by M Arif Rahmat | May 7, 2022 | Articles
Merintis usaha sendiri sering menjadi pilihan banyak orang untuk mengatasi masalah keuangan yang dialami. Usaha yang dijalankan tentunya diharapkan bisa memberikan profit, dan profit ini merupakan pemasukan bagi perintisnya. Mendirikan usaha sendiri ternyata tidak selalu menjadi perkara mudah.
Apalagi jika berhadapan dengan jumlah modal yang dimiliki, maka akan menentukan skala usaha tersebut. Namun, tidak perlu risau karena era sekarang adalah era cemerlang bagi siapa saja untuk mendirikan usaha dengan modal minim. Yakni bisa mendirikan UMKM atau memilih mendirikan startup. Lalu, apakah keduanya berbeda?
UMKM dan Startup
Mendirikan usaha tentunya membutuhkan modal, hanya saja tidak semua usaha memerlukan modal dalam jumlah besar. Beberapa jenis usaha bisa dimulai dengan modal di bawah Rp 1 juta. Modal yang kecil memberi kemudahan bagi seseorang untuk mendirikannya, dan bisa disebut sebagai UMKM maupun startup.
Namun, tahukah Anda bahwa antara UMKM dengan startup adalah dua jenis perusahaan yang berbeda? Sejauh ini, kebanyakan orang menganggap keduanya sama karena memang sama-sama membutuhkan modal yang terbatas. Hanya saja, dilihat dan dipelajari secara lebih mendalam ternyata keduanya punya perbedaan signifikan.

Pengertian UMKM
UMKM memiliki kepanjangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Jika dijabarkan menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, maka pengertiannya adalah sebagai berikut:
1. Usaha Mikro
Usaha mikro merupakan usaha produktif yang dimiliki baik oleh badan usaha maupun perorangan yang memenuhi kriteria untuk disebut sebagai usaha mikro. Kriteria ini ditetapkan oleh Undang-Undang dan mencakup kepemilikan aset maksimal Rp 50 juta dan maksimal omzet Rp 300 juta.
2. Usaha Kecil
Usaha kecil merupakan usaha produktif yang berdiri sendiri dan dikelola oleh badan usaha maupun perorangan. Secara aturan resmi, usaha kecil aset berkisar antara Rp 50 juta – Rp 500 juta, dan omset antara Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar.
3. Usaha Menengah
Sedangkan usaha menengah di dalam UMKM adalah usaha ekonomi produktif yang dikelola sendiri baik oleh badan usaha maupun perorangan dan bukan merupakan anak cabang perusahaan manapun. Aset usaha menengah antara Rp 500 juta – Rp 10 miliar, dan omset antara Rp 2,5 miliar – Rp 50 miliar.
Pengertian Startup
Perusahaan startup berbeda dengan UMKM, adapun yang dimaksud dengan startup adalah perusahaan rintisan yang umurnya masih baru. Jadi, setiap usaha yang baru saja dirintis bisa masuk ke dalam kategori perusahaan startup. Istilah startup bisa diartikan juga sebagai perusahaan yang masih remaja, sehingga masih dalam proses pendewasaan.
Masih banyak hal perlu dirubah, dikembangkan, diganti, dan sebagainya untuk menjadi perusahaan dewasa. Jika startup sudah menjadi perusahaan dewasa yang bisa mandiri dan memenuhi kriteria menjadi usaha lebih besar pada umumnya. Maka startup kemudian berubah bentuk menjadi perusahaan yang sesungguhnya, yakni menjadi badan usaha.

Perbedaan UMKM dengan Startup
Jika membaca penjelasan tentang pengertian dari UMKM maupun startup masih belum mendapatkan kejelasan perbedaan keduanya. Maka bisa menyimak detail perbedaannya di bawah ini:
1. Produk yang Disediakan
Perbedaan pertama antara UMKM dengan perusahaan startup adalah dari segi produk yang disediakan kepada masyarakat. UMKM identik dengan produk yang memiliki fisik dan bisa dibeli masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Produk berfisik ini contohnya makanan, minuman, pakaian, kosmetik, dan lain-lain.
Sementara pada perusahaan startup, produk yang dihasilkan tidak memiliki fisik karena sifatnya digital. Selain itu, produk yang disediakan umumnya fokus menyediakan jasa. Yakni dalam bentuk aplikasi, perangkat lunak atau software, cloud-based service, digital marketing agency, dan sejenisnya.
2. Teknologi Digital
Perbedaan yang kedua antara UMKM dengan startup adalah dari penggunaan teknologi digital. Contoh paling mudah adalah penggunaan internet termasuk perangkat yang menyertainya seperti komputer, smartphone, dan sejenisnya. Pada UMKM penggunaan teknologi digital masih terbatas dan minim.
Biasanya teknologi ini hanya digunakan untuk kebutuhan promosi agar bisa menjangkau pengguna internet. Lain halnya dengan perusahaan startup yang menjadikan teknologi digital sebagai jantung perusahaan tersebut. Internet menjadi kebutuhan dasar yang menjamin startup bisa berjalan.
3. Skala Produksi
Antara UMKM dengan startup juga memiliki perbedaan dari segi skala produksi. UMKM cenderung memiliki skala produksi kecil karena memang terbatas, yakni dibatasi oleh ketersediaan bahan baku dan juga jumlah SDM. Jika ada karyawan yang absen maka akan langsung berpengaruh pada jumlah produksi yang menurun.
Pada startup justru sebaliknya, produksi yang dilakukan tidak bergantung pada bahan baku dan SDM. Bahkan perusahaan startup bisa berjalan dengan SDM minim, tidak sedikit yang dirintis dengan 3 orang saja. Misalnya seperti Tokopedia pada masa awal berdiri di Indonesia.
4. Akselerasi Usaha
Akselerasi usaha adalah kecepatan sebuah usaha untuk tumbuh dan juga berkembang. Pada UMKM, usaha ini bisa berkembang menjadi perusahaan dan bahkan pabrik besar. Hanya saja dibutuhkan waktu lama dan kadang kala harus menerima bantuan modal dari banyak investor.
Sementara pada perusahaan startup, akselerasi usahanya sangat pesat. Apalagi jika ada proses akuisisi, maka satu perusahaan startup bisa langsung besar dalam hitungan hari.
5. Permodalan
Perbedaan selanjutnya adalah dari segi permodalan, pada saat dirintis antara UMKM dengan startup memang sama-sama dirintis dari modal sendiri. Hanya saja setelah berjalan dan membutuhkan tambahan modal maka mulai muncul perbedaan. Pelaku UMKM cenderung memilih mengajukan pinjaman ke bank, sementara startup memilih mencari investor.
6. Target Pasar
UMKM dan startup juga memiliki perbedaan dalam hal target pasar, dimana target pasar UMKM lebih terbatas. Memang antara UMKM dengan startup sama-sama bisa masuk ke pasar internasional dimana UMKM bisa mengekspor produk ke pasar luar negeri. Hanya saja prosesnya panjang dan prosedurnya kompleks.
Sementara startup sejak awal berdiri memang bisa langsung menembus pasar internasional. Sifat produknya yang digital dan kemudian dipasarkan secara global melalui internet. Sekaligus produknya yang tidak perlu mengikuti prosedur untuk dipasarkan keluar negeri. Membuat produknya bisa go internasional dengan cepat.
7. Exit Strategy
Exit strategy antara UMKM dengan startup juga berbeda jauh. Secara umum UMKM bisa mewariskan usahanya kepada anak dan cucu. Sehingga pelakunya memilih menjalankan usaha berumur panjang dan dikelola sebaik mungkin agar bisa diwariskan.
Sementara pada startup, mayoritas memiliki exit strategy dengan melakukan akuisisi. Sehingga startup kecil kemudian diambil alih oleh startup yang lebih besar dan sudah dikenal secara luas.
Melalui penjelasan di atas, tentunya bisa lebih mudah memahami apa saja perbedaan antara UMKM dengan startup. Jika memiliki produk yang bersifat digital seperti sebuah aplikasi, maka mendirikan startup adalah pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika menghadirkan produk fisik seperti pakaian maka bisa mendirikan UMKM.
Ilmu lebih mengenai UMKM dan startup bisa mengakses ke situs Nextup.id dan mengikuti kelas-kelas training bisnis yang diselenggarakan. Dijamin akan memperoleh banyak ilmu agar bisa menjadi pendiri perusahaan yang punya dasar kuat.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
by M Arif Rahmat | Apr 18, 2022 | Articles
Bisnis kuliner termasuk salah satu pilihan usaha yang memiliki prospek yang baik dan tentunya menjadi pembicaraan yang menarik untuk dibahas. Apalagi jika negara kita memiliki kekayaan kuliner yang melimpah dengan aneka rempah khasnya. Jika demikian sudah tentu bisnis kuliner dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin memulai usaha. Berniat untuk memulai bisnis ini? Simak beberapa hal berikut agar Anda mudah untuk menjalaninya.
7 Hal Penting untuk Menjalankan Bisnis Kuliner
Setiap pilihan jenis bisnis sudah tentu memiliki hal penting yang harus diperhatikan. Tujuannya adalah agar mudah untuk menyiapkan pelaksanaan bisnis tersebut dan mudah pula dalam menjalaninya. Hal seperti juga semestinya dipertimbangkan jika Anda berniat untuk memiliki bisnis kuliner yang berkembang.
Bila memperhatikan kondisi saat ini, maka kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan. Mengapa demikian? Sederhana saja, kita semua pasti membutuhkan makanan yang notabene menjadi produk dari bisnis kuliner. Jika demikian bisnis ini akan memiliki pelanggan tersendiri dan dapat bertahan di persaingan pasar. Tertarik untuk mencoba?
Bagi Anda yang benar-benar ingin memulai bisnis di bidang kuliner, maka cobalah untuk memaksimalkan beberapa hal berikut ini.
1. Tentukan Produk dan Konsep Bisnis
Pertama, tentukanlah produk apa yang ingin dijual kepada konsumen dan bagaimana konsep bisnis kuliner yang ingin dibangun. Pilihan jenis produk kuliner yang ingin digeluti sangatlah variatif tergantung dari kemampuan Anda untuk mengolahnya agar menjadi produk yang menarik untuk disantap. Selain itu, konsep bisnis juga mesti dipikirkan dan Anda dapat mencoba mencari contoh yang telah ada saat ini.

2. Coba Lakukan Analisis Pasar dan Kebutuhan Modal
Setiap bisnis membutuhkan modal bukan? Oleh karena itu hal kedua yang harus dipikirkan adalah modal dan analisa pasar. Ketersediaan modal yang besar tentu akan menjadi angin segar bagi Anda, namun kuncinya apakah modal itu mampu dimaksimalkan atau tidak. Jangan sampai modal yang dikeluarkan hanya cuma-cuma tanpa adanya income yang signifikan. Kemudian coba analisa pula peluang pasar produk kuliner yang ditawarkan. Apakah masih diminati atau justru sudah sepi pembeli.
3. Buat Branding yang Menarik
Ketiga, sebaiknya usahakan untuk membuat branding yang baik dan menarik tentang produk kuliner yang ditawarkan. Hal ini bisa dimulai dengan memberi nama yang mudah diingat dan juga menjadi ciri khas dari kuliner Anda. Sebagai owner Anda juga memanfaatkan media sosial guna memperkenal produk. Sebab media sosial memiliki pasar yang luas dan keajaiban yang luar biasa untuk menarik pelanggan. Apalagi jika Anda mampu mengajak kerja sama influencer atau orang-orang dengan pengikut yang banyak.

4. Rekrut Karyawan untuk Membantu Pekerjaan
Apakah karyawan diperlukan pada tahap awal memulai bisnis? Hal ini sebenarnya tergantung dari konsep bisnis kuliner yang akan dibangun. Jika memang mampu menjalankannya seorang diri, maka hal itu bisa saja dilakukan. Namun kebanyakan pengusaha kuliner, mereka mengajak beberapa orang untuk membantunya dalam merintis bisnis tersebut. Sebab terkadang ketika seorang diri kita keterbatasan ide, sehingga memerlukan sumbangsih dari orang lain. Perekrutan karyawan ini pun sebaiknya disesuaikan pula dengan perencanaan modal usaha Anda.
5. Pertahankan Kualitas Produk dan Layanan
Faktor penting yang mestinya selalu menjadi prioritas adalah kualitas produk dan layanan yang diberikan kepada konsumen. Mengapa ini harus prioritas? Ketika ingin memiliki bisnis kuliner yang bertahan dalam jangka panjang, maka sudah seharusnya kita memperhatikan kepuasan dari pelanggan. Kepuasan bisa dipenuhi dengan memberikan produk yang terjaga kualitas dan juga pelayanan yang baik kepada konsumen. Jika dua hal ini tetap terjaga, maka tentu saja mereka akan selalu datang ke bisnis Anda untuk menyantap hidangan yang ditawarkan.
6. Berikan Promosi
Hal selanjutnya yang juga tidak kalah penting adalah memberikan promosi. Tujuan dari promosi sudah tentu untuk menarik pelanggan dan juga sebagai bentuk umpan balik kepada pelanggan. Biasanya pemberian promo ini dapat dikaitkan dengan hari-hari tertentu atau pun dengan metode pembayaran tertentu. Agar lebih luas informasi promo ini dapat Anda sebar dengan memanfaatkan sosial media.
7. Lakukan Evaluasi untuk Perkembangan
Terakhir, melakukan evaluasi menjadi kegiatan yang wajib untuk dilakukan dalam setiap jenis bisnis, termasuk bisnis kuliner. Apapun pilihan produk yang Anda tekuni dalam bisnis ini, maka tetap sempatkan diri untuk mengevaluasinya. Evaluasi ini bisa saja dilakukan terhadap kualitas produk, layanan yang diberikan kepada konsumen, maupun tentang pendapatan dalam kurun waktu tertentu. Tentunya hasil dari evaluasi ini akan menjadi dasar yang kuat bagi Anda untuk mengembangkan bisnis agar bisa lebih baik.
Selain memperhatikan beberapa hal yang telah dijelaskan tadi, dalam menjalani bisnis kita juga harus memiliki sikap yang tak kenal menyerah, jujur, dan mampu bersahabat dengan siapa pun. Tantangan dan rintangan sudah pasti akan selalu ada dalam pengelolaan bisnis, sehingga dibutuhkan jiwa yang tangguh untuk menghadapinya. Selain itu, jujur pun menjadi wejangan yang selalu diberikan oleh pebisnis sukses yang telah melewati berbagai hal dalam fase hidupnya.
Bila memperhatikan keadaan sekarang, maka kolaborasi menjadi hal yang mestinya dikembangkan agar mendatangkan keuntungan. Memang kompetisi itu akan selalu ada, namun dengan Anda memilih untuk berkolaborasi, maka tentu akan ada peluang baru yang bisa saja tercipta. Oleh karenanya, sebagai seorang bisnis kuliner Anda sebaiknya berani untuk membuka diri, baik kepada pebisnis yang sama maupun berbeda produknya.

Itulah tadi beberapa hal yang dapat diperhatikan dan dioptimalkan dalam memulai karier di dunia bisnis kuliner. Pilihlah jenis produk kuliner yang memang mampu bertahan dalam waktu yang panjang dan bukan produk musiman. Sebab jika hanya mengandalkan produk musiman, maka Anda akan bertahan pada musim itu saja. Bila berganti suasana trennya, maka produk Anda pun akan ditinggalkan.
Semoga dengan informasi yang diberikan kali ini dapat membantu Anda untuk memulai membangun kerajaan bisnis kuliner. Bisa saja hari ini bisnis kuliner Anda baru sebatas gerobakan saja, namun ke depan siapa tahu Anda akan memiliki cabangan di setiap kota besar. Hal ini pun telah memiliki contoh real yang terjadi dalam kehidupan nyata dan dapat Anda ambil pelajaran darinya.
Khusus bagi Anda yang memang sedang bingung untuk memulai usaha atau bisnis, maka Anda dapat mencoba berkonsultasi dengan nextup.id. Kami selalu siap hadir bagi Anda untuk membantu menemukan jalan keluar terbaik atas permasalahan yang dihadapi. Jangan ragu, setiap permasalahan dan privasi Anda akan terjaga dengan baik oleh nextup.id.
Kami tidak hanya melayani konsultasi karier, namun juga memberikan kesempatan bagi mereka yang sedang mengalami kendala keuangan, rezeki, dan permasalahan emosional lainnya. Segera hubungi kami melalui kontak yang telah disediakan, maka kita akan mulai membicarakan permasalahan Anda. Bila tidak ada hambatan yang berarti maka dalam waktu ringkas Anda akan menemukan solusi terbaiknya.
by M Arif Rahmat | Apr 4, 2022 | Articles
Berjualan atau berdagang merupakan salah satu pintu rejeki yang dapat kita perjuangkan. Tentu Anda sepakat dengan hal itu bukan? Saat ini telah begitu banyak cara dan kesempatan untuk memulai berjualan, misalnya Anda dapat bergabung ke dalam aplikasi Gofood, Shopeefood, maupun Grabfood. Aplikasi seperti itu cukup sering digunakan oleh konsumen yang sedang membutuhkan makanan. Lalu bagaimana cara untuk bergabung ke dalam sejumlah aplikasi tadi? Mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Cara Bergabung Sebagai Mitra Gofood, Shopeefood, dan Grabfood
Dewasa ini perkembangan teknologi memang sudah tidak terbendungkan lagi, lebih-lebih teknologi yang menyasar pengguna smartphone. Adanya perkembangan teknologi tersebut sudah tentu memberikan sejumlah kemudahan bagi penggunanya, misalnya ketika mereka menginginkan makanan. Jika awalnya makanan dapat diperoleh dengan cara membuat sendiri atau langsung membeli ke toko tertentu, namun semua itu kini menjadi lebih praktis.
Saat ini dengan adanya berbagai aplikasi pemesanan makan secara online seperti Gofood, Shopeefood, maupun Grabfood membuat kita lebih mudah untuk menjangkau makanan yang dibutuhkan. Cukup dengan berbekal smartphone, kita sudah mendapatkan makanan hanya dengan menunggunya di rumah. Praktis bukan? Tidak perlu kepanasan, tidak perlu membuat sendiri, kita telah bisa menyantap makanan yang diinginkan.
Menariknya lagi produk makanan yang ditawarkan pada aplikasi tersebut sangatlah variatif. Ada berupa makanan berat, makanan ringan (cemilan), kue, minuman dingin, dan lain-lain. Bahkan tidak jarang pula sewaktu-waktu pengembang aplikasi memberikan promo bagi konsumen mereka. Sehingga sudah tentu hal ini akan sangat memanjakan kita untuk menggunakan Gofood, Shopeefood, maupun Grabfood.
Perkembangan aplikasi pada smartphone ini tentunya tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna atau konsumen saja, namun juga bagi para pekerja. Mereka yang mungkin selama ini merasa kesulitan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan, bisa memanfaatkan aplikasi itu untuk memulai usahanya. Apalagi dengan proses pendaftaran yang mudah, tentu Gofood, Shopeefood, maupun Grabfood bisa memberikan peluang yang menjanjikan bagi mereka yang ingin memulai usaha di bidang kuliner.
Apakah Anda tertarik untuk mencoba mendaftar pada Gofood, Shopeefood, maupun Grabfood? Alur pendaftaran pada masing-masing aplikasi pemesanan makanan secara online ini cukup mudah. Anda dapat mencoba mempelajari caranya yang akan dibagikan berikut.

Cara Mendaftar di Gofood Sebagai Penjual
Proses pendaftaran penjual di Gofood dapat dilakukan melalui aplikasi Gobiz. Aplikasi ini bisa didownload pada website resmi Gojek. Anda juga akan diminta email aktif, ktp, data perbankan, dan juga data usaha yang akan didaftarkan pada gofood. Jika telah siap dengan data tersebut, maka install terlebih dahulu aplikasi Gobiz. Selanjutnya Anda akan melalui 3 tahapan pendaftaran gofood.
1. Registrasi
Registrasi merupakan proses pendaftaran atau pembuatan akun Anda di gofood. Pada tahap ini Anda akan diminta untuk mengisi data diri, data usaha, dan juga layanan yang dibutuhkan untuk usaha tersebut.
2. Verifikasi
Verifikasi merupakan tahap persetujuan atau tidak terkait pembuatan akun usaha Anda. Biasanya pihak gofood akan memberikan notifikasi pada email, apakah usaha disetujui, butuh perbaikan, atau ditolak.
3. Aktivasi
Aktivitas merupakan pengaktifan akun usaha yang telah disetujui. Biasanya akan memakan waktu 2 hari. Setelah itu Anda akan diminta untuk melengkapi profil usaha, jam kerja, hingga daftar menu yang ditawarkan.

Cara Mendaftar di Shopeefood Sebagai Penjual
Shopee pada dasarnya menjadi salah satu aplikasi belanja online yang cukup populer di kalangan masyarakat. Kini shopee telah memiliki menawarkan shopeefood untuk melakukan pemesanan makanan. Selain itu, melalui fitur tersebut kita juga bisa menawarkan makanan. Caranya:
1. Melakukan pengisian formulir
Formulir untuk mendaftar di shopeefood dapat Anda peroleh melalui website resminya shopee. Pada tahap ini nantinya Anda akan diminta email aktif untuk melakukan konfirmasi pendaftaran.
2. Mengisi Data Diri dan Data Usaha
Selanjutnya, pihak shopeefood akan meminta Anda untuk melakukan pengisian data diri. Sebaiknya hal ini dilakukan sesuai dengan data pada Kartu Tanda Penduduk atau identitas sejenis lainnya. Setelah itu lengkapi pula data usaha Anda dan juga foto dari tempat usaha yang nantinya akan menjadi bagian dari identitas usaha pada shopeefood.
3. Proses Verifikasi
Apabila rangkaian proses pengisian data telah dilakukan secara benar, maka Anda akan diminta untuk melakukan konfirmasi pendaftaran. Setelah itu, pihak shopeefood akan melakukan verifikasi atas data yang Anda input tadi, apakah valid atau tidak.
4. Melengkapi Surat Perjanjian Kerja Sama
Biasanya Anda juga akan diminta untuk melakukan persetujuan perjanjian kerja sama. Sebaiknya baca terlebih dahulu perjanjian ini agar Anda tidak salah paham. Barulah kemudian pihak shopeefood akan memberikan notifikasi pendaftaran berhasil.

Cara Mendaftar di Grabfood Sebagai Penjual
Satu lagi aplikasi mobile yang bisa digunakan untuk berjualan secara online, yaitu grabfood. Aplikasi ini pun tidak kalah familiarnya dengan aplikasi sebelumnya. Bila ingin bergabung sebagai penjual di grabfood, maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan.
1. Daftar Secara Online
Pertama, Anda harus melakukan pendaftaran secara online. Caranya dengan mengunjungi website resmi grabfood dan melengkapi email aktif, nomor handphone, nama usaha, dan alamat usaha.
2. Menerima Kode Verifikasi dan Isi Formulir
Jika berhasil mendaftar, maka Anda akan menerima kode verifikasi melalui email. Selanjutnya kode itu akan digunakan untuk mengisi formulir. Lengkapilah setiap data yang diminta, mulai dari data diri, data usaha, hingga data lain yang dibutuhkan.
3. Sepakati Kontrak Kerja Sama
Langkah selanjutnya adalah menyepakati kontrak kerja sama. Grabfood akan mengirimkan kesepakatan kontrak kerja sama melalui email. Pelajari terlebih dahulu sebelum Anda menyetujuinya.
4. Lakukan Verifikasi OVO
Selanjutnya, Anda juga akan diminta untuk melakukan verifikasi data melalui OVO. Aplikasi merupakan metode pembayaran yang sah dalam grabfood. Pihak OVO juga akan menghubungi Anda untuk mengkonfirmasi perihal data yang diberikan. Setelah Anda hanya perlu menunggu notifikasi pendaftaran selesai dan berhasil.
Cukup mudah bukan? Jika telah berhasil terdaftar pada aplikasi di atas, maka mulailah untuk menawarkan produk makanan Anda secara aktif. Tawarkan dengan harga yang menarik dan sesuai dengan keadaan pasarnya sekarang. Jangan terlalu mahal dan jangan pula terlalu murah. Selain itu, tampilan gambar makanan terkadang juga mempengaruhi keinginan konsumen untuk membeli produk tersebut. Oleh sebab itu, usahakan untuk memberikan tampilan gambar dengan sebaik-baiknya, namun tidak berlebihan yang membuat antara gambar dan realitanya berbeda.
Penting bagi setiap pelaku usaha untuk tidak mudah menyerah pada usaha yang sedang dirintis, termasuklah berjualan pada aplikasi Gofood, Shopeefood, dan Grabfood. Khusus bagi Anda yang memang memiliki permasalahan yang belum terpecahkan selama ini, mungkin Anda dapat mencoba berkonsultasi dengan nextup.id. Kami akan berusaha dengan sebaik mungkin untuk membantu Anda keluar dari permasalahan tersebut. Jangan ragu untuk mencoba, kami pastikan bahwa privasi Anda terjaga dan permasalahan pun akan terselesaikan. Informasi lebih lanjut Anda dapat segera menghubungi kontak yang disediakan. Semakin cepat kita berkomunikasi, maka akan semakin cepat pula Anda menemukan jawaban dari permasalahan yang sedang dihadapi itu.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
by M Arif Rahmat | Apr 4, 2022 | Articles
Sejatinya market size dan market share merupakan dua hal penting yang harus dipahami oleh para pelaku bisnis. Kedua ini istilah ini bisa saja saling berkaitan dan memiliki andil yang penting untuk mengetahui potensi pasar. Secara sederhana market size merupakan total penjualan dan pelanggan yang diperoleh sebuah perusahaan. Sementara market share merupakan persentase penjualan yang dihasilkan oleh perusahan dalam sebuah industri. Lalu bagaimana cara mengetahuinya?
Memahami Cara Perhitungan Market Size dan Market Share
Mungkin bagi orang awam kedua istilah ini terdengar asing dan membingungkan. Namun ketika memang memiliki aktivitas dalam dunia bisnis, maka sudah semestinya istilah ini dipahami dengan baik. Mengapa demikian? Sebab dengan wawasan kedua istilah tersebut akan sangat membantu bagi pebisnis untuk mengetahui pasar produknya dan strategi marketing yang cocok untuk diterapkan.
Pada bagian awal telah sempat disinggung, bahwa market size merupakan total atau jumlah dari pelanggan ataupun penjualan produk yang diperoleh sebuah perusahaan. Katakanlah Anda memiliki sebuah perusahaan yang menawarkan produk Sabun, maka staff Anda akan melakukan kalkulasi terhadap penjualan sabun tersebut di pasaran. Kapan kalkulasi ini dilakukan? Umumnya market size akan dihitung dalam kurun waktu penjualan 1 tahun. Jadi selama 1 tahun tersebut berapa banyak penjualan yang berhasil dilakukan.
Sementara itu, jika berbicara tentang market share, maka ini akan berhubungan dengan perusahaan lainnya. Maksudnya bagaimana? Tentu kita semua tahu dan memahami betul bahwa dalam sebuah pasar akan terjadi persaingan antar sejumlah perusahaan. Baik itu produk yang sama maupun produk yang berbeda. Semua perusahaan akan berlomba-lomba melakukan hal yang menarik hingga inovatif untuk mendapatkan pelanggan, dan hal ini merupakan sesuatu yang lumrah. Lalu apa kaitannya dengan market share?
Market share dapat kita pahami sebagai kemampuan kita untuk menjual produk di pasar dengan berbagai perusahaan lain yang berkompetisi. Jadi sebuah perusahaan akan melakukan perhitungan berapa besar persentase keberhasilan mereka dalam menjual produknya jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki produk sama. Lalu bagaimana cara untuk menghitung market size dan market share ini?

Perhitungan Market Size
Menghitung market size mungkin akan menjadi hal yang tidak semudah memahami definisinya. Mengapa demikian? Sebab ada beberapa faktor pasar yang mesti diketahui dan dimiliki datanya oleh staf perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi setiap perusahaan untuk menempatkan orang-orang terbaik pada posisinya.
Menghitung market size sendiri umumnya dilakukan dengan 2 metode, yaitu Metode Top Down dan Metode Bottom Up. Masing-masing metode ini sendiri menghasilkan cara pandang yang cukup berbeda. Bahkan sebagian pendapat menganggapnya ada yang lebih real dan yang memiliki resiko besar.
1. Metode Top Down
Metode Top Down dikatakan sebagai cara yang cukup umum digunakan oleh pebisnis untuk mengetahui market size produk mereka. Agar dapat melakukan analisis dengan tepat, maka pebisnis atau perusahaan perlu memiliki data tentang TAM (Total Available Market), SAM (Serviceable Available Market) dan SOM (Share Of Market). Walaupun umum digunakan, namun metode ini pun dianggap memiliki resiko yang cukup besar dengan hasil yang optimis.
2. Metode Bottom Up
Metode Bottom Up barangkali memiliki sifat yang berbalik dengan metode sebelumnya. Metode ini diyakini mampu memberikan hasil perhitungan market size yang lebih nyata. Bahkan bila dilakukan secara benar, metode bottom up mampu memprediksi besar profit dan juga kerugian dari penjualan produk secara akurat. Namun untuk melakukan metode ini harus memiliki waktu yang cukup lama dan sejumlah data penting, meliputi market share, konsumen potensial, harga jual, dan rata-rata konsumsi.

Perhitungan Market Share
Market share mungkin akan dapat lebih untuk diketahui. Sebab market share perhitungannya akan fokus pada pasar satu produk saja. Misalnya jika perusahaan memiliki produk Sabun, maka perhitungan market share hanya dilakukan pada pasar sabun saja dan tidak menambahkan pasar minyak, gula, dan lain sebagainya. Hasil penjualan suatu perusahaan nantinya akan coba dibandingkan dengan penjualan dari perusahaan lainnya. Jika demikian, apakah kita harus memiliki data penjualan dari perusahaan lain juga?
Hal itu tidaklah demikian benar. Market share hanya mengharuskan kita untuk memiliki data pendapatan perusahaan dalam periode tertentu dan juga data pendapatan industri dalam periode yang sama. Agar lebih mudah coba perhatikan contoh perhitungan berikut:
Misalnya perusahaan Anda memiliki pendapatan penjualan sabun dalam kurun waktu sebesar 100 juta, sementara pendapatan industri sabun dalam waktu yang sama adalah 500 juta. Maka market share perusahaan Anda diketahui dengan cara membagi pendapatan perusahaan Anda dengan pendapatan industri dan dikalikan 100 atau (100 juta / 500 juta) x 100 = 20%. Maka dengan demikian telah diketahui market share produk sabun perusahaan Anda adalah 20%.
Menghitung market share ini memiliki andil yang besar bagi kita untuk mengetahui tingkat keberhasilan perusahaan dalam bisnisnya. Di atas tadi telah disinggung bawah dalam sebuah pasar sudah tentu aka nada persaingan antar perusahaan. Sehingga dengan adanya data tentang market share ini, maka kita selaku manajemen perusahaan akan mampu mengambil keputusan yang tepat guna mempertahankan market share ataupun meningkatkannya.
Bagaimana cukup menarik bukan market size dan market share ini? Masing-masing istilah ini memiliki fungsi yang penting bagi kelangsungan perusahaan. Agar perusahaan dapat bertahan dan terus berkembang, maka penting untuk melakukan Analisa perhitungan yang tepat dari kedua faktor tadi. Mungkin ada begitu banyak cara atau tutorial yang dibagikan dalam menghitung market size maupun market share, namun keberhasilannya terletak dari sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki perusahaan itu sendiri.
Lantas bagaimana jika hasil perhitungan menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam memenang persaingan masih terbilang rendah, apakah masih bisa ditingkatkan? Tentu saja bisa. Selama peluang itu masih terbuka lebar, maka perusahaan dapat melakukan tindakan yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan perusahaan. Misalnya dengan memberikan harga yang lebih kompetitif, menaikkan kualitas produk, maupun melakukan strategi marketing yang kreatif dan inovatif. Semua hal ini dilakukan atas dasar dari hasil perhitungan market size dan market share yang benar.
Barangkali sebagian dari kita berpikir bahwa tidak mudah untuk menguasai market share dan market size ini, hal ini tidaklah salah. Sebab kedua faktor ini memang berkaitan dengan kemampuan menganalisis pasar. Jika memang Anda berniat untuk melakukan pendalaman tentang faktor tersebut, maka Anda dapat meluangkan waktu bersama nextup.id.
Nextup.id merupakan sebuah jasa yang berpengalaman dalam hal memberikan solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Mereka pun juga telah banyak membantu kliennya untuk keluar dari permasalahan mereka tanpa harus melakukan tindakan yang ceroboh. Tertarik? Anda dapat segera menghubungi nextup.id melalui kontak yang disediakan. Semakin cepat Anda bergabung, maka akan semakin cepat pula Anda menemukan jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.
Klik disini untuk kenal lebih dekat
by M Arif Rahmat | Mar 29, 2022 | News
Kondisi pandemi harus diakui memberi pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan siapa saja di masyarakat. Pengaruh yang ditimbulkan mempengaruhi nyaris semua aspek dalam kehidupan. Mulai dari kesehatan fisik, mental, sampai pengaruhnya pada kondisi ekonomi yang mengalami penurunan sangat pesat.
Semasa pandemi tidak terhitung berapa orang yang kehilangan pekerjaan dan berapa jumlah perusahaan yang gulung tikar. Pandemi memberi pukulan berat di sektor perekonomian yang mempengaruhi hajat hidup nyaris semua orang. Pasca pandemi proses recovery atau pemulihan perlu dilakukan.
Webinar Recovery Pasca Pandemi
Pengaruh pandemi yang sangat besar dan juga luas memang menjadi perhatian semua pihak, baik yang terpengaruh maupun yang sebaliknya. Pandemi yang membuat perekonomian menjadi sangat sulit memang harus disikapi dengan baik. Sebab pandemi tentu akan berakhir, dan memasuki tahun 2022 titik cerah mulai terlihat.
Tahun 2022 kemudian menjadi masa terbaik untuk melakukan pemulihan kondisi usaha dan perekonomian secara luas. Hal ini yang mendorong Nextup.id untuk menggelar webinar bertajuk Recovery Pasca Pandemi. Tujuan webinar ini adalah untuk membentuk growth mindset, melewati tantangan, dan meraih peluang.
Webinar diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada 17 November 2021 pada pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB. Acara webinar ini sendiri dipandu oleh Inna Dinovita, S. TP selaku moderator. Kemudian menghadirkan Ir. Prayudy Widyanto, MM yang merupakan seorang Profesional Business Coach.

Menjalankan Kembali Usaha yang Tersendat
Kondisi pandemi Covid-19 memang membuat perekonomian terpuruk, banyak yang kehilangan pekerjaan dan banyak usaha yang harus ditutup. Hal ini bahkan terjadi dalam tempo yang sangat singkat, tidak sampai sebulan banyak pelaku usaha berguguran. Namun, dalam hidup tentu masalah akan terjadi.
Besar kecilnya masalah tentu perlu disikapi dan dihadapi dengan baik, karena badai pasti berlalu. Masa-masa sulit karena pandemi harus segera diperbaiki menjadi lebih baik lagi, semua orang membutuhkan semangat, motivasi, dan inspirasi untuk melakukannya. Maka Nextup.id menggelar webinar untuk mengupas hal ini.
Masa sulit yang sudah berhasil dilewati tentunya memberikan banyak pembelajaran. Pembelajaran ini mendorong siapa saja terutama pelaku usaha untuk menjadi lebih baik lagi. Mencoba untuk memulihkan diri dengan cepat dan mampu menjalankan usaha yang lebih baik dan lebih kuat lagi.
Mencoba memulihkan kembali usaha yang sempat goyah bahkan hancur di masa pandemi bukanlah hal yang tidak mungkin. Hal ini bahkan menjadi kebutuhan yang perlu segera dilakukan, karena roda perekonomian harus tetap berputar. Supaya bisa segera pulih maka usaha untuk pulih harus segera dimulai, yakni saat ini juga.
Kiat Membangkitkan Usaha Pasca Pandemi
Oleh narasumber kemudian dijelaskan mengenai beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk memulihkan atau membangkitkan usaha pasca pandemi. Kiat-kiat tersebut antara lain:
1. Mencoba Ide Baru
Kondisi pandemi memang membuat banyak usaha terpuruk, tidak sedikit yang kemudian gulung tikar. Namun, dengan kondisi yang sangat terdesak seperti ini ternyata memberi keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha. Kondisi yang mendesak membuat pelaku usaha semakin kreatif dan mampu memunculkan ide baru.
Jadi, sebagai upaya untuk bisa memulihkan usaha yang dijalankan para pelakunya perlu mencoba mengembangkan ide baru. Misalnya menghadirkan produk baru yang memang dibutuhkan oleh masyarakat di tengah kondisi seperti sekarang. Atau menyediakan produk yang sama namun diubah agar lebih relevan.
2. Manfaatkan Program Pemerintah
Di tengah kondisi pandemi, pemerintah ikut turun tangan untuk mengatasi permasalahan di sektor perekonomian. Berbagai kebijakan dan program dibuat untuk meringankan beban pelaku usaha dan masyarakat luas. Kebijakan dan program-program ini tentu perlu dimanfaatkan jika dirasa cocok dengan kondisi yang dialami.
3. Memperbaiki dan Menyempurnakan Produk
Membuat produk baru pasca mengalami kesulitan hebat karena pandemi tentu membutuhkan proses panjang dan modal yang tidak sedikit. Jika tidak memungkinkan untuk melakukan hal ini maka bisa memilih memperbaiki dan menyempurnakan produk yang sudah ada.
Tidak harus melakukan perubahan besar, bisa dengan perubahan skala kecil. Misalnya dari desain kemasan yang dibuat lebih aman dan diberi beberapa kata-kata motivasi berhubungan dengan pandemi. Kemudian lakukan promosi yang menyentuh sisi emosional konsumen karena sama-sama berjuang melawan pandemi.

4. Melakukan Efisiensi Biaya
Kiat berikutnya untuk bisa memulihkan usaha pasca pandemi adalah melakukan efisiensi biaya. Ketahui seluruh jenis biaya yang muncul untuk bisa menjalankan kembali usaha yang sempat tersendat. Selanjutnya, pangkas semua biaya-biaya yang memang tidak diperlukan atau tidak terlalu penting untuk dikeluarkan.
5. Memperhatikan Kebutuhan dan Keinginan Masyarakat
Kiat untuk bisa pulih setelah pandemi salah satunya adalah dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Sebab masyarakat ikut terdampak oleh pandemi dan membuat mereka berubah. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah pola konsumsi mereka.
Jika sebelumnya masyarakat tidak ambil pusing dengan biaya-biaya remeh seperti jajan kopi kekinian dan selalu belanja baju untuk mengikuti tren. Setelah pandemi tentu ada beberapa kebutuhan yang menjadi prioritas. Misalnya berhemat untuk bisa rutin menabung dan sejenisnya.
Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memahami apa yang dicari, dibutuhkan, dan diinginkan oleh masyarakat luas. Tujuannya agar bisa menyediakan produk baik dalam bentuk barang maupun jasa yang relevan. Jadi, pastikan menyesuaikan dengan perubahan konsumen.
Jika mereka menghendaki jaminan kesehatan, sediakan produk yang mampu memenuhinya. Misalnya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dalam proses produksi sampai proses penjualan langsung ke konsumen. Selebihnya bisa disesuaikan dengan target pasar masing-masing usaha.

6. Melakukan Digitalisasi
Kondisi pandemi membuat proses digitalisasi menjadi hal penting untuk dilakukan oleh nyaris semua usaha. Proses digitalisasi ini akan membantu mendapatkan lebih banyak konsumen dan segera memperbaiki kondisi keuangan usaha. Hal ini sepertinya sudah diterapkan oleh banyak pelaku usaha, terutama UMKM.
Misalnya seorang penjual makanan yang mendirikan warung makan, saat pandemi jumlah konsumen mendadak sepi. Penjualnya kemudian berinisiatif untuk menjual makanannya lewat aplikasi ojek online. Strategi ini ternyata cukup berhasil, karena kebanyakan orang selama pandemi tidak ingin keluar rumah. Kebutuhan konsumsi pun diusahakan dibeli secara online dan diterima tanpa kontak dengan driver.
7. Mencoba Peluang Baru
Kiat terakhir untuk bisa bangkit di tengah pandemi adalah mencoba peluang baru. Selama pandemi ternyata ada banyak kegiatan usaha yang potensial dan memiliki masa depan cerah. Bidang-bidang usaha potensial ini bisa dipertimbangkan untuk dijalankan sebagai upaya segera bangkit.
Misalnya yang dulunya menjalankan bisnis sewa mobil dan ternyata kondisi pandemi membuat orang enggan bepergian, apalagi sampai keluar kota. Maka usahanya menjadi tersendat dan bahkan bisa gulung tikar. Pertimbangkan untuk membuka usaha potensial baru, misalnya usaha di sektor pendidikan, jasa pemasangan internet di rumah-rumah, dan sejenisnya.
Menjalankan kiat dan strategi yang tepat akan membantu melakukan pemulihan pada usaha yang sempat terkendala karena pandemi. Webinar dari Nextup.id tentu memberi banyak strategi untuk bisa bangkit kembali sehingga bisa diterapkan langsung. Sebab usaha dengan kondisi seperti apapun memang perlu berkembang mengikuti perubahan zaman.
jualan online tanpa modal, cara berjualan online, cara jualan online tanpa modal, cara jualan online laris, jualan online yang laris, bisnis online untuk pemula, tips jualan online, cara jualan online di shopee, cara jualan online laris di facebook, cara jualan online, bisnis online pemula, cara membuat toko online, bisnis makanan online untuk pemula, cara usaha online, cara berjualan online agar cepat laku
Muhamad Arif Rahmat, adalah seorang owner bisnis digital, finalis beberapa kompetisi bisnis tingkat Nasional, sekaligus juga trainer yang senang berbagi mengenai tips wirausaha dan digital marketing.