Cara Membuat Konten Viral yang Mudah Dicoba! | Nextup ID

Di era digital saat ini, keberadaan konten viral menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan usaha kecil. Banyak pelaku UMKM yang awalnya tidak dikenal, tiba-tiba kebanjiran pembeli hanya karena satu video viral di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts. Hal ini menunjukkan bahwa konten viral bukan lagi tren sementara, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi pemasaran modern.

Kabar baiknya, membuat konten viral tidak harus mahal, tidak membutuhkan peralatan profesional, dan bisa dilakukan siapa saja, termasuk pelaku usaha kecil dengan modal terbatas. Yang dibutuhkan adalah strategi yang tepat, pemahaman algoritma, dan kemampuan mengemas konten sederhana menjadi menarik.

Artikel ini disusun secara komprehensif oleh NextUp.id untuk membantu pelaku UMKM memahami cara membuat konten viral yang mudah diterapkan, efektif, dan relevan dengan bisnis Anda.

Mengapa Konten Viral Penting untuk Pelaku Usaha Kecil?

Sebelum belajar cara membuatnya, mari pahami dulu dampak besar dari konten viral, terutama bagi UMKM.

1. Menjangkau Ribuan Hingga Jutaan Orang Tanpa Iklan Berbayar

Banyak pemilik usaha kecil tidak memiliki anggaran besar untuk promosi. Konten viral membuat usaha Anda bisa dikenal luas tanpa biaya sedikit pun.

2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Ketika konten Anda disukai banyak orang, audiens percaya bahwa bisnis Anda memang layak dicoba. Bukti sosial (social proof) ini sangat penting dalam era digital.

3. Meningkatkan Penjualan Seketika

Tidak sedikit UMKM yang melaporkan peningkatan pesanan hingga 10x lipat setelah kontennya viral.

4. Memperkuat Brand Awareness

Semakin sering orang melihat brand Anda, semakin mudah mereka mengingatnya saat butuh produk atau layanan yang Anda tawarkan.

5. Konten Viral Membawa Dampak Jangka Panjang

Walaupun viral hanya beberapa hari, efeknya bisa terasa berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, terutama jika banyak akun besar yang membagikannya.

Ciri-Ciri Konten Viral yang Wajib Dipahami

Sebelum membuatnya, Anda perlu memahami karakteristik konten viral. Umumnya, konten viral memiliki elemen berikut:

1. Sederhana

Konten yang singkat dan mudah dipahami cenderung lebih disukai.

2. Mengandung Emosi

Emosi memicu orang untuk membagikan. Emosi itu bisa lucu, haru, marah, bangga, atau “satisfying”.

3. Relevan dengan Tren

Tren audio, challenge, atau gaya editing sangat berpengaruh.

4. Memiliki Visual Menarik

Satu detik pertama harus memikat, karena orang cepat menggulir layar.

5. Mudah Dibagikan

Semakin mudah orang berinteraksi dengan konten Anda, semakin cepat algoritma menyebarkannya.

Cara Membuat Konten Viral yang Mudah Dicoba Pelaku Usaha Kecil

Berikut strategi paling efektif dan mudah diterapkan untuk pelaku UMKM.

1. Gunakan Format Video Pendek dan Enerjik

Konten viral biasanya muncul dari video berdurasi 3–10 detik. Platform seperti TikTok dan Reels lebih memprioritaskan video pendek karena mudah diselesaikan dan ditonton ulang.

Baca Juga:  Panduan Persiapan Pensiun bagi Karyawan Swasta!

Mengapa harus pendek?

  • Tingkat selesai menonton (retention) lebih tinggi

  • Penonton sering mengulang video → sinyal kuat ke algoritma

  • Audiens lebih suka konten cepat

Contoh video pendek untuk UMKM kuliner:

  • Ayam goreng super crispy yang diremas

  • Menuangkan minuman dengan warna gradasi

  • Proses mencetak bola-bola bakso

  • “Before-after” makanan yang digoreng

Contoh video pendek UMKM non-kuliner:

  • Lipatan jilbab rapi dalam 3 detik

  • Pembersihan sepatu kotor “sebelum-sesudah”

  • Proses packing pesanan paket besar

Video pendek sangat efektif untuk membangun visibilitas awal, terutama bagi usaha yang baru mulai berpromosi.

2. Tampilkan Proses Produksi yang “Satisfying”

Konten “satisfying” adalah yang membuat orang senang menontonnya karena kelihatan rapi, bersih, atau memuaskan.

Contoh konten yang sangat digemari:

  • Mengaduk coklat leleh yang glossy

  • Memotong kue dengan belahan mulus

  • Menuangkan boba panas yang berkilau

  • Menyusun sayuran warna-warni pada mangkuk

Video jenis ini sangat cocok untuk pelaku usaha kuliner. Namun UMKM non-kuliner juga bisa membuat konten satisfying:

  • Melipat baju dengan cepat

  • Merapikan isi paket dengan rapi

  • Proses mencetak sablon satu kali tarik

Konten seperti ini cenderung viral karena memicu kepuasan visual dan rasa ingin melihat lagi.

3. Gunakan Storytelling untuk Menarik Emosi Audiens

Storytelling adalah salah satu formula konten viral paling kuat.

Apa saja yang bisa diceritakan UMKM?

  • Perjalanan memulai usaha dari nol

  • Tantangan yang pernah dialami

  • Momen emosional saat usaha pertama kali ramai

  • Reaksi pelanggan ketika mencoba produk

  • Pengalaman menarik saat melayani pembeli

Contoh storytelling yang banyak viral:

  • “Usaha ini dimulai dari dapur kecil rumah kontrakan…”

  • “Dulu hanya ada 1 pembeli per hari, sekarang alhamdulillah pesanan ratusan…”

  • “Hanya UMKM kecil, tetapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik…”

Konten yang menyentuh hati cenderung lebih mudah dibagikan karena orang merasa terhubung dengan kisah tersebut.

4. Edukasi Sederhana: Konten yang Selalu Dicari

Konten edukasi tidak pernah gagal, karena penonton merasa mendapatkan manfaat.

Contoh konten edukasi untuk UMKM kuliner:

  • Cara menyimpan ayam agar tidak cepat basi

  • Tips membuat makanan tetap renyah untuk orderan online

  • Cara menghitung HPP makanan

  • Tips memilih minyak goreng berkualitas

Untuk UMKM fashion:

  • Cara membedakan bahan premium vs standar

  • Tips mencuci pakaian agar warna tidak pudar

  • Mix and match outfit dengan budget minim

Untuk UMKM kecantikan:

  • Urutan skincare yang benar

  • Cara merawat kulit berjerawat dengan bahan alami

Konten edukasi mudah viral karena berguna dan sering dibagikan.

Baca Juga:  5 Tingkatan Kepemimpinan dan Penerapannya dalam Dunia Bisnis

5. Ikuti Tren yang Sedang Viral

Ketika muncul audio viral, pose viral, atau challenge viral, jangan ragu untuk ikut serta.

Cara efektif mengikuti tren:

✔ Gunakan audio yang sedang naik
✔ Gunakan hashtag tren sewajarnya
✔ Modifikasi tren agar relevan dengan produk
✔ Jangan menunda—trennya cepat berganti

Contoh:

Ketika ada audio “transition”, UMKM bisa menampilkan before-after produk.
Saat muncul challenge lucu, bisa digabungkan dengan proses produksi.

Semakin cepat Anda mengikuti tren, semakin besar peluang video masuk FYP atau Explorer.

6. Hadirkan Human Touch: Tampilkan Wajah atau Kepribadian Anda

Brand yang menunjukkan sisi manusia cenderung lebih mudah viral. Penonton suka melihat sosok di balik produk.

Human touch bisa berupa:

  • Pemilik usaha menyapa pelanggan

  • Reaksi lucu saat mencoba produk baru

  • Momen lelah tapi bangga saat pesanan membludak

  • Ekspresi bahagia melihat ulasan pelanggan

Ini menciptakan koneksi emosional antara pemilik usaha dan penonton.

7. Optimalkan Lighting dan Angle Kamera

Walaupun peralatan tidak harus mahal, pencahayaan tetap penting. Cahaya yang baik membuat konten terlihat lebih profesional.

Tips lighting sederhana:

  • Gunakan cahaya natural dari jendela

  • Hindari cahaya dari belakang

  • Gunakan ring light murah jika perlu

Angle kamera yang menarik:

  • Top view (90°)

  • Extreme close-up

  • POV (point of view)

  • Low angle untuk efek dramatis

Dengan lighting dan angle yang tepat, konten sederhana bisa terlihat jauh lebih menarik.

8. Buat Hook yang Kuat di 1–2 Detik Pertama

Hook adalah bagian awal yang menentukan apakah penonton akan terus menonton atau scroll.

Contoh hook yang efektif:

  • “Banyak yang salah paham tentang ini…”

  • “Cuma modal 10 ribu bisa jadi begini…”

  • “Ini alasan kenapa makanan kami cepat habis!”

  • “Kamu pasti belum tahu trik ini…”

Hook yang baik meningkatkan retention rate → sangat disukai algoritma.

9. Ciptakan Konten yang Mengundang Interaksi

Semakin banyak komentar dan share, semakin besar kemungkinan video viral.

Cara memancing interaksi:

  • Ajukan pertanyaan sederhana

  • Gunakan caption diskusi seperti “Tim pedas atau manis?”

  • Minta rekomendasi menu/video selanjutnya

  • Tanyakan harga menurut penonton

Interaksi adalah faktor besar dalam penilaian algoritma.

10. Konsisten Upload 3–5 Kali Seminggu

Konten viral jarang terjadi dari satu video. Konsistensi adalah kunci.

Algoritma platform lebih menyukai akun yang aktif mengupload secara teratur. Selain itu, semakin banyak video, semakin tinggi peluang salah satunya viral.

Mulailah dengan target:

✔ 3 video per minggu → minimal
✔ 1 video per hari → ideal

Tidak harus perfect — yang penting rutin.

50+ Ide Konten Viral Siap Pakai untuk UMKM

Agar lebih mudah, berikut 50+ ide konten yang bisa langsung Anda coba.

Baca Juga:  Tingkatkan Karier dengan Sertifikasi Instruktur

Untuk Kuliner:

  1. Proses goreng makanan yang crispy

  2. Menuangkan saus ke makanan

  3. Potong kue atau dessert yang lembut

  4. Packing orderan ramai

  5. Cerita awal usaha

  6. Menu favorit pelanggan

  7. Resep simple 10 detik

  8. Behind the scenes dapur

  9. Reaksi pelanggan pertama

  10. Harga bahan baku vs harga jual

Untuk Fashion:

  1. Mix & match thrifting

  2. Cara lipat baju cepat

  3. Menyetrika jilbab before-after

  4. Unboxing bahan kain premium

  5. Tutorial hijab 10 detik

Untuk Kecantikan:

  1. Rutinitas skincare cepat

  2. Before-after treatment

  3. Tips memilih produk sesuai jenis kulit

  4. Kesalahan skincare yang sering terjadi

  5. Packing pesanan skincare handmade

Untuk Jasa:

  1. Before-after hasil layanan

  2. Proses pembersihan atau perbaikan

  3. Testimoni pelanggan

  4. Proses pengerjaan dalam time-lapse

  5. Reaksi pelanggan saat melihat hasil

Ide Umum:

  1. Cerita perjalanan UMKM

  2. Kesalahan yang sering dilakukan pelanggan

  3. Hal lucu saat melayani pelanggan

  4. Tips cepat & efektif

  5. Stok barang baru datang

  6. Review jujur produk sendiri

  7. Tren audio lucu + produk

  8. Harga modal vs harga jual

  9. Promo spesial

  10. Perbandingan produk lama vs baru

Dengan puluhan ide ini, Anda tidak akan kehabisan bahan konten.

Kesalahan yang Harus Dihindari agar Konten Tidak Sepi

Berikut kesalahan umum yang sering terjadi:

❌ Upload hanya saat ingin jualan
❌ Konten terlalu panjang dan tidak ada hook
❌ Tidak mengikuti tren audio
❌ Editing terlalu rumit
❌ Fokus pada penjualan, bukan nilai
❌ Ingin viral instan

Ingat: viral bukan keberuntungan, tapi kombinasi strategi + konsistensi.

Tips SEO untuk Meningkatkan Jangkauan Konten Anda

Untuk website NextUp.id dan UMKM yang ingin memperkuat kehadiran online:

Gunakan kata kunci relevan seperti:

  • cara membuat konten viral

  • konten viral untuk UMKM

  • strategi konten TikTok UMKM

  • ide konten bisnis kecil

  • marketing digital UMKM

Optimalkan caption dan deskripsi:

  • Gunakan keyword 1–2 kali secara natural

  • Tambahkan CTA

  • Gunakan hashtag relevan tapi tidak berlebihan

Gunakan thumbnail menarik untuk YouTube Shorts

Thumbnail meningkatkan CTR, sangat berpengaruh pada impresi.

Kesimpulan: Konten Viral Bisa Dibuat oleh Siapa Saja

Pelaku usaha kecil tidak perlu modal besar, tidak perlu kamera mahal, dan tidak harus ahli editing untuk membuat konten viral.

Yang Anda butuhkan adalah:

  • Konsistensi

  • Pemahaman tren

  • Storytelling

  • Visual sederhana namun menarik

  • Human touch

  • Kreativitas

Dengan mengikuti panduan lengkap ini, peluang Anda untuk membuat konten viral akan jauh lebih besar.