kursus bisnis digital | Nextup ID - Page 5
Tips Sukses Membangun Tim Bisnis

Tips Sukses Membangun Tim Bisnis

Nextup.id menjalankan program pelatihan bagi pemilik usaha kecil yang diberi tajuk Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM. Pelatihan ini sendiri bertepatan dengan pandemi Covid-19 sehingga digelar secara online. Penyelenggaraannya dalam bentuk webinar dan menggunakan aplikasi Zoom.

Salah satu webinar dalam program tersebut adalah Webinar Tim Sukses Membangun Tim yang merupakan kelas atau materi tambahan dari webinar series. Pada webinar ini akan fokus pada pemahaman mengenai tata cara mengelola karyawan di usaha. Mulai dari pengaturan penempatan agar sesuai karakter karyawan tersebut.

Webinar Tips Membangun Tim

Webinar dengan materi Tips Membangun Tim digelar secara online lewat aplikasi Zoom, yakni pada Rabu, 15 September 2021. Menghadirkan narasumber M Arif Rahmat yang akrab disapa dengan sebutan Coach Rahmat. Coach Rahmat sendiri merupakan Certified Life Coach yang sudah berkecimpung di dunia coaching di tanah air dan sudah bersertifikasi.

Webinar dibuka oleh moderator, yakni Inna Dinovita,S.Tp yang diketahui merupakan founder dari 4woffice.com. Moderator membuka webinar dengan menyampaikan sekilas mengenai materi pelatihan bagi pemilik usaha kecil yang akan dibahas dan dipimpin oleh Coach Rahmat.

Sesi webinar tambahan ini tentu menjadi angin segar bagi peserta pelatihan. Sebab setiap peserta bisa mendapatkan ilmu tambahan selain dari materi-materi yang sudah dibahas. Mulai dari Product Validation, islamic Business Ethic, dan lain sebagainya. Adapun materi bonus ini merupakan hasil dari permintaan sejumlah peserta.

Coach Rahmat menjelaskan bahwa banyak peserta yang menanyakan mengenai bagaimana tata kelola karyawan. Sebab banyak diantara para peserta yang pusing kenapa karyawannya keluar masuk. Ditambahkan juga oleh Coach Rahmat bahwa belajar tentang teori membangun tim hanya sebentar, tidak sampai satu jam.

Hanya saja yang lama dan memakan waktu adalah prakteknya dan juga kesabaran untuk mencapai tujuan. Yakni merekrut partner dan membangun tim yang solid sekaligus berada di dalam satu frekuensi. Sehingga para pelaku UMKM diharapkan bersabar sampai bisa mendapatkan partner yang benar-benar cocok saat membangun tim.

Bisnis Seperti Apa yang Butuh Tim?

Coach Rahmat menjelaskan bahwa bentuk bisnis atau usaha sangat beragam. Ada usaha yang memang membutuhkan tim ada juga yang bisa dilakukan sendirian. Misalnya pada saat memperhatikan tukang bakso keliling di depan rumah. Terlihat pedagang bakso mendorong sendiri gerobaknya untuk berjualan tanpa memiliki tim dan hal ini berlangsung bertahun-tahun.

Melalui webinar pelatihan bagi pemilik usaha kecil ini diterangkan bahwa niat pelaku UMKM sebenarnya apa dulu? Jika berniat menjadi pedagang maka sah saja tidak membangun tim atau merekrut karyawan. Namun, jika niatnya menjadi pengusaha atau entrepreneur yang menjaring banyak SDM (karyawan) berkualitas.

Maka pelaku UMKM perlu ilmu dalam membangun tim usaha yang sukses. Saat merekrut karyawan, seorang pelaku usaha yang sebenarnya memiliki dua tangan. Kemudian bisa sekejap memiliki enam tangan, karena pekerjaan yang beragam bisa diserahkan kepada karyawan yang sudah direkrut. Hal ini memberi efisiensi baik dari segi waktu, biaya, dan tenaga.

Pelaku usaha yang merekrut tim juga memiliki lebih dari satu kepala. Artinya, pelaku usaha memiliki banyak orang yang bisa menyampaikan ide-ide brilian dalam menjalankan usahanya. Lewat proses membangun tim pelaku usaha mendapatkan banyak sekali manfaat.

Alasan Pengusaha Perlu Membangun Tim

Coach Rahmat melalui pelatihan bagi pemilik usaha kecil juga menjelaskan sejumlah manfaat yang didapatkan oleh pengusaha jika membangun tim. Diantaranya adalah:

1. Memiliki Lebih Banyak Waktu

Pelaku usaha yang sudah memiliki tim yang kuat akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan banyak hal. Baik digunakan untuk mengurus usaha yang bersangkutan maupun untuk mengurus urusan pribadi. Misalnya memutuskan untuk  bersantai di rumah, pergi berlibur, ikut training, dan lain-lain.

2. Memiliki Lebih Banyak Ide

Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, tim yang direkrut adalah “kepala tambahan” dalam usaha yang dijalankan. Sehingga usaha ini kemudian memiliki banyak ide-ide baru yang jika diterapkan akan sesuai dengan kebutuhan usaha. Baik agar bisa bertahan maupun terus berkembang.

3. Menciptakan Profit Lebih Besar

Merekrut tim dalam usaha adalah membangun sebuah sistem berbentuk siklus. Punya tim yang handal akan memberi produk berkualitas bagi konsumen. Sehingga jumlah konsumen terus bertambah dan kemudian memberikan profit lebih besar. Profit ini kemudian bisa terus berkembang seiring berjalannya waktu.

4. Bisnis Tetap Berjalan Tanpa Turun Langsung ke Lapangan

Punya tim yang kuat dan satu frekuensi sebagai hasil dari keikutsertaan dalam pelatihan bagi pemilik usaha kecil. Akan membantu pelaku usaha untuk bisa memiliki orang kepercayaan. Sehingga usaha tetap berjalan tanpa harus membuat pimpinan turun tangan langsung ke lapangan.

Kiat-Kiat Membangun Tim Usaha

Kapan pelaku UMKM perlu memulai membangun tim? Ada banyak faktor yang menunjukkannya mulai dari tugas pemilik usaha yang semakin banyak dan sukar untuk ditangani sendiri. Kemudian juga ketika profit usaha yang dijalankan sudah besar dan cukup untuk menggaji karyawan. Sekaligus muncul keinginan untuk mengembangkan usaha.

Jika berada di salah satu atau semua kondisi tersebut, maka sudah saatnya pelaku usaha perlu membangun tim. Bagaimana caranya? Berikut cara-cara yang disampaikan oleh Coach Rahmat:

1. Merekrut Karyawan yang Tepat

Langkah pertama dalam membangun tim usaha yang tepat adalah merekrut karyawan yang tepat juga. Pelaku usaha perlu mencari tahu kebutuhan usahanya butuh karyawan dengan keahlian apa, jumlahnya berapa, dan sebagainya. Setiap usaha memerlukan tim dengan karakter  berbeda maka perlu mengecek kebutuhan usaha sendiri.

2. Melakukan Training kepada Karyawan

Sukses membangun tim yang mendorong kemajuan usaha perlu membangun karyawan yang terlatih dan punya skill khusus dan terus dikembangkan. Maka tugas pelaku usaha adalah melakukan training atau pelatihan. Supaya karyawan memiliki ilmu dan keterampilan yang sesuai kebutuhan usaha.

3. Membangun Organisasi

Tips membangun tim kuat berikutnya di dalam pelatihan bagi pemilik usaha kecil adalah membangun organisasi. Yakni membagi seluruh tim yang direkrut untuk menduduki jabatan tertentu. Sehingga setiap anggota tim memiliki anggota sub tim yang dipimpin oleh karyawan yang memang pantas dan punya karakter kuat.

4. Memiliki Leadership yang Kuat

Membangun tim yang kuat tentu membutuhkan pemimpin yang tepat, dalam hal ini adalah pelaku atau pemilik usaha. Maka pemilik usaha perlu membangun karakter leadership. Bisa dengan terus mengembangkan diri baik secara formal maupun non formal lewat kursus, pelatihan, seminar-seminar, dan lain-lain.

Membangun tim yang kuat akan membantu usaha yang dimiliki bisa terus berkembang. Sebab tim yang kuat ini ibarat sebuah siklus, dimana pelaku usaha merekrut kemudian mentraining, tim kemudian melayani konsumen dengan baik, dan selanjutnya memberi profit bagi usaha itu sendiri.

Sesi terakhir usai Coach Rahmat menyampaikan materi adalah sesi tanya jawab. Moderator menyampaikan pertanyaan yang diajukan oleh peserta webinar dan dijawab langsung oleh narasumber. Jawaban-jawaban ini tentu saja termasuk materi bonus di dalam webinar pelatihan bagi pemilik usaha kecil dalam Tips Membangun Tim.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan leadership, training leadership, kursus kepemimpinan, pelatihan kepemimpinan, program pengembangan leadership, pelatihan leadership untuk manajer, pelatihan kepemimpinan untuk supervisor, leadership training Indonesia

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Tips Agar Produk Kita Diterima oleh Market

Tips Agar Produk Kita Diterima oleh Market

Nextup.id merupakan salah satu penyedia layanan pelatihan UMKM 2021 yang kemudian mencetuskan program pelatihan berbasis daring. Salah satunya adalah dengan menggelar webinar series yang terdiri dari beberapa kelas dan menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di dunia bisnis.

Memasuki kuartal terakhir di tahun 2021, Nextup menjalin kerjasama dengan BSI (Bank Syariah Indonesia). Kerjasama atau kolaborasi ini menghadirkan webinar series yang masuk ke dalam Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM 2021. Salah satu seriesnya adalah mengambil tema Product Validation.

Webinar Product Validation sendiri terbagi menjadi tiga sesi kelas, yakni Kelas A, Kelas B, dan juga Kelas C. Kelas A sendiri digelar secara daring melalui aplikasi Zoom pada 26 Agustus 2021. Menghadirkan narasumber Lukman Setiawan yang merupakan Coach Business Systemized.

Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM 2021

Nextup.id merupakan perusahaan training, coaching, and consulting yang fokus utamanya adalah mendorong UMKM di tanah air naik kelas dengan mengadakan pelatihan UMKM 2021. Diharapkan UMKM bisa Go Digital dan bisa terus tumbuh. Pada tahun 2021, Nextup.id menghadirkan Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM 2021.

Para peserta yang mengikuti program ini nantinya akan berhak mendapatkan sertifikat, dampingan selama 1 bulan penuh, sekaligus bantuan pendanaan dari BSI. Program ini kemudian terbagi menjadi beberapa tahap, dan salah satunya adalah tahap penyampaian materi Product Validation yang kemudian diadakan secara online.

Pada webinar ini akan dijelaskan mengenai apa itu Product Validation, seberapa penting hal ini dipahami oleh pelaku UMKM, dan bagaimana menerapkannya. Materi ini menjadi salah satu materi penting yang membantu pelaku UMKM untuk fokus pada kualitas produk. Tidak ada menghadirkan produk tanpa memiliki nilai ekstra.

Apa Itu Product Validation?

Moderator webinar Product Validation membuka acara dengan memberi beberapa kata sambutan. Kemudian menjelaskan secara singkat mengenai pengertian dari Product Validation. Jadi, Product Validation merupakan memeriksa apakah produk yang dikembangkan sudah benar, sudah sesuai spesifikasi, atau sudah mencapai tujuan tertentu?

Pengetahuan tentang materi Product Validation sangatlah penting, karena kebanyakan pelaku UMKM dalam membahas produk hanya fokus pada hal teknis. Padahal ada banyak hal perlu dipertimbangkan agar bisa sukses merilis produk ke pasaran. Maka penting untuk merilis bisnis dengan memperhatikan semua aspek yang sudah disebutkan.

Pelaku UMKM dalam pelatihan UMKM 2021 dari Nextup terbantu untuk memahami  betul apa itu Product Validation dan bagaimana penerapan atau implementasinya. Pemahaman ini membantu pelaku UMKM menghadirkan produk yang tidak hanya menarik melainkan juga bermanfaat sekaligus mendukung pencapaian tujuan usaha.

Product Validation Adalah Hal Penting

Oleh narasumber, yakni Lukman Setiawan membuka penyampaian materi dengan menjelaskan bahwa materi Product Validation adalah hal penting. Materi sepenting ini menurut beliau perlu didapatkan dengan sebaik mungkin. Maka diharapkan semua peserta bisa menikmati penyajian materi secara Sersan. Yakni serius tapi santai.

Product Validation merupakan proses untuk menentukan produk dengan tepat dan menyiapkannya dengan baik. Sehingga bisa membantu pelaku UMKM untuk mendapatkan pasar dengan teknik yang tepat. Yakni fokus pada produk yang unggul sehingga produk ini sendiri bisa mempromosikan usaha secara maksimal.

Bapak Lukman menjelaskan bahwa kebanyakan pelaku UMKM memiliki teknik menjalankan usaha seperti pedagang. Yakni hanya fokus untuk menjual produk dan mendapati produk tersebut laku di pasaran. Padahal dalam dunia usaha yang sebenarnya, manajemen produksi sangatlah penting.

Mencakup empat tahapan yang membantu menentukan produk yang berkualitas dan bernilai tinggi. Tahapan tersebut dimulai dari proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pengarahan, dan proses pengendalian. Jika dilakukan dengan baik maka peserta pelatihan UMKM 2021 bisa menghadirkan produk yang mampu menyelesaikan masalah dan sesuai dengan standar.

Produk yang Sesuai untuk Pasar

Pengetahuan tentang Product Validation akan membantu pelaku UMKM menghadirkan produk yang tepat. Suatu produk dikatakan tepat, apabila:

1. Sesuai dengan Permintaan Pasar

Syarat yang pertama dari produk usaha yang tepat dan siap untuk diluncurkan ke pasar adalah sesuai permintaan pasar itu sendiri. Artinya, pelaku UMKM perlu melakukan survei, mengumpulkan data, dan menganalisis kebutuhan pasar. Kira-kira masyarakat saat ini sedang membutuhkan apa?

Produk yang banyak dibutuhkan adalah produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Sehingga pelaku UMKM bisa menghadirkan produk yang mampu mengikuti kebutuhan atau permintaan pasar saat ini. Lebih baik lagi jika mampu menghadirkan produk yang dicari oleh seluruh lapisan masyarakat.

2. Produk Mampu Memuaskan Kebutuhan Pasar

Produk yang baik tidak hanya bisa mengikuti permintaan pasar melainkan juga memuaskan kebutuhan pasar. Misalnya saat pandemi, kebutuhan masker dan hand sanitizer meningkat. Dalam berbagai pelatihan UMKM 2021 banyak dianjurkan untuk menyediakan produk jenis ini.

Namun, untuk bisa bertahan pelaku UMKM juga perlu memberi  keunggulan pada produk supaya bisa memuaskan kebutuhan pasar tersebut. Misalnya menyediakan masker yang bersih, berkualitas, dan sesuai dengan standar WHO. Sehingga tidak asal menyediakan produk melainkan juga menyediakan produk yang memuaskan konsumen.

3. Konsumen Memahami Value Produk dengan Baik

Jika sukses menyediakan produk sesuai permintaan dan mampu memuaskan kebutuhan pasar. Maka konsumen seketika akan menyadari value atau nilai lebih dari produk yang disediakan. Meskipun dibandingkan dengan produk serupa dari kompetitor.

Manfaat Product Validation bagi UMKM

Pemahaman dan penerapan ilmu tentang Product Validation disampaikan juga memberikan banyak sekali manfaat bagi pelaku UMKM. Manfaat tersebut antara lain:

1. Menyediakan Produk yang Unggul

Pemahaman Product Validation akan membantu pelaku UMKM tidak hanya menyediakan produk dan mendapatkan profit. Melainkan mampu menyediakan produk yang unggul, mampu menyelesaikan masalah konsumen, dan selalu dicari. Sehingga bisa memenangkan persaingan lewat kualitas produk yang nyata.

2. Mendapatkan Konsumen Loyal

Jika produk yang dimiliki memiliki keunggulan dan dengan mudah disadari oleh konsumen. Maka akan sukses menggaet lebih banyak konsumen sekaligus memiliki konsumen loyal yang selalu membeli produk yang disediakan. Konsumen loyal adalah aset p

3. Menghemat Biaya Promosi

Biaya promosi bisa ditekan dengan menerapkan Product Validation. Sebab jika kualitas produk sudah terbukti unggul. Maka akan tercipta promosi dari mulut ke mulut, yakni dari satu konsumen ke konsumen lainnya. Sehingga pelaku UMKM tidak perlu boros untuk melakukan promosi lagi.

4. Mampu Menyuplai Produk Secara Kontinyu

Pengetahuan tentang Product Validation membantu UMKM memiliki banyak konsumen setia yang selalu membeli produk. Sehingga bisa terus menyuplai produk kepada masyarakat dan dalam jangka panjang. Sebab kualitas produk sudah terjamin dan punya pasar yang setia.

Product Validation adalah ilmu yang penting untuk dipahami dan diterapkan oleh pelaku UMKM di tanah air. Sehingga meskipun memiliki usaha skala kecil sanggup menyediakan produk unggulan dan dicari oleh pasar. Peserta webinar diharapkan bisa memetik manfaat dari materi pelatihan UMKM 2021 satu ini.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Webinar Islamic Business Ethic bagi Pelaku UMKM

Webinar Islamic Business Ethic bagi Pelaku UMKM

Nextup.id menjalin kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia atau BSI menggelar Program Mentoring and Coaching Sinergi untuk UMKM 2021 yang juga merupakan training wirausaha. Melalui program ini Nextup bersama BSI menggelar sejumlah webinar series yang terdiri dari enam pokok materi utama.

Salah satu materinya adalah tentang Islamic Business Ethic atau Etika Bisnis dalam Islam. Islam merupakan agama atau keyakinan yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Agama Islam kemudian memiliki penjelasan dan panduan yang jelas dan mendasar mengenai berbagai persoalan, salah satunya persoalan bisnis.

Harapannya dengan webinar satu ini para pelaku UMKM mampu menerapkan etika berbisnis yang sesuai dengan ketentuan dalam agama Islam. Sehingga bisa mendirikan usaha yang berkah dan dijamin tidak melenceng dari ketentuan yang diatur di dalam agama atau syariat agama Islam. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Islamic Business Ethic ini?

Program Mentoring dan Coaching Tahun 2021

Sebelum membahas mengenai training wirausaha dengan materi Islamic Business Ethic, maka bisa berkenalan dulu dengan Nextup.id. Nextup.id dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan jasa training, coaching, dan juga consulting. Sehingga membantu pelaku usaha mengikuti dan mengadakan training.

Sekaligus mendapatkan pendampingan dari ahlinya dan juga mendapatkan layanan konsultasi terkait usaha atau bisnis. Nextup.id memiliki tujuan utama membantu para pelaku UMKM untuk bisa Go Digital yang efektif memperluas pasar dan meningkatkan profit usaha. Mencapai tujuan tersebut, di tahun 2021 Nextup menjalin kerjasama dengan BSI.

Melalui jaminan kerjasama ini terbentuk acara-acara webinar yang mengusung materi penting untuk memperkuat posisi UMKM dan membantu mereka tumbuh semakin besar. Program ini sendiri berlangsung di tengah pandemi dan ketika kebijakan PPKM dilaksanakan, maka kelasnya diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Apa Itu Islamic Business Ethic?

Materi penting di dalam Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM 2021 salah satunya adalah Islamic Business Ethic. Webinar ini terbagi menjadi tiga sesi kelas, yakni Kelas A, B, dan juga Kelas C. Diadakan pada Senin, 16 Agustus 2021 memakai aplikasi Zoom. Adapun narasumbernya adalah Nashr Akbar, M.Ec yang merupakan Dosen Institut Tazkia.

Webinar dimulai dengan pembukaan dari moderator, dimana pada Kelas B dipimpin oleh Reni Armaidah, S.E yang merupakan pemilik atau owner dari Jajan’s. Ibu Reni menjelaskan bahwa dalam melaksanakan kegiatan usaha setiap pengusaha bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Namun dalam prakteknya, proses mendapatkan keuntungan ini harus ada etikanya. Sehingga para pelaku UMKM perlu mengikuti training wirausaha tentang Islamic Business Ethic. Supaya bisa mengetahui apa saja etika yang perlu dipahami dan ditaati dalam mengelola kegiatan usaha agar tidak menyalahi etika dalam agama Islam.

Penyampaian materi kemudian dimulai oleh bapak Nashr Akbar, yang menjelaskan bahwa penyampaian materi tentang Etika Bisnis dalam Islam akan berlangsung kurang lebih 1 jam. Dijelaskan bahwa Etika Bisnis dalam Islam merupakan proses menjalankan bisnis yang disesuaikan atau mengikuti panduan syariah Islam.

Etika dalam menjalankan bisnis agar sesuai dalam Islam didasarkan pada hadis yang berbunyi

“Janganlah seseorang yang berjualan di pasar kami ini, kecuali ia telah mendalami ilmu agama.” Atsar (Hr. At Tirmidzi).

Sehingga dalam Islam diketahui ada aturan untuk seseorang bisa menjalankan suatu usaha, yakni paham tentang ilmu agamanya. Sehingga bisa tahu apa saja yang halal dan apa saja yang haram dalam menjalankan kegiatan usaha. Setiap umat muslim tentu wajib memahami tentang ketentuan ini agar usaha yang dijalankan lebih berkah.

Dalam Islam kegiatan usaha diatur dengan jelas karena memang akan berhubungan langsung dengan amal ibadah pelakunya. Segala hal yang dilakukan seorang muslim di dunia maka akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Maka dalam menjalankan usaha harus mengikuti panduan syariah agar bisa lolos proses hisab nanti ketika di akhirat.

Bisnis syariah, disampaikan juga oleh Bapak Nashr memiliki sejumlah karakteristik yang khas. Yaitu:

Berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga semua kegiatan usaha nantinya disesuaikan dengan ketentuan dalam agama Islam.

  • Aspek material dan spiritual, sehingga dalam menggeluti usaha tidak hanya membahas perkara dunia saja melainkan juga perkara spiritual. Yakni termasuk bentuk ibadah di dalamnya.
  • Mengutamakan keberkahan, kebermanfaatan, dan juga kemaslahatan.
  • Terdapat tanggung jawab sosial.

Tujuan Bisnis dengan Mengikuti Etika Islam

Oleh Bapak Nashr juga disampaikan bahwa dengan menerapkan Islamic Business Ethic maka pelaku UMKM yang sudah aktif mengikuti training wirausaha bisa memahami tujuan usahanya. Sebab dalam agama Islam sendiri kegiatan usaha atau bisnis diatur sedemikian rupa untuk mencapai beberapa tujuan berikut ini:

1. Mendapat Keuntungan Tanpa Membebani Orang Lain

Dalam Islam, setiap pelaku usaha diperbolehkan untuk mendapatkan keuntungan. Namun dengan catatan tidak membebani orang lain, misalnya memberikan harga yang terlalu tinggi. Hal ini tidak diperbolehkan di dalam Islam, sehingga persentase keuntungan penjualan harus diperhitungkan sebaik mungkin agar harga ini tidak menjadi beban.

2. Memperoleh Harta untuk Berjuang di Jalan Allah

Tujuan kedua dalam penerapan Islamic Business Ethic dalam training wirausaha dari Nextup.id adalah untuk memperoleh harga yang bisa digunakan berjuang di jalan Allah.

Harta dari keuntungan usaha ini dijamin halal dan bisa digunakan untuk menunaikan sejumlah kebaikan. Misalnya sedekah, membayar zakat, menolong fakir miskin dan anak yatim, dan lain sebagainya.

3. Membumikan Nilai-Nilai Islam

Bagi pelaku UMKM yang mengikuti webinar kemudian bisa paham pentingnya menerapkan etika bisnis sesuai syariah. Tujuannya adalah untuk membumikan nilai-nilai Islam agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Sekaligus membuat nilai-nilai ini diterapkan oleh seluruh pelaku usaha, sehingga nilai-nilai Islam semakin familiar. Hal ini membantu pelaku UMKM berbagi kebaikan dan mendapatkan berkah, sebab mampu menjadikan nila-nilai Islam diterapkan oleh seluruh umat.

4. Berbisnis di Kategori Fi Sabilillah

Usaha yang dijalankan jika mengikuti etika bisnis dalam Islam adalah bisnis atau usaha di kategori Fi Sabilillah. Yakni usaha yang diperbolehkan oleh Allah dan menjadi jalan untuk berjuang. Menolong lebih banyak umat untuk hidup layak karena mampu memenuhi kebutuhannya tanpa merasa terbebani.

5. Memberikan Peluang Pekerjaan

Kegiatan usaha penting dan dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Bahkan disebutkan bahwa dengan berdagang maka seorang muslim mendapatkan 7 dari 9 pintu rezeki. Lewat usaha ini, pelaku UMKM juga bisa membuka peluang atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Usaha yang dijalankan mengikuti etika Islam akan lebih mudah berkembang karena tidak hanya fokus pada keuntungan pribadi namun juga memberi manfaat pada umat atau masyarakat luas. Semakin besar usahanya maka semakin mudah membangun lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Melalui webinar series dengan tema islamic Business Ethic, diharapkan pelaku UMKM yang menjadi peserta training wirausaha mampu menerapkan etika dalam agama Islam. Sehingga mampu mendapatkan keuntungan yang berkah karena tidak membebani orang lain sekaligus menciptakan kondisi pasar yang sehat.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm

 

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
TikTok sebagai Platform Social Media Marketing Kekinian

TikTok sebagai Platform Social Media Marketing Kekinian

Dalam sejumlah pelatihan UMKM seringkali disinggung tentang pentingnya social media marketing untuk bisnis di era saat ini. Sebagian pelaku usaha terutama yang masih bergerak secara konvensional mungkin belum begitu menyadari peran sosial media sebagai media pemasaran saat ini.

Padahal, teknik marketing digital terutama yang menggunakan sosial media dinilai sangat ampuh untuk pengembangan dan kemajuan usaha kecil dan menengah. Dan dari beberapa jenis platform sosial media, TikTok menjadi salah satu media marketing kekinian yang cukup populer.

Alasan TikTok menjadi Social Media Marketing yang Bagus

Sebagian masyarakat mungkin begitu memahami peran dan alasan mengapa sosial media terutama TikTok bagus bagi marketing bisnis. Lantas, apa kelebihan TikTok dibandingkan dengan platform media sosial lainnya yang membuat platform ini begitu populer sebagai media marketing kekinian?

1. Memiliki Banyak Pengguna Aktif

TikTok memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif dan kebanyakan penggunanya bertujuan untuk membuat konten. Ini berbeda dengan aplikasi sosial media lainnya yang mana tidak mendorong penggunanya untuk aktif menghasilkan konten. Konten yang disajikan di TikTok pun beragam mulai dari kesehatan, komedi, edukasi, hingga promosi ataupun branding. Mempromosikan produk melalui konten di TikTok akan berpeluang mendapatkan perhatian lebih banyak orang.

2. Didominasi Pengguna Kalangan Muda

Perlu diketahui, pengguna Tik Tok lebih didominasi oleh kalangan muda dengan rentang usia kisaran 16-24 tahun. Kalangan ini juga memiliki kecenderungan lebih konsumtif dan impulsif sehingga usaha ataupun bisnis yang lebih berfokus pada target pasar kalangan muda bisa menjadikan TikTok sebagai media promosi yang cukup potensial.

3. Memiliki Fitur yang Mudah Digunakan

Kelebihan lain yang dimiliki TikTok sebagai media marketing kekinian adalah fitur-fitur yang dimiliki mudah untuk digunakan. Aplikasi TikTok sudah dilengkapi beberapa tools seperti filter visual, transisi, teks, audio, dan lainnya yang mudah digunakan untuk membuat konten-konten menarik. Ini tentu menjadi hal yang cukup menguntungkan karena Anda bisa membuat konten kreatif dengan mudah untuk mempromosikan produk ataupun bisnis.

4. Ada Banyak Influencer di TikTok

Banyaknya influencer yang menggunakan TikTok pastinya cukup menguntungkan bagi para pelaku bisnis yang tertarik untuk melakukan endorsement terhadap produknya. Influencer yang melakukan endorsement suatu produk biasanya sangat membantu peningkatan penjualan terhadap produk tersebut karena fans influencer akan terpengaruh untuk ikut mencoba produk yang dipromosikan influencer tersebut.

Manfaat Tik Tok sebagai Media Marketing Kekinian

Memanfaatkan media sosial sebagai salah satu media marketing memang menjadi hal yang cukup populer belakangan ini. Apalagi pengguna media sosial pun cukup besar dan berasal dari berbagai kalangan. Salah satu media sosial yang sangat populer akhir-akhir ini adalah TikTok yang lebih didominasi oleh pengguna dari kalangan muda. Lantas, apa saja manfaat Tik Tok sebagai media marketing kekinian?

1. Membangun Brand Awareness

Salah satu tujuan memanfaatkan marketing sosial media adalah untuk membangun brand awareness. Mengingat pengguna Tik Tok aktif di Indonesia dalam jumlah cukup besar, ini tentu bisa menjadi salah satu alasan untuk memanfaatkan media sosial tersebut sebagai media memperkenalkan produk ataupun jasa. Cara yang bisa dilakukan untuk membangun brand awareness melalui media TikTok ini pun beragam, bisa dengan menggunakan hashtag, endorse Key Opinion Leader, ataupun dengan membuat sebuah challenge.

2. Membantu Tingkatkan Engagement dengan Konsumen

Dalam membangun kepercayaan dari konsumen dibutuhkan interaksi antara brand dan konsumen itu sendiri. Salah satu bentuk interaksi yang bisa dilakukan adalah melalui konten yang dibuat oleh konsumen. Konten ini dibuat setelah konsumen mencoba menggunakan produk brand tersebut.

Selain itu, manfaat yang bisa diambil dari TikTok sebagai media marketing adalah engagement rate dari platform media sosial tersebut tertinggi dibandingkan platform lainnya yaitu kisaran 5-9% per unggahan. Ini artinya interaksi antar pengguna seperti dengan memberikan like serta komentar lebih sering terjadi di platform TikTok.

Beberapa alasan tersebut pastinya cukup masuk akal bagi pemilik bisnis maupun pelaku usaha untuk memanfaatkan Tik Tok sebagai media pemasaran kekinian terutama untuk menggaet para generasi milenial yang mendominasi pengguna Tik Tok.

Strategi Marketing Kekinian Dengan TikTok

TikTok bisa menjadi salah satu media marketing digital terutama untuk menggaet para generasi milenial. Meski demikian, tentu penting juga memperhatikan strategi bisnis yang diterapkan supaya bisa mencapai target yang diharapkan. Berikut ini beberapa strategi bisnis kekinian menggunakan TikTok:

1. Analisa Bisnis

Pengguna Tik Tok didominasi oleh kalangan muda terutama mereka yang berada di usia 16 hingga 24 tahun, meskipun tak sedikit pula pengguna dari kalangan yang lebih dewasa. Pengguna TikTok tak hanya menyukai tontonan di aplikasi tersebut tetapi mereka juga menciptakan dan berbagi video melalui platform sosial media tersebut. Di Indonesia sendiri, pengguna Tik Tok lebih menyukai video-video yang berkaitan dengan konten makanan, komedi, serta fashion dibandingkan konten lainnya.

Setelah memahami seperti apa karakteristik pengguna Tik Tok, kini saatnya mengenali produk bisnis Anda. Lakukan analisa target pasarnya serta pastikan apakah sesuai dengan karakteristik pengguna Tik Tok. Ini menjadi hal yang penting supaya konten promosi atau marketing yang dituangkan dalam TikTok pun bisa sampai kepada target pasarnya.

2. Buat Konten Menarik

Salah satu cara paling mudah bila ingin mengetahui tren kata kunci yang sesuai dengan promosi yang akan Anda lakukan adalah dengan menggunakan tool gratis. Beberapa tool yang bisa dicoba antara lain Ubersuggest dan Ahrefs. Mengetahui tren kata kunci ini akan membantu Anda menemukan ide konten apa yang pas untuk promosi produk bisnis Anda.

Selain itu, Anda juga bisa membuat konten video TikTok interaktif yang berisi pertanyaan tentang topik yang diinginkan calon pelanggan. Ini akan membantu Anda bisa lebih dekat dengan calon konsumen dan pastinya juga membantu untuk mengetahui apa keinginannya. Pastikan untuk menambahkan deskripsi yang jelas serta link tautan menuju ke website bisnis Anda.

3. Gunakan Hashtag yang Sesuai

Bila video Tiktok Anda sudah selesai dibuat maka jangan lupa untuk mempergunakan hashtag yang sesuai. Cara membuat hashtag adalah dengan menyertakan tanda tagar (#) lalu tuliskan topik video Anda. Adanya hashtag ini maka topik video dan produk bisa lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

Bila Anda merasa kesulitan atau kebingungan untuk menentukan hashtag apa yang akan disematkan pada video TikTok Anda maka Anda bisa membuka menu discover. Pada menu tersebut video yang muncul diurutkan berdasarkan popularitas dan hashtag. Anda bisa meniru hashtag yang sesuai dengan produk ataupun jasa yang Anda tawarkan.

TikTok memang sedang naik daun saat ini. Tentu saja ini juga menjadi peluang bagus bagi para pelaku usaha terutama UMKM untuk mempromosikan produk ataupun jasanya. Pastikan konten yang dibuat hendaknya menyenangkan dan menarik sehingga bisa membuat pengguna lain yang menonton konten tersebut bisa memberikan reaksi dengan like atau komen serta melakukan aksi dengan mengunjungi situs ataupun toko online untuk menggunakan layanan bisnis yang ditawarkan. Bila tertarik untuk mempelajari cara membuat konten TikTok yang menarik, alangkah baiknya ikut bergabung dalam kursus bisnis digital yang mengupas tuntas tentang berbagai strategi digital marketing yang tepat.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Pentingnya Pendampingan Usaha Untuk UMKM

Pentingnya Pendampingan Usaha Untuk UMKM

Nextup.id menggelar pelatihan UMKM daring melalui Webinar Series: Business Model Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI. Sesuai dengan tajuk webinarnya, keberhasilan penyelenggaraannya adalah hasil kerjasama antara Nextup dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Melalui webinar ini terdapat tiga sesi kelas dengan mentor dan moderator berbeda sekaligus dengan jadwal yang berbeda juga. Sehingga para pelaku UMKM bisa memilih kelas yang jadwalnya paling sesuai. Sebagai salah satu program pendampingan webinar ini tentu saja sangat tepat untuk diikuti oleh para pelaku UMKM. Simak informasinya di bawah ini.

Alasan UMKM Butuh Pendampingan

Era digital seperti sekarang memberi peluang sangat besar bagi pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkembang dengan pesat. Adanya pemanfaatan berbagai platform untuk mengadakan kelas-kelas dan pelatihan online. Memberi kemudahan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pendampingan.

Salah satu program pendampingan yang bisa diikuti adalah pelatihan UMKM berbentuk webinar hasil kerjasama Nextup dengan BSI. Melalui Webinar Series: Business Model Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI. Para pelaku UMKM bisa mendapatkan pendampingan untuk bisa sukses dengan usaha yang dijalankan.

Oleh Nextup, webinar ini dihadirkan dalam 3 kelas berbeda. Berikut detail penjelasan kelas-kelas tersebut:

  • Kelas A

Kelas A pada Webinar Series: Business Model Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI digelar pada 30 Agustus 2021 lalu. Kelas dimulai pada pukul 11.00 – 13.00 WIB secara daring. Adapun narasumbernya adalah Rully Rustiawan yang merupakan Branch Manager Bank Syariah Indonesia Kantor Caban Fatmawati 1 Jakarta.

  • Kelas B

Kelas B di dalam rangkaian program Webinar Series: Business Model Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI digelar pada Selasa, 31 Agustus 2021 mulai pukul 11.00 sampai 13.00 WIB. Pembicara atau narasumber di kelas B ini adalah Nurfi Majidi yang merupakan Branch Manager Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Jakarta Barat.

  • Kelas C

Sedangkan pada kelas C diselenggarakan pada Rabu, 1 September 2021 pada pukul 11.00 sampai 13.00 WIB. Webinar satu ini menghadirkan narasumber Zulhaidar yang merupakan Branch Manager Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Wahid Hasyim Jakarta.

Pilihan kelas yang beragam memudahkan para pelaku UMKM untuk menyesuaikan dengan jadwal yang dimiliki. Sehingga bisa mengikuti pelatihan UMKM daring yang digelar oleh Nextup.id dan BSI tersebut. Mengikuti webinar pendampingan seperti ini tentu sangatlah penting, berikut beberapa alasan kenapa perlu join ke dalamnya:

Membantu UMKM Bertahan di Situasi Sulit

Program pendampingan yang diselenggarakan oleh Nextup dengan BSI bisa membantu pelaku UMKM untuk bertahan di situasi sulit. Salah satu contohnya adalah bisa bertahan di tengah pandemi yang membuat banyak pelaku usaha gulung tikar.

Pandemi yang memperburuk kondisi perekonomian menjadi ancaman bagi pelaku UMKM untuk menyusut karena kesulitan bertahan. Lewat program pendampingan maka pelaku UMKM bisa diberi solusi untuk bertahan. Baik dengan mengajukan pinjaman berbunga ringan maupun mendapatkan materi-materi aplikatif untuk memperkuat usaha.

1. Belajar Tata Kelola Usaha dari Ahlinya

Alasan kedua kenapa perlu mengikuti webinar program pendampingan UMKM ini adalah bisa belajar tata kelola usaha. Umumnya pelaku UMKM mengandalkan modal nekat untuk mendirikan usaha. Efeknya tentu ada lebih banyak resiko bisa dihadapi dengan modal nekat seperti ini.

Sehingga ilmu tentang tata kelola seperti keuangan, SDM, dan sebagainya masih minim. Mengikuti pelatihan UMKM seperti ini memberi tambahan ilmu dan wawasan agar bisa mengelola usaha dengan baik dan benar. Hal ini akan membantu usaha bisa bertahan dan terus berkembang.

2. Kemudahan Melakukan Inovasi

Sebuah UMKM memiliki peluang untuk menjadi usaha skala besar dengan penjualan yang pasarnya luas. Salah satu solusi untuk mencapainya adalah dengan melakukan inovasi produk. Inovasi ini akan lebih mudah dilakukan jika memiliki bekal ilmu yang cukup, maka mengikuti program pendampingan sangat penting.

Manfaat Mengikuti Program Pendampingan UMKM

Bergabung dalam salah satu kelas webinar dari Nextup.id dan BSI memang tepat untuk dilakukan karena sejumlah alasan yang sudah dijelaskan. Tidak hanya sampai disitu saja, bergabung dalam program ini sekaligus memberi lebih banyak manfaat bagi pelaku UMKM. Manfaat yang dimaksudkan antara lain:

1. Mendapat Pembelajaran yang Nyata

Mengikuti program pendampingan UMKM membantu mendapatkan pembelajaran secara nyata. Sebab selama mengikuti kelas maka bisa mendapatkan ilmu dan wawasan dari para narasumber. Ilmu ini nyata dan aplikatif, sehingga memberi pengalaman yang lebih berkesan.

2. Membantu Memperluas Jaringan Usaha

Mengikuti webinar pendampingan UMKM akan membantu pelakunya untuk memperluas jaringan. Sebab dalam webinar seperti ini maka bisa berkenalan dengan lebih banyak pelaku UMKM. Sekaligus bisa mengenal banyak mitra yang bisa diajak bekerjasama dan digaet menjadi investor.

3. Mendapatkan Solusi atas Masalah Usaha yang Dialami

Mengikuti pelatihan UMKM bersama Nextup dan BSI membantu mendapatkan solusi atas masalah usaha yang dialami. Misalnya saja dalam masalah modal, maka pelaku UMKM bisa mempertimbangkan produk-produk keuangan dari BSI. Sekaligus bisa memanfaatkan sejumlah produk lain dalam program pendampingan tersebut.

4. Terbantu untuk Mengembangkan Usaha

Pelaku UMKM membutuhkan pendampingan intensif dengan salah satu tujuan untuk mengembangkan UMKM tersebut. Tidak sedikit UMKM yang bisa menjadi perusahaan besar dan membuka lapangan pekerjaan yang luas dan beragam. Supaya jumlah pelaku UMKM dengan nasib seperti ini bertambah.

Maka mereka membutuhkan pendampingan yang intensif, dan pendampingan ini bisa didapatkan dari webinar-webinar yang diselenggarakan oleh Nextup. Pendampingan yang diberikan akan membantu pelaku UMKM untuk mendapatkan solusi agar bisa mengembangkan usahanya secara efektif dan efisien (lebih cepat).

5. Membangun Jiwa Kepemimpinan

Pelaku UMKM juga mendapatkan kemudahan untuk membangun jiwa dan keterampilan menjadi pemimpin. Sejatinya pelaku UMKM adalah pemimpin untuk usaha yang dijalankan. Apa saja yang ingin dicapai dan kebijakan apa saja yang dibuat akan menentukan nasib usaha dan seluruh karyawan di dalamnya.

Supaya semakin bijak dalam menentukan langkah dan membangun kebijakan. Maka bisa mengikuti program pendampingan dari Nextup. Sebab disini pelaku UMKM akan terbantu untuk belajar menjadi pemimpin yang baik bagi usaha dan seluruh karyawannya.

6. Meningkatkan Profit Usaha

Salah satu PR yang dimiliki pelaku UMKM adalah mendapatkan profit yang lebih baik. Bersama program pendampingan dari Nextup, para peserta yang merupakan pelaku UMKM akan mendapatkan solusi.

Pasca mengikuti kelas-kelas yang disediakan maka mereka bisa lebih cakap dalam melakukan promosi dan menjaga kualitas produk. Hal ini akan membantu mendapatkan pasar lebih luas sehingga omset meningkat dan profit pun bisa bertambah dari bulan-bulan sebelumnya.

Manfaat besar mengikuti Webinar Series: Business Model Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI membuatnya perlu dimanfaatkan dengan baik. Webinar ini sendiri merupakan bagian dari Program Mentoring dan Coaching UMKM Sinergi 2021 dari Nextup.id dan bekerjasama dengan BSI. Jika memerlukan rekomendasi pelatihan UMKM maka webinar ini adalah jawabannya.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat