pelatihan hrd | Nextup ID - Page 4
Tips Memulai Usaha Dengan Modal Minim

Tips Memulai Usaha Dengan Modal Minim

Dengan digalakkannya gerakan ekonomi kreatif oleh pemerintah, kini banyak masyarakat yang memutuskan berwirausaha. Beruntung dengan kemajuan teknologi, sudah banyak kursus bisnis digital yang bisa Anda ikuti.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bagi para pebisnis pemula dengan modal minim bisa mengikuti pelatihan UMKM 2022 sebagai bekal dan panduan memulai usaha.

Selain mengikuti pelatihan bagi pemilik usaha kecil baik online maupun offline, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal agar usaha yang Anda jalankan bisa bertahan dan berkembang. Berikut ini kami rangkumkan, beberapa tips jitu bagi Anda yang berencana memulai usaha sendiri dengan modal kecil atau minim.

5 Tips Penting Memulai Usaha dengan Modal Kecil

Dalam memulai usaha, hal pertama yang harus Anda punya ialah perencanaan juga modal. Namun, perencanaan yang matang serta modal yang besar saja, tidak akan membuat bisnis atau usaha Anda berjalan bahkan berkembang. Harus ada aksi nyata dan juga pengelolaan yang baik agar semua berjalan sesuai rencana.

Pelatihan UMKM bisa menjadi salah satu solusi agar Anda bisa memantapkan persiapan dalam menjalankan usaha.Dengan mengikuti training wirausaha, Anda bisa belajar banyak mengenai teknik pembukuan keuangan, produksi hingga pemasaran. Sebagai bekal tambahan, Anda bisa mencoba terapkan tips mendirikan usaha bermodal kecil yang akan kami berikan.

1. Putuskan Jenis Usaha yang Akan Dijalankan

Seperti penjelasan yang sudah disampaikan di atas, Anda perlu melakukan perencanaan sebelum memulai usaha.

Salah satu rencana awal yang paling penting ialah menentukan jenis usaha. Selain menyesuaikan modal yang ada, pastikan jenis usaha tersebut sudah Anda pahami sebelumnya. Akan lebih baik, jika usaha yang Anda jalankan sesuai hobi atau kebutuhan lingkungan sekitar.

Sebagai contoh, Anda bisa membuka jasa catering harian jika hobi masak, open order aneka kue via media sosial, atau membuka warung kelontong karena di lingkungan sekitar belum ada atau masih jarang.

2. Hitung Kebutuhan Modal Keseluruhan

Setelah menentukan jenis usaha, Anda harus membuat estimasi kebutuhan modal keseluruhan. Ini diperlukan agar tidak over budget dan bisa mencari alternatif solusi agar usaha dapat segera dimulai.

Tentunya dengan perencanaan awal yang beralih menjadi rencana perkembangan, jika jumlah modal yang dimiliki saat ini belum mencukupi. Jangan terburu-buru mencari pinjaman untuk tambahan modal, sementara Anda belum melihat bagaimana reaksi pasar akan bisnis yang Anda jalankan. Pergunakan dengan semaksimal mungkin modal yang sudah ada, agar bisnis bisa segera berjalan.

3. Memanfaatkan Barang yang Ada dan Masih Layak Guna

Salah satu cara menekan pengeluaran dan mencukupkan modal usaha, ialah dengan memanfaatkan barang yang sudah ada.Misalnya saja, Anda ingin membuka usaha kue kering. Sementara oven yang dimiliki saat ini baru oven tangkring.Tidak perlu memaksakan diri membeli oven gas baru untuk bisa memproduksi dalam jumlah banyak dalam satu waktu.

Benar memang, hal itu bisa menekan biaya produksi. Namun karena usaha baru dimulai maka bisa menggunakan yang ada dulu, jika respon pasar bagus bisa mulai upgrade peralatan menggunakan sebagian hasil keuntungan.

4. Analisa Pasar

Penting bagi para pebisnis pemula untuk melakukan analisa pasar sebelum memulai usahanya. Hal ini akan sangat berhubungan dengan kemampuan menyediakan permintaan pasar, jenis produk dan juga strategi pemasaran.

Dalam training bisnis, poin ini akan selalu muncul sebagai materi yang harus dipahami. Sebab, analisa pasar bisa menjadi kunci keberhasilan usaha Anda untuk bertahan di tengah persaingan. Seiring perkembangan teknologi, pemasaran pun jauh lebih efektif dan mudah dilakukan. Bagi Anda yang masih menjalankan usaha secara offline, bisa mulai mempertimbangkan membuka secara online juga.

Ini untuk memperluas jangkauan pasar dari usaha Anda. Bukan hanya untuk usaha yang sudah dikenal saja, justru yang masih kecil atau sekelas UMKM harus mulai memanfaatkannya.

Pelatihan UMKM digital yang juga sudah bisa Anda ikuti dengan mudah, akan memberikan banyak ilmu mengenai pengembangan bisnis via online.

Mulai dari pelatihan digital marketing untuk UMKM, tips manajemen keuangan sampai dengan kreasi produk yang bisa memaksimalkan hasil keuntungan usaha.Masih banyak orang yang menganggap pelatihan atau kursus kewirausahaan semacam ini hanya buang waktu atau sekedar mengedepankan teori.

Padahal, jika Anda bisa memahami maka ada banyak manfaat yang bisa didapatkan. Pelatihan memang memberikan teori, tetapi juga panduan agar Anda bisa dengan mudah mengaplikasikan.Ketika pengaplikasiannya sudah benar, tinggal menunggu seberapa keras dan gigih Anda dalam menjalankan usaha.

5. Lokasi Usaha

Poin terkhir ialah pilih lokasi usaha yang strategis. Ini berlaku bagi Anda yang memulai usaha secara offline. Hanya saja, jika Anda belum memiliki tempat sendiri, tentu akan memerlukan budget yang besar guna membeli ataupun menyewa tempat usaha.

Salah satu solusinya, Anda bisa memanfaatkan teras rumah untuk lokasi usaha sementara. Namun, agar usaha bisa produktif maka harus didukung dengan layanan delivery. Artinya, selain offline Anda juga harus membuka layanan online.

Dengan begiti, meski lokasi usaha belum cukup strategis, tetapi mampu menjangkau pasar yang luas. Tidak dapat dipungkiri jika saat ini teknologi memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan.

Tidak terkecuali dalam bidang usaha apapun jenisnya. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengimbangi perkembangam teknologi tersebut agar tidak tertinggal dan tersingkir dari persaingan bisnis yang ada.

Jika membutuhkan pelatihan sekaligus pendampingan UMKM baik bagi perorangan maupun industri, Anda bisa mendaftar di nextup.id. Platform terkemuka dan terpercaya yang menyediakan layanan pendampingan juga pembinaan atau pelatihan untuk UMKM. Setiap UMKM yang mendaftar akan diseleksi dan bagi yag terpilih akan dimasukkan sebagai peserta webinar online.

Dengan mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Nextup.id, Anda tidak hanya memperoleh materi tapi juga pelatihan pengaplikasian secara nyata. Para peserta akan diberikan informasi terkait betapa pentingnya peran UMKM bagi perekonomian negara ini.

Anda akan mendapatkan berbagai tips jitu terkait mencapai peluang keberhasilan, meningkatkan hasil keuntungan, memperluas jaringan, juga pemasaran dan pengelolaan keuangan. Melalui program pendampingan dan pelatihan ini  diharapkan dapat memaksimalkan produktivitas UMKM di Indonesia.

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberdayakan potensi dari setiap individu yang terbentur modal untuk bisa memulai usaha. Dari program pelatihan UMKM digital ini, juga bisa meningkatkan kualitas skill para pelaku usaha, memantapkan passion mereka atas suatu bidang agar bisa menjadi ide usaha yang potensial.

Anda akan menjadi peserta selama satu bulan dan menerima sertifikat usai menyelesaikan keseluruhan materi pelatihan. Di sini Anda juga akan dibantu memahami dan mengaplikasikan digital marketing, untuk bisa mencapai kesuksesan.

Termasuk dalam membangun atau mengkoordinir tim yang solid dalam usaha Anda. Jadi, jangan ragu lagi segera mendaftar dan ikuti kursus bisnis digital di nextup.id. Bangun usaha Anda dengan modal minimal, tetapi mampu memberi keuntungan yang maksimal.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm
pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
hor]

Memahami Business Model Canvas

Memahami Business Model Canvas

Nextup.id yang merupakan penyedia layanan pelatihan UMKM digital memberikan pelatihan secara konsisten. Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM merupakan salah satu dari beberapa program pelatihan yang diselenggarakan. Program ini sendiri diadakan bertepatan dengan pandemi Covid-19 sehingga pelatihan dilakukan secara daring.

Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM terbagi menjadi beberapa kelas yang menyampaikan beberapa materi. Salah satu materi penting di pelatihan ini adalah Business Model Pendampingan UMKM Sinergi Nextup dan BSI. Sesuai dengan namanya, materi ini fokus membahas tentang Business Model dan merupakan kerjasama antara Nextup.id dengan BSI (Bank Syariah Indonesia).

Webinar Business Model Pendampingan UMKM

Webinar dengan tajuk Business Model Pendampingan UMKM merupakan bagian dari Program Mentoring dan Coaching Sinergi untuk UMKM. Webinar ini diadakan pada Senin 30 Agustus 2021 yang terbagi menjadi tiga kelas. menghadirkan narasumber Muhamad Muhaimin, S.IP, MA yang meruupakan master G-Coach

Webinar dibuka oleh moderator, yakni Sella Septi Ekasari yang merupakan 1st Puteri Pendidikan Provinsi Banten. Dalam pembukaannya, Sella menjelaskan mengenai pentingnya pemahaman Business Model bagi pelaku UMKM dan termasuk materi penting yang jangan sampai dilewatkan dalam rangkaian kelas pelatihan UMKM digital.

Apa Itu Business Model?

Usai pembukaan oleh moderator, kelas pun dimulai dengan penyampaian materi dari narasumber. Pertama, beliau mengucapkan terima kasih atas kesediaan para peserta webinar yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti kelas dengan materi Business Model.

Kemudian, Business Model menjadi materi penting dalam menjalankan kegiatan usaha. Berfungsi sebagai dashboard yang menjelaskan bisnis atau usaha yang dijalankan oleh pelakunya. Fungsi ini membuatnya menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan dengan baik karena merupakan “wajah” dari usaha yang dimiliki.

Bapak Muhaimin kemudian juga menjelaskan mengenai The Business Model Canvas yang merupakan strategi dalam manajemen sebuah bisnis yang terdiri dari 9 elemen. Sembilan elemen yang dimaksudkan dalam pelatihan UMKM digital ini adalah:

1. Segmentasi Konsumen

Yakni proses menentukan konsumen yang disasar atau dituju, katakanlah sebagai penentuan target pasar. Yakni dengan memperhatikan beberapa kebiasaan dari konsumen secara umum. Misalnya dari segi hobi, kisaran penghasilan bulanannya berapa, kebiasaan belanjanya apakah online, retail, atau grosir, dan lain sebagainya.

2. Hubungan Konsumen (Customer Relationship)

Adalah proses untuk mendapatkan hubungan atau komunikasi dengan konsumen. Ada banyak cara bisa dilakukan untuk membangun komunikasi ini. Misalnya melalui pembuatan website, media sosial dengan mengadakan program giveaway, menjadi sponsor suatu event seperti bazar maupun pameran, dan lain-lain.

3. Saluran (Channel)

Channel merupakan cara pelaku UMKM menjangkau konsumen dan tidak terbatas pada distribusi  namun juga hal lain yang membuat pelaku usaha bisa terhubung dengan konsumen. Contoh dari saluran atau channel ini misalnya channel digital seperti email, blog pribadi, dan lain sebagainya.

Sehingga para peserta pelatihan UMKM digital bisa memilih channel yang sekarang paling sesuai. Disesuaikan dengan karakter konsumen yang sudah ditentukan di komponen paling awal tadi. Sebab tidak semua konsumen cocok didekati dengan media online.

4. Sumber Pendapatan (Revenue Streams)

Merupakan proses untuk mendorong terjadinya penjualan produk dari usaha yang dijalankan. Misalnya saja menyediakan produk yang dijual di lokasi strategis dengan konsumen, menyediakan metode pembayaran transaksi yang beragam, dan bisa menyesuaikan dengan lokasi usaha atau jualan.

5. Sumber Daya (Key Resource)

Adalah proses menentukan siapa yang berperan untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Bisa dari warehouse, pelayan, penjaga meja kasir, dan sebagainya. Tidak hanya dari SDM atau tenaga kerja, key resource juga bisa dari semua aset perusahaan seperti hak paten, merek, dan lain-lain.

6. Hubungan Konsumen (Customer Relationship)

Merupakan proses dimana pelaku usaha perlu membangun komunikasi dan hubungan dengan konsumen. Bisa dengan menghadapi atau melayani konsumen secara langsung. Bisa juga dengan merekrut karyawan khusus yang di training untuk melayani konsumen tersebut.

7. Aktivitas yang Dijalankan Key Activities)

Merupakan aktivitas operasional yang dijalankan sebuah perusahaan untuk bisa mendapatkan konsumen dan pendapatan. Aktivitas ini bisa dengan berjualan di marketplace, berjualan di media sosial, membagikan info promosi di website dan media sosial, dan lain sebagainya.

8. Kerjasama (Key Partnership)

Adalah proses menentukan siapa yang akan diajak bekerjasama. Misalnya mencari vendor untuk menjadi partner menyediakan bahan baku usaha. Pemilihannya tentu saja mempertimbangkan banyak aspek. Mulai dari kualitas bahan baku, kisaran harganya, dan lain sebagainya yang harus disesuaikan kondisi dan kebutuhan.

9. Struktur Biaya

Struktur biaya adalah segala bentuk biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha dimana jenisnya sangat beragam. Misalnya biaya sewa, biaya gaji karyawan, biaya untuk marketing atau pemasaran, dan lain sebagainya. Biaya ini dijelaskan oleh narasumber aka berbeda-beda antara satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya.

Oleh Bapak Muhaimin, kemudian menghimbau seluruh peserta untuk menggunakan buku catatan. Sebab akan dibuat proses pembuatan Business Model Canvas sesuai yang ditampilkan contohnya pada layar. Sehingga para peserta bisa mengisi setiap komponen sesuai dengan karakter usaha yang dijalankan.

Baca Juga: 9 Langkah Jitu Memulai Bisnis

Satu per satu komponen di dalam Business Model Canvas dijelaskan secara mendetail. Salah satunya mengenai Core Business yang mengacu pada fokus utama dari usaha yang dijalankan. Misalnya menentukan apakah mendirikan atau merintis usaha retail, grosir, atau bentuk lainnya. Idealnya pelaku usaha perlu memilih salah satu jangan sampai dicampur-aduk karena bisa kehilangan fokus dan hasilnya kurang maksimal.

Keuntungan Paham Tentang Business Model Canvas

Mengikuti pelatihan UMKM digital dengan tema Business Model Canvas membantu memahami betul apa itu Business Model dengan teknik atau teori Canvas tersebut. Dimana ketika diterapkan oleh para pelaku usaha, seperti pelaku UMKM maka ada banyak keuntungan bisa didapatkan. Misalnya:

  • Lebih mudah mengenal konsumen karena dimulai dengan mengenal konsumen secara umum dan menentukan konsumen mana yang akan dijadikan target utama.
  • Bisa menjalin hubungan baik dan berkomunikasi secara intens dengan konsumen sehingga memperbesar peluang untuk bisa memiliki banyak pelanggan loyal.
  • Fokus dalam menggunakan media promosi yang tepat karena sesuai dengan karakter konsumen yang menjadi target pasar.
  • Memberi efektivitas untuk menjangkau pasar yang luas memakai sejumlah media promosi secara optimal.

Webinar Business Model Canvas kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung selama 30 menit. Pertanyaan demi pertanyaan mulai diajukan para peserta kelas dan dijelaskan secara mendalam oleh narasumber. Bagi peserta yang kebetulan belum sempat mengikuti pelatihan UMKM digital ini secara langsung maka bisa memutar video rekamannya di channel Youtube Nextup.id.

pelatihan umkm, pelatihan bagi pemilik usaha kecil, pelatihan umkm digital, training bisnis, pelatihan untuk umkm, kursus bisnis digital, training wirausaha, pelatihan digital marketing untuk umkm, pelatihan online, lembaga pelatihan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan hrd, pelatihan it, pelatihan online bersertifikat, pelatihan bisnis, pelatihan ukm

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat