by adminnextup | Jul 27, 2022 | Articles
Siapapun pastinya ingin bisa laris manis ketika berjualan. Saat ini ada banyak strategi yang bisa diterapkan untuk memikat calon pembeli. Salah satunya adalah dengan melakukan copywriting. Metode ini terkenal sangat ampuh untuk menarik minat pembaca supaya tertarik dengan produk ataupun jualan yang ditawarkan melalui konten dan tulisan yang Anda buat. Pastikan untuk menggunakan copywriting sebagus mungkin ketika berjualan sehingga daya pikatnya semakin ampuh.
Contoh Headline Copywriting supaya Jualan Laris Manis
Di zaman yang serba digital seperti saat ini, website menjadi salah satu media yang sangat populer untuk berjualan. Melalui konten dan tulisan yang dibuat di website, Anda bisa menunjukkan keunggulan produk dan layanan yang Anda tawarkan kepada para pembaca. Inilah pentingnya menggunakan teknik copywriting yang bagus supaya bisnis Anda pun bisa terlihat lebih unggul dibandingkan kompetitor.
Copywriting merupakan salah satu teknik menulis untuk materi pemasaran. Dan salah satu bagian penting dari pemasaran konten yang menggunakan copywriting adalah headline. Ada sejumlah teknik copywriting yang bisa diaplikasikan dalam pembuatan headline. Tentunya Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini ada sejumlah contoh headline copywriting yang bisa digunakan untuk menarik pembaca terhadap bisnis Anda.

1. Benefit Headline
Sesuai dengan namanya, headline ini lebih fokus pada manfaat yang diperoleh pembaca. Dalam hal ini, sangat penting untuk melihat dan memahami bagaimana sudut pandang pembaca itu sendiri. Manfaat atau benefit bagi setiap pembaca bisa saja berbeda. Misalnya, ada yang lebih senang mendapatkan ilmu atau informasi yang bermanfaat, manfaat secara ekonomis, manfaat psikologis, atau lainnya.
Berikut ini contoh copywriting untuk benefit headline:
- 7+ Cara Jualan Sukses di Instagram (Update)
- 50+ Trik Produk Jualan di Shopee Laris Manis
2. News Headline
Headline ini biasanya memang berfokus pada informasi terbaru ataupun sejumlah berita yang sedang trending sehingga memiliki peminat yang cukup besar. Copywriting headline ini bisa mengacu pada informasi terkini dari produk maupun layanan Anda. Dalam teknik copywriting news headline hendaknya tidak gegabah jangan sampai terlalu dilebih-lebihkan hingga menjadi clickbait. Hindari clickbait berlebihan dengan headline yang terlalu fantastis namun isi konten ternyata berbeda. Pastikan menggunakan teknik copywriting yang wajar dan sesuai konten Anda.
Berikut ini salah satu contoh copywriting dengan news headline yang aman:
- Yoyok Rubiantono: Penjual Panci Internasional Beromzet Miliaran Rupiah Per Hari
- Modal Kurang dari Rp 100 Ribu Hasilkan Omset Hingga Jutaan Rupiah per Bulan!

3. Selective Headline
Copywriting ini lebih cocok bagi Anda yang memiliki bisnis dengan pangsa pasar tertentu. Anda bisa menggunakan headline jenis ini ketika ingin konten atau tulisan yang Anda buat dibaca kalangan tertentu. Bila Anda ingin menggunakan copywriting ini untuk headline maka Anda bisa menyebutkan hal-hal yang lebih spesifik terkait waktu, layanan, persona, dan lainnya.
Berikut ini contoh copywriting untuk selective headline:
- Kejutan Menarik untuk Pebisnis Kuliner
- Tool Paling Efektif untuk Digital Marketer
4. Curiosity Headline
Copywriting jenis ini cocok digunakan untuk berbagai bisnis terutama yang berhubungan dengan bidang travel. Headline ini mampu meningkatkan rasa penasaran pembaca terkait dengan berbagai hal. Salah satu ciri headline ini adalah tidak menjelaskan secara jelas isi kontennya dan lebih menekankan hal-hal yang mampu membuat penasaran pembaca.
Berikut contoh copywriting untuk curiosity headline:
- Inilah Spot Wisata Murah untuk Healing di Akhir Pekan
5. Gimmick Headline
Copywriting untuk headline ini lebih memaksimalkan permainan bunyi, gaya bahasa, tipuan, pengulangan kata, bahkan efek terkejut. Pemilihan kata yang tepat bisa menarik perhatian namun tetap relevan dengan tujuan konten. Misalnya:
- Dapur Cokelat: New Taste for the New Goals
Melalui headline tersebut, Dapur Cokelat ingin menunjukkan berbagai varian rasa baru yang bisa mengiringi target baru bagi pembeli.

6. Question Headline
Headline jenis ini seringkali digunakan untuk menimbulkan kesan lebih dekat dengan pembaca. Copywriting pertanyaan memungkinkan pembaca merasa lebih diperhatikan apa yang menjadi kebutuhannya. Tentunya, konten yang dibuat hendaknya mampu menjawab pertanyaan headline. Inilah mengapa dalam penggunaan jenis copywriting ini hendaknya lebih memandang sudut pandang dan kebutuhan pembaca supaya lebih berkesan bagi pembaca
Contoh copywriting headline berikut ini:
- Ingin Jualan Online? Simak Dulu Tips Ini!
- Apakah Anda Sudah Mempersiapkan Dana Masa Tua?
7. Quotation Headline
Menggunakan kutipan sebagai headline mungkin akan memberikan kesan tersendiri. Namun, Anda tetap harus hati-hati. Pastikan Anda tetap mempertimbangkan konteks konten Anda supaya relevan dengan kutipan yang digunakan. Berikut ini contoh copywriting quotation headline untuk blog atau artikel:
- 5 Ayam Bakar Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima di Jogja, Wajib Dicoba!
- Cantikmu Siap Hadapi Dunia, Ayo Bergabung dalam Kolaborasi bersama 4 Wanita Inspiratif Ini!
8. Command Headline
Copywriting jenis ini biasanya digunakan untuk mengarahkan pembaca untuk melakukan sesuatu dengan kata-kata perintah. Biasanya kalimat perintah yang digunakan dikemas dengan penggunaan kata-kata yang bersifat lebih mendesak sehingga menarik perhatian pembaca. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan command headline adalah konten hendaknya menegaskan mengapa pembaca harus melakukan yang diperintahkan dalam headline dan menjelaskan akibat bila pembaca tak mengindahkan headline.
Contohnya pada headline di bawah ini:
- Black Friday: Dapatkan Diskon 75% dan Menangkan Apple Watch
- Daftar Hari Ini dan Dapatkan Ekstra Gratis Berlangganan hingga 3 Bulan
9. Claim Headline
Bisnis yang Anda jalankan hendaknya memiliki suatu kekhasan tersendiri sehingga bisa memberikan posisi khusus di mata audiens. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan copywriting yang tepat untuk menunjukkan suatu klaim atas keunggulan atau kekhasan dari bisnis Anda. Sampaikan dengan jelas dan spesifik apa yang menjadi keunggulan ataupun ciri khas bisnis Anda tersebut namun pastikan untuk tidak membuat klaim secara berlebihan yang justru memberi kesan terlalu imajinatif bahkan mustahil.
Berikut ini beberapa contoh copywriting untuk claim headline yang cukup aman untuk konten Anda:
- Menghilangkan Noda Hitam dalam 30 Hari? Percayakan kepada Natasha Skincare
- Seminar Bisnis Terbaik Hasilkan Ratusan Alumni Pebisnis yang Sukses di Bidangnya
10. How-to Headline
Headline ini bertujuan untuk menunjukkan cara menyelesaikan masalah pembaca yang biasanya dipakai untuk tips, tutorial, panduan, dan lainnya. Berikut ini beberapa contoh copywriting untuk how-to headline:
Cara Membuat Snack Tart Simple untuk Ulang Tahun Anak
- Tutorial Login VPS di Android Anti Gagal
11. Versus Headline
Sebagaimana namanya, headline ini mengacu pada perbandingan dua hal dengan yang memiliki kemiripan atau kesamaan. Tujuannya bukan untuk menjelekkan satu dengan lainnya melainkan membantu pembaca dalam mengidentifikasi mana yang lebih cocok untuk menjawab kebutuhan mereka.
Ini contoh copywriting untuk versus headline yang bisa digunakan untuk blog atau postingan Anda:
- Online Marketing vs Offline marketing: Mana yang Paling Tepat untuk Bisnis Anda?
- iOS vs Android, Mana yang Lebih Sesuai dengan Kebutuhan Anda?
Itulah beberapa contoh copywriting headline yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan bisnis Anda. Bila Anda masih bingung bagaimana cara meningkatkan penjualan atau bisnis Anda mengalami berbagai kendala, maka Anda bisa berkonsultasi dengan nextup.id. Bukan hanya itu saja, Anda juga bisa berkonsultasi ataupun mendapatkan terapi layanan untuk mengatasi berbagai kendala keuangan, permasalahan emosional, ataupun hambatan rezeki. Segera hubungi kontak yang tersedia untuk membantu menemukan solusi terbaik permasalahan Anda.
kursus bisnis online, pelatihan bisnis online, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan usaha rumahan, pelatihan bisnis online gratis, kursus keterampilan untuk usaha, training bisnis online, pelatihan bisnis online gratis 2021, pelatihan wirausaha kuliner, pelatihan bisnis kuliner, pelatihan bisnis online gratis 2020, kursus usaha kuliner, pelatihan usaha laundry, pelatihan usaha kuliner, kursus bisnis kuliner, pelatihan usaha catering, kursus usaha online, pelatihan usaha online, training usaha laundry, kursus usaha laundry, kursus untuk usaha, pelatihan usaha mandiri, pelatihan bisnis minuman, pelatihan bisnis laundry, kursus usaha konveksi, pelatihan usaha konveksi, training usaha kuliner, pelatihan usaha minuman, pelatihan sukses bisnis online shop di instagram, kursus usaha rumahan, pelatihan usaha bakso, kursus usaha bakso, pelatihan bisnis ibu rumah tangga
by M Arif Rahmat | Jul 23, 2022 | Articles
Pernahkah Anda mendengar tentang “design thinking”? Istilah ini cukup popular dalam dunia bisnis. Banyak perusahaan, baik skala besar maupun kecil, menggunakannya sebagai salah satu metode untuk memecahkan masalah.
Menurut Anda, apa saja masalah yang biasa dihadapi oleh pemilik usaha? Tentunya banyak. Mulai dari kesulitan menentukan produk yang akan dirilis, rendahnya tingkat penjualan hingga ketatnya persaingan dengan pengusaha yang lain. Hal-hal tersebut seringkali membuat sebuah usaha mengalami kegagalan. Jika dibiarkan berlanjut, tentu seorang pengusaha harus menerima pil pahit berupa kerugian.
Apapun kendala yang Anda sendiri temui dalam perjalanan bisnis, poin penting yang harus dilakukan yaitu segera mendapatkan solusinya. Meskipun ada pepatah mengatakan “pengalaman adalah guru terbaik”, tidak ada salahnya Anda mencari cara paling efektif sejak awal untuk mengatasi “kemungkinan” permasalahan dalam berbisnis. Misalnya dengan menerapkan metode design thinking.

Apa itu design thinking dan asal usulnya?
Design thinking merupakan sebuah metode pemecahan masalah yang terfokus pada pengguna atau user. Dalam prosesnya, Anda perlu menempatkan diri sebagai calon konsumen agar memahami apa yang mereka butuhkan. Kemudian, temukan solusi efektif yang tidak hanya praktis tetapi juga kreatif untuk menjembatani pengguna memenuhi kebutuhan tersebut.
Design thinking pada awalnya merupakan istilah yang diperkenalkan oleh para akademisi di tahun 1980an, termasuk Bryan Lawson dan Nigel Cross. Keduanya melihat pemikiran ini sebagai metode yang digunakan oleh para desainer pada waktu itu untuk memecahkan masalah.
Orang-orang yang memiliki latar belakang ilmu desain, arsitek misalnya, cenderung menggunakan pikiran mereka untuk menggambarkan masa depan dan menciptakan hal baru. Selain itu, mereka juga melibatkan klien dan menerima masukannya untuk mengetahui hasil seperti apa yang diinginkan.
Menurut Bryan Lawson, Nigel Cross dan para akademisi tahun 1980an, design thinking merupakan cara penyelesaian masalah yang efektif untuk diterapkan di masa depan. Hal ini dikarenakan semakin kompleksnya kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat modern. Terlebih lagi, metode design thinking juga dirumuskan dengan menitikberatkan pemahaman terhadap kebutuhan klien, bukan semata-mata berdasarkan data atau pengalaman di masa lalu.
Pada tahun 1990an, design thinking mengalami perluasan dalam penerapan. Salah satunya dalam dunia bisnis yang dipelopori oleh sebuah perusahaan konsultan desain produk dan industrial, IDEO. Perusahaan ini menggunakan metode tersebut sebagai upaya memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan sampai akhirnya berhasil mengeluarkan produk yang sukses di pasaran.
Tahapan-tahapan dalam design thinking
Masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia di masa modern menjadi semakin kompleks. Penyebabnya tentu beragam. Di sisi lain, metode pemecahan masalah juga ikut mengalami perubahan, termasuk design thinking.
Awalnya proses design thinking meliputi 3 tahapan, seperti yang dilakukan perusahaan IDEO pada tahun 2000 awal, yaitu inspirasi, ide dan implementasi. Kemudian, di tahun 2010, saat design thinking menjadi metode pemecahan masalah yang popular, proses penggunaannya menjadi semakin berkembang dan bervariasi. Salah satunya yang diperkenalkan oleh Prof. Liedtka dari Universitas Virginia menjabarkannya dalam 4 tahapan, “What is? What if? What vows? Dan What works?”.
Dari banyaknya inovasi yang ada dalam penjabaran tahapan design thinking, ada satu yang hingga saat ini cukup terkenal dan dijadikan rujukan. Inovasi tersebut dirumuskan oleh Universitas Stanford (d.school) yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu:

1. Empathize
Emphasize atau empati ditujukan kepada user, pengguna atau calon konsumen. Anda diharuskan untuk memahami sudut pandang mereka terhadap sebuah produk, termasuk kebutuhan, keinginan dan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam prakteknya, Anda tidak boleh mengandalkan asumsi, tetapi lakukan riset ke lapangan atau jalankan beberapa cara berikut:
- Konsultasi dengan para ahli di bidang yang berkaitan dengan produk
- Diskusi dengan desainer yang lain
- Wawancara calon pelanggan, missal lewat survey, untuk mendapatkan pemahaman kebutuhan mereka secara lebih personal
2. Define
Setelah mendapatkan gambaran jelas mengenai apa yang dibutuhkan pelanggan atau pengguna, Anda dapat menjalankan tahapan berikutnya, yaitu mendefinisikan masalah. Dalam prosesnya, tetaplah mengedepankan prinsip “user oriented” atau focus pada pengguna. Tentunya, Anda perlu melakukan penyesuaian mengikuti jenis bisnis yang dimiliki.
Salah satu cara yang umum dipilih dalam mendefinisikan masalah yaitu dengan membuat buyer persona. Anda bisa membuat daftar yang menggambarkan kebutuhan dan kondisi target konsumen melalui beberapa data, di antaranya:
- Informasi pribadi termasuk usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan dan sebagainya
- Tingkah laku
- Kebiasaan saat berbelanja atau melakukan transaksi keuangan lainnya
Berdasarkan buyer persona tersebut, Anda akan dapat mengelompokkan jenis konsumen dan permasalahannya sehingga lebih mudah menemukan solusi yang paling sesuai.
3. Ideate
Tahapan ini mulai menantang, sebab Anda harus memikirkan ide tentang solusi yang efektif dan cocok untuk calon konsumen. Menariknya, Anda memiliki kebebasan memunculkan ide apa saja.
Ajak semua anggota tim marketing bekerja sama untuk memperoleh ide-ide brilian. Anda bisa memilih teknik yang paling sesuai, seperti brainstorming,worst possible idea,brainwrite atau SCRAMPER. Setelah memperoleh masukan-masukan potensial, kerucutkan pembahasan hingga mencapai kesepakatan akan ide yang dinilai paling efektif dari semuanya. Untuk lebih mudahnya, Anda dapat membuat pertimbangan berdasarkan kelayakan teknis, ekonomi dan keinginan pengguna.
4. Prototype
Prototype adalah model produk yang dibuat dalam skala kecil yang dapat Anda gunakan sebagai contoh atau simulasi. Fungsinya yaitu untuk memperjelas dan menguji penerapan ide yang telah dipilih sebelumnya. Bentuknya pun bisa beragam, seperti sketsa, mockup, dan lain sebagainya.
5. Test
Test atau pengujian merupakan tahapan kelima dari proses design thinking. Anda dapat mulai menawarkan prototype atau sample ke target konsumen. Anda akan memperoleh gambaran bagaimana kesan mereka terhadap produk, apakah fungsi dan desainnya sudah sesuai, serta spesifikasi produk seperti apa yang benar-benar dibutuhkan oleh para pengguna tersebut.
Meskipun pengujian disebut sebagai tahapan terakhir, nyatanya metode design thinking bisa menjadi sebuah siklus yang berulang. Setelah prototype dilempar ke pasaran, Anda mungkin akan dapat mengetahui lebih jelas apakah produk sudah benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pengguna. Jika belum, maka lakukan lagi tahapan design thinking dari awal berdasarkan hasil pengujian tersebut hingga memperoleh produk yang bisa dikatakan sempurna.

Penerapan design thinking dalam inovasi marketing
Setelah memahami tentang pengertian, elemen dan tahapan design thinking, Anda tentu sudah mulai memperoleh gambaran bagaimana menerapkannya dalam strategi marketing perusahaan, bukan? Melalui metode ini, Anda bisa lebih paham apakah suatu produk dapat diterima oleh calon konsumen dengan baik atau tidak.
Metode design thinking sendiri dapat diterapkan tidak hanya saat sebelum sebuah produk diluncurkan. Anda juga tetap bisa menggunakannya ketika sedang mengalami kendala dalam pemasaran. Melalui design thinking, Anda akan lebih mudah melakukan inovasi strategi marketing dan menemukan cara mana yang lebih efektif untuk mengeluarkan produk yang mampu bersaing di pasaran serta meningkatkan omset penjualan. Apabila masih kesulitan dalam penerapan ini, jangan ragu untuk langsung menghubungi nextup.id untuk memperoleh saran terbaik.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Nextup.id merupakan platform yang mempertemukan antara professional bisnis dan pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kapasitasnya untuk naik kelas
Phone: +62 858 0333 2788
Instagram: nextup_id
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by M Arif Rahmat | Jul 21, 2022 | News
Setiap perusahaan di Indonesia tentu memiliki program CSR, terutama perusahaan yang sudah berskala besar. Program CSR kemudian dihadirkan dalam berbagai bentuk untuk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar maupun masyarakat luas. Terkait program CSR tersebut, PT Astra juga memiliki program CSR rutin.
Salah satu bentuk program CSR dari PT Astra adalah membangun Asosiasi Pelaku Usaha Kecil Binaan Astra yang diberi tajuk Aku Bisa! Lewat program ini, PT Astra sering memberikan program pendampingan dan pendanaan agar pelaku usaha khususnya UMKM bisa terus berkembang dan naik ke kelas lebih tinggi.
Memasuki akhir bulan Mei 2022, PT Astra menggelar webinar Kick Off Program pembinaan UMKM Bisa Tahun 2022. Acara tersebut digelar daring melalui aplikasi Zoom dan diikuti oleh 90an peserta yang semuanya merupakan pelaku UMKM yang tergabung di dalam Asosiasi Pelaku Usaha Kecil Binaan Astra.

Pembinaan UMKM Bisa Astra 2022
Kick Off UMKM Bisa Astra Tahun 2022
Kick Off Program Pembinaan UMKM BIsa Astra Tahun 2022 merupakan salah satu program CSR dari PT Astra. Program di tahun ini kembali dibuka di akhir bulan Mei 2022, tepatnya pada 31 Mei 2022 mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Acara dipandu oleh Septiyani Haryono yang merupakan alumni dari Kick Off UMKM BIsa Astra tahun sebelumnya.
Acara diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan dihadiri oleh sekitar 90an peserta yang semuanya merupakan pelaku UMKM. Sekaligus tercatat sebagai member atau bagian dari Asosiasi Pelaku Usaha Kecil Binaan Astra. Sehingga setiap peserta bisa mengakses berbagai fasilitas di dalam Aku Bisa! besutan PT Astra.
Adapun pendukung dari kelancaraan acara Kick Off UMKM Bisa Astra Tahun 2022 tersebut adalah PT Astra bersama Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan juga Astra Startup Community (ASC). Dalam acara tersebut dihadiri oleh beberapa orang penting, mulai dari Head of CSR Astra Bima Krida Pamungkas.
Kemudian dihadiri juga oleh CEO Dream Talent Victor Osman. Tak hanya itu saja, dalam acara Kick Off UMKM Bisa tersebut juga dipandu oleh M Arif Rahmat dari Astra Startup Community. Tidak hanya memaparkan program UMKM Bisa Tahun 2022 saja, acara ini juga berisi agenda kegiatan Getting Commitment dari seluruh perusahaan Group Astra.
Yakni untuk menunjukan komitmen mereka dalam mendorong 60 UMKM yang telah diseleksi agar bisa naik level. Jadi, lewat program Kick Off UMKM Bisa tersebut seluruh UMKM yang berhasil diseleksi akan dibina, dibantu, dan didampingi agar bisa masuk ke pasar ekspor maupun menjalin kemitraan dengan salah satu perusahan Group Astra.
Sekilas Tentang Program Kick Off UMKM Bisa Astra
Acara dibuka oleh moderator, yakni Septiyani Haryono yang menyapa seluruh peserta acara di dalam webinar tersebut. Septiyani menjelaskan bahwa dirinya merupakan salah satu alumni dari program Kick Off UMKM Bisa di tahun sebelumnya. Sehingga beliau menjelaskan bahwa program ini sangat tepat untuk diikuti seluruh pelaku UMKM di Indonesia.
Lewat program tersebut, PT Astra melalui program CSR ingin memberikan dampingan kepada pelaku UMKM terpilih dan sudah menjadi member di Asosiasi Pelaku Usaha Kecil Binaan Astra agar naik level. Septiyani juga menjelaskan bahwa PT Astra akan membantu para member agar bisa melakukan ekspor ke berbagai negara di dunia.
Selain melakukan ekspor, UMKM binaan Astra juga akan dibantu menjalin kemitraan dengan salah satu atau beberapa perusahaan yang tergabung di dalam Group Astra. Sehingga pelaku UMKM berkesempatan untuk bisa mengembangkan usahanya, baik secara nasional maupun internasional tanpa perlu bersusah payah mencari ilmu secara mandiri.

Pembinaan UMKM Bisa Astra 2022
Menjadi Wadah Binaan UMKM dari Group Astra
Acara selanjutnya adalah sambutan dari Head of CSR Astra yakni bapak Bima Krida Pamungkas. Melalui sambutannya, beliau menyapa seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir dalam acara Kick Off UMKM Bisa Tahun 2022. Sekaligus menjelaskan sedikit mengenai tujuan dan latar belakang kenapa program ini digagas.
Beliau menjelaskan, program UMKM Bisa merupakan program yang terlaksana dari kerjasama antara PT Astra bersama Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Begitu juga dengan Asosiasi Pelaku Usaha Kecil Binaan Astra. Dimana program ini bertujuan agar bisa menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk bisa berkembang dan naik level.
Memasuki tahun 2022, tercatat sudah ada 15 ribu lebih pelaku UMKM yang terdaftar menjadi binaan dari PT Astra tersebut. Kelancaran program diakui merupakan hasil kerjasama dan kesediaan para pelaku UMKM untuk bergabung dalam program. Sekaligus bisa memberdayakan diri agar program tersebut bisa terus ada dan mengayomi UMKM lain di seluruh wilayah Indonesia.
Program UMKM Bisa Tahun 2022 juga dijelaskan beliau dirancang sedemikian rupa agar seluruh pelaku UMKM bisa saling mengenal satu sama lain. Kemudian, bersama program ini juga diharapkan seluruh pelaku UMKM yang terdaftar sebagai binaan bisa terus maju dan berkembang. Supaya program ini sukses maka diperlukan kerjasama seluruh pelaku UMKM.
Diharapkan juga seluruh peserta bisa terus bekerja sama untuk mensukseskan jalannya program. Sekaligus bisa berkembang setelah satu tahun penuh mengikuti seluruh rangkaian program dalam UMKM Bisa Tahun 2022 seperti angkatan di tahun 2021. Dimana beberapa sudah berhasil melakukan ekspor dan beberapa sudah bisa berkembang di dalam negeri.
Tujuan dan Manfaat Program UMKM Bisa Tahun 2022
Materi inti di dalam Kick Off UMKM Bisa Tahun 2022 dipaparkan oleh Michael Soegiri dari pihak PT Astra. Beliau membuka pemaparan materi dengan menyapa seluruh peserta acara yang merupakan UMKM binaan Astra. Dijelaskan juga bahwa Program UMKM Bisa merupakan program binaan kepada pelaku UMKM dari Astra agar bisa naik level.
Program ini dibuat agar seluruh pelaku UMKM terpilih bisa mengikuti rangkaian program selama satu tahun penuh agar bisa masuk ke dalam fase pra-mandiri. Sehingga pelaku UMKM bisa melanjutkan pengembangan diri agar bisa masuk ke level berikutnya. Yakni level mandiri bersama berbagai program yang disediakan Group Astra.
Selama program, para peserta akan didampingi dan kemudian dikelompokan ke dalam beberapa level. Tujuannya agar bisa diketahui UMKM mana saja yang sudah mulai naik level dan yang belum, supaya bisa memberikan program dampingan yang lebih tepat guna dan tepat manfaat.
Program pendampingan yang diselenggarakan berfokus pada refreshment terkait tata kelola usaha yang mencakup business legality, financial literacy, dan lain sebagainya. Selanjutnya, disediakan pembekalan lanjutan kepada peserta yakni mengenai ilmu digital marketing dan juga manajemen produksi.
Bagaimana bentuk kegiatannya? Program UMKM Bisa Tahun 2022 direncanakan bisa terselenggara melalui 2 bentuk program. Pertama, adalah pelatihan rutin secara online yang berdurasi antara 2-3 jam per hari yang sekaligus disertai tugas spesifik di akhir sesi pelatihan. Tujuannya agar ada pematangan materi dari seluruh peserta.
Kedua, adalah pendampingan intensif bersama trainer dari Astra Startup Community (ASC). Kegiatan pendampingan dilakukan berkelompok dimana satu kelompok terdiri dari 10 UMKM binaan Astra. Kedepannya diharapkan program dapat terus berjalan dan ada lebih banyak UMKM yang naik level. Apabila para peserta membutuhkan pendampingan usaha maka bisa menghubungi Nextup.id yang siap sedia setiap saat.
kursus bisnis online, pelatihan bisnis online, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan usaha rumahan, pelatihan bisnis online gratis, kursus keterampilan untuk usaha, training bisnis online, pelatihan bisnis online gratis 2021, pelatihan wirausaha kuliner, pelatihan bisnis kuliner, pelatihan bisnis online gratis 2020, kursus usaha kuliner, pelatihan usaha laundry, pelatihan usaha kuliner, kursus bisnis kuliner, pelatihan usaha catering, kursus usaha online, pelatihan usaha online, training usaha laundry, kursus usaha laundry, kursus untuk usaha, pelatihan usaha mandiri, pelatihan bisnis minuman, pelatihan bisnis laundry, kursus usaha konveksi, pelatihan usaha konveksi, training usaha kuliner, pelatihan usaha minuman, pelatihan sukses bisnis online shop di instagram, kursus usaha rumahan, pelatihan usaha bakso, kursus usaha bakso, pelatihan bisnis ibu rumah tangga
Nextup.id merupakan platform yang mempertemukan antara professional bisnis dan pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kapasitasnya untuk naik kelas
Phone: +62 858 0333 2788
Instagram: nextup_id
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat
by adminnextup | Jul 1, 2022 | News
Banyak hal perlu dilakukan pelaku UMKM untuk bisa mengembangkan usahanya, salah satunya dengan mengikuti berbagai training atau pelatihan. Salah satu materi yang sebaiknya diikuti adalah mengenai pengurusan legalitas usaha lewat pengurusan NIB (Nomor Induk berusaha). Sekaligus menerapkan digital marketing.
Mengambil latar belakang tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan PT Nextup Kolegia Indonesia (Nextup) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Salah satu sesi di dalam training PKU tersebut adalah mengenai digital marketing melalui media sosial dan pembuatan legalitas usaha (NIB).

Peningkatan Kapasitas Usaha – Nextup ID
Training Digital Marketing melalui Media Sosial
Nextup.id atau PT Nextup Kolegia Indonesia secara rutin menggelar sejumlah program pelatihan. Salah satu program pelatihan tersebut adalah Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Dimana program PKU ini sendiri merupakan hasil kerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Training kemudian digelar secara berkesinambungan untuk mendukung pelaku UMKM mendapatkan ilmu dalam pengembangan usaha. Salah satu materi di dalam training bertajuk PKU tersebut adalah Digital Marketing Melalui Media Sosial. Training ini digelar offline di Hotel Kimaya Slipi Jakarta pada Kamis, 19 Mei 2022 pukul 09.00 – selesai.
Materi training mengenai Digital Marketing Melalui Media Sosial dipaparkan oleh M Arif Rahmat. Adapun peserta di dalam training kali ini adalah seluruh nasabah PNM Mekar Kemayoran dan Mekar Tanjung Priok yang tercatat memiliki usaha mikro atau UMKM. Sepanjang training, para peserta mengikuti agenda seluruh acara dengan baik.
Tentang Social Media Marketing
Sesuai dengan tema training yang dipaparkan di awal, oleh narasumber yakni M Arif Rahmat memaparkan tentang Digital Marketing Melalui Media Sosial. Lebih tepatnya adalah menerapkan social media marketing, yakni proses pemasaran untuk memperkenalkan usaha maupun produk kepada pengguna media sosial.
Proses promosi tersebut dilakukan melalui media sosial tertentu yang dirasa paling cocok untuk mendukung kegiatan usaha. Dimana jenis media sosial memang sangat banyak. Sebut saja seperti instagram, Facebook. Twitter, TikTok, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dulu, media sosial hanya digunakan untuk bersosialisasi dan kini digunakan juga untuk promosi atau pemasaran. Pemasaran dengan media sosial terbilang efektif karena memang jumlah pengguna media sosial sangat tinggi. Selain itu didominasi oleh generasi milenial, sehingga produk yang sesuai minat mereka sangat cocok dipasarkan di media ini.

Peningkatan Kapasitas Usaha – Nextup ID
Pentingnya Menggunakan Social Media Marketing
M Arif juga menjelaskan arti penting penggunaan media sosial untuk kebutuhan promosi atau pemasaran. Teknik pemasaran digital atau digital marketing melalui media sosial sangat penting karena beberapa alasan berikut:
1. Meningkatkan Brand Awareness
Salah satu arti penting melakukan digital marketing di media sosial adalah untuk meningkatkan brand awareness. Dimana brand produk semakin dikenal begitu juga dengan nama usaha yang menyediakannya. Semakin dikenal maka semakin mudah untuk terjual di pasaran, sehingga omset berada di angka yang aman.
2. Mendapatkan Feedback Produk
Alasan kedua kenapa pelaku UMKM perlu melakukan digital marketing di media sosial adalah untuk mendapatkan feedback dari konsumen terhadap produk. Misalnya terjadi interaksi antara pelaku usaha dengan konsumen secara online. Seperti pemberian komentar, like, dan sebagainya pada postingan produk di akun media sosial.
Feedback seperti ini tentu penting agar pelaku UMKM bisa membangun komunikasi dan kedekatan dengan konsumen. Hal ini akan meningkatkan brand awareness sehingga nama produk dan nama usaha akan selalu diingat oleh konsumen tersebut. Tentunya agar hal ini tercapai perlu mengelola akun media sosial dengan baik.
3. Membantu Mempelajari Kompetitor
Lewat pemasaran digital menggunakan media sosial maka pelaku UMKM bisa mempelajari kompetitor. Yakni dengan melihat akun-akun kompetitor dan mengecek strategi pemasaran mereka seperti apa. Kemudian bisa mencoba menggunakan strategi yang sama namun dengan melakukan sedikit modifikasi agar efek promosinya lebih maksimal.
4. Menjangkau Pasar yang Luas
Arti penting melakukan digital marketing di media sosial berikutnya adalah bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Sebab pada dasarnya digital marketing tidak mengenal batasan geografis. Sehingga bisa menjangkau konsumen dari luar daerah, luar kota, luar provinsi, luar pulau, dan bahkan luar negeri.
Strategi Social Media Marketing
Melalui training Digital Marketing Melalui Media Sosial, narasumber yakni M Arif juga memaparkan sejumlah strategi yang bisa diterapkan. Diantaranya adalah:
1. Mempelajari Audiens
Strategi yang pertama adalah mengenal dan mempelajari audiens atau target pasar di media sosial yang digunakan. Cari tahu konsumen seperti apa yang cocok dengan produk sehingga isi dan jenis konten bisa menyesuaikan. Jika konten yang diposting di media sosial sesuai karakter target pasar, maka bisa dengan mudah menggaet minat dan ketertarikan mereka.
2. Menentukan Platform
Strategi kedua adalah menentukan platform atau jenis media sosial yang akan digunakan dalam pemasaran digital. Jenis dari media sosial sangat banyak dan masing-masing menyediakan fitur khas yang tentu satu sama lain berbeda. Maka penting untuk menentukan media sosial mana yang sebaiknya digunakan.
Cara termudah dalam menentukan pilihan pada dasarnya adalah menyesuaikan dengan target pasar. Jika target pasar didominasi kalangan milenial atau anak muda, maka idealnya melakukan digital marketing di Instagram. Kenapa? Sebab mayoritas penggunanya adalah kalangan milenial.

3. Membuat Konten yang Menarik
Di dalam digital marketing lewat media sosial maka konten adalah kunci utama yang bisa menggaet minat sekaligus kepercayaan audiens. Jadi, pembuatan konten sebaiknya dilakukan secara teliti dan selalu mengasah kreativitas. Konten yang menarik dan memiliki jenis beragam akan dengan mudah mendapatkan perhatian audiens.
4. Mengatur Jadwal Posting
Strategi penting berikutnya adalah mengatur jadwal untuk posting, apapun media sosial yang digunakan hal ini perlu ditentukan dengan seksama. Dulunya orang akan memposting di jam-jam tertentu dimana kebanyakan pengguna aktif di media sosial. Kini, pelaku usaha harus kreatif dalam membuat konten agar ada banyak interaksi.
Semakin banyak interaksi baik dalam bentuk like, coment, share, dan sebagainya. Maka postingan tersebut oleh algoritma media sosial akan ditampilkan ke pengguna lain. Sehingga bisa efektif dalam meningkatkan brand awareness secara instan. Pembuatan konten memang tidak mudah agar lebih menarik, namun harus tetap diusahakan dan terus dipelajari.
5. Melakukan Evaluasi
Strategi terakhir dalam digital marketing melalui media sosial adalah melakukan evaluasi. Jadi cek riwayat dari efek promosi di akun media sosial, apakah ada peningkatan interaksi di postingan, penambahan jumlah followers, penambahan komunikasi di WhatsApp, atau yang lainnya? Jika efek belum signifikan ada baiknya mengubah strategi khususnya dari segi konten.
Melalui pemaparan digital marketing tersebut, maka diharapkan para pelaku UMKM yang menjadi peserta training bisa mengoptimalkan penggunaan media sosial. Sebab memang potensi untuk mendukung pengembangan usaha sangat tinggi. Sekaligus membuka peluang bagi produk untuk dikirimkan ke seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara.
Apabila membutuhkan informasi lebih mendalam mengenai dunia bisnis dan wirausaha. Sekaligus membutuhkan pendampingan dan konsultasi maka bisa menghubungi Nextup.id yang rutin memberikan dampingan dan dukungan pada UMKM agar terus berkembang dan go digital.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat
by adminnextup | Jun 4, 2022 | News
Ada banyak hal perlu disiapkan untuk sukses merintis UMKM, salah satunya adalah belajar berbagai materi penting terkait dunia usaha. Jika memungkinkan ada baiknya mempelajari mengenai Design Thinking yang ternyata sangat penting untuk dikuasai dan diterapkan oleh para UMKM. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Design Thinking?
Webinar Design Thinking untuk UMKM
Nextup.id kali ini kembali menghadirkan webinar edukatif yang cocok diikuti oleh para pelaku usaha, termasuk pelaku UMKM. Webinar yang dimaksud kali ini adalah Webinar Design Thinking untuk UMKM. Dimana dijelaskan bahwa Design Thinking menjadi hal penting untuk dimiliki, dikuasai, dan diterapkan oleh siapa saja yang ingin menjalankan usaha.
Dalam webinar ini sendiri mengupas tuntas mengenai Design Thinking dan menghadirkan narasumber Chairani Putri Pratiwi, B. SC., M. Si., yang merupakan salah seorang dosen di Bina Nusantara University (Binus University). Webinar diselenggarakan online melalui aplikasi Zoom pada Kamis, 3 Maret 2022.

Apa Itu Design Thinking dalam Usaha?
Pada webinar kali ini, acara dibuka oleh moderator yakni Inna Dinovita, S. TP, yang merupakan founder dari situs 4woffice.com. Selanjutnya, webinar diisi oleh narasumber yakni Bu Chairani yang akrab disapa Mbak Rani dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan Design Thinking dan hal-hal yang mendasarinya menjadi hal penting untuk usaha.
Secara sederhana, Design Thinking bisa didefinisikan sebagai proses untuk memecahkan masalah secara kreatif. Fokus utamanya adalah pada manusia atau bisa dikatakan pada konsumen, yang menjadi tujuan utama dari sebuah usaha. Sebuah usaha harus bisa membantu konsumen memenuhi kebutuhannya, menyelesaikan masalahnya, dan lain-lain.
Manusia dikaruniai pikiran dan akal yang membuatnya bisa berpikir secara kritis dan kreatif sekaligus. Sehingga saat masalah dihadapi, manusia secara alami mengandalkan kemampuannya berpikir kreatif untuk menyelesaikannya. Hal inilah yang menjadi dasar sebuah usaha bisa menghasilkan produk yang diminati, karena mampu menyelesaikan masalah konsumen.
Prinsip Design Thinking
Jika membahas mengenai Design Thinking untuk kegiatan UMKM, maka akan membahas juga mengenai prinsip yang mendasarinya. Menurut narasumber, ada beberapa prinsip di dalam penerapan dan pemahaman dari Design Thinking. Yaitu:
1. Aturan Manusia
Prinsip yang pertama dari Design Thinking adalah aturan manusia, yakni pusat dari proses berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah adalah manusia. Jadi, produk apapun yang diciptakan dan disediakan sebuah usaha haruslah memberi manfaat sosial. Mampu memberi manfaat kepada manusia yang menggunakannya.
2. Aturan Ambiguitas
Prinsip yang kedua adalah aturan ambiguitas, yang mengarah pada sebuah karya seni yang sifatnya tidak bisa dihindari, dihilangkan, maupun disederhanakan. Tujuan dari prinsip ini di dalam Design Thinking adalah untuk mengajak melihat sesuatu dari sudut yang berbeda.
3. Aturan Desain Ulang
Selanjutnya ada prinsip aturan desain ulang, hal ini didasarkan pada teknologi yang terus berkembang namun kebutuhan manusia sifatnya tetap atau tidak berubah. Sehingga dalam membuat suatu produk pada dasarnya tidak membuat desain baru, melainkan mendesain ulang desain yang sudah ada di masyarakat.
4. Aturan Wujud
Terakhir adalah prinsip aturan wujud, jadi dalam proses Design Thinking pada proses pembuatan ide sebuah produk. Ide ini ada di dalam pikiran atau kepala dan belum memiliki wujud. Supaya produk bisa bermanfaat dan memenuhi prinsip lainnya, maka ide ini perlu diwujudkan dalam bentuk berfisik.

Tahapan dalam Design Thinking Usaha
Webinar Design Thinking untuk UMKM dari Nextup.id juga menjelaskan mengenai tahapan dalam proses Design Thinking itu sendiri. Tahapannya adalah:
1. Berempati (Empathize)
Tahap pertama di dalam Design Thinking adalah berempati atau empathize, dan kembali kepada prinsip aturan manusia yang dijelaskan sebelumnya. Jadi, sebelum menciptakan sebuah produk atau memikirkan ide produk. Pelaku usaha perlu merasakan kebutuhan konsumen di masyarakat sehingga tahu betul kebutuhan konsumen.
2. Menentukan (Define)
Tahap yang kedua di dalam Design Thinking untuk UMKM adalah menentukan atau define. Pada tahap ini pelaku UMKM sudah bisa menemukan data-data tentang kebutuhan konsumen. Kemudian melakukan analisis untuk menentukan inti masalah dan inti kebutuhan konsumen tersebut.
3. Penciptaan Ide (Ideate)
Selanjutnya adalah penciptaan ide atau Ideate, tahap ini ditandai dengan proses menemukan ide produk yang sesuai dengan masalah yang sudah dianalisis di tahap sebelumnya. Sehingga mulai dibuat ide produk yang mungkin sesuai dan menghasilkan beberapa pilihan, lalu dipilih ide yang dirasa paling tepat.
4. Purwarupa (Prototype)
Tahap selanjutnya adalah tahap purwarupa atau prototype, sehingga di tahap ini mulai diciptakan fisik ide produk di tahap sebelumnya. Dalam penerapannya, biasanya UMKM perlu membuat beberapa prototype secara bertahap. Sampai dihasilkan produk fisik paling sesuai dengan ide dan paling sempurna.
5. Pengujian (Test)
Tahap terakhir di dalam Design Thinking adalah pengujian atau test. Pada tahap ini prototype yang sudah jadi dan disetujui oleh pemilik UMKM kemudian dijalankan. Katakanlah dilakukan uji coba di lapangan untuk mengetahui apakah fungsinya sudah sesuai dengan ide di tahap Define sebelumnya.
Manfaat Design Thinking bagi UMKM
Jika pelaku UMKM memahami dan menerapkan Design Thinking pada usahanya, maka ada banyak manfaat bisa dipetik. Yaitu:
1. Membangun Kolaborasi
Manfaat yang pertama adalah membangun kolaborasi, karena dengan Design Thinking maka proses menerima kritik, saran, dan masukan apapun dari orang sekitar. Termasuk juga dari konsumen berlangsung secara intens, dan hal ini sudah membentuk kolaborasi yang menyempurnakan produk yang dihasilkan.
2. Bisa Fokus kepada Konsumen
Manfaat yang kedua dari Design Thinking yang diterapkan pelaku UMKM adalah bisa fokus pada pelanggan. Bahkan bisa membuat pelaku UMKM memahami karyawan selaku SDM dari usaha yang dirintis. Pelaku UMKM kemudian bisa tahu efek dari keputusan yang diambil pada karyawan, termasuk pada kinerja mereka.
Sehingga bisa menempatkan posisi sebagai karyawan dan mampu mendongkrak kreativitas karyawan tersebut. Sementara dari sisi konsumen, pelaku UMKM bisa maksimal menghadirkan produk. Tidak hanya fokus pada profit tapi memang mampu menghadirkan produk sesuai harapan konsumen.
3. Muncul Kebutuhan untuk Melakukan Pengujian
Melalui penerapan Design Thinking, maka seorang pelaku UMKM memiliki sikap untuk melakukan pengujian. Sebab mulai mengesampingkan penilaian pribadi yang mengabaikan penilaian orang lain, termasuk konsumen. Berawal dari pola pikir inilah pelaku UMKM menyadari pentingnya uji coba produk sebelum resmi dirilis ke publik.
4. Efektif Meningkatkan Semangat
Manfaat selanjutnya dari penerapan Design Thinking dalam usaha UMKM adalah bisa meningkatkan semangat menjalankan usaha yang dirintis. Kenapa? Sebab dengan Design Thinking maka pelaku UMKM menyadari bahwa masalah dalam kegiatan usaha adalah hal lumrah yang harus diselesaikan secara kreatif. Sehingga selalu semangat menjalankan dan mengembangkan usaha yang dimiliki.
Melalui webinar Design Thinking untuk UMKM dari Nextup.id, maka para peserta yang juga pelaku usaha bisa paham mengenai apa itu Design Thinking dan penerapannya seperti apa. Sekaligus paham manfaatnya sehingga semangat untuk menerapkannya demi usaha yang lebih baik lagi.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat