by adminnextup | Oct 17, 2022 | Articles
WhatsApp Business merupakan salah satu layanan yang disediakan WhatsApp yang ditunjukkan bagi para pelaku bisnis. WhatsApp Business adalah aplikasi gratis yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pemilik bisnis. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur yang dapat meningkatkan kredibilitas toko, menjalin komunikasi dengan baik ke pelanggan, sekaligus mengunggah konten produk yang kamu jual.
Menggunakan WhatsApp Business sebagai bagian dari strategi pengiriman pesan Anda dapat menjadi pengubah permainan sebagai alat komunikasi yang diperlukan untuk membantu Anda tetap kompetitif. Disamping banyak pengguna WhatsApp dalam skala global sehingga menjadikan aplikasi perpesanan ini sebagai aplikasi terbesar saat ini. Oleh karena itu aplikasi WhatsApp mempunyai inisiatif mengembangkan fitur mereka seperti Whatsapp Business.
Sederhananya, WhatsApp Business memungkinkan perusahaan untuk mengirim pesan kepada pelanggan mereka dengan aman dan langsung di dalam platform perpesanan WhatsApp. Satu keunggulan dibandingkan SMS adalah WhatsApp terikat langsung ke satu nomor telepon dan menyediakan profil bisnis dari brand, bukan dalam bentuk serangkaian digit. Hal ini memungkinkan konsumen untuk segera mengetahui dengan siapa mereka mengobrol atau menerima pesan.
WhatsApp juga menyediakan informasi pengiriman yang andal, memberi perusahaan manfaat tambahan untuk mengetahui pesan apa yang telah dikirim dan pada akhirnya, dibaca. Ada juga trend yang berkembang untuk menggunakan perpesanan bisnis untuk tujuan perpesanan bisnis yang memungkinkan tim penjualan dan dukungan untuk menjawab pertanyaan produk atau layanan pelanggan dengan pesan kontekstual yang kaya, yang pada akhirnya, akan memfasilitasi transaksi baru atau membuat pelanggan saat ini senang.
Sejak WhatsApp telah diinstal sebelumnya di banyak ponsel smartphone di seluruh dunia, adopsi pengguna akan platform perpesanan ini telah meroket dan terus tumbuh. Itu berarti pelanggan Anda mungkin sudah menggunakan aplikasi tersebut. Untuk membuat koneksi pelanggan yang perlu Anda lakukan hanyalah menyiapkan profil WhatsApp Business dan mengaitkannya dengan nomor bisnis Anda dan karena kehadiran bisnis Anda hanya terikat pada satu nomor telepon. Anda dapat dengan mudah memasukkannya dalam semua program pemasaran Anda untuk menarik lebih banyak pelanggan agar membuat hubungan langsung secara personal dengan pelanggan Anda.

wa business – nextup id
CARA UPGRADE WA MESSENGER KE WA BUSINESS

Unduh Aplikasi WhatsApp Business Di Play Store

Setelah Aplikasi Terbuka, Klik “Setuju & Lanjutkan”

Pastikan nomor yang akan Anda gunakan. Lalu pilih “Gunakan +62xxxxx”.
Tapi jika Anda menggunakan nomor lain, silahkan pilih “Gunakan Nomor Lain”

Masukkan nomor lain yang akan didaftarkan. Lalu pilih “Lanjut”

Masukkan “Kode OTP” melalui SMS untuk verifikasi akun

Pastikan Proses “Verifikasi berhasil/selesai”

Pilih “Tampilkan Opsi Lainnya” lalu Isi semua informasi terkait bisnis Anda

Lengkapi informasi dengan mengisi Nama Bisnis, Kategori Bisnis, Alamat, serta Foto Profil. Lalu pilih “Lanjut”

Setelah semuanya terisi, selanjutnya klik “Mulai” untuk membuat katalog produk.
Tambahkan produk beserta keterangan produk Anda di Katalog.

Terakhir, percakapan bisa dimulai dan Anda bisa melanjutkan penjualan produk di akun WhatsApp Business
Apa Saja Fitur Pada WhatsApp Business?
WhatsApp Business membantu pengusaha untuk membuat pengiriman pesan secara profesional, membangun kepercayaan melalui profil bisnis, menanggapi pelanggan dengan mudah dengan balasan otomatis, mengatur daftar kontak pelanggan, dan mempromosikan produk atau layanan secara pribadi dan langsung.
Berikut fitur-fitur WhatsApp Business:
1. Buat profil bisnis
Dalam versi WhatsApp Business, Anda akan menemukan halaman profil yang lebih detail. Dengan WhatsApp Business, Anda bisa menyisipkan informasi website, alamat dan jam operasional.
Hal tersebut tidak tersedia pada versi regulernya untuk kepentingan privasi. Sehingga akun bisnis WhatsApp memiliki pendekatan tersendiri yang sangat bermanfaat bagi pelaku usaha.
Selain itu, informasi website juga akan mendorong potensi konversi apabila Anda telah memiliki halaman web yang aktif dan lengkap. Tentu hal tersebut sangat membantu Anda sebagai pelaku usaha.
2. Upload Produk Katalog
Salah satu fungsi dasar lain yang terdapat pada akun bisnis WhatsApp adalah katalog digital. Fitur katalog digital tersebut juga hanya tersedia di WhatsApp Business.
Pada fitur katalog digital, Anda dapat menyisipkan informasi produk dan varian yang tersedia. Informasi tersebut bahkan mencakup foto, harga, dan detail lain yang ingin Anda masukkan.
Katalog produk pada WhatsApp Business mendukung informasi yang efisien dan menarik bagi pelanggan. Fitur tersebut juga bahkan dapat terhubung dengan pesan untuk proses diskusi lanjutan.
Anda dapat mengatur katalog tersebut sesuai kebutuhan. Sangat disarankan agar Anda mengelolanya dengan aktif. Selain itu, Anda juga perlu meng-update katalog tersebut secara berkala.
3. Pesan Otomatis
Dalam pesan otomatis ini, penjual bisa menuliskan kalimat sapaan dengan informasi tambahan seputar bisnis.
WhatsApp Business memungkinkan penggunanya mengirimkan pesan otomatis dan pengguna dapat menanggapi pelanggan secara 24 jam sehingga pelanggan merasa tidak diabaikan.
Pesan otomatis juga dapat membuat ucapan selamat datang kepada pelanggan baru sehingga dapat membantu merek penggunanya untuk dipromosikan dan memberikan informasi pengantar tentang merek pengguna.
4. Siapkan Tanggapan Balas Cepat
Pada versi WhatsApp Business, Anda dapat menemukan pengaturan balasan otomatis. Fitur tersebut dapat Anda manfaatkan untuk memberi informasi dasar saat pelanggan mengirim pesan.
Beberapa informasi dasar yang dapat Anda berikan antara lain:
- Informasi jam operasional;
- Pesan untuk menunggu beberapa saat;
- Informasi hari libur dan penundaan balasan; serta
- Berbagai pesan otomatis lainnya.
Fitur tersebut sangat berguna pada Anda yang memiliki akun bisnis WA. Pasalnya, pelanggan dapat menerima informasi yang lebih jelas saat pertama kali menghubungi Anda di kontak tersebut.
5. Mengirim Siaran Ke Grup Pelanggan
Jika pelanggan telah menambahkan Anda ke kontak mereka, Anda dapat mengirimi mereka pesan dengan pesan broadcast meski terbatas pada 256 penerima sekaligus.
6. Keranjang
WhatsApp Business memiliki fitur keranjang. Fitur ini digunakan ketika pelanggan tertarik untuk membeli produk Anda. Mereka bisa dengan mudah memasukkan barang pilihannya ke fitur keranjang.
Nantinya, sistem keranjang tersebut akan otomatis tersambung ke ruang obrolan pemilik akun bisnis untuk memproses pesanan pembeli.
7. Kategorikan Pelanggan Dan Obrolan Dengan Label
WhatsApp Business juga memiliki fitur untuk memberi label pada pesan yang Anda terima. Label tersebut dapat Anda kelola sesuai kebutuhan, termasuk pengelompokkan status pesanan.
Denga fitur label pesan pada akun bisnis WA, Anda dapat memisahkan pesan dari pelanggan yang berada dalam tahap proses, tertarik atau bahkan telah menyelesaikan pembelian.
Fitur tersebut sangat membantu dalam mengelola pelanggan sesuai tahapan transaksi yang terjadi. Selain itu, fitur label juga dapat Anda gunakan untuk membedakan relasi seperti operasional, logistik, dan lainnya.

Whatsapp Business – nextup id
Keunggulan WhatsApp Business
Jika dibandingkan dengan penggunaan WhatsApp biasa, tentu dengan adanya embel – embel Business akan membedakan setiap pengguna dan intensi mereka menggunakan platform ini. Berikut keunggulan yang bisa didapatkan dari WhatsApp Business.
1. Komunikasi Dua Arah yang Nyaman
WhatsApp Business memberi perusahaan cara untuk terlibat dalam perpesanan dua arah dengan pelanggan melalui aplikasi yang kemungkinan besar sudah mereka gunakan untuk percakapan obrolan sehari-hari. Aplikasi ini menawarkan bisnis yang nyaman dan langsung ke berbagai komunikasi dan kampanye pelanggan.
2. Meningkatkan Layanan Pelanggan
Waktu dimana layanan pelanggan dan panggilan dukungan model lama telah berakhir dengan adanya kemudahan WhatsApp ini. WhatsApp Business memberi perusahaan lingkungan pribadi untuk mengobrol dengan pelanggan secara real-time. Dengan menyediakan informasi dan dukungan yang dicari pelanggan Anda, WhatsApp Business membantu memupuk loyalitas dan kepercayaan.
3. Percakapan yang Diverifikasi oleh Brand
Setiap bisnis harus membuat Profil Bisnis di WhatsApp, sebuah identitas bisnis unik yang memasukkan elemen branding ke dalam percakapan WhatsApp Anda. Anda dapat menambahkan nomor kontak, URL situs web, lokasi toko, detail promosi dan lainnya. WhatsApp Business juga memungkinkan Anda menambahkan multimedia ke pesan, termasuk gambar, video dan dokumen.

Whatsapp Business – nextup id
4. Jangkauan Global
WhatsApp adalah aplikasi perpesanan paling populer di lebih dari 100 negara, dengan basis pelanggan global lebih dari 2 miliar, menjadikannya saluran yang sempurna bagi bisnis untuk menjangkau khalayak yang tertawan.
5. Memulai Lebih Banyak Percakapan Secara Otomatis
Setelah pengguna memilih untuk menerima pesan WhatsApp dari bisnis Anda, Anda dapat membuat pesan template yang memberitahu pelanggan untuk mengambil langkah berikutnya dan memulai percakapan. Dengan memberlakukan kebijakan yang ketat untuk kualitas konten dan waktu respons, WhatsApp memastikan pengguna tidak menerima komunikasi berisi spam atau tidak relevan. WhatsApp juga mengharuskan pengguna bisnis untuk menanggapi pesan pelanggan yang masuk dalam waktu 24 jam menggunakan pesan non-template.
6. Tambahan Keamanan Dengan Keikutsertaan Pesan Pelanggan
Mengelola berbagai peraturan dan undang-undang kepatuhan bisa menjadi masalah besar bagi bisnis yang tidak mempunyai banyak dukungan untuk melakukannya. WhatsApp memasukkan fitur keamanan seperti enkripsi end-to-end dan otentikasi dua faktor untuk menjaga keamanan konsumen dan bisnis. WhatsApp Business juga memverifikasi akun bisnis Anda setelah pendaftaran, memastikan identitas pelanggan Anda ketika mereka memilih untuk menerima teks dan komunikasi Anda.
Sebagai pelaku usaha kita harus dapat memanfaatkan kesempatan kecil yang ada. Kita harus dapat bisa mengupgrade diri dengan perkembangan media yang selalu mengalami perubahan. Media memberikan kita solusi untuk mempermudah bisnis, akan tetapi banyak dari Anda yang masih belum paham untuk memulai dari mana. Masih banyak ketakuatan dan kurangnya kepercayaan diri untuk memulai mencoba. Ada banyak kasus bahwa pelaku usaha takut untuk mempromosikan produknya karena kurang percaya diri dan bahkan malu dengan produk yang mereka pasarkan. Alhasil, mereka hanya menggunakan cara berjualan disuatu tempat dan menunggu pembeli untuk datang. Pemikiran seperti inilah yang harus segera di upgrade agar bisnis yang sedang dijalankan ingin berkembang. Sebagai perusahan training yang bergerak dalam pendampingan pelaku bisnis, Nextup.id sudah berpengalaman dalam mendamping program pelatihan kegiatan pelaku usaha. Anda dapat berkonsultasi mengenai kendala bisnis yang sedang dihadapi. Team Nextup.id siap untuk medampingi Anda.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
by M Arif Rahmat | Sep 28, 2022 | Articles
Perkembangan media di era digital menjadi sarana masyarakat dalam berkomunikasi, mencari informasi dan hiburan. Perbandingan waktu yang diluangkan masyarakat lebih banyak untuk melakukan aktifitas online daripada offline. Itulah yang menjadi dasar media di era digital menjadi alat untuk individu dalam mencari keuntungan dalam bisnis.
Dalam ekonomi yang didorong oleh teknologi saat ini, setiap organisasi berusaha menciptakan identitas digital merek mereka agar mudah dikenal di kalangan konsumen. Karena konsumen saat ini menghabiskan lebih banyak waktu di platform digital, mempertahankan kehadiran online sangat penting bagi perusahaan untuk tetap sukses dan relevan.Karena kebutuhan ini, telah ada kemajuan signifikan di bidang digital branding yang dilakukan oleh banyak perusahaan dan organisasi.
Digital Branding yang juga dikenal sebagai pencitraan merek digital pada perkembangan teknologi saat ini sangat diperlukan untuk meningkatkan keberberhasil bagi setiap pelaku usaha. Harus ada strategi yang sesuai agar digital branding yang sudah terkonsep bisa mudah untuk untuk diingat oleh kalangan masyarakat.

branding – nextup.id
Pengertian Branding
Branding adalah sebuah proses menciptakan persepsi positif yang kuat tentang produk, jasa, atau perusahaan yang melekat di benak konsumen dengan menggabungkan elemen-elemen seperti logo, desain visual, misi, dan tema yang konsisten di semua marketing channel. Branding bisa juga disebut sebagai bentuk komunikasi perusahaan dengan konsumen yang menjadi sasaran.
Tujuan utama branding adalah memperkenalkan jasa atau produk yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen. Selain itu, branding juga bertujuan sebagai pembeda agar konsumen mudah mengenali dan membedakan produk kita dengan produk milik kompetitor.
Misalnya, jika membicarakan e-commerce berwarna orange. Di kepala kamu pasti akan langsung muncul nama brand atau e-commerce yang berwarna orange. Dari tagline juga bisa, seperti “Jagonya Ayam”, yang langsung mengingatkan kamu pada brand KFC. Padahal merek yang menjual ayam goreng ada sangat banyak. Begitu juga dengan seragam pegawai bank atau maskapai penerbangan yang dibuat berbeda-beda sesuai dengan brandnya agar mudah dikenali dan dibedakan dengan pesaingnya.
Selain membentuk kesan yang baik di masyarakat. Ada beberapa tujuan branding lainnya yang harus Anda ketahui. Diantara tujuan branding adalah sebagai berikut:
- Mengendalikan Pasar
Tujuan pertama yaitu untuk mengendalikan pasar. Mencoba bagaimana caranya agar melekat di pikiran masyarakat. Sehingga bisa mengalahkan para pesaingnya. Sekaligus sebagai perhitungan bagaimana keputusan yang akan diambil untuk langkah selanjutnya.
- Sebagai Pembeda
Kedua yaitu sebagai pembeda. Apabila sebuah simbol, warna dan gambar yang ditampilkan unik dan memiliki karakteristik yang khas. Maka masyarakat akan mudah untuk membedakan satu produk dengan yang lain. Juga meminimalisir kemungkinan terjadinya pembajakan.
- Membentuk Citra
Branding yang sukses dapat membentuk citra, menjamin kualitas, prestise dan memberikan keyakinan pada masyarakat terhadap sebuah produk. Hal tersebut bisa tercapai apabila pengalaman dan informasi diberikan secara lengkap pada masa pengenalan pertamanya.
- Sebagai Sarana Promosi
Terakhir sebagai sarana promosi atau meningkatkan daya tarik konsumen. Dengan menampilkan logo yang menjadi ciri khas. Serta melakukan sosialisasi atau kunjungan ke berbagai tempat. Seperti sekolah, pasar, event atau melakukan iklan baik di majalah, koran, televisi atau lainnya.
Tujuan tersebut akan tercapai dengan baik, apabila sebuah produk sudah memiliki label. Jika tidak, maka bagaimana masyarakat bisa mengenalnya? Promosi menjadi sia-sia dan cita-cita mengendalikan pasar tidak akan tercapai.

branding – nextup.id
Perbedaan Branding Era Digital Dengan Masa Sebelumnya
Sebelum adanya era digital masyarakat melakukan branding melalui metode radio atau pun televisi bisa juga dilakukan secara langsung di tempat umum. Dengan metode ini masyarakat akan melihat atau mendengarkan produk yang di iklan kan. Memasarkan menggunakan iklan televisi atau radio mampu menarik orang untuk membeli produk tersebut setelah melihat atau mendengarkan melalui televisi atau pun radio. Metode ini terkadang dapat merugi karena pengeluaran biaya untuk mengiklankan produk di televisi maupun radio sangat mahal. Metode branding yang dilakukan secara langsung, metode ini dilakukan dengan membuat poster, selebaran, dan banner
Pada Era digital saaat ini berhubungan dengan internet. Internet biasa digunakan oleh banyak orang mulai dari mencari informasi hingga digunakan untuk berbelanja. Keberadaan internet di zaman sekarang telah memberikan dampak yang konkret di dunia bisnis, di mana branding pun dilakukan melalui media digital atau biasa lebih dikenal dengan sebutan digital branding. Digital branding sendiri memiliki arti sebagai upaya yang dilakukan oleh pelaku bisnis untuk mendesain dan membangun brand mereka secara online dengan menggunakan platform digital. Di dalam membangun dan memperkenalkan brand dari perusahaan, pelaku bisnis dapat menggunakan aplikasi, website, media sosial, market place dan e-commerce.
Mengapa Harus Ada Upaya Branding?
Banyak manfaat yang akan diperoleh jika branding dilakukan secara tepat dan cepat. Apalagi di era sekarang, masyarakat bisa memilih mana yang bagus dan tidak. Sehingga meningkatkan persaingan di kalangan pebisnis agar produknya mendapatkan tempat dihati masyarakat. Terlebih di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Adapun beberapa manfaat branding adalah:
- Branding Dapat Meningkatkan Nilai Bisnis
Citra yang ada pada brand Anda sangat penting ketika Anda mencoba membangun bisnis berkelanjutan. Brand juga dapat meningkatkan nilai bisnis dengan memberi perusahaan lebih banyak pengaruh positif didalam industri, perusahaan Anda akan dinilai sebagai peluang investasi yang lebih menarik karena tempatnya yang mapan di pasar.
- Memberikan Daya Tarik Tersendiri
Branding yang tepat dengan menampilkan citra dan kesan yang bagus. Bisa membuat konsumen tertarik untuk membelinya.
- Mendapatkan Loyalitas Pelanggan
Manfaat selanjutnya yaitu dapat meningkatkan loyalitas (kesetiaan) pelanggan. Sehingga ia tidak akan beralih kemana-mana dan kapasitas produksi akan tetap stabil.
- Mendapatkan Harga Jual yang Tinggi
Semakin laris sebuah produk, membuka kesempatan bagi perusahaan untuk meningkatkan harga jual. Hal ini tentunya tidak menjadi masalah, karena sudah dipercaya oleh masyarakat.
- Kesempatan dalam Melakukan Diferensiasi Produk
Membuka kesempatan untuk membuat produk yang berbeda dengan brand yang sama. Tanpa mengeluarkan banyak biaya untuk promosi.
- Merek akan Terkenal dengan Mudah
Branding yang tepat akan membuat merek Anda lebih mudah dikenal. Karena branding dapat membedakan bisnis Anda dengan bisnis kompetitor.
- Memberikan Bisnis Anda Posisi yang Kuat dalam Industri
Dalam jangka panjang, usaha memperkuat merek akan menempatkan bisnis Anda pada posisi yang strategis dalam industrinya.
- Mendukung Pemasaran Merek itu Sendiri
Usaha pemasaran Anda akan lebih mudah jika memiliki merek yang sudah dipercaya. Konsumen yang puas dengan produk atau layanan Anda akan cenderung merekomendasikannya ke orang lain.

branding – nextup.id
Contoh Meningkatkan Brand Awareness
Melakukan branding memang tidak semudah yang dibayangkan. Perlu waktu yang cukup panjang. Sehingga diperlukan strategi yang cepat agar berhasil. Berikut ini cara branding yang bisa Anda lakukan:
- Menentukan Logo Sesuai Konsep Perusahaan
Dengan adanya logo mampu mencerminkan sebuah identitas dari perusahaan itu sendiri agar lebih dikenal banyak orang, oleh karena itu membangun brand adalah hal yang penting dalam memulai bisnis. Meskipun ada sebagian logo yang tidak mewakili dari identitas perusahaan, akan tetapi kebanyakan logo yang ada biasanya didesain berdasarkan filosofi yang terkandung di dalamnya. Salah satu cara membangun brand perusahaan yaitu dengan menciptakan logo yang berkualitas. Karena logo merupakan sebuah representasi visual yang akan membuat produk Anda menjadi lebih unik dan menarik. Dalam bidang pemasaran, logo berfungsi untuk memperkuat iklan dalam pengenalan produk kepada masyarakat.
- Membuat Desain Kemasan Yang Menarik
Design kemasan merupakan salah satu bagian penting dalam upaya branding. Bukan hanya untuk bisnis besar, pelaku usaha kecil dan menengah juga harus memikirkan konsep kemasan yang dapat menarik target pasar. Tidak sedikit calon pelanggan yang enggak membeli atau menggunakan suatu produk hanya karena melihat kemasan tidak didesain menarik. Itu artinya, kemasan berpengaruh terhadap keputusan konsumen. Maka dari itu, membuat desain kemasan perlu pertimbangan yang tepa
3. Membuat Iklan
Bagi perusahaan yang besar tidak kesusahan dalam memasang iklan karena banyaknya biaya yang mereka miliki. Tetapi untuk perusahaan kecil atau UKM branding menggunakan website adalah pilihan yang tepat. Selain menghemat biaya juga mampu meraih pasar yang lebih luas.
Atau juga bisa melalui sosial media. Baik instagram, facebook atau whatsapp. Tapi pastinya, dibutuhkan kreatifitas yang tinggi serta trik-trik khusus agar dilirik oleh konsumen.
4. Mengadakan Event
Strategi branding untuk pemula selanjutnya adalah mengadakan event. Baik itu bazar, ataupun pameran. Tapi harus disesuaikan dengan bisnis yang sedang dijalankan. Seperti contoh Anda berbisnis di bidang makanan, maka ikuti festival kuliner baik tingkat daerah maupun nasional. Pilihlah stand yang strategis dan hiaslah semenarik mungkin.
5. Memberikan Nilai Tambah Sebuah Produk
Paling penting, berikan nilai tambah sebuah produk yang Anda jual. Jangan hanya berisikan konten promosi atau iklan saja. Tapi juga penting memasukkan konten edukasi. Dengan cara ini, hubungan yang terjalin antara Anda dan konsumen semakin kuat. Dan pada akhirnya, mereka memiliki loyalitas tinggi terhadap Anda.
6. Strategi Individual Branding
Yaitu memberi nama berbeda dalam satu brand produk. Semisal Anda bisa mencontoh wings yang mengeluarkan So Klin dan Daia. Dengan melihat potensi dan apa yang dibutuhkan pasar. Contoh lainnya yaitu Unilever yang mengeluarkan Surf dan Rinso. Yang mana masing-masing memiliki kelebihan dan masih banyak lagi yang lainnya.
7. Family Branding
Yaitu penggunaan nama yang sama pada produk yang berbeda. Tetapi tetap disesuaikan dengan jenisnya. Misalkan suzuki, ia mempunyai banyak varian motor seperti Suzuki Sky Wive, Suzuki Smash, Suzuki Thunder, Suzuki Spin dan lain-lain. Contoh lainya yaitu Gery yang masih satu grup dengan Garuda Food. Ia mengeluarkan varian lainnya seperti Gery Toya-Toya, Gery Soes, Gery Salut. Tujuannya untuk mendompleng agar sebuah merek atau produk dikenal luas oleh masyarakat.
Startegy Branding memang terdengar mudah jika belum dilakukan, nyatanya fakta dilapangan jauh berbeda. Merubah pola pikir masyarakat untuk tertarik dan mempercayai produk yang kita pasarkan termasuk sulit. Sebagai pelaku usaha citra yang kita dapat dimasyarakat dibangun dari kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk atau jasa yang Anda pasarkan. Nextup.id mengajak Anda sebagai pelaku usaha untuk mempelajari lebih dalam mengenai Strategi Branding. Nextup.id akan membantu anda dalam memiliki konsep usaha yang menarik agar lebih dikenal masyarakat. Anda juga bisa berkonsultasi ataupun mendapatkan terapi layanan untuk mengatasi berbagai kendala dalam usaha Anda. Segera hubungi kontak yang tersedia untuk membantu menemukan solusi terbaik.
#branding #brandingdesign #brandinginspiration #brandingagency #brandingtips #brandingidentity #brandingstrategy #brandingstudio #brandingdesigner #brandinglogo #brandingcoach #brandingproject #brandingdigital #brandingsolutions #brandingcompany #brandingmarketing #brandingconsultant #brandingforcreatives #brandingservice #businessbranding #employerbranding
kursus bisnis online, pelatihan bisnis online, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan usaha rumahan, pelatihan bisnis online gratis, kursus keterampilan untuk usaha, training bisnis online, pelatihan bisnis online gratis 2021, pelatihan wirausaha kuliner, pelatihan bisnis kuliner, pelatihan bisnis online gratis 2020, kursus usaha kuliner, pelatihan usaha laundry, pelatihan usaha kuliner, kursus bisnis kuliner, pelatihan usaha catering, kursus usaha online, pelatihan usaha online, training usaha laundry, kursus usaha laundry, kursus untuk usaha, pelatihan usaha mandiri, pelatihan bisnis minuman, pelatihan bisnis laundry, kursus usaha konveksi, pelatihan usaha konveksi, training usaha kuliner, pelatihan usaha minuman, pelatihan sukses bisnis online shop di instagram, kursus usaha rumahan, pelatihan usaha bakso, kursus usaha bakso, pelatihan bisnis ibu rumah tangga
Nextup.id merupakan platform yang mempertemukan antara professional bisnis dan pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kapasitasnya untuk naik kelas
Phone: +62 858 0333 2788
Instagram: nextup_id
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
by adminnextup | Sep 12, 2022 | Articles
Ketika membeli sebuah barang, Apa yang membuat Anda tertarik? selain kualitas produk pasti tampilan kemasan mempengaruhi pilihan Anda. Pada beberapa kasus, konsumen bahkan tertarik untuk membeli suatu produk karena memiliki penampilan kemasan unik. Ternyata istilah “Don’t judge a book by its cover” berlaku juga kepada kemasan, padahal tidak semua kemasan yang menarik menjamin kualitas produk didalamnya. Karena itulah, penampilan kemasan memiliki peranan yang penting pada produk yang dijual.
Mengapa Produk Butuh Kemasan?
Sebagai pelaku bisnis Anda harus cermat dalam mencari cara agar produk terus digemari komsumen. Selain kualitas produk, kemasan juga mempunyai andil besar dalam menarik minat konsumen. Ketika membeli suatu produk makanan ringan yang hanya dikemas dengan plastik biasa, sering sekali mendapatkan produk yang sudah tidak renyah dan ada perubahan rasa. Padahal penjual menginformasikan bahwa makan ringan tersebut baru saja diproduksi. Hal tersebut sering terjadi karena plastik hanya di tutup dengan menggunakan stapler, sehingga masih ada ruang untuk udara dapat masuk. Dalam kemasan plastik tersebut juga tidak dilengkapi dengan keterangan tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa. Hal itu bisa merugikan konsumen karena kurangnya informasi yang didapat dari produk tersebut.
Kemasan dapat diartikan sebagai salah satu media komunikasi antara produk dengan konsumnennya. Jika kemasan terlihat menarik dan memilliki karkter yang kuat dan memikat, besar kemungkinan konsumen akan selalu ingat dengan produk tersebut.
- Melindungi Produk
Kemasan memiliki fungsi penting dalam melindungi kualitas produk agar tidak mudah rusak. Produk membutuhkan kemasan agar dapat melindungi produk dari goresan, basah, cacat, terik matahari dan bakteri. Ketika pengiriman produk berisiko mengalami kerusakan dalam perjalanan. Hal itu bisa disebabkan karena terjatuh atau tertimpa barang lain. Kemasan yang baik akan membuat produk menjadi lebih terjamin keamananya.
- Membangun Kepercayaan Konsumen
Kemasan produk yang baik dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Didalam bisnis online, konsumen Anda akan puas jika produk telah sampai ketanganya dalam kondisi baik. Dengan adanya kepuasan secara otomatis kepercayaan konsumen terhadap produk akan terbangun.
- Menambah Daya Tarik
Dalam mendesain produk Anda harus dapat mencari jasa desainer yang sudah perbengalaman. Desainer akan lebih paham mengenai desain bentuk, dan material kemasan yang sesuai PPdengan jenis produk Anda. Dengan rancangan yang akan dituangkan kedalam produk Anda, kemasan akan terlihat lebih kreatif dan berkonsep. Kemasan yang memiliki keunikan dan daya tarik, menjadi nilai tambah untuk konsumen membelinya.
- Mempromosikan Produk
Didalam kemasan produk Anda dapat mencantunkan mengenai informasi tentang produk Anda. Seperti nama brand, logo, slogan, harga, alamat website, akun media sosial, manfaat, komposisi, dan lain-lain. Informasi yang sudah Anda cantumkan adalah bagian dari cara promosi untuk memperkenalkan keunggulan produk. Perhatikan juga informasi produk agar tidak sampai memenuhi desain kemasan, karena akan terlihat menjadi tidak menarik.
- Memperkuat Karakteristik Produk
Dalam dunia bisnis produk yang kita pasarkan terkadang sama dengan pembisnis lain, kemasan produk adalah salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk membuat perbedaan. Kemasan produk akan menjadi identitas produk Anda. Dalam menentukan kemasan produk Anda harus membuat konsep yang menarik, agar konsumen dapat lebih mudah mengingat dan mengenal bisnis Anda dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Jadikan kemasan Anda terlihat spesial sehingga konsumen merasa senang bisa memakai produk Anda.

Memahami Pembagian & Perbedaan Kemasan Produk
Kemasan merupakan sebuah wadah produk yang berfungsi untuk melindungi produk. Selain itu juga kemasan berfungsi sebagai media informasi dari produk itu sendiri dan juga dapat berfungsi sebagai media promosi produk.
Jenis kemasan suatu produk dengan produk lainnya tentu berbeda. Anda harus dapat membedakan Jenis kemasan apa yang cocok untuk produk Anda. Jika produk Anda berjenis makanan berkuah tidak mungkin Anda menggunakan kemasan kertas yang mudah rusak. Mungkin plastik cocok untuk untuk makanan berkuah tetapi ada beberapa plastik yang akan rusak jika terkena kuah panas. Karena itulah Anda harus bisa membedakan karakteristik bahan kemasan yang Anda pilih. Hal pertama yang harus Anda pelajari yaitu mengetahui jenis-jenis kemasan, yaitu:
- Kemasan berdasarkan struktur isi kemasan
- Kemasan Primer, yaitu kemasan yang langsung membungkus produk (bahan pangan). Contoh jenis kemasan ini adalah bungkus snack, kaleng susu, dan botol minuman.
- Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang digunakan untuk mengemas produk yang telah dikemas dengan kemasan primer. Contoh jenis kemasan ini adalah karton untuk mengemas susu kaleng.
- Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.
- Kemasan berdasarkan frekuensi pemakaiannya
- Kemasan Sekali Pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, karton dus, makanan kaleng.
- Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), yaitu kemasan yang umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap.
- Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable), yaitu kemasan yang biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.
- Kemasan berdasarkan sifat kekakuan
- Kemasan Fleksibel, yaitu kemasan yang menggunakan bahan yang mudah dilenturkan, misalnya plastik, foil, dan kertas.
- Kemasan Kaku, yaitu kemasan yang menggunakan bahan keras dan kaku, misalnya gelas, logam, kaca, kayu.
- Kemasan Hybird, yaitu kemasan yang memiliki sifat fleksibel dan kaku, misalnya botol plastik dan wadah bahan yang berbentuk pasta.
- Kemasan berdasarkan kesiapan pakai
- Kemasan siap pakai, yaitu kemasan yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
- Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.
Hal yang kedua yaitu dengan mengetahui jenis bahan yang Anda gunakan. Pastikan Anda memilih bahan yang dapat melindungi dan meminimalisir kerusakan:
1.Kertas
Memiliki karakteristik yang dapat menyerap minyak, kertas cocok untuk produk makanan yang melewati proses penggorengan, khususnya gorengan. Dengan perkembangan yang ada kertas dimodifikasi dengan dilapisi plastik sehingga dapat menjadi wadah makanan siap saji baik manis maupun asin seperti bakmi, spaghetti, donat, pizza, martabak dan sebagainya. Keuntungan memakai bahan kertas yaitu harga lebih murah dan mudah untuk di desain.
- Plastik
Plastik digunakan untuk kemasan produk baik minuman, makanan, maupun produk lainnya. Anda dapat menentukan jenis plastik yang cocok sesuai tekstur, ketebalan dan ketahanan jika terkena panas.
3.Styrofoam
Biasanya Styrofoam digunakan udah mengemas makanan siap saji akan tetapi jika ingin memakai kemasan ini Anda harus melapisi lagi dengan kertas maupun plastik karena zat yang terkandung dalam Styrofoam tidak baik bagi tubuh jika langsung terkena dengan makanan. Styrofoam biasanya digunakan untuk pengiriman produk untuk menjaga suhu agar tetap dingin.
- Kaleng
Kaleng digunakan untuk mengemas produk dengan daya simpan lama, seperti minuman, dan makanan kaleng. Bisa juga sebagai kemasan produk cat, lem dan lain – lain
- Kaca
Kaca bisa digunakan untuk produk makanan dan minuman. Produk yang menggunakan kaca biasanya produk dengan daya simpan lama.

Bagaimana Membuat Kemasan Yang Menarik?
Kemasan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keputusan konsumen untuk membeli suatu produk. Apabila kemasannya menarik, pembeli bisa secara tidak langsung mempromosikan produk yang kamu jual dengan membagikannya di media sosial.
1.Gunakan desain yang sederhana
Buatlah desain yang simpel namun tetap menarik. Jangan membuat desain yang terlalu rumit karena kesan yang ditampilkan akan membingungkan konsumen. Walaupun desain simpel, namun juga harus unik.
- Gunakan warna cerah dan berbeda
Membuat kemasan produk yang menarik dan unik salah satunya didukung dari pilihan warna-warna cerah dan berbeda. Warna cerah biasanya menjadi pilihan tepat karena akan terkesan mencolok dan berbeda.
- Manfaatkan gambar yang menarik
Konsumen cenderung lebih mudah menerima sesuatu yang berbau visual, oleh sebab itu cantumkan gambar agar lebih menarik minat pembeli.
- Tambahkan data legalitas dari pemerintah
Dengan mencantumkan data legalitas dari lembaga pemerintahan yang memang berwenang dengan produk-produk yang Anda produksi, produk Anda akan lebih tepercaya.
- Tambahkan informasi penting dengan font yang menarik
Buatlah informasi yang singkat dan jangan terlalu padat, dengan gambar yang unik dan font huruf yang menarik.
- Gunakan kemasan dengan bahan yang berbeda dan terjangkau
Untuk memberikan kesan produk yang unik dan berbeda, Anda dapat mulai menggunakan alternatif bahan packaging seperti bahan dari kertas daur ulang atau bahan daur ulang lainnya selama hal tersebut aman dan tidak memengaruhi kualitas produk.
Apa Saja yang Harus Dicantumkan Dalam Kemasan?
Sebagai pembisnis yang baik Anda harus dapat mencantumkan informasi mengenai produk yang dipasarkan. Karena ada produk yang memiliki karakteristik tertentu yang bisa membahayakan konsumen. Misalnya ada produk yang bila berada disuhu tinggi dapat menimbulkan ledakan. Ada juga produk makanann yang tidak bisa dikonsumsi oleh konsumen yang memiliki penyakit tertentu. Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 31 Tahun 2018, label pangan memang harus ada pada kemasan makanan olahan. Berikut ini ada 10 hal yang harus ada dalam label kemasan produk:
1. Nama Produk dan Merek
Nama produk terdiri dari nama jenis pangan dan nama dagang. Selain itu, biasanya tertera juga merek produk dalam bentuk tulisan maupun logo. Nama produk ini harus menunjukkan sifat atau keadaan yang sebenarnya dari produk tersebut.
Nama produk sebaiknya dibuat dengan font yang mudah dibaca dan terlihat jelas. Selain itu, nama ini harus terlihat lebih jelas daripada elemen visual kemasan lainnya. Jangan pernah menyepelekan tampilan nama produk dalam kemasan makanan karena ini lah yang biasanya dibaca pertama kali oleh calon pembeli.
2. Komposisi
Komposisi merupakan informasi yang terdiri dari bahan baku yang digunakan dalam produk yang Anda pasarkan.
Penulisan bahan baku pada label harus diurutkan dan ditulis dengan akurat, dimulai berdasarkan jumlah bahan baku yang terbanyak. Misalnya cireng bumbu, komposisinya terdiri dari tepung tapioka, daun bawang, dan penyedap rasa.
Informasi ini sangat penting karena menjadi bukti bahwa produk tersebut tidak mengandung bahan berbahaya. Selain itu, calon pembeli juga bisa menghindar seandainya terdapat bahan yang membuatnya alergi.
3. Berat Bersih (Neto)
Biasanya produk makanan dan minuman kemasan tersedia dalam berbagai macam ukuran. Hal inilah yang membuat produsen harus mencantumkan berat bersih pada label produk makanan.
Berat bersih harus akurat atau lebih dari berat produk sebenarnya. Apabila berat aslinya kurang, bahkan hingga mencapai 10% atau lebih, ini bisa dianggap sebagai penipuan. Neto untuk produk padat ditulis dalam satuan gram atau kilogram, sedangkan yang cair ditulis dengan mililiter atau liter.
4. Informasi Nilai Gizi
Hal lain yang tidak kalah penting keberadaannya dalam kemasan makanan adalah informasi nilai gizi. Tentunya pembeli ingin mengetahui apa saja gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.
Selain itu, biasanya dicantumkan juga jumlah kalori per sajian makanan tersebut. Bukan hanya berat dari nilai gizi yang dicantumkan, tapi juga terdapat persentase AKG-nya (Angka Kecukupan Gizi).

5. Informasi Produsen atau Pengimpor
Informasi produsen dan pengimpor juga termasuk bagian label produk makan. Biasanya informasinya berupa nama dan juga alamat. Penulisan alamat ini tidak selalu lengkap, tapi paling tidak harus memuat nama kota dan negara dari perusahaan tersebut.
Informasi produsen adalah untuk produk buatan dalam negeri, sedangkan informasi importir atau distributor adalah untuk produk dari luar negeri.
6. Kode Produksi
Informasi lain yang harus ada pada label produk makanan adalah kode produksi. Kode produksi adalah kode yang memberikan penjelasan tentang riwayat produksi makanan yang diproses pada kondisi dan waktu yang sama.
Biasanya kode ini akan diikuti dengan waktu produksi berupa tanggal, bulan, dan tahun. Kode ini memiliki beberapa kegunaan, seperti mengetahui usia produk hingga menunjukkan keaslian produk.
7. Legalitas
Terdapat beberapa perizinan yang harus didapatkan oleh produsen makanan sebelum mengedarkan makanannya. Legalitas ini menjadi acuan untuk konsumen memastikan bahwa produk yang dikonsumsi memang aman dan sudah diperiksa oleh pihak berwenan.
UMKM biasanya cukup mengantongi izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan di Kota atau Kabupaten. Khusus perusahaan yang lebih besar, tentunya harus memiliki izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
8. Logo Halal
Sertifikasi halal adalah pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan oleh BPJHP (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) berdasarkan fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh MUI.
Manfaat pemberian sertifikat halal adalah untuk melindungi konsumen muslim terhadap produk makanan atau minuman yang tidak halal. Memang belum adanya sertifikasi halal belum tentu menunjukkan bahwa produk tersebut tidak halal, tapi sertifikasi ini memberi rasa aman bagi umat muslim sehingga tidak ada keraguan dalam mengonsumsi makanan tersebut.
9. Tanggal Kedaluwarsa
Tidak hanya harus mencantumkan kode produksi dan tanggal produksi, produsen juga perlu mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada label produk makanan.
Produsen menentukan sendiri seberapa lama produk makanan atau minuman yang dijual bisa aman dikonsumsi. Hingga kini belum ada lembaga yang mengurusi terkait hal tersebut.
Ada produk yang mencantumkannya sebagai “expired date” dan ada juga yang mencantumkan “best before”. “Exp date” adalah batas maksimal produk aman dikonsumsi, sedangkan “best before” berarti produk sebaiknya dikonsumsi sebelum tanggal tersebut. Sebenarnya ada indikasi produk masih dapat dikonsumsi melewati tanggal tersebut, tapi hal seperti ini sebaiknya dihindari demi keamanan.
10. Saran Penyajian dan Penyimpanan
Beberapa produk makanan, terutama yang harus diolah sebelum dikonsumsi, biasanya akan mencantumkan cara atau saran penyajian dari produk. Selain itu, produsen juga harus mencantumkan petunjuk penyimpanan pada label kemasan makanan.
Beberapa produk kemungkinan akan menurun kualitasnya secara cepat apabila tidak disimpan dengan baik sehingga informasi ini sangat penting diketahui pembeli
Anda mungkin merasa bisnis yang Anda jalankan belum berkembang sehingga tidak memperhatikan kemasan untuk produk yang digunakan. Anda hanya memakai kemasan yang sudah umum dipakai pelaku bisnis lainnya. Anda berfikir desain kemasan hanya akan menjadi biaya tambahan yang tidak mempunyai timbal balik. Nextup.id mengajak Anda sebagai pelaku bisnis untuk mempelajari dan memahami lebih dalam mengenai desain kemasan. Anda juga dapat berkonsultasi dan mendapatkan pendampingan seputar bisnis lainnya.
#kemasanmakanan #kemasanplastik #kemasanunik #kemasanproduk #kemasankertas #kemasanumkm #kemasankekinian #kemsanminuman #kemasanbotol #kemasansachet #cetakkemasan #stikerkemasan #kemasanramahlingkungan #labelkemasan #desainkemasan #desainkemasanproduk
kursus bisnis online, pelatihan bisnis online, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan usaha rumahan, pelatihan bisnis online gratis, kursus keterampilan untuk usaha, training bisnis online, pelatihan bisnis online gratis 2021, pelatihan wirausaha kuliner, pelatihan bisnis kuliner, pelatihan bisnis online gratis 2020, kursus usaha kuliner, pelatihan usaha laundry, pelatihan usaha kuliner, kursus bisnis kuliner, pelatihan usaha catering, kursus usaha online, pelatihan usaha online, training usaha laundry, kursus usaha laundry, kursus untuk usaha, pelatihan usaha mandiri, pelatihan bisnis minuman, pelatihan bisnis laundry, kursus usaha konveksi, pelatihan usaha konveksi, training usaha kuliner, pelatihan usaha minuman, pelatihan sukses bisnis online shop di instagram, kursus usaha rumahan, pelatihan usaha bakso, kursus usaha bakso, pelatihan bisnis ibu rumah tangga
by adminnextup | Aug 8, 2022 | Articles
Dalam beberapa tahun belakang ini, Instagram menjadi salah satu media sosial yang sangat populer di hampir semua kalangan, menyaingi Facebook ataupun Twitter. Pengguna Instagram sendiri terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Bila Anda memiliki bisnis maka pastikan jeli melihat statistik demikian. Ini artinya potensi berjualan di Instagram cukup besar dan Anda sebaiknya bisa memanfaatkan media sosial tersebut sebagai salah satu kanal penjualan Anda. Namun, tentu Anda pun harus memahami strategi berjualan di Instagram yang tepat supaya Anda bisa meraup keuntungan berlipat-lipat.

Workshop Digital Marketing – Nextup.id
Pahami Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Jualan di Instagram
Sebelum membahas tentang bagaimana tips dan trik berjualan di Instagram supaya laku keras, Anda sebaiknya tak melewatkan beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan ketika jualan di media sosial populer tersebut. Ini akan membantu Anda untuk menghindari kesalahan supaya jualan Anda bisa menghasilkan keuntungan yang lebih optimal.
1. Tidak Memahami Branding
Branding menjadi hal yang sangat penting dalam berjualan karena ini berkaitan dengan persepsi orang terhadap bisnis Anda. Bila Anda memiliki toko online di Instagram, ini artinya Anda juga harus memikirkan bagaimana persepsi orang terhadap toko Anda apakah toko tersebut baik dan terpercaya atau justru sebaliknya. Dalam hal ini, Anda sebaiknya tidak asal-asalan ketika posting di Instagram. Pilihlah postingan yang memang sesuai dengan bisnis Anda.
Selain itu, Anda juga perlu melayani konsumen yang berkunjung untuk mencari informasi baik melalui kolom komentar ataupun DM. Anda bisa membalas pertanyaan dengan ramah dan responsif yang berguna untuk membangun branding bisnis Anda sebagai bisnis yang terpercaya.
2. Anggapan Jumlah Followers = Jumlah Omzet
Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak followers akun Instagram maka ini akan membuat omzet bisnis pun semakin tinggi. Faktanya, tidak selalu berlaku demikian. Perlu dipahami bahwa setiap bisnis memiliki karakter masing-masing dan tentunya strategi yang diterapkan dalam menjalankan dan memasarkan bisnis itu sendiri pun berbeda-beda. Tidak menutup kemungkinan akun online shop dengan followers di bawah 10 ribu ternyata memiliki omzet yang jauh lebih besar dibandingkan online shop dengan followers ratusan ribu.
3. Salah Memilih Audiens
Kesalahan ini cukup banyak dilakukan para pebisnis yang berjualan di Instagram. Mereka menjual produk ataupun layanannya ke semua orang yang ada di Instagram tanpa menentukan audiens secara spesifik. Padahal belum tentu semua pengguna Instagram menyukai dan membutuhkan produk maupun layanan yang ditawarkan.
Tipsnya adalah Anda perlu melakukan identifikasi siapa audiens Anda, siapa yang sekiranya tertarik dengan produk atau layanan Anda, bagaimana kebiasaan mereka, konten apa yang disukai mereka, dan lainnya. Anda perlu mengumpulkan data-data terkait audiens sehingga Anda bisa menentukan strategi apa dan pendekatan yang tepat kepada mereka.
4. Malas Melakukan Optimasi
Berjualan di Instagram tidak hanya cukup mengunggah postingan lalu menunggu orang membeli produk Anda. Namun, Anda juga harus melakukan optimasi. Ketika Anda sudah upload sesuatu maka Anda perlu mencari strategi bagaimana cara supaya postingan Anda dilihat oleh banyak orang, bagaimana membuat caption dan hashtag yang menarik, dan lainnya.
Lalu bagaimana cara melakukan optimasi untuk jualan di Instagram? Ini yang akan dibahas selanjutnya.
Tips dan Trik Jualan di Instagram agar Laris Manis
Sebagaimana di jelaskan di atas bahwa berjualan di Instagram tidak hanya cukup dengan upload postingan dagangan lalu para pembeli akan berdatangan dengan sendiri. Bahkan, ternyata ada sejumlah kesalahan yang seringkali dilakukan pelaku bisnis online ketika berjualan di Instagram sehingga penjualannya pun tidak optimal. Lantas, bagaimana cara jualan di Instagram yang tepat agar laku keras dan mendapatkan keuntungan yang berlipat?

Workshop Digital Marketing – Nextup.id
1. Buat Akun Instagram Bisnis
Sangat tidak disarankan menggunakan akun pribadi untuk berjualan. Perlu dipahami bahwa ketika orang mengikuti akun pribadi Anda maka ini artinya mereka berhara bisa berinteraksi atau pun mengobrol dalam lingkup pribadi bukan untuk dijual. Inilah mengapa Anda perlu membuat akun bisnis bila ingin berjualan di Instagram. Akun bisnis ini menyediakan berbagai fitur tambahan yang bermanfaat untuk optimasi bisnis Anda. Buatlah akun bisnis dengan nama yang mudah diingat oleh followers.
2. Buat Tampilan Profile yang Profesional dan Menarik
Anda juga perlu menampilkan profil yang profesional. ini penting untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Berikut ini tips untuk membuat profil yang profesional namun tetap menarik:
- Gunakan logo bisnis Anda sebagai foto profil
- Pada bagian bio, tuliskan alasan mengapa orang harus follow akun bisnis Anda, informasi email ataupun nomor kontak, serta cantumkan link baik itu link website ataupun WhatsApp
3. Hubungkan Akun Instagram dengan Akun Media Sosial Lain
Adna juga perlu menghubungka akun Instagram bisnis Anda tersebut dengan berbagai akun media sosial Anda lainnya seperti Facebook, Twitter, Tumblr, atau lainnya. Ini bertujuan supaya setiap kali Anda mengunggah postingan di Instagram maka secara otomatis akan terposting di berbagai akun media sosial yang disambungkan. Tentunya ini akan membuat jangkauan postingan tersebut lebih luas.
4. Cari Followers Instagram yang Tertarget
Sebagaimana yang dibahas sebelumnya tentang kesalahan-kesalahan yang seringkali dilakukan ketika berjualan di Instagram yaitu salah memilih audiens. Perlu dipahami bahwa jumlah followers yang banyak tak menjamin konsumen Anda pun akan banyak. Inilah pentingnya menemukan followers tertarget.
Anda bisa memulainya dengan follow orang-orang yang menjadi followers dari akun-akun kompetitor bisnis Anda. Ketika mereka tertarik dengan bisnis Anda maka mereka akan melakukan follow back terhadap akun bisnis Anda. Selain itu, Anda juga bisa mencari followers dari suggested user yang muncul ketika Anda follow sebuah akun Instagram.
5. Buat Konten atau Postingan Menarik
Posting foto yang menarik dengan kualitas bagus. Anda bisa belajar tentang teknik fotografi untuk memahami bagaimana cara pengambilan gambar yang bagus serta penyuntingan gambar supaya warna lebih tajam dan sesuai kebutuhan. Selain pemilihan foto atau gambar yang menarik, konten tersebut hendaknya juga dilengkapi dengan caption yang memikat untuk lebih menarik konsumen. Dalam hal ini, Anda bisa belajar tentang teknik copywriting sehingga caption yang ditulis pun bisa memberikan kesan bagi pembacanya. Jangan lupa gunakan hashtag yang relevan untuk postingan Anda. Gunakan hashtag yang memang sesuai dengan apa yang Anda jual atau tawarkan dan jangan asal ikut-ikutan trend.

Workshop Digital Marketing – Nextup.id
6. Buat Event Menarik
Sesekali Anda juga perlu membuat event-event menarik sebagai salah satu teknik marketing penjualan. Anda bisa membuat quiz, giveaway, ataupun diskon. Tujuan pembuatan even-even tersebut adalah supaya lebih banyak orang yang mengetahui keberadaan bisnis Anda. Buat event yang simpel namun mampu menarik lebih banyak orang untuk berpartisipasi. Melalui event tersebut, Anda bisa memperbesar peluang orang untuk mengenal bisnis Anda, mengetahui produk atau layanan yang Anda tawarkan, dan bahkan mereka bisa konsumen yang potensial.
Jualan melalui Instagram emang tampak mudah dan sederhana untuk dilakukan. Namun, bila strategi yang diterapkan kurang tepat maka hasil yang diperoleh pun kurang optimal. Inilah mengapa penting untuk memahami bagaimana cara berjualan di Instagram terkini termasuk mengetahui kesalahan-kesalahan apa yang sering dilakukan ketika berjualan di media sosial populer tersebut.
Masih bingung bagaimana berjualan yang tepat di Instagram? Anda bisa menghubungi nextup.id untuk berkonsultasi sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk bisnis Anda. Bukan hanya permasalahan bisnis maupun karier saja, Anda juga bisa menghubungi kami bila memerlukan informasi atau layanan dalam mengatasi hambatan rezeki secara emotional sehingga Anda bisa mendapatkan mendapatkan terapi layanan yang dapat mengubah hidup anda menjadi lebih baik.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
by adminnextup | Jul 27, 2022 | Articles
Siapapun pastinya ingin bisa laris manis ketika berjualan. Saat ini ada banyak strategi yang bisa diterapkan untuk memikat calon pembeli. Salah satunya adalah dengan melakukan copywriting. Metode ini terkenal sangat ampuh untuk menarik minat pembaca supaya tertarik dengan produk ataupun jualan yang ditawarkan melalui konten dan tulisan yang Anda buat. Pastikan untuk menggunakan copywriting sebagus mungkin ketika berjualan sehingga daya pikatnya semakin ampuh.
Contoh Headline Copywriting supaya Jualan Laris Manis
Di zaman yang serba digital seperti saat ini, website menjadi salah satu media yang sangat populer untuk berjualan. Melalui konten dan tulisan yang dibuat di website, Anda bisa menunjukkan keunggulan produk dan layanan yang Anda tawarkan kepada para pembaca. Inilah pentingnya menggunakan teknik copywriting yang bagus supaya bisnis Anda pun bisa terlihat lebih unggul dibandingkan kompetitor.
Copywriting merupakan salah satu teknik menulis untuk materi pemasaran. Dan salah satu bagian penting dari pemasaran konten yang menggunakan copywriting adalah headline. Ada sejumlah teknik copywriting yang bisa diaplikasikan dalam pembuatan headline. Tentunya Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini ada sejumlah contoh headline copywriting yang bisa digunakan untuk menarik pembaca terhadap bisnis Anda.

1. Benefit Headline
Sesuai dengan namanya, headline ini lebih fokus pada manfaat yang diperoleh pembaca. Dalam hal ini, sangat penting untuk melihat dan memahami bagaimana sudut pandang pembaca itu sendiri. Manfaat atau benefit bagi setiap pembaca bisa saja berbeda. Misalnya, ada yang lebih senang mendapatkan ilmu atau informasi yang bermanfaat, manfaat secara ekonomis, manfaat psikologis, atau lainnya.
Berikut ini contoh copywriting untuk benefit headline:
- 7+ Cara Jualan Sukses di Instagram (Update)
- 50+ Trik Produk Jualan di Shopee Laris Manis
2. News Headline
Headline ini biasanya memang berfokus pada informasi terbaru ataupun sejumlah berita yang sedang trending sehingga memiliki peminat yang cukup besar. Copywriting headline ini bisa mengacu pada informasi terkini dari produk maupun layanan Anda. Dalam teknik copywriting news headline hendaknya tidak gegabah jangan sampai terlalu dilebih-lebihkan hingga menjadi clickbait. Hindari clickbait berlebihan dengan headline yang terlalu fantastis namun isi konten ternyata berbeda. Pastikan menggunakan teknik copywriting yang wajar dan sesuai konten Anda.
Berikut ini salah satu contoh copywriting dengan news headline yang aman:
- Yoyok Rubiantono: Penjual Panci Internasional Beromzet Miliaran Rupiah Per Hari
- Modal Kurang dari Rp 100 Ribu Hasilkan Omset Hingga Jutaan Rupiah per Bulan!

3. Selective Headline
Copywriting ini lebih cocok bagi Anda yang memiliki bisnis dengan pangsa pasar tertentu. Anda bisa menggunakan headline jenis ini ketika ingin konten atau tulisan yang Anda buat dibaca kalangan tertentu. Bila Anda ingin menggunakan copywriting ini untuk headline maka Anda bisa menyebutkan hal-hal yang lebih spesifik terkait waktu, layanan, persona, dan lainnya.
Berikut ini contoh copywriting untuk selective headline:
- Kejutan Menarik untuk Pebisnis Kuliner
- Tool Paling Efektif untuk Digital Marketer
4. Curiosity Headline
Copywriting jenis ini cocok digunakan untuk berbagai bisnis terutama yang berhubungan dengan bidang travel. Headline ini mampu meningkatkan rasa penasaran pembaca terkait dengan berbagai hal. Salah satu ciri headline ini adalah tidak menjelaskan secara jelas isi kontennya dan lebih menekankan hal-hal yang mampu membuat penasaran pembaca.
Berikut contoh copywriting untuk curiosity headline:
- Inilah Spot Wisata Murah untuk Healing di Akhir Pekan
5. Gimmick Headline
Copywriting untuk headline ini lebih memaksimalkan permainan bunyi, gaya bahasa, tipuan, pengulangan kata, bahkan efek terkejut. Pemilihan kata yang tepat bisa menarik perhatian namun tetap relevan dengan tujuan konten. Misalnya:
- Dapur Cokelat: New Taste for the New Goals
Melalui headline tersebut, Dapur Cokelat ingin menunjukkan berbagai varian rasa baru yang bisa mengiringi target baru bagi pembeli.

6. Question Headline
Headline jenis ini seringkali digunakan untuk menimbulkan kesan lebih dekat dengan pembaca. Copywriting pertanyaan memungkinkan pembaca merasa lebih diperhatikan apa yang menjadi kebutuhannya. Tentunya, konten yang dibuat hendaknya mampu menjawab pertanyaan headline. Inilah mengapa dalam penggunaan jenis copywriting ini hendaknya lebih memandang sudut pandang dan kebutuhan pembaca supaya lebih berkesan bagi pembaca
Contoh copywriting headline berikut ini:
- Ingin Jualan Online? Simak Dulu Tips Ini!
- Apakah Anda Sudah Mempersiapkan Dana Masa Tua?
7. Quotation Headline
Menggunakan kutipan sebagai headline mungkin akan memberikan kesan tersendiri. Namun, Anda tetap harus hati-hati. Pastikan Anda tetap mempertimbangkan konteks konten Anda supaya relevan dengan kutipan yang digunakan. Berikut ini contoh copywriting quotation headline untuk blog atau artikel:
- 5 Ayam Bakar Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima di Jogja, Wajib Dicoba!
- Cantikmu Siap Hadapi Dunia, Ayo Bergabung dalam Kolaborasi bersama 4 Wanita Inspiratif Ini!
8. Command Headline
Copywriting jenis ini biasanya digunakan untuk mengarahkan pembaca untuk melakukan sesuatu dengan kata-kata perintah. Biasanya kalimat perintah yang digunakan dikemas dengan penggunaan kata-kata yang bersifat lebih mendesak sehingga menarik perhatian pembaca. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan command headline adalah konten hendaknya menegaskan mengapa pembaca harus melakukan yang diperintahkan dalam headline dan menjelaskan akibat bila pembaca tak mengindahkan headline.
Contohnya pada headline di bawah ini:
- Black Friday: Dapatkan Diskon 75% dan Menangkan Apple Watch
- Daftar Hari Ini dan Dapatkan Ekstra Gratis Berlangganan hingga 3 Bulan
9. Claim Headline
Bisnis yang Anda jalankan hendaknya memiliki suatu kekhasan tersendiri sehingga bisa memberikan posisi khusus di mata audiens. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan copywriting yang tepat untuk menunjukkan suatu klaim atas keunggulan atau kekhasan dari bisnis Anda. Sampaikan dengan jelas dan spesifik apa yang menjadi keunggulan ataupun ciri khas bisnis Anda tersebut namun pastikan untuk tidak membuat klaim secara berlebihan yang justru memberi kesan terlalu imajinatif bahkan mustahil.
Berikut ini beberapa contoh copywriting untuk claim headline yang cukup aman untuk konten Anda:
- Menghilangkan Noda Hitam dalam 30 Hari? Percayakan kepada Natasha Skincare
- Seminar Bisnis Terbaik Hasilkan Ratusan Alumni Pebisnis yang Sukses di Bidangnya
10. How-to Headline
Headline ini bertujuan untuk menunjukkan cara menyelesaikan masalah pembaca yang biasanya dipakai untuk tips, tutorial, panduan, dan lainnya. Berikut ini beberapa contoh copywriting untuk how-to headline:
Cara Membuat Snack Tart Simple untuk Ulang Tahun Anak
- Tutorial Login VPS di Android Anti Gagal
11. Versus Headline
Sebagaimana namanya, headline ini mengacu pada perbandingan dua hal dengan yang memiliki kemiripan atau kesamaan. Tujuannya bukan untuk menjelekkan satu dengan lainnya melainkan membantu pembaca dalam mengidentifikasi mana yang lebih cocok untuk menjawab kebutuhan mereka.
Ini contoh copywriting untuk versus headline yang bisa digunakan untuk blog atau postingan Anda:
- Online Marketing vs Offline marketing: Mana yang Paling Tepat untuk Bisnis Anda?
- iOS vs Android, Mana yang Lebih Sesuai dengan Kebutuhan Anda?
Itulah beberapa contoh copywriting headline yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan bisnis Anda. Bila Anda masih bingung bagaimana cara meningkatkan penjualan atau bisnis Anda mengalami berbagai kendala, maka Anda bisa berkonsultasi dengan nextup.id. Bukan hanya itu saja, Anda juga bisa berkonsultasi ataupun mendapatkan terapi layanan untuk mengatasi berbagai kendala keuangan, permasalahan emosional, ataupun hambatan rezeki. Segera hubungi kontak yang tersedia untuk membantu menemukan solusi terbaik permasalahan Anda.
kursus bisnis online, pelatihan bisnis online, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan usaha rumahan, pelatihan bisnis online gratis, kursus keterampilan untuk usaha, training bisnis online, pelatihan bisnis online gratis 2021, pelatihan wirausaha kuliner, pelatihan bisnis kuliner, pelatihan bisnis online gratis 2020, kursus usaha kuliner, pelatihan usaha laundry, pelatihan usaha kuliner, kursus bisnis kuliner, pelatihan usaha catering, kursus usaha online, pelatihan usaha online, training usaha laundry, kursus usaha laundry, kursus untuk usaha, pelatihan usaha mandiri, pelatihan bisnis minuman, pelatihan bisnis laundry, kursus usaha konveksi, pelatihan usaha konveksi, training usaha kuliner, pelatihan usaha minuman, pelatihan sukses bisnis online shop di instagram, kursus usaha rumahan, pelatihan usaha bakso, kursus usaha bakso, pelatihan bisnis ibu rumah tangga
by M Arif Rahmat | Jul 23, 2022 | Articles
Pernahkah Anda mendengar tentang “design thinking”? Istilah ini cukup popular dalam dunia bisnis. Banyak perusahaan, baik skala besar maupun kecil, menggunakannya sebagai salah satu metode untuk memecahkan masalah.
Menurut Anda, apa saja masalah yang biasa dihadapi oleh pemilik usaha? Tentunya banyak. Mulai dari kesulitan menentukan produk yang akan dirilis, rendahnya tingkat penjualan hingga ketatnya persaingan dengan pengusaha yang lain. Hal-hal tersebut seringkali membuat sebuah usaha mengalami kegagalan. Jika dibiarkan berlanjut, tentu seorang pengusaha harus menerima pil pahit berupa kerugian.
Apapun kendala yang Anda sendiri temui dalam perjalanan bisnis, poin penting yang harus dilakukan yaitu segera mendapatkan solusinya. Meskipun ada pepatah mengatakan “pengalaman adalah guru terbaik”, tidak ada salahnya Anda mencari cara paling efektif sejak awal untuk mengatasi “kemungkinan” permasalahan dalam berbisnis. Misalnya dengan menerapkan metode design thinking.

Apa itu design thinking dan asal usulnya?
Design thinking merupakan sebuah metode pemecahan masalah yang terfokus pada pengguna atau user. Dalam prosesnya, Anda perlu menempatkan diri sebagai calon konsumen agar memahami apa yang mereka butuhkan. Kemudian, temukan solusi efektif yang tidak hanya praktis tetapi juga kreatif untuk menjembatani pengguna memenuhi kebutuhan tersebut.
Design thinking pada awalnya merupakan istilah yang diperkenalkan oleh para akademisi di tahun 1980an, termasuk Bryan Lawson dan Nigel Cross. Keduanya melihat pemikiran ini sebagai metode yang digunakan oleh para desainer pada waktu itu untuk memecahkan masalah.
Orang-orang yang memiliki latar belakang ilmu desain, arsitek misalnya, cenderung menggunakan pikiran mereka untuk menggambarkan masa depan dan menciptakan hal baru. Selain itu, mereka juga melibatkan klien dan menerima masukannya untuk mengetahui hasil seperti apa yang diinginkan.
Menurut Bryan Lawson, Nigel Cross dan para akademisi tahun 1980an, design thinking merupakan cara penyelesaian masalah yang efektif untuk diterapkan di masa depan. Hal ini dikarenakan semakin kompleksnya kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat modern. Terlebih lagi, metode design thinking juga dirumuskan dengan menitikberatkan pemahaman terhadap kebutuhan klien, bukan semata-mata berdasarkan data atau pengalaman di masa lalu.
Pada tahun 1990an, design thinking mengalami perluasan dalam penerapan. Salah satunya dalam dunia bisnis yang dipelopori oleh sebuah perusahaan konsultan desain produk dan industrial, IDEO. Perusahaan ini menggunakan metode tersebut sebagai upaya memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan sampai akhirnya berhasil mengeluarkan produk yang sukses di pasaran.
Tahapan-tahapan dalam design thinking
Masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia di masa modern menjadi semakin kompleks. Penyebabnya tentu beragam. Di sisi lain, metode pemecahan masalah juga ikut mengalami perubahan, termasuk design thinking.
Awalnya proses design thinking meliputi 3 tahapan, seperti yang dilakukan perusahaan IDEO pada tahun 2000 awal, yaitu inspirasi, ide dan implementasi. Kemudian, di tahun 2010, saat design thinking menjadi metode pemecahan masalah yang popular, proses penggunaannya menjadi semakin berkembang dan bervariasi. Salah satunya yang diperkenalkan oleh Prof. Liedtka dari Universitas Virginia menjabarkannya dalam 4 tahapan, “What is? What if? What vows? Dan What works?”.
Dari banyaknya inovasi yang ada dalam penjabaran tahapan design thinking, ada satu yang hingga saat ini cukup terkenal dan dijadikan rujukan. Inovasi tersebut dirumuskan oleh Universitas Stanford (d.school) yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu:

1. Empathize
Emphasize atau empati ditujukan kepada user, pengguna atau calon konsumen. Anda diharuskan untuk memahami sudut pandang mereka terhadap sebuah produk, termasuk kebutuhan, keinginan dan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam prakteknya, Anda tidak boleh mengandalkan asumsi, tetapi lakukan riset ke lapangan atau jalankan beberapa cara berikut:
- Konsultasi dengan para ahli di bidang yang berkaitan dengan produk
- Diskusi dengan desainer yang lain
- Wawancara calon pelanggan, missal lewat survey, untuk mendapatkan pemahaman kebutuhan mereka secara lebih personal
2. Define
Setelah mendapatkan gambaran jelas mengenai apa yang dibutuhkan pelanggan atau pengguna, Anda dapat menjalankan tahapan berikutnya, yaitu mendefinisikan masalah. Dalam prosesnya, tetaplah mengedepankan prinsip “user oriented” atau focus pada pengguna. Tentunya, Anda perlu melakukan penyesuaian mengikuti jenis bisnis yang dimiliki.
Salah satu cara yang umum dipilih dalam mendefinisikan masalah yaitu dengan membuat buyer persona. Anda bisa membuat daftar yang menggambarkan kebutuhan dan kondisi target konsumen melalui beberapa data, di antaranya:
- Informasi pribadi termasuk usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan dan sebagainya
- Tingkah laku
- Kebiasaan saat berbelanja atau melakukan transaksi keuangan lainnya
Berdasarkan buyer persona tersebut, Anda akan dapat mengelompokkan jenis konsumen dan permasalahannya sehingga lebih mudah menemukan solusi yang paling sesuai.
3. Ideate
Tahapan ini mulai menantang, sebab Anda harus memikirkan ide tentang solusi yang efektif dan cocok untuk calon konsumen. Menariknya, Anda memiliki kebebasan memunculkan ide apa saja.
Ajak semua anggota tim marketing bekerja sama untuk memperoleh ide-ide brilian. Anda bisa memilih teknik yang paling sesuai, seperti brainstorming,worst possible idea,brainwrite atau SCRAMPER. Setelah memperoleh masukan-masukan potensial, kerucutkan pembahasan hingga mencapai kesepakatan akan ide yang dinilai paling efektif dari semuanya. Untuk lebih mudahnya, Anda dapat membuat pertimbangan berdasarkan kelayakan teknis, ekonomi dan keinginan pengguna.
4. Prototype
Prototype adalah model produk yang dibuat dalam skala kecil yang dapat Anda gunakan sebagai contoh atau simulasi. Fungsinya yaitu untuk memperjelas dan menguji penerapan ide yang telah dipilih sebelumnya. Bentuknya pun bisa beragam, seperti sketsa, mockup, dan lain sebagainya.
5. Test
Test atau pengujian merupakan tahapan kelima dari proses design thinking. Anda dapat mulai menawarkan prototype atau sample ke target konsumen. Anda akan memperoleh gambaran bagaimana kesan mereka terhadap produk, apakah fungsi dan desainnya sudah sesuai, serta spesifikasi produk seperti apa yang benar-benar dibutuhkan oleh para pengguna tersebut.
Meskipun pengujian disebut sebagai tahapan terakhir, nyatanya metode design thinking bisa menjadi sebuah siklus yang berulang. Setelah prototype dilempar ke pasaran, Anda mungkin akan dapat mengetahui lebih jelas apakah produk sudah benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pengguna. Jika belum, maka lakukan lagi tahapan design thinking dari awal berdasarkan hasil pengujian tersebut hingga memperoleh produk yang bisa dikatakan sempurna.

Penerapan design thinking dalam inovasi marketing
Setelah memahami tentang pengertian, elemen dan tahapan design thinking, Anda tentu sudah mulai memperoleh gambaran bagaimana menerapkannya dalam strategi marketing perusahaan, bukan? Melalui metode ini, Anda bisa lebih paham apakah suatu produk dapat diterima oleh calon konsumen dengan baik atau tidak.
Metode design thinking sendiri dapat diterapkan tidak hanya saat sebelum sebuah produk diluncurkan. Anda juga tetap bisa menggunakannya ketika sedang mengalami kendala dalam pemasaran. Melalui design thinking, Anda akan lebih mudah melakukan inovasi strategi marketing dan menemukan cara mana yang lebih efektif untuk mengeluarkan produk yang mampu bersaing di pasaran serta meningkatkan omset penjualan. Apabila masih kesulitan dalam penerapan ini, jangan ragu untuk langsung menghubungi nextup.id untuk memperoleh saran terbaik.
pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm
Nextup.id merupakan platform yang mempertemukan antara professional bisnis dan pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kapasitasnya untuk naik kelas
Phone: +62 858 0333 2788
Instagram: nextup_id
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.