Articles | Nextup ID - Page 3
Pendampingan Bisnis: Solusi Untuk Business Owner

Pendampingan Bisnis: Solusi Untuk Business Owner

Banyak pemilik bisnis merasa usahanya berjalan, tetapi pertumbuhannya lambat. Omzet stagnan, tim belum maksimal, strategi marketing belum konsisten, dan owner masih terlibat terlalu dalam di operasional. Jika Anda mengalami hal ini, kemungkinan besar bisnis Anda membutuhkan pelatihan dan pendampingan bisnis yang tepat.

Melalui program yang dirancang khusus untuk business owner, Nextup.id membantu pengusaha membangun strategi, sistem, dan eksekusi bisnis yang lebih terarah sehingga bisnis bisa berkembang lebih cepat dan stabil.

Artikel ini akan membantu Anda memahami:

  • Mengapa pelatihan bisnis penting untuk growth

  • Manfaat pendampingan bisnis bagi owner

  • Siapa yang paling membutuhkan program ini

  • Cara memilih program pelatihan bisnis yang tepat

Apa Itu Pelatihan dan Pendampingan Bisnis?

Pelatihan bisnis adalah program pembelajaran yang membantu pemilik usaha memahami strategi penting dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis, seperti:

  • Strategi marketing

  • Sistem bisnis

  • Manajemen tim

  • Penjualan

  • Pengembangan produk

  • Scaling bisnis

Sementara itu, pendampingan bisnis (business mentoring atau coaching) adalah proses di mana mentor membantu Anda menerapkan strategi tersebut langsung ke dalam bisnis.

Inilah yang sering menjadi pembeda antara bisnis yang berkembang cepat dan yang stagnan.

Pendampingan Bisnis - Nextup ID

Pendampingan Bisnis – Nextup ID

Mengapa Banyak Bisnis Sulit Bertumbuh?

Berdasarkan banyak kasus yang terjadi pada UMKM dan startup, ada beberapa penyebab umum bisnis sulit berkembang:

1. Tidak Memiliki Strategi Bisnis yang Jelas

Banyak owner menjalankan bisnis tanpa roadmap yang jelas. Akibatnya, keputusan sering berubah dan pertumbuhan tidak konsisten.

2. Owner Terlalu Sibuk di Operasional

Jika owner masih mengurus semuanya sendiri, bisnis akan sulit scale.

3. Marketing Tidak Terstruktur

Promosi dilakukan, tetapi tidak memiliki strategi yang jelas atau sistem funnel yang efektif.

4. Sistem Bisnis Belum Terbangun

Tanpa SOP, KPI, dan struktur kerja yang jelas, tim sulit berkembang.

5. Tidak Memiliki Mentor atau Komunitas Bisnis

Belajar sendiri sering membuat proses growth menjadi lebih lambat.

Di sinilah pelatihan dan pendampingan bisnis memainkan peran penting.

Manfaat Mengikuti Pelatihan dan Pendampingan Bisnis

Business owner yang mengikuti program pengembangan bisnis biasanya merasakan beberapa perubahan berikut:

Bisnis Lebih Terarah

Owner memiliki visi, strategi, dan target yang jelas.

Omzet Lebih Mudah Bertumbuh

Karena strategi marketing dan penjualan lebih tepat.

Sistem Bisnis Mulai Terbangun

Mulai dari SOP, struktur tim, hingga alur operasional.

Keputusan Bisnis Lebih Tepat

Berdasarkan data dan insight dari mentor.

Owner Bisa Fokus Mengembangkan Bisnis

Tidak lagi terjebak di pekerjaan operasional sehari-hari.

Pendampingan Bisnis - Nextup ID

Pendampingan Bisnis – Nextup ID

Siapa yang Cocok Mengikuti Pelatihan Bisnis?

Program pelatihan dan pendampingan bisnis sangat cocok untuk:

  • Owner UMKM yang ingin scale up

  • Founder startup tahap awal hingga growth

  • Bisnis yang sudah berjalan tetapi stagnan

  • Pengusaha yang ingin meningkatkan profit

  • Business owner yang ingin membangun sistem bisnis

Biasanya, pemilik usaha mulai mencari program seperti ini ketika bisnisnya sudah berjalan, tetapi ingin naik level lebih cepat.

Ciri Program Pelatihan Bisnis yang Berkualitas

Tidak semua pelatihan bisnis memberikan dampak nyata. Berikut hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih program:

1. Fokus pada Implementasi

Materi harus bisa langsung diterapkan ke bisnis Anda.

2. Mentor Berpengalaman

Mentor sebaiknya praktisi bisnis, bukan hanya teori.

3. Ada Pendampingan Bisnis

Banyak bisnis gagal berkembang karena tidak ada bimbingan saat implementasi.

4. Memiliki Komunitas Business Owner

Networking dapat membuka peluang kolaborasi dan insight baru.

5. Berorientasi pada Growth

Program harus membantu meningkatkan:

  • Omzet

  • Efisiensi bisnis

  • Sistem perusahaan

  • Kinerja tim

Mengapa Banyak Business Owner Mulai Mengikuti Program Pengembangan Bisnis

Saat ini, persaingan bisnis semakin ketat. Perubahan pasar, digital marketing, hingga teknologi membuat owner harus terus belajar.

Business owner yang terus meningkatkan kapasitas diri biasanya:

  • Lebih cepat berkembang

  • Lebih siap menghadapi perubahan

  • Lebih mudah menemukan peluang bisnis baru

  • Memiliki bisnis yang lebih stabil

Karena pada dasarnya, bisnis akan berkembang seiring dengan berkembangnya pemiliknya.

Kesimpulan

Jika bisnis Anda terasa berjalan di tempat atau ingin berkembang lebih cepat, mengikuti pelatihan dan pendampingan bisnis bisa menjadi langkah strategis. Dengan strategi yang tepat, sistem yang jelas, dan bimbingan mentor berpengalaman, bisnis Anda tidak hanya bertahan — tetapi juga bisa scale up secara berkelanjutan. Program pengembangan bisnis seperti yang ditawarkan oleh Nextup.id dirancang untuk membantu business owner membangun fondasi bisnis yang kuat sekaligus mempercepat pertumbuhan usaha.

pelatihan bisnis, pendampingan bisnis, pelatihan bisnis untuk UMKM, mentoring bisnis, program pengembangan bisnis

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat

AI untuk Profesional di Era Digital

AI untuk Profesional di Era Digital

Di era transformasi digital, Artificial Intelligence (AI) bukan lagi teknologi masa depan. AI sudah menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari—baik disadari maupun tidak.

Mulai dari rekomendasi konten, sistem rekrutmen otomatis, chatbot customer service, hingga analisis data bisnis—semuanya kini banyak ditenagai oleh AI.

Pertanyaannya bukan lagi “Apakah AI penting?”
Melainkan: “Apakah Anda sudah siap memanfaatkannya?”

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Apa itu AI dan bagaimana cara kerjanya

  • Dampak AI terhadap dunia kerja

  • Manfaat AI untuk profesional dan startup

  • Skill yang perlu dipelajari

  • Cara mulai belajar AI untuk pemula

Apa Itu Artificial Intelligence (AI)?

Artificial Intelligence adalah teknologi yang memungkinkan sistem komputer meniru kecerdasan manusia—seperti belajar dari data, mengenali pola, membuat keputusan, hingga menghasilkan konten.

Menurut perusahaan riset dan pengembangan AI global seperti OpenAI, AI modern berkembang pesat berkat kombinasi:

  • Machine Learning

  • Deep Learning

  • Natural Language Processing (NLP)

  • Computer Vision

AI saat ini tidak hanya menganalisis data, tetapi juga dapat menghasilkan teks, gambar, suara, bahkan kode pemrograman.

Mengapa AI Penting untuk Profesional?

1. AI Meningkatkan Produktivitas Secara Signifikan

Banyak tugas repetitif kini dapat diotomatisasi:

  • Menulis email profesional

  • Merangkum laporan panjang

  • Menganalisis data penjualan

  • Membuat draft presentasi

Tools berbasis AI dapat memangkas waktu kerja hingga 30–60%.

Profesional yang menggunakan AI cenderung bekerja lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan yang tidak.

2. AI Mengubah Struktur Pekerjaan

Banyak orang takut AI akan menggantikan pekerjaan manusia.

Realitanya, AI lebih sering mengubah cara kerja, bukan menghilangkan seluruh profesi.

Contoh perubahan nyata:

  • Marketing → Lebih berbasis data dan automasi

  • HR → Menggunakan AI untuk screening kandidat

  • Finance → Analisis risiko berbasis algoritma

  • Customer Service → Chatbot 24/7

Yang berubah adalah skill yang dibutuhkan.

3. AI Membuka Peluang Karier Baru

Beberapa profesi baru yang muncul karena AI:

  • AI Specialist

  • Prompt Engineer

  • Data Analyst

  • Automation Consultant

  • AI Product Manager

Artinya, AI bukan hanya tantangan—tetapi peluang besar.

Dampak AI terhadap Dunia Kerja

🔹 Pekerjaan Repetitif Akan Tergeser

Tugas administratif dan manual menjadi lebih mudah diotomatisasi.

🔹 Skill Analitis dan Kreatif Semakin Penting

AI bisa membantu proses, tetapi kreativitas, empati, dan strategi tetap membutuhkan manusia.

🔹 Kolaborasi Manusia + AI Menjadi Standar Baru

Ke depan, kompetensi utama bukan hanya skill teknis, tetapi kemampuan memanfaatkan AI secara strategis.

Manfaat AI untuk Startup dan Bisnis Digital

Bagi startup, AI bukan hanya alat bantu—tetapi akselerator pertumbuhan.

1. Efisiensi Biaya Operasional

Startup dapat:

  • Mengurangi kebutuhan customer support manual

  • Mengotomatisasi marketing

  • Mengoptimalkan inventory

2. Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

AI membantu menganalisis:

  • Perilaku pelanggan

  • Tren pasar

  • Prediksi penjualan

3. Personalisasi Pengalaman Pelanggan

AI memungkinkan rekomendasi produk yang lebih akurat dan meningkatkan konversi.

Banyak perusahaan teknologi global seperti Google dan Microsoft telah menjadikan AI sebagai fondasi utama strategi bisnis mereka.

Apakah AI Akan Menggantikan Pekerjaan Anda?

Ini adalah pertanyaan paling populer.

Jawabannya: tergantung.

AI tidak menggantikan manusia sepenuhnya. Namun:

Profesional yang tidak memanfaatkan AI berisiko tergantikan oleh mereka yang menggunakannya.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap revolusi teknologi selalu menciptakan peluang baru.

Kuncinya adalah adaptasi.

Skill yang Perlu Dipelajari untuk Menghadapi Era AI

Tidak semua orang harus menjadi programmer.

Berikut skill penting untuk profesional non-teknis:

1. AI Literacy

Memahami konsep dasar AI dan cara kerjanya.

2. Data Awareness

Mampu membaca dan memahami data dasar.

3. Prompt Engineering

Kemampuan memberikan instruksi efektif pada AI tools.

4. Critical Thinking

Mampu mengevaluasi output AI.

5. Digital Adaptability

Cepat belajar tools baru.

AI untuk profesional

Cara Memulai Belajar AI untuk Pemula

Berikut langkah praktis:

Langkah 1: Pahami Konsep Dasar

Pelajari apa itu machine learning, NLP, dan automation.

Langkah 2: Gunakan Tools AI Gratis

Coba gunakan tools berbasis AI untuk pekerjaan sehari-hari.

Langkah 3: Terapkan pada Pekerjaan Nyata

Gunakan AI untuk membantu tugas Anda.

Langkah 4: Ikuti Kursus atau Workshop

Banyak kursus online yang membahas AI untuk profesional non-teknis.

Strategi Menggunakan AI Secara Produktif

Agar tidak hanya sekadar “ikut tren”, gunakan pendekatan berikut:

  1. Identifikasi proses repetitif

  2. Tentukan tujuan jelas (hemat waktu? tingkatkan konversi?)

  3. Uji coba dalam skala kecil

  4. Evaluasi hasil

  5. Optimasi berkelanjutan

Tantangan dan Risiko AI

AI juga memiliki tantangan:

  • Bias data

  • Keamanan informasi

  • Ketergantungan teknologi

  • Kesalahan interpretasi output

Karena itu, penggunaan AI tetap membutuhkan pengawasan manusia.

Masa Depan AI: Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Dalam 5–10 tahun ke depan:

  • AI akan semakin terintegrasi di hampir semua industri

  • Otomatisasi akan meningkat

  • Kompetisi berbasis efisiensi akan semakin ketat

Profesional yang siap belajar dan beradaptasi akan berada di posisi unggul.

Kesimpulan: AI Adalah Alat, Bukan Ancaman

AI bukan musuh profesional. AI adalah alat.

Yang menentukan hasilnya adalah bagaimana Anda menggunakannya.

Mulai dari sekarang:

  • Pelajari dasar-dasarnya

  • Gunakan untuk meningkatkan produktivitas

  • Bangun skill yang relevan

Karena di era digital ini, pertanyaannya bukan lagi “Apakah AI akan datang?”

AI sudah di sini.

Dan masa depan karier Anda sangat bergantung pada seberapa cepat Anda beradaptasi

Perbedaan KOL dan KOC dalam Strategi Digital Marketing

Perbedaan KOL dan KOC dalam Strategi Digital Marketing

Dalam beberapa tahun terakhir, digital marketing berbasis rekomendasi menjadi salah satu strategi paling efektif untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Istilah seperti KOL (Key Opinion Leader) dan KOC (Key Opinion Consumer) semakin sering digunakan, terutama oleh brand dan UMKM yang memanfaatkan media sosial sebagai kanal pemasaran utama.

Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami perbedaan KOL dan KOC secara mendalam, sehingga salah memilih strategi, mengeluarkan biaya besar, tetapi hasilnya tidak optimal. Padahal, jika dipilih dan digunakan dengan tepat, baik KOL maupun KOC dapat memberikan dampak signifikan terhadap branding, kepercayaan, dan penjualan UMKM.

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Apa itu KOL dan KOC

  • Perbedaan utama KOL dan KOC

  • Kelebihan dan kekurangannya

  • Strategi penggunaan KOL dan KOC yang tepat untuk UMKM

  • Rekomendasi pendekatan yang relevan dan berkelanjutan

Apa Itu KOL (Key Opinion Leader)?

Key Opinion Leader (KOL) adalah individu yang memiliki pengaruh besar terhadap opini publik karena popularitas, keahlian, atau posisi profesionalnya. KOL biasanya memiliki audiens yang luas dan dikenal oleh banyak orang.

Karakteristik KOL

  • Memiliki jumlah pengikut besar

  • Dianggap ahli atau figur publik

  • Sering bekerja sama dengan banyak brand

  • Pengaruhnya kuat dalam membangun awareness

Contoh KOL

  • Selebriti

  • Influencer besar

  • Tokoh publik

  • Profesional ahli (dokter, chef, pakar bisnis)

Dalam strategi pemasaran, KOL sering digunakan untuk meningkatkan visibilitas dan citra brand dalam waktu singkat.

Key Opinion Leader

Key Opinion Leader

Apa Itu KOC (Key Opinion Consumer)?

Key Opinion Consumer (KOC) adalah konsumen nyata yang memberikan opini berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan produk atau layanan. KOC biasanya bukan figur terkenal, tetapi dipercaya karena ulasannya dianggap jujur dan relevan.

Karakteristik KOC

  • Konsumen atau pengguna asli produk

  • Audiens lebih kecil, tetapi spesifik

  • Tingkat kepercayaan tinggi

  • Konten terasa lebih natural dan autentik

Contoh KOC

  • Pelanggan loyal

  • Micro-influencer

  • Anggota komunitas

  • Reviewer lokal

Bagi UMKM, KOC sering menjadi aset pemasaran yang sangat efektif karena mampu membangun kepercayaan dengan biaya rendah.

Perbedaan KOL dan KOC dalam Digital Marketing

Berikut perbedaan utama antara KOL dan KOC yang perlu dipahami UMKM:

Aspek KOL KOC
Status Figur publik / ahli Konsumen nyata
Jumlah audiens Besar Kecil–menengah
Tingkat kepercayaan Sedang–tinggi Tinggi
Gaya promosi Lebih formal & profesional Natural & personal
Biaya kerja sama Tinggi Rendah / minim
Tujuan utama Brand awareness Trust & konversi
Dampak jangka panjang Branding Loyalitas pelanggan

Kelebihan dan Kekurangan KOL untuk UMKM

Kelebihan KOL

  • Jangkauan audiens luas

  • Cepat meningkatkan awareness

  • Cocok untuk peluncuran produk

  • Meningkatkan citra brand secara instan

Kekurangan KOL

  • Biaya relatif mahal bagi UMKM

  • Engagement belum tentu tinggi

  • Audiens bisa kurang relevan

  • Risiko dianggap sekadar iklan

Bagi UMKM dengan anggaran terbatas, penggunaan KOL perlu perhitungan yang sangat matang.

Kelebihan dan Kekurangan KOC untuk UMKM

Kelebihan KOC

  • Lebih dipercaya konsumen

  • Engagement tinggi

  • Biaya rendah

  • Cocok untuk membangun reputasi

  • Dampak nyata pada penjualan

Kekurangan KOC

  • Jangkauan terbatas

  • Dampak tidak instan

  • Perlu konsistensi dan jumlah KOC lebih banyak

Meski tidak secepat KOL, KOC cenderung lebih efektif dalam jangka panjang, terutama untuk UMKM.

KOL vs KOC: Mana yang Lebih Efektif untuk UMKM?

Tidak ada jawaban mutlak. Efektivitas KOL dan KOC sangat tergantung pada tujuan bisnis UMKM.

Gunakan KOL jika:

  • Ingin memperkenalkan brand baru

  • Target pasar luas

  • Memiliki anggaran promosi memadai

  • Fokus pada branding dan awareness

Gunakan KOC jika:

  • Ingin meningkatkan kepercayaan

  • Fokus pada penjualan

  • Target pasar spesifik

  • Anggaran terbatas

  • Menginginkan ulasan autentik

📌 Fakta penting:
Banyak UMKM justru mendapatkan hasil lebih baik dari KOC dibanding KOL, karena konsumen saat ini lebih percaya pada pengalaman sesama pengguna.

Strategi Menggunakan KOL dan KOC Secara Tepat

1. Jangan Hanya Melihat Jumlah Followers

Untuk UMKM, relevansi audiens jauh lebih penting dibanding jumlah pengikut.

2. Fokus pada Cerita, Bukan Hard Selling

Baik KOL maupun KOC sebaiknya:

  • Menceritakan pengalaman

  • Menjelaskan manfaat

  • Mengaitkan dengan kebutuhan nyata

3. Gunakan KOC sebagai Fondasi

Bangun:

  • Testimoni pelanggan

  • Review komunitas

  • Konten UGC (User Generated Content)

Ini akan memperkuat reputasi brand sebelum menggunakan KOL.

Contoh Strategi KOL & KOC untuk UMKM

Strategi KOL Skala UMKM

  • Pilih KOL lokal

  • Audiens relevan dengan produk

  • Durasi kerja sama singkat tapi terukur

  • Fokus edukasi dan storytelling

Strategi KOC Skala UMKM

  • Ajak pelanggan loyal memberi ulasan

  • Berikan insentif ringan

  • Repost konten mereka

  • Bangun komunitas pelanggan

Strategi ini lebih murah, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

Tren Digital Marketing: Mengapa KOC Semakin Penting?

Perilaku konsumen saat ini menunjukkan bahwa:

  • Konsumen semakin skeptis terhadap iklan

  • Rekomendasi personal lebih dipercaya

  • Konten autentik lebih menarik

Inilah alasan mengapa KOC menjadi strategi yang sangat relevan, terutama bagi UMKM yang ingin tumbuh secara berkelanjutan.

Peran Pendampingan dalam Strategi KOL & KOC UMKM

Banyak UMKM gagal memanfaatkan KOL dan KOC bukan karena salah konsep, tetapi karena:

  • Tidak punya strategi jelas

  • Salah memilih partner

  • Tidak mengukur hasil

Pendampingan seperti yang dilakukan oleh Nextup.id membantu UMKM:

  • Menentukan tujuan pemasaran

  • Memilih strategi yang sesuai kapasitas usaha

  • Menghindari pemborosan biaya promosi

  • Membangun pemasaran digital yang berkelanjutan

Kesimpulan

Perbedaan KOL dan KOC terletak pada pengaruh, kepercayaan, dan tujuan penggunaannya.

  • KOL efektif untuk meningkatkan awareness dalam waktu singkat

  • KOC unggul dalam membangun kepercayaan dan mendorong penjualan

Bagi UMKM, pendekatan paling relevan adalah:

Mengutamakan KOC sebagai fondasi kepercayaan, lalu menggunakan KOL secara selektif untuk memperluas jangkauan.

Strategi ini lebih realistis, efisien, dan sesuai dengan kondisi UMKM Indonesia.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Bisnis UMKM

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Bisnis UMKM

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah merupakan salah satu kebijakan sosial terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Fokus utama program ini adalah peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan. Namun, di balik tujuan sosial tersebut, MBG juga memiliki implikasi ekonomi yang besar, terutama terhadap kelangsungan dan pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia.

Bagi UMKM—khususnya di sektor pangan, pertanian, peternakan, perikanan, dan jasa pendukung—MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan potensi pasar baru berskala nasional. Artikel ini mengulas secara komprehensif seberapa besar dampak program MBG terhadap UMKM, peluang yang tercipta, tantangan yang dihadapi, serta strategi agar UMKM dapat memanfaatkan program ini secara berkelanjutan.

Program Makan Bergizi Gratis dalam Konteks Ekonomi UMKM

Program MBG dirancang dengan pendekatan rantai pasok lokal, di mana bahan pangan dan jasa pengolahan diupayakan berasal dari pelaku usaha di daerah. Artinya, UMKM tidak ditempatkan sebagai objek pasif, tetapi sebagai aktor ekonomi utama dalam implementasi program.

Dalam konteks ini, MBG berfungsi sebagai:

  • Stimulus permintaan bagi UMKM

  • Penggerak ekonomi lokal

  • Pintu masuk UMKM ke pasar institusional

  • Sarana peningkatan kapasitas usaha

Pendekatan ini sejalan dengan visi pengembangan UMKM berkelanjutan yang mendorong UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas.

Dampak Langsung Program MBG terhadap UMKM

1. Peningkatan Permintaan dan Kepastian Pasar

Salah satu tantangan utama UMKM adalah ketidakpastian pasar. Program MBG menghadirkan permintaan dalam jumlah besar dan relatif stabil, terutama untuk:

  • Bahan pangan segar (beras, sayur, buah, telur, ikan)

  • Produk olahan pangan

  • Jasa katering dan dapur produksi

  • Logistik distribusi lokal

Bagi UMKM yang terlibat, MBG memberikan:

  • Volume pesanan yang jelas

  • Jadwal distribusi terencana

  • Kepastian pembelian dalam periode tertentu

Kepastian ini sangat penting bagi keberlangsungan usaha, terutama UMKM skala mikro dan kecil.

2. Peningkatan Pendapatan dan Skala Produksi

Keterlibatan dalam program MBG mendorong UMKM untuk:

  • Meningkatkan kapasitas produksi

  • Mengoptimalkan aset usaha

  • Menambah jam operasional

Banyak UMKM yang sebelumnya beroperasi secara terbatas mulai merasakan kenaikan pendapatan signifikan, bahkan harus menambah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan. Hal ini menciptakan efek pengganda (multiplier effect) di tingkat lokal.

3. Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Dengan meningkatnya volume produksi dan distribusi, UMKM yang terlibat dalam MBG cenderung:

  • Merekrut tenaga kerja baru

  • Menggunakan tenaga lokal

  • Meningkatkan pendapatan rumah tangga sekitar

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga oleh komunitas tempat usaha tersebut beroperasi.

Makan Bergizi Gratis

Makan Bergizi Gratis

Dampak Tidak Langsung: Penguatan Kapasitas dan Daya Saing UMKM

1. Peningkatan Standar dan Profesionalisme

Untuk bisa terlibat dalam program MBG, UMKM harus memenuhi standar tertentu, seperti:

  • Kebersihan dan keamanan pangan

  • Konsistensi kualitas produk

  • Ketepatan waktu distribusi

  • Administrasi dan pencatatan usaha

Meski awalnya menjadi tantangan, standar ini justru mendorong UMKM untuk:

  • Lebih tertib secara operasional

  • Lebih profesional dalam pengelolaan usaha

  • Siap menghadapi pasar yang lebih besar di masa depan

2. Akses ke Pasar Institusional

Pengalaman menjadi pemasok program MBG dapat menjadi rekam jejak penting bagi UMKM. Hal ini membuka peluang untuk:

  • Bekerja sama dengan sekolah, rumah sakit, dan lembaga lain

  • Mengikuti pengadaan pemerintah atau swasta

  • Menjalin kemitraan jangka panjang

Dengan kata lain, MBG bisa menjadi batu loncatan UMKM menuju pasar yang lebih luas.

Tantangan Program MBG bagi Kelangsungan UMKM

Meski peluangnya besar, program MBG juga membawa sejumlah tantangan yang perlu dicermati secara bisnis.

1. Kesiapan Operasional UMKM

Tidak semua UMKM siap menghadapi lonjakan permintaan. Tantangan yang sering muncul:

  • Kapasitas produksi terbatas

  • Peralatan yang belum memadai

  • SDM yang belum terlatih

  • Manajemen stok yang lemah

Tanpa persiapan yang baik, peluang besar justru bisa menjadi risiko usaha.

2. Permodalan dan Arus Kas

Program berskala besar sering menuntut:

  • Modal kerja di awal

  • Pembelian bahan baku dalam jumlah besar

  • Sistem pembayaran yang tidak selalu instan

Bagi UMKM, tantangan arus kas bisa mengganggu kelangsungan usaha jika tidak didukung oleh:

  • Akses pembiayaan

  • Skema pembayaran yang ramah UMKM

  • Pendampingan keuangan

3. Ketergantungan pada Satu Sumber Pasar

UMKM yang terlalu bergantung pada program MBG berisiko ketika:

  • Skema program berubah

  • Volume pesanan menurun

  • Kebijakan berganti

Karena itu, MBG sebaiknya diposisikan sebagai penguat usaha, bukan satu-satunya sumber pendapatan.

Makan Bergizi Gratis

Makan Bergizi Gratis

Strategi Agar UMKM Dapat Bertahan dan Tumbuh melalui Program MBG

1. Penguatan Manajemen dan Operasional

UMKM perlu mulai membangun:

  • SOP produksi sederhana

  • Sistem pencatatan keuangan

  • Manajemen stok dan distribusi

  • Standar kualitas produk

Langkah ini penting agar UMKM tidak hanya lolos seleksi, tetapi juga mampu bertahan.

2. Kolaborasi dan Klasterisasi UMKM

Tidak semua UMKM harus berjalan sendiri. Melalui:

  • Klaster UMKM

  • Koperasi

  • Kemitraan produksi

UMKM bisa berbagi kapasitas, risiko, dan sumber daya untuk memenuhi permintaan MBG secara kolektif.

3. Diversifikasi Pasar dan Produk

UMKM perlu tetap:

  • Mengembangkan pasar non-MBG

  • Menciptakan produk turunan

  • Memperkuat branding usaha

Dengan demikian, ketika program MBG berakhir atau berubah, usaha tetap berjalan.

Peran Pendampingan dalam Memaksimalkan Dampak MBG bagi UMKM

Banyak tantangan UMKM dalam program MBG bukan pada kemauan, tetapi pada:

  • Kurangnya pengetahuan manajerial

  • Minimnya pendampingan teknis

  • Keterbatasan akses informasi dan jejaring

Di sinilah peran pendampingan UMKM menjadi krusial. Pendekatan seperti yang dilakukan oleh Nextup.id—yang menekankan pendampingan berbasis praktik, konteks lokal, dan keberlanjutan—dapat membantu UMKM:

  • Memahami peluang MBG secara strategis

  • Meningkatkan kesiapan usaha

  • Menghindari risiko kegagalan

  • Mengonversi peluang jangka pendek menjadi pertumbuhan jangka panjang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak yang signifikan terhadap kelangsungan bisnis UMKM, khususnya dalam:

  • Menciptakan permintaan baru

  • Meningkatkan pendapatan dan skala usaha

  • Mendorong profesionalisme dan standar usaha

  • Menggerakkan ekonomi lokal

Namun, dampak positif tersebut tidak terjadi secara otomatis. Diperlukan kesiapan UMKM, dukungan ekosistem, serta pendampingan yang tepat agar MBG benar-benar menjadi motor penggerak UMKM berkelanjutan, bukan sekadar peluang sesaat.

Bagi UMKM yang mampu memanfaatkan program ini dengan strategi yang tepat, MBG dapat menjadi jalan masuk menuju usaha yang lebih tangguh, profesional, dan siap naik kelas.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat

Strategi Digital Marketing yang Relevan di Tahun 2026

Strategi Digital Marketing yang Relevan di Tahun 2026

Transformasi digital bukan lagi pilihan bagi UMKM, melainkan kebutuhan utama untuk bertahan dan berkembang. Memasuki tahun 2026, lanskap digital marketing mengalami perubahan signifikan: perilaku konsumen semakin digital, platform terus berevolusi, dan persaingan semakin ketat — tidak hanya antar UMKM lokal, tetapi juga dengan brand besar dan produk global.

Bagi UMKM, tantangannya bukan hanya ikut tren, melainkan memilih strategi digital marketing yang tepat, relevan, dan berkelanjutan sesuai dengan kapasitas bisnis. Artikel ini membahas secara komprehensif strategi digital marketing UMKM yang relevan di tahun 2026, disesuaikan dengan realitas UMKM Indonesia dan pendekatan pendampingan seperti yang dilakukan oleh Nextup.id.

Mengapa Digital Marketing UMKM Harus Berubah?

Banyak UMKM sudah menggunakan media sosial dan marketplace, tetapi hasilnya belum optimal. Hal ini terjadi karena:

  • Digital marketing dilakukan tanpa strategi

  • Fokus pada platform, bukan pada pelanggan

  • Konten dibuat tanpa tujuan bisnis yang jelas

  • Tidak ada evaluasi dan pengukuran

Tren Utama Digital Marketing 2026 untuk UMKM

Beberapa perubahan penting yang perlu dipahami UMKM:

  1. Konsumen semakin selektif dan sadar nilai

  2. Algoritma platform lebih mengutamakan kualitas & relevansi

  3. Konten personal dan autentik lebih unggul dibanding iklan agresif

  4. Data dan analitik sederhana menjadi keharusan

  5. Kepercayaan (trust) menjadi aset utama brand

Artinya, UMKM tidak cukup hanya “aktif online”, tetapi harus strategis dan terarah.

Prinsip Dasar Digital Marketing UMKM di Tahun 2026

Sebelum membahas platform dan taktik, UMKM perlu memahami fondasi strategi digital marketing.

1. Customer-Centric Marketing

Strategi harus dimulai dari:

  • Siapa target pelanggan?

  • Masalah apa yang mereka hadapi?

  • Solusi apa yang UMKM tawarkan?

UMKM yang berangkat dari pemahaman pelanggan akan lebih mudah membangun komunikasi yang relevan.

2. Fokus pada Nilai, Bukan Sekadar Produk

Di 2026, konsumen membeli:

  • Cerita

  • Nilai

  • Kepercayaan

  • Pengalaman

Produk yang sama bisa laku lebih mahal jika memiliki narasi dan positioning yang kuat.

3. Konsistensi Lebih Penting dari Viral

UMKM tidak perlu viral. Yang dibutuhkan adalah:

  • Konsisten hadir

  • Konsisten kualitas

  • Konsisten pesan

Strategi Digital Marketing - Nextup ID

Strategi Digital Marketing – Nextup ID

Strategi Digital Marketing UMKM yang Relevan di Tahun 2026

1. Branding Digital sebagai Pondasi Utama

Digital marketing tanpa branding ibarat promosi tanpa identitas.

Elemen Branding Digital UMKM:

  • Logo dan visual konsisten

  • Tone komunikasi yang jelas

  • Nilai dan pesan brand

  • Keunikan (USP)

Tips praktis:
UMKM tidak perlu mahal. Cukup pastikan:

  • Warna konsisten

  • Gaya konten seragam

  • Pesan mudah dipahami

2. Content Marketing yang Edukatif dan Humanis

Konten di 2026 tidak lagi sekadar jualan.

Jenis konten yang relevan:

  • Edukasi (tips, panduan, insight)

  • Cerita di balik usaha

  • Testimoni dan pengalaman pelanggan

  • Proses produksi atau layanan

  • Studi kasus sederhana

Prinsip konten UMKM:

  • Sederhana

  • Jujur

  • Relevan

  • Konsisten

Contoh:
Alih-alih “Promo Diskon 20%”, gunakan:

“Kenapa produk kami dibuat dengan bahan ini dan bagaimana dampaknya untuk pelanggan?”

3. Optimalisasi Media Sosial Secara Strategis

UMKM tidak perlu aktif di semua platform.

Platform yang relevan untuk UMKM:

  • Instagram: branding & visual produk

  • TikTok: storytelling & edukasi singkat

  • WhatsApp Business: konversi & hubungan pelanggan

  • Facebook: komunitas & pasar lokal

  • LinkedIn (opsional): UMKM B2B

Strategi 2026:

  • Pilih 1–2 platform utama

  • Fokus pada interaksi, bukan follower

  • Manfaatkan fitur video pendek

  • Gunakan storytelling

4. Pemanfaatan AI & Tools Digital Secara Sederhana

Di 2026, AI bukan ancaman bagi UMKM, tapi alat bantu.

Contoh pemanfaatan:

  • Ide konten media sosial

  • Caption dan copywriting

  • Analisis sederhana performa konten

  • Otomatisasi respon awal pelanggan

Catatan penting:
AI membantu, tapi human touch tetap kunci utama.

5. SEO & Website sebagai Aset Jangka Panjang

Media sosial bisa berubah, tetapi website adalah aset milik UMKM.

Manfaat website untuk UMKM:

  • Meningkatkan kredibilitas

  • Menjadi pusat informasi

  • Mendukung pencarian Google

  • Menampung konten edukatif

Strategi SEO UMKM:

  • Gunakan artikel berbasis masalah pelanggan

  • Judul jelas dan spesifik

  • Gunakan kata kunci lokal

  • Struktur artikel rapi dan mudah dibaca

Pendekatan ini sejalan dengan model edukasi dan literasi digital yang dikembangkan Nextup.id.

6. Digital Marketing Berbasis Komunitas

Di 2026, komunitas lebih kuat dari iklan.

Bentuk komunitas UMKM:

  • Grup WhatsApp pelanggan

  • Komunitas pengguna produk

  • Event online/offline

  • Kolaborasi dengan UMKM lain

Manfaat:

  • Loyalitas meningkat

  • Promosi organik

  • Feedback langsung dari pasar

7. Marketplace sebagai Kanal Pendukung, Bukan Satu-satunya

Marketplace tetap relevan, tetapi:

  • Persaingan harga sangat ketat

  • Margin tipis

  • Brand sulit dibangun

Strategi cerdas:

  • Gunakan marketplace untuk akuisisi awal

  • Bangun database pelanggan sendiri

  • Arahkan ke channel milik sendiri (WA, website)

8. Pengukuran & Evaluasi Sederhana tapi Konsisten

UMKM tidak perlu analitik rumit.

Indikator sederhana:

  • Konten mana yang paling banyak respon

  • Dari mana pelanggan datang

  • Produk mana yang paling diminati

  • Biaya promosi vs hasil

Evaluasi rutin akan membantu UMKM belajar dan berkembang.

Kesalahan Umum Digital Marketing UMKM yang Harus Dihindari

  1. Fokus jualan terus-menerus

  2. Ikut tren tanpa strategi

  3. Tidak konsisten

  4. Meniru brand besar tanpa adaptasi

  5. Tidak mengenal target pasar

  6. Mengabaikan data dan feedback

Peran Pendampingan dalam Keberhasilan Digital Marketing UMKM

Banyak UMKM gagal bukan karena tidak mau belajar, tetapi karena:

  • Bingung mulai dari mana

  • Tidak punya partner diskusi

  • Kurang pendampingan praktis

Di sinilah pendampingan, mentoring, dan coaching UMKM menjadi krusial — seperti pendekatan yang dikembangkan oleh Nextup.id, yang menekankan:

  • Pendekatan human-centered

  • Praktik langsung

  • Kontekstual sesuai kondisi UMKM

  • Berkelanjutan, bukan satu kali pelatihan

Strategi digital marketing UMKM di tahun 2026 bukan tentang teknologi tercanggih, tetapi tentang:

  • Pemahaman pelanggan

  • Konsistensi

  • Nilai

  • Keberlanjutan

UMKM yang mampu membangun strategi digital marketing yang sederhana, relevan, dan terarah akan memiliki peluang lebih besar untuk:

  • Bertahan

  • Bertumbuh

  • Naik kelas

Digital marketing bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk mencapai dampak bisnis yang nyata.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun: Menuju Pensiun Bermakna

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun: Menuju Pensiun Bermakna

Masa pensiun merupakan salah satu fase kehidupan yang tidak terpisahkan dari perjalanan karier setiap individu. Namun, kenyataannya banyak karyawan yang belum sepenuhnya siap menghadapi masa pensiun, baik dari sisi finansial, mental, kesehatan, maupun aktivitas setelah tidak lagi bekerja secara formal. Ketidaksiapan ini sering menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari stres, penurunan kualitas hidup, hingga kesulitan ekonomi di usia lanjut.

Di sinilah Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) memiliki peran yang sangat penting. Tim Nextup ID bersama PT Niterra Mobility Indonesia merancang Pelatihan MPP sebagai program edukatif dan transformatif yang membantu karyawan memahami, merencanakan, dan mempersiapkan masa pensiun secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang tepat, masa pensiun tidak lagi dipandang sebagai akhir dari produktivitas, melainkan sebagai awal fase kehidupan baru yang lebih bermakna, sehat, dan mandiri.

Bagi perusahaan, penyelenggaraan pelatihan MPP juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial serta wujud kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan hingga akhir masa pengabdiannya. Oleh karena itu, pelatihan masa persiapan pensiun semakin relevan dan dibutuhkan di berbagai sektor industri, baik BUMN, instansi pemerintah, maupun perusahaan swasta.

Pengertian Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP)

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) adalah program pelatihan yang dirancang khusus untuk membantu karyawan yang akan memasuki masa pensiun agar memiliki kesiapan secara menyeluruh. Program ini mencakup aspek perencanaan keuangan, kesiapan mental dan emosional, kesehatan fisik dan psikologis, serta perencanaan aktivitas atau usaha setelah pensiun.

Pelatihan MPP biasanya diberikan kepada karyawan yang akan memasuki masa pensiun dalam jangka waktu 1 hingga 5 tahun sebelum usia pensiun. Dengan rentang waktu tersebut, peserta memiliki kesempatan yang cukup untuk melakukan perencanaan, penyesuaian, dan pengambilan keputusan yang tepat terkait masa depannya.

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan praktis, sehingga peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan nyata.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun - Nextup ID

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun – Nextup ID

Tantangan yang Sering Dihadapi Menjelang dan Setelah Pensiun

Banyak individu menganggap pensiun sebagai fase yang “otomatis” akan berjalan dengan baik. Padahal, tanpa persiapan yang matang, masa pensiun justru bisa menjadi periode yang penuh tantangan. Beberapa tantangan umum yang sering dihadapi antara lain:

1. Tantangan Finansial

Menurunnya penghasilan secara signifikan setelah pensiun menjadi masalah utama. Banyak pensiunan yang belum memiliki perencanaan keuangan yang jelas, sehingga dana pensiun cepat habis dan tidak mampu menopang kebutuhan hidup jangka panjang.

2. Tantangan Psikologis

Pensiun sering kali menyebabkan kehilangan identitas diri, status sosial, dan rutinitas harian. Hal ini dapat memicu stres, kecemasan, rasa tidak berguna, bahkan depresi jika tidak dikelola dengan baik.

3. Tantangan Kesehatan

Usia pensiun biasanya beriringan dengan penurunan kondisi fisik. Tanpa gaya hidup sehat dan kesadaran menjaga kesehatan, risiko penyakit degeneratif akan meningkat.

4. Tantangan Sosial dan Produktivitas

Berhentinya aktivitas kerja membuat interaksi sosial berkurang. Banyak pensiunan merasa kesepian dan tidak produktif karena tidak memiliki kegiatan yang terarah.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun hadir untuk menjawab seluruh tantangan tersebut secara terintegrasi.

Tujuan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun

Pelatihan MPP memiliki tujuan utama sebagai berikut:

  1. Membantu peserta memahami realitas dan dinamika masa pensiun

  2. Meningkatkan kesiapan finansial jangka panjang

  3. Membangun kesiapan mental dan emosional

  4. Mendorong gaya hidup sehat dan aktif

  5. Membantu peserta menemukan aktivitas produktif pasca-pensiun

  6. Menciptakan transisi pensiun yang positif dan bermartabat

Dengan tujuan-tujuan tersebut, pelatihan MPP tidak hanya berfokus pada “bertahan hidup” di masa pensiun, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup.

Manfaat Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP)

1. Manfaat bagi Peserta

Bagi peserta, pelatihan MPP memberikan manfaat nyata, antara lain:

a. Kesiapan Finansial yang Lebih Baik

Peserta dibekali pengetahuan tentang:

  • Perencanaan keuangan pensiun

  • Pengelolaan dana pesangon dan dana pensiun

  • Strategi investasi yang aman dan berkelanjutan

  • Pengelolaan pengeluaran dan gaya hidup

b. Kesiapan Mental dan Emosional

Pelatihan MPP membantu peserta:

  • Menerima perubahan peran dan rutinitas

  • Mengelola stres dan kecemasan

  • Menemukan makna hidup setelah pensiun

  • Membangun rasa percaya diri menghadapi masa depan

c. Kesehatan dan Kualitas Hidup

Peserta memperoleh wawasan mengenai:

  • Pola hidup sehat di usia pensiun

  • Pencegahan penyakit degeneratif

  • Keseimbangan fisik, mental, dan spiritual

d. Peluang Produktivitas dan Kemandirian

Pelatihan MPP membuka wawasan peserta terhadap:

  • Peluang wirausaha pasca-pensiun

  • Pengembangan hobi menjadi sumber penghasilan

  • Kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat

2. Manfaat bagi Perusahaan

Bagi perusahaan, pelatihan masa persiapan pensiun memberikan dampak positif, antara lain:

  • Meningkatkan citra dan reputasi perusahaan

  • Menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan

  • Mengurangi kecemasan dan penurunan kinerja menjelang pensiun

  • Menciptakan hubungan kerja yang harmonis hingga akhir masa kerja

Pelatihan MPP juga menjadi bagian dari strategi manajemen SDM yang berkelanjutan.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun - Nextup ID

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun – Nextup ID

Materi yang Dibahas dalam Pelatihan Masa Persiapan Pensiun

Materi pelatihan MPP umumnya disusun secara komprehensif dan terstruktur, meliputi:

1. Mindset dan Psikologi Pensiun

  • Pemahaman tentang fase kehidupan pensiun

  • Mengubah paradigma pensiun dari “akhir” menjadi “awal baru”

  • Manajemen stres dan emosi

  • Penemuan tujuan hidup pasca-pensiun

2. Perencanaan Keuangan Pensiun

  • Evaluasi kondisi keuangan saat ini

  • Perencanaan anggaran jangka panjang

  • Pengelolaan dana pensiun dan investasi

  • Strategi perlindungan keuangan

3. Kesehatan Holistik di Masa Pensiun

  • Pola makan sehat

  • Aktivitas fisik yang sesuai usia

  • Kesehatan mental dan spiritual

  • Pencegahan penyakit kronis

4. Wirausaha dan Aktivitas Produktif

  • Pengenalan peluang usaha pasca-pensiun

  • Kewirausahaan berbasis pengalaman

  • Pengelolaan usaha skala kecil

  • Studi kasus dan praktik sederhana

5. Perencanaan Aktivitas dan Peran Sosial

  • Kegiatan komunitas

  • Aktivitas sosial dan keluarga

  • Pengembangan minat dan hobi

Metode Pelatihan yang Digunakan

Agar efektif, pelatihan MPP biasanya menggunakan metode pembelajaran yang interaktif, seperti:

  • Seminar dan workshop

  • Diskusi kelompok

  • Studi kasus

  • Simulasi perencanaan pensiun

  • Sharing pengalaman praktisi dan pensiunan sukses

Pendekatan ini membantu peserta memahami materi secara lebih mendalam dan aplikatif.

Waktu yang Tepat Mengikuti Pelatihan Masa Persiapan Pensiun

Idealnya, pelatihan MPP diikuti sejak 3–5 tahun sebelum memasuki usia pensiun. Namun, tidak ada kata terlambat untuk mulai mempersiapkan diri. Semakin dini persiapan dilakukan, semakin besar peluang untuk menikmati masa pensiun yang nyaman dan sejahtera.

Pelatihan MPP sebagai Investasi Jangka Panjang

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun bukanlah biaya, melainkan investasi jangka panjang. Bagi individu, investasi ini berdampak pada kualitas hidup di masa tua. Bagi perusahaan, investasi ini menciptakan transisi pensiun yang sehat, terencana, dan bermartabat.

Pensiun yang direncanakan dengan baik akan mengurangi risiko masalah sosial dan ekonomi di kemudian hari.

Masa pensiun adalah fase kehidupan yang pasti akan dihadapi oleh setiap karyawan. Tanpa persiapan yang matang, masa pensiun dapat menjadi periode yang penuh tantangan. Namun, dengan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang tepat, masa pensiun justru dapat menjadi masa yang penuh peluang, ketenangan, dan makna.

Bersama Nextup ID, kami menemani karyawan anda dalam menyusun perencanaan finansial yang baik, kesiapan mental yang kuat, gaya hidup sehat, serta aktivitas produktif, pensiun bukan lagi akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kehidupan yang lebih berkualitas.Jika Anda atau perusahaan Anda ingin memastikan masa pensiun yang sejahtera dan mandiri, mengikuti pelatihan MPP adalah langkah strategis yang sangat direkomendasikan.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat