Articles | Nextup ID - Page 4
Coach UMKM: Mengapa Mikro Coaching Lebih Efektif

Coach UMKM: Mengapa Mikro Coaching Lebih Efektif

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai lebih dari 60% dan mampu menyerap sebagian besar tenaga kerja. Namun, tantangan yang dihadapi UMKM di era digital semakin kompleks, mulai dari persaingan global, keterbatasan akses informasi, hingga kemampuan adaptasi terhadap teknologi.

Salah satu solusi yang muncul adalah coaching untuk UMKM. Namun, bukan sekadar coaching biasa, melainkan pendekatan baru yang disebut mikro-coaching. Artikel ini akan membahas bagaimana mikro-coaching dapat membantu UMKM naik kelas di era digital, serta mengapa metode ini lebih efektif dibandingkan coaching tradisional.

Apa Itu Coaching UMKM?

Coaching UMKM adalah proses pendampingan yang bertujuan untuk membantu pelaku usaha menemukan solusi, meningkatkan keterampilan manajemen, memperluas wawasan bisnis, dan meningkatkan performa usaha. Berbeda dengan training atau mentoring, coaching lebih menekankan pada proses tanya jawab, refleksi, dan pemberdayaan agar pelaku UMKM bisa menemukan solusi sendiri.

Tujuan Coaching untuk UMKM

  1. Membantu UMKM menetapkan target yang jelas.
  2. Membimbing dalam pembuatan strategi bisnis.
  3. Memberikan feedback untuk peningkatan kualitas produk dan layanan.
  4. Mengembangkan mindset pertumbuhan.
Coaching UMKM - Nextup ID

Coaching UMKM – Nextup ID

Mengapa UMKM Membutuhkan Coaching di Era Digital?

  1. Adaptasi Teknologi: Banyak UMKM yang masih kesulitan beralih ke sistem digital.
  2. Strategi Pemasaran Online: Coaching dapat membantu memahami cara memaksimalkan media sosial, e-commerce, dan marketplace.
  3. Efisiensi Operasional: Digitalisasi memungkinkan efisiensi biaya dan waktu, namun perlu bimbingan untuk implementasinya.
  4. Persaingan Global: Coaching memberikan perspektif agar UMKM siap bersaing dengan produk internasional.

Mengenal Konsep Mikro-Coaching

Mikro-coaching adalah bentuk coaching dengan pendekatan yang lebih ringkas, fokus, dan praktis. Sesi mikro-coaching biasanya berlangsung dalam waktu singkat (15–30 menit), dengan tujuan menyelesaikan masalah spesifik yang sedang dihadapi pelaku UMKM.

Karakteristik Mikro-Coaching

  • Durasi Singkat: Tidak memerlukan pertemuan berjam-jam.
  • Topik Spesifik: Fokus pada satu masalah inti.
  • Aksi Nyata: Hasil dari sesi adalah langkah konkret yang bisa langsung dijalankan.
  • Fleksibel: Bisa dilakukan secara online melalui Zoom, WhatsApp, atau aplikasi digital lainnya.

Perbedaan Coaching Tradisional dan Mikro-Coaching

Aspek Coaching Tradisional Mikro-Coaching
Durasi 1–2 jam/sesi 15–30 menit
Pendekatan Umum dan mendalam Fokus dan praktis
Hasil Jangka panjang Solusi langsung
Media Tatap muka/online Online, mobile friendly

Mengapa Mikro-Coaching Lebih Efektif untuk UMKM?

  1. Hemat Waktu: UMKM tidak perlu meluangkan banyak waktu dari aktivitas usaha.
  2. Lebih Fokus: Setiap sesi membahas masalah spesifik sehingga solusi lebih tepat sasaran.
  3. Biaya Terjangkau: Mikro-coaching biasanya lebih murah dibandingkan program coaching tradisional.
  4. Praktis dan Aplikatif: Langkah hasil coaching bisa langsung dipraktikkan.
  5. Mendukung Pembelajaran Berkelanjutan: Pelaku UMKM bisa mengikuti beberapa sesi singkat sesuai kebutuhan.

Contoh Implementasi Mikro-Coaching untuk UMKM

1. Mikro-Coaching Pemasaran Digital

  • Topik: Cara membuat konten Instagram yang menjual.
  • Durasi: 20 menit.
  • Output: Kalender konten sederhana + contoh caption.

2. Mikro-Coaching Manajemen Keuangan

  • Topik: Cara memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.
  • Durasi: 25 menit.
  • Output: Template laporan arus kas sederhana.

3. Mikro-Coaching Customer Service

  • Topik: Strategi menghadapi komplain pelanggan di WhatsApp.
  • Durasi: 15 menit.
  • Output: Script jawaban standar untuk komplain.

4. Mikro-Coaching Pengembangan Produk

  • Topik: Menentukan varian produk baru sesuai tren.
  • Durasi: 30 menit.
  • Output: Ide produk baru + validasi melalui polling online.

Teknologi Pendukung Mikro-Coaching di Era Digital

  1. Aplikasi Meeting Online: Zoom, Google Meet, Microsoft Teams.
  2. Platform Chat & Messaging: WhatsApp, Telegram, Messenger.
  3. Learning Management System (LMS): Moodle, TalentLMS, atau platform lokal.
  4. AI & Chatbot: Membantu memberikan sesi coaching dasar secara otomatis.
  5. Marketplace Coaching Online: Platform yang mempertemukan coach dengan UMKM.
Coaching UMKM - Nextup ID

Coaching UMKM – Nextup ID

Studi Kasus UMKM yang Berhasil dengan Mikro-Coaching

Studi Kasus 1: UMKM Kuliner

Seorang pemilik kedai kopi mengikuti mikro-coaching pemasaran digital. Dalam 2 minggu setelah menerapkan strategi konten Instagram yang disarankan, engagement meningkat 40% dan penjualan online naik 25%.

Studi Kasus 2: UMKM Fashion

Toko baju online mendapatkan bimbingan singkat tentang customer service. Dengan script komplain yang disiapkan, tingkat kepuasan pelanggan naik signifikan, terlihat dari ulasan positif di marketplace.

Studi Kasus 3: UMKM Jasa

Salon kecil memanfaatkan mikro-coaching untuk manajemen keuangan. Dengan template laporan sederhana, pemilik bisa mengontrol arus kas dan mulai menabung untuk ekspansi.

Tantangan dalam Mikro-Coaching

  1. Keterbatasan Topik: Tidak semua masalah bisa diselesaikan dalam sesi singkat.
  2. Konsistensi Pelaku UMKM: Hasil coaching efektif jika diikuti dengan eksekusi nyata.
  3. Kualitas Coach: Dibutuhkan coach berpengalaman agar mikro-coaching tetap relevan.
  4. Koneksi Internet: Kendala teknis bisa menghambat efektivitas sesi.

Tips Memaksimalkan Mikro-Coaching untuk UMKM

  1. Pilih topik yang paling relevan dengan kondisi usaha saat ini.
  2. Siapkan pertanyaan sebelum sesi dimulai.
  3. Catat poin penting selama coaching.
  4. Terapkan segera setelah sesi selesai.
  5. Evaluasi hasil untuk menentukan apakah butuh sesi lanjutan.

Masa Depan Mikro-Coaching untuk UMKM

Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, mikro-coaching diprediksi akan menjadi metode utama dalam pengembangan UMKM. Ke depannya, mikro-coaching akan lebih interaktif dengan memanfaatkan:

  • AI Coach Virtual: Memberikan panduan instan berbasis machine learning.
  • Gamifikasi: Membuat proses coaching lebih menyenangkan.
  • Data-Driven Coaching: Keputusan berdasarkan data real-time dari performa bisnis.

Kesimpulan

Mikro-coaching adalah solusi inovatif yang lebih efektif bagi UMKM di era digital. Dengan durasi singkat, fokus pada masalah spesifik, biaya terjangkau, dan hasil yang praktis, mikro-coaching mampu membantu UMKM beradaptasi lebih cepat dan meningkatkan daya saing.

Jika UMKM ingin naik kelas, salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan coach UMKM ala digital era dengan pendekatan mikro-coaching. Dengan cara ini, transformasi digital bukan hanya wacana, tetapi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.

Keyword Utama: coach UMKM, mikro-coaching, coaching UMKM digital
Keyword Turunan: manfaat coaching UMKM, strategi coaching digital, mikro-coaching UMKM, coaching online UMKM, coach bisnis kecil

 

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Brand Storytelling: Membangun Cerita di Benak Konsumen

Brand Storytelling: Membangun Cerita di Benak Konsumen

Dalam dunia pemasaran modern, brand storytelling atau penceritaan merek telah menjadi salah satu strategi paling efektif untuk membangun hubungan emosional antara bisnis dan konsumen. Di era digital, konsumen tidak hanya membeli produk atau jasa, tetapi juga nilai, pengalaman, dan cerita yang ada di balik sebuah merek. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang bagaimana brand storytelling mampu menciptakan ikatan kuat dengan audiens, strategi membangunnya, hingga contoh nyata dari merek yang berhasil.

Apa Itu Brand Storytelling?

Brand storytelling adalah seni menyampaikan cerita tentang merek yang melibatkan nilai, visi, misi, dan pengalaman pelanggan. Bukan hanya sekadar iklan atau promosi, tetapi bagaimana sebuah merek menghadirkan narasi yang autentik dan konsisten untuk menciptakan makna di benak konsumen.

Mengapa Brand Storytelling Penting?

1. Menciptakan Ikatan Emosional

Cerita yang autentik dapat membuat konsumen merasa terhubung lebih dalam dengan merek.

2. Membedakan dari Kompetitor

Di tengah banyaknya pilihan produk serupa, cerita unik menjadi nilai pembeda yang kuat.

3. Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Ketika konsumen merasa menjadi bagian dari cerita merek, mereka cenderung lebih loyal.

4. Membantu Proses Pengambilan Keputusan

Emosi seringkali lebih memengaruhi keputusan membeli dibanding logika. Cerita merek mampu memicu emosi positif.

5. Memperkuat Citra Merek

Dengan storytelling yang konsisten, citra merek akan melekat lebih kuat dalam ingatan konsumen.

Elemen Penting dalam Brand Storytelling

  1. Autentisitas: Cerita harus jujur dan sesuai dengan nilai merek.
  2. Emosi: Gunakan kisah yang menggugah hati konsumen.
  3. Konsistensi: Seluruh kanal pemasaran harus menyampaikan pesan yang sama.
  4. Relevansi: Cerita harus sesuai dengan target audiens.
  5. Karakter Merek: Bangun persona merek yang dapat dikenali.

Strategi Membangun Brand Storytelling yang Efektif

1. Mengenal Audiens

  • Pahami siapa target pasar Anda.
  • Apa masalah mereka? Apa aspirasi mereka?
  • Bagaimana cerita Anda bisa relevan dengan kehidupan mereka?

2. Menemukan Nilai Inti Merek

  • Apa visi dan misi merek?
  • Nilai apa yang ingin disampaikan kepada audiens?

3. Membuat Narasi yang Menarik

  • Tentukan alur cerita (awal, konflik, solusi, hasil).
  • Libatkan elemen yang membuat audiens penasaran.

4. Gunakan Multi-Channel Storytelling

  • Website, blog, media sosial, email marketing, hingga iklan digital.
  • Pastikan cerita yang disampaikan konsisten di semua kanal.

5. Libatkan Konsumen dalam Cerita

  • Ajak konsumen untuk berbagi pengalaman mereka.
  • Gunakan testimoni sebagai bagian dari storytelling.

6. Visual dan Multimedia

  • Gunakan gambar, video, animasi, atau infografis untuk memperkuat narasi.
Brand Strorytelling UMKM - Nextup ID

Brand Strorytelling UMKM – Nextup ID

Tahapan Membangun Brand Storytelling

1. Tentukan Karakter Merek

Apakah merek Anda ingin tampil sebagai teman dekat, mentor, atau inovator?

2. Identifikasi Masalah Konsumen

Ceritakan bagaimana merek hadir untuk memberikan solusi.

3. Bangun Alur Cerita

Gunakan formula storytelling: Masalah → Perjuangan → Solusi → Hasil → Inspirasi.

4. Sisipkan Nilai Emosional

Tambahkan elemen yang bisa memicu empati, kebanggaan, atau kebahagiaan.

5. Perkuat dengan Konten Konsisten

Gunakan artikel blog, postingan media sosial, video brand, hingga email newsletter untuk menyebarkan cerita.

Contoh Brand Storytelling Sukses

1. Nike – Just Do It

Nike menghubungkan merek mereka dengan semangat pantang menyerah. Ceritanya bukan hanya tentang sepatu olahraga, tetapi tentang keberanian dan motivasi.

2. Dove – Real Beauty Campaign

Dove menekankan cerita tentang kecantikan alami dan penerimaan diri, bukan sekadar produk perawatan kulit.

3. Tokopedia – Mulai Aja Dulu

Kampanye Tokopedia membangun narasi tentang keberanian pelaku usaha untuk memulai, dengan brand hadir sebagai pendukung.

4. Go-Jek – Solusi Kehidupan Sehari-Hari

Go-Jek menyampaikan cerita tentang membantu kehidupan sehari-hari masyarakat dengan layanan transportasi dan digital.

Kesalahan yang Harus Dihindari

  1. Cerita Tidak Autentik: Audiens bisa merasakan cerita yang dibuat-buat.
  2. Tidak Konsisten: Pesan berbeda di tiap kanal membuat audiens bingung.
  3. Fokus pada Produk Saja: Storytelling bukan hanya menjual produk, tetapi membangun makna.
  4. Mengabaikan Audiens: Cerita harus berpusat pada kebutuhan konsumen, bukan hanya merek.

Tips Praktis Membangun Brand Storytelling

  1. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
  2. Ceritakan kisah nyata di balik pendiri atau perjalanan bisnis.
  3. Gunakan data atau fakta untuk memperkuat cerita.
  4. Buat cerita yang bisa dibagikan oleh audiens.
  5. Evaluasi dan perbarui cerita seiring perkembangan merek.

Mengukur Keberhasilan Brand Storytelling

  1. Engagement: Jumlah like, share, komentar, dan interaksi audiens.
  2. Brand Awareness: Peningkatan jumlah pencarian merek di mesin pencari.
  3. Customer Loyalty: Peningkatan jumlah repeat order.
  4. Sales Conversion: Apakah storytelling berdampak pada peningkatan penjualan.
  5. Sentimen Positif: Bagaimana audiens merespons cerita merek.

Masa Depan Brand Storytelling

Ke depan, brand storytelling akan semakin personal dan interaktif. Teknologi seperti AI, AR/VR, dan big data akan memengaruhi cara cerita merek disampaikan. Konsumen akan mencari pengalaman yang lebih imersif dan sesuai dengan kebutuhan mereka secara spesifik. Nextup ID adalah salah satu lembaga training yang dapat anda libatkan sebagai konsultan dalam membangun strorytelling brand anda dengan baik.

Brand storytelling adalah strategi penting dalam membangun hubungan emosional dengan konsumen. Dengan cerita yang autentik, konsisten, relevan, dan menggugah emosi, merek dapat menciptakan ikatan kuat yang melekat dalam ingatan konsumen. Bagi UMKM maupun perusahaan besar, inilah saatnya untuk mulai membangun cerita yang mampu membedakan merek dari kompetitor dan membuat konsumen merasa menjadi bagian dari perjalanan merek.

 

Keyword Utama: brand storytelling, strategi brand storytelling, cerita merek, membangun merek
Keyword Turunan: contoh brand storytelling, brand storytelling UMKM, cara membuat brand storytelling, storytelling marketing, strategi pemasaran brand, membangun brand awareness

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Panduan Praktis Live Selling: dari Persiapan hingga Closing

Panduan Praktis Live Selling: dari Persiapan hingga Closing

Dalam beberapa tahun terakhir, live selling menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang paling efektif. Melalui fitur live streaming di platform seperti Shopee Live, TikTok Shop, Lazada Live, maupun Instagram Live, pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan secara langsung, memperlihatkan produk secara real-time, dan membangun interaksi yang lebih personal.

Bagi UMKM maupun bisnis yang ingin meningkatkan penjualan, live selling tidak hanya memberikan peluang untuk promosi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belanja yang interaktif dan meyakinkan. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap tentang persiapan konten, strategi saat live, hingga cara menutup transaksi dengan sukses, disertai tips praktis agar hasil penjualan semakin maksimal.

Apa Itu Live Selling?

Live selling adalah metode penjualan berbasis video streaming di mana penjual menampilkan produk secara langsung kepada audiens. Selama siaran, penjual dapat:

  • Menjelaskan keunggulan produk.
  • Mendemonstrasikan cara penggunaan.
  • Menjawab pertanyaan konsumen secara real-time.
  • Memberikan promo eksklusif untuk mendorong transaksi cepat.

Model penjualan ini terbukti efektif karena menggabungkan edukasi produk, interaksi langsung, dan strategi promosi dalam satu momen.

Mengapa Live Selling Penting untuk UMKM?

1. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Konsumen bisa melihat produk secara nyata, bukan hanya melalui foto. Hal ini mengurangi keraguan dan meningkatkan tingkat konversi.

2. Interaksi Real-Time

Pertanyaan konsumen langsung dijawab, menciptakan pengalaman belanja yang lebih personal.

3. Potensi Penjualan Instan

Promo terbatas waktu dan interaksi langsung sering memicu keputusan membeli saat itu juga.

4. Efisiensi Biaya Promosi

Live selling tidak memerlukan biaya besar dibandingkan iklan konvensional. Bahkan, banyak platform yang memberikan fitur gratis atau berbiaya rendah.

5. Tren Konsumen Digital

Generasi muda terbiasa menonton konten live, sehingga format ini relevan dengan kebiasaan mereka.

Persiapan Sebelum Live Selling

Agar siaran langsung berjalan sukses, persiapan matang adalah kunci. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

1. Menentukan Tujuan Live

  • Apakah untuk launching produk baru?
  • Meningkatkan penjualan?
  • Membangun engagement dan awareness brand?

2. Menyusun Naskah dan Alur Live

Meskipun live bersifat spontan, alur tetap perlu disiapkan:

  • Pembukaan: Sapaan ramah, perkenalan brand, dan penjelasan tujuan live.
  • Isi utama: Perkenalan produk, demo penggunaan, tanya jawab.
  • Penutup: Ringkasan promo, call-to-action (CTA), dan ucapan terima kasih.

3. Menyiapkan Peralatan Teknis

  • Kamera/HP berkualitas baik.
  • Pencahayaan (ring light atau lampu LED) agar produk terlihat jelas.
  • Mikrofon eksternal untuk suara yang jernih.
  • Koneksi internet stabil.

4. Menentukan Jadwal Live

  • Pilih jam ramai (prime time), biasanya pukul 19.00–22.00.
  • Cek analytics platform untuk mengetahui waktu audiens paling aktif.

5. Menyiapkan Produk

  • Pastikan stok cukup, terutama untuk produk promo.
  • Tata produk dengan rapi agar menarik saat ditampilkan.

6. Mempromosikan Jadwal Live

  • Umumkan jadwal melalui media sosial, email, atau notifikasi aplikasi.
  • Gunakan teaser video atau countdown untuk meningkatkan antusiasme.
Live Selling - Nextup ID

Live Selling – Nextup ID

Strategi Konten Saat Live

1. Membuka Live dengan Energi Positif

  • Sapa penonton dengan ramah.
  • Gunakan bahasa tubuh yang antusias.
  • Jelaskan benefit mengikuti live (diskon, hadiah, promo flash sale).

2. Menampilkan Produk Secara Detail

  • Perlihatkan produk dari berbagai sudut.
  • Jelaskan spesifikasi, ukuran, bahan, manfaat, dan keunggulan.
  • Bandingkan dengan produk serupa untuk menonjolkan nilai lebih.

3. Demonstrasi Produk

  • Jika produk berupa alat, tunjukkan cara penggunaannya.
  • Untuk produk fashion, gunakan model atau mannequin.
  • Untuk makanan, tampilkan proses penyajian atau testimoni langsung.

4. Interaksi dengan Penonton

  • Jawab pertanyaan secara langsung.
  • Sebut nama penonton untuk menciptakan kedekatan.
  • Adakan kuis kecil atau giveaway.

5. Gunakan Call-to-Action (CTA)

  • “Klik keranjang sekarang sebelum stok habis!”
  • “Promo hanya berlaku selama live berlangsung.”
  • “Ayo checkout sekarang dan dapatkan gratis ongkir!”

6. Ciptakan Rasa Urgensi

  • Gunakan countdown timer.
  • Berikan promo khusus hanya untuk penonton live.

7. Menutup Live dengan Profesional

  • Ucapkan terima kasih.
  • Ringkas kembali promo utama.
  • Arahkan penonton untuk follow akun atau join live berikutnya.
Pelatihan Digital Marketing - Nextup ID

Pelatihan Digital Marketing – Nextup ID

Tips Meningkatkan Penjualan Saat Live

  1. Gunakan Host yang Energik dan Komunikatif
    Host adalah wajah brand selama live. Pilih yang mampu berinteraksi secara alami dan menyenangkan.
  2. Berikan Promo Eksklusif
    Flash sale, voucher, atau hadiah langsung meningkatkan minat beli.
  3. Gunakan Visual Menarik
    Background yang rapi, pencahayaan bagus, dan layout produk mempengaruhi kesan profesional.
  4. Manfaatkan Fitur Platform
    Gunakan fitur keranjang belanja, pin produk, atau sticker promo.
  5. Bangun Komunitas
    Ajak penonton bergabung di grup WhatsApp/Telegram untuk update promo berikutnya.

Indikator Kesuksesan Live Selling

Setelah live selesai, evaluasi performa dengan indikator berikut:

  1. Jumlah Penonton: Seberapa banyak audiens yang bergabung.
  2. Engagement Rate: Jumlah like, komentar, dan pertanyaan.
  3. Konversi Penjualan: Berapa banyak produk terjual selama live.
  4. Retensi Penonton: Seberapa lama penonton bertahan dalam live.
  5. ROI (Return on Investment): Bandingkan biaya persiapan dengan omzet yang dihasilkan.

Studi Kasus: UMKM Sukses Lewat Live Selling

1. Fashion Brand Lokal

Sebuah brand pakaian di Bandung berhasil meningkatkan omzet 3x lipat dalam 6 bulan melalui TikTok Shop Live. Kuncinya ada pada konsistensi live setiap malam dengan promo eksklusif.

2. Produk Skincare

UMKM skincare di Jakarta memanfaatkan Shopee Live dengan strategi edukasi. Alih-alih hanya menjual, mereka memberikan tips perawatan kulit. Hasilnya, tingkat kepercayaan meningkat dan penjualan naik signifikan.

3. Makanan Ringan

Produsen keripik dari Surabaya rutin melakukan live di Instagram sambil memberi voucher ongkir. Strategi sederhana ini membuat jumlah followers naik pesat sekaligus meningkatkan repeat order.

Tantangan dalam Live Selling

  1. Teknis Siaran: Koneksi internet yang buruk bisa merusak pengalaman penonton.
  2. Host Kurang Menarik: Live bisa terasa membosankan jika host tidak komunikatif.
  3. Persaingan Ketat: Banyak penjual melakukan live, sehingga diperlukan diferensiasi.
  4. Manajemen Stok: Produk bisa cepat habis, menyebabkan kekecewaan penonton.
  5. Interaksi Negatif: Komentar buruk atau troll bisa mengganggu suasana.

Solusi Mengatasi Tantangan

  • Pastikan Infrastruktur Stabil: Gunakan koneksi internet cepat dan backup perangkat.
  • Latih Host: Berikan pelatihan komunikasi dan improvisasi.
  • Ciptakan Unique Selling Point (USP): Bedakan live Anda dari kompetitor, misalnya dengan gaya penyampaian unik.
  • Manajemen Stok Cermat: Siapkan buffer stok khusus untuk live.
  • Moderasi Komentar: Sediakan admin untuk membantu mengelola chat.

Masa Depan Live Selling

Tren live selling akan terus berkembang dengan dukungan teknologi baru:

  • AI dan Chatbot untuk membantu menjawab pertanyaan otomatis.
  • AR/VR yang memungkinkan pelanggan mencoba produk secara virtual.
  • Integrasi dengan sistem pembayaran digital yang lebih cepat dan aman.

UMKM yang adaptif akan mampu memanfaatkan tren ini untuk meningkatkan daya saing di pasar digital.

Live selling adalah strategi pemasaran modern yang mampu memberikan dampak besar pada penjualan, branding, dan loyalitas pelanggan. Dengan persiapan yang matang, konten menarik, interaksi real-time, serta penutupan transaksi yang profesional, UMKM maupun brand besar dapat meraih kesuksesan lebih cepat.

Kunci keberhasilan live selling terletak pada konsistensi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan audiens. Bagi pelaku usaha yang ingin naik kelas, inilah saat yang tepat untuk mulai berinvestasi dalam strategi live selling.

Keyword Utama: live selling, panduan live selling, strategi live streaming, cara jualan live, tips live selling UMKM

Keyword Turunan: jualan online Shopee Live, cara sukses live TikTok Shop, strategi jualan live Instagram, panduan host live selling, tips meningkatkan penjualan online, cara promosi lewat live, teknik closing live selling, persiapan jualan online.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
UMKM Naik Kelas: Kesuksesan yang Terukur dari Digitalisasi

UMKM Naik Kelas: Kesuksesan yang Terukur dari Digitalisasi

Dalam era transformasi digital, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peluang besar untuk naik kelas. Digitalisasi tidak lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan agar bisnis mampu bertahan, berkembang, dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan memanfaatkan teknologi, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, menjangkau pasar lebih luas, serta mengukur pertumbuhan secara lebih terstruktur. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana digitalisasi mendorong kesuksesan UMKM, strategi penerapannya, dan contoh nyata dari pelaku usaha yang berhasil.

Mengapa Digitalisasi Penting bagi UMKM?

1. Perubahan Perilaku Konsumen

Saat ini, mayoritas konsumen melakukan pencarian produk atau layanan melalui internet sebelum melakukan pembelian. Tanpa kehadiran digital, UMKM akan kehilangan peluang besar untuk menjangkau target pasar.

2. Efisiensi Operasional

Digitalisasi memungkinkan UMKM mengelola inventori, pencatatan keuangan, dan proses pemasaran secara lebih mudah dan murah. Hal ini berdampak langsung pada penghematan biaya dan peningkatan profitabilitas.

3. Akses Pasar Lebih Luas

Dengan platform e-commerce, media sosial, dan marketplace, UMKM tidak hanya berfokus pada pasar lokal, tetapi juga berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional.

4. Data-Driven Decision Making

Digitalisasi memungkinkan bisnis mengukur performa melalui data analitik—misalnya jumlah kunjungan website, engagement media sosial, atau tingkat konversi penjualan.

Strategi Digitalisasi untuk UMKM

1. Membangun Kehadiran Online

  • Website Bisnis: Website profesional meningkatkan kredibilitas dan memudahkan pelanggan menemukan informasi tentang produk/layanan.
  • Media Sosial: Instagram, Facebook, TikTok, dan LinkedIn dapat digunakan untuk branding, promosi, hingga interaksi langsung dengan konsumen.

2. Optimalisasi Pemasaran Digital

  • SEO (Search Engine Optimization): Mengoptimalkan website agar mudah ditemukan di mesin pencari.
  • Iklan Berbayar (Google Ads, Meta Ads): Menjangkau audiens yang lebih tertarget.
  • Email Marketing: Membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

3. E-Commerce dan Marketplace

  • Memanfaatkan platform seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, atau bahkan platform global seperti Amazon dan eBay.
  • Integrasi pembayaran digital (QRIS, e-wallet, virtual account) agar transaksi lebih praktis.

4. Pengelolaan Keuangan Digital

  • Menggunakan aplikasi akuntansi berbasis cloud (seperti Jurnal, BukuKas, atau QuickBooks).
  • Membantu UMKM dalam membuat laporan keuangan yang rapi untuk kebutuhan internal maupun akses pendanaan.

5. Otomatisasi Layanan Pelanggan

  • Chatbot dan sistem CRM (Customer Relationship Management) untuk menjaga kualitas layanan.
  • Respon cepat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

6. Inovasi Produk dan Layanan Berbasis Data

  • Analisis tren konsumen untuk melahirkan inovasi produk.
  • Penyesuaian strategi harga berdasarkan data pasar.
Pelatihan UMKM Naik Kelas - Nextup ID

Pelatihan UMKM Naik Kelas – Nextup ID

Indikator Kesuksesan Digitalisasi pada UMKM

Digitalisasi tidak hanya tentang “ikut tren”, melainkan juga harus memberikan hasil nyata. Berikut indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan:

  1. Peningkatan Omzet Penjualan
    Jika omzet meningkat signifikan setelah penerapan digital marketing, maka strategi yang dijalankan sudah tepat.
  2. Pertumbuhan Audiens dan Engagement
    Jumlah followers, like, komentar, dan interaksi di media sosial meningkat.
  3. Efisiensi Biaya Operasional
    Pengeluaran lebih hemat karena adanya otomatisasi dan penggunaan aplikasi digital.
  4. Akses ke Pendanaan Lebih Mudah
    Dengan laporan keuangan digital, UMKM lebih mudah mendapat akses pembiayaan dari bank maupun investor.
  5. Ekspansi Pasar
    Produk UMKM bisa dikenal di luar daerah asal, bahkan hingga ke luar negeri.

Studi Kasus UMKM Sukses Berkat Digitalisasi

1. Kopi Lokal dengan E-Commerce

Sebuah UMKM kopi di Yogyakarta berhasil meningkatkan penjualannya hingga 200% dengan memanfaatkan marketplace dan promosi melalui Instagram Ads. Produk kopi kemasan mereka kini sudah diekspor ke Singapura dan Malaysia.

2. Produk Fashion di Media Sosial

UMKM fashion di Bandung membangun brand awareness lewat TikTok Shop. Dengan strategi live selling dan konten kreatif, omzet mereka naik drastis hanya dalam waktu 6 bulan.

3. Makanan Tradisional dengan Layanan Delivery

UMKM makanan khas di Surabaya beradaptasi dengan membuat menu khusus untuk aplikasi delivery seperti GoFood dan GrabFood. Hasilnya, bisnis tetap bertahan bahkan saat pandemi.

Tantangan dalam Digitalisasi UMKM

  1. Kurangnya Literasi Digital
    Tidak semua pelaku UMKM paham teknologi.
  2. Biaya Investasi Awal
    Meskipun lebih efisien, tetap ada biaya awal untuk membangun website, iklan, atau tools digital.
  3. Keamanan Data
    UMKM harus memperhatikan keamanan transaksi online dan perlindungan data pelanggan.
  4. Persaingan Ketat
    Dengan mudahnya akses digital, persaingan antar UMKM semakin sengit.

Solusi Menghadapi Tantangan Digitalisasi

  • Pelatihan & Pendampingan: Pemerintah dan lembaga swasta menyediakan program literasi digital untuk UMKM.
  • Pemanfaatan Platform Gratis: Banyak tools digital yang bisa digunakan tanpa biaya besar (misalnya Canva, Google Analytics, atau aplikasi kasir gratis).
  • Kolaborasi dengan Influencer: Menjangkau audiens lebih luas melalui kerjasama promosi.
  • Penerapan Cybersecurity Dasar: Menggunakan password kuat, otentikasi dua faktor, dan sistem pembayaran aman.

Tips Praktis Memulai Digitalisasi UMKM

  1. Mulai dari hal kecil, misalnya membuat akun Instagram bisnis.
  2. Gunakan aplikasi kasir digital untuk mencatat transaksi.
  3. Buat website sederhana menggunakan platform seperti WordPress atau Wix.
  4. Pelajari dasar SEO agar produk lebih mudah ditemukan di Google.
  5. Jangan takut mencoba iklan digital dengan budget terbatas.

Peran Pemerintah dan Ekosistem Pendukung

Digitalisasi UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak:

  • Pemerintah: Menyediakan program bantuan digitalisasi, pelatihan, hingga akses modal.
  • Perbankan & Fintech: Menyediakan layanan pinjaman berbasis data digital UMKM.
  • Platform E-Commerce: Memberikan program onboarding UMKM.
  • Konsultan & Komunitas Bisnis: Membimbing UMKM dalam menyusun strategi digital.

Masa Depan UMKM Digital

Di masa depan, UMKM akan semakin bergantung pada teknologi. Tren seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan blockchain berpotensi memberikan nilai tambah besar. UMKM yang adaptif akan lebih mudah bertahan dan berkembang, sementara yang lamban akan tertinggal.

Digitalisasi adalah kunci bagi UMKM untuk naik kelas. Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha dapat meningkatkan omzet, memperluas pasar, dan menjalankan bisnis yang lebih efisien. Kesuksesan dari digitalisasi tidak hanya terlihat dari sisi penjualan, tetapi juga dari bagaimana bisnis dapat mengukur perkembangan secara jelas dan terukur.

Langkah awal mungkin terasa sulit, tetapi dengan kemauan belajar, pemanfaatan teknologi gratis, serta dukungan ekosistem, setiap UMKM di Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi lebih besar. Kini saatnya UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi menjadi pemain unggul di era digital. Bila anda membutuhkan pelatihan atau training untuk UMKM bertema digital, Nextup ID bisa menjadi salah satu alternatif pilihan sahabat naik kelas yang siap menemani kamu go to next level!

Kata Kunci: UMKM digital, UMKM naik kelas, digitalisasi UMKM, strategi bisnis UMKM, teknologi UMKM, marketplace Indonesia, pemasaran digital UMKM, e-commerce untuk UMKM.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Cara Memulai Jualan Online untuk Pemula

Cara Memulai Jualan Online untuk Pemula

Ingin memulai jualan online tapi masih bingung harus mulai dari mana? Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak pemula yang ingin membangun bisnis online namun merasa kewalahan dengan banyaknya informasi. Artikel ini akan membahas langkah-langkah memulai jualan online dari nol secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Cocok banget buat kamu yang ingin mulai usaha online tanpa ribet!

1. Tentukan Produk yang Ingin Dijual

Langkah pertama dalam memulai jualan online adalah memilih produk yang tepat. Produk yang baik adalah produk yang:

  • Memiliki permintaan pasar (banyak dicari)
  • Tidak terlalu banyak pesaing
  • Mudah disimpan dan dikirim

Tips Riset Produk:

  • Gunakan Google Trends untuk melihat tren produk yang sedang naik.
  • Cek e-commerce seperti Shopee atau Tokopedia dan lihat produk terlaris.
  • Amati produk yang viral di TikTok Shop atau Instagram.

Contoh produk populer untuk pemula: makanan ringan, skincare lokal, fashion muslim, aksesoris handmade, hingga produk digital seperti e-book atau template.

Riset Kompetitor:

Untuk mengetahui apakah produkmu layak dijual, kamu juga perlu riset kompetitor. Cari tahu siapa saja penjual produk sejenis, bagaimana mereka memasarkan produk, dan apa keunggulan mereka. Dengan begitu kamu bisa menentukan keunikan atau “value proposition” dari produk kamu.

Marketing Outlook - Nextup ID

Marketing Outlook – Nextup ID

2. Pahami Target Pasar Anda

Mengetahui siapa yang akan membeli produkmu sangat penting. Ini akan memengaruhi cara kamu berjualan, membuat konten, bahkan menentukan harga.

Cara Menentukan Target Pasar:

  • Buat profil pembeli ideal (usia, jenis kelamin, kebiasaan belanja, minat).
  • Lihat ulasan produk serupa di marketplace untuk memahami kebutuhan pasar.
  • Gunakan survei sederhana lewat Google Form kepada teman dan keluarga.

Misalnya:

“Perempuan usia 20-35 tahun, tinggal di kota besar, aktif di media sosial, dan sering belanja online di Shopee atau TikTok Shop.”

Dengan memahami target pasar, kamu bisa membuat strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran dan efektif.

3. Pilih Platform Jualan Online yang Tepat

Ada banyak platform jualan online di Indonesia, dan masing-masing punya keunggulan sendiri. Pilih yang paling sesuai dengan jenis produk dan kemampuanmu.

Platform Populer:

  • Shopee / Tokopedia: Mudah digunakan dan sudah punya trafik tinggi.
  • Instagram / TikTok: Cocok untuk membangun brand dan membuat konten kreatif.
  • Website (Shopify/WordPress): Lebih profesional dan fleksibel untuk jangka panjang.

Tips: Fokus pada satu atau dua platform dulu agar tidak kewalahan.

Multi-Channel Marketing:

Kamu juga bisa menjual produk di beberapa platform sekaligus agar jangkauan pelanggan lebih luas. Gunakan tools seperti Order Management System (OMS) untuk mengatur stok dan pesanan dari berbagai platform dalam satu dashboard.

4. Bangun Identitas Brand (Branding)

Brand yang kuat akan membuat produkmu lebih mudah dikenali dan dipercaya oleh pelanggan.

Hal yang Perlu Disiapkan:

  • Nama brand yang mudah diingat
  • Logo sederhana (bisa pakai Canva gratis)
  • Warna dan gaya visual yang konsisten

Contoh nama brand yang baik: CemilSehat, HijabInspira, GlowBerrySkincare

Pentingnya Branding:

Branding bukan hanya soal visual, tapi juga soal persepsi dan emosi yang dirasakan konsumen saat melihat produkmu. Pastikan kamu konsisten dalam menyampaikan pesan brand, baik dari konten media sosial, kemasan produk, sampai pelayanan pelanggan.

5. Siapkan Foto dan Deskripsi Produk yang Menjual

Foto produk yang menarik dan deskripsi yang informatif sangat penting untuk meyakinkan calon pembeli.

Tips Foto Produk:

  • Gunakan cahaya alami (misalnya dari jendela).
  • Gunakan background netral agar produk fokus.
  • Ambil beberapa sudut pandang: depan, samping, dekat.

Tips Deskripsi Produk:

  • Jelaskan manfaat produk, ukuran, bahan, dan cara pakai.
  • Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan mengajak.

Contoh:

“Cemilan sehat rendah kalori, cocok untuk kamu yang ingin ngemil tanpa takut gemuk. Terbuat dari bahan alami, tanpa MSG dan pengawet. Yuk, checkout sekarang sebelum kehabisan!”

Optimasi SEO Produk:

Masukkan kata kunci utama dalam judul dan deskripsi produk, seperti:

  • “cemilan sehat rendah kalori”
  • “skincare lokal untuk kulit sensitif”
  • “baju muslim wanita kekinian”

6. Tentukan Harga dan Sistem Operasional

Kamu harus menghitung harga jual dengan cermat agar tidak rugi.

Rumus Sederhana Harga Jual:

Harga Jual = Modal + Keuntungan + Biaya Tambahan

Biaya tambahan bisa berupa biaya iklan, ongkir, biaya platform, dan kemasan.

Sistem Operasional:

  • Siapkan sistem pencatatan stok dan keuangan.
  • Gunakan tools gratis seperti Google Sheets atau aplikasi pembukuan.
  • Rancang proses packing yang efisien.
  • Pilih jasa ekspedisi yang cepat dan terpercaya.
Memulai Jualan Online - Nextup ID

Memulai Jualan Online – Nextup ID

7. Promosikan Produkmu Secara Efektif

Tanpa promosi, tidak ada yang tahu kamu jualan. Berikut strategi promosi online yang bisa kamu coba:

Strategi Promosi Gratis:

  • Buat video pendek (TikTok/Instagram Reels) yang menunjukkan manfaat produk.
  • Minta bantuan teman untuk share.
  • Adakan giveaway kecil-kecilan.

Strategi Promosi Berbayar:

  • Gunakan Shopee Ads untuk menaikkan produk di pencarian.
  • Gunakan Instagram/TikTok Ads untuk menjangkau lebih banyak orang sesuai target.

Tips Konten Viral:

  • Gunakan format storytelling: Masalah → Solusi
  • Tambahkan testimonial, unboxing, dan before-after
  • Gunakan hashtag yang relevan

Contoh hashtag: #jualanonlinemurah #cemilanviral #skincarelokal #jualanmuda

8. Evaluasi dan Tingkatkan Strategi Bisnismu

Setelah jualan berjalan, jangan lupa melakukan evaluasi secara rutin.

Hal yang Harus Dievaluasi:

  • Produk mana yang paling laku?
  • Konten mana yang paling banyak menarik pembeli?
  • Platform mana yang paling efektif?

Gunakan tools seperti Google Analytics (jika punya website) atau data insight dari Shopee, Instagram, dan TikTok.

Lakukan Perbaikan:

  • Perbaiki deskripsi dan foto produk
  • Kembangkan variasi produk
  • Tambahkan layanan pelanggan (chat cepat, CS ramah)

9. Bangun Relasi dengan Pelanggan

Pelanggan loyal adalah aset bisnis jangka panjang. Jaga hubungan baik dengan mereka.

Tips:

  • Kirim ucapan terima kasih saat pesanan sampai
  • Berikan voucher diskon untuk repeat order
  • Buat akun khusus pelanggan loyal (VIP buyer)

10. Terus Belajar dan Berkembang

Dunia bisnis online cepat berubah. Kamu perlu terus update dengan tren dan strategi baru.

Cara Terus Belajar:

  • Tonton YouTube: channel seperti “Herman Prakasa”, “Ellen May” atau “SuccessBefore30”
  • Ikuti webinar dan komunitas bisnis online
  • Baca buku tentang marketing digital dan branding

Kesimpulan: Jualan Online Bisa Dimulai Sekarang

Memulai jualan online memang tidak instan, tapi sangat mungkin dilakukan oleh siapa saja, bahkan dari rumah. Dengan strategi yang tepat, konten yang menarik, dan semangat belajar terus-menerus, kamu bisa membangun bisnis online yang sukses. Bila kamu butuh teman yang menemani kamu belajar jualan online, Nextup ID bisa menjadi rekan belajar terbaik kamu lho!

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Meningkatkan Omzet Lewat Pelatihan Digital Marketing

Meningkatkan Omzet Lewat Pelatihan Digital Marketing

Di zaman sekarang, hampir semua orang mencari produk lewat internet. Tapi kenyataannya, banyak UMKM yang masih mengandalkan promosi cara lama seperti spanduk, brosur, atau hanya mengandalkan pelanggan sekitar. Akibatnya, omzet sering stagnan dan usaha sulit berkembang.
Digital marketing adalah solusi untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan tanpa harus keluar biaya besar. Lewat pelatihan digital marketing, UMKM bisa belajar strategi yang tepat untuk memasarkan produk secara online.

Apa Itu Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM?

Pelatihan digital marketing untuk UMKM adalah program yang dirancang khusus agar pelaku usaha kecil:

  • Paham cara memanfaatkan media sosial (Instagram, Facebook, TikTok) untuk jualan

  • Bisa membuat dan mengelola website sederhana untuk usaha

  • Tahu cara membuat konten promosi yang menarik

  • Belajar pasang iklan online (seperti Facebook Ads atau Google Ads)

  • Memahami dasar SEO agar produk mudah ditemukan di Google

Pelatihan Digital Marketing - Nextup ID

Pelatihan Digital Marketing – Nextup ID

Pelatihan Digital Marketing untuk Meningkatkan Omzet

1️⃣ Jangkauan pasar jadi lebih luas
Kalau kamu cuma jualan secara offline, pembelimu biasanya orang sekitar aja. Tapi kalau pakai digital marketing (misalnya promosi di Instagram, Facebook, TikTok, atau website), produk kamu bisa dilihat orang dari berbagai kota bahkan luar negeri.
Semakin banyak orang lihat, semakin besar peluang laku.

2️⃣ Promosi lebih murah, hasilnya bisa lebih besar
Iklan di koran atau pasang spanduk mahal dan nggak bisa diukur hasilnya. Dengan digital marketing, kamu bisa mulai promosi dari budget kecil (misalnya Rp 20 ribu sehari) dan langsung tahu berapa orang yang lihat iklan kamu.
Jadi lebih hemat biaya promosi, tapi targetnya lebih tepat.

3️⃣ Mudah menyasar target pembeli yang tepat
Digital marketing memungkinkan kamu menarget iklan ke orang yang memang butuh produkmu. Misalnya:
– Iklan cuma muncul ke orang yang hobi masak kalau kamu jual alat dapur
– Iklan muncul di kota tertentu aja
Promosi jadi lebih efektif, omzet pun naik karena iklan nggak buang-buang sasaran.

4️⃣ Bisa dipantau & diperbaiki langsung
Kalau kamu pasang iklan digital dan hasilnya kurang bagus, kamu bisa stop dan ganti strategi saat itu juga. Beda sama promosi konvensional yang udah terlanjur keluar uang dan nggak bisa diubah.
Jualan jadi lebih cerdas, nggak rugi promosi.

5️⃣ Membangun kepercayaan pelanggan
UMKM yang aktif di media sosial atau punya website terlihat lebih profesional. Pembeli jadi lebih percaya dan lebih yakin buat beli produkmu.
Kepercayaan = peluang repeat order + omzet meningkat.

💡 Kesimpulan
➡ Digital marketing bantu produk kamu dikenal lebih banyak orang, dengan biaya promosi lebih terukur, dan target yang lebih tepat.
➡ Hasil akhirnya? Omzet naik karena penjualan bertambah.

Materi Dasar Digital Marketing untuk UMKM

Pengenalan Digital Marketing
– Apa itu digital marketing?
– Kenapa penting untuk UMKM?
– Perbedaan pemasaran konvensional vs digital

Mengenal Media Sosial untuk Bisnis
– Cara bikin akun bisnis (Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp Business)
– Strategi bikin konten menarik (foto, video, caption)
– Tips mengatur jadwal posting biar konsisten

Dasar-dasar Branding Online
– Cara membangun brand yang dipercaya
– Tips membuat logo, nama usaha, dan profil usaha di internet

Materi Lanjutan Digital Marketing

Membuat dan Mengelola Website Sederhana
– Kenapa UMKM perlu website?
– Cara bikin website praktis (misalnya pakai WordPress / platform lainnya)
– Dasar SEO biar produk gampang ditemukan di Google

Strategi Jualan Lewat Marketplace & E-commerce
– Tips optimasi toko di Shopee, Tokopedia, dll
– Cara membuat deskripsi produk yang menjual

Pemasangan Iklan Online (Ads)
– Dasar Facebook Ads / Instagram Ads
– Kenalan dengan Google Ads
– Cara atur budget iklan supaya hemat tapi tepat sasaran

Materi Pendukung

Analisis Data & Evaluasi Promosi
– Baca data insight di Instagram/Facebook
– Lihat performa iklan: apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki

Etika dan Tips Komunikasi dengan Pelanggan
– Cara membalas chat biar pelanggan nyaman
– Membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen

Tips Memilih Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM

Saat memilih pelatihan digital marketing, perhatikan hal-hal berikut:
🔹 Pilih pelatihan yang praktis dan sesuai dengan jenis usaha
🔹 Cari program yang sudah terbukti membantu UMKM naik kelas
🔹 Pastikan pelatihnya berpengalaman di bidang digital marketing
🔹 Kalau bisa, pilih pelatihan yang memberi sertifikat sebagai nilai tambah

Pelatihan digital marketing adalah investasi penting untuk UMKM yang ingin berkembang dan meningkatkan omzet. Dengan belajar strategi digital yang tepat, usaha kamu bisa lebih dikenal luas, omzet naik, dan bisnis semakin maju.

Kalau kamu sedang mencari pelatihan digital marketing khusus untuk UMKM, Nextup ID menyediakan program yang mudah dipahami, praktis, dan langsung bisa dipraktikkan.

Yuk, Daftar Sekarang!

💥 Ikuti Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM Bersama Kami!
👉 Info lebih lanjut: +6281281692207 (Kholis)

pelatihan UMKM, training UMKM, kursus bisnis UMKM, pelatihan bisnis untuk UMKM, pelatihan kewirausahaan UMKM, pelatihan manajemen usaha kecil, pelatihan digital marketing UMKM, pelatihan bisnis online untuk UMKM, pelatihan keuangan UMKM, program pengembangan UMKM

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat