Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM: Cara Meningkatkan Penjualan di Era Digital
Dunia Sudah Berubah. Cara Berjualan Pun Harus Berubah.
Beberapa tahun lalu, membuka toko di pinggir jalan sudah cukup untuk mendapatkan pelanggan.
Orang yang membutuhkan produk akan datang.
Melihat-lihat.
Bertanya.
Lalu membeli.
Hari ini ceritanya berbeda.
Sebelum datang ke toko, pelanggan lebih dulu membuka Google.
Mereka mencari melalui Shopee.
Mereka membandingkan harga di Tokopedia.
Mereka melihat ulasan pelanggan.
Mereka mencari video di TikTok.
Mereka melihat Instagram.
Mereka bertanya kepada ChatGPT.
Barulah mereka memutuskan membeli.
Artinya, perjalanan pelanggan telah berubah.
Dan ketika perilaku pelanggan berubah, cara kita menjual juga harus berubah.
Inilah alasan mengapa Digital Marketing bukan lagi pilihan.
Digital Marketing telah menjadi kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku usaha.
Baik usaha mikro.
Usaha kecil.
Maupun perusahaan besar.
Mengapa Banyak UMKM Sulit Bertumbuh?
Pertanyaan ini sering saya temui ketika mendampingi berbagai pelaku usaha.
Menariknya, jawabannya hampir selalu sama.
Bukan karena produknya jelek.
Bukan karena modalnya kecil.
Bukan pula karena pasarnya tidak ada.
Melainkan karena produknya belum dikenal.
Saya sering bertemu UMKM yang produknya sangat bagus.
Kemasan menarik.
Harga bersaing.
Pelayanannya ramah.
Namun penjualannya tetap stagnan.
Mengapa?
Karena tidak ada yang tahu produk tersebut.
Dalam dunia bisnis, kualitas produk memang penting.
Tetapi kualitas tanpa pemasaran ibarat toko yang dibangun di tengah hutan.
Bagus.
Namun tidak ada yang datang.
Digital Marketing Bukan Sekadar Bermain Media Sosial
Banyak orang masih menganggap Digital Marketing hanyalah membuat postingan Instagram.
Atau mengunggah video di TikTok.
Padahal cakupannya jauh lebih luas.
Digital Marketing adalah bagaimana sebuah bisnis memanfaatkan teknologi digital untuk membangun hubungan dengan pelanggan.
Mulai dari:
- Website
- SEO
- Marketplace
- Email Marketing
- WhatsApp Business
- TikTok
- Artificial Intelligence
- Google Business Profile
Semuanya saling terhubung.
Ketika dikelola dengan baik, Digital Marketing mampu membantu bisnis berkembang tanpa harus bergantung pada promosi dari mulut ke mulut.
Perubahan Perilaku Konsumen Tidak Bisa Diabaikan
Hari ini pelanggan tidak lagi membeli karena melihat iklan sekali.
Mereka melakukan riset.
Membaca review.
Melihat rating.
Mencari video.
Membandingkan harga.
Mencari informasi di Google.
Melihat media sosial.
Baru kemudian membeli.
Artinya, proses pemasaran menjadi lebih panjang dibanding beberapa tahun lalu.
Karena itu pelaku usaha perlu hadir di berbagai titik perjalanan pelanggan.
Ketika pelanggan mencari di Google, bisnis kita harus muncul.
Ketika pelanggan membuka marketplace, produk kita harus ditemukan.
Ketika pelanggan membuka Instagram, brand kita harus terlihat.
Inilah mengapa Digital Marketing menjadi sangat penting.
Tantangan yang Masih Dihadapi Banyak UMKM
Selama memberikan pelatihan kepada berbagai pelaku usaha, kami menemukan beberapa tantangan yang hampir selalu muncul.
1. Belum Memiliki Strategi Digital
Banyak UMKM sudah memiliki akun Instagram.
Namun tidak memiliki tujuan yang jelas.
Posting dilakukan ketika sempat.
Tanpa perencanaan.
Tanpa target.
Tanpa evaluasi.
2. Konten Masih Berorientasi Jualan
Sebagian besar konten hanya berisi:
“Beli sekarang.”
“Promo.”
“Diskon.”
Padahal pelanggan lebih tertarik pada konten yang memberikan manfaat.
3. Marketplace Belum Dioptimalkan
Judul produk kurang menarik.
Deskripsi tidak lengkap.
Foto kurang profesional.
Akibatnya produk sulit ditemukan.
4. Belum Mengenal SEO
Padahal Google masih menjadi mesin pencari terbesar di dunia.
Setiap hari jutaan orang mencari produk melalui Google.
Jika website bisnis tidak dioptimalkan, peluang tersebut akan hilang.
5. Belum Memanfaatkan Artificial Intelligence
AI mampu membantu membuat:
- Caption
- Artikel
- Copywriting
- Proposal
- Presentasi
- Analisis bisnis
Namun banyak UMKM belum mengetahui cara memanfaatkannya.
Padahal AI mampu menghemat waktu kerja hingga berjam-jam setiap minggu.
Mengapa Pelatihan Digital Marketing Menjadi Sangat Penting?
Karena Digital Marketing bukan keterampilan yang bisa dipelajari hanya dengan menonton beberapa video di internet.
Digital Marketing membutuhkan strategi.
Pemahaman.
Praktik.
Dan pendampingan.
Pelatihan yang baik bukan hanya mengajarkan cara menggunakan media sosial.
Tetapi membantu peserta memahami bagaimana pelanggan berpikir.
Bagaimana membangun brand.
Bagaimana meningkatkan penjualan.
Bagaimana memanfaatkan teknologi.
Bagaimana menciptakan bisnis yang berkelanjutan.
Inilah filosofi yang selalu dibawa oleh Nextup ID dalam setiap program pelatihan.
Kami percaya bahwa tujuan pelatihan bukan sekadar menambah pengetahuan.
Tetapi menciptakan perubahan.
Perubahan cara berpikir.
Perubahan cara bekerja.
Dan pada akhirnya, perubahan hasil yang diperoleh peserta.

Pelatihan Digital Marketing
Nextup ID Kembali Berbagi Bersama UMKM Binaan LPB UT Cakung
Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM Indonesia, Nextup ID dipercaya menjadi narasumber dalam Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM Binaan LPB UT Cakung yang diselenggarakan bekerja sama dengan UT Growth – United Tractors.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami strategi pemasaran digital secara praktis, mulai dari membangun branding, memanfaatkan media sosial, mengoptimalkan marketplace, hingga memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas usaha.
Berbeda dengan pelatihan yang hanya berfokus pada teori, peserta diajak untuk memahami bagaimana setiap strategi dapat langsung diterapkan pada bisnis yang mereka jalankan.
Karena tujuan utama pelatihan ini bukan sekadar membuat peserta mengetahui konsep Digital Marketing.
Melainkan mampu menerapkannya setelah kembali ke tempat usahanya masing-masing.
Apa Saja yang Dipelajari dalam Pelatihan Digital Marketing Nextup ID?
Salah satu pertanyaan yang paling sering kami terima adalah,
“Apa sebenarnya yang dipelajari dalam Pelatihan Digital Marketing?”
Banyak orang mengira Digital Marketing hanya tentang membuat konten Instagram atau memasang iklan di media sosial.
Padahal ruang lingkupnya jauh lebih luas.
Digital Marketing adalah strategi bagaimana sebuah bisnis dapat ditemukan oleh calon pelanggan, membangun kepercayaan, meningkatkan penjualan, dan mempertahankan pelanggan menggunakan berbagai platform digital.
Karena itu, materi yang disusun Nextup ID dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi pelaku UMKM saat ini.
Setiap topik dipilih karena memiliki dampak langsung terhadap perkembangan bisnis peserta.
1. Search Engine Optimization (SEO): Membuat Bisnis Mudah Ditemukan di Google
Bayangkan seseorang mengetik di Google:
- “oleh-oleh khas Jakarta”
- “jasa catering terdekat”
- “produsen loyang aluminium”
- “souvenir custom”
Kemudian bisnis Anda muncul di halaman pertama.
Inilah kekuatan Search Engine Optimization atau SEO.
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar SEO, antara lain:
- bagaimana Google bekerja;
- pentingnya penggunaan kata kunci (keyword);
- membuat judul produk yang mudah ditemukan;
- menulis artikel yang ramah mesin pencari;
- optimasi website bisnis;
- strategi meningkatkan visibilitas secara organik.
Bagi banyak UMKM, SEO merupakan investasi jangka panjang.
Berbeda dengan iklan berbayar yang berhenti ketika anggaran habis, SEO membantu bisnis terus ditemukan oleh calon pelanggan melalui pencarian organik.
2. Social Media Marketing: Bukan Sekadar Rajin Posting
Hampir semua UMKM hari ini memiliki akun Instagram atau Facebook.
Namun pertanyaannya adalah:
Apakah akun tersebut benar-benar menghasilkan penjualan?
Dalam pelatihan ini peserta belajar bahwa media sosial bukan sekadar tempat mengunggah foto produk.
Media sosial adalah media membangun hubungan dengan pelanggan.
Peserta mempelajari:
- cara menentukan target audiens;
- membuat kalender konten;
- strategi membangun engagement;
- storytelling dalam pemasaran;
- membuat konten edukatif, inspiratif, dan promosi secara seimbang;
- membaca performa konten melalui insight.
Dengan pendekatan ini, media sosial tidak lagi hanya menjadi etalase digital, tetapi menjadi alat untuk membangun kepercayaan pelanggan.
3. Content Marketing: Konten yang Menjual Tanpa Terlihat Memaksa
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan UMKM adalah terlalu sering menjual.
Setiap hari isi media sosial hanya berisi:
“Promo.”
“Diskon.”
“Beli sekarang.”
Padahal pelanggan tidak selalu ingin melihat iklan.
Mereka ingin mendapatkan informasi, inspirasi, dan solusi.
Melalui sesi Content Marketing, peserta belajar membuat konten yang memberikan nilai tambah.
Misalnya:
- tips penggunaan produk;
- edukasi seputar industri;
- cerita di balik proses produksi;
- testimoni pelanggan;
- kisah perjalanan bisnis;
- konten yang membangun kepercayaan.
Pendekatan ini terbukti lebih efektif dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
4. Marketplace Masterclass: Mengoptimalkan Penjualan di Shopee dan Tokopedia
Marketplace telah menjadi salah satu kanal penjualan terbesar di Indonesia.
Namun memiliki toko di marketplace saja tidak cukup.
Toko harus mampu bersaing dengan ribuan penjual lainnya.
Dalam sesi Marketplace Masterclass, peserta mempelajari:
- strategi membuat judul produk yang menarik;
- optimasi deskripsi produk;
- penggunaan foto produk yang profesional;
- pemanfaatan kata kunci;
- strategi meningkatkan rating toko;
- pelayanan pelanggan yang prima;
- membangun repeat order.
Peserta juga diajak memahami bagaimana algoritma marketplace bekerja sehingga dapat meningkatkan peluang produk tampil di hasil pencarian.
5. Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM
Inilah materi yang paling banyak menarik perhatian peserta.
Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan.
Hari ini AI sudah menjadi alat kerja sehari-hari.
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan bagaimana AI dapat membantu berbagai aktivitas bisnis, antara lain:
- membuat caption media sosial;
- menghasilkan ide konten;
- menyusun copywriting promosi;
- membuat artikel website;
- membuat proposal bisnis;
- menyusun presentasi;
- membuat deskripsi produk marketplace;
- melakukan analisis SWOT;
- hingga membantu proses brainstorming pengembangan usaha.
Peserta juga belajar membuat prompt yang efektif sehingga AI mampu memberikan hasil yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
Pendekatan ini membuat AI tidak lagi terasa rumit.
Sebaliknya, AI menjadi asisten digital yang membantu pelaku usaha bekerja lebih cepat dan lebih produktif.
6. Google Business Profile: Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan Lokal
Banyak UMKM belum memanfaatkan Google Business Profile secara optimal.
Padahal ketika seseorang mencari:
- “bakery terdekat”
- “percetakan di Jakarta Timur”
- “toko kue dekat saya”
Google akan menampilkan bisnis yang memiliki profil lengkap.
Melalui sesi ini, peserta belajar:
- membuat profil bisnis;
- mengoptimalkan informasi usaha;
- mengelola ulasan pelanggan;
- menambahkan foto;
- meningkatkan visibilitas lokal.
Bagi bisnis yang memiliki lokasi fisik, Google Business Profile merupakan salah satu strategi pemasaran yang sangat efektif.
7. Scaling Up Strategy: Dari Sekadar Bertahan Menjadi Bertumbuh
Banyak pelaku usaha mampu memulai bisnis.
Namun tidak semua mampu mengembangkannya.
Karena itu, sesi terakhir membahas strategi pertumbuhan bisnis.
Peserta diajak melihat bisnis secara lebih luas.
Bukan hanya bagaimana mendapatkan pelanggan hari ini.
Tetapi bagaimana membangun sistem agar bisnis dapat terus berkembang.
Topik yang dibahas meliputi:
- membangun branding;
- memperluas pasar;
- meningkatkan produktivitas;
- memanfaatkan teknologi;
- membangun sistem pemasaran yang berkelanjutan.
Belajar Bersama Praktisi, Bukan Hanya Akademisi
Salah satu nilai tambah pelatihan ini adalah materi disampaikan oleh praktisi yang memiliki pengalaman langsung di dunia bisnis.
Peserta tidak hanya memperoleh teori.
Mereka juga mendapatkan berbagai contoh nyata, studi kasus, serta pengalaman lapangan yang relevan dengan tantangan yang mereka hadapi.
Diskusi menjadi lebih hidup karena peserta dapat menghubungkan materi dengan kondisi usahanya masing-masing.
Pendekatan seperti ini membuat proses belajar terasa lebih praktis dan mudah diterapkan.
Mengapa Artificial Intelligence (AI) Menjadi Kompetensi Baru bagi Pelaku UMKM?
Jika lima tahun lalu kemampuan menggunakan media sosial menjadi nilai tambah, maka hari ini mulai bergeser.
Kini banyak pelaku usaha bertanya,
“Bagaimana AI bisa membantu bisnis saya?”
Pertanyaan ini sangat relevan.
Karena Artificial Intelligence bukan lagi teknologi yang hanya digunakan perusahaan besar.
Hari ini, AI dapat dimanfaatkan oleh siapa saja.
Termasuk UMKM.
Dengan biaya yang relatif terjangkau, bahkan banyak aplikasi AI yang dapat digunakan secara gratis.
Dalam pelatihan ini, kami memperkenalkan AI bukan sebagai teknologi yang rumit.
Melainkan sebagai asisten kerja digital.
Asisten yang mampu membantu pelaku usaha bekerja lebih cepat, lebih kreatif, dan lebih produktif.
Misalnya, AI dapat digunakan untuk:
- membuat ide konten selama satu bulan dalam hitungan menit;
- menyusun caption media sosial yang menarik;
- membuat deskripsi produk marketplace yang SEO-friendly;
- menghasilkan artikel website;
- menyusun proposal kerja sama;
- membuat presentasi bisnis;
- merancang strategi promosi;
- membantu analisis SWOT;
- hingga memberikan ide pengembangan produk baru.
Dengan pendekatan yang sederhana, peserta menyadari bahwa AI bukan pengganti manusia.
AI justru membantu manusia menyelesaikan pekerjaan yang bersifat repetitif sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir strategis.
Pelatihan yang Berorientasi pada Implementasi
Salah satu prinsip yang selalu kami pegang adalah:
Pelatihan yang baik bukan hanya menambah pengetahuan. Pelatihan yang baik menghasilkan tindakan.
Karena itu, setiap sesi pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya mendengar.
Tetapi juga mencoba.
Tidak hanya memahami.
Tetapi juga mempraktikkan.
Misalnya ketika mempelajari Marketplace.
Peserta langsung memperbaiki judul produknya.
Mengoptimalkan deskripsi.
Menganalisis foto produk.
Menyusun strategi promosi.
Saat belajar AI.
Peserta langsung membuat prompt.
Mencoba berbagai tools.
Menghasilkan konten.
Membuat proposal.
Membuat kalender media sosial.
Pendekatan ini membuat peserta lebih percaya diri.
Karena mereka tidak hanya pulang membawa modul.
Tetapi juga membawa hasil kerja yang siap digunakan.
Belajar dari Pengalaman Nyata
Salah satu nilai tambah yang kami bawa adalah pengalaman praktis.
Materi tidak hanya berasal dari teori.
Tetapi juga dari pengalaman mendampingi pelaku usaha, menyusun strategi pemasaran, membangun branding, mengembangkan bisnis, hingga memanfaatkan Artificial Intelligence dalam aktivitas sehari-hari.
Studi kasus yang digunakan juga berasal dari berbagai bisnis nyata.
Mulai dari UMKM kuliner.
Fashion.
Kerajinan.
Jasa.
Manufaktur.
Hingga bisnis berbasis digital.
Pendekatan seperti ini membuat peserta lebih mudah memahami bagaimana sebuah konsep diterapkan di lapangan.
Karena dunia bisnis tidak selalu berjalan sesuai buku.
Dunia bisnis penuh dinamika.
Dan pengalaman sering kali menjadi guru terbaik.
Mengapa Memilih Nextup ID sebagai Mitra Pelatihan?
Memilih lembaga pelatihan bukan hanya soal siapa yang mampu menyampaikan materi.
Lebih dari itu, memilih mitra pelatihan berarti memilih partner yang mampu membantu menciptakan perubahan.
Nextup ID hadir dengan pendekatan yang menggabungkan pengalaman praktis, perkembangan teknologi, dan kebutuhan nyata dunia usaha.
Beberapa keunggulan yang menjadi kekuatan kami antara lain:
Materi Selalu Relevan
Kurikulum terus diperbarui mengikuti perkembangan Digital Marketing, Artificial Intelligence, Branding, Leadership, dan kebutuhan industri.
Berbasis Praktik
Peserta tidak hanya memperoleh teori.
Mereka langsung mengerjakan berbagai studi kasus dan proyek sederhana yang relevan dengan usahanya.
Trainer Praktisi
Materi disampaikan oleh praktisi yang memiliki pengalaman dalam dunia bisnis, pemasaran, pengembangan SDM, dan pendampingan UMKM.
Pendekatan Human-Centered Learning
Kami percaya bahwa setiap peserta memiliki latar belakang yang berbeda.
Karena itu proses pembelajaran dirancang agar mudah dipahami, interaktif, dan aplikatif.
Dapat Disesuaikan dengan Kebutuhan
Program pelatihan dapat dirancang sesuai kebutuhan:
- Perusahaan
- Pemerintah
- BUMN
- Komunitas
- Perguruan Tinggi
- Sekolah
- Lembaga Kursus
- Koperasi
- Inkubator Bisnis
- Pendamping UMKM
Siapa yang Cocok Mengikuti Pelatihan Ini?
Program ini sangat sesuai bagi:
- Pelaku UMKM yang ingin meningkatkan penjualan.
- Wirausahawan pemula.
- Komunitas usaha.
- Koperasi.
- Pendamping UMKM.
- Inkubator bisnis.
- Pemerintah daerah.
- Dinas Koperasi dan UMKM.
- BUMN melalui program CSR.
- Perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi karyawannya.
- Lembaga pendidikan.
- Mahasiswa yang ingin memahami Digital Marketing.
Dampak yang Ingin Kami Ciptakan
Di Nextup ID, kami percaya bahwa ukuran keberhasilan sebuah pelatihan bukanlah jumlah peserta.
Melainkan perubahan yang terjadi setelah pelatihan selesai.
Kami ingin peserta:
✔ lebih percaya diri menggunakan teknologi digital;
✔ mampu memasarkan produknya secara lebih efektif;
✔ memahami pentingnya branding;
✔ mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas;
✔ memiliki strategi pemasaran yang lebih terarah;
✔ dan pada akhirnya mampu meningkatkan daya saing usahanya.
Karena ketika kompetensi meningkat, peluang untuk berkembang juga akan semakin besar.
Investasi Terbaik Bukan Hanya pada Teknologi, Tetapi pada Manusia
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, banyak perusahaan berlomba membeli perangkat lunak terbaru.
Banyak pelaku usaha mulai menggunakan Artificial Intelligence.
Banyak organisasi melakukan transformasi digital.
Namun ada satu hal yang sering terlupakan.
Teknologi hanya akan memberikan hasil maksimal ketika digunakan oleh orang yang memiliki kompetensi.
Perusahaan boleh memiliki sistem yang canggih.
UMKM boleh memiliki website yang menarik.
Marketplace boleh memiliki ribuan produk.
Tetapi jika sumber daya manusianya tidak berkembang, maka teknologi tersebut tidak akan memberikan dampak yang optimal.
Karena itulah pengembangan kompetensi menjadi investasi yang sangat penting.
Bukan hanya untuk individu.
Tetapi juga untuk organisasi.
Dan bangsa.
Mengapa Pelatihan Menjadi Investasi, Bukan Biaya?
Masih banyak orang yang menganggap pelatihan sebagai pengeluaran.
Padahal pelatihan adalah investasi.
Sama seperti perusahaan berinvestasi pada mesin produksi.
Atau UMKM berinvestasi pada peralatan baru.
Pelatihan merupakan investasi untuk meningkatkan kapasitas manusia.
Karena ketika seseorang memiliki kompetensi yang lebih baik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri.
Tetapi juga oleh perusahaan tempatnya bekerja.
Oleh pelanggan yang dilayaninya.
Dan oleh masyarakat yang menerima manfaat dari pekerjaannya.
Di Nextup ID, kami percaya bahwa pelatihan terbaik bukan yang paling mahal.
Tetapi pelatihan yang mampu mengubah cara berpikir, cara bekerja, dan cara menciptakan nilai.
Komitmen Nextup ID dalam Mengembangkan SDM Indonesia
Sejak berdiri, Nextup ID memiliki satu visi yang sederhana namun kuat.
Membantu individu, organisasi, dan pelaku usaha bertumbuh melalui pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa kini dan masa depan.
Kami memahami bahwa perubahan tidak dapat dihindari.
Namun setiap orang dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan tersebut.
Karena itu, Nextup ID terus mengembangkan berbagai program pelatihan yang menggabungkan:
- Digital Marketing
- Artificial Intelligence (AI)
- Branding
- Leadership
- Public Speaking
- Customer Service
- Pengembangan UMKM
- Personal Branding
- Marketplace Optimization
- Business Strategy
- Productivity Improvement
Seluruh program disusun berdasarkan pengalaman praktis, kebutuhan dunia industri, dan perkembangan teknologi terkini.
Kami ingin peserta tidak hanya memperoleh sertifikat.
Tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar dapat diterapkan.
Mari Bersama Membangun UMKM Indonesia yang Lebih Kompetitif
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.
Namun untuk mampu bersaing di era digital, UMKM memerlukan lebih dari sekadar produk yang baik.
Mereka membutuhkan:
- strategi pemasaran;
- kemampuan membangun branding;
- pemanfaatan teknologi digital;
- kemampuan membaca perilaku konsumen;
- serta keberanian untuk terus belajar.
Melalui berbagai program pelatihan, Nextup ID ingin menjadi bagian dari proses tersebut.
Kami percaya bahwa ketika kompetensi pelaku usaha meningkat, daya saing bisnis juga akan meningkat.
Dan ketika semakin banyak UMKM bertumbuh, dampaknya akan dirasakan oleh perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu Pelatihan Digital Marketing?
Pelatihan Digital Marketing adalah program pembelajaran yang membantu peserta memahami strategi pemasaran melalui media digital seperti website, media sosial, marketplace, Google, hingga Artificial Intelligence untuk meningkatkan penjualan dan membangun brand.
Siapa yang Cocok Mengikuti Pelatihan Ini?
Pelatihan ini cocok untuk:
- Pelaku UMKM
- Startup
- Perusahaan
- Komunitas
- Koperasi
- Pemerintah
- BUMN
- Perguruan Tinggi
- Mahasiswa
- Profesional
Apakah Pelatihan Ini Bisa Dilaksanakan Secara In-House?
Ya.
Nextup ID menyediakan program In-House Training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, instansi pemerintah, BUMN, maupun komunitas.
Apakah Materi Bisa Disesuaikan?
Tentu.
Materi dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan peserta.
Misalnya:
- Digital Marketing
- Marketplace
- AI untuk Produktivitas
- Branding
- SEO
- Public Speaking
- Leadership
- Customer Service
Berapa Lama Durasi Pelatihan?
Durasi dapat disesuaikan.
Mulai dari:
- 1 Hari
- 2 Hari
- 3 Hari
- Bootcamp
- Program Pendampingan
Apakah Pelatihan Bisa Dilaksanakan Secara Online?
Bisa.
Program tersedia dalam format:
- Offline
- Online
- Hybrid
Apa Keunggulan Nextup ID?
Nextup ID menggabungkan:
- pengalaman praktis;
- pendekatan berbasis implementasi;
- materi yang selalu diperbarui;
- integrasi AI;
- studi kasus nyata;
- dan pendampingan pascapelatihan.
Kesimpulan
Digital Marketing bukan lagi keterampilan tambahan.
Ia telah menjadi kebutuhan utama bagi setiap pelaku usaha yang ingin berkembang di era digital.
Demikian pula dengan pemanfaatan Artificial Intelligence.
Teknologi akan terus berkembang.
Namun teknologi hanya akan memberikan manfaat ketika digunakan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi.
Melalui program Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM, Nextup ID berkomitmen membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan pemasaran, membangun branding yang kuat, memanfaatkan AI secara produktif, dan mengembangkan strategi bisnis yang lebih berkelanjutan.
Pelatihan bersama UMKM Binaan LPB UT Cakung menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut.
Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari proses belajar.
Dan setiap pelaku usaha yang terus belajar akan memiliki peluang lebih besar untuk bertumbuh.
Siap Mengembangkan Kompetensi Bersama Nextup ID?
Apakah organisasi Anda sedang mencari mitra pelatihan yang mampu memberikan dampak nyata?
Nextup ID menyediakan berbagai program pelatihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, instansi pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, komunitas, maupun UMKM.
Program unggulan kami meliputi:
- Pelatihan Digital Marketing
- AI for Productivity
- Branding & Marketing Strategy
- Marketplace Optimization
- Leadership Development
- Public Speaking
- Customer Service Excellence
- Pendampingan UMKM
- Pelatihan Berbasis Kompetensi
- Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP)
Hubungi Nextup ID untuk berdiskusi mengenai kebutuhan pelatihan organisasi Anda.
Karena kami percaya, kompetensi yang terus berkembang akan menghasilkan organisasi yang lebih adaptif, produktif, dan siap menghadapi masa depan.



