Blog | Nextup ID
Pelatihan Masa Persiapan Pensiun PT Niterra Mobility Indonesia 2026

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun PT Niterra Mobility Indonesia 2026

Pensiun sering kali dianggap sebagai “garis finish” yang menyenangkan, namun bagi banyak karyawan, momen ini bisa menjadi sumber kecemasan yang luar biasa jika tidak dipersiapkan. Mengikuti pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) bukan sekadar formalitas perusahaan, melainkan investasi strategis bagi kesejahteraan masa tua. Pada tanggal 29 – 31 Januari 2026 yang lalu Tim Nextup ID bekerjasama dengan PT Niterra Mobility Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun untuk segenap karyawannya bertempat di Hotel Seruni Cisarua Bogor. Kegiatan ini merupakan kali ketiga PT Nextup Kolegia Indonesia mendapatkan kepercayaan dalam penyelenggaran Pelatihan Persiapan Pensiun untuk perusahaan manufaktur otomotif asal Jepang ini.

Berikut adalah penjelasan rinci dan mendalam mengapa pelatihan ini sangat krusial bagi seorang karyawan:

1. Mitigasi Guncangan Finansial (Financial Shock)

Masalah terbesar saat pensiun bukanlah tidak adanya uang, melainkan perubahan arus kas. Karyawan terbiasa dengan pendapatan tetap setiap bulan (active income).

  • Literasi Investasi: Pelatihan mengajarkan cara mengelola uang pesangon agar tidak habis dalam sekejap untuk konsumsi, melainkan dikonversi menjadi aset produktif.

  • Melawan Inflasi: Memahami bahwa nilai uang $Rp10.000$ hari ini tidak akan sama 10 tahun lagi.

  • Strategi Pengeluaran: Mengajarkan cara membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan” di tengah penurunan pendapatan.

2. Mencegah Post-Power Syndrome dan Dampak Psikologis

Secara psikologis, kehilangan pekerjaan berarti kehilangan identitas, status sosial, dan rutinitas.

  • Transisi Identitas: Pelatihan membantu karyawan menyadari bahwa harga diri mereka tidak melekat pada jabatan di kartu nama. Tanpa persiapan, pensiunan berisiko mengalami depresi atau merasa tidak berguna.

  • Kesehatan Mental: Memberikan alat untuk mengelola stres dan kecemasan akibat hilangnya interaksi sosial harian yang biasanya didapat di kantor.

3. Pemetaan Aktivitas dan Manajemen Waktu

Banyak pensiunan “kaget” karena tiba-tiba memiliki 24 jam waktu luang tanpa agenda.

  • Struktur Harian Baru: Pelatihan membantu merancang jadwal agar hari-hari tidak dihabiskan hanya dengan melamun atau menonton TV, yang bisa mempercepat penurunan kognitif (pikun).

  • Penyaluran Hobi Produktif: Mengidentifikasi minat yang selama ini terpendam untuk dijadikan aktivitas bermakna, baik yang bersifat sosial maupun komersial.

4. Pencegahan Kesalahan Investasi dan Penipuan

Pensiunan baru sering menjadi target empuk bagi skema penipuan investasi (Ponzi scheme) karena mereka memegang uang tunai dalam jumlah besar namun kurang pengalaman berbisnis.

  • Edukasi Risiko: Pelatihan memberikan “benteng” agar karyawan tidak gegabah menaruh seluruh uang pensiunnya pada bisnis yang belum mereka pahami atau tawaran bunga tinggi yang tidak masuk akal.

  • Keamanan Dana: Memahami instrumen keuangan yang aman seperti sukuk, deposito, atau reksadana pasar uang.

5. Harmonisasi Hubungan Keluarga

Pensiun akan mengubah dinamika di rumah. Suami atau istri yang biasanya pergi dari pagi sampai sore, kini ada di rumah setiap saat.

  • Re-adaptasi Domestik: Pelatihan sering kali melibatkan pasangan untuk menyelaraskan ekspektasi dan gaya hidup baru agar tidak terjadi gesekan atau konflik rumah tangga di masa tua.

6. Pemeliharaan Kesehatan Proaktif

Biaya kesehatan cenderung naik seiring bertambahnya usia, sementara asuransi dari kantor biasanya berhenti.

  • Preventif vs Kuratif: Edukasi mengenai pola makan dan olahraga yang sesuai untuk lansia agar tetap bugar.

  • Perencanaan Asuransi: Memahami pentingnya memiliki asuransi kesehatan mandiri sebelum usia mencapai batas tertentu.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) - Nextup ID

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) – Nextup ID

Kenapa Ini Penting?

Tanpa pelatihan MPP, seorang karyawan ibarat diterjunkan ke tengah laut tanpa pelampung. Mereka mungkin punya “kapal” (uang pesangon), tapi tidak tahu cara mengemudikannya di tengah ombak ketidakpastian ekonomi dan emosional.

Intinya: Pelatihan ini mengubah pola pikir dari “Berhenti Bekerja” menjadi “Bekerja dengan Cara yang Berbeda” atau “Menikmati Hasil Kerja”.

Pada kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, peserta dibekali beberapa materi yang cukup penting, tidak hanya sekedar teori belaka, akan tetapi juga disampaikan oleh praktisi yang berpengalaman di bidangnya. Peserta yang terdiri dari sepasang suami ini juga praktek menerapkan materi yang disampaikan di kelas. Setelah materi in-class, peserta juga mendapatkan pendampingan berkala yang dilaksanakan secara in-house di Kantor PT Niterra Mobility Indonesia. Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan di Hotel Seruni Cisarua Bogor antara lain;

1. Financial Planning for Retirement

Materi ini fokus pada strategi mengelola kekayaan agar tetap bisa mempertahankan gaya hidup yang layak setelah berhenti bekerja secara aktif. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa aset yang dikumpulkan selama masa produktif dapat mencukupi kebutuhan jangka panjang.

  • Poin Utama:

    • Perhitungan Dana Pensiun: Mengestimasi biaya hidup di masa depan dengan mempertimbangkan inflasi.

    • Instrumen Investasi: Memilih aset rendah risiko (seperti obligasi atau deposito) untuk menjaga nilai uang.

    • Manajemen Risiko & Kesehatan: Pentingnya asuransi kesehatan agar tabungan tidak habis untuk biaya medis.

    • Distribusi Aset: Cara menarik dana secara berkala (withdrawal strategy) agar modal tidak cepat habis.

2. Persiapan Mental dan Psikis Menjelang Pensiun

Banyak orang sukses secara finansial tapi “tumbang” secara mental saat pensiun. Materi ini dirancang untuk mencegah post-power syndrome dan membantu transisi identitas dari seorang profesional menjadi individu yang mandiri di luar pekerjaan.

  • Poin Utama:

    • Penerimaan Diri: Menghadapi hilangnya rutinitas kantor dan jabatan.

    • Manajemen Aktivitas: Menyusun jadwal harian baru agar tetap produktif dan merasa bermakna.

    • Hubungan Sosial: Menjaga komunikasi dengan keluarga dan komunitas untuk menghindari rasa kesepian.

    • Manajemen Stres: Teknik relaksasi dan pola pikir positif dalam menghadapi perubahan fase hidup.

3. Mindset and Character Building

Materi ini adalah fondasi perilaku. Tujuannya adalah membentuk pola pikir yang tangguh (resilient) dan karakter yang berintegritas, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

  • Poin Utama:

    • Growth Mindset: Mengajarkan bahwa tantangan adalah peluang untuk belajar, bukan hambatan.

    • Integritas dan Etika: Membangun kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap tindakan.

    • Adaptabilitas: Kemampuan untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman yang cepat.

    • Self-Leadership: Memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain atau mengelola usaha.

4. Perencanaan Keuangan Bisnis

Berbeda dengan keuangan pribadi, materi ini lebih teknis dan berorientasi pada keberlanjutan sebuah usaha (sering kali diambil oleh calon pensiunan yang ingin membuka bisnis).

  • Poin Utama:

    • Proyeksi Arus Kas (Cash Flow): Memastikan uang masuk dan keluar seimbang agar operasional tidak terhenti.

    • Analisis Kelayakan Bisnis: Menghitung Return on Investment (ROI) dan Break Even Point (BEP).

    • Pemisahan Rekening: Disiplin dalam memisahkan uang pribadi dan uang modal usaha.

    • Mitigasi Risiko Bisnis: Cara mengantisipasi kerugian melalui dana cadangan atau asuransi bisnis.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) - Nextup ID

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) – Nextup ID

Pendampingan Masa Persiapan Pensiun

Jika pelatihan adalah “peta”, maka pendampingan (mentoring/coaching) adalah “pemandu jalan”.Banyak karyawan yang sudah mengikuti pelatihan teori tetap merasa kebingungan saat harus mengeksekusi rencana pensiun mereka. Di sinilah peran  penting pendampingan. Pendampingan memberikan sentuhan personal yang tidak didapatkan dalam seminar klasikal.

Berikut adalah alasan mengapa pendampingan menjelang pensiun sangat krusial:

1. Personalisasi Strategi Keuangan

Setiap karyawan memiliki kondisi finansial yang berbeda (jumlah utang, tanggungan anak, aset, dan gaya hidup).

  • Bukan Solusi “Satu Ukuran untuk Semua”: Dalam pendampingan, konsultan dapat membantu menghitung secara spesifik apakah uang pesangon si karyawan cukup untuk profil risikonya, bukan sekadar teori umum.

  • Eksekusi Investasi: Pendamping akan membantu mengawal proses penempatan dana agar karyawan tidak terjebak investasi bodong saat memegang uang tunai dalam jumlah besar.

2. Penanganan Post-Power Syndrome Secara Bertahap

Kecemasan kehilangan jabatan tidak hilang hanya dengan satu hari pelatihan.

  • Dukungan Emosional Berkelanjutan: Pendampingan memberikan ruang aman bagi karyawan untuk mencurahkan kekhawatiran mereka selama masa transisi (biasanya 6-12 bulan sebelum pensiun).

  • Membangun Kepercayaan Diri: Pendamping membantu karyawan menemukan “nilai baru” di luar identitas kantorannya, sehingga mereka tidak merasa “habis masa berlakunya” setelah pensiun.

3. Meminimalisir Kegagalan Bisnis Baru

Banyak pensiunan langsung membuka bisnis besar (seperti restoran atau kos-kosan) dan gagal dalam dua tahun pertama karena kurang pengalaman.

  • Uji Coba Terpimpin: Pendampingan bisnis membantu karyawan memulai dari skala kecil (prototipe) sebelum mereka mengeluarkan seluruh modal pensiunnya.

  • Koneksi ke Mentor/Jaringan: Pendamping sering kali menghubungkan karyawan dengan komunitas sesama pensiunan atau praktisi bisnis yang sudah sukses.

4. Navigasi Administrasi dan Birokrasi

Proses pengurusan dana pensiun, BPJS Ketenagakerjaan, hingga asuransi kesehatan mandiri sering kali membingungkan.

  • Efisiensi Waktu: Pendamping memastikan karyawan memahami hak-haknya dan dokumen apa saja yang harus disiapkan agar tidak terjadi kendala administratif yang bisa menunda cairnya dana masa tua.

5. Menjaga Produktivitas di Sisa Masa Kerja

Karyawan yang cemas akan masa depannya cenderung kehilangan fokus di tahun-tahun terakhir bekerja.

  • Ketenangan Pikiran (Peace of Mind): Dengan adanya pendampingan, karyawan merasa “diwongke” (dimanusiakan) dan diurus oleh perusahaan. Hal ini menjaga loyalitas dan produktivitas mereka hingga hari terakhir bekerja, karena mereka tidak sibuk mengkhawatirkan hari esok secara berlebihan.

6. Harmonisasi dengan Pasangan (Keluarga)

Masalah pensiun bukan hanya masalah karyawan, tapi juga pasangannya.

  • Konseling Keluarga: Program pendampingan yang baik sering kali melibatkan pasangan untuk menyelaraskan ekspektasi hidup di rumah 24 jam bersama, sehingga mencegah konflik rumah tangga yang sering muncul pasca-pensiun.

Kesimpulannya: Pendampingan adalah bentuk tanggung jawab moral perusahaan untuk memastikan transisi karyawan berjalan mulus (soft landing). Perusahaan tidak hanya memberikan “bekal uang”, tapi juga “bekal mental dan strategi” yang nyata.

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) - Nextup ID

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) – Nextup ID

Strategi Implementasi Program MPP

Untuk hasil yang maksimal, program ini sebaiknya dibagi menjadi beberapa fase, bukan hanya satu kali seminar.

1. Fase Sosialisasi (3–5 Tahun Sebelum Pensiun)

Pada tahap ini, fokusnya adalah Awareness (Kesadaran).

  • Tujuan: Memberikan waktu bagi karyawan untuk mulai menabung atau berinvestasi.

  • Kegiatan: Seminar perencanaan keuangan dasar dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) untuk mendeteksi risiko kesehatan masa tua lebih dini.

2. Fase Pembekalan Intensif (1–2 Tahun Sebelum Pensiun)

Fokus pada Skill & Mindset. Di sinilah materi yang Anda sebutkan di awal masuk:

  • Workshop Kewirausahaan: Jika mereka ingin berbisnis.

  • Psikologi Pensiun: Menyiapkan mental pasangan dan keluarga.

  • Manajemen Aset: Simulasi pengelolaan dana pesangon agar tidak konsumtif.

3. Fase Pendampingan/Mentoring (6 Bulan – Hari H)

Fokus pada Eksekusi & Transisi.

  • Konseling Privat: Sesi satu lawan satu dengan perencana keuangan untuk membedah portofolio pribadi.

  • Kunjungan Lapangan (Field Trip): Mengunjungi pensiunan sukses atau unit bisnis UMKM untuk memberikan gambaran riil, bukan sekadar teori di kelas.

  • Administrasi H-90: Pendampingan pengurusan dokumen (BPJS, Dana Pensiun Lembaga Keuangan, dll) agar karyawan tidak bingung mengurus birokrasi sendirian.

Manfaat Bagi Perusahaan

Mengapa manajemen harus menyetujui anggaran untuk program ini?

  1. Menjaga Produktivitas: Karyawan yang cemas akan masa depan cenderung bekerja setengah hati. Pendampingan memberikan peace of mind sehingga mereka tetap fokus di sisa masa kerja.

  2. Transfer Pengetahuan (Succession Planning): Program MPP yang baik biasanya mencakup proses handover yang rapi. Karyawan yang merasa dihargai akan lebih sukarela menurunkan ilmunya kepada suksesornya.

  3. Positive Corporate Image: Alumni perusahaan yang sukses dan bahagia di masa pensiun adalah iklan terbaik bagi calon talenta baru yang ingin bergabung.

  4. Mitigasi Risiko Hukum/Sosial: Mengurangi risiko karyawan terjerat masalah finansial setelah keluar, yang terkadang bisa berimbas pada citra perusahaan jika mereka membawa-bawa nama eks-kantor.

Program Masa Persiapan Pensiun (MPP) dan pendampingan bukan sekadar “kebaikan hati” manajemen, melainkan strategi Employer Branding dan Manajemen Transisi yang vital. Karyawan yang merasa diperhatikan hingga hari terakhirnya akan menjadi “ambasador” positif bagi perusahaan di luar sana.

Ingin pelatihan masa persiapan pensiun anda lebih berdampak? Tim Nextup ID akan sangat senang sekali berdiskusi dengan anda, sampaikan semua kebutuhan anda, kami akan berikan solusi terbaiknya untuk karyawan dan perusahaan anda!

 

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat
Pelatihan Digital Marketing untuk Binaan PT Pemodalan Nasional Madani

Pelatihan Digital Marketing untuk Binaan PT Pemodalan Nasional Madani

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja, berinteraksi, dan menjalankan bisnis. Saat ini, konsumen tidak lagi hanya datang ke toko fisik, melainkan mencari produk melalui media sosial, marketplace, dan mesin pencari. Transformasi ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi pelaku usaha mikro, khususnya usaha ultra mikro binaan PT Pemodalan Nasional Madani (PNM).

Banyak pelaku usaha ultra mikro memiliki produk berkualitas, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran. Mereka sering mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut atau pelanggan sekitar lingkungan. Akibatnya, potensi pasar yang lebih luas belum tergarap secara optimal.

Di sinilah pelatihan digital marketing menjadi solusi strategis. Dengan keterampilan pemasaran online yang tepat, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan omzet, dan naik kelas secara berkelanjutan.

Di awal tahun 2026 Nextup ID bersama PT Pemodalan Nasional Madani menggelar pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha ultra mikro binaan PNM, yang tersebar di sekitar Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

Mengenal Pelaku Usaha Ultra Mikro dan Peran PNM

Apa Itu Usaha Ultra Mikro?

Usaha ultra mikro merupakan usaha berskala sangat kecil yang biasanya:

  • Dikelola secara individu atau keluarga

  • Modal terbatas

  • Skala produksi kecil

  • Belum memiliki sistem manajemen formal

  • Mengandalkan penjualan lokal

Contohnya adalah pedagang makanan rumahan, warung kelontong, penjahit, pengrajin, penjual kue, dan usaha rumahan lainnya. Meskipun kecil, sektor ini memiliki peran besar dalam perekonomian karena menyerap tenaga kerja dan menopang ekonomi keluarga.

Peran PT Pemodalan Nasional Madani (PNM)

PT PNM hadir sebagai lembaga pembiayaan dan pemberdayaan untuk membantu pelaku usaha ultra mikro berkembang. Tidak hanya memberikan akses permodalan, PNM juga memberikan:

  • Pendampingan usaha

  • Edukasi keuangan

  • Pelatihan kewirausahaan

  • Peningkatan kapasitas SDM

Salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah peningkatan literasi digital dan pemasaran online, sehingga pelaku usaha dapat bersaing di era modern.

Mengapa Digital Marketing Penting bagi Usaha Ultra Mikro?

Digital marketing bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Berikut beberapa alasan utamanya:

1. Perubahan Perilaku Konsumen

Mayoritas konsumen kini mencari produk melalui internet sebelum membeli. Jika bisnis tidak hadir secara online, peluang penjualan akan hilang.

2. Biaya Lebih Terjangkau

Pemasaran digital jauh lebih murah dibanding iklan konvensional seperti baliho atau brosur.

3. Jangkauan Pasar Lebih Luas

Produk dapat dijual tidak hanya di sekitar rumah, tetapi ke seluruh kota bahkan nasional.

4. Mudah Diukur

Hasil pemasaran dapat dipantau melalui data: jumlah pengunjung, klik, hingga penjualan.

5. Meningkatkan Daya Saing

UMKM yang aktif di marketplace dan media sosial terlihat lebih profesional dan dipercaya pelanggan.

Bagi pelaku usaha ultra mikro, digital marketing membuka pintu untuk naik kelas dari usaha rumahan menjadi bisnis yang lebih mapan.

Apa Itu Pelatihan Digital Marketing untuk Binaan PNM?

Pelatihan digital marketing adalah program peningkatan kapasitas yang dirancang untuk membekali pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan memasarkan produk secara online.

Pelatihan ini bersifat praktis, sederhana, dan mudah dipahami, karena mayoritas peserta masih dalam tahap awal literasi digital.

Tujuannya adalah agar peserta mampu:

  • Menggunakan smartphone untuk bisnis

  • Memasarkan produk di media sosial

  • Berjualan di marketplace

  • Membuat konten promosi

  • Mengelola pelanggan secara digital

Dengan pendekatan step-by-step, pelaku usaha dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat.

Pelatihan Digital Marketing - Nextup ID

Pelatihan Digital Marketing – Nextup ID

Manfaat Pelatihan Digital Marketing bagi Pelaku Usaha Binaan PNM

Meningkatkan Penjualan

Dengan akses pasar yang lebih luas, potensi penjualan meningkat signifikan.

Membangun Branding Produk

Produk menjadi lebih dikenal melalui identitas visual dan konten promosi yang konsisten.

Lebih Mandiri

Pelaku usaha tidak bergantung pada perantara atau reseller.

Efisiensi Waktu dan Biaya

Promosi dapat dilakukan dari rumah hanya dengan smartphone.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Pelaku usaha merasa lebih modern, profesional, dan siap bersaing.

Materi Pelatihan Digital Marketing yang Relevan

Agar efektif, pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha ultra mikro. Berikut materi yang umum diberikan:

1. Literasi Digital Dasar

  • Penggunaan smartphone untuk bisnis

  • Internet dasar

  • Keamanan digital

2. Fotografi Produk Sederhana

  • Teknik pencahayaan

  • Pengambilan gambar dengan HP

  • Background menarik

  • Editing sederhana

Foto yang baik dapat meningkatkan minat beli secara signifikan.

3. Media Sosial untuk Bisnis

  • WhatsApp Business

  • Facebook

  • Instagram

  • TikTok

Peserta belajar membuat akun bisnis, katalog produk, hingga cara berinteraksi dengan pelanggan.

4. Marketplace

  • Shopee

  • Tokopedia

  • Lazada

Materi mencakup:

  • Cara membuka toko

  • Upload produk

  • Penulisan deskripsi

  • Pengaturan harga

  • Pengiriman barang

5. Copywriting dan Konten Promosi

  • Menulis caption menarik

  • Storytelling produk

  • Call to action

  • Promo dan diskon

6. Strategi Penjualan Online

  • Customer service

  • Respon cepat

  • Manajemen stok

  • Testimoni pelanggan

7. Pencatatan dan Evaluasi

  • Laporan penjualan

  • Analisis performa

  • Perencanaan promosi

Materi dirancang sederhana, praktis, dan langsung bisa diterapkan.

Pelatihan Digital Marketing - Nextup ID

Pelatihan Digital Marketing – Nextup ID

Metode Pelatihan yang Efektif untuk Ultra Mikro

Pelaku usaha ultra mikro membutuhkan pendekatan berbeda dibanding pelaku bisnis besar. Metode yang efektif antara lain:

  • Praktik langsung (learning by doing)

  • Simulasi membuka toko online

  • Pendampingan kelompok kecil

  • Bahasa sederhana

  • Studi kasus nyata

  • Mentoring pasca pelatihan

Pendekatan ini membuat peserta lebih cepat memahami materi.

Dampak Nyata Pelatihan Digital Marketing

Banyak pelaku usaha yang merasakan perubahan setelah mengikuti pelatihan, seperti:

  • Omzet meningkat 2–3 kali lipat

  • Produk terjual lintas kota

  • Pesanan datang setiap hari melalui marketplace

  • Pelanggan bertambah melalui media sosial

  • Brand lebih dikenal

Transformasi ini membuktikan bahwa digital marketing mampu menjadi game changer bagi usaha kecil.

Tantangan yang Dihadapi Pelaku Usaha

Meski potensinya besar, ada beberapa tantangan:

Kurang Percaya Diri

Sebagian pelaku usaha merasa tidak mampu menggunakan teknologi.

Keterbatasan Perangkat

HP atau koneksi internet terbatas.

Konsistensi

Sulit rutin membuat konten.

Pengetahuan Minim

Belum memahami strategi pemasaran.

Solusinya adalah pelatihan berkelanjutan dan pendampingan intensif.

Peran Nextup ID dalam Mendukung Transformasi Digital UMKM

Sebagai platform pelatihan dan pengembangan kapasitas, Nextup.id menghadirkan program pelatihan digital marketing yang dirancang khusus untuk pelaku usaha ultra mikro dan binaan PNM.

Keunggulan program di Nextup.id:

  • Kurikulum praktis dan aplikatif

  • Trainer berpengalaman di bidang UMKM

  • Modul sederhana dan mudah dipahami

  • Pendampingan pasca pelatihan

  • Studi kasus nyata

  • Fokus hasil (peningkatan penjualan)

Nextup.id tidak hanya memberikan teori, tetapi memastikan peserta benar-benar bisa menjalankan bisnis digital secara mandiri.

Strategi Implementasi Digital Marketing bagi Peserta Pelatihan

Setelah pelatihan, berikut langkah yang bisa diterapkan:

  1. Buat akun WhatsApp Business

  2. Upload katalog produk

  3. Foto produk dengan baik

  4. Posting rutin di media sosial

  5. Buka toko di marketplace

  6. Gunakan promo dan diskon

  7. Kumpulkan testimoni

  8. Evaluasi penjualan setiap bulan

Konsistensi adalah kunci keberhasilan.

Peluang Masa Depan bagi Usaha Ultra Mikro Go Digital

Dengan digitalisasi, peluang usaha semakin luas:

  • Ekspor produk lokal

  • Kolaborasi dengan reseller

  • Kemitraan dengan brand besar

  • Akses pembiayaan lebih mudah

  • Skala usaha meningkat

Usaha ultra mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil bahkan menengah dalam waktu lebih cepat.

Kesimpulan

Pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha ultra mikro binaan PT Pemodalan Nasional Madani merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan bekal keterampilan digital, pelaku usaha tidak lagi terbatas oleh lokasi dan modal kecil. Mereka dapat menjangkau pelanggan lebih luas, meningkatkan omzet, dan membangun bisnis yang berkelanjutan.

Melalui program pelatihan yang tepat seperti yang disediakan Nextup.id, transformasi digital UMKM bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan. Saatnya pelaku usaha ultra mikro naik kelas, go digital, dan tumbuh bersama.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat

Bimbingan Teknis dan Sertifikasi BNSP Pendamping UMKM

Bimbingan Teknis dan Sertifikasi BNSP Pendamping UMKM

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Data menunjukkan bahwa lebih dari 90% pelaku usaha di Indonesia berasal dari sektor UMKM dan berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja serta Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di balik besarnya potensi tersebut, masih banyak UMKM yang menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan manajemen usaha, akses pembiayaan, pemasaran digital, hingga legalitas bisnis.

Di sinilah peran pendamping UMKM menjadi sangat krusial. Pendamping bukan sekadar konsultan, tetapi mitra strategis yang membantu pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan. Agar pendamping memiliki standar kompetensi yang jelas dan profesional, diperlukan bimbingan teknis (bimtek) serta sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Beberapa waktu yang lalu, tim Nextup ID berkesempatan membantu kegiatan Sertifikasi BNSP Pendamping UMKM di Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang. Kali ini, kita akan membahas secara komprehensif tentang bimbingan teknis dan sertifikasi BNSP Pendamping UMKM, manfaatnya, materi pelatihan, proses sertifikasi, hingga peluang kariernya, sehingga Anda dapat memahami pentingnya profesionalisasi pendamping UMKM di era ekonomi modern.

Apa Itu Pendamping UMKM?

Pendamping UMKM adalah individu atau tenaga profesional yang bertugas membantu pelaku usaha kecil dalam berbagai aspek, seperti:

  • Penyusunan rencana bisnis

  • Manajemen keuangan

  • Strategi pemasaran

  • Digitalisasi usaha

  • Legalitas dan perizinan

  • Akses pembiayaan

  • Pengembangan kapasitas SDM

Pendamping bekerja secara langsung di lapangan, memahami permasalahan riil pelaku usaha, serta memberikan solusi praktis dan aplikatif.

Tanpa kompetensi yang memadai, pendamping justru dapat memberikan arahan yang kurang tepat. Oleh karena itu, standar kompetensi melalui bimtek dan sertifikasi BNSP menjadi kebutuhan mendesak.

Mengapa Pendamping UMKM Perlu Bimbingan Teknis?

1. Meningkatkan Kompetensi Profesional

Bimbingan teknis memberikan pemahaman sistematis tentang metodologi pendampingan, analisis kebutuhan usaha, serta teknik problem solving.

2. Menyamakan Standar Pendampingan

Dengan pelatihan yang terstruktur, setiap pendamping memiliki standar layanan yang sama, sehingga kualitas pendampingan lebih terukur.

3. Mengikuti Perkembangan Zaman

Dunia usaha terus berubah, terutama dalam digitalisasi dan teknologi. Bimtek membantu pendamping memahami tren terbaru seperti:

  • Pemasaran digital

  • E-commerce

  • Manajemen berbasis aplikasi

  • Branding online

4. Meningkatkan Kredibilitas

Pendamping yang terlatih lebih dipercaya oleh UMKM, lembaga pemerintah, maupun mitra bisnis.

Apa Itu Sertifikasi BNSP Pendamping UMKM?

Sertifikasi BNSP adalah pengakuan resmi negara terhadap kompetensi seseorang berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Untuk pendamping UMKM, sertifikasi ini memastikan bahwa individu tersebut:

  • Kompeten secara teknis

  • Memiliki pengetahuan manajerial

  • Mampu mendampingi usaha secara profesional

  • Lulus uji kompetensi oleh asesor tersertifikasi

Sertifikat BNSP berlaku secara nasional dan diakui lintas sektor.

Sertifikasi Pendamping UMKM - Nextup ID

Sertifikasi Pendamping UMKM – Nextup ID

Manfaat Sertifikasi BNSP Pendamping UMKM

Bagi Individu

  • Meningkatkan nilai profesional

  • Diakui secara nasional

  • Peluang kerja lebih luas

  • Meningkatkan kepercayaan klien

  • Dapat mengikuti program pemerintah atau proyek pendampingan

Bagi Lembaga/Organisasi

  • Memiliki SDM kompeten

  • Kualitas layanan meningkat

  • Kredibilitas organisasi bertambah

  • Mudah bermitra dengan instansi pemerintah

Bagi UMKM

  • Mendapat pendamping berkualitas

  • Solusi usaha lebih tepat

  • Perkembangan usaha lebih cepat

  • Risiko kegagalan usaha menurun

Materi Bimbingan Teknis Pendamping UMKM

Program bimbingan teknis biasanya mencakup materi komprehensif berikut:

1. Konsep Dasar UMKM

  • Karakteristik UMKM

  • Tantangan dan peluang

  • Ekosistem bisnis

2. Teknik Pendampingan

  • Identifikasi kebutuhan usaha

  • Analisis SWOT

  • Penyusunan rencana aksi

  • Monitoring dan evaluasi

3. Manajemen Usaha

  • Manajemen keuangan sederhana

  • Pembukuan

  • Perhitungan HPP

  • Arus kas

4. Pemasaran dan Branding

  • Strategi pemasaran offline dan online

  • Digital marketing

  • Media sosial

  • Marketplace

5. Legalitas dan Perizinan

  • NIB

  • Sertifikasi halal

  • PIRT

  • Hak merek

6. Akses Pembiayaan

  • KUR

  • Investor

  • Lembaga keuangan

  • Proposal bisnis

7. Soft Skill Pendamping

  • Komunikasi efektif

  • Negosiasi

  • Coaching

  • Problem solving

Materi ini disusun agar pendamping mampu menangani berbagai situasi lapangan.

Proses Sertifikasi BNSP Pendamping UMKM

Berikut tahapan umum yang harus dilalui:

1. Mengikuti Bimbingan Teknis

Peserta wajib mengikuti pelatihan sebagai persiapan kompetensi.

2. Pendaftaran Uji Kompetensi

Peserta mendaftar melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terlisensi BNSP.

3. Asesmen Mandiri

Peserta menilai kemampuan dirinya sesuai unit kompetensi.

4. Uji Kompetensi

Metode asesmen meliputi:

  • Wawancara

  • Studi kasus

  • Observasi praktik

  • Portofolio

5. Penilaian Asesor

Asesor menentukan apakah peserta kompeten atau belum kompeten.

6. Penerbitan Sertifikat

Jika lulus, peserta memperoleh sertifikat resmi BNSP.

Sertifikasi Pendamping UMKM - Nextup ID

Sertifikasi Pendamping UMKM – Nextup ID

Siapa yang Cocok Mengikuti Bimtek dan Sertifikasi Ini?

Program ini sangat relevan bagi:

  • Konsultan UMKM

  • Pendamping desa

  • Fasilitator kewirausahaan

  • Dosen kewirausahaan

  • Inkubator bisnis

  • Pegiat koperasi

  • Aparatur pemerintah

  • Community development officer

  • Trainer kewirausahaan

  • Praktisi bisnis

Bahkan pelaku usaha yang ingin menjadi mentor juga sangat disarankan.

Dampak Nyata bagi Pengembangan UMKM

Pendamping bersertifikat terbukti memberikan dampak positif, seperti:

  • Omzet UMKM meningkat

  • Manajemen lebih rapi

  • Legalitas lengkap

  • Produk masuk marketplace

  • Akses pembiayaan lebih mudah

Pendampingan yang profesional mampu mengubah usaha mikro menjadi usaha kecil, bahkan menengah dalam waktu relatif singkat.

Peluang Karier Pendamping UMKM Bersertifikat

Dengan sertifikasi BNSP, peluang karier semakin luas, antara lain:

  • Konsultan bisnis independen

  • Pendamping program pemerintah

  • Fasilitator pelatihan

  • Mentor inkubator startup

  • Tenaga ahli proyek pemberdayaan

  • Trainer kewirausahaan

Profesi ini semakin dibutuhkan, seiring meningkatnya fokus pemerintah terhadap penguatan UMKM.

Mengapa Memilih Program Bimtek dan Sertifikasi melalui Nextup.id?

Sebagai platform pengembangan kapasitas dan pelatihan profesional, Nextup.id menghadirkan program bimbingan teknis dan sertifikasi pendamping UMKM dengan pendekatan praktis dan aplikatif.

Keunggulan program di Nextup.id:

  • Materi sesuai SKKNI

  • Mentor berpengalaman

  • Studi kasus nyata

  • Pendekatan praktik langsung

  • Simulasi uji kompetensi

  • Pendampingan hingga lulus sertifikasi

  • Jaringan profesional luas

Nextup.id berkomitmen membantu mencetak pendamping UMKM yang kompeten, profesional, dan berdampak nyata bagi perekonomian.

Tantangan dan Solusi dalam Pendampingan UMKM

Tantangan

  • Literasi keuangan rendah

  • Resistensi perubahan

  • Keterbatasan teknologi

  • Modal terbatas

Solusi

  • Edukasi bertahap

  • Pendekatan personal

  • Digitalisasi sederhana

  • Kolaborasi dengan lembaga keuangan

Pendamping profesional harus adaptif dan kreatif dalam menghadapi hambatan tersebut.

Sertifikasi Pendamping UMKM - Nextup ID

Sertifikasi Pendamping UMKM – Nextup ID

Masa Depan Profesi Pendamping UMKM

Transformasi digital, ekonomi kreatif, dan program pemerintah seperti UMKM Go Digital membuat kebutuhan pendamping terus meningkat. Profesi ini diprediksi akan menjadi salah satu karier strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.

Dengan kompetensi tersertifikasi, pendamping bukan hanya membantu usaha kecil bertahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kesimpulan

Bimbingan teknis dan sertifikasi BNSP Pendamping UMKM bukan sekadar formalitas, melainkan investasi penting untuk meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kredibilitas pendamping. Dengan standar kompetensi yang jelas, kualitas pendampingan meningkat dan dampaknya dirasakan langsung oleh UMKM.

Bagi Anda yang ingin berkontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mengembangkan karier profesional, mengikuti bimtek dan sertifikasi pendamping UMKM melalui Nextup.id adalah langkah tepat. Saatnya menjadi pendamping yang kompeten, terpercaya, dan berdampak.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat

Pelatihan Keamanan Siber bagi UMKM Kota Depok

Pelatihan Keamanan Siber bagi UMKM Kota Depok

Di era digital yang semakin pesat, transformasi teknologi adalah kunci pertumbuhan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, di balik kemudahan transaksi online dan penyimpanan data berbasis cloud, tersimpan risiko besar yang sering diabaikan: serangan siber.

Banyak pemilik UMKM merasa bisnis mereka “terlalu kecil” untuk menjadi target hacker. Sayangnya, pemikiran ini adalah jebakan. Faktanya, pelaku kejahatan siber justru mengincar UMKM karena sistem pertahanan mereka cenderung lebih lemah dibandingkan perusahaan besar. Kali ini, tim Nextup ID bekerjasama dengan komunitas UMKM Kota Depok menyelenggarakan kegiatan pelatihan keamanan siber yang bertempat di aula kecamatan Cilodong Kota Depok. Program ini terselenggara atas dukungan dari APAC Cyber Security Fund bersama Yayasan Mien R Uno Foundation.

Lalu, seberapa krusial pelatihan keamanan siber? Mari kita bedah alasannya.

Mengapa UMKM Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber?

Sebelum masuk ke teknis, kita perlu memahami realitanya. Penjahat siber menggunakan bot otomatis untuk mencari celah keamanan di internet. Mereka tidak peduli seberapa besar aset Anda; jika ada celah, mereka akan masuk.

Beberapa alasan mengapa UMKM rentan meliputi:

  • Kurangnya Kesadaran Digital: Banyak staf yang masih belum bisa membedakan email asli dan phishing.

  • Sistem yang Tidak Update: Penggunaan perangkat lunak bajakan atau yang jarang diperbarui.

  • Keamanan Kata Sandi yang Buruk: Menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai akun bisnis.

Pelatihan Keamanan Siber untuk UMKM - Nextup ID

Pelatihan Keamanan Siber untuk UMKM – Nextup ID

3 Alasan Utama Pelatihan Keamanan Siber Itu Wajib

1. Melindungi Aset Finansial dan Data Pelanggan

Data pelanggan adalah aset paling berharga. Jika data kartu kredit atau alamat pelanggan bocor, dampaknya bukan hanya kerugian materi, tapi juga gugatan hukum. Pelatihan membantu karyawan memahami cara menangani data secara aman.

2. Membangun Kepercayaan (Trust) Konsumen

Di tahun 2026, konsumen makin cerdas. Mereka hanya mau bertransaksi di platform yang mereka percayai. Dengan menunjukkan bahwa tim Anda tersertifikasi atau paham standar keamanan digital, ini akan menjadi nilai jual (USP) yang kuat bagi brand Anda.

3. Mencegah Operasional Terhenti (Downtime)

Bayangkan jika sistem kasir atau website toko Anda terkena ransomware dan terkunci selama seminggu. Berapa potensi cuan yang hilang? Pelatihan keamanan siber memberikan “imunitas” agar bisnis tetap berjalan tanpa gangguan teknis akibat serangan luar.

Pelatihan Keamanan Siber untuk UMKM - Nextup ID

Pelatihan Keamanan Siber untuk UMKM – Nextup ID

Apa Saja yang Harus Dipelajari dalam Pelatihan?

Anda tidak perlu menjadi ahli IT untuk tetap aman. Pelatihan dasar untuk UMKM biasanya mencakup:

  1. Identifikasi Phishing: Cara mengenali link atau lampiran mencurigakan di email dan WhatsApp.

  2. Manajemen Password: Menggunakan password manager dan mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA).

  3. Keamanan Perangkat Kerja: Larangan menggunakan Wi-Fi publik sembarangan untuk akses data kantor.

  4. Prosedur Backup Data: Memastikan data cadangan selalu tersedia secara berkala.

Investasi Kecil untuk Proteksi Besar

Keamanan siber bukan lagi sebuah “pilihan” atau kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan di ekosistem digital. Mengalokasikan waktu dan sedikit sumber daya untuk pelatihan keamanan siber jauh lebih murah dibandingkan biaya pemulihan setelah terkena serangan. Ingat, benteng terkuat sebuah bisnis bukan hanya pada software antivirus yang mahal, melainkan pada kesadaran orang-orang di dalamnya.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat

Perbedaan KOL dan KOC dalam Strategi Digital Marketing

Perbedaan KOL dan KOC dalam Strategi Digital Marketing

Dalam beberapa tahun terakhir, digital marketing berbasis rekomendasi menjadi salah satu strategi paling efektif untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Istilah seperti KOL (Key Opinion Leader) dan KOC (Key Opinion Consumer) semakin sering digunakan, terutama oleh brand dan UMKM yang memanfaatkan media sosial sebagai kanal pemasaran utama.

Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami perbedaan KOL dan KOC secara mendalam, sehingga salah memilih strategi, mengeluarkan biaya besar, tetapi hasilnya tidak optimal. Padahal, jika dipilih dan digunakan dengan tepat, baik KOL maupun KOC dapat memberikan dampak signifikan terhadap branding, kepercayaan, dan penjualan UMKM.

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Apa itu KOL dan KOC

  • Perbedaan utama KOL dan KOC

  • Kelebihan dan kekurangannya

  • Strategi penggunaan KOL dan KOC yang tepat untuk UMKM

  • Rekomendasi pendekatan yang relevan dan berkelanjutan

Apa Itu KOL (Key Opinion Leader)?

Key Opinion Leader (KOL) adalah individu yang memiliki pengaruh besar terhadap opini publik karena popularitas, keahlian, atau posisi profesionalnya. KOL biasanya memiliki audiens yang luas dan dikenal oleh banyak orang.

Karakteristik KOL

  • Memiliki jumlah pengikut besar

  • Dianggap ahli atau figur publik

  • Sering bekerja sama dengan banyak brand

  • Pengaruhnya kuat dalam membangun awareness

Contoh KOL

  • Selebriti

  • Influencer besar

  • Tokoh publik

  • Profesional ahli (dokter, chef, pakar bisnis)

Dalam strategi pemasaran, KOL sering digunakan untuk meningkatkan visibilitas dan citra brand dalam waktu singkat.

Key Opinion Leader

Key Opinion Leader

Apa Itu KOC (Key Opinion Consumer)?

Key Opinion Consumer (KOC) adalah konsumen nyata yang memberikan opini berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan produk atau layanan. KOC biasanya bukan figur terkenal, tetapi dipercaya karena ulasannya dianggap jujur dan relevan.

Karakteristik KOC

  • Konsumen atau pengguna asli produk

  • Audiens lebih kecil, tetapi spesifik

  • Tingkat kepercayaan tinggi

  • Konten terasa lebih natural dan autentik

Contoh KOC

  • Pelanggan loyal

  • Micro-influencer

  • Anggota komunitas

  • Reviewer lokal

Bagi UMKM, KOC sering menjadi aset pemasaran yang sangat efektif karena mampu membangun kepercayaan dengan biaya rendah.

Perbedaan KOL dan KOC dalam Digital Marketing

Berikut perbedaan utama antara KOL dan KOC yang perlu dipahami UMKM:

Aspek KOL KOC
Status Figur publik / ahli Konsumen nyata
Jumlah audiens Besar Kecil–menengah
Tingkat kepercayaan Sedang–tinggi Tinggi
Gaya promosi Lebih formal & profesional Natural & personal
Biaya kerja sama Tinggi Rendah / minim
Tujuan utama Brand awareness Trust & konversi
Dampak jangka panjang Branding Loyalitas pelanggan

Kelebihan dan Kekurangan KOL untuk UMKM

Kelebihan KOL

  • Jangkauan audiens luas

  • Cepat meningkatkan awareness

  • Cocok untuk peluncuran produk

  • Meningkatkan citra brand secara instan

Kekurangan KOL

  • Biaya relatif mahal bagi UMKM

  • Engagement belum tentu tinggi

  • Audiens bisa kurang relevan

  • Risiko dianggap sekadar iklan

Bagi UMKM dengan anggaran terbatas, penggunaan KOL perlu perhitungan yang sangat matang.

Kelebihan dan Kekurangan KOC untuk UMKM

Kelebihan KOC

  • Lebih dipercaya konsumen

  • Engagement tinggi

  • Biaya rendah

  • Cocok untuk membangun reputasi

  • Dampak nyata pada penjualan

Kekurangan KOC

  • Jangkauan terbatas

  • Dampak tidak instan

  • Perlu konsistensi dan jumlah KOC lebih banyak

Meski tidak secepat KOL, KOC cenderung lebih efektif dalam jangka panjang, terutama untuk UMKM.

KOL vs KOC: Mana yang Lebih Efektif untuk UMKM?

Tidak ada jawaban mutlak. Efektivitas KOL dan KOC sangat tergantung pada tujuan bisnis UMKM.

Gunakan KOL jika:

  • Ingin memperkenalkan brand baru

  • Target pasar luas

  • Memiliki anggaran promosi memadai

  • Fokus pada branding dan awareness

Gunakan KOC jika:

  • Ingin meningkatkan kepercayaan

  • Fokus pada penjualan

  • Target pasar spesifik

  • Anggaran terbatas

  • Menginginkan ulasan autentik

📌 Fakta penting:
Banyak UMKM justru mendapatkan hasil lebih baik dari KOC dibanding KOL, karena konsumen saat ini lebih percaya pada pengalaman sesama pengguna.

Strategi Menggunakan KOL dan KOC Secara Tepat

1. Jangan Hanya Melihat Jumlah Followers

Untuk UMKM, relevansi audiens jauh lebih penting dibanding jumlah pengikut.

2. Fokus pada Cerita, Bukan Hard Selling

Baik KOL maupun KOC sebaiknya:

  • Menceritakan pengalaman

  • Menjelaskan manfaat

  • Mengaitkan dengan kebutuhan nyata

3. Gunakan KOC sebagai Fondasi

Bangun:

  • Testimoni pelanggan

  • Review komunitas

  • Konten UGC (User Generated Content)

Ini akan memperkuat reputasi brand sebelum menggunakan KOL.

Contoh Strategi KOL & KOC untuk UMKM

Strategi KOL Skala UMKM

  • Pilih KOL lokal

  • Audiens relevan dengan produk

  • Durasi kerja sama singkat tapi terukur

  • Fokus edukasi dan storytelling

Strategi KOC Skala UMKM

  • Ajak pelanggan loyal memberi ulasan

  • Berikan insentif ringan

  • Repost konten mereka

  • Bangun komunitas pelanggan

Strategi ini lebih murah, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

Tren Digital Marketing: Mengapa KOC Semakin Penting?

Perilaku konsumen saat ini menunjukkan bahwa:

  • Konsumen semakin skeptis terhadap iklan

  • Rekomendasi personal lebih dipercaya

  • Konten autentik lebih menarik

Inilah alasan mengapa KOC menjadi strategi yang sangat relevan, terutama bagi UMKM yang ingin tumbuh secara berkelanjutan.

Peran Pendampingan dalam Strategi KOL & KOC UMKM

Banyak UMKM gagal memanfaatkan KOL dan KOC bukan karena salah konsep, tetapi karena:

  • Tidak punya strategi jelas

  • Salah memilih partner

  • Tidak mengukur hasil

Pendampingan seperti yang dilakukan oleh Nextup.id membantu UMKM:

  • Menentukan tujuan pemasaran

  • Memilih strategi yang sesuai kapasitas usaha

  • Menghindari pemborosan biaya promosi

  • Membangun pemasaran digital yang berkelanjutan

Kesimpulan

Perbedaan KOL dan KOC terletak pada pengaruh, kepercayaan, dan tujuan penggunaannya.

  • KOL efektif untuk meningkatkan awareness dalam waktu singkat

  • KOC unggul dalam membangun kepercayaan dan mendorong penjualan

Bagi UMKM, pendekatan paling relevan adalah:

Mengutamakan KOC sebagai fondasi kepercayaan, lalu menggunakan KOL secara selektif untuk memperluas jangkauan.

Strategi ini lebih realistis, efisien, dan sesuai dengan kondisi UMKM Indonesia.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Bisnis UMKM

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Bisnis UMKM

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah merupakan salah satu kebijakan sosial terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Fokus utama program ini adalah peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan. Namun, di balik tujuan sosial tersebut, MBG juga memiliki implikasi ekonomi yang besar, terutama terhadap kelangsungan dan pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia.

Bagi UMKM—khususnya di sektor pangan, pertanian, peternakan, perikanan, dan jasa pendukung—MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan potensi pasar baru berskala nasional. Artikel ini mengulas secara komprehensif seberapa besar dampak program MBG terhadap UMKM, peluang yang tercipta, tantangan yang dihadapi, serta strategi agar UMKM dapat memanfaatkan program ini secara berkelanjutan.

Program Makan Bergizi Gratis dalam Konteks Ekonomi UMKM

Program MBG dirancang dengan pendekatan rantai pasok lokal, di mana bahan pangan dan jasa pengolahan diupayakan berasal dari pelaku usaha di daerah. Artinya, UMKM tidak ditempatkan sebagai objek pasif, tetapi sebagai aktor ekonomi utama dalam implementasi program.

Dalam konteks ini, MBG berfungsi sebagai:

  • Stimulus permintaan bagi UMKM

  • Penggerak ekonomi lokal

  • Pintu masuk UMKM ke pasar institusional

  • Sarana peningkatan kapasitas usaha

Pendekatan ini sejalan dengan visi pengembangan UMKM berkelanjutan yang mendorong UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas.

Dampak Langsung Program MBG terhadap UMKM

1. Peningkatan Permintaan dan Kepastian Pasar

Salah satu tantangan utama UMKM adalah ketidakpastian pasar. Program MBG menghadirkan permintaan dalam jumlah besar dan relatif stabil, terutama untuk:

  • Bahan pangan segar (beras, sayur, buah, telur, ikan)

  • Produk olahan pangan

  • Jasa katering dan dapur produksi

  • Logistik distribusi lokal

Bagi UMKM yang terlibat, MBG memberikan:

  • Volume pesanan yang jelas

  • Jadwal distribusi terencana

  • Kepastian pembelian dalam periode tertentu

Kepastian ini sangat penting bagi keberlangsungan usaha, terutama UMKM skala mikro dan kecil.

2. Peningkatan Pendapatan dan Skala Produksi

Keterlibatan dalam program MBG mendorong UMKM untuk:

  • Meningkatkan kapasitas produksi

  • Mengoptimalkan aset usaha

  • Menambah jam operasional

Banyak UMKM yang sebelumnya beroperasi secara terbatas mulai merasakan kenaikan pendapatan signifikan, bahkan harus menambah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan. Hal ini menciptakan efek pengganda (multiplier effect) di tingkat lokal.

3. Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Dengan meningkatnya volume produksi dan distribusi, UMKM yang terlibat dalam MBG cenderung:

  • Merekrut tenaga kerja baru

  • Menggunakan tenaga lokal

  • Meningkatkan pendapatan rumah tangga sekitar

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga oleh komunitas tempat usaha tersebut beroperasi.

Makan Bergizi Gratis

Makan Bergizi Gratis

Dampak Tidak Langsung: Penguatan Kapasitas dan Daya Saing UMKM

1. Peningkatan Standar dan Profesionalisme

Untuk bisa terlibat dalam program MBG, UMKM harus memenuhi standar tertentu, seperti:

  • Kebersihan dan keamanan pangan

  • Konsistensi kualitas produk

  • Ketepatan waktu distribusi

  • Administrasi dan pencatatan usaha

Meski awalnya menjadi tantangan, standar ini justru mendorong UMKM untuk:

  • Lebih tertib secara operasional

  • Lebih profesional dalam pengelolaan usaha

  • Siap menghadapi pasar yang lebih besar di masa depan

2. Akses ke Pasar Institusional

Pengalaman menjadi pemasok program MBG dapat menjadi rekam jejak penting bagi UMKM. Hal ini membuka peluang untuk:

  • Bekerja sama dengan sekolah, rumah sakit, dan lembaga lain

  • Mengikuti pengadaan pemerintah atau swasta

  • Menjalin kemitraan jangka panjang

Dengan kata lain, MBG bisa menjadi batu loncatan UMKM menuju pasar yang lebih luas.

Tantangan Program MBG bagi Kelangsungan UMKM

Meski peluangnya besar, program MBG juga membawa sejumlah tantangan yang perlu dicermati secara bisnis.

1. Kesiapan Operasional UMKM

Tidak semua UMKM siap menghadapi lonjakan permintaan. Tantangan yang sering muncul:

  • Kapasitas produksi terbatas

  • Peralatan yang belum memadai

  • SDM yang belum terlatih

  • Manajemen stok yang lemah

Tanpa persiapan yang baik, peluang besar justru bisa menjadi risiko usaha.

2. Permodalan dan Arus Kas

Program berskala besar sering menuntut:

  • Modal kerja di awal

  • Pembelian bahan baku dalam jumlah besar

  • Sistem pembayaran yang tidak selalu instan

Bagi UMKM, tantangan arus kas bisa mengganggu kelangsungan usaha jika tidak didukung oleh:

  • Akses pembiayaan

  • Skema pembayaran yang ramah UMKM

  • Pendampingan keuangan

3. Ketergantungan pada Satu Sumber Pasar

UMKM yang terlalu bergantung pada program MBG berisiko ketika:

  • Skema program berubah

  • Volume pesanan menurun

  • Kebijakan berganti

Karena itu, MBG sebaiknya diposisikan sebagai penguat usaha, bukan satu-satunya sumber pendapatan.

Makan Bergizi Gratis

Makan Bergizi Gratis

Strategi Agar UMKM Dapat Bertahan dan Tumbuh melalui Program MBG

1. Penguatan Manajemen dan Operasional

UMKM perlu mulai membangun:

  • SOP produksi sederhana

  • Sistem pencatatan keuangan

  • Manajemen stok dan distribusi

  • Standar kualitas produk

Langkah ini penting agar UMKM tidak hanya lolos seleksi, tetapi juga mampu bertahan.

2. Kolaborasi dan Klasterisasi UMKM

Tidak semua UMKM harus berjalan sendiri. Melalui:

  • Klaster UMKM

  • Koperasi

  • Kemitraan produksi

UMKM bisa berbagi kapasitas, risiko, dan sumber daya untuk memenuhi permintaan MBG secara kolektif.

3. Diversifikasi Pasar dan Produk

UMKM perlu tetap:

  • Mengembangkan pasar non-MBG

  • Menciptakan produk turunan

  • Memperkuat branding usaha

Dengan demikian, ketika program MBG berakhir atau berubah, usaha tetap berjalan.

Peran Pendampingan dalam Memaksimalkan Dampak MBG bagi UMKM

Banyak tantangan UMKM dalam program MBG bukan pada kemauan, tetapi pada:

  • Kurangnya pengetahuan manajerial

  • Minimnya pendampingan teknis

  • Keterbatasan akses informasi dan jejaring

Di sinilah peran pendampingan UMKM menjadi krusial. Pendekatan seperti yang dilakukan oleh Nextup.id—yang menekankan pendampingan berbasis praktik, konteks lokal, dan keberlanjutan—dapat membantu UMKM:

  • Memahami peluang MBG secara strategis

  • Meningkatkan kesiapan usaha

  • Menghindari risiko kegagalan

  • Mengonversi peluang jangka pendek menjadi pertumbuhan jangka panjang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak yang signifikan terhadap kelangsungan bisnis UMKM, khususnya dalam:

  • Menciptakan permintaan baru

  • Meningkatkan pendapatan dan skala usaha

  • Mendorong profesionalisme dan standar usaha

  • Menggerakkan ekonomi lokal

Namun, dampak positif tersebut tidak terjadi secara otomatis. Diperlukan kesiapan UMKM, dukungan ekosistem, serta pendampingan yang tepat agar MBG benar-benar menjadi motor penggerak UMKM berkelanjutan, bukan sekadar peluang sesaat.

Bagi UMKM yang mampu memanfaatkan program ini dengan strategi yang tepat, MBG dapat menjadi jalan masuk menuju usaha yang lebih tangguh, profesional, dan siap naik kelas.

Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing. Klik disini untuk kenal lebih dekat