumlah uang.
4. Penipuan Online
Bentuk serangan keamanan siber berikutnya adalah penipuan online. Penipuan online adalah penggunaan layanan internet dengan tujuan untuk melakukan tindakan penipuan. Misalnya berpura-pura berjualan online di media sosial, setelah ada pembeli yang mentransfer orderan.
Maka penjual kemudian menghilang, sehingga pesanan yang sudah dibayar tidak dikirimkan. Hal ini membuat pembeli online menjadi korban terhadap kasus penipuan online. Hal serupa juga bisa dialami penjual, dimana ada pembeli mengaku sudah transfer pembayaran dan ternyata belum.

Jurus Jitu Terhindar dari Penipuan Online, Hacker, dan Phising
Dalam webinar Memahami Kejahatan Siber, peserta juga diberi berbagai jurus untuk menghindari tindak serangan keamanan siber. Jurus jitu yang dimaksudkan antara lain:
1. Melindungi Perangkat yang Digunakan Online
Jurus yang pertama adalah melindungi perangkat yang digunakan untuk online. Mulai dari menginstal antivirus sampai selalu menggunakan perangkat dan jaringan internet pribadi. Minimalkan penggunaan WiFi umum, kecuali keamanannya terjamin.
2. Menghindari Software Bajakan
Siapa yang tidak suka menggunakan software bajakan? Harga yang murah membuatnya diminati. Namun, pemakaiannya tentu ada resiko baik itu terjadi malware maupun phising. Jadi, selalu gunakan software asli untuk menghindarinya.
3. Selalu Perbarui Software yang Digunakan
Jurus ketiga adalah selalu memperbarui software yang digunakan. Misalnya aplikasi di smartphone, apabila ada notifikasi untuk memperbaruinya maka segera dilakukan. Sebab pembaruan sistem dari developer memberi jaminan keamanan lebih baik.
4. Menggunakan Data Enkripsi
Berikutnya adalah menggunakan data enkripsi, pada aplikasi WhatsApp sistem ini sudah otomatis terpasang. Sementara untuk kegiatan online di aplikasi lain bisa memanfaatkan fitur data enkripsi. Seperti mengaktifkan Wi-Fi Protected Access 2 (WPA2) saat online dengan WiFi.
5. Selalu Waspada
Saat menggunakan berbagai aplikasi dijamin akan sering menerima pesan masuk baik dalam bentuk SMS maupun email. Usahakan tidak langsung meresponnya apalagi jika ada tautan yang mencurigakan. Selalu waspada lebih baik dibandingkan menyesal karena data diri sudah dibobol orang tidak bertanggung jawab.
6. Rajin Mengganti Kata Sandi
Jurus berikutnya adalah rajin mengganti kata sandi terutama untuk akun-akun penting. Seperti sandi untuk email, akun di media sosial, kemudian internet banking maupun mobile banking, dan lain sebagainya.
7. Rutin Backup Data
Meminimalkan kerugian dari tindakan pencurian data, maka perlu melakukan backup data secara berkala. Bisa disimpan di hardisk, bisa juga menggunakan media penyimpanan online seperti cloud, dan sebagainya. Sehingga saat perangkat di hack, data pribadi masih aman.
8. Hindari Membagikan Info Pribadi
Info atau data pribadi sepatutnya menjadi konsumsi pribadi juga, jangan mudah tergiur untuk membagikannya. Terutama pada orang yang tidak dikenal, sengaja memposting ke media sosial, sengaja mengisi data diri di tautan yang tidak kredibel, dan lain-lain.
9. Cek Rekening Bank Secara Berkala
Saat ini semua bentuk transaksi selalu dikirimkan detailnya melalui email, silahkan mengecek email secara berkala. Jika ada transaksi mencurigakan dilaporkan maka bisa segera mengambil tindakan. Misalnya melapor ke pihak yang berwenang, melakukan pemblokiran akun, dan lain-lain.
Melalui webinar yang diselenggarakan Nextup.id maka para peserta bisa paham apa itu keamanan siber dan bagaimana mendapatkan keamanan siber tersebut. Sehingga tidak lagi merasa was-was setiap kali berselancar di dunia maya. Ada lebih banyak lagi webinar menarik yang diselenggarakan, pastikan untuk mengikutinya karena ilmunya dijamin bermanfaat dan berharga.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Feb 7, 2022 | News
Nextup.id di awal tahun 2022 gencar menggelar webinar yang membantu pelaku UMKM untuk Go Digital. Salah satunya adalah webinar Menjadi Halaman Satu di Google yang digelar daring pada Sabtu, 1 Januari 2022. Peserta yang merupakan pelaku UMKM, melalui webinar ini akan belajar bagaimana masuk halaman satu di Google.
Webinar Menjadi Halaman Satu di Google
Siapa yang tidak mengenal Google, merupakan salah satu mesin pencari dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia. Di Indonesia, Google juga menjadi mesin pencari favorit lewat browser Google Chrome maupun browser jenis lainnya. Kekuatan mesin pencari sangat besar dalam membantu pelaku UMKM mendapatkan konsumen sebanyak mungkin.
Pengguna internet memanfaatkan mesin pencari untuk menemukan berbagai informasi yang dibutuhkan. Mereka cenderung mengunjungi situs-situs yang direkomendasikan Google di halaman pertama, kedua, dan ketiga. Selebihnya, biasanya tidak mereka kunjungi karena dianggap tidak lagi relevan dengan pencarian yang dilakukan.
Bayangkan jika website jualan yang dimiliki bisa masuk ke halaman satu Google? Maka jumlah pengunjung akan naik dan mendongkrak omset penjualan. Perusahaan pun bisa meraup profit yang lebih besar. Lewat skema inilah, Nextup.id menggelar webinar yang membantu pelaku UMKM bisa menembus halaman satu Google.
Webinar bertauk Menjadi Halaman Satu di Google ini digelar daring lewat aplikasi Zoom secara live. Dibawakan oleh moderator handal, yakni M. Arif Rahmat yang merupakan Digital Marketer berpengalaman. Kemudian menghadirkan narasumber Bapak Mochamad Santosa yang merupakan Master G-Coach.

Alasan Perlu Masuk Halaman Satu Google
Webinar yang digelar daring ini dibuka oleh moderator dengan menyampaikan pembukaan terkait pentingnya menjadi halaman satu di Google. Kemudian berlanjut ke tahap pemaparan materi oleh narasumber, yakni Bapak Santosa yang menjelaskan definisi halaman satu di Google.
Beliau juga menjelaskan sejumlah alasan kenapa pelaku UMKM perlu berusaha untuk masuk ke halaman satu Google? Padahal, masih ada halaman 2, 3, bahkan halaman 50 yang merupakan hasil pencarian Google terhadap kata kunci yang diketik pengguna internet. Alasannya antara lain:
1. Mendapat Pengunjung Website Gratis
Mampu menjadikan website yang dimiliki mengisi halaman pertama Google akan membantu mendapatkan pengunjung gratis. Sebab pengguna internet akan berkunjung ke website yang pertama kali direkomendasikan oleh Google. Bagi Blogger, hal ini berdampak baik bagi pemasukan mereka lewat space iklan yang disewakan.
Sementara bagi pelaku UMKM, pengunjung website yang terus naik akan memberi lebih banyak keuntungan. Namun, keuntungan pertama adalah mendapat pengunjung gratis. Sebab tanpa perlu membayar iklan seperti Google Ads, website yang dimiliki menjaring banyak pengunjung.
2. Mendapatkan Lebih Banyak Konsumen
Keuntungan berikutnya jika jumlah pengunjung website naik adalah mendapatkan banyak konsumen. Pasalnya, pengunjung website berpotensi menjadi konsumen yang melakukan pembelian produk. Oleh sebab itu, pemilik website perlu fokus menaikan jumlah pengunjung agar bisa menjaring banyak konsumen.
3. Menjual Lebih Banyak Produk
Pengunjung website tentunya akan tertarik untuk membeli produk yang mereka cari di mesin pencari seperti Google. Kemudian saat menemukan produk tersebut di website Anda maka akan melakukan pembelian. Menariknya, mereka juga akan tertarik mempertimbangkan produk lain sehingga bisa menjual lebih banyak produk.
4. Menghemat Biaya Promosi
Berapa biaya yang Anda perlukan untuk masuk ke halaman satu Google jika memasang iklan di Google Ads? Per bulan bisa satu jutaan atau menembus puluhan juta untuk menaikan jumlah pengunjung website. Namun, jika sukses menerapkan strategi tanpa biaya maka usaha yang dijalankan bisa menghemat biaya promosi.

Bapak Santosa kemudian juga memaparkan mengenai kiat-kiat yang bisa dilakukan pelaku UMKM agar websitenya bisa masuk halaman satu Google. Kiat-kiat tersebut adalah:
1. Memastikan Website Kecepatannya Baik
Kiat pertama agar dikejar konsumen dari Google adalah memastikan website memiliki kecepatan yang baik. Hal ini penting karena tidak ada pengguna internet yang tahan website yang dikunjungi loading lebih dari 3 menit. Jadi, cek kecepatannya jika kurang maka perbaiki dulu sebelum ke kiat berikutnya.
2. Pastikan Website Mobile Friendly
Zaman sekarang pengguna internet lebih menyukai kegiatan berselancar di dunia maya menggunakan perangkat mobile, seperti smartphone. Jadi, untuk masuk ke halaman satu Google secara gratis pertimbangkan untuk merangcang website yang mobile friendly.
Sehingga website tersebut tetap enak terlihat dan konten-kontennya nyaman dinikmati dari perangkat smartphone maupun tablet. Jika konsumen merasa nyaman maka mereka akan mampir sampai beberapa kali. Selanjutnya bisa memesan produk yang ditawarkan lalu menjadi konsumen setia.
3. Melakukan Riset Keyword atau Kata Kunci
Konten di website, baik berbentuk artikel maupun rincian produk tentu membutuhkan keyword atau kata kunci. Kata kunci yang ditambahkan sebaiknya bukan asal-asalan atau dibuat sendiri. Melainkan merupakan hasil riset, misalnya lewat Google Keyword Planner.
Kemudian pilih kata kunci yang relevan dengan produk, sekaligus memperhatikan juga persaingannya bagaimana. Jika menjual produk lalu menggunakan kata kunci transaksional, maka kompetitornya adalah marketplace besar sehingga susah. Temukan kata kunci yang memang sesuai produk sekaligus persaingannya tidak berat.
4. Membuat Konten yang Sesuai dengan Kata Kunci
Konten yang dibuat wajib sesuai dengan kata kunci, jangan asal memasukan kata kunci ke konten yang tidak relevan. Sebab Google akan menyadarinya lewat sistem yang dimiliki. Alih-alih masuk ke halaman satu Google, yang ada halaman ini kena banned. Jadi pastikan isi konten dengan kata kunci selalu relevan.

5. Membuat Konten yang Lengkap
Kiat selanjutnya adalah membuat konten yang lengkap, tidak hanya menyajikan informasi dalam bentuk artikel. Yakni teks tertulis dari awal sampai akhir, melainkan juga melengkapinya dengan berbagai jenis item. Misalnya menambahkan gambar, dimana efek visual bagus untuk respon pengunjung website.
Kemudian, sajikan data yang memang valid dan diambil dari sumber yang terpercaya. Sebab dengan cara ini konte akan dikenal kredibel dan kemudian dibagikan oleh pembaca konten tersebut. Hal ini akan mendorong peningkatan jumlah pengunjung dan kemudian mendorong kenaikan peringkat dari halaman Google.
6. Tambahkan Internal Link
Kiat berikutnya adalah menambahkan internal link di dalam konten yang diposting di website. Internal link adalah menambahkan link dari halaman lain dalam satu website. Misalnya saja konten artikel membahas tentang digital marketing maka tambahkan link ke artikel lain yang berhubungan.
Sehingga Google bisa lebih mudah memahami konteks dan tema di dalam artikel tersebut. Hal ini akan mendorong penilaian Google bahwa artikel tersebut berkualitas, lengkap karena terhubung dengan banyak halaman lain, dan lebih mudah dipahami pengunjung. Maka halaman ini kemudian direkomendasikan di halaman satu Google.
Memahami bagaimana memasukan website ke halaman satu Google akan berdampak positif bagi usaha yang dijalankan oleh UMKM. Mencapai tujuan tersebut tidak harus dengan memasang iklan berbayar. Bisa memakai strategi gratis yang sudah dipaparkan oleh narasumber dalam webinar Menjadi Halaman Satu di Google. Silahkan mencoba menerapkannya.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat
by M Arif Rahmat | Feb 5, 2022 | News
Webinar Strategi Branding untuk UMKM yang diselenggarakan Nextup.id menjadi bagian dari deretan webinar training bisnis. Melalui webinar ini, Nextup menghadirkan narasumber DR. Anak Agung Sri Mahyuni, SE., M.Agb., yang merupakan Master Mentor Sigap UMKM. Webinar diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada Selasa, 28 Desember 2021.
Pentingnya Strategi Branding untuk UMKM
Pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk tumbuh semakin besar dan mengembangkan bisnisnya menjadi lebih naik kelas. Ada banyak upaya bisa dilakukan untuk mencapai hal ini, dan salah satunya adalah dengan menjalankan proses branding. Sehingga produk atau brand produk yang dimiliki dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Branding ternyata butuh kesabaran, ketekunan, keuletan, dan lain sebagainya. Sebab prosesnya terjal dan banyak pelaku bisnis gagal di tengah jalan. Bagi bisnis besar, kegagalan tidak akan berdampak terlalu signifikan. Namun, akan menjadi sebaliknya bagi pelaku UMKM yang umumnya memiliki modal yang masih minim.
Melalui Webinar Strategi Branding untuk UMKM, Nextup.id mencoba memberikan pendampingan kepada UMKM di Indonesia agar bisa melakukan branding secara efektif. Webinar yang digelar pada 21 Desember 2021 ini menghadirkan narasumber Ibu Sri Mahyuni.
Oleh Ibu Sri Mahyuni dijelaskan, bahwa menyusun strategi branding dengan tepat merupakan hal penting. Setiap pelaku bisnis, termasuk UMKM memiliki kebutuhan untuk menyusun strategi branding tersebut. Alasannya adalah:
1. Produk Mudah Diingat Masyarakat
Branding adalah bagian dari kegiatan pemasaran yang bertujuan membuat brand dikenal luas dan diingat masyarakat. Saat branding dilakukan dengan benar maka brand akan mudah diingat. Sehingga saat mereka butuh produk tersebut mereka langsung ingat brand ini dan kemudian melakukan pembelian.
2. Menjadikan Produk sebagai Pilihan Utama Masyarakat
Branding membantu produk diingat oleh masyarakat luas dan dalam jangka panjang. Kemudian dinilai punya kualitas paling baik diantara produk sejenis dari brand lain. Hal ini akan menjadikan produk sebagai pilihan utama, sehingga penjualan lebih stabil dan bisa terus ditingkatkan.
3. Menstabilkan Sekaligus Meningkatkan Penjualan
Brand yang sudah diingat oleh masyarakat luas kemudian juga menjadi pilihan utama. Maka akan membantu menstabilkan omset penjualan, sebab produk akan terus laku dan terus dicari oleh masyarakat. Sehingga jika ingin omset stabil dan terus meningkat maka UMKM perlu melakukan branding.
4. Memberi Efisiensi Biaya
Kegiatan branding di tahap awal memang membutuhkan biaya, sebab promosi apapun tentu butuh biaya. Termasuk promosi organik di media sosial yang setidaknya butuh modal kuota. Namun, saat branding sukses dilakukan maka biaya promosi bisa dihemat. Sebab masyarakat terus melakukan order meskipun pelaku UMKM tidak menjalankan iklan.
5. Menjaring Konsumen Loyal Sebanyak Mungkin
Branding bagi pelaku UMKM akan membantu menjaring konsumen loyal sebanyak mungkin. Sebab brand sudah dikenal luas, diingat, dan menjadi pilihan utama mereka. Sekali mereka membeli dan puas dengan produknya maka akan melakukan order terus menerus.
Hal ini terjadi tidak hanya di satu konsumen melainkan banyak, selama kualitas sejalan dengan apa yang disampaikan selama proses branding dilakukan. Jadi. branding ini juga proses untuk menyampaikan keunggulan produk tanpa ada klaim berlebihan ataupun klaim fiktif.
UMKM memiliki resiko tinggi untuk kalah dalam persaingan, apalagi jika berhadapan dengan kompetitor yang lebih besar skalanya. Melakukan strategi branding memberi solusi agar pelaku UMKM memiliki pasar potensial dan dalam skala yang besar sekaligus luas. Sehingga mereka bisa bertahan dan bahkan bisa mengembangkan bisnisnya.

Cara Melakukan Branding untuk Pelaku UMKM
Sebagaimana yang dijelaskan di awal, proses branding tidaklah mudah dan kadang melakukan kesalahan. Sehingga hasilnya kurang efektif atau malah tidak memberi hasil sama sekali. Maka mengikuti pelatihan terkait strategi branding untuk UMKM merupakan hal yang sangat penting.
Kemudian dalam Webinar Strategi Branding untuk UMKM, Ibu Sri Mahyuni menjelaskan berbagai cara branding yang bisa dan perlu dilakukan oleh pelaku UMKM. Diantaranya adalah:
1. Membangun Identitas yang Orisinil
Strategi branding yang pertama adalah membangun identitas yang sifatnya orisinil, atau asli sekaligus unik. Sehingga pelaku UMKM tidak dianjurkan untuk tidak meniru mentah-mentah kompetitor terkait identitas. Mulai dari brand atau merek produk, logo, desain kemasan, dan lain-lain.
Sebaiknya memiliki ciri khas dan dibuat sendiri, sehingga hasilnya lebih orisinil. Orisinalitas inilah yang akan membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk yang punya jati diri. Kemudian bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, karena memang bukan produk imitasi atau hasil menjiplak.
2. Membuat dan Menonjolkan Ciri Khas
Di tengah persaingan usaha, branding akan lebih sukses jika produk punya ciri khas. Maka strategi branding yang kedua adalah membuat dan menonjolkan ciri khas dari produk yang disediakan. Apakah menonjolkan kualitas rasa dan tampilan untuk produk makanan. Atau dari bahan baku, desain kemasan, atau lainya?

3. Memaksimalkan Media Sosial
Branding di era digital tentu perlu mengandalkan internet, dan salah satunya lewat media sosial. Sebab media sosial adalah media yang paling banyak digunakan masyarakat era sekarang. Nyaris tidak ada orang yang tidak memiliki akun di salah satu media sosial, khususnya media sosial yang populer.
Media sosial juga menjadi media untuk branding yang sifatnya gratis, cukup bermodalkan kuota dan kreativitas dalam membuat konten untuk diposting. Perlu membuat akun di media sosial agar lebih dikenal luas dan membangun hubungan baik dengan konsumen.
4. Memperhatikan Konten Promosi
Berikutnya adalah terkait konten, baik yang akan diposting di media sosial maupun yang dinaikan menjadi iklan berbayar. Konten ini perlu dibuat sebaik mungkin dan disesuaikan dengan karakter target pasar. Sekaligus punya kualitas dan memiliki magnet yang menarik orang untuk membaca atau melihat konten tersebut.
5. Memperhatikan Beberapa Detail Kecil
Strategi branding untuk UMKM yang terakhir adalah selalu memperhatikan detail kecil dan sederhana. Sebab dari detail kecil inilah pelaku UMKM bisa menemukan celah untuk meyakinkan konsumen menyukai produk dan melakukan pembelian. Detail ini sebaiknya tidak diremehkan, karena jika ditangani dengan baik.
Maka dampak positifnya sangat besar dan tentunya menguntungkan. Misalnya desain logo, nama brand produk, warna pada kemasan, tampilan produk, dan lain sebagainya. Detail kecil ini akan menyempurnakan kualitas produk agar tampil profesional dan kredibel di mata konsumen. Jadi, jangan asal bagus lalu mengatasinya secara ala kadarnya.
Strategi branding yang dijalankan dengan tepat akan membantu pelaku UMKM sukses memperkenalkan produk dan membuat masyarakat luas mengingat brand produk tersebut. Strategi ini perlu diterapkan dan kemudian dilakukan secara kontinyu, karena semua butuh proses. Apalagi untuk branding yang tujuannya punya dampak positif jangka panjang.
Melalui Webinar Strategi Branding untuk UMKM, semua peserta yang juga memiliki usaha di sektor UMKM bisa belajar banyak hal. Sebab branding sendiri juga termasuk proses promosi yang lebih kuat dampak positifnya. Membantu proses branding secara efektif dan efisien, maka bisa bermitra dengan Nextup.id yang membantu memperbesar UMKM yang dimiliki.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat
]
by adminnextup | Jan 25, 2022 | News
Nextup.id membuka program pelatihan untuk UMKM dalam format digital, yang digelar secara daring. Program yang disediakan bertepatan dengan pandemi Covid-19 di Indonesia sehingga pelatihan dibuat online menggunakan aplikasi Zoom. Tersedia webinar yang terbagi menjadi beberapa kelas untuk membahas sejumlah materi pelatihan.
Salah satunya adalah Webinar Series: Financial Literacy Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI. Sesuai dengan namanya, webinar ini merupakan hasil kolaborasi antara Nextup.id dengan BSI atau Bank Syariah Indonesia. Membahas mengenai literasi keuangan untuk memberi dampingan kepada pelaku UMKM.

Webinar Financial Literacy
Webinar Financial Literacy merupakan bagian dari Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM yang digagas oleh Nextup. Program ini seperti yang disampaikan di muka merupakan program pelatihan untuk UMKM yang terbagi menjadi beberapa sesi. Setiap sesi dibagi lagi menjadi beberapa kelas, untuk menampung seluruh peserta webinar.
Webinar Financial Literacy diadakan pada hari Rabu, 1 September 2021 secara online menggunakan aplikasi Zoom. Pada webinar ini menghadirkan narasumber Ibu Abidah Syauqina, SE. M.Sc. yang merupakan CEO dan CoFounder dari Teman Bisnis App. Lewat pengalamannya mendirikan dan mengelola usaha, tentunya memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan usaha yang bisa dibagikan kepada peserta webinar.
Ibu Abidah membuka webinar dengan menjelaskan bahwa setiap usaha, apapun bentuknya, Baik usaha profit maupun nonprofit seperti yayasan amal dan sejenisnya. Pada dasarnya akan membutuhkan keterampilan untuk melakukan pengelolaan. Semua pengelolaan ini kemudian bermuara pada pengelolaan keuangan usaha.
Sehingga pelaku UMKM sangat penting untuk mengetahui bagaimana mengelola keuangan dari usaha yang sedang dijalankan. Pengelolaan keuangan yang baik membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi usahanya seperti apa. Sekaligus bisa lebih mudah menentukan arah kedepan untuk mendapatkan lebih banyak pencapaian.
Pada webinar kali ini yang termasuk ke dalam bentuk pelatihan untuk UMKM agar bisa Go Digital, akan membahas mengenai materi pengelolaan keuangan. Disampaikan bahwa materi disampaikan dengan menggunakan 3 outline. Mencakup konsep dasar manajemen keuangan untuk bisnis, manajemen kas maupun modal kerja, dan juga membuat laporan keuangan.

Pengelolaan Keuangan Usaha
Pengelolaan keuangan usaha atau manajemen keuangan usaha dijelaskan oleh Ibu Abidah merupakan seluruh uang yang dimiliki atau terdapat di sebuah usaha. Dana ini bisa dalam bentuk dana tunai yang terdapat di tempat usaha maupun yang ditempatkan di bank. Seperti modal usaha, piutang, beban hutang, tagihan-tagihan, persediaan, dan lain-lain.
Komponen dalam keuangan usaha mencakup banyak hal, tidak selalu dalam bentuk uang tunai saja. Sebab persediaan barang maupun bahan baku juga bisa diuangkan dan masuk ke dalam laporan keuangan. Pelaku UMKM perlu memahami bagaimana menyusun laporan keuangan, tentunya yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Secara sederhana, pengelolaan keuangan usaha adalah tata cara untuk mengatur keuangan usaha. Mulai dari perencanaan sampai kepada penggunaan dana di usaha untuk berbagai keperluan yang menunjang operasional usaha tersebut. Fungsinya tentu beragam mencakup perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan dana.
Berbekal catatan keuangan yang disusun maka peserta pelatihan untuk UMKM bisa mengetahui sudahkah usaha yang dimiliki mencapai target? Atau, apakah perlu mengontrol pengeluaran karena diketahui sudah berlebihan? Selain itu, bisa membantu pelaku UMKM untuk mengetahui berapa dana yang mengendap, berapa yang bisa digunakan, dan berapa yang bisa disimpan.
Manfaat Pengelolaan Keuangan Usaha yang Baik bagi UMKM
Mengikuti webinar mengenai Financial Literacy dari nextup.id memberi ilmu yang berharga untuk bisa melek tata kelola keuangan usaha. Ilmu atau pemahaman tentang hal ini memberi manfaat sangat besar, diantaranya adalah:
1. Paham Tata Kelola Modal Usaha
Setiap kegiatan usaha baru bisa dilakukan dengan adanya modal, besaran modal di setiap usaha berbeda-beda. Maka perlu dikelola dengan baik agar modal yang tersedia cukup untuk memenuhi kegiatan operasional usaha. Pengelolaan modal menjadi lebih mudah pada saat pelaku UMKM paham bagaimana caranya.
Lewat webinar ini Bu Abidah menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari pemahaman tentang Financial Literacy adalah untuk mengelola modal usaha dengan benar. Sehingga dari modal sekian bisa menghasilkan sekian yang mencegah pelaku usaha mengalami kerugian.
2. Mengerti Bagaimana Menyusun Catatan Arus Kas
Dalam kegiatan usaha dijamin akan terjadi arus keluar masuk uang dan dalam dunia literasi keuangan disebut arus kas. Arus kas harus seimbang, diusahakan antara pemasukan dan pengeluaran dalam kondisi sama. Atau diusahakan pemasukan lebih besar yang menunjukkan usaha dalam kondisi profit.
Supaya bisa mengetahui kondisi ini secara pasti maka pelaku usaha perlu mengikuti pelatihan untuk UMKM yang menjelaskan tentang tata cara menyusun arus kas. Sehingga setiap harinya bisa mengecek sudah keluar uang berapa dan sudah mendapatkan uang berapa saja.
3. Bisa Menyusun Laporan Keuangan
Lewat pengetahuan tentang literasi keuangan, pelaku UMKM juga bisa menyusun laporan keuangan. Meskipun usaha masih berskala kecil namun laporan keuangan harus dicoba untuk disusun sesuai aturan yang ada. Meskipun sederhana. Tujuannya agar memiliki gambaran mengenai kondisi keuangan dari tahun ke tahun.

4. Meningkatkan Efisiensi Biaya
Mampu mengelola keuangan usaha dengan baik juga membantu pelaku UMKM maupun usaha dengan skala lebih besar meningkatkan efisiensi. Efisiensi dari segi biaya, sebab setiap hari mengetahui sudah keluar dana berapa. Sekaligus tahu kapan harus menghemat pengeluaran usaha dan kapan bisa memenuhi kebutuhan usaha yang tertunda.
5. Memahami Betul Kondisi Terkini dari Usaha yang Dijalankan
Tidak adanya laporan keuangan dan catatan keuangan membuat pelaku usaha mudah sekali keliru menafsirkan kondisi usaha yang dijalankan. Bisa jadi usaha selalu ramai dan jumlah uang yang masuk tinggi. Namun, keuntungannya nihil.
Bisa disebabkan karena biaya pengeluarannya juga tinggi dan pemasukan tidak memenuhi. Jika terjadi dalam jangka panjang maka usaha bisa gulung tikar, maka webinar tentang literasi keuangan usaha ini bermanfaat. Sebab membantu peserta yang merupakan pengusaha untuk mengetahui betul kondisi keuangan usahanya.
6. Kemudahan untuk Melakukan Perencanaan
Pelatihan untuk UMKM dari Nextup.id satu ini juga membantu para pelaku UMKM untuk melakukan perencanaan. Yakni menyusun rencana untuk mempersiapkan jalannya usaha seperti apa. Sebab pelaku usaha ini sudah tahu, apakah usaha tersebut siap untuk berinovasi dengan produk baru? Siap untuk berekspansi?
Semua bisa ditentukan dan direncanakan setelah mengetahui kondisi keuangan usaha tersebut. Sehingga keputusan apapun yang disusun pemilik usaha dijamin tepat. Minim resiko usaha menjadi rugi besar dan bangkrut di bagian akhir. Sebab kondisi keuangan mendukung setiap rencana baru yang telah disusun.
Semua materi sudah disampaikan oleh Ibu Abidah, dan kemudian berlanjut ke sesi penyampaian materi promosi produk dari BSI. Pada sesi ini dijelaskan mengenai produk-produk BSI yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha yang dimiliki. Sesi terakhir pelatihan untuk UMKM ini adalah tanya jawab, baik mengenai topik Financial Literacy maupun produk dari BSI.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat
by M Arif Rahmat | Jan 24, 2022 | News
Nextup.id yang merupakan penyedia layanan pelatihan UMKM digital memberikan pelatihan secara konsisten. Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM merupakan salah satu dari beberapa program pelatihan yang diselenggarakan. Program ini sendiri diadakan bertepatan dengan pandemi Covid-19 sehingga pelatihan dilakukan secara daring.
Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM terbagi menjadi beberapa kelas yang menyampaikan beberapa materi. Salah satu materi penting di pelatihan ini adalah Business Model Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI. Sesuai dengan namanya, materi ini fokus membahas tentang Business Model dan merupakan kerjasama antara Nextup.id dengan BSI (Bank Syariah Indonesia).
Webinar Business Model Pendampingan UMKM
Webinar dengan tajuk Business Model Pendampingan UMKM merupakan bagian dari Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM. Webinar ini diadakan pada Senin 30 Agustus 2021 yang terbagi menjadi tiga kelas. menghadirkan narasumber Muhamad Muhaimin, S.IP, MA yang meruupakan master G-Coach
Webinar dibuka oleh moderator, yakni Sella Septi Ekasari yang merupakan 1st Puteri Pendidikan Provinsi Banten. Dalam pembukaannya, Sella menjelaskan mengenai pentingnya pemahaman Business Model bagi pelaku UMKM dan termasuk materi penting yang jangan sampai dilewatkan dalam rangkaian kelas pelatihan UMKM digital.

Apa Itu Business Model?
Usai pembukaan oleh moderator, kelas pun dimulai dengan penyampaian materi dari narasumber. Pertama, beliau mengucapkan terima kasih atas kesediaan para peserta webinar yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti kelas dengan materi Business Model.
Kemudian, Business Model menjadi materi penting dalam menjalankan kegiatan usaha. Berfungsi sebagai dashboard yang menjelaskan bisnis atau usaha yang dijalankan oleh pelakunya. Fungsi ini membuatnya menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan dengan baik karena merupakan “wajah” dari usaha yang dimiliki.
Bapak Muhaimin kemudian juga menjelaskan mengenai The Business Model Canvas yang merupakan strategi dalam manajemen sebuah bisnis yang terdiri dari 9 elemen. Sembilan elemen yang dimaksudkan dalam pelatihan UMKM digital ini adalah:
1. Segmentasi Konsumen
Yakni proses menentukan konsumen yang disasar atau dituju, katakanlah sebagai penentuan target pasar. Yakni dengan memperhatikan beberapa kebiasaan dari konsumen secara umum. Misalnya dari segi hobi, kisaran penghasilan bulanannya berapa, kebiasaan belanjanya apakah online, retail, atau grosir, dan lain sebagainya.
2. Hubungan Konsumen (Customer Relationship)
Adalah proses untuk mendapatkan hubungan atau komunikasi dengan konsumen. Ada banyak cara bisa dilakukan untuk membangun komunikasi ini. Misalnya melalui pembuatan website, media sosial dengan mengadakan program giveaway, menjadi sponsor suatu event seperti bazar maupun pameran, dan lain-lain.
3. Saluran (Channel)
Channel merupakan cara pelaku UMKM menjangkau konsumen dan tidak terbatas pada distribusi namun juga hal lain yang membuat pelaku usaha bisa terhubung dengan konsumen. Contoh dari saluran atau channel ini misalnya channel digital seperti email, blog pribadi, dan lain sebagainya.
Sehingga para peserta pelatihan UMKM digital bisa memilih channel yang sekarang paling sesuai. Disesuaikan dengan karakter konsumen yang sudah ditentukan di komponen paling awal tadi. Sebab tidak semua konsumen cocok didekati dengan media online.
4. Sumber Pendapatan (Revenue Streams)
Merupakan proses untuk mendorong terjadinya penjualan produk dari usaha yang dijalankan. Misalnya saja menyediakan produk yang dijual di lokasi strategis dengan konsumen, menyediakan metode pembayaran transaksi yang beragam, dan bisa menyesuaikan dengan lokasi usaha atau jualan.

5. Sumber Daya (Key Resource)
Adalah proses menentukan siapa yang berperan untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Bisa dari warehouse, pelayan, penjaga meja kasir, dan sebagainya. Tidak hanya dari SDM atau tenaga kerja, key resource juga bisa dari semua aset perusahaan seperti hak paten, merek, dan lain-lain.
6. Hubungan Konsumen (Customer Relationship)
Merupakan proses dimana pelaku usaha perlu membangun komunikasi dan hubungan dengan konsumen. Bisa dengan menghadapi atau melayani konsumen secara langsung. Bisa juga dengan merekrut karyawan khusus yang di training untuk melayani konsumen tersebut.
7. Aktivitas yang Dijalankan Key Activities)
Merupakan aktivitas operasional yang dijalankan sebuah perusahaan untuk bisa mendapatkan konsumen dan pendapatan. Aktivitas ini bisa dengan berjualan di marketplace, berjualan di media sosial, membagikan info promosi di website dan media sosial, dan lain sebagainya.
8. Kerjasama (Key Partnership)
Adalah proses menentukan siapa yang akan diajak bekerjasama. Misalnya mencari vendor untuk menjadi partner menyediakan bahan baku usaha. Pemilihannya tentu saja mempertimbangkan banyak aspek. Mulai dari kualitas bahan baku, kisaran harganya, dan lain sebagainya yang harus disesuaikan kondisi dan kebutuhan.
9. Struktur Biaya
Struktur biaya adalah segala bentuk biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha dimana jenisnya sangat beragam. Misalnya biaya sewa, biaya gaji karyawan, biaya untuk marketing atau pemasaran, dan lain sebagainya. Biaya ini dijelaskan oleh narasumber aka berbeda-beda antara satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya.
Oleh Bapak Muhaimin, kemudian menghimbau seluruh peserta untuk menggunakan buku catatan. Sebab akan dibuat proses pembuatan Business Model Canvas sesuai yang ditampilkan contohnya pada layar. Sehingga para peserta bisa mengisi setiap komponen sesuai dengan karakter usaha yang dijalankan.
Baca Juga: 9 Langkah Jitu Memulai Bisnis
Satu per satu komponen di dalam Business Model Canvas dijelaskan secara mendetail. Salah satunya mengenai Core Business yang mengacu pada fokus utama dari usaha yang dijalankan. Misalnya menentukan apakah mendirikan atau merintis usaha retail, grosir, atau bentuk lainnya. Idealnya pelaku usaha perlu memilih salah satu jangan sampai dicampur-aduk karena bisa kehilangan fokus dan hasilnya kurang maksimal.

Keuntungan Paham Tentang Business Model Canvas
Mengikuti pelatihan UMKM digital dengan tema Business Model Canvas membantu memahami betul apa itu Business Model dengan teknik atau teori Canvas tersebut. Dimana ketika diterapkan oleh para pelaku usaha, seperti pelaku UMKM maka ada banyak keuntungan bisa didapatkan. Misalnya:
- Lebih mudah mengenal konsumen karena dimulai dengan mengenal konsumen secara umum dan menentukan konsumen mana yang akan dijadikan target utama.
- Bisa menjalin hubungan baik dan berkomunikasi secara intens dengan konsumen sehingga memperbesar peluang untuk bisa memiliki banyak pelanggan loyal.
- Fokus dalam menggunakan media promosi yang tepat karena sesuai dengan karakter konsumen yang menjadi target pasar.
- Memberi efektivitas untuk menjangkau pasar yang luas memakai sejumlah media promosi secara optimal.
Webinar Business Model Canvas kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung selama 30 menit. Pertanyaan demi pertanyaan mulai diajukan para peserta kelas dan dijelaskan secara mendalam oleh narasumber. Bagi peserta yang kebetulan belum sempat mengikuti pelatihan UMKM digital ini secara langsung maka bisa memutar video rekamannya di channel Youtube Nextup.id.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat