pelatihan umkm | Nextup ID - Page 4
Aplikasi Design Thinking dalam Inovasi Marketing

Aplikasi Design Thinking dalam Inovasi Marketing

Pernahkah Anda mendengar tentang “design thinking”? Istilah ini cukup popular dalam dunia bisnis. Banyak perusahaan, baik skala besar maupun kecil, menggunakannya sebagai salah satu metode untuk memecahkan masalah.

Menurut Anda, apa saja masalah yang biasa dihadapi oleh pemilik usaha? Tentunya banyak. Mulai dari kesulitan menentukan produk yang akan dirilis, rendahnya tingkat penjualan hingga ketatnya persaingan dengan pengusaha yang lain. Hal-hal tersebut seringkali membuat sebuah usaha mengalami kegagalan. Jika dibiarkan berlanjut, tentu seorang pengusaha harus menerima pil pahit berupa kerugian.

Apapun kendala yang Anda sendiri temui dalam perjalanan bisnis, poin penting yang harus dilakukan yaitu segera mendapatkan solusinya. Meskipun ada pepatah mengatakan “pengalaman adalah guru terbaik”, tidak ada salahnya Anda mencari cara paling efektif sejak awal untuk mengatasi “kemungkinan” permasalahan dalam berbisnis. Misalnya dengan menerapkan metode design thinking.

Apa itu design thinking dan asal usulnya?

Design thinking merupakan sebuah metode pemecahan masalah yang terfokus pada pengguna atau user. Dalam prosesnya, Anda perlu menempatkan diri sebagai calon konsumen agar memahami apa yang mereka butuhkan. Kemudian, temukan solusi efektif yang tidak hanya praktis tetapi juga kreatif untuk menjembatani pengguna memenuhi kebutuhan tersebut.

Design thinking pada awalnya merupakan istilah yang diperkenalkan oleh para akademisi di tahun 1980an, termasuk Bryan Lawson dan Nigel Cross. Keduanya melihat pemikiran ini sebagai metode yang digunakan oleh para desainer pada waktu itu untuk memecahkan masalah.

Orang-orang yang memiliki latar belakang ilmu desain, arsitek misalnya, cenderung menggunakan pikiran mereka untuk menggambarkan masa depan dan menciptakan hal baru. Selain itu, mereka juga melibatkan klien dan menerima masukannya untuk mengetahui hasil seperti apa yang diinginkan.

Menurut Bryan Lawson, Nigel Cross dan para akademisi tahun 1980an, design thinking merupakan cara penyelesaian masalah yang efektif untuk diterapkan di masa depan. Hal ini dikarenakan semakin kompleksnya kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat modern. Terlebih lagi, metode design thinking juga dirumuskan dengan menitikberatkan pemahaman terhadap kebutuhan klien, bukan semata-mata berdasarkan data atau pengalaman di masa lalu.

Pada tahun 1990an, design thinking mengalami perluasan dalam penerapan. Salah satunya dalam dunia bisnis yang dipelopori oleh sebuah perusahaan konsultan desain produk dan industrial, IDEO. Perusahaan ini menggunakan metode tersebut sebagai upaya memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan sampai akhirnya berhasil mengeluarkan produk yang sukses di pasaran.

Tahapan-tahapan dalam design thinking

Masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia di masa modern menjadi semakin kompleks. Penyebabnya tentu beragam. Di sisi lain, metode pemecahan masalah juga ikut mengalami perubahan, termasuk design thinking.

Awalnya proses design thinking meliputi 3 tahapan, seperti yang dilakukan perusahaan IDEO pada tahun 2000 awal, yaitu inspirasi, ide dan implementasi. Kemudian, di  tahun 2010, saat design thinking menjadi metode pemecahan masalah yang popular, proses penggunaannya menjadi semakin berkembang dan bervariasi. Salah satunya yang diperkenalkan oleh Prof. Liedtka dari Universitas Virginia menjabarkannya dalam 4 tahapan, “What is? What if? What vows? Dan What works?”.

Dari banyaknya inovasi yang ada dalam penjabaran tahapan design thinking, ada satu yang hingga saat ini cukup terkenal dan dijadikan rujukan. Inovasi tersebut dirumuskan oleh Universitas Stanford (d.school) yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu:

1. Empathize

Emphasize atau empati ditujukan kepada user, pengguna atau calon konsumen. Anda diharuskan untuk memahami sudut pandang mereka terhadap sebuah produk, termasuk kebutuhan, keinginan dan tujuan yang ingin dicapai.

Dalam prakteknya, Anda tidak boleh mengandalkan asumsi, tetapi lakukan riset ke lapangan atau jalankan beberapa cara berikut:

  • Konsultasi dengan para ahli di bidang yang berkaitan dengan produk
  • Diskusi dengan desainer yang lain
  • Wawancara calon pelanggan, missal lewat survey, untuk mendapatkan pemahaman kebutuhan mereka secara lebih personal

2. Define

Setelah mendapatkan gambaran jelas mengenai apa yang dibutuhkan pelanggan atau pengguna, Anda dapat menjalankan tahapan berikutnya, yaitu mendefinisikan masalah. Dalam prosesnya, tetaplah mengedepankan prinsip “user oriented” atau focus pada pengguna. Tentunya, Anda perlu melakukan penyesuaian mengikuti jenis bisnis yang dimiliki.

Salah satu cara yang umum dipilih dalam mendefinisikan masalah yaitu dengan membuat buyer persona. Anda bisa membuat daftar yang menggambarkan kebutuhan dan kondisi target konsumen melalui beberapa data, di antaranya:

  • Informasi pribadi termasuk usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan dan sebagainya
  • Tingkah laku
  • Kebiasaan saat berbelanja atau melakukan transaksi keuangan lainnya

Berdasarkan buyer persona tersebut, Anda akan dapat mengelompokkan jenis konsumen dan permasalahannya sehingga lebih mudah menemukan solusi yang paling sesuai.

3. Ideate

Tahapan ini mulai menantang, sebab Anda harus memikirkan ide tentang solusi yang efektif dan cocok untuk calon konsumen. Menariknya, Anda memiliki kebebasan memunculkan ide apa saja.

Ajak semua anggota tim marketing bekerja sama untuk memperoleh ide-ide brilian. Anda bisa memilih teknik yang paling sesuai, seperti brainstorming,worst possible idea,brainwrite atau SCRAMPER. Setelah memperoleh masukan-masukan potensial, kerucutkan pembahasan hingga mencapai kesepakatan akan ide yang dinilai paling efektif dari semuanya. Untuk lebih mudahnya, Anda dapat membuat pertimbangan berdasarkan kelayakan teknis, ekonomi dan keinginan pengguna.

4. Prototype

Prototype adalah model produk yang dibuat dalam skala kecil yang dapat Anda gunakan sebagai contoh atau simulasi. Fungsinya yaitu untuk memperjelas dan menguji penerapan ide yang telah dipilih sebelumnya. Bentuknya pun bisa beragam, seperti sketsa, mockup, dan lain sebagainya.

5. Test

Test atau pengujian merupakan tahapan kelima dari proses design thinking. Anda dapat mulai menawarkan prototype atau sample ke target konsumen. Anda akan memperoleh gambaran bagaimana kesan mereka terhadap produk, apakah fungsi dan desainnya sudah sesuai, serta spesifikasi produk seperti apa yang benar-benar dibutuhkan oleh para pengguna tersebut.

Meskipun pengujian disebut sebagai tahapan terakhir, nyatanya metode design thinking bisa menjadi sebuah siklus yang berulang. Setelah prototype dilempar ke pasaran, Anda mungkin akan dapat mengetahui lebih jelas apakah produk sudah benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pengguna. Jika belum, maka lakukan lagi tahapan design thinking dari awal berdasarkan hasil pengujian tersebut hingga memperoleh produk yang bisa dikatakan sempurna.

Penerapan design thinking dalam inovasi marketing

Setelah memahami tentang pengertian, elemen dan tahapan design thinking, Anda tentu sudah mulai memperoleh gambaran bagaimana menerapkannya dalam strategi marketing perusahaan, bukan? Melalui metode ini, Anda bisa lebih paham apakah suatu produk dapat diterima oleh calon konsumen dengan baik atau tidak.

Metode design thinking sendiri dapat diterapkan tidak hanya saat sebelum sebuah produk diluncurkan. Anda juga tetap bisa menggunakannya ketika sedang mengalami kendala dalam pemasaran. Melalui design thinking, Anda akan lebih mudah melakukan inovasi strategi marketing dan menemukan cara mana yang lebih efektif untuk mengeluarkan produk yang mampu bersaing di pasaran serta meningkatkan omset penjualan. Apabila masih kesulitan dalam penerapan ini, jangan ragu untuk langsung menghubungi nextup.id untuk memperoleh saran terbaik.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm

Nextup.id merupakan platform yang mempertemukan antara professional bisnis dan pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kapasitasnya untuk naik kelas

Phone: +62 858 0333 2788

Instagram: nextup_id

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Peningkatan Kapasitas Usaha; Jualan Tangguh di Sosial Media

Peningkatan Kapasitas Usaha; Jualan Tangguh di Sosial Media

Banyak hal perlu dilakukan pelaku UMKM untuk bisa mengembangkan usahanya, salah satunya dengan mengikuti berbagai training atau pelatihan. Salah satu materi yang sebaiknya diikuti adalah mengenai pengurusan legalitas usaha lewat pengurusan NIB (Nomor Induk berusaha). Sekaligus menerapkan digital marketing.

Mengambil latar belakang tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan PT Nextup Kolegia Indonesia (Nextup) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Salah satu sesi di dalam training PKU tersebut adalah mengenai digital marketing melalui media sosial dan pembuatan legalitas usaha (NIB).

Peningkatan Kapasitas Usaha - Nextup ID

Peningkatan Kapasitas Usaha – Nextup ID

Training Digital Marketing melalui Media Sosial

Nextup.id atau PT Nextup Kolegia Indonesia secara rutin menggelar sejumlah program pelatihan. Salah satu program pelatihan tersebut adalah Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Dimana program PKU ini sendiri merupakan hasil kerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Training kemudian digelar secara berkesinambungan untuk mendukung pelaku UMKM mendapatkan ilmu dalam pengembangan usaha. Salah satu materi di dalam training bertajuk PKU tersebut adalah Digital Marketing Melalui Media Sosial. Training ini digelar offline di Hotel Kimaya Slipi Jakarta pada Kamis, 19 Mei 2022 pukul 09.00 – selesai.

Materi training mengenai Digital Marketing Melalui Media Sosial dipaparkan oleh M Arif Rahmat. Adapun peserta di dalam training kali ini adalah seluruh nasabah PNM Mekar Kemayoran dan Mekar Tanjung Priok yang tercatat memiliki usaha mikro atau UMKM. Sepanjang training, para peserta mengikuti agenda seluruh acara dengan baik.

Tentang Social Media Marketing

Sesuai dengan tema training yang dipaparkan di awal, oleh narasumber yakni M Arif Rahmat memaparkan tentang Digital Marketing Melalui Media Sosial. Lebih tepatnya adalah menerapkan social media marketing, yakni proses pemasaran untuk memperkenalkan usaha maupun produk kepada pengguna media sosial.

Proses promosi tersebut dilakukan melalui media sosial tertentu yang dirasa paling cocok untuk mendukung kegiatan usaha. Dimana jenis media sosial memang sangat banyak. Sebut saja seperti instagram, Facebook. Twitter, TikTok, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dulu, media sosial hanya digunakan untuk bersosialisasi dan kini digunakan juga untuk promosi atau pemasaran. Pemasaran dengan media sosial terbilang efektif karena memang jumlah pengguna media sosial sangat tinggi. Selain itu didominasi oleh generasi milenial, sehingga produk yang sesuai minat mereka sangat cocok dipasarkan di media ini.

Peningkatan Kapasitas Usaha - Nextup ID

Peningkatan Kapasitas Usaha – Nextup ID

Pentingnya Menggunakan Social Media Marketing

M Arif juga menjelaskan arti penting penggunaan media sosial untuk kebutuhan promosi atau pemasaran. Teknik pemasaran digital atau digital marketing melalui media sosial sangat penting karena beberapa alasan berikut:

1. Meningkatkan Brand Awareness

Salah satu arti penting melakukan digital marketing di media sosial adalah untuk meningkatkan brand awareness. Dimana brand produk semakin dikenal begitu juga dengan nama usaha yang menyediakannya. Semakin dikenal maka semakin mudah untuk terjual di pasaran, sehingga omset berada di angka yang aman.

2. Mendapatkan Feedback Produk

Alasan kedua kenapa pelaku UMKM perlu melakukan digital marketing di media sosial adalah untuk mendapatkan feedback dari konsumen terhadap produk. Misalnya terjadi interaksi antara pelaku usaha dengan konsumen secara online. Seperti pemberian komentar, like, dan sebagainya pada postingan produk di akun media sosial.

Feedback seperti ini tentu penting agar pelaku UMKM bisa membangun komunikasi dan kedekatan dengan konsumen. Hal ini akan meningkatkan brand awareness sehingga nama produk dan nama usaha akan selalu diingat oleh konsumen tersebut. Tentunya agar hal ini tercapai perlu mengelola akun media sosial dengan baik.

3. Membantu Mempelajari Kompetitor

Lewat pemasaran digital menggunakan media sosial maka pelaku UMKM bisa mempelajari kompetitor. Yakni dengan melihat akun-akun kompetitor dan mengecek strategi pemasaran mereka seperti apa. Kemudian bisa mencoba menggunakan strategi yang sama namun dengan melakukan sedikit modifikasi agar efek promosinya lebih maksimal.

4. Menjangkau Pasar yang Luas

Arti penting melakukan digital marketing di media sosial berikutnya adalah bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Sebab pada dasarnya digital marketing tidak mengenal batasan geografis. Sehingga bisa menjangkau konsumen dari luar daerah, luar kota, luar provinsi, luar pulau, dan bahkan luar negeri.

Strategi Social Media Marketing

Melalui training Digital Marketing Melalui Media Sosial, narasumber yakni M Arif juga memaparkan sejumlah strategi yang bisa diterapkan. Diantaranya adalah:

1. Mempelajari Audiens

Strategi yang pertama adalah mengenal dan mempelajari audiens atau target pasar di media sosial yang digunakan. Cari tahu konsumen seperti apa yang cocok dengan produk sehingga isi dan jenis konten bisa menyesuaikan. Jika konten yang diposting di media sosial sesuai karakter target pasar, maka bisa dengan mudah menggaet minat dan ketertarikan mereka.

2. Menentukan Platform

Strategi kedua adalah menentukan platform atau jenis media sosial yang akan digunakan dalam pemasaran digital. Jenis dari media sosial sangat banyak dan masing-masing menyediakan fitur khas yang tentu satu sama lain berbeda. Maka penting untuk menentukan media sosial mana yang sebaiknya digunakan.

Cara termudah dalam menentukan pilihan pada dasarnya adalah menyesuaikan dengan target pasar. Jika target pasar didominasi kalangan milenial atau anak muda, maka idealnya melakukan digital marketing di Instagram. Kenapa? Sebab mayoritas penggunanya adalah kalangan milenial.

3. Membuat Konten yang Menarik

Di dalam digital marketing lewat media sosial maka konten adalah kunci utama yang bisa menggaet minat sekaligus kepercayaan audiens. Jadi, pembuatan konten sebaiknya dilakukan secara teliti dan selalu mengasah kreativitas. Konten yang menarik dan memiliki jenis beragam akan dengan mudah mendapatkan perhatian audiens.

4. Mengatur Jadwal Posting

Strategi penting berikutnya adalah mengatur jadwal untuk posting, apapun media sosial yang digunakan hal ini perlu ditentukan dengan seksama. Dulunya orang akan memposting di jam-jam tertentu dimana kebanyakan pengguna aktif di media sosial. Kini, pelaku usaha harus kreatif dalam membuat konten agar ada banyak interaksi.

Semakin banyak interaksi baik dalam bentuk like, coment, share, dan sebagainya. Maka postingan tersebut oleh algoritma media sosial akan ditampilkan ke pengguna lain. Sehingga bisa efektif dalam meningkatkan brand awareness secara instan. Pembuatan konten memang tidak mudah agar lebih menarik, namun harus tetap diusahakan dan terus dipelajari.

5. Melakukan Evaluasi

Strategi terakhir dalam digital marketing melalui media sosial adalah melakukan evaluasi. Jadi cek riwayat dari efek promosi di akun media sosial, apakah ada peningkatan interaksi di postingan, penambahan jumlah followers, penambahan komunikasi di WhatsApp, atau yang lainnya? Jika efek belum signifikan ada baiknya mengubah strategi khususnya dari segi konten.

Melalui pemaparan digital marketing tersebut, maka diharapkan para pelaku UMKM yang menjadi peserta training bisa mengoptimalkan penggunaan media sosial. Sebab memang potensi untuk mendukung pengembangan usaha sangat tinggi. Sekaligus membuka peluang bagi produk untuk dikirimkan ke seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara.

Apabila membutuhkan informasi lebih mendalam mengenai dunia bisnis dan wirausaha. Sekaligus membutuhkan pendampingan dan konsultasi maka bisa menghubungi Nextup.id yang rutin memberikan dampingan dan dukungan pada UMKM agar terus berkembang dan go digital.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Design Thinking untuk UMKM

Design Thinking untuk UMKM

Ada banyak hal perlu disiapkan untuk sukses merintis UMKM, salah satunya adalah belajar berbagai materi penting terkait dunia usaha. Jika memungkinkan ada baiknya mempelajari mengenai Design Thinking yang ternyata sangat penting untuk dikuasai dan diterapkan oleh para UMKM. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Design Thinking?

Webinar Design Thinking untuk UMKM

Nextup.id kali ini kembali menghadirkan webinar edukatif yang cocok diikuti oleh para pelaku usaha, termasuk pelaku UMKM. Webinar yang dimaksud kali ini adalah Webinar Design Thinking untuk UMKM. Dimana dijelaskan bahwa Design Thinking menjadi hal penting untuk dimiliki, dikuasai, dan diterapkan oleh siapa saja yang ingin menjalankan usaha.

Dalam webinar ini sendiri mengupas tuntas mengenai Design Thinking dan menghadirkan narasumber Chairani Putri Pratiwi, B. SC., M. Si., yang merupakan salah seorang dosen di Bina Nusantara University (Binus University). Webinar diselenggarakan online melalui aplikasi Zoom pada Kamis, 3 Maret 2022.

Apa Itu Design Thinking dalam Usaha?

Pada webinar kali ini, acara dibuka oleh moderator yakni Inna Dinovita, S. TP, yang merupakan founder dari situs 4woffice.com. Selanjutnya, webinar diisi oleh narasumber yakni Bu Chairani yang akrab disapa Mbak Rani dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan Design Thinking dan hal-hal yang mendasarinya menjadi hal penting untuk usaha.

Secara sederhana, Design Thinking bisa didefinisikan sebagai proses untuk memecahkan masalah secara kreatif. Fokus utamanya adalah pada manusia atau bisa dikatakan pada konsumen, yang menjadi tujuan utama dari sebuah usaha. Sebuah usaha harus bisa membantu konsumen memenuhi kebutuhannya, menyelesaikan masalahnya, dan lain-lain.

Manusia dikaruniai pikiran dan akal yang membuatnya bisa berpikir secara kritis dan kreatif sekaligus. Sehingga saat masalah dihadapi, manusia secara alami mengandalkan kemampuannya berpikir kreatif untuk menyelesaikannya. Hal inilah yang menjadi dasar sebuah usaha bisa menghasilkan produk yang diminati, karena mampu menyelesaikan masalah konsumen.

Prinsip Design Thinking

Jika membahas mengenai Design Thinking untuk kegiatan UMKM, maka akan membahas juga mengenai prinsip yang mendasarinya. Menurut narasumber, ada beberapa prinsip di dalam penerapan dan pemahaman dari Design Thinking. Yaitu:

1. Aturan Manusia

Prinsip yang pertama dari Design Thinking adalah aturan manusia, yakni pusat dari proses berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah adalah manusia. Jadi, produk apapun yang diciptakan dan disediakan sebuah usaha haruslah memberi manfaat sosial. Mampu memberi manfaat kepada manusia yang menggunakannya.

2. Aturan Ambiguitas

Prinsip yang kedua adalah aturan ambiguitas, yang mengarah pada sebuah karya seni yang sifatnya tidak bisa dihindari, dihilangkan, maupun disederhanakan. Tujuan dari prinsip ini di dalam Design Thinking adalah untuk mengajak melihat sesuatu dari sudut yang berbeda.

3. Aturan Desain Ulang

Selanjutnya ada prinsip aturan desain ulang, hal ini didasarkan pada teknologi yang terus berkembang namun kebutuhan manusia sifatnya tetap atau tidak berubah. Sehingga dalam membuat suatu produk pada dasarnya tidak membuat desain baru, melainkan mendesain ulang desain yang sudah ada di masyarakat.

4. Aturan Wujud

Terakhir adalah prinsip aturan wujud, jadi dalam proses Design Thinking pada proses pembuatan ide sebuah produk. Ide ini ada di dalam pikiran atau kepala dan belum memiliki wujud. Supaya produk bisa bermanfaat dan memenuhi prinsip lainnya, maka ide ini perlu diwujudkan dalam bentuk berfisik.

Tahapan dalam Design Thinking Usaha

Webinar Design Thinking untuk UMKM dari Nextup.id juga menjelaskan mengenai tahapan dalam proses Design Thinking itu sendiri. Tahapannya adalah:

1. Berempati (Empathize)

Tahap pertama di dalam Design Thinking adalah berempati atau empathize, dan kembali kepada prinsip aturan manusia yang dijelaskan sebelumnya. Jadi, sebelum menciptakan sebuah produk atau memikirkan ide produk. Pelaku usaha perlu merasakan kebutuhan konsumen di masyarakat sehingga tahu betul kebutuhan konsumen.

2. Menentukan (Define)

Tahap yang kedua di dalam Design Thinking untuk UMKM adalah menentukan atau define. Pada tahap ini pelaku UMKM sudah bisa menemukan data-data tentang kebutuhan konsumen. Kemudian melakukan analisis untuk menentukan inti masalah dan inti kebutuhan konsumen tersebut.

3. Penciptaan Ide (Ideate)

Selanjutnya adalah penciptaan ide atau Ideate, tahap ini ditandai dengan proses menemukan ide produk yang sesuai dengan masalah yang sudah dianalisis di tahap sebelumnya. Sehingga mulai dibuat ide produk yang mungkin sesuai dan menghasilkan beberapa pilihan, lalu dipilih ide yang dirasa paling tepat.

4. Purwarupa (Prototype)

Tahap selanjutnya adalah tahap purwarupa atau prototype, sehingga di tahap ini mulai diciptakan fisik ide produk di tahap sebelumnya. Dalam penerapannya, biasanya UMKM perlu membuat beberapa prototype secara bertahap. Sampai dihasilkan produk fisik paling sesuai dengan ide dan paling sempurna.

5. Pengujian (Test)

Tahap terakhir di dalam Design Thinking adalah pengujian atau test. Pada tahap ini prototype yang sudah jadi dan disetujui oleh pemilik UMKM kemudian dijalankan. Katakanlah dilakukan uji coba di lapangan untuk mengetahui apakah fungsinya sudah sesuai dengan ide di tahap Define sebelumnya.

Manfaat Design Thinking bagi UMKM

Jika pelaku UMKM memahami dan menerapkan Design Thinking pada usahanya, maka ada banyak manfaat bisa dipetik. Yaitu:

1. Membangun Kolaborasi

Manfaat yang pertama adalah membangun kolaborasi, karena dengan Design Thinking maka proses menerima kritik, saran, dan masukan apapun dari orang sekitar. Termasuk juga dari konsumen berlangsung secara intens, dan hal ini sudah membentuk kolaborasi yang menyempurnakan produk yang dihasilkan.

2. Bisa Fokus kepada Konsumen

Manfaat yang kedua dari Design Thinking yang diterapkan pelaku UMKM adalah bisa fokus pada pelanggan. Bahkan bisa membuat pelaku UMKM memahami karyawan selaku SDM dari usaha yang dirintis. Pelaku UMKM kemudian bisa tahu efek dari keputusan yang diambil pada karyawan, termasuk pada kinerja mereka.

Sehingga bisa menempatkan posisi sebagai karyawan dan mampu mendongkrak kreativitas karyawan tersebut. Sementara dari sisi konsumen, pelaku UMKM bisa maksimal menghadirkan produk. Tidak hanya fokus pada profit tapi memang mampu menghadirkan produk sesuai harapan konsumen.

3. Muncul Kebutuhan untuk Melakukan Pengujian

Melalui penerapan Design Thinking, maka seorang pelaku UMKM memiliki sikap untuk melakukan pengujian. Sebab mulai mengesampingkan penilaian pribadi yang mengabaikan penilaian orang lain, termasuk konsumen. Berawal dari pola pikir inilah pelaku UMKM menyadari pentingnya uji coba produk sebelum resmi dirilis ke publik.

4. Efektif Meningkatkan Semangat

Manfaat selanjutnya dari penerapan Design Thinking dalam usaha UMKM adalah bisa meningkatkan semangat menjalankan usaha yang dirintis. Kenapa? Sebab dengan Design Thinking maka pelaku UMKM menyadari bahwa masalah dalam kegiatan usaha adalah hal lumrah yang harus diselesaikan secara kreatif. Sehingga selalu semangat menjalankan dan mengembangkan usaha yang dimiliki.

Melalui webinar Design Thinking untuk UMKM dari Nextup.id, maka para peserta yang juga pelaku usaha bisa paham mengenai apa itu Design Thinking dan penerapannya seperti apa. Sekaligus paham manfaatnya sehingga semangat untuk menerapkannya demi usaha yang lebih baik lagi.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm

 

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Webinar Mengubah Mindset, Meraih Kesuksesan

Webinar Mengubah Mindset, Meraih Kesuksesan

Sukses tentu menjadi satu kata yang sangat diimpikan semua orang dalam hidupnya. Berbagai cara dilakukan agar kita dapat meraih satu kata tersebut. Di antara yang dapat dilakukan untuk meraih sukses adalah dengan mengikuti webinar. Melalui ini kita dapat merubah mindset yang selama ini barangkali menjadi hambatan untuk melangkah. Bagi Anda yang masih bimbang untuk mengikuti webinar, barangkali dapat menyimak informasi seputar manfaat dari kegiatan tersebut yang akan dibagikan berikut ini.

Webinar Ubah Mindset, Raih Kesuksesanmu

Setiap pribadi sudah tentu memiliki definisi tersendiri untuk menerjemahkan kata sukses. Ada yang mengkonotasikannya dengan harta yang banyak, pekerjaan yang baik, dan ada juga yang menganggapnya sebagai upaya untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Semua itu tentu kembali kepada diri kita dan prinsip yang dipegang, inilah yang menjadi garis besar mindset.

Secara sederhana mindset akan menjadi pemicu awal terjadinya sebuah tindakan. Mengapa Anda melakukan sesuatu, tentu ada alasannya bukan? Tindakan yang muncul itu akan dapat menjadi suatu kebiasaan atau habit yang mampu mengantarkan seseorang pada titik sukses (menurutnya). Inilah mengapa pentingnya memiliki mindset yang kokoh untuk mencapai kesuksesan.

Berdasarkan teori itu, maka nextup.id menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tajuk Ubah Mindset, Raih Kesuksesanmu. Webinar ini diadakan pada tanggal 23 Januari 2022 dan berlangsung secara daring melalui aplikasi virtual (Zoom). Pada kesempatan webinar itu, hadir pembicara kenamaan Ir. James Hutabarat, MM yang mumpuni di bidang Emotional Performance Coach.

Kegiatan webinar ini dilangsungkan dalam kurun waktu 2 jam yang dimulai pada pukul 19.30 WIB dan selesai pada pukul 21.30 WIB. Adapun sebagai moderatornya adalah seseorang yang handal di bidang Master G-Coach, Muhaimin, S.IP, MA. Tentunya kegiatan tersebut memperoleh antusias yang luar biasa dari para peserta. Sebab materi yang disampaikan sangat menarik dan berkaitan hajat kita semua, yakni meraih kesuksesan.

Apa yang Perlu Diubah dalam Mindset Agar Sukses

Pada dasarnya mengubah mindset memang bukan sesuatu yang instan untuk dilakukan, melainkan butuh proses. Akan tetapi hal itu tidaklah pula mustahil, selagi ada keinginan yang kuat dalam diri. Sederhananya kita memahami bahwa mindset merupakan pola pikir terhadap sesuatu. Bila dikaitkan dengan sukses, maka seharusnya pola pikir itu mengarah tentang bagaimana kita mencapai kesuksesan.

Pada bagian awal tadi telah disampaikan bahwa setiap kita memiliki arti sukses yang berbeda-beda, sehingga sudah tentu akan memiliki landasan berpikir yang berbeda. Hal ini semestinya tidak menjadi masalah utama, namun justru menjadi penambah wawasan untuk kematangan berpikir. Lalu apa yang perlu diubah agar bisa sukses?

1. Arti Sukses Menurut Anda

Hal pertama yang seharusnya ditekankan adalah arti sukses menurut Anda. Sebagai pribadi kita harus memiliki definisi yang kuat menerjemahkan kesuksesan. Hal ini bisa didapat dengan berkaca pada kondisi saat ini dan keinginan yang akan dicapai. Setelah menemukan arti itu, maka sebaiknya itu dijadikan pedoman dan dikukuhkan agar tidak mudah goyah.

2. Fokus pada Hal yang Bersifat Produktif

Kedua, Anda juga harus memiliki fokus pada hal yang bersifat produktif. Sebagaimana disampaikan tadi bahwa tindakan berakar dari pola pikir. Ketika Anda telah mendapatkan tentang konsep sukses yang diyakini, maka lakukanlah hal produktif yang mengarah pada kesuksesan tersebut. Semakin produktif Anda, maka akan semakin dengan kesuksesan.

3. Hindari Prasangka Buruk (Negatif)

Hal ketiga yang juga mesti diperhatikan adalah menghindari prasangka buruk. Memang sudah menjadi kebiasaan manusia untuk memiliki pikiran negatif terhadap sesuatu hal. Namun sebaiknya ini diminimalisir karena dapat mempengaruhi kepribadian kita. Jadilah seseorang yang senantiasa memiliki prasangka baik terhadap segala sesuatu yang dihadapi.

4. Coba Ikuti Kegiatan Seminar Tentang Kesuksesan

Terakhir, mengubah mindset juga dapat dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan seminar. Terkadang menemukan sendiri konsep kesuksesan itu akan membuat kita mengalami kebuntuan dan pada titik ini kita membutuhkan support eksternal salah satunya melalui seminar. Saat ini telah banyak seminar tentang kesuksesan yang diselenggarakan, seperti yang dilakukan oleh nextup.id. Ada begitu banyak manfaat yang akan didapat dari seminar tersebut dan yang terpenting adalah membantu mengubah mindset kita.

5 Manfaat Mengikuti Webinar untuk Menuju Kesuksesan

Sebagaimana telah disampaikan di awal bahwa kesuksesan bisa diraih dengan cara mengikuti webinar yang bersifat motivasi. Webinar atau seminar yang dilangsungkan secara online ini memang sedang ramai diadakan. Alasannya sederhana, para peserta bisa mengakses seminar tersebut secara daring di mana saja dan kapan saja tanpa ada batasan ruang dan waktu. Tentunya ada berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan mengikuti kegiatan tersebut.

1. Memperbaiki Mindset Tentang Sukses

Manfaat pertama yang akan didapat adalah memperbaiki mindset tentang kesuksesan. Mungkin selama Anda merasa bimbang tentang konsep sukses yang seharusnya menjadi pegangan. Melalui webinar ini Anda akan mendapatkan wawasan yang lebih tentang sukses langsung dari ahlinya. Bahkan tidak jarang mereka yang dikenal sebagai tokoh yang telah berhasil sukses juga hadir dalam webinar tersebut untuk memberikan motivasi. Sehingga dengan begitu Anda akan memperoleh kematangan dalam berpikir tentang konsep sukses yang akan diraih.

2. Memperkuat Keteguhan Hati

Perkara hati memang cukup sulit untuk dipecahkan. Terkadang kita tidak bisa menyelesaikannya seorang diri dan harus meminta bantuan kepada orang lain. Perkara inilah pula yang tidak jarang menjadi hambatan bagi seseorang untuk memulai mengambil langkah. Oleh sebab itu, mengikuti seminar online ini dapat menjadi kesempatan bagi Anda untuk memperkuat keteguhan hati.

3. Mendapatkan Motivasi Positif

Setiap kita membutuhkan motivasi yang dapat membangkitkan energi untuk melakukan sesuatu. Motivasi ini bisa saja datang dari dalam diri dan bisa pula terpicu dari luar diri. Tergantung dari kepribadian yang kita miliki. Namun sebagian dari kita terkadang cukup sulit untuk menemukan motivasi yang dibutuhkan. Jika Anda mengalami hal yang serupa, maka cobalah untuk mengikuti kegiatan webinar. Sebab kegiatan ini akan membantu Anda mendapatkan motivasi yang dibutuhkan melalui penguatan dan sentuhan ruhani yang jarang didapat.

4. Bertemu dengan Teman Sebaya

Teman memang menjadi hal yang berdampak positif untuk mendukung meraih kesuksesan, sekaligus juga bisa menjadi tantangan bagi kita. Webinar atau seminar online dapat menjadi kesempatan bagi Anda untuk bertemu dengan teman sebaya. Sebab pada kegiatan itu terkadang orang-orang yang Anda temui telah melalui serangkaian proses yang mungkin belum pernah kita alami. Sehingga dengan begitu Anda akan mendapatkan wawasan baru untuk menjadi pribadi yang lebih matang dalam menghadapi persoalan.

5. Menjadi Ajang untuk Meraih Sukses Bersama

Perlu diingat bahwa untuk bisa sampai pada titik kesuksesan kita tidak bisa seorang diri, melainkan harus mendapatkan bantuan atau dukungan dari orang lain. Sehingga dengan begitu webinar ini dapat memberikan bagi kita untuk meraih sukses bersama. Sebab pada kegiatan webinar kita akan bertemu dengan orang-orang baru dengan latar belakang yang beragam. Biasa pada kesempatan itu kita mendapatkan rekanan yang bisa memberikan peluang untuk meraih kesuksesan.

Demikianlah beberapa informasi seputar mindset dan kesuksesan. Semoga informasi ini dapat memberikan tambahan wawasan kepada Anda, khususnya dalam mencapai kesuksesan. Jangan lupa untuk senantiasa memantau perkembang webinar nextup.id, mana tahu ada kegiatan menarik yang dapat diikuti.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm

Pembiayaan UMKM Melalui BMT

Pembiayaan UMKM Melalui BMT

Nextup.id merupakan salah satu perusahaan yang rutin mengadakan pelatihan atau training untuk mendukung pelaku UMKM mengembangkan usahanya. Berbagai webinar edukatif dan sarat akan manfaat digelar untuk memberi edukasi lebih kepada pelaku UMKM dalam memajukan usahanya.

Salah satu webinar yang diselenggarakan adalah Webinar Pembiayaan UMKM Melalui BMT yang digelar pada Kamis, 27 Januari 2022. Webinar ini sendiri digelar secara daring melalui aplikasi Zoom yang dipandu oleh Inna Dinovita, S.TP. dan menghadirkan dua narasumber. Yakni Melly Supiyati, S.E., M.M. dan Hassan Afif.

Webinar Pembiayaan UMKM Melalui BMT

Pelaku UMKM diketahui memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan perekonomian masyarakat. Khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah, sehingga geliat kegiatan UMKM perlu mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Salah satu bentuk dukungan kepada UMKM adalah penyediaan layanan pembiayaan.

Layanan pembiayaan membantu UMKM mendapatkan modal yang cukup sesuai kebutuhan usaha. Sehingga bisa menjalankan kegiatan operasional dengan lancar dan pertumbuhan usaha juga terus berkembang. Menyadari akan hal ini, maka Nextup.id bersama BMT Amanah Kita menggelar webinar bertajuk Pembiayaan UMKM Melalui BMT.

Webinar ini mencoba mengulas pentingnya pelaku UMKM mendapatkan bantuan modal, karena kebanyakan masalah UMKM bersumber dari modal yang terbatas. Kondisi ini pula yang membuat kesempatan bagi UMKM untuk bertahan terbilang kecil. Disampaikan pula mengenai sumber pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, yakni lewat BMT (Baitul Maal Wa Tamwil).

Sekilas Tentang BMT

Baitul Maal Wa Tamwil atau BMT pada dasarnya merupakan lembaga keuangan syariah yang kegiatan operasionalnya menggunakan gabungan dua konsep dalam Islam, yakni Baitul Maal (kegiatan sosial seperti infak, sodaqoh, dll) dan juga Wa Tamwil (kegiatan bisnis).

BMT hadir untuk memberikan pilihan kepada pelaku UMKM dalam memperoleh pembiayaan yang halal. Sebab BMT dikelola menggunakan prinsip syariah dengan dua konsep yang disebutkan sebelumnya. Sehingga dalam produk pembiayaan yang disediakan tidak diterapkan kegiatan riba dalam bentuk bunga sebagai sumber keuntungan penyedia pembiayaan.

Bagi pelaku UMKM yang ingin mengelola usaha tanpa melibatkan kegiatan riba, maka mengajukan pembiayaan usaha melalui BMT bisa dipertimbangkan. Prinsip syariah yang digunakan memastikan produk pembiayaan bebas riba dan memiliki akad yang jelas. Sehingga tidak ada transaksi yang diharamkan dalam produknya.

BMT juga hadir di tengah masyarakat untuk bisa membantu kondisi perekonomian masyarakat secara umum. Sehingga dengan produk-produk keuangan yang disediakan, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan dana yang dibutuhkan. Sekaligus dijamin halal, karena prosesnya sendiri menggunakan konsep syariah yang dijelaskan di awal.

Bentuk Pembiayaan BMT untuk UMKM

Dalam menunjukan peran serta BMT mendorong perekonomian masyarakat, khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah. BMT menyediakan produk-produk yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Salah satunya adala produk pembiayaan yang bisa dijadikan sebagai sumber modal untuk menyokong usaha yang dijalankan.

Produk pembiayaan yang disediakan oleh BMT sendiri mencakup beberapa bentuk, berikut penjelasannya:

1. Prinsip Kerjasama

Bentuk yang pertama adalah menggunakan prinsip kerjasama, yang dalam agama Islam dalam prinsip ini berlaku dua kondisi. Yaitu:

  • Mudharabah

Kondisi atau prinsip pertama yang digunakan dalam kerjasama adalah mudharabah. Yakni kerjasama antara pemilik modal dengan pengelola dana, keuntungan yang didapatkan oleh pemilik modal kemudian disesuaikan dengan nisbah yang sudah disepakati.

Sehingga antara BMT dengan pelaku UMKM ketika ada penggunaan produk pembiayaan, maka bisa menggunakan prinsip mudharabah ini. Dimana BMT berpesan sebagai pemilik modal dan pelaku usaha sebagai pengelola dana. Pemilik modal memperoleh keuntungan sesuai nisbah yang disepakati sejak awal.

  • Musyarakah

Kedua adalah musyarakah, yaitu bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih yang masing-masing pihak memberikan dana kepada kegiatan usaha yang dijalankan  bersama. Sehingga semua pihak yang ikut terlibat memiliki kewajiban yang sama untuk menyetorkan modal.

Besarnya keuntungan disesuaikan dengan besar kecilnya modal masing-masing. Bagi pemilik modal yang lebih besar maka saat usaha untung. Keuntungan yang didapatkan juga lebih besar dibanding pemilik modal yang satunya.

2. Prinsip Jual Beli

Bentuk layanan BMT kepada pelaku UMKM berikutnya adalah dengan menggunakan prinsip jual beli. Prinsip yang digunakan setidaknya ada 3, yaitu:

  • Murabahah

Prinsip yang pertama adalah murabahah, yaitu akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang telah disepakati. Sehingga penjual bisa menaikan harga barang yang akan dijual agar bisa mendapatkan keuntungan.

  • Salam

Prinsip yang kedua dalam transaksi jual beli di BMT adalah salam. Salam adalah akad jual beli melalui pemesanan dengan pembayaran dilakukan dimuka dimana waktu dan spesifikasi barang sudah disepakati dalam akad. Sehingga pembeli perlu melunasi barang yang dipesan di awal.

  • Istishna

Prinsip yang ketiga adalah istishna, yaitu akad jual beli barang pesanan seperti akad salam tetapi pembayaran akad istishna dapat dilakukan dengan cara diangsur. Sistemnya sama seperti pembelian barang secara kredit, namun pembeli membayar sejumlah harga jual barang yang dibeli.

3. Akad Sewa

BMT juga menghadirkan layanan akad sewa atau ijarah, yaitu akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang tersebut. Sehingga akad atau kesepakatan yang terjadi adalah penyewaan barang, antara pemilik barang dan penyewa.

4. Akad Qardh

Selanjutnya ada akad qardh yang merupakan layanan pembiayaan tanpa dikenakan biaya. Dalam konsep sederhana, artinya BMT menyediakan produk pinjaman uang tunai tanpa membebankan biaya tambahan atas produk tersebut.

Peran UMKM bagi Perekonomian Masyarakat

Dalam webinar Pembiayaan UMKM Melalui BMT juga dijelaskan mengenai peran UMKM bagi perekonomian masyarakat. Peran tersebut antara lain:

1. Mengentaskan Masyarakat dari Kemiskinan

UMKM memiliki peran besar dalam membantu mengentaskan masalah kemiskinan yang dialami oleh masyarakat. Pasalnya keberadaan UMKM akan membantu menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Sehingga membantu masyarakat memiliki pekerjaan dan berpenghasilan.

Penghasilan ini bisa digunakan mereka untuk memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan masa sekarang maupun kebutuhan di masa mendatang. Oleh sebab itu, UMKM perlu didukung keberadaannya agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

2. Sarana Meratakan Tingkat Perekonomian

UMKM memiliki peran penting untuk meratakan tingkat perekonomian masyarakat. Dikatakan demikian karena UMKM bisa didirikan dimana saja, termasuk ke lokasi yang susah dijangkau dan masih minim pemukiman. Keberadaan UMKM akan meningkatkan geliat perekonomian masyarakat.

Sebab menyediakan produk-produk kebutuhan dan mendorong masyarakat untuk membelinya. Supaya bisa terbeli, maka masyarakat perlu bekerja dan berpenghasilan. Semakin banyak UMKM di suatu wilayah maka semakin gencar pertumbuhan perekonomian masyarakatnya.

BMT yang menjadi salah satu penyedia layanan pembiayaan dengan prinsip syariah tentunya sangat tepat untuk dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Sehingga bisa mendapatkan modal yang cukup untuk menunjang kegiatan usaha. Informasi mengenai dukungan pelaku UMKM lain bisa mengakses website Nextup.id.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm