Kerja Sama Yayasan Dharma Bhakti Astra dan Nextup ID dalam Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
Mendorong UMKM Naik Kelas Melalui Kompetensi Digital
Ada satu perubahan besar dalam dunia usaha yang tidak bisa lagi diabaikan.
Pelanggan semakin digital.
Mereka mencari informasi melalui Google.
Melihat produk melalui media sosial.
Membandingkan harga melalui marketplace.
Membaca ulasan sebelum membeli.
Menonton video sebelum mengambil keputusan.
Bahkan, saat ini teknologi Artificial Intelligence mulai digunakan dalam berbagai tahap perjalanan pelanggan.
Perubahan tersebut menciptakan peluang besar bagi UMKM.
Namun pada saat yang sama, perubahan tersebut juga menciptakan tantangan.
UMKM yang tidak mampu beradaptasi dengan teknologi digital berisiko semakin sulit menjangkau pasar.
Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses pengembangan UMKM.
Hal inilah yang menjadi salah satu konteks dari kolaborasi Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan Nextup ID melalui program pelatihan dan pendampingan digital marketing untuk UMKM.
Program tersebut dirancang bukan hanya untuk memperkenalkan teknologi digital kepada pelaku usaha, tetapi membantu mereka memahami bagaimana digital marketing dapat digunakan secara praktis untuk meningkatkan visibilitas, daya saing, dan peluang pertumbuhan bisnis.
Mengapa Digital Marketing Penting bagi UMKM?
Dulu, sebuah usaha bisa berkembang hanya dengan mengandalkan lokasi strategis dan rekomendasi dari pelanggan.
Sekarang kondisinya berbeda.
Seorang pelanggan yang ingin membeli produk tertentu mungkin tidak langsung datang ke toko.
Ia membuka Google.
Mencari Instagram.
Membuka marketplace.
Melihat TikTok.
Membaca review.
Kemudian membandingkan beberapa pilihan.
Artinya, perjalanan pelanggan telah berpindah ke ruang digital.
Bagi UMKM, kondisi ini sebenarnya merupakan peluang.
Sebuah usaha kecil tidak lagi harus memiliki toko di pusat kota untuk dikenal banyak orang.
Dengan strategi digital yang tepat, UMKM di daerah dapat menjangkau pelanggan dari luar wilayah.
Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan jika pelaku usaha memiliki kompetensi.
Mereka perlu mengetahui bagaimana membuat konten.
Bagaimana menggunakan media sosial.
Bagaimana membuat produk mudah ditemukan di Google.
Bagaimana membangun brand.
Bagaimana memanfaatkan marketplace.
Dan bagaimana menggunakan data untuk mengevaluasi strategi pemasaran.
Di sinilah pelatihan digital marketing menjadi penting.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Kapasitas UMKM
Program pelatihan dan pendampingan digital marketing bersama YDBA dan Nextup ID menunjukkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi.
YDBA memiliki fokus dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM.
Sementara Nextup ID membawa kompetensi dalam bidang training, mentoring, coaching, consulting, dan pengembangan kapasitas usaha. Website Nextup ID juga mencatat pengalaman bekerja sama dengan Astra, YDBA, PNM, Bank BJB, BSI, kementerian, serta berbagai instansi pemerintah dalam program pengembangan UMKM.
Kolaborasi seperti ini menjadi penting karena pengembangan UMKM bukan hanya persoalan memberikan modal atau pelatihan satu kali.
Pelaku usaha membutuhkan:
pengetahuan → praktik → evaluasi → pendampingan → pengembangan.
Inilah pendekatan yang membuat program pemberdayaan dapat menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan.
Program Digital Marketing YDBA dan Nextup ID
Salah satu program yang didokumentasikan Nextup ID adalah pelatihan dan pendampingan digital marketing bersama YDBA Bogor.
Program tersebut menyasar UMKM di wilayah Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Latar belakangnya cukup jelas.
Potensi UMKM di daerah tersebut besar, tetapi masih terdapat tantangan dalam pemanfaatan teknologi dan strategi pemasaran modern.
Karena itu, peningkatan kemampuan digital marketing dipandang sebagai salah satu langkah untuk membantu UMKM meningkatkan visibilitas dan daya saing.
Program ini tidak dirancang sebagai kegiatan satu kali.
Menurut dokumentasi Nextup ID, program dirancang secara bertahap selama satu tahun, dengan beberapa fase pembelajaran dan pendampingan.
Pendekatan jangka panjang tersebut menarik.
Karena dalam dunia bisnis, perubahan tidak terjadi hanya karena seseorang mengikuti satu hari pelatihan.
Perubahan membutuhkan praktik.
Dan praktik membutuhkan pendampingan.
Dari Pelatihan Menuju Pendampingan
Ada perbedaan besar antara:
“Saya sudah mengikuti pelatihan digital marketing.”
dan
“Saya sudah mampu menerapkan digital marketing untuk bisnis saya.”
Yang pertama menunjukkan seseorang telah mendapatkan pengetahuan.
Yang kedua menunjukkan bahwa pengetahuan tersebut sudah berubah menjadi kompetensi.
Karena itu, program YDBA dan Nextup ID tidak berhenti pada sesi pelatihan.
Dokumentasi program menyebutkan adanya tahapan pendampingan, evaluasi, dan penyesuaian strategi.
Pendekatan ini sangat relevan bagi UMKM.
Karena setiap bisnis memiliki kondisi berbeda.
Ada UMKM yang sudah aktif di Instagram.
Ada yang baru mulai.
Ada yang sudah memiliki marketplace.
Ada yang bahkan belum memiliki identitas digital yang kuat.
Tidak mungkin semuanya diberikan solusi yang sama.
Tahapan Program Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing
Menurut dokumentasi program Nextup ID, proses pembelajaran dirancang dalam empat fase utama.
Tahap 1: Pengenalan dan Dasar-Dasar Digital Marketing
Pada tahap awal, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar pemasaran digital.
Materinya mencakup antara lain:
- pembuatan konten;
- Search Engine Optimization (SEO);
- Search Engine Marketing (SEM);
- social media marketing;
- strategi pemasaran digital;
- analisis pasar;
- perancangan kampanye.
Peserta tidak hanya memahami istilah.
Mereka mulai memahami hubungan antara pelanggan, platform digital, konten, dan penjualan.
Tahap 2: Pengembangan Keterampilan dan Penerapan
Setelah memahami dasar, peserta masuk ke tahap pengembangan keterampilan.
Pada fase ini pembelajaran menjadi lebih spesifik.
Peserta mulai mempelajari:
- analisis data;
- penggunaan tools digital marketing;
- pengelolaan campaign;
- serta penerapan strategi pada bisnis masing-masing.
Yang menarik adalah adanya pendampingan individu.
Artinya, peserta dapat memperoleh bantuan ketika mulai menerapkan materi pada bisnisnya sendiri.
Inilah salah satu perbedaan antara pembelajaran umum dan pendampingan bisnis.
Peserta tidak hanya bertanya:
“Bagaimana cara membuat konten?”
Tetapi dapat bertanya:
“Bagaimana membuat konten untuk produk saya?”
Konteksnya menjadi lebih spesifik.

Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
Tahap 3: Evaluasi dan Penyesuaian Strategi
Digital marketing tidak selalu menghasilkan strategi yang langsung berhasil.
Sebuah konten mungkin tidak mendapatkan engagement yang diharapkan.
Iklan mungkin menghasilkan leads yang kurang berkualitas.
Produk mungkin mendapatkan traffic tetapi tidak menghasilkan conversion.
Apa yang harus dilakukan?
Evaluasi.
Dalam program pendampingan, peserta dapat melihat hasil implementasi dan kemudian melakukan penyesuaian berdasarkan feedback serta performa yang diperoleh.
Inilah pola penting dalam digital marketing:
Implement → Measure → Learn → Improve.
Bukan:
Post → Hope → Repeat.
Tahap 4: Pengembangan Berkelanjutan
Fase berikutnya adalah memastikan peserta tidak berhenti berkembang.
Digital marketing berubah sangat cepat.
Platform berubah.
Algoritma berubah.
Tren konten berubah.
Perilaku konsumen berubah.
Teknologi baru muncul.
Karena itu, keterampilan digital marketing harus terus diperbarui.
Dalam dokumentasi program, fase akhir mencakup pelatihan keterampilan lanjutan dan perencanaan pengembangan jangka panjang.
Dengan demikian, peserta diharapkan tidak hanya memahami teknik hari ini, tetapi memiliki kemampuan untuk terus belajar.
Materi Digital Marketing yang Relevan bagi UMKM
Program seperti ini penting karena digital marketing sebenarnya memiliki banyak aspek.
Social Media Marketing
Media sosial dapat digunakan untuk:
- meningkatkan awareness;
- membangun komunitas;
- memperkenalkan produk;
- membangun engagement;
- dan mendorong penjualan.
Namun media sosial bukan sekadar tempat mengunggah foto produk.
UMKM perlu memahami siapa audiensnya.
Apa yang mereka butuhkan.
Konten apa yang relevan.
Dan bagaimana membangun hubungan dengan mereka.
Content Marketing
Konten yang baik bukan hanya konten yang terlihat bagus.
Konten harus memiliki tujuan.
Misalnya:
Edukasi
Membantu pelanggan memahami masalah.
Inspirasi
Membangun aspirasi.
Storytelling
Membangun hubungan emosional.
Promosi
Mendorong pembelian.
Testimoni
Membangun kepercayaan.
Dengan memahami berbagai jenis konten, UMKM dapat menghindari satu kesalahan umum:
setiap posting hanya berjualan.

Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
Search Engine Optimization untuk UMKM
SEO memungkinkan bisnis ditemukan ketika seseorang mencari informasi di Google.
Misalnya:
“catering Bogor.”
“keripik pisang Bogor.”
“jasa sablon Citeureup.”
“produk kerajinan Bogor.”
Jika UMKM memiliki konten dan website yang dioptimalkan dengan baik, ada peluang untuk mendapatkan traffic organik.
SEO juga dapat menjadi strategi jangka panjang.
Karena tidak semua pelanggan datang melalui iklan.
Sebagian datang melalui pencarian.
Digital Advertising
Selain organic marketing, UMKM juga perlu memahami iklan digital.
Platform seperti Google dan Meta memungkinkan bisnis menjangkau audiens tertentu.
Namun iklan membutuhkan strategi.
Bukan hanya:
“Boost postingan.”
Peserta perlu memahami:
- target audience;
- objective;
- creative;
- copywriting;
- budget;
- conversion;
- measurement.
Dengan demikian, uang yang dikeluarkan untuk iklan dapat dikelola dengan lebih terukur.
Analitik Digital: Belajar dari Data
Salah satu kemampuan penting dalam digital marketing adalah kemampuan membaca data.
Misalnya sebuah konten mendapatkan 50.000 views.
Apakah itu berarti sukses?
Belum tentu.
Pertanyaan berikutnya:
Berapa yang mengunjungi profil?
Berapa yang menghubungi?
Berapa yang membeli?
Berapa nilai transaksi?
Di sinilah vanity metrics perlu dibedakan dari business metrics.
UMKM perlu belajar bahwa tujuan digital marketing bukan sekadar mendapatkan views.
Tujuannya adalah menciptakan nilai bisnis.
Digital Marketing Bukan Hanya tentang Teknologi
Ini mungkin insight paling penting dari program semacam ini.
Digitalisasi sering kali dianggap sebagai persoalan teknologi.
Padahal teknologi hanyalah alat.
Yang jauh lebih penting adalah manusia yang menggunakannya.
UMKM dapat memiliki smartphone.
Memiliki Instagram.
Memiliki marketplace.
Bahkan memiliki website.
Tetapi tanpa strategi, semuanya hanya menjadi kanal yang berdiri sendiri.
Karena itu, pelatihan digital marketing sebenarnya adalah investasi pada kompetensi manusia.
Peran Nextup ID sebagai Instruktur
Dalam program yang didokumentasikan Nextup ID, YDBA menggandeng tim Nextup ID sebagai instruktur utama. Peran tersebut mencakup penyediaan materi, workshop, bimbingan penerapan, dukungan teknis, evaluasi, dan feedback kepada peserta.
Pendekatan ini sesuai dengan positioning Nextup ID sebagai platform pengembangan kapasitas yang menggabungkan:
- Training;
- Mentoring;
- Coaching;
- Consulting;
- Sertifikasi;
- dan event bisnis.
Artinya, peran trainer tidak hanya menyampaikan slide.
Tetapi membantu peserta memahami bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan.
Tantangan UMKM dalam Belajar Digital Marketing
Program pemberdayaan UMKM tentu tidak selalu berjalan tanpa tantangan.
Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan.
Tingkat Literasi Digital Berbeda
Ada peserta yang sudah mahir menggunakan media sosial.
Ada pula yang baru mulai.
Karena itu, metode pembelajaran harus mampu menjembatani perbedaan tersebut.
Keterbatasan Sumber Daya
Tidak semua UMKM memiliki:
- tim marketing;
- content creator;
- budget iklan;
- website;
- atau perangkat yang lengkap.
Strategi harus realistis.
Tidak mungkin memberikan strategi perusahaan besar kepada bisnis yang baru berkembang.
Teknologi Terus Berubah
Apa yang efektif hari ini belum tentu efektif tahun depan.
Karena itu, UMKM perlu memiliki learning agility.
Kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Dampak yang Diharapkan dari Program
Program pelatihan dan pendampingan digital marketing seperti ini memiliki beberapa tujuan.
Meningkatkan Kompetensi
Peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan baru.
Meningkatkan Visibilitas Digital
UMKM memiliki kehadiran digital yang lebih baik.
Memperluas Pasar
Produk memiliki peluang menjangkau pelanggan di luar wilayah.
Meningkatkan Kemandirian
Pelaku usaha semakin mampu mengelola pemasaran digital sendiri.
Membangun Ekosistem
Peserta dapat saling bertukar pengalaman dan membuka peluang kolaborasi.
Dokumentasi Nextup ID menyebutkan peningkatan kompetensi, pengembangan strategi pemasaran, peningkatan jangkauan pasar, penguatan jaringan, dan kemandirian bisnis sebagai manfaat yang diharapkan dari program tersebut.
Mengapa Pendampingan Lebih Penting daripada Sekadar Pelatihan?
Bayangkan seorang peserta belajar SEO selama satu hari.
Ia memahami keyword.
Memahami artikel.
Memahami optimasi.
Tetapi ketika kembali ke bisnis, ia tidak tahu harus mulai dari mana.
Di sinilah pendampingan bekerja.
Pendamping membantu peserta mengubah:
Knowledge → Skill → Action → Improvement.
Pola ini juga menjadi bagian dari filosofi Nextup ID dalam program pengembangan UMKM.
Website Nextup ID menekankan bahwa pelatihan yang baik seharusnya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mendorong praktik dan perubahan.
Kolaborasi YDBA dan Nextup ID sebagai Contoh Sinergi Pengembangan UMKM
Program ini memperlihatkan satu hal penting.
Pemberdayaan UMKM membutuhkan ekosistem.
Tidak cukup hanya ada pelaku usaha.
Tidak cukup hanya ada trainer.
Tidak cukup hanya ada modal.
Dibutuhkan kolaborasi antara:
Lembaga pemberdayaan + praktisi + komunitas + pelaku usaha.
Ketika berbagai pihak membawa kompetensinya masing-masing, proses pengembangan menjadi lebih kuat.
YDBA membawa peran dalam pemberdayaan.
Nextup ID membawa kompetensi training dan pendampingan digital marketing.
UMKM menjadi pihak yang menerapkan.
Dan ekosistem lokal menjadi ruang pertumbuhan.
Dari UMKM Go Digital Menuju UMKM Naik Kelas
Istilah “go digital” sering digunakan.
Namun menurut saya, tujuan akhirnya bukan sekadar membuat UMKM memiliki akun Instagram.
Bukan sekadar memiliki marketplace.
Bukan sekadar menggunakan AI.
Tujuan akhirnya adalah:
UMKM menjadi lebih kompetitif.
Lebih mudah ditemukan.
Lebih dipercaya.
Lebih dekat dengan pelanggan.
Lebih efisien.
Lebih mampu membaca data.
Dan memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi.
Itulah makna digitalisasi yang sebenarnya.
Pelajaran Penting bagi Program Pemberdayaan UMKM
Dari kolaborasi YDBA dan Nextup ID, ada beberapa pelajaran yang dapat menjadi referensi bagi organisasi lain yang ingin menyelenggarakan program serupa.
Pertama, pelatihan harus berbasis kebutuhan.
Jangan memulai dari:
“Materi apa yang kita punya?”
Mulailah dari:
“Masalah apa yang dihadapi peserta?”
Kedua, praktik harus menjadi bagian utama.
Digital marketing adalah keterampilan.
Ia harus dipraktikkan.
Ketiga, pendampingan diperlukan.
Peserta membutuhkan bantuan ketika mulai menerapkan.
Keempat, evaluasi harus dilakukan.
Tanpa evaluasi, sulit mengetahui apakah strategi berhasil.
Kelima, program harus berkelanjutan.
Digital marketing tidak berhenti pada satu platform atau satu tren.
Nextup ID dan Komitmen Mengembangkan UMKM Indonesia
Kolaborasi dengan YDBA merupakan bagian dari pengalaman Nextup ID dalam menjalankan berbagai program pengembangan kapasitas UMKM.
Di website resminya, Nextup ID mencatat pengalaman bersama berbagai institusi seperti Astra, PNM, Bank BJB, BSI, kementerian, dan Dinas Koperasi serta UKM di berbagai daerah.
Pengalaman tersebut menjadi modal untuk terus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang relevan.
Bukan hanya training.
Tetapi juga:
training + mentoring + coaching + consulting + pendampingan.
Karena setiap UMKM memiliki perjalanan yang berbeda.
FAQ Pelatihan Digital Marketing YDBA dan Nextup ID
Apa itu program pelatihan digital marketing YDBA dan Nextup ID?
Program ini merupakan kolaborasi pelatihan dan pendampingan digital marketing untuk membantu meningkatkan kompetensi serta kapasitas UMKM dalam memanfaatkan teknologi dan strategi pemasaran digital. Salah satu program yang didokumentasikan Nextup ID dilaksanakan bersama YDBA Bogor untuk UMKM di Rancabungur.
Apa itu YDBA?
YDBA merupakan singkatan dari Yayasan Dharma Bhakti Astra, yang dalam program yang dibahas di sini berperan dalam pemberdayaan dan pengembangan UMKM.
Apa saja materi digital marketing yang diberikan?
Materi yang terdokumentasi mencakup strategi digital marketing, content creation, SEO, SEM, social media marketing, analisis pasar, kampanye digital, analisis data, dan penggunaan tools digital marketing.
Apakah program hanya berupa pelatihan?
Tidak. Program yang didokumentasikan Nextup ID dirancang sebagai pelatihan dan pendampingan bertahap selama satu tahun, termasuk penerapan, evaluasi, dan pengembangan lanjutan.
Mengapa pendampingan penting?
Karena peserta membutuhkan dukungan ketika menerapkan materi pada bisnis mereka sendiri. Pendampingan membantu mengidentifikasi masalah, memberikan feedback, dan menyesuaikan strategi.
Apakah digital marketing cocok untuk semua UMKM?
Pada dasarnya digital marketing dapat digunakan oleh berbagai jenis UMKM, tetapi kanal dan strateginya perlu disesuaikan dengan karakter bisnis, target pasar, produk, dan sumber daya yang tersedia.
Apakah Nextup ID menyediakan program pelatihan digital marketing?
Ya. Nextup ID menyediakan berbagai program training, mentoring, coaching, consulting, dan pendampingan yang berkaitan dengan digital marketing dan pengembangan bisnis.
Apakah program dapat dibuat untuk organisasi lain?
Program pelatihan dan pendampingan dapat dirancang sesuai kebutuhan organisasi, perusahaan, komunitas, maupun program pemberdayaan UMKM.
Kesimpulan: Digitalisasi UMKM Dimulai dari Manusia
Teknologi terus berkembang.
Platform terus berubah.
Algoritma terus diperbarui.
Artificial Intelligence semakin canggih.
Tetapi ada satu hal yang tetap menjadi fondasi:
manusia yang mampu belajar dan beradaptasi.
Itulah mengapa program pengembangan UMKM tidak cukup hanya memberikan akses kepada teknologi.
Pelaku usaha perlu dibekali kompetensi.
Mereka perlu memahami strategi.
Mereka perlu mencoba.
Mereka perlu mendapatkan feedback.
Dan mereka perlu terus belajar.
Kolaborasi Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan Nextup ID dalam program pelatihan dan pendampingan digital marketing menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas UMKM.
Program tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi bukan sekadar membuat bisnis “hadir di internet”.
Digitalisasi adalah tentang bagaimana teknologi digunakan untuk membuat bisnis:
lebih mudah ditemukan, lebih dipercaya, lebih dekat dengan pelanggan, lebih efisien, dan lebih siap berkembang.
Dan pada akhirnya, itulah tujuan dari pengembangan UMKM.
Bukan sekadar Go Digital.
Tetapi Go Further.
Nextup ID: Partner Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing
Nextup ID membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang ingin menyelenggarakan program pengembangan kapasitas UMKM, antara lain:
- perusahaan;
- CSR;
- BUMN;
- pemerintah daerah;
- Dinas Koperasi dan UMKM;
- yayasan;
- perguruan tinggi;
- komunitas;
- koperasi;
- inkubator bisnis;
- dan lembaga pemberdayaan masyarakat.
Program dapat dikembangkan dalam bentuk:
Pelatihan Digital Marketing
Pendampingan UMKM
Digital Marketing Bootcamp
AI for UMKM
Marketplace Optimization
Branding & Marketing
Business Coaching
Mentoring
Program Inkubasi Bisnis
In-House Training
Dengan pendekatan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta dan tujuan program.
Jika organisasi Anda sedang mencari mitra pelatihan digital marketing untuk UMKM, Nextup ID siap mendiskusikan kebutuhan program mulai dari needs assessment, penyusunan kurikulum, training, praktik, evaluasi, hingga pendampingan pascapelatihan.
Nextup ID
Bring Your Business to the Next Level.
pelatihan digital marketing UMKM, pendampingan digital marketing UMKM, pelatihan UMKM Astra, digital marketing untuk UMKM, pelatihan pemasaran digital, pemberdayaan UMKM, pengembangan UMKM, pelatihan SEO untuk UMKM, social media marketing UMKM, content marketing UMKM, digitalisasi UMKM, UMKM naik kelas, pelatihan kewirausahaan, pendampingan UMKM Astra


