Blog | Nextup ID - Page 29
Cara Membuat Business Plan untuk Usaha

Cara Membuat Business Plan untuk Usaha

Memang benar, membuat sebuah business plan atau rencana bisnis tidaklah wajib dilakukan bagi pelaku bisnis dan usaha sebelum memulai usaha. Namun, rencana bisnis tersebut ternyata memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Ketika Anda mulai menulis sebuah rencana bisnis maka tanpa disadari Anda akan mengetahui seberapa besar keinginan dan kesiapan Anda untuk membuka bisnis tersebut.

Rencana bisnis ini berperan sebagai pedoman strategis yang memudahkan Anda dalam mengambil langkah-langkah spesifik supaya ide bisnis yang dijalankan berhasil dan tujuan bisnis pun terwujud. Inilah mengapa seorang pelaku usaha atau bisnis hendaknya memahami bagaimana cara membuat business plan yang baik supaya bisnis yang dijalankan pun berhasil.

Pengertian Business Plan

Sebelum membahas tentang bagaimana cara membuat business plan atau rencana bisnis yang baik, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah apa itu rencana bisnis. Rencana bisnis merupakan kegiatan penting yang harus Anda siapkan sebelum memulai sebuah bisnis atau usaha. Dalam rencana bisnis tersebut, Anda akan menjelaskan secara terperinci tentang konsep bisnis Anda, keuangan, rencana pemasaran, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bisnis tersebut.

Dengan membuat rencana bisnis tersebut, Anda akan memiliki persiapan yang lebih matang sehingga diharapkan bisa mencapai kesuksesan dengan lebih mudah.

Cara Membuat Business Plan - Nextup ID

Cara Membuat Business Plan – Nextup ID

Tujuan Membuat Business Plan

Perencanaan dalam bisnis atau usaha menjadi hal yang sangat penting supaya bisnis bisa berjalan dengan baik dan mencapai kesuksesan. Berikut ini beberapa tujuan mengapa penting membuat sebuah business plan:

1. Memastikan Bisnis Berjalan Sesuai dengan Visi dan Misi

Adanya rencana bisnis ini ditujukan untuk memastikan bahwa bisnis yang nantinya dijalankan bisa berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditentukan dari awal. Dengan membuat rencana bisnis, maka ini juga akan memudahkan Anda untuk meninjau kembali terhadap kegiatan bisnis yang dilakukan secara berkala sebagai bahan analisa dan evaluasi.

2. Memperhitungkan Sumber Daya

Tujuan lain dari pembuatan rencana bisnis adalah supaya pelaku usaha bisa mengetahui berapa jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional bisnis, termasuk jumlah SDM serta keahlian yang diperlukan. Dengan mengetahui jumlah sumber daya yang dibutuhkan maka ini akan memudahkan Anda dalam menentukan jumlah biaya yang diperlukan untuk memenuhi sumber daya tersebut.

3. Membuat Kisaran Profit Bisnis

Perencanaan bisnis juga berguna untuk membuat kisaran atau perkiraan profit bisnis bisa tercapai sesuai target, termasuk menyusun strategi yang tepat dalam mencapai target profit sesuai dengan gambaran waktu yang direncanakan.

4. Mengevaluasi Rencana Bisnis Selanjutnya

Dalam menjalankan bisnis bisa terjadi keberhasilan maupun kegagalan. Bila Anda tidak membuat rencana bisnis sebelumnya maka Anda kesulitan untuk mengevaluasi di mana kelebihan dan kekurangan dari bisnis yang Anda jalankan. Inilah mengapa perencanaan bisnis ini berperan penting dalam suatu usaha atau bisnis. Anda akan lebih mudah untuk melakukan evaluasi sehingga bisnis yang dijalankan ataupun dikembangkan bisa lebih dioptimalkan untuk mencapai kesuksesan yang maksimal.

Cara Membuat Business Plan - Nextup ID

Cara Membuat Business Plan – Nextup ID

Tipe-Tipe Business Plan

Dalam membuat rencana bisnis atau business plan bisa disesuaikan dengan jenis usaha yang dijalankan. Berikut ini beberapa tipe rencana bisnis yang perlu Anda ketahui untuk memilih tipe mana yang tepat untuk jenis usaha Anda:

1. Perencanaan Operasional

Tipe business plan ini merupakan perencanaan bisnis yang menggambarkan dengan jelas tentang bagaimana sebuah perusahaan berjalan. Misalnya, SOP perusahaan. Bila hasil yang diberikan ternyata kurang efektif, Anda bisa mengganti perencanaan ini.

2. Perencanaan Strategi

Tipe rencana bisnis ini terdiri dari langkah-langkah strategis yang disusun untuk mencapai tujuan bisnis. Jenis perencanaan bisnis ini dinilai sangat penting karena bisa menentukan keputusan untuk jangka panjang seperti visi misi perusahaan, nilai perusahaan, dan lainnya.

3. Perencanaan Taktis

Tipe rencana bisnis ini berguna untuk merealisasikan strategi usaha yang telah direncanakan sebelumnya. Salah satu contohnya adalah rencana strategi pemasaran.

4. Perencanaan Jangka Panjang

Jenis rencana bisnis ini bertujuan untuk merencanakan usaha dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Perencanaan bisnis ini berguna untuk memproyeksikan keberhasilan dari sebuah perusahaan dalam skala yang lebih besar.

Cara Membuat Business Plan - Nextup ID

Cara Membuat Business Plan – Nextup ID

Cara Membuat Business Plan yang Baik

Untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis, pelaku usaha dan bisnis hendaknya memahami bagaimana menyusun dan membuat business plan yang baik. Berikut ini beberapa langkah mudah dalam membuat rencana bisnis:

1. Mengenali Bisnis

Langkah awal dalam membuat business plan adalah dengan mempelajari dan memahami secara menyeluruh tentang bentuk, potensi, serta berbagai tantangan yang ada pada bisnis tersebut. Anda bisa menggunakan teknik analisis SWOT dalam tahap ini. Tahapan ini sangat penting untuk bisa membangun bisnis Anda sesuai dengan keinginan serta nantinya bisa memberikan keuntungan yang optimal. Mengenali bisnis Anda lebih mendalam akan membantu Anda untuk menemukan langkah seperti apa yang tepat ke depannya dan memahami setiap risiko yang bisa saja terjadi.

2. Menentukan Arah

Setiap pelaku bisnis dan usaha hendaknya memiliki pandangan yang terarah tentang tujuan dan sasaran bisnisnya. Arah yang jelas ini akan memudahkan Anda dalam merancang alur rencana bisnis Anda. Inilah mengapa penting untuk membuat tujuan dan sasaran bisnis yang jelas dan terarah supaya bisa tercapai dengan lebih mudah.

Cara Membuat Business Plan - Nextup ID

Cara Membuat Business Plan – Nextup ID

3. Menentukan Target Bisnis

Setiap bisnis tentu memiliki targetnya masing-masing. hanya saja, terkadang pelaku bisnis kurang memahami target dari bisnisnya sehingga bisnis tidak mampu berjalan dengan baik. Dalam membuat rencana bisnis sangat penting untuk menentukan target bisnis yang tepat Ini akan memudahkan Anda dalam menyesuaikan konten rencana bisnis dengan baik. Target ini nantinya bisa menjadi pemacu Anda dalam menjalankan bisnis.

4. Menuliskan Rencana Bisnis

Ketika Anda sudah memahami ketiga langkah di atas maka selanjutnya Anda bisa langsung menuliskan rencana bisnis Ada. Beberapa hal yang perlu ditulis dalam sebuah business plan antara lain:

  • Visi dan misi perusahaan
  • Gambaran umum bisnis
  • Target pasar
  • Rincian produk
  • Rencana pemasaran
  • Biaya operasional
  • Perhitungan Break Even Point
  • Profitabilitas
  • Analisa Persaingan dan Strategi

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan rencana bisnis yang perlu Anda pahami sebelum Anda memulai sebuah usaha atau bisnis. Mengingat peran business plan yang sangat penting sebagai pedoman strategis demi keberlangsungan hidup bisnis, inilah mengapa sebagai pelaku bisnis dan usaha hendaknya Anda mulai mempersiapkan diri.

Bila Anda ingin mengetahui lebih tuntas tentang bagaimana cara membuat business plan serta apa saja yang perlu dipersiapkan, Anda bisa bergabung dalam webinar ataupun kelas bisnis bersama nextup.id. Selain itu, Anda pun berkesempatan untuk berkonsultasi ataupun mendapatkan pendampingan dari mentor pribadi untuk menemukan solusi atas permasalahan bisnis Anda. Membuat rencana bisnis yang baik tentu akan memberikan dampak yang baik pula bagi bisnis Anda nantinya.

kursus bisnis online, pelatihan bisnis online, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan usaha rumahan, pelatihan bisnis online gratis, kursus keterampilan untuk usaha, training bisnis online, pelatihan bisnis online gratis 2021, pelatihan wirausaha kuliner, pelatihan bisnis kuliner, pelatihan bisnis online gratis 2020, kursus usaha kuliner, pelatihan usaha laundry, pelatihan usaha kuliner, kursus bisnis kuliner, pelatihan usaha catering, kursus usaha online, pelatihan usaha online, training usaha laundry, kursus usaha laundry, kursus untuk usaha, pelatihan usaha mandiri, pelatihan bisnis minuman, pelatihan bisnis laundry, kursus usaha konveksi, pelatihan usaha konveksi, training usaha kuliner, pelatihan usaha minuman, pelatihan sukses bisnis online shop di instagram, kursus usaha rumahan, pelatihan usaha bakso, kursus usaha bakso, pelatihan bisnis ibu rumah tangga

pendampingan usaha, pendampingan bisnis, pelatihan usaha, kursus bisnis online, pelatihan bisnis online, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan usaha rumahan, pelatihan bisnis, pelatihan umkm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Ini Caranya Mendapatkan Izin P-IRT, Udah Tau Belum?

Ini Caranya Mendapatkan Izin P-IRT, Udah Tau Belum?

Bila Anda memiliki usaha pangan kemasan dengan bangunan produksi yang masih menyatu dengan rumah tinggal maka Anda perlu mengurus surat izin P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Izin tersebut penting untuk membuktikan bahwa produk pangan kemasan yang diproduksi telah memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.Lalu, apa itu izin P-IRT? Apa manfaat dan fungsinya bagi UMKM yang bergerak di bidang pangan? Serta bagaimana cara mengurus serta persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin P-IRT tersebut?

Pengertian Izin P-IRT

Izin P-IRT merupakan jaminan tertulis yang diberikan pihak Dinas Kesehatan terhadap pangan hasil produksi Industri Rumah Tangga yang telah memenuhi persyaratan dan standar keamanan tertentu terkait produksi serta peredaran produk pangan tersebut. Nantinya, setiap usaha yang telah mendapatkan sertifikat izin P-IRT maka akan menerima nomor seri P-IRT yang harus dicantumkan pada kemasan produk. Nomor tersebut merupakan bukti bahwa produk kemasan yang akan diedarkan telah terdaftar sebagai produk pangan yang memenuhi standar keamanan dan mutu pangan sesuai dengan aturan Pedoman Pengawasan Industri Rumah Tangga yangdikeluarkan oleh BPOM.

Sebagaimana namanya, sertifikat izin PIRT ditujukan untuk semua usaha pangan yang tempat produksinya masih menyatu dengan bangunan rumah tinggal. Nantinya, ketika bangunan produksinya terpisah dengan bangunan rumah tinggal dan diolah dengan menggunakan mesin otomatis maka pemilik usaha harus mengurus izin edar BPOM.

Beberapa jenis produk pangan kemasan dari industri rumah tangga yang perlu memiliki sertifikat izin P-IRT antara lain:

  • olahan daging kering
  • olahan unggas kering
  • olahan ikan kering
  • tepung dan hasil olahannya
  • selai dan jeli
  • olahan sayur
  • bumbu
  • kopi dan teh kering
  • rempah-rempah
  • hasil olahan buah
  • madu
  • kembang gula
  • hasil olahan umbi
  • minuman serbuk

Sementara itu, ada sejumlah produk pangan yang harus mendapatkan izin edar BPOM, antara lain:

  • Susu dan hasil olahannya
  • Daging, ikan, dan unggas serta hasil olahannya yang memerlukan proses penyimpanan beku
  • Pangan untuk bayi
  • Pangan kaleng
  • Pangan yang wajib SNI
  • Minuman beralkohol

Pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan izin P-IRT hendaknya memeriksa dan memastikan terlebih dahulu jenis pangan kemasan yang diproduksi apakah termasuk ke dalam daftar pangan kategori pangan yang boleh bersertifikat P-IRT atau bukan.

Caranya Mendapatkan Izin P-IRT - Nextup ID

Caranya Mendapatkan Izin P-IRT – Nextup ID

Fungsi dan Manfaat Kepemilikan Izin P-IRT bagi UMKM

Masih banyak pemilik UMKM yang bergerak di bidang pangan yang kurang memahami fungsi dan manfaat kepemilikan izin P-IRT untuk usaha yang dikelolanya sehingga mereka tidak mengurusnya. Apalagi perizinan berbasis risiko di OSS mewajibkan usaha mikro dan kecil berisiko rendah dan menengah cukup mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Lantas, apa yang membuat pelaku UMKM perlu memperhitungkan untuk mendapatkan sertifikat P-IRT bagi produk pangan kemasan yang diproduksinya?

Salah satu alasan mengapa pemilik UMKM di bidang pangan kemasan perlu memiliki sertifikat izin P-IRT adalah untuk membuktikan bahwa produk yang diproduksi dan diedarkan telah memenuhi standar mutu dan keamanan pangan sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Produk dengan izin P-IRT menunjukkan bahwa produsen tidak hanya sekedar ingin mencari keuntungan dari memproduksi dan menjual produk melainkan juga memiliki kepedulian terhdap kesehatan konsumen dengan bersedia untuk memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. Apalagi saat ini konsumen pun kian sadar pentingnya mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat sehingga adanya izin P-IRT menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih produk yang akan dikonsumsi.

Berikut ini beberapa manfaat dan keunggulan produk pangan yang telah memiliki izin P-IRT:

  1. Produk Sudah Layak Edar

Dengan mendapatkan izin P-IRT maka produk pangan tersebut bisa dipastikan telah siap dan layak untuk diedarkan di pasaran. Tentunya, ini bisa digunakan untuk bersaing dengan berbagai produk sejenis.

  1. Produk Bebas Dipasarkan secara Luas

Produk dengan izin P-IRT juga bisa dipasarkan secara luas selama masih dalam lingkup daerah lokal di Indonesia. Produk yang mampu menjangkau pasar lebih luas tentu akan semakin dikenal lebih banyak konsumen sehingga peluang untuk terjual juga akan semakin besar.

  1. Mutu dan Keamanan Lebih Terjamin

Dalam proses mendapatkan izin P-IRT produk pangan akan diuji dan diseleksi secara ketat oleh pihak dari Dinas Kesehatan. Selain produknya, pemilik UMKM juga mendapatkan tes pengetahuan terhadap bahan pangan serta edukasi melalui bimbingan. Setelah lolos tahap pengujian dan seleksi baru akan dikeluarkan izin P-IRT. Tentunya, dengan proses yang ketat maka bisa dipastikan produk yang telah mendapatkan izin P-IRT memiliki keamanan dan mutu yang lebih terjamin.

  1. Konsumen jadi Lebih Percaya

Jangan salah, konsumen saat ini sudah lebih cerdas dan selektif dalam memilih produk yang akan dibeli dan dikonsumsinya. Salah satu hal yang diperhatikan saat memilih produk padangan lokal adalah dengan melihat informasi kemasan. Bila produk tersebut tercantum izin P-IRT maka kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut akan lebih meningkat dan tidak ragu untuk membeli dan mengonsumsinya.

  1. Meningkatkan Nilai Jual Produk

Izin P-IRT ternyata juga bisa meningkatkan nilai jual produk di mata konsumen. Produk dengan izin P-IRT lebih mendapat perhatian dibandingkan produk pangan UMKM yang belum mendapatkan sertifikat. Tentunya hal ini juga turut berpengaruh terhadap penjualan produk yang lebih meningkat.

Caranya Mendapatkan Izin P-IRT - Nextup ID

Caranya Mendapatkan Izin P-IRT – Nextup ID

Syarat dan Prosedur Pendaftaran P-IRT

Setelah memahami apa itu izin P-IRT serta fungsi dan manfaatnya terhadap UMKM, Anda tentu akan lebih memahami pentingnya memiliki izin P-IRT untuk produk pangan Anda.

Untuk mendapatkan izin P-IRT, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Fotokopi KTP pemilik usaha rumahan
  • Pas foto 3×4 pemilik usaha rumahan sebanyak 3 lembar
  • Surat keterangan domisili usaha dari kantor camat
  • Denah lokasi bangunan
  • Surat keterangan puskesmas atau dokter untuk pemeriksaan kesehatan dan sanitasi
  • Surat permohonan izin produksi makanan atau minuman kepada Dinas Kesehatan
  • Sampel hasil produksi makanan atau minuman yang diproduksi
  • Label yang digunakan pada produk makanan/minuman yang diproduksi
  • Hasil uji laboratorium yang disarankan Dinas Kesehatan
  • Ikut Penyuluhan Keamanan Pangan untuk mendapatkan SPP P-IRT

Setelah sejumlah persyaratan di atas dipenuhi maka selanjutnya pemilik UMKM bisa mulai proses pendaftaran izin P-IRT dalam beberapa tahapan berikut ini:

  • Mendaftar ke Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan dan konsultasi tentang produk pangan yang akan disertifikasi
  • Melakukan tes Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP)
  • Bila lolos tes PKP maka akan dilakukan kunjungan ke tempat produksi pangan. Sedangkan bila tidak lolos tes maka akan diarahkan ke BPOM
  • Survei kunjungan yang mencakup beberapa aspek seperti pemeriksaan sarana lingkungan dan hasil sampel pangan yang nantinya pengecekan semua sampel dilakukan di Laboratorium Dinas Kesehatan
  • Bila semua tahapan terpenuhi dan dinyatakan lolos maka izin P-IRT akan diterbitkan oleh Dinas Kesehatan

Pelaku UMKM yang bergerak di bidang industri pangan hendaknya memahami berbagai hal, terutama yang menyangkut standar mutu dan keamanan pangan. Selain untuk mendapatkan izin edar, hal ini juga bisa meningkatkan kepercayaan konsumen serta nilai jual dari produk itu sendiri. Bila Anda membutuhkan sejumlah konsultasi atau pendampingan bisnis tentang usaha Anda, nextup.id siap membantu Anda.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm

Pahami Langkah Cermat Pengelolaan Dana Pensiun

Pahami Langkah Cermat Pengelolaan Dana Pensiun

Siapapun pastinya ingin menikmati masa tuanya dengan menyenangkan tanpa terbebani masalah keuangan. Inilah mengapa siapapun hendaknya mempersiapkan diri secara finansial dengan menyiapkan dana pensiun sehingga nantinya tak membebani anak cucu. Namun, ketika berbicara tentang dana pensiun, sebagian orang mungkin beranggapan bahwa ini hanya ditujukan bagi para pegawai kantoran, PNS, ataupun TNI/POLRI. Apakah benar demikian? Hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk mempersiapkan dana pensiun? Serta bagaimana pengelolaan dana pensiun yang tepat supaya hari tua merasa tenang dan nyaman?

Apa Itu Dana Pensiun?

Untuk lebih memahami bagaimana cara mengelola dana pensiun maka Anda perlu pahami terlebih dahulu sebenarnya apa itu dana pensiun. Dana pensiun merupakan dana yang sengaja dikumpulkan secara khusus untuk memberikan manfaat keuangan ketika seseorang mencapai masa pensiun, cacat, ataupun meninggal dunia. tak jarang orang melupakan penyusunan keuangan jangka panjang termasuk menyiapkan dana pensiun dalam daftar target keuangannya. Kebanyakan memprioritaskan keuangan mereka untuk kesiapan dana membeli rumah, kendaraan, dana pendidikan anak, dana darurat, hingga investasi. Padahal, siapapun perlu dan penting untuk mempersiapkan keuangan di masa tuanya.

Bagi mereka yang bekerja sebagai abdi negara seperti TNI/Polri ataupun PNS tentu tak perlu khawatir karena adanya fasilitas tunjangan pensiun setiap bulannya setelah masa purnabakti. Kondisi ini berbeda bagi yang bekerja sebagai pegawai swasta maupun pelaku usaha. Tidak semua perusahaan menyediakan fasilitas tunjangan pensiun bagi para karyawannya. Bila hal ini yang terjadi maka setiap individu hendaknya mempersiapkan dana pensiun secara mandiri sehingga nantinya ketika sudah tak lagi bekerja, Anda memiliki tabungan atau dana untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun - Nextup ID

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun – Nextup ID

Mengapa Perlu Dana Pensiun?

Tujuan utama menyiapkan dana pensiun adalah supaya Anda bisa mandiri secara finansial di masa tua. Di saat Anda sudah tak produktif lagi bekerja maka Anda akan kehilangan sumber pendapatan. Di sisi lain, anak-anak Anda sudah berkeluarga dan tentu akan lebih fokus pada kebutuhan keluarga masing-masing. belum lagi adanya risiko yang mungkin muncul ketika di masa tua. Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda perlu mempersiapkan dana pensiun dengan bijak dan baik:

1. Biaya Berobat Mahal dan Lansia Rentan Terserang Penyakit Kritis

Ketika memasuki masa tua biasanya tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh yang kian melemah. Di sisi lain, biaya pengobatan kian hari justru kian mahal. Inilah mengapa penting untuk mempersiapkan sejumlah dana untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan di masa tua yang seringkali tak terduga.

2. Kebutuhan Hidup bisa Meningkat saat Usia Melampaui Angka Harapan Hidup

Siapapun pastinya tidak akan mengetahui kapan akan berpulang. Usia harapan hidup di Indonesia umumnya adalah 71,5 tahun. Lalu bagaimana bila usia Anda nanti melampaui rata-rata usia harapan hidup? Kebutuhan Anda di masa tua tentu akan meningkat. Lalu, bagaimana bila Anda meninggal dunia di masa-masa produktif? Bagaimana keluarga Anda yang ditinggalkan memenuhi kebutuhan hidupnya? Risiko-risiko tersebut berpotensi terjadi di masa tua sehingga sangat penting untuk membuat perencanaan yang matang tentang persiapan dana pensiun.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun - Nextup ID

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun – Nextup ID

Hal-Hal yang Dibutuhkan untuk Mempersiapkan Dana Pensiun

Memiliki masa pensiun yang nyaman pastinya sangat menyenangkan. Inilah mengapa penting bagi Anda untuk mempersiapkan segala sesuatunya sejak awal. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk menyiapkan dana pensiun di saat usia produktif:

1. Tentukan Waktu Pensiun

Langkah pertama yang perlu diperhatikan ketika ingin menyiapkan dana pensiun adalah menentukan umur berapa Anda akan berhenti bekerja atau pensiun. Umumnya, seseorang akan pensiun di usia 60 tahun. Dengan menentukan waktu pensiun Anda, ini akan memudahkan dalam memulai mempersiapkan tabungan hari tua.

2. Konsisten Menabung

Mempersiapkan dana pensiun bukanlah hal yang mudah. Setelah menentukan waktu masa pensiun Anda maka selanjutnya Anda perlu konsisten dalam menabung. Misalnya, Anda mulai menyisihkan 5-10% dari penghasilan tiap bulan untuk tabungan dana pensiun.

3. Membuat Anggaran

Dalam menyiapkan dana pensiun, Anda juga perlu membuat anggaran belanja yang aman untuk nanti di masa pensiun. Cara paling sederhana untuk menghitung anggaran belanja adalah menambahkan pengeluaran saat ini dengan angka inflasi yang bisa saja terjadi nanti saat masa pensiun.

4. Lebih Fokus pada Kesehatan Fisik

Salah satu risiko yang sangat mungkin terjadi ketika memasuki masa lansia adalah lebih rentan terhadap penyakit kritis. Inilah mengapa selain mempersiapkan dana pensiun, Anda juga perlu menginvestasikan waktu dan keuangan Anda untuk menjaga kesehatan fisik supaya nantinya fisik Anda tetap sehat di masa tua. Apalagi biaya kesehatan mengalami kenaikan dari waktu ke waktu yang tidak sedikit. Bila perlu Anda juga hendaknya mempersiapkan asuransi hari tua yang mencakup asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun - Nextup ID

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun – Nextup ID

Pengelolaan Dana Pensiun supaya Tenang di Hari Tua

Nominal dana pensiun bisa membuat banyak orang tergiur untuk menggunakannya. Namun, pastikan Anda bisa memahami pengelolaan dana pensiun dengan tepat sehingga dana yang Anda miliki tidak habis begitu saja untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Berikut ini tips mengelola dana pensiun yang baik:

1. Membuat Rencana Keuangan

Langkah pertama dalam mengelola dana pensiun adalah dengan membuat perencanaan keuangan yang matang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Anda bisa memanfaatkan konsultan keuangan profesional, aplikasi keuangan, ataupun dengan merencanakannya sendiri. Hal ini akan memudahkan Anda dalam mengelola dana pensiun Anda tiap bulannya.

2. Utamakan untuk Melunasi Utang

Bila sebelum masa pensiun Anda memiliki utang ataupun cicilan kredit maka pastikan Anda melunasi utang-utang tersebut supaya Anda tidak terbebani di masa-masa tua Anda. Jangan sampai masalah hutang ini menjadi kendala keuangan Anda di masa tua. Tentunya, Anda sebaiknya menghindari utang menumpuk sebelum masa pensiun supaya Anda bisa terbebas dari penagihan ketika masa pensiun tiba.

3. Sisihkan Dana untuk Investasi

Anda perlu memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi ketika Anda memasuki masa pensiun. Dana pensiun yang Anda miliki tak hanya perlu untuk mencukupi kebutuhan keseharian ataupun untuk dana-dana darurat lainnya. Anda sebaiknya juga menyisihkan dana untuk berinvestasi untuk menjaga kondisi keuangan tetap sehat. Beberapa investasi mandiri seperti reksadana, emas, ataupun saham bisa menjadi pilihan yang cukup menarik.

4. Kurangi Belanja berdasar Keinginan

Tentu saja setiap orang berhak untuk berbelanja dengan dana yang telah dihimpunnya selama ini. Hanya saja, Anda tentu harus tetap bijak dalam membelanjakannya. Kurangi kebiasaan berbelanja hanya berdasarkan keinginan.

Mengelola keuangan bukan hanya ketika usia produktif. Bahkan, pengelolaan dana pensiun hendaknya benar-benar diperhatikan supaya masa tua bisa berlangsung dengan tenang dan nyaman. Bila Anda membutuhkan bantuan profesional terkait pengelolaan keuangan, bisnis, atau lainnya, Anda bisa menghubungi nextup.id. Ada banyak kelas dan webinar bisnis dengan berbagai tema yang bisa Anda ikuti. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan pendampingan dari mentor pribadi untuk membantu Anda mempersiapkan masa depan.

masa persiapan pensiun, persiapan pensiun, mpp pensiun, masa persiapan pensiun pns, persiapan pensiun karyawan swasta, persiapan masa pensiun, masa persiapan pensiun swasta, mpp masa persiapan pensiun, persiapan pensiun pns, mempersiapkan masa pensiun, mpp pns, masa persiapan pensiun karyawan swasta, masa persiapan pensiun adalah, perencanaan dan persiapan menghadapi masa pensiun, persiapan menjelang pensiun, masa pra pensiun, mempersiapkan pensiun, persiapan pensiun sejak dini, masa persiapan pensiun tni, masa mpp pns, masa persiapan pensiun bumn, persiapan menghadapi masa pensiun, pns yang mempersiapkan masa pensiun dibebaskan dari jabatan selama, peraturan tentang masa persiapan pensiun pns, aturan masa persiapan pensiun, masa persiapan pensiun pns guru, persiapan pensiun ppt, peraturan masa persiapan pensiun swasta, masa persiapan pensiun asn

Pelatihan masa persiapan pensiun, Program persiapan pensiun, Pelatihan pensiun perusahaan, Pensiun karyawan, Pelatihan finansial untuk pensiun, Persiapan pensiun komprehensif, Manajemen keuangan pensiun, Pelatihan psikologis masa pensiun, Program kesehatan pensiun, Kesiapan pensiun karyawan, Pelatihan transisi pensiun, Konsultasi persiapan pensiun, Perencanaan pensiun perusahaan, Tips sukses menghadapi pensiun, Program pensiun karyawan

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Pentingnya Mindset dan Character Building bagi Pengusaha

Pentingnya Mindset dan Character Building bagi Pengusaha

Apakah yang dimaksud dengan pengusaha? Jenis profesi ini semakin populer, bahkan di kalangan muda. Tidak adanya tuntutan dari atasan atau jobdesk ketat, membuat banyak orang tertarik membuka usaha sendiri hingga mempekerjakan karyawan. Tentu, rata-rata harus menyiapkan sekian besar modal, baik materiil maupun non-material. Tapi, apakah hal tersebut sudah cukup untuk menjadi seorang pengusaha?

Apa yang disebut Dengan Pengusaha?

Menurut KBBI, yang dimaksud pengusaha yaitu orang yang mengusahakan (perdagangan, industry dan sebagainya); orang yang berusaha di bidang perdagangan; saudagar; usahawan. Para ahli juga menjelaskan pengertian pengusaha dengan berbagai definisi, diantaranya:

  • Pengusaha adalah orang yang mendirikan sebuah perusahaan dengan cara-cara yang inovatif, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi orang banyak, terutama orang-orang yang menjalankan usaha tersebut. (Andrew J. Dubrin)
  • Pengusaha adalah sosok inti dalam perusahaan yang memiliki peran penting yaitu mengambil keputusan yang bermanfaat bagi orang banyak. (Arif F. Hadipranata)
  • Pengusaha adalah seseorang yang mampu memanfaatkan peluang serta menerapkan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan memberikan keuntungan bagi orang banyak. (Thomas W. Zimmerer)
  • Pengusaha adalah orang yang mau mengambil resiko demi tercapai tujuannya dan mendapatkan keuntungan. (Kasmir)

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa definisi pengusaha mencakup beberapa poin yaitu:

  • Mendirikan usaha
  • Memiliki usaha atau produk untuk diperdagangkan
  • Mengambil keputusan yang menguntungkan
  • Memecahkan masalah
  • Kreatif dan inovatif
  • Berani mengambil resiko
Training Kewirausahaan - Nextup ID

Training Kewirausahaan – Nextup ID

Membangun karakter dan mindset pengusaha

Setiap orang bisa memiliki usaha, tetapi tidak semua mampu bertahan sebagai pengusaha. Hal ini karena adanya banyak tantangan yang harus dihadapi. Modal terbatas, penjualan rendah, kehilangan konsumen hingga tertipu klien adalah beberapa masalah yang bisa muncul selama menjalankan sebuah usaha. Disinilah, seorang pengusaha harus benar-benar telah menyiapkan diri dengan memiliki karakter dan mindset atau pola pikir yang tepat.

Posisi pengusaha berbeda dengan karyawan. Tugas dan peranannnya jauh lebih kompleks. Tanpa karakter dan mindset yang kuat, seorang pengusaha akan lebih mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Padahal kedua hal tersebut merupakan pondasi awal membangun sebuah usaha, selain ketersediaan modal dan ketrampilan menciptakan produk atau jasa untuk diperdagangkan. Ia tak mampu melihat peluang, mengambil resiko, membuat keputusan dan memberikan keuntungan baik diri sendiri maupun orang-orang yang terlibat dalam usahanya.

Training Kewirausahaan - Nextup ID

Training Kewirausahaan – Nextup ID

Mindset yang Harus di Miliki Oleh Setiap Pengusaha

Mindset atau pola pikir adalah sekumpulan pemikiran yang terbentuk dari pengalaman dan keyakinan serta berpengaruh pada bagaimana seseorang menentukan sikap, perilaku, pandangan dan juga masa depannya. Harus dipahami bahwa setiap orang memiliki mindset berbeda-beda. Hal ini karena ragam pengalaman yang dialami, umumnya bersumber dari lingkungan, orang-orang sekitar, pengetahuan, bahan bacaan hingga peristiwa dalam kehidupan.

Sebagian orang bertanya apakah mindset dapat dirubah? Jawabannya, bisa, tapi prosesnya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pola pikir seseorang terbentuk dan tersimpan di alam bawah sadar. Jadi, untuk merubahnya terkadang dibutuhkan semacam pemicu yang kuat, seperti kesadaran diri, peristiwa dan bantuan dari orang yang berkompeten semisal psikolog. Perubahan tersebut tentunya diharapkan dapat menjadikan seseorang memiliki kehidupan yang lebih baik. Nah, untuk menjadi pengusaha sukses, seseorang harus memiliki beberapa mindset berikut:

1. Visi dan misi besar

Sebuah usaha dijalankan tentu dengan tujuan. Salah satunya mencapai keuntungan sebesar-besarnya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain yang terlibat di dalamnya. Untuk itu, diperlukan visi misi yang sesuai. Susun sejak awal berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, dari yang jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang. Visi misi tersebut akan menjadi kekuatan pengusaha dalam menjalankan usahanya serta panduan bagaimana menyikapi dan menyelesaikan sebuah tantangan.

2. Berani mengambil resiko

Mindset ini sangat sesuai dengan pengertian pengusaha menurut Kasmir. Keberanian mengambil resiko dan berpikir di luar kebiasaan atau out of the box sangat diperlukan dalam menjalankan sebuah usaha, mengingat ragam dan tingkat tantangan yang semakin dinamis. Ada yang menyebut, dunia usaha penuh ketidakpastian. Seorang pengusaha tentu tidak dapat hanya berpatokan pada teori apalagi pemikiran orang lain yang justru tidak terlibat dalam usaha tersebut.

Tentunya, resiko yang diambil tetap harus diiringi dengan pemahaman yang tepat. Dibutuhkan rencana matang agar tercipta keputusan strategis yang dinilai aman atau minim bagi perusahaan mengalami kerugian.

3. Tidak berhenti belajar untuk jadi lebih baik

Trials dan errors adalah hal yang wajar saat melakukan hal yang baru, termasuk menjalankan usaha. Yang terpenting bagi seorang pengusaha yaitu kemauan untuk terus belajar dan menjadi lebih baik. Ia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia usaha. Di antaranya perubahan pola pikir dan kebutuhan konsumen yang dapat mempengaruhi tingkat permintaan pada produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.

4. Bekerja bersama tim

Dalam menjalankan usahanya, seorang pengusaha tidak hanya membutuhkan tim yang handal. Ia sendiri juga harus mampu melibatkan diri dan bekerja sama dengan mereka. Harus ada komunikasi yang baik, terutama dalam pendelegasian tugas masing-masing agar setiap kebijakan dapat dilaksanakan dan visi misi perusahaan tercapai sesuai rencana. Hal yang tidak kalah penting yaitu pertimbangan atas kesejahteraan tim. Seorang pengusaha juga harus bersikap bijak agar orang-orang yang bekerja untuknya tidak merasa terbebani dengan tuntutan yang tidak masuk akal atau tidak sesuai dengan jobdesk mereka.

5. Optimis

Seorang pengusaha harus bersikap optimis. Artinya ia yakin pada diri sendiri dan kekuatan yang dimiliki. Sikap ini juga dapat menjauhkannya dari pemikiran negative terutama yang biasanya datang dari lingkungan, apalagi dari orang-orang yang tidak sepemikiran.

Training Kewirausahaan - Nextup ID

Training Kewirausahaan – Nextup ID

Karakter Pengusaha yang Sukses

Seiring dengan matangnya mindset seseorang, karakternya pun akan terbentuk. Begitupun bagi pengusaha. Saat ia memiliki mindset yang tepat, akan lebih mudah baginya menjadi seorang pengusaha sukses di masa depan.

Untuk mengetahui apakah seseorang sudah memiliki peluang besar meraih kesuksesan dalam usaha, berikut beberapa karakteristiknya:

1. Mau bekerja keras

Jika ingin sukses, seorang pengusaha harus mau bekerja keras. Selain itu ia juga perlu mengkombinasikannya dengan kerja cerdas. Dengan karakter ini, seorang pengusaha akan merasa termotivasi untuk berupaya semaksimal mungkin, sekalipun sumber daya yang dimiliki masih terbatas. Ia pun tak ragu mencari peluang bagaimana caranya meningkatkan kualitas dan permintaan atas setiap produk atau jasa yang diperdagangkan.

2. Berkomitmen tinggi

Seorang pengusaha harus memiliki komitmen tinggi yang tercermin dari setiap perkataan dan perbuatan. Jika berkomitmen ingin sukses, maka ia tidak akan mudah menyerah saat menghadapi masalah. Sebisa mungkin, seorang pengusaha akan mencari jalan keluar terbaik demi tetap menjaga komitmennya menjadi seseorang yang sukses di masa depan.

3. Percaya diri

Keberanian mengambil resiko yang telah menjadi mindset pada diri seorang pengusaha, akan membuat dirinya memiliki kepercayaan diri. Ia harus yakin jika dirinya mampu menjadi pengusaha yang sukses. Namun, tingkat kepercayaan diri ini juga diiringi dengan kebijaksanaan agar tidak menimbulkan kesombongan yang justru membuat orang lain, baik klien maupun konsumen, menjauh.

4. Berjiwa visioner

Seorang yang visioner memiliki orientasi panjang ke masa depan. Ini merupakan karakter yang sangat diperlukan oleh seorang pengusaha. Jadi, tidak ada batasan waktu dan ruang bagi kreatifitas dan inovasi. Ia akan terus berupaya bagaimana menjadi lebih baik di masa depan, dengan belajar dari pengalaman serta mencari sumber pengetahuan baru. Tidak hanya untuk mengembangkan usaha yang sudah ada, orientasi pada masa depan dapat mendorongnya menciptakan bisnis-bisnis baru dan memberikan manfaat lebih luas kepada lebih banyak orang.

Training Kewirausahaan - Nextup ID

Training Kewirausahaan – Nextup ID

Training motivasi entrepreneurship untuk kampus dan sekolah

Setiap orang punya kesempatan menjadi pengusaha. Tidak ada batasan usia, walaupun tentunya disesuaikan dengan sumber daya yang ada, misalnya ketrampilan, waktu dan modal. Lalu, bagaimana dengan mindset dan character building?

Mindset dan character building atau pembentukan karakter dan pola pikir seorang pengusaha dapat dimulai kapan saja. Banyak orang yang sudah mengikuti proses ini sejak di bangku sekolah, misalnya lewat mata pelajaran kewirausahaan.

Selain mengandalkan buku teks, institusi pendidikan juga biasanya mengundang motivator atau mentor dari perusahaan profesional seperti Nextup ID yang secara khusus memberikan training motivasi entrepreneurship bagi anak didiknya. Diharapkan melalui pelatihan semacam ini, para lulusan akademi tersebut dapat memiliki kesiapan tidak hanya untuk bekerja sebagai karyawan, tetapi menjadi seorang pengusaha yang mampu membuka seluas-luasnya lapangan kerja bagi orang lain.

training motivasi, training motivasi karyawan, pelatihan motivasi, training motivasi pelajar, pelatihan motivasi pengembangan diri, pelatihan motivasi kerja, training motivasi kerja, training motivasi mahasiswa, training motivator, pelatihan motivasi sdm, pelatihan motivasi kerja karyawan, pelatihan motivasi karyawan, training motivasi untuk remaja, training motivasi belajar, training motivasi siswa, pelatihan motivasi diri, training motivasi spiritual

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Mau Dapet Sertifikasi Halal Gratis? Ini Caranya!

Mau Dapet Sertifikasi Halal Gratis? Ini Caranya!

Mau Dapet Sertifikasi Halal Gratis? Ini Caranya! – Nextup ID. Sertifikasi halal adalah surat ketetapan yang menyatakan kehalalan suatu produk. Dokumen ini dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berdasarkan fatwa halal MUI. Dasar hukumnya dapat dilihat di Undang-Undang (UU) No.33 Tahun 2014 dan Peraturah Pemerintah (PP) No. 39 Tahun 2021. Setelah memperoleh sertifikasi halal, pemilik usaha atau produk

Fungsi dan manfaat Sertifikasi Halal

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, yaitu sekitar 237,56 juta jiwa. Angka ini berdasarkan laporan dari The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Maka tak heran, jika pemerintah sangat gencar mensosialisasikan pengurusan sertifikasi halal bagi perusahaan yang berfungsi sebagai bentuk perlindungan pada konsumen, terutama yang menganut agama Islam.

Sertifikat Halal Gratis - Nextup ID

Sertifikat Halal Gratis – Nextup ID

Dengan sertifikasi halal, maka pemilik usaha atau perusahaan akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

1. Produk terjamin kualitasnya

Sertifikasi halal tidak hanya diberikan setelah mengecek kehalalan setiap bahan yang digunakan. Tetapi, ada serangkaian kendali mutu dari keseluruhan produksi, mulai dari penggunaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan hingga produk siap dikonsumsi oleh konsumen.  Jika dinyatakan lulus uji, maka perusahaan dapat menjamin produknya halal dan berkualitas.

2. Konsumen menjadi tenang

Setiap produk yang lolos uji kehalalan akan mendapatkan logo halal yang bisa dicetak pada kemasan. Dengan melihat label tersebut, konsumen, terutama masyarkat muslim akan merasa tenang dan yakin bahwa tidak ada unsur haram pada sebuah produk.

3. Meningkatkan kepercayaan konsumen

Setelah calon konsumen yakin bahwa produk yang dikonsumsinya terjamin halal, maka mereka tidak ragu untuk membelinya lagi. Inilah contoh peningkatan kepercayaan pada konsumen terhadap produsen.

4. Menjadi unique selling point

Unique selling point (USP) merupakan konsep pemasaran yang menjadikan sebuah produk memiliki keunggulan dibandingkan produk lain yang sejenis. Produsen yang sudah mengantongi sertifikasi halal akan lebih mudah bersaing dengan kompetitor karena mendapatkan nilai tambah di mata konsumen.

5. Membuka akses pasar lokal dan global

Penganut agama Islam tidak hanya di Indonesia saja, namun tersebear di berbagai penjuru dunia. Artinya, produsen memiliki peluang sangat luas dalam memasarkan produk. Dengan adanya jaminan halal, maka produknya akan lebih mudah diterima oleh konsumen baik di pasar lokal maupun internasional.

Sertifikat Halal Gratis - Nextup ID

Sertifikat Halal Gratis – Nextup ID

Syarat Mendapatkan Sertifikasi Halal

Untuk mengurus sertifikasi halal, perusahaan atau produsen harus terlebih dahulu memahami jenis bahan baku yang memenuhi syarat halal, yaitu: (bisa pula diakses melalui laman https://ptsp.halal.go.id)

  1. Bahan-bahan yang digunakan harus diyakini dari yang halal, mulai dari bahan baku, pelengkap hingga pengemasnya. Tidak boleh menggunakan bahan yang haram, diantaranya:
  • Khmar atau minuman yang bersifat menimbulkan efek memabukkan, seperti alkohol, sari anggur, tuak dan lain sebagainya.
  • Bangkai, darah, daging babi dan anjing seperti yang sudah dijelaskan di dalam kitab suci Al Quran. Selain itu penyembelihan hewan yang diperbolehkan harus dengan menyebut nama Allah. Jika tidak, hukum dagingnya akan berubah menjadi haram.
  • Binatang buas atau semua binatang bertaring yang haram untuk dikonsumsi.
  • Bangkai yang berasal dari air seperti ikan dan makhluk laut hukumnya halal, tetapi harus dipastikan kondisinya thoyib atau baik. Misalnya bukan bangkai ikan busuk.
  1. Ada jaminan tidak ada kontaminasi bahan haram ataupun najis selama proses produksi dan fasilitasnya.

Kemudian untuk persyaratan pengurusan sertifikasi halal, ada serangkaian dokumen dan proses yang harus disiapkan, sebagai berikut:

  1. Identitas pemohon atau penanggung jawab sertifikasi halal
  2. Dokumen legalitas usaha (SP/AKTA/NPWP)
  3. Stastus sertifikasi apakah untuk pembuatan baru, pengembangan atau perpanjangan
  4. Data sertifikasi halal, jika ada
  5. Status system jaminan halal, jika ada
  6. Tipe produk, apakah retail, non-retail atau keduanya
  7. Jenis izin industry
  8. Jumlah karyawan yang ada
  9. Kapasitas produksi
  10. Dokumen halal sesuai status sertifikasi:
  • Manual system jaminan halal bagi satus pengajuan untuk pembuatan baru dan perpanjangna
  • Sertifikasi halal sebelumnya bagi status pengajuan untuk pengembangan dan perpanjangan
  • Dokumen proses produksi yang tersertifikasi
  • Dokumen informasi tentang bahan baku yang digunakan
  • Bukti sosialisasi kebijakan halal bagi usaha dan fasilitas baru
  • Bukti pelaksanaan pelatihan internal Sistem Jaminan Halal bagi usaha dan fasilitas baru
  • Bukti pelaksanaan audit internal Sistem Jaminan Halal bagi usaha dan fasilitas baru
  1. Dokumen ijin usaha untuk usaha baru dan pengembangan fasilitas yang beralamat di Indonesia. Jika lokasinya di luar negeri, mana dibutuhkan dokumen tambahan berupa data nama dan alamat pabrik serti penanggung jawab yang ditunjuk untuk komunikasi selama proses sertifikasi.

Prosedur Sertifikasi Halal

Ada 3 pihak yang terlibat dalam pengurusan sertifikasi halal suatu produk, yaitu:

  1. BPJPH – menyelenggarakan jaminan produk halal
  2. LPPOM MUI – Lembaga pemeriksa halal (LPH) yang memeriksa kelengkapan dokumen, penjadwalan dan pelaksanaan audit, hingga menyampaikan hasil audit dalam rapat Komisi Fatwa MUI.
  3. MUI – menetapkan kehalalan produk melalui Komisi Fatwa yang didasarkan dari hasil audit dan menerbitkan Ketetapan Halal MUI.

Sedangkan untuk prosedurnya, proses sertifikasi halal membutuhkan waktu 21 hari kerja dengan alur proses meliputi:

  1. Mengajukan permohonan sertifikasi halal oleh pelaku usaha dengan melengkapi dokumen sebagai berikut:
  • Data pemilik usaha
  • Nama dan jenis produk
  • Daftar produk dan bahan-bahan yang digunakan
  • Pengolahan produk
  • Dokumen system jaminan produk halal
  1. BPJPH memeriksa kelengkapan dokumen dan menetapkan Lembaga pemeriksa halal, dimana waktunya 2 hari kerja
  2. LPH memeriksa dan/atau menguji kehalalan produk yang memakan waktu 15 hari kerja
  3. MUI melakukan penetapan kehalalan produk melalui sidang Komisi Fatwa dan prosesnya memakan waktu 3 hari.
  4. BPJPH menerbitkan sertifikat halal berdasarkan ketetapan MUI, waktunya 1 hari
Sertifikat Halal Gratis - Nextup ID

Sertifikat Halal Gratis – Nextup ID

Pendaftaran Sertifikasi Halal melalui Nextup ID

Jika Anda masih kesulitan memahami persyaratan dan prosedur pengajuan sertifikasi halal, Anda dapat menghubungi Nextup ID. Perusahaan ini menyediakan beragam layanan yang membantu para pelaku usaha untuk naik kelas sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya yaitu pengurusan sertifikasi halal agar produknya makin diterima dan dipercaya oleh masyarakat luas, terutama yang menganut agama Islam. Apalagi saat ini dari pemerintah ada program SEHATI (Sertifikat Halal Gratis) dari Kementrian Agama Republik Indonesia. (selengkapnya di: https://www.kemenag.go.id/read/sertifikasi-halal-gratis-2023-dibuka-ada-1-juta-kuota-dom9v)

 

Klik Untuk Mendapatkan Sertifikat Halal

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya, Mengapa Tidak?

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya, Mengapa Tidak?

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya – Nextup ID. Kehidupan setelah memasuki masa purna karya atau pensiun pastinya berbeda dengan kehidupan di masa-masa usia produktif. Tak sedikit orang merasa takut menghadapi masa-masa menjelang purna karya terutama mempersiapkan masalah finansialnya. Inilah mengapa penting untuk membuat persiapan bisnis untuk purna karya sehingga ketika memasuki masa pensiun, mereka bisa tetap memiliki pendapatan untuk menopang kebutuhan finansialnya.

Pengertian Purna Karya

Ada beberapa istilah yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang pensiun, seperti purna tugas, purna bakti, purna karya, dan lainnya. Purna karya atau pensiun bisa dipahami sebagai suatu kondisi di mana seseorang telah berhentu bekerja dari suatu pekerjaan yang biasa dilakukan. Seseorang bisa dikatakan memasuki masa pensiun bila setidaknya ia mencapai usia 50 tahun, telah diberhentikan dengan hormat, ataupun memiliki masa kerja kurang lebih 20 tahun.

Tentu saja, keadaan seseorang dalam masa purna karya dengan sebelum ia pensiun akan cukup berbeda baik secara fisik ataupun psikologis. Hal inilah yang membuat banyak orang merasa penting untuk lebih bersiap sebelum memasuki masa-masa pensiun supaya masa purna karya ini bisa menjadi masa-masa yang menyenangkan dan bukan masa yang kelam bahkan mengerikan.

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya - Nextup ID

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya – Nextup ID

Kondisi Purna Karya

Masa purna karya pastinya akan menghampiri setiap orang berdasarkan pencapaian usia tertentu. Banyak yang menganggap bahwa masa pensiun merupakan masa-masa usia tua di mana fisik kian melemah, lebih rentan penyakit, mudah lupa, penampilan tak menarik, bahkan ada yang menganggap bahwa masa ini merupakan tanda seseorang tak lagi dibutuhkan dan dibutuhkan di dunia kerja. Masa purna karya seolah membuat seseorang putus dalam karyanya. Hal-hal semacam inilah yang seringkali membuat seseorang yang memasuki masa pensiun menjadi lebih sensitif sehingga ia pun lebih rentan sakit-sakitan.

Tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak orang yang beranggapan bahwa masa purna karya merupakan masa pemutus kegiatan rutinnya yang telah dijalani selama ini. Masa ini menjadi masa yang menjengkelkan karena kegiatan rutin telah hilang, penghasilan menurun, kewenangan yang dimiliki telah hilang, dan kesehatan fisik pun kian melemah karena usia tua. Masa purna karya menjadi masa di masa masalah keuangan menjadi sesuatu yang sangat tidak stabil. Apakah masa-masa purna karya memang demikian kondisinya? Sebenarnya, masa purna karya tidak berarti bahwa Anda tidak bisa berkarya lagi. Bahkan, ada banyak hal yang bisa dilakukan dan diwujudkan ketika memasuki masa-masa pensiun atau purna karya.

Kondisi purna karya pada seseorang bisa berdampak pada mentalnya. Dampak tersebut bisa baik ataupun buruk. Kondisi yang paling sering terjadi kepada seseorang yang memasuki masa purna karya adalah stres. Bekerja bisa membuat seseorang merasa berguna dan memiliki tujuan hidup. Ketika datang masa purna maka tak sedikit yang merasa bahwa ia tidak lagi bermanfaat bahkan merasa tidak memiliki tujuan hidup lagi. Perasaan inilah yang memicu timbulnya stress yang bahkan bisa berdampak pada kesehatan tubuh secara menyeluruh. Stres ini merupakan salah satu bentuk adaptasi terhadap perubahan rutinitas yang cukup signifikan dalam kehidupannya. Inilah mengapa penting untuk mempersiapkan masa purna sebaik mungkin sedari awal supaya bisa meminimalisir berbagai risiko buruk yang bisa terjadi nantinya.

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya - Nextup ID

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya – Nextup ID

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya

Ketika mendekati masa-masa purna karya maka Anda bisa mencoba membuat daftar rencana tentang apa saja yang ingin Anda lakukan setelah pensiun nantinya. Anda bisa menyesuaikan rencana tersebut dengan minat, hobi, bakat, atau bahkan cita-cita terpendam yang selama ini belum bisa terwujud. Daftar rencana tersebut akan membuat Anda memiliki hari-hari yang tetap produktif dan lebih bermakna meskipun Anda telah memasuki masa pensiun.

Setelah masa pensiun tiba dalam hidup Anda, ini bukan berarti Anda tidak lagi memiliki tujuan hidup. Justru, ini bisa menjadi langkah awal Anda untuk menciptakan dan mencapai tujuan baru. Salah satunya dengan merintis bisnis. Membuka sebuah usaha ataupun bisnis tidaklah memandang usia. Bahkan, Anda bisa memulainya ketika Anda telah purna karya.  Anda bisa memulai bisnis yang mungkin selama ini belum bisa Anda wujudkan dengan kepadatan waktu dan aktifitas Anda di masa-masa bekerja. Masa pensiun bisa saja menjadi peluang Anda untuk membangun bisnis yang potensial.

Tentu saja, ketika Anda ingin merintis bisnis di masa purna karya hendaknya juga tak sembarangan. Berikut ini beberapa tipa memulai bisnis atau usaha setelah pensiun yang perlu Anda ketahui:

  1. Jangan Terburu-buru Menarik Dana Pensiun

Hal pertama yang perlu Anda lakukan ketika ingin memulai bisnis setelah pensiun adalah jangan terburu-buru untuk menarik dana pensiun Anda. Menarik dana pensiun memang cukup menguntungkan karena Anda tidak perlu mengajukan pinjaman untuk menyiapkan modal bisnis Anda. Namun, Anda juga perlu mengetahui bahwa menarik dana pensiun sebelum periode pencairan memiliki risiko. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menggunakan simpanan terlebih dahulu sebagai modal bisnis Anda. Bila Anda tidak memiliki simpanan, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menjual ataupun menggadaikan barang berharga. Perlu diingat, hindari menarik dana darurat karena ini ditujukan untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak nantinya.

  1. Pilihlah Bisnis yang Diminati namun Tetap Sesuai dengan Kemampuan Keuangan

Selanjutnya, pastikan untuk memilih bisnis yang diminati namun tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan Anda. Inilah mengapa penting untuk merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatunya dari awal, termasuk strategi penjualan dengan baik

Memilih bisnis yang sesuai dengan minat akan membuat Anda bisa lebih menikmati proses mengelola bisnis Anda. Ini bisa membuat masa-masa pensiun Anda terasa lebih menyenangkan. Selain itu, Anda pun akan merasa lebih mudah untuk menjalankan bisnis tersebut.

Namun, pastikan tetap memperhatikan kemampuan finansial Anda. Dalam merintis bisnis, Anda bisa memulainya dengan skala yang kecil atau rumahan. Anda bisa mengembangkan bisnis tersebut semakin besar nantinya sesuai dengan strategi bisnis Anda.

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya - Nextup ID

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya – Nextup ID

  1. Investasi Jangka Panjang

Bisnis yang Anda rintis setelah purna karya sebaiknya merupakan bentuk investasi jangka panjang. Investasi ini dilakukan untuk pengembangan aset perusahaan Anda mendatang. Dalam hal ini, bisnis Anda tak hanya terbatas pada pasar uang ataupun pasar saham, melainkan juga bisa dengan membeli aset seperti membeli emas, reksadana, gedung, menambah alat produksi, dan lainnya.

Pilihan Bisnis untuk Purna Karya

Berikut ini beberapa ide atau pilihan bisnis untuk purna karya yang bisa Anda coba:

  • Usaha fotokopi
  • Usaha laundry
  • Bisnis franchise
  • Peternakan
  • Perkebunan
  • Warung sembako
  • Usaha kos atau kontrakan
  • Usaha rental mobil
Merintis Bisnis di Masa Purna Karya - Nextup ID

Merintis Bisnis di Masa Purna Karya – Nextup ID

Pelatihan Bisnis untuk Karyawan Purna Karya

Menjadikan masa-masa purna karya sebagai masa yang menyenangkan setelah sekian tahun aktif dan produktif bekerja tentu bukan hal yang mudah. Anda bisa mulai mempersiapkan sebelum mendekati masa-masa pensiun. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan bisnis untuk karyawan purna karya. Ini akan menjadi salah satu bekal Anda untuk mempersiapkan masa pensiun Anda lebih bermakna dan menyenangkan. Pelatihan bisnis yang bisa diikuti pun beragam.

Melalui pelatihan bisnis bagi karyawan yang akan memasuki masa purna, Anda bisa mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan yang nantinya sangat berguna ketika masa pensiun Anda tiba. Anda tidka hanya bisa mendapatkan informasi bisnis apa yang sebaiknya Anda jalankan setelah pensiun tetapi juga beberapa bekal lainnya mulai dari bagaimana mengelola keuangan, mengatur strategi yang tepat untuk memulai bisnis setelah pensiun, dan lainnya.

Saat ini, Anda bisa menemukan banyak pelatihan bisnis yang tersedia termasuk untuk karyawan yang akan memasuki masa purna karya. Salah satunya adalah pelatihan ataupun kelas bisnis yang diselenggarakan oleh nextup.id yang memang ingin mengajak para pelaku bisnis dan usaha untuk bisa melangkah lebih maju dan naik level. Anda bisa bertemu dengan para profesional bisnis dan pelaku usaha yang Anda membantu meningkatkan kualitas Anda.

masa persiapan pensiun, persiapan pensiun, mpp pensiun, masa persiapan pensiun pns, persiapan pensiun karyawan swasta, persiapan masa pensiun, masa persiapan pensiun swasta, mpp masa persiapan pensiun, persiapan pensiun pns, mempersiapkan masa pensiun, mpp pns, masa persiapan pensiun karyawan swasta, masa persiapan pensiun adalah, perencanaan dan persiapan menghadapi masa pensiun, persiapan menjelang pensiun, masa pra pensiun, mempersiapkan pensiun, persiapan pensiun sejak dini, masa persiapan pensiun tni, masa mpp pns, masa persiapan pensiun bumn, persiapan menghadapi masa pensiun, pns yang mempersiapkan masa pensiun dibebaskan dari jabatan selama, peraturan tentang masa persiapan pensiun pns, aturan masa persiapan pensiun, masa persiapan pensiun pns guru, persiapan pensiun ppt, peraturan masa persiapan pensiun swasta, masa persiapan pensiun asn

Pelatihan masa persiapan pensiun, Program persiapan pensiun, Pelatihan pensiun perusahaan, Pensiun karyawan, Pelatihan finansial untuk pensiun, Persiapan pensiun komprehensif, Manajemen keuangan pensiun, Pelatihan psikologis masa pensiun, Program kesehatan pensiun, Kesiapan pensiun karyawan, Pelatihan transisi pensiun, Konsultasi persiapan pensiun, Perencanaan pensiun perusahaan, Tips sukses menghadapi pensiun, Program pensiun karyawan

Nextup.id merupakan platform yang mempertemukan antara professional bisnis dan pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kapasitasnya untuk naik kelas

Phone: +62 858 0333 2788

Instagram: nextup_id

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.